Menghadapi Teman Yang Menyebalkan di Media Sosial
Tips & Resep

Menghadapi Teman Yang Menyebalkan di Media Sosial

Menghadapi Teman Yang Menyebalkan di Media Sosial apakah cukup dengan unfollow dan blokir? Menurut saya sih iya. Dengan begitu tak ada lagi rasa kecewa dan sakit hati yang ujug-ujug menjelma, begitu statusnya lewat di dinding platform kita.

Ada banyak sekali karakter manusia di media sosial. Orang yang kita kenal baik di dunia nyata bisa berubah jadi macan di Twitter. Yang sering terjadi, terkenal ramai di Facebook, begitu ketemu langsung, eh kayak gak kenal. Boro-boro nyapa, si dia dieeem aja di pojokan.

Ohya, ini saya nggak sedang ngomongin orang, ya. Bukan juga sedang nyinyir. Apa yang saya tulis hanyalah contoh, maaf jika ada kesamaan karakter, hehe..

Ketika menulis ini, tiba-tiba saya teringat perkataan seorang teman beberapa tahun lalu,

“Yun, ada teman di dunia nyata yang tidak bisa diajak berteman di dunia maya. Sebaliknya, ada teman di maya tidak bisa diajak berteman di dunia nyata”

Lamaaa saya merenungkan kalimat itu, dan sesaat kemudian baru memahami maksudnya. Hmm, bener juga..

Kenapa bisa begitu? Analisa saya mengatakan itu semua dapat terjadi karena efek keakraban.

Menghadapi Teman Yang Menyebalkan di Media Sosial

Menghadapi Teman Yang Menyebalkan di Media Sosial

Sadar nggak sih teman-teman, terkadang saking akrabnya di dunia nyata, apa yang kita sampaikan ke teman saat di dunia maya menimbulkan sebuah gesekan di hati. Biasanya ngobrolnya visual, tiba-tiba harus ngeteks. Inilah yang membuat tanda tanya sendiri, dia lagi serius apa guyonan, sih?! Kitanya nganggap guyon, ternyata di sana lagi serius. Hebohlah dunia persilatan, haha..

Selain alasan itu, kita juga tidak tau tujuan teman bermain media sosial. Menjadikannya sebagai tempat sampah, sosialisasi, menyimpan karya dan kenangan, atau apa? Semua kembali pada pribadinya masing-masing. Itu yang harus kita pahami. Nyatanya tidak semua orang menerima pemahaman seperti itu!

Oke, kembali ke kitanya aja deh. Punya akun media sosial buat apa? hiburan, kerja atau ada maksud yang lain. Kalau sekadar senang-senang sebaiknya segala apa yang ada di sana tidak perlu ditanggapi secara serius. Gampangnya, “Yo wes, koen kate nyinyir, njungkir walik, no reken you!” (ya udah, kamu mau nyinyir, mau jungkir balik, bukan urusan saya)

Nadanya maklum banget, ya! Haha.. Habis gimana lagi, namanya juga buat hiburan, ditertawakan aja sendiri. Kalau gak kuat tertawa sendiri, buat aja grup khusus menertawakan orang, HAHAHA..

Tips Menghadapi teman yang Suka bikin jengkel di Media Sosial

Sebelum lanjut saya mau curhat sedikit. Dahulu kala saya pernah ‘diserang’ blogger. Gara-garanya saya menulis curhatan di blog terkait fenomena kuter yang ngetweet dengan kalimat sama terus menerus. Nyepam gitu dan saya sering kena mention. Nggak hanya 10-20 tweet, tapi ribuan. Karena hal itu saya menulisnya di blog. Murni lho curhat, tidak ada saya sebut nama orang. Judulnya artikelnya Kuis Twitter dan Hadiah Voucher. Baca aja di sana.

Efek tulisan itu, beberapa hari kemudian si blogger ngamuk nggak jelas di blognya dengan judul yang emosi banget, intinya, “Nggak suka sama saya Unfollow saya!” yang linknya dishare di twitter dengan mention saya. Kalau hanya mention saya sih gak masalah, tapi dia juga mention 2 teman yang sudah komen di blog. Saya jadi gak enak banget kan sama teman-teman.

Karena nggak mau rame, saya baca tulisannya dan komen minta maaf. Tapi dalam hati saya menertawakan apa yang saya lakukan. Salah saya di mana, kok harus minta maaf? Tapi ya udahlah sing waras ngalah.

Saat itu saya sama sekali belum sekejam sekarang. Nggak suka sama orang, unfollow. Tapi nggak pernah main blokir-blokiran kecuali diblokir duluan. Saat itu saya masih lugu. Suka nggak suka semuanya ditelan aja. Makanya dicurhatinnya di blog.

Dari kejadian itu saya jadi belajar mengenal karakter teman di media sosial. Dengan membaca tulisan-tulisannya, saya sambil memahami tingkat pendewasaannya. Tapi bukan berarti sudah merasa sudah dewasa dan menganggap diri paling benar.

Asuransi Syariah PRUCinta

Lalu apa yang harus dilakukan ketika menemui teman yang menjengkelkan di media sosial? Seperti ini cara saya:

1. Baca aja statusnya. BACA AJA, jangan dimasukin hati dan pikiran
2. Dibawa senang saja ketika menemukan status nyinyir, anggap bukan kita pelakunya.
3. Selalu ademkan hati dan pikiran dengan banyakin lihat status lucu-lucu
4. Jika mendapati nyinyirnya teman arahnya menuju ke kita, hadapi! Tanyakan baik-baik apakah yang dia maksud itu kamu? Gak usah emosi juga.
5. Jika merasa tidak nyaman banget, jangan buka sosmed. Main game Syopi aja sana! Siram-siram tanaman.
6. Jika memang sudah mengganggu banget, Unfollow, Unfriend, Blokir, apalah namanya itu.. buat menentramkan medsos kita. Toh nggak suka bukan berarti benci, kan? Masih bisa nyapa dan ngobrol-ngobrol di dunia nyata.

Saya rasa menghadapi teman yang menyebalkan di media sosial bukan perbuatan dosa. Selama bisa diajak bicara baik-baik, sebaiknya diselesaikan. Saya pernah lho unfollow teman bilang-bilang. Kebetulan Ulang Tahun kami barengan, trus deh teman saya itu ngirimi saya kue tart! Ah, indahnya dunia inii… Kalau teman-teman mau nambahi tipsnya silakan, lho 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.