Blogging

Misteri Paket Kayu

Judulnya ala ala cerpen Bobo 😀

Postingan ini terinspirasi dari paket kayu yang datang ke rumah beberapa hari lalu. Paket kayu yang bagi 2 teman saya bak kotak misteri pandora, tatapi buat saya lebih mirip kotak zonk!

Alinea pembuka ini sekaligus prakata bahwa postingan ini tidak bermaksud menjelekkan pihak lain, saya hanya berbagi cerita saja. Cerita yang menurut saya lucu, yang kemudian memutuskan saya untuk tertawa. Kalau ada yang menganggap kisah saya ini nggak lucu, ya bolehlah ikut tertawa, sumbang-sumbang suara buat rame-ramean 😀

Kisah ini bermula dari undangan vendor smartphone. Semacam undangan gathering gitulah. Jujur, dari sekian tahun hidup bergelimang informasi seputar gadget dan teknologi, baru kali itu saya mendengar merk smartphone yang konon pemasarannya hanya melalui toko online. Lucunya, tiap hari berhadapan dengan dunia online, saya malah gak tau blass tentang merk tersebut :D. Yaah, gimana bisa tau kalau buka toko online hanya pas punya voucher diskon. Punya voucher diskon-pun, kalau ada aturan minimal pembelian juga gak mau makai. Kecuali dapat job review toko online, ini wajib buka, belum tentu beli juga haha..

kotak kayu

Seperti acara gathering pada umumnya, kami ngobrol-ngobrol dan disuguhi 3 smartphone untuk dinikmati performanya. Saya lebih banyak ngetes kualitas kameranya. Taraf penilaian saya, HP bagus, adalah yang pixel kameranya gede! huehue..

Di akhir sesi, penyelengaara mengadakan games. Disinilah kaitan munculnya misteri kotak kayu.

Seluruh peserta di bagi 3 bagian. Tim 1, Tim 2, dan Tim 3. Satu tim terdiri 7-8 orang. Saya kebagian Tim 2, yang didalamnya terdapat Aya sama Vika. Lagi-lagi ketemu orang ini, hih! 😀

Gamesnya adalah, peserta berdiri di panggung dan diminta pasang mimik muka sesuai permintaan panitia. Seperti, muka kepo, muka nangis, muka boker, muka galau, dan lain sebagainya. Satu tim, dikasih 5 perintah. Pemenangnya adalah yang memiliki banyak like di akun sosmed penyelenggara. Penilaian cara begini saya lebih pasrah bongkokan, males kalau harus ngemis-ngemis like ke orang, walo ke teman sendiri.

Sebelum naik panggung, kami minta kejelasan hadiah kepada panitia. Saling timpal-timpalan dan sambil guyonan. Rame dan seru..

Mbak hadiahnya apa? Males, ah, kalau gak ada hadiahnya
Hadiahnya Smartphone, ya?”

Panitia jawab dengan ragu-ragu, “Ada hadiahnya, nanti dikirim ke rumah”

Karena dikejar sama teman-teman, panitia pun ngasih tau: “Hadiahnyaaa….. power bank” entah ini beneran atau asal jawab 😀

Kami masih ngejar,

Yaah, powerbank udah banyak, Mbak, di rumah. Ya udah deh daripada gak dapat huahaha
Mbak, powerbanknya dapat satu orang, satu, apa setim dapat satu?
Kalau setim dapat satu, pakainya gantian, seorang sehari haha

“Pokoknya nanti di kirim ke alamat pemenang, deh. Bantuin like ya di FB kami” kata penyelenggara.

Selama games berlangsung, kami ngakak berjamaah, muka peserta lucu-lucu semua. Panitia yang bagian foto-foto juga ngakak.

Acara udahan, bubar, pulang masing-masing. Dari itungan like, pemenangnya adalah Tim 2. Yeayyy menaang..

Beberapa hari kemudian, sebuah pesan WA datang dari salah satu tim 2.

“Mbak, kemarin hadiah dari ********** bilangnya Powerbank, kok isinya gelas”

Karena hadiah punya saya belum datang, saya terkejut. “Masa??”

Lalu si teman menyertakan foto packingan kayu. Saya pun tertawa.. saya jawab sambil guyon, “mahal kayunya ketimbang gelasnya haha..”

Esoknya, giliran paketan kayu saya datang. Setelah menerima, saya gak lantas membuka paketan itu. Saya biarkan tergeletak di lantai. “Ah, isinya gelas, biarin deh, kapan-kapan aja bukanya” pikir saya. Gelas di rumah ada lusinan. Apalagi gelas keramik, banyaaak, sponsor semua haha..

Dua hari kemudian, saya terima pesan WA lagi yang juga anggota tim 2

“Mbak, udah terima paket dari **********? Kirain isinya HP, bukanya aja saya harus ngeluarin tenaga dalam, pelan-pelan dan hati-hati takut pecah. Bungkusannya rapat, pakai kayu. Ealaaah, ternyata gelas hahaha”

Makin ngakak aja baca pesan yang kedua. Untung saya dikasih tau sama teman duluan kalau isi paketanya gelas, kalau nggak, ya kena jebakan betmen juga huahua

Hingga hari ini pun, paketan kayu saya masih anteng di pojokan. Biar orang lain aja yang buka, urusan mereka kena jebakan betmen 😀

Apapun itu, ya udahlah terima kasih buat penyelenggara yang udah niat banget ngirim hadiah kepada kami 😀

7 thoughts on “Misteri Paket Kayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *