Pengalaman Ke Poli Kandungan RS Haji Surabaya
Pengalaman menjadi pasien RS Haji Surabaya tujuan saya ke Poli Kandungan, dan di sinilah pertama kali nama saya tercatat di Rumah Sakit serta…
Saya tertarik nonton Drama Turki Shehrazat 1001 Malam gara-gara potongan adegannya di tayangin terus-terusan di TV. Dan yang paling membuat saya penasaran adalah air muka datar yang selalu ditampakkan oleh Bergüzar Korel, pemain Shehrazat, yang mirip sama artis Indonesia. Hayo tebak kayak siapa??
Jika diperhatikan secara seksama, wajah Bergüzar Korel mirip sekali sama Luna Maya. Rambut panjang, mata bulat, dan kalau senyum muanisss, apalagi pas berhadap-hadapan sama Halit Ergenç, si Tuan Onur.
Di ceritakan, Shehrazat Eviliyaoglu adalah seorang Ibu beranak satu yang bernama Khaan Eviliyaoglu. Ayahnya, Ahmet Eviliyaoglu, meninggal dunia saat Khaan berumur setahun karena kecelakaan mobil. Sebagai single parent, Shehrazat bekerja di perusahaan Binyapi sebagai arsitek yang dipimpin oleh Tuan Onur, lelaki yang hingga di usia mapan tidak mempercayai cinta. 3 bulan bekerja, Shehrazat berhasil mendapat pekerjaan proyek di Dubai.
Sayangnya keberhasilan Shehrazat tidak diimbangi kebahagiaan di keluarganya. Khaan, anak satu-satunya didiagnosis penderita leukimia. Untuk membayar donor sumsung tulang belakang berikut biaya operasinya, Shehrazat harus mendapatkan uang sebanyak 150 ribu dollar.
Ditengah kebingungan itu Shehrazat mencari cara dengan mendatangi Tuan Burhan, Mertuanya yang kaya raya tapi tidak menganggap Khaan sebagai cucunya. Uang tidak didapat, tapi cacian yang diterima. Dalam keadaan terdesak, Shehrazat nekat meminjam uang perusahaan.
Saat menghadap Tuan Onur, Shehrazat dianggap karyawan tidak tau diri. Sebagai pegawai yang baru bekerja 3 bulan Shehrazat dianggap terlalu berani meminjam uang perusahaan terlalu banyak. Namun akhirnya Tuan Onur memberikan pinjaman asalkan Shehrazat mau bersamanya semalam. Tidak ada harapan lagi selain pilihan itu satu-satunya, Shehrazat menerima permintaan Bosnya.
Ketika nonton drama Shehrazat beberapa kali saya dibuat nangis. Muka galau yang ditunjukkan Shehrazat dan kekakuan sikap seorang Tuan Onur membuat perasaan saya seolah terlibat didalamnya. Alur ceritanya padat dan tidak bertele-tele, membuat kemasan drama ini menjadi kuat.
Terhitung hingga hari ini, drama Shehrazat baru memasuki episode 13. Tayangnya jam 21.30 setelah sinetron Cinta di Langit Taj Mahal.
Semakin berjalannya episode, jalan cerita drama ini semakin memukau. Kehadiran sahabat Tuan Onur, yaitu Tuan Karim, yang mendadak jatuh cinta dengan Shehrazat dan kemunculan Bennu Ataman, sahabat Shehrazat di Binyapi Company yang diam-diam menyukai Tuan Karim, seakan mempersulit keberadaan Shehrazat. Di lain pihak diam-diam Tuan Onur juga menaruh rasa cemburu bila Karim berdekatan dengan Shehrazat.
Apa jadinya bila 4 orang saling jatuh cinta, dan 2 diantaranya bertepuk sebelah tangan? Karim jatuh cinta dengan Shehrazat. Karim dicintai oleh Bennu Ataman. Sedangkan posisi Shehrazat sebagai sahabat Bennu, dan posisi Karim sebagai sahabat Onur.
Makin ke sini, drama ini sudah mulai menujukkan konflik yang berat. Meski begitu konflik-konflik itu bisa dinikmati dengan sangat sedap. Tak seperti drama-drama yang selama ini memenuhi layar kaca dimana pemain antagonis terlalu menampkaan kebencian kepada pemain protagonis.
Karakter pemain drama Shehrazat sangat cerdas. Sikap yang ditunjukkan pemain baik kepada pemain jahat sulit ditebak. Karena itulah drama Shehrazat menuai sukses besar ketika tayang di beberapa negara didunia. Sedangkan di Turki sendiri, drama ini begitu digandrungi dengan judul asli Binbir Gece
Hanya saja yang membuat saya agak heran adalah handphone yang digunakan oleh para pemain-pemainnya! Model HPnya bukan handphone touchscreen canggih seperti sekarang lagi marak.
Beberapa kali saya lihat ketika adegan menelepon, perangkat yang digunakan masih menggunakan model keypad yang layarnya sekitar 2 inch-an. Bahkan Bos-Bos Binyapi pun menggunakan telepon model candybar. Pokoknya Hpnya mash jadul, deh!
Makin diperjelas lagi ketika perusahaan Binyapi mengadakan pesta tahun baru. Ditengah-tengah pesta, ternyata ada angka yang menunjukkan tahun 2007! Waduh, ini drama lama bangeet.. setelah saya browsing memang drama ini di produksi antara tahun 2007-2009!
Salut sama drama ini. Walaupun film produksi lama, tapi suasana dan cerita yang diangkat bisa diterima oleh pecinta drama zaman sekarang. Saya suka saya suka!!
Kopi.. kopi.. dimana-mana banyak warung kopi. Kedai kopi, café menjual kopi, hingga teknik penyajian kopi dikupas tuntas oleh para penggemar kopi. Kopi sekarang bukan lagi sekedar bubuk hitam dicampur gula lalu disiram air panas. Tetapi teknik pengolahan kopi juga menjadi daya tarik utama. Jenis-jenis kopi juga makin beragam. Ada kopi Luwak, Kopi Bali, Kopi Aceh, dan kopi rasa nikmat yang diolah dengan tehnik khusus. Lalu bagaimana cara asyik menikmati kopi yang pas untuk gaya hidup modern?
Hingga saat ini sebetulnya saya juga masih meraba-raba bagaimana cara asyik menikmati kopi supaya bisa berlama-lama duduk di kedai kopi. Biar dibilang kekinian, konon kopi harus diminum sedikit-sedikit. Kalau perlu tiap angkat cangkir, aroma kopinya dihirup dulu sampai menusuk hidung sambil merem-merem.
Nyatanya, saya termasuk golongan orang yang tidak bisa menikmati kopi. Saya belum bisa meneguk kopi sececap-cecap. Kalau ingat saya sedang bersama teman-teman saya berusaha minum sedikit-sedikit. Tapi tetap saja, kopi saya yang habis lebih dulu hehe
Dulu, ketika masih kecil saya suka minta kopi punya Bapak. Bapak saya dulu kalau minum kopi tidak pernah minum langsung dari gelasnya, tetapi dengan cara dituang dulu ke lepek (piring kecil) barulah kemudian disruput sedikit-sedikit.
Masa berlalu, cara menikmati kopi juga berubah. Selama pengalaman melihat orang ngopi di cafe, jarang sekali saya lihat ada orang minum kopi pakai dituang dulu diatas lepek seperti yang Bapak saya lakukan. Dugaan saya mungkin cangkir lepek sekarang kecil-kecil. Bila semuanya dituang ke dalam lepek besar kemungkinan isi cangkir langsung habis 😀
Kalau mau ngopi menurut gaya saya, ada beberapa cara asyik menikmati kopi supaya kopi tetap terasa nikmat dan kegiatan ngopi bisa bertahan lama.
1. Tunggu kopi sampai setengah dingin
Menunggu kopi dingin sama halnya dengan mengulur waktu. Sambil nunggu kopi dingin, kita bisa bebas ngobrol sama teman-teman. Supaya ada seninya, pura-pura aja sibuk ngaduk-ngaduk kopi. Walau perasaan segera mencicipi kopi sangat besar cobalah bertahan dulu tidak meminumnya. Sambil ngaduk, sambil bayangkanlah betapa kerennya duduk ngobrol di café sambil mutar-mutarin sendok didalam cangkir.
2. Jangan minum terlalu buru-buru
Konon menikmati kopi yang enak adalah dengan menyeruputya sedikit-sedikit. Sambil nyuruput sambil merasakan sensasi aroma kopi. Trik supaya ngobrol di café bisa lama adalah minum kopi sambil santai, sambil ngobrol, sambil utak-atik hape, dan sambil ngapain kek.. baca buku juga bisa
3. Sambil ngemil-ngemil cantik
Ngopi paling enak baiknya ditemani dengan camilan-camilan manis. Camilan apa aja. Mau sambil makan donat, makan kentang, atau makan gorengan. Camilannya gak usah banyak, secukupnya aja. Minimal penampilan meja kita kelihatan semarak oleh makanan.
4. Baca buku atau Koran
Kalau sedang di café sendirian, siapkan buku atau Koran di dalam tas. Supaya keberadaanmu di dalam café tak terlihat seperti orang yang sedang ngegalau baca aja buku atau Koran. Dengan begitu penampilanmua akan tampak seperti orang borjuis hihi..
Begitulah ulasan saya tentang cara asyik menikmati kopi. Tips-tips diatas saya tulis berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Tapi kalau ada teman-teman yang mau menambahkan kebiasaan ngopi dengan cara berbeda ya monggo saja…
Selalu penasaran banget tau kelanjutan cerita drama Asia judulnya Shehrazat 1001 Malam yang baru-baru ini tayang di TV.
Serial Drama Asia di TV sekarang makin banyaaak, dan bagus-bagus pula. Yang paling baru tayang dan berhasil menambat kebiasaan saya nungguin cerita bersambungnya adalah Shehrazat 1001 Malam yang tayang jam setengah 10 malam. Ih, serial ini menyentuh banget. Waktu nonton episode pertama aja sudah dibuat nangis sama drama ini.
Kayaknya drama Korea sudah punya saingan, nih 😛
Beda dengan drama Korea yang penggemarnya, wuuaaah.. jauh banget sama drama-drama Asia terbitan India dan Turki. Iyalah Drama Korea pemainnya mulus-muluus.. bandingkan dengan drama India dan Turki, uh, dududu brewok full alakazam! Wakaka.. tapi saya suka lihat yang brewok-brewok begitu haha.. *ups!*
Hayooo! ngeres ya pikirannya..! sapu dulu, gih! pakai alat cukur rambut elektrik! Wkwkw..
Tauk, gara-gara kecanduan nonton Jodha Akbar, saya jadi ketagihan nonton drama berseri lagi. Padahal setelah lama berhenti nonton Winter Sonata (jadul banget yak 😀 ) lalu sempat gak mau ketinggalan nonton Kim Takgu di King of Baking, saya sudah memutuskan pensiun dini. Eh, lha kok sekarang keblanjur lagi sama drama Asia hehe.. Lebih geli lagi ternyata drama-drama yang saya tonton kok ndilalah pemainnya rata-rata ber-rambut lebat! Isshh! 😀
Contohlah Rajat Tokas si Raja Jalal. Saya sempat pamerin Raja Jalal ke Bibi Titi Teliti di twitter. Maksud saya mau menunjukkan bahwa saya juga bisa seperti dia, kecanduan drama Asia, gitu..
Siapa tau dengan saya menunjukkan Raja Jalal ke si Bibi Titi Teliti kecintaannya pada Drama Korea bakal berpindah perasaan, sehingga saya punya teman seperjuangan. Eh bukannya dapat simpati, saya malah di tawur sama pecinta drama korea. Dan yang lebih mengagetkan ada yang nyeletuk kalau brewok Raja Jalal di samain sama sikat kamar mandi! Astaghfirullah.. ngakak nggak habis-habis baca balasan komen mereka..
@ebibitititeliti @DyahAstuti7 Jiaah kok Mahabharata, Rajat Tokas tuh Raja Jalal di Jodha Akbar :(( *gigit tabung 3kg* pic.twitter.com/cCTcAuPPC3
— yuniarinukti.com (@yuninukti) 29 Maret 2015
Yah apalah saya ini, masih suka sayang lihat hape dibanting-banting kalau marah. Saya juga masih cemburu lihat cewek yang di peluk sama cowoknya di bawah derasnya hujan. Lagi, saya juga merasa terlalu cemen merasakan asinnya air mata yang dicampur dengan air hujan. Coba deh, apa asiknya malam-malam hujan-hujanan diluar pagar rumah si cewek?
Trus-trus belum perasaan sukarela nungguin janji yang molor karena salah satu diantaranya gak bisa datang tepat waktu karena tiba-tiba ada kendala. Kalau saya sih ogah nungguin 5 jam dibawah menara.. lalu lalu supaya makin drama dikasihlah sama Sutradara air hujan yang sangat deras. Endingnya, si cowok atau cewek datang sambil nyelimutin badannya yang kegigilan. Dan jujur aja sebenarnya juga hati ini merasa teriris kalau melihat adegan itu semua. Lebih dengki lagi kenapa coba Suami saya gak mau main hujan-hujanan kayak Kim Takgu! Kenapa?!!
Ehm, sebenarnya sih nulis panjang begini cuma mau bilang, ada yang tau gak dimana bisa nonton film-film serial Turki dan India. Link aja bisikin saya yaa. Atau kali aja ada yang sudah punya DVDnya. Errr.., pinjem dooongg wekeke..
Jual beli rumah adalah sesuatu hal yang biasa terjadi di masyarakat kita sama halnya seperti jual beli yang lainnya jual beli rumah dapat dilakukan oleh siapapun. Karena rawannya oknum yang bermain dalam bidang property, seperti ada beberapa pemberitaan mengenai adanya sertifikat kepemilikan satu rumah namun memiliki dua sertifikat di dua orang yang berbeda. Sehingga untuk melakukan jual beli rumah tidaklah sesimpel jual beli seperti jual beli barang lain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan jual beli rumah agar transaksi tersebut memiliki kekuatan hukum yang kuat sehingga kita menjadi tenang ketika melakukan transaksi tersebut.
Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) adalah surat perjanjian yang dibuat oleh calon pembeli dan calon penjual yang dibuat sebelum ditandatanganinya Akta jual beli (AJB). Karena bangunan merupakan benda tidak bergerak yang pengalihannya (jual beli) harus dengan cara akta Notaris/PPAT dalam bentuk AJB. PPJB merupakan ikatan di awal untuk mengikat semua pihak agar sama-sama serius melakukan transaksi jual beli rumah, biasanya dalam rangka pemeriksaan ke kantor pertanahan diperlukan PPJB tersebut.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat PPJB, diantaranya :
1. Jelasnya uraian mengenai objek tanah dan bangunan, hal ini mencakup diantaranya : ukuran tanah dan bangunan, sertifikat dan pemegang haknya serta perizinan – perizianan yang melekat pada objek tanah serta bangunan tersebut.
2. Harga total keseluruhan dan harga tanah per meter serta cara pembayarannya. Pembayaran dapat dicicil sampai saat dilakukannya penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)
3. Syarat batal tertentu, seperti jika pembangunan rumahnya tidak selesai dalam selang waktu yang telah ditentukan, maka calon pembeli rumah berhak untuk membatalkan jual beli dan mendapatkan uang mukanya kembali. Namun sebaliknya jika pembangunan rumah telah selesai pada waktunya dan calon pembeli membatalkannya secara sepihak, maka uang muka dianggap hangus sehingga calon pembeli rumah kehilangan uang mukanya.
4. Penegasan mengenai pembayaran pajak yang menjadi kewajiban masing-masing pihak, serta biaya – biaya lainnya yang diperlukan, seperti biaya pengukuran tanah dan biaya PPAT / Notaris.
5. Apabila dirasa perlu untuk dimasukkan ke dalam klausul pernyataan dan jaminan dari calin penjual, yaitu berupa surat keterangan bahwa tanah dan bangunan tidak sedang berada dalam jaminan hutang pihak ketiga atau terlibat dalam sengketa hukum. Jika ternyata pernyataan dan jaminan penjual itu tidak sesuai, maka secara otomatis penjual akan membebaskan kepada calon pembeli dari segala tuntutan dari pihak lain manapun.
Demikian beberapa tips yang dapat dituangkan dalam tulisan ini, semoga dapat membantu Anda dalam melakukan jual beli rumah, semoga tulisan ini bermanfaat dan aplikatif
Sepulang dari Halal Bihalal Komunitas Emak-emak Blogger 8 Agustus kemarin saya dikirimi foto oleh Niar. Isinya gambar-gambar heboh yang kami lakukan selama acara berlangsung. Dari sekian image, ada satu yang menarik perhatian, yaitu pose saya berdiri ala OOTD sambil mencangklong tas.
Whatss!!
OOTD???
Sejak kapan saya suka difoto Outfit of The Day!
Pakai pose bak model pula..
Ini benar-benar diluar skenario, lho.. dan lucunya kami para Emak-emak nurut aja maunya Niar. Iyalah dia kan PIC nya acara ini. Harus nurut sama Maketu nya. Kalau nggak siap-siap kena pecat. *wiih sadis!*
Ah kerjaan Niar memang suka bikin heboh suasana.. gara-gara Niar juga semua Emak-emak yang datang halal bihalal kena jebakan kudu pose OOTD! Bener-bener asem beneer nih Emak Wannabe satu ini..
