Hiburan

Kuis Twitter dan hadiah voucher

Oke, akhir-akhir ini banyak sekali kontes, lomba, kuis atau semacamnya yang beredar di jejaring social. Tak usah ditanyakan lagi lah ya untuk kontes di blog. Sama seperti yang lalu-lalu, syaratnya sudah pasti peserta diminta nulis sesuai tema yang ditentukan di blog lalu ngirim url nya ke kotak komentar. Kalaupun ada aturan tambahan juga tak rumit-rumit, palingan pasang banner di blog atau memberi link di postingan dengan kata tertentu.

Namun akhir-akhir ini, sejak saya mulai intens twitteran, lomba, kontes , kuis dan semacamnya makin banyak aja ragamnya. Ada yang sekedar jawab soal yang hadiahnya diundi, atau diminta ngefollow sekaligus jawab soal kuis. Sebagai pendatang baru di twitter jelas ini hal baru yang serta merta membuat saya makin semangat mencari info-info berhadiah. Sudah pasti ngejar sesuatu yang gratisan, meski itu berupa voucher belanja atau sebuah buku.

Seringnya mengikuti kuis membuat saya sering mendapat mention yang isinya berupa ajakan mengikuti kuis. Kalau syaratnya mudah saya ikuti, tapi kalau syaratnya rumit, ogah. Bukannya sok jual mahal, serumit-rumitnya kuis kalau saya tertarik tetaplah ikutan walau sekedar memeriahkan.

Tapi beberapa hari kemarin, ditengah keasyikan nyecrol timeline saya menemukan berondongan promosi kuis. Twit dari satu orang dan isinya sama. Yang membedakan hanya angka dibelakang ajakan tersebut. Mulanya sekitar puluhan. Saya pikir seberapa kuat sih manusia ngetwit info. Selain alasan mengganggu juga kurang etis lah kalau sering-sering ngetwit yang isinya sampah. Itu menurut perasaan saya. Benar saja, makin jam, makin hari tiap nyecrol timeline, eh nemu lagi twit promosi. Akunnya masih dia, dan isinya juga sama. Penasaran dong, saya buka infonya diblog.

Dari yang saya baca, syaratnya mudah, hanya memasang banner diside bar blog dan bersedia memfollow akun yang punya gawe. Lainnya peserta HANYA diminta ngeshare dan mengajak teman sebanyak-banyaknya untuk mengikuti kuis tersebut. Gak perlu posting tulisan, lho!

Pelajaran penting jika kau merayu seseorang, berondong dia dengan rayuan maut dan mention sebanyak-banyaknya πŸ˜€

HANYA. Saya pikir β€˜hanya’ itu ngeshare sekedarnya aja, 10-20 sudah cukup. Tapi makin hari info yang dikirim tau-tau sudah 700-an! Lho-lho.. yang bener aja, serius nih sudah sampai ratusan!

Walau saya gak ikut, penasaran juga. Eh, yang bener aja sudah ngetwit sebanyak itu.

Saya coba iseng tanya: tweetmu kok banyak banget sih, sampai berapa ratus berhenti promosinya?

Dibalasnya: bingung ya mbak lihat angkanya.

Ya jelas bingung, dong.. semangat banget sih ngejar hadiahnya.. 3 hari lalu, saya lihat angkanya sudah 1.300-an! Ckck..

**

Tepatnya seminggu lalu, Suami saya ngasih info kuis di surat kabar online. Saya diminta ikutan kuis yang syaratnya menata potongan puzzle foto. Hadiahnya lumayan, ada printer, voucher hotel, sama modem USB. Okelah.. demi printer dan modem saya mau partispasi (Gak tertarik dapatin voucher) :D. Eh ndilalah.. akun suami saya dinyatakan menang. Hore!!

Etapi, hadiah yang didapat voucher menginap di Hotel Aston Bogor. Lemes lah.. πŸ˜€

Oke, bersyukur harus patut bersyukur. Masalahnya voucher itu tidak bisa diuangkan (jelas) dan maksimal digunakan sampai tanggal 28 besok. Dan harus di Bogor! Glek! Lha piye? Ngejar nginep semalam aja harus pergi ke Bogor dulu dong. Bukan irit namanya, tapi malah jadi morot..

Ya udah, daripada voucher itu raib kami kasihlah voucher itu buat adik dan Ibu mertua yang di Jakarta. Semoga mereka bersedia pergi ke Bogor demi menginap semalam di Bogor hehe..

14 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.