Setelah memakai Masker Naturgo Hanasui
Cerita Yuni,  Keuangan

Pengalaman Dapat Rezeki Tak Terduga

Pengalaman Dapat Rezeki Tak Terduga – Ibarat sedang duduk di bawah pohon mangga, tiba-tiba, “gedebuk” sebuah suara jatuh tepat di atas kepala. Semacam itulah yang saya rasakan ketika seorang teman mention nama saya diikuti ucapan selamat karena berhasil menjadi juara lomba menulis blog dengan hadiah kamera. Awalnya pening, namun seketika berubah jadi senang.

Rezeki Tak Terduga

Kamera. Yap, barang ini saya idamkan sejak dulu. ‘Dulu’nya sudah gak bisa dibilang kaleng-kaleng, saking lamanya pingin, sampai menjadi ‘pingin banget-banget’!

Terlahir menjadi anak bungsu dengan banyak saudara dan kondisi ekonomi serba pas-pasan tak memungkinkan saya untuk minta duit kepada orang tua walau sekadar membeli kamera pocket roll.

Dan hadiah kamera dari hasil juara lomba blog ini saya anggap sebagai rezeki yang benar-benar tak saya duga! Siapa sangka akhirnya Tuhan memberi saya kamera baru, Fuji Film XA3 yang harga barunya kala itu di atas 5 juta!

Saya INGIN, Tapi Tuhan TIDAK

Segala apapun di dunia ini memang ada dalam rencanaNYA. Sebagai hamba, kita hanya bisa sabar, berusaha dan berdoa. Sekuat apapun keinginanmu, jika Tuhan belum berkehendak, kita bisa apa?

Saya INGIN, Tuhan TIDAK!

Jadi ingat dulu sewaktu perpisahan sekolah SMP ke Bandung, saya bersikeras ingin membawa kamera dengan harapan dapat memiliki gambar kenang-kenangan yang suatu saat nanti bisa dinikmati kembali. Saya nekat meminjam kamera tetangga dan urunan bersama 2 teman lain untuk membeli filmnya. Kalau tidak salah tahun 1997 harga film isi 36 Rp. 24.000. Kami patungan tiap anak bayar Rp. 8.000an dengan jatah 12 jepretan.

Cara ini lumayan berhasil, meskipun pada akhirnya kami harus nyicil duit lagi untuk mencetaknya. Mula-mula filmya dicuci dulu bayar 9 ribu (kalau tidak salah), lalu pelan-pelan dicetak ukuran 3R yang selembarnya Rp. 900,-

Hingga saya lulus sekolah dan bekerja, saya belum berhasil pun membeli kamera sendiri. Supaya tidak terlalu mikir, saya taruh dulu keinginan memiliki kamera di memori kepala paling belakang. Sementara mengumpulkan uang, saya jalani kehidupan yang ada di depan mata dulu.

Habis bagaimana? Ketika saya INGIN, Tuhan belum juga berkehendak.

Pengalaman Dapat Rezeki Tak Terduga

Hingga suatu hari saya menerima kiriman amplop yang menyatakan bahwa saya menang undian dari sebuah perusahaan yang namanya memukau tapi tidak terdengar bonafide. Malah cenderung seperti perusahaan abal-abal.

Tau isinya apa? Saya menang undian kamera! Dan untuk mendapatkan hadiahnya, saya harus mendatangi kantornya di Tunjungan Plasa.

Dalam hati antara senang dan penasaran. Penasarannya saya tak pernah ikut undian-undian, tapi kok ujug-ujug dinyatakan menang? Di sisi lain saya senang, akankah kali ini Tuhan mengabulkan keinginan saya memiliki kamera?

Ditemani suami (saya lupa, waktu itu sudah nikah belum ya) kami menuju pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya dan mengarah ke salah satu store. Agaknya, saya masuk ke dalam perangkap jebakan modus penipuan, nih.