Gapapalah oke juga kok pose saya *pose-pose sendiri, dipuji-puji sendiri* haha..
Yang menarik dari foto saya (foto saya! catet foto saya) adalah penampakan tas fashion cantik yang saya cangklong.
Coba deh perhatikan. Bagus kan tasnya?
*Bilang bagus ajalah biar gak kena protes hihi..*
Lagian saya juga jarang pergi bawa tas beginian. Paling-paling kalau nggak ransel ya tas cangklong sponsor. Catet, (((SPONSOR)))!!
Sebenarnya saya paling males pergi membawa tas. Bawaannya ribet dan berat. Kalau nggak sedang pergi jauh saya lebih suka memasukkan barang-barang pernik seperti uang, kartu, HP, ATM ke dalam kantong jaket atau celana. Kecuali bila sedang ingin bawa dompet barulah saya bawa dompet kecil yang cukup buat isi ATM sama duit kertas. HP tetap masuk kantong. Jeleknya kebiasaan ini adalah STNK dan KTP sering ketinggalan. Baru ingat pas mau masuk parkir Mall. Lha dalah, melipir deh ke parkiran umum yang gak butuh cek STNK 😀
Namun kebiasaan saya berubah setelah memiliki tas cangklong mini cantik yang saya pakai itu. Menurut saya tas itu berbeda dengan lainnya. Bentuknya kecil tapi muat diisi sembarang kalir. Bahkan Tab pun masuk ke dalamnya. HP, kartu, ATM, duit receh, semuanya masuk. Menjadikan penampilan saya ringkes, dan bawaan juga gak berat.
Aduh, kenapa gak kepikir begini dari dulu. Masak harus dapat gratisan dulu baru dipakai huahaha.. *ketauhan kalau gak beli*
Saya akui tas cangklong model begini terasa lebih praktis. Tali cangklongnya custom, bisa dipakai atau dilepas. Yang paling saya suka selain modelnya adalah tas seperti ini sifatnya punya banyak kantong. Semua barang pernik sudah ada tempatnya masing-masing. Bahan kainnya juga bagus, kuat, dan etnik banget. Sangat cocok dipakai oleh perempuan yang berkarakter seperti saya. *Maksudnya karakter males* 😀
Hayoo, siapa yang kalau pergi gak suka bawa tas, kita kopdar yuk! hihi..
Dalam hal manufaktur industri berat, beberapa kali negara kita telah berhasil membuktikan keseriusannya. Meskipun boleh dibilang eksistensinya masih kalah jauh dengan buatan Korea atau Jepang, nyatanya masih ada perusahaan di Indonesia yang masih punya nyali dan berani bersaing dengan produk import yang notabene ‘pesaing kelas berat’.
Di Pameran Produksi Indonesia 2015 yang diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian kemarin banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang membuka lebar mata saya. Selama ini setiap ada pameran UKM produk-produk yang pamerkan sebagian besar dari sektor garmen, kulit, batu-batuan, bahan daur ulang, makanan dan minuman. Sedikit saja yang memajang jenis industri alat berat. Sempat terpikir apakah industri manufaktur di negara ini kurang diminati? Dan sempat berpikir pula, apakah produk manufaktur kalah bersaing dengan produk luar negeri.
Selama 3 hari lalu lalang di Pameran sebenarnya saya sangat penasaran dengan salah satu stand di sana. Sebab space yang disediakan hanya berisi banner, brosur, bolpoin yang dibagikan gratis, serta kartu nama. Sama sekali tidak memamerkan produk. Ini kan aneh. Pameran industri kreatif se-Indonesia tapi sama sekali tidak memajang produk. Lalu apa yang mau disajikan kepada pengunjung?
Seperti biasa kalau jalan-jalan di Pameran saya selalu menyusuri stand dari ujung ke ujung, kemudian dilanjut jalan dari tepi lalu menuju stand bagian pulau. Rute ini saya ambil agar semua produk yang dipamerkan semua stand bisa saya kunjungi. Selain itu supaya saya dapat mengumpulkan brosurnya! Seru lho ngumpulin brosur di pameran.. lumayan buat nambah informasi.
Usai melalui stand tas yang terbuat dari kantong bekas bungkus semen, saya bergeser stand disebelahnya. Lokasinya pas di pojokan. Nama standnya PT Louser Lift.
Lift?
Lift elevator?
Ah, yang bener aja..
Emang Indonesia punya pabrik lift?
