Pasangan Selingkuh, Siapa yang Harus Disalahkan?
Cerita Yuni,  Keluarga

Pasangan Selingkuh, Siapa yang Harus Disalahkan?

Pasangan Selingkuh, Siapa yang Harus Disalahkan? Hmm, bahasan berat nih. Butuh pemahaman detail untuk mengungkap kasus pengkhianatan yang menimbulkan kericuhan dalam rumah tangga.

Sebenarnya saya tak sampai hati menulis seperti ini, namun karena harus menjawab tantangan Menulis Bareng bersama ‘genk’ Ning Blogger Suroboyo, saya harus memeras otak membuka simpul keruwetan. Untungnya pertanyaan ini tidak muncul di EBTANAS. Kalau ada, modyaaarrrr, haha..

Ini lho yang bikin ruwet siapa, yang membuka simpul siapa..

Selingkuh. Rasanya masyarakat Indonesia sudah khatam deh dengan perkara ini. Mereka sudah tau harus bagaimana menyikapinya. Cukup nonton drama Indosiar, segala model rebutan cinta tersuguh manis di sana. Drama Korea The World of the Married aja lewat. Tae Oh aja nggak ada apa-apanya sama jahatnya lelaki Indonesia kalau sudah gelap mata perempuan, haha..

Pasangan Selingkuh, Siapa yang Harus Disalahkan?

Sejujurnya saya masih lugu ngomong beginian. Beberapa kali mendengar cerita teman atau siapapun yang berselingkuh, saya hanya komentar singkat, “kok ada ya orang seperti itu?” nyatanya memang ada. Sayanya aja yang selalu menutup mata dan tak mau menanggapi.

Menurut saya sebab perselingkuhan pasangan ada 3 hal:

1. Hubungannya memang bermasalah
2. Sedang mengalami masalah dalam hubungan
3. Ada orang lain yang menyebabkan hubungan bermasalah

INTINYA adalah MASALAH. Ya sih, kalau nggak ada masalah kenapa harus cari masalah, kan? Tapi dunia memang tempat manusia bermasalah. Selama masih ada setan, masalah akan selalu ada.

Udahlah, SALAHKAN saja SETAN! Biar gampang menyelesaikannya. Biar tulisan ini cepat kelar dan bahasannya gak mbuleti!

Mengungkap Masalah yang Timbul dalam Kasus Perselingkuhan

Sebelum saya mengurainya, mari kita berjalan mundur sejenak. Lihat sekeling dan rasakan, apa sih yang menjadi tujuan awal awal seseorang menjalin hubungan? Tentu saja komitmen, kan? Janji saja tak cukup mengikat komitmen! Satu prinsip yang menurut saya harus dipegang oleh semua pasangan di dunia.

Mari kita bedah sebab-sebab perselingkuhan!

Hubungannya memang sudah bermasalah

Kalimat di atas sudah jelas, perselingkuhan dapat bermula ketika hubungan sebuah pasangan memang bermasalah. Jika sudah begini adakah jaminan hubungan dapat diperbaiki kembali?

Saya katakan BISA dengan syarat mereka mampu membangun komitmen kembali. Hanya mereka yang dapat memperbaiki hubungan kembali baik. Jika tidak ya, apa boleh buat? Kembali lagi kepada mereka, mau melanjutkan hubungan atau cukup sampai di situ saja.

Buat apa dipertahankan kalau satu sama lain terus saling menyakiti? Kesimpulannya, semua ini terjadi karena salah kedua belah pihak! Sekalipun satu sama lain saling merasa benar.

Mengalami masalah dalam hubungan

Masalah yang saya maksud di sini adalah selingkuh, ya. Beberapa kali menonton sinetron Indosiar siang, kasus perselingkuhan disebabkan karena salah satu entah suami atau istri terlibat percintaan di luar keluarga yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja.

Selingkuh bisa lho terjadi karena tidak sengaja!

Ingat film Surga yang Tak Dirindukan? Di sana seorang Pras melakukan perselingkuhan secara TAK SENGAJA. Selingkuhnya smooth banget. Hubungan Pras dan Arini yang semula baik-baik, jadi ricuh akibat kehadiran Meirose, perempuan yang ‘tak sengaja’ menikah dengan Pras. Kasusnya berkembang deh, dari selingkuh berubah ke poligami. Ahhseekk…

Yang tertimpa masalah di sini adalah Pras. Andai Pras mengkomunikasikan masalahnya sejak awal kepada Arini, jalan pernikahan mereka tidak akan rumit.

Jadi masalahnya apa? Kegagalan KOMUNIKASI!

Ada orang lain yang menyebabkan hubungan bermasalah

Sebenarnya bagian ini mirip dengan kisah Pras dan Meirose, yang membedakan adalah kehadiran pihak ketiga yang ingin merebut dan menguasai salah satu pasangan.

Ada lho di Drama Indosiar seorang sahabat terang-terangan datang dan meminta agar melepaskan suaminya untuk dirinya. Lho lak lucu, toh? Tapi saya gak yakin di dunia nyata hal ini terjadi. Kalaupun ada, kok cek bangete..

Akan tetapi, selingkuh karena kehadiran pihak ketiga paling banyak terjadi di masyarakat. Sangat sulit menilai siapa benar siapa salah karena seperti orang bijak bilang, di antara dua orang, orang ketiga adalah setan!

Kesimpulan yang bisa saya tarik dalam menyelesaikan kasus perselingkuhan adalah seberapa besar kekuatan komitmen dalam membangun rumah tangga. Namanya juga membangun, pasti ada kalanya tiang pancang oleng karena hembusan angin. Sekalipun tiangnya tipis kalau pancangnya kuat nggak akan roboh deh. Kuncinya satu, YAKIN!

Jadi kalau ada pasangan selingkuh, siapa yang harus disalahkan? Tanyakan saja pada mereka siapa yang bermasalah. Jangan tanya saya, ah. Nulis gini aja ndredegnya ampun-ampunan! Haha..

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.