Kalau teman-teman tau, pernah ada sebuah toko elektronik yang karyawannya membabibuta menggaet konsumen yang lalu lalang di Mall untuk diajak masuk ke dalam tokonya. Saya tidak tau, usaha macam apa seperti ini. Tokonya sih bagus, banyak alat elektronik ‘besar’ yang dipajang dengan merk yang tak begitu terkenal. Biasanya toko seperti ini sewanya tidak lama dan hampir semua pusat perbelanjaan dimasuki.

Nah, di dalam toko ini, calon konsumen akan dikerubungi puluhan karyawan dan mereka akan memberikan penawaran seru termasuk pembelian produk berhadiah produk dengan diskon hingga berjuta-juta. Untuk menekan konsumen supaya segera memutuskan beli, mereka akan memberi waktu cepat untuk berpikir. Kalau tidak, masa penawarannya segera habis. Padahal, harga produk yang mereka jual, tetap lebih mahal dari harga pasaran meski dengan iming-iming hadiah dan diskon!

Sebelum masuk toko mereka, saya sudah siap menata hati. Jangan sampai masuk perangkapnya mereka. Benar saja, begitu saya menyerahkan amplop pernyataan menang undian, saya dikerubungi banyak orang. Tapi saya bersikukuh datang hanya mau ngambil HADIAH KAMERA. Tiap diajak ngobrol saya nolak. Mungkin karena saya sulit ditaklukkan, mereka nyerah juga menyerahkan kamera hadiah saya.

Begitu saya terima, saya ngakak nggak habis-habis. Ternyata kameranya kamera mainan dari plastik, wkwk.. mungkin bisa dipakai, tapi saya tak sampai hati mencobanya. Daripada saya beli roll film mahal tapi hasilnya zonk? Masih lebih mahal harga filmnya dari pada kameranya, haha..

Baiklah, pengelaman rezeki tak terduga kali ini gagal saya dapat. Tuhan masih belum berkehendak.

Rezeki Tak Terduga, dapat hadiah kamera dari Lomba Blog

Bertahun-tahun memendam rasa ingin memiliki kamera, Tuhan akhirnya mengabulkan keinginan saya. Tidak satu, tapi 4!

Pengalaman Dapat Rezeki Tak Terduga

Pada Oktober 2015, tanpa diduga saya terpilih menjadi Datsun Riser bersama 2 teman untuk keliling Sulawesi etape 3 dari Makassar ke Toraja yang berakhir di Tanjung Bira. Di luar rencana, kami dinyatakan sebagai riser yang paling aktif mengunggah kegiatan di sosmed dengan hadiah kamera GOPro 3. Alhamdulillah..

Dan tau nggak, terpilihnya menjadi riser Datsun ini juga sebuah rezeki tak terduga. Ujug-ujug dikirimi tiket suruh berangkat, haha..

Di tahun berikutnya, saya kembali mendapatkan hadiah kamera GoPro 3 lagi hasil dari menang lomba blog Festival Jajanan Bango. Bertubi-tubi, saya dapat lagi hadiah kamera GoPro 5 dari lomba Konferensi Ayah Bunda Platinum. Go Pro lagi?? Iyaahhhh, haha..

Sungguh rencana DIA seperti roller coster!

Karena tak juga mendapatkan kamera yang cocok buat fotografi ‘normal’, saya akhirnya menjual kamera GoPro tersebut dan membeli kamera Sony A5000 bekas. Nggak papa, biar second, yang penting punya kamera.

Begitulah kemudian. Setelah punya kamera sendiri, saya mendapatkan hadiah kamera baru Fuji Film XA3! Ya Allahhh.. indah sekali rencanaMU.. Ketika saya sedang TIDAK butuh kamera, Tuhan malah INGIN ngasih!

Hidup memang penuh rencana. Dan karena saya sudah punya Sony, kamera Fuji itu saya simpan saja sampai lama. Ada rasa ingin dijual, tapi saya masih menyayangkan. Hingga akhirnya September 2020, kamera Fuji itu saya relakan berpindah tangan ke pemilik baru. Baik-baik ya Fuji di sana..

Tidak ada yang dapat memprediksi kapan pengalaman dapat rezeki tak terduga itu datang. Tapi tetaplah yakin dengan harapanmu, Insya Allah suatu hari ini Allah akan mengabulkan. Amiinnn!

 

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.