Tunggu tunggu.. kayaknya saya harus tanya-tanya nih.. kepo berat soalnya 😀
Jadi awalnya saya pura-pura nih ambil bolpoin di mangkuk yang memang dibagikan gratis buat pengunjung pameran. Modus duluu, supaya gak keliatan gapteknya haha.. Eh, ternyata ada Pria ramah yang menyapa saya. Usut punya usut namanya Pak Arief Hafidh (nyontek di kartu nama hehe). Disitulah kemudian kami terlibat obrolan tentang alat permesinan yang diproduksi oleh pabrik lift, PT Louserindo Megah Permai, yang berkantor pusat di Kebayoran Lama Jakarta.
“Kami perusahaan yang bergerak dibidang pabrikasi, pemasaran, perawatan, dan pengerjaan lift dan eskalator, Mbak” jawab Pak Arief saat saya tanya, bidang usahanya.
Oalah perusahaan lift, pantesan standnya gak ada penampakan barang. Gimana bisa nampak, barangnya aja ukuran raksasa haha..
Selanjutnya cerita mengalir dari mulai sejarah berdirinya PT Louser hingga terus eksis sampai saat ini. PT Louser Lift mulai beroperasi pada tahun 1987 yang awalnya hanya fokus mengerjakan lift barang khusus resotaran. Hingga pada tahun 1991, PT Louser mendapat dukungan perusahaan sistem kontrol Samil dari Korea. Dari situlah kemudian Louser Lift memproduksi lift penumpang. Tau nggak, sebetulnya sistem kontrol Samil di Korea sana pekerjanya adalah orang Indonesia juga! Nah, kan betapa hebatnya sebenarnya orang-orang kita ini..
Secara garis besar lift Louser menggunakan komponen dari lokal. Sebanyak separuh lebih, yakni 54%, mekanika part Louser Lift menggunakan bahan dari lokal. Sisanya diimport dari luar dan itupun tidak murni, hanya spare part nya saja. Wah wah wah luar biasaaa..
Dijelaskan oleh Pak Arief bahwa bagian-bagian lift dari mekanika lokal adalah Interior sangkar, Penggantung pintu, Car Frame, dan kerangka sangkar. Sebab plat stainless steel yang digunakan adalah jenis 304 alias kandungan technicalnya 8%. Sehingga tidak mudah karatan.
Seperti ini lho yang tidak diketahui orang Indonesia bahwa sebenarnya kita memiliki banyak insinyur mesin handal, seperti Direktur Utama PT Louser Lift, Bapak Benyamin BE, yang asli orang Aceh! Punya Perusahaan aja namanya pakai nama Gunung di Aceh, Gunung Lauser.
Kalau dipikir-pikir banyak sekali lho keuntungan bila menggunakan produk lift lokal, yaitu memudahkan service jika suatu ketika ada kerusakan. Kalau menggunakan produk Indonesia, layanan servicenya lebih mudah. Sama seperti ketika kita service produk elektronik rumah tangga. Tinggal telepon, teknisi langsung datang. Atau kalau mau cepat tinggal datangin Service Center. Pasti beres hihi..
Bayangkan betapa rumitnya kalau membeli dari luar negeri. Bisa-bisa ongkos perjalanannya melebihi biaya jasanya.
Ada beberapa produk Lift Louser yang selama ini dipasarkan di Indonesia. Antara lain:
1. Passenger Lift
Disainnya dibentuk elegan serta untuk kebutuhan gedung mulai dari kapasitas 6 orang (450 Kg) hingga 24 orang (1600 Kg)
2. Bed Lift
Dirancang untuk kebutuhan gedung Rumah Sakit dengan kapasitas mulai dari 750 Kg hingga 1600 Kg
3. Home Lift
Lift khusus rumah tinggal yang didisain sangat elegan yang dilengkapi fitur keamanan dengan penggunaan energi rendah. Tersedia untuk kapasitas 2 orang hingga 4 orang.
4. Dumbwaiter
Khusus tipe ini bentuknya lebih mungil. Lift khusus untuk kebutuhan Restoran dan angkutan barang dengan kapasitas 30 Kg – 300 Kg.
5. Freight Lift
Lift jenis ini sama-sama lift barang. Hanya saja diciptaka untuk kebutuhan angkut barang dengan kapasitas besart, antara 1000 Kg – 5000 Kg.
6. Panoramic Lift
Yang ini adalah lift penumpang dengan disain kaca tembus pandang. Cocok untuk gedung yang memiliki pemandangan indah. Tentu saja disainnya lebih mewah dan disediakan dengan kapasitas mulai dari 450 Kg.
Produk PT Louser lainnya ada Escalator dan Travolator.
Keuntungan bila menggunakan Lift Louser, customer akan mendapatkan service yang memuaskan. Jangan takut garansi ruwet karena PT Louser melalui komitmennya ingin menjadi perusahaan yang memberikan pelayanan terbaik serta berusaha meningkatkan mutu produksi dan mengerjakan secara profesional.
Keuntungan itu adalah Garansi 1 tahun replace (replace spare part) dan perawatan gratis selama 3 bulan. Selain itu Louser Lift juga memberikan penawaran jasa modernisasi untuk customer setelah pemakaian 20 tahun.
Keunggulan dari Louser Lift dibanding lift lainnya yaitu:
1. Menu tombol menggunakan bahasa indonesia
2. Daya listrik relatif kecil yaitu 1400 Watt. Padahal lift umumnya menggunakan daya sebesar 2000 Watt
3. Ukuran bisa custom sesuai kebutuhan
4. Waktu pengerjaan relatif cepat
5. Suku cadang tersedia hingga 20 tahun
6. Kantor Service Center tersebar di seluruh kota di Indonesia
Pencapaian yang diraih PT Louserindo Megah Permai:
1. Hingga saat ini total produksi telah mencapai 2000 unit
2. Mesin produksi nya menggunakan full teknologi Computer Numerical Control (CNC)
3. Sukses menembus pasar ekspor di Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.
4. Beberapa kali menerima penghargaan, salah satunya pada tahun 2012 dari Badan Standarisasi Nasional sebagai Penerap Standar Nasional Indonesia (SNI)
Ngobrol dengan Pak Arief saya sampai terkesima. Bahkan saya sampai nggak sadar tanya-tanya yang lebih mendalam, seperti kenapa tidak menggunakan sistem kontrol dari Indonesia dan mengapa harus beli di Korea.
Jawaban Pak Arief karena Indonesia terkendala alat teknologi sehingga untuk produk lift ini di Indonesia masih belum memiliki sistem kontrol.
Ya sudahlah mari didoakan saja semoga kedepan banyak generasi bangsa yang kreatif dan canggih biar bisa bikin sistem kontrol sendiri..
Kalau teman-teman ingin memesan lift produksi Indonesia, bisa menghubungi PT Louser Lift.
Web: www.louser-lift.co.id
Email: sales@louser-lift.co.id
Kalau mau lebih gampang hubungi saja Pak Arief Hafidh langsung di kontak 0817 211 007
Oya membuat lift untuk kebutuhan rumah tangga sekarang sangat mudah lho. Saat ini Louser Lift sedang membuat promo lift rumah tangga dengan harga mulai Rp. 200 juta! Spesifikasi umumnya antara lain kapasitas 4 orang dan daya listrik sebesar 1400 Watt! Ini canggih banget, Louser Lift membantu masyarakat menciptakan inovasi rumah yang dilengkapi dengan lift berteknologi tinggi dengan harga memadai.
Hari ini adalah hari terakhir Pameran Produksi Indonesia 2015 di Exhibition Grand City Surabaya. Dan hari ini pula ketiga kalinya saya mengunjungi Pameran bertaraf Nasional yang penyelenggaraannya di adakan setahun sekali. Rajin banget yah hehe..
Entahlah rasanya tak ada jenuhnya jalan-jalan ke Pameran yang sebagian besar pesertanya dari para pengusaha UKM yang datang dari berbagai daerah. Seperti yang disampaikan oleh Sekjen Kementrian Perindustrian, Bapak Syarif Hidayat, peserta Pameran Produksi Indonesia 2015 35%-nya diikuti peserta dari Jawa Timur. Sisanya datang dari Bali, Yogja, Jawa Barat, DKI, dan Banten.
Seperti tadi siang saja saya datang ke Pameran bersama Mas Rinaldy. Mumpung hari libur, kan, saya mengajak jalan ke Pameran. Niatnya mau menunjukkan bahwa produk-produk UKM Indonesia bagus-bagus. Karena memang saya sudah 2 hari ke Pameran dan melihat sendiri banyak produk UKM unik-unik dan kreatif.
Ketika jalan-jalan menyusuri barisan stand, saya berhenti di sebuah gerai yang menjual produk handmade sepatu. Namanya Nikma Basyar.
