Mengunjungi Air Terjun Toroan di Sampang, Madura

Saya tertarik mengunjungi Air Terjuan Toroan di Sampang, Madura, setelah melihat foto-fotonya yang cakep di Google. Yang saya tangkap dari gambar itu sebuah pemandangan air terjun dengan air sehalus kapas jatuh di bebatuan karang kecil.

Widiiihhh, gileee.. Madura ada air terjun!

Air Terjun Toroan Sampang berlokasi di Desa Ketapang Daya, Sampang, Madura. Posisinya tak jauh dari Pantai Nepa.

Sebenarnya letak Air Terjun Toroan berada di tepi jalan raya. Namun karena minim petunjuk arah dan kawasannya tidak seperti tempat wisata pada umumnya, saya agak kesulitaan mencarinya. Sempat kesasar juga. Namun atas petunjuk warga sekitar akhirnya saya temukan tempatnya. Agak susah payah komunikasinya sebab warga yang saya tanya tidak ngerti bahasa Indonesia, sementara saya tidak bisa berbahasa Madura, huehe..

Pada kali kedua saya berkesempatan mengunjungi Air Terjun Toroan di Sampang Madura bersama teman-teman blogger Plat-M. Kali ini setir busnya langsung belok tajam, karena posisi air terjunnya berada di kiri jalan. Nggak ada lagi drama kesasar seperti yang saya alami.

Mengunjungi Air Terjun Toroan di Sampang, Madura

Berbeda dengan pengalaman saya pertama wisata ke Air Terjun Toroan di Sampang, Madura, kali kedua ini sudah tersedia papan penunjuk jalan. Pada jalanan masuk wisata terdapat warung penjual makanan dan oleh-oleh. Lumayan ada spot keramaian, jadi gak sepi-sepi amat.

Lahan parkirnya lumayan cukup buat 2-3 kendaraan besar, meski tarifnya belum dikelola secara resmi oleh PemKab.

Untuk menuju bagian air terjunnya, saya hanya harus jalan ke bawah melalui anak-anak tangga yang sepertinya baru selesai dibangun. Jaraknya kurang lebih 50 meteran. Berbeda dengan wisata air terjun pada umumnya yang mengharuskan pengunjung berjalan ratusan meter dengan medan yang berat.

Setelah melalui anak tangga, saya dibawa ke sebuah jembatan kecil, tempat wisatawan ingin berfoto dengan latar belakang air terjun. Air terjunnya sendiri tak terlalu tinggi, hanya sekitar 20 meter saja. Kalau saya boleh bilang air terjun ini lebih mirip pintu air yang menghubungkan pengairan dari warga sekitar yang dibuang ke laut.

Saya pikir tempat wisata ini sedikit memaksa. Iya, sekilas memang seperti air terjun. Minimal ada air yang jatuh dari atas ke bawah. Tetapi juga perlu diperhatikan,bahwa sebenarnya kita ke sini juga nggak bisa ngapa-ngapain selain selfie dengan latar belakang air terjun. Atau selfie dengan latar laut lepas(?).

Ah iya, saya lupa. Memang ada sebagian wisatawan yang datang hanya berniat untuk selfie saja. Seperti saya, yang ketika ke pantai tidak berminat bajunya basah, haha

Namun untuk di air terjun Toroan, pengelola melarang keras pengunjung untuk mandi dan bermain air. Diinfokan, kawasan ini terdapat palung yang membahayakan pengunjung.

Pun, pengelola juga tidak menyediakan fasilitas toilet atau kamar mandi. Jadi lebih baik tahan saja main air di sini, yah.

Sebagai gantinya, kita bisa turun ke ke laut melalui batu-batu karang sebagai batu loncatan untuk mendapatkan background foto yang keren. Kalau sudut pengambilannya pas, hasilnya bisa eksotis, kok. Layaklah masuk ke instagram, hehe..

Saat air laut surut, batu-batu karang itu nampak indah. Tapi kalau pas air lautnya pasang, kita hanya bisa menikmatinya dari jembatan kecil saja. Yang pasti saat berada di sini wajib hati-hati, kondisinya licin.

Bagi yang memiliki anak balita saya tidak menyarankan datang ke sini. Terlampau bahaya bagi anak kecil. Areanya terbatas, setelah air terjun langsung ke lepas pantai.

Mau menambah koleksi foto traveling di Instagram, langsung saja mengunjungi Air Terjun Toroan di Sampang, Madura! Biaya masuknya gratiiis.

2 thoughts on “Mengunjungi Air Terjun Toroan di Sampang, Madura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top