Stand Nikma Basyar dipenuhi oleh pasangan sepatu dengan motif khas Indonesia, yaitu tenun dan songket. Sepatu-sepatu dari ukuran kecil hingga besar terpajang di rak pameran. Di bagian lain, mata saya terpusat pada sebuah potongan halaman koran yang dibingkai rapi dengan foto pemiliknya, Mbak Nikmatus Sholihah, Sp.d, berada didalam pigora kaca. Ternyata profil Mbak Nikmatus telah diulas oleh media besar dihalaman khusus Wanita. Dari album katalog sepatu, Mbak Nikma juga menampilkan foto-foto ketika menjadi narasumber media TV. Keren, banget kaan..
Sambil melihat-lihat sepatu merk Nikma Basyar, saya bertanya kepada Mbak Nikma yang saat itu sedang sibuk menata sepatu di rak pajangan. Pembuka perkenalan, Mbak Nikma mengaku orang Krian-Sidoarjo. Ow, tibake tonggo dewe, Rek 😀
Dijelaskan secara detail oleh Mbak Nikma bahwa sepatu-sepatu kreasinya identik dengan bahan kain. Secara sengaja, Mbak Nikma ingin mengeksplorasi kain. Menurutnya kain-kain khas Indonesia memiliki corak khusus dan karena itulah Mbak Nikma menciptakan sepatu dengan tidak menutupi bahan kain itu sendiri. Malahan kain-kain itu bisa dikombinasikan!
Seperti yang saya lihat di stand Nikma Basyar aneka sepatu dari bahan kain katun, kanvas, batik, jins, kain tenun, hingga songket semua ada disana. Modelnya pun beragam dari mulai flatshoes, wedges, sepatu docmart, sepatu heels hingga sepatu couple.
Keunikan dari Nikma Basyar adalah bisa menyediakan sepatu dengan ukuran paling kecil hingga paling besar. Ketika saya tanya, ukuran paling kecil tersedia nomor 17, dan yang paling besar nomor 45. Saya terkesima mendengarnya.. bayangkan bagaimana sulitnya membuat sepatu ukuran kecil begitu apalagi ini buatan tangan, lho! Dan betapa bahagianya seorang wanita bila mendapati ada toko sepatu yang menjual sepatu dengan ukuran paling besar. Membantu banget, kan buat Ibu-Ibu yang kakinya lebar? Gak usah lagi impor kalau hanya mau beli sepatu besar, karena di Indonesa sendiri sudah ada produk UKM yang mengerti kebutuhan pasar. Salah satunya seperti produk Nikma Basyar ini..
Nilai tambah-nya lagi, sepatu merk Nikma Basyar bisa dicustom. Jadi kalau teman-teman mau pesen sepatu tapi sepatu yang hand made bisa hubungi Nikma Basyar dengan cukup hanya menunjukkan foto model sepatu yang diinginkan! Uhuyy bangetlah.. waktu pesannya juga gak lama lho, hanya 7 hari saja! aahh.. jadi pengen browsing model sepatu aja lalu ditunjukkan ke Mbak Nikma biar dibuatin hihi..
Berbisnis sepatu dimulai Mbak Nikma pada tahun 2013, dan hingga kini produk Nikma Basyar sudah menerima pesanan dari berbagai daerah seperti Riau, Makassar, Lampung, Mataram, dan Bali. Untuk pasar luar negeri, Nikma Basyar juga telah merambah negara Asean seperti Brunei, Malaysa, dan Singapura. Dalam satu bulan Nikma Basyar dapat memproduksi sebanyak 100 pasang sepatu.
Selain owner Nikma Basyar, Mbak Nikma juga merangkap sebagai designer sepatu sekaligus bagian QC. Hal ini dilakukan supaya kualitas produk Nikma Basyar terkendali dengan baik. Bahkan sebagai bentuk pelayanan terhadap konsumennya, Nikma Basyar menyertakan kantong khusus untuk sepatunya sebagai packaging-nya. Selain untuk menghemat biaya kirim (agar tak kena volume ekspedisi) juga sebagai pelindung penyimpanan sepatu di rumah konsumen. Saat saya lihat packaging sepatu Nikma Basyar tampak cantik banget.. rasanya pengen segara di bungkus dibawa pulang hihi..
Teman-teman penasaran dengan produk Nikma Basyar?
Kunjungi saja di www.nikmabasyar.com
IG: @nikmabasyar2
Twitter: @nikmabasyar
Facebook: nikmabasyar2
Email: nikmabasyar@gmail.com