Cara mencegah penyakit kutu air
Cerita Yuni,  Keluarga

Cuci Piring menyebabkan kutu air, Kok bisa?

“Titip belikan Canesten, ya, gatal banget ini”

Kalau dibilang sensitif, kulit saya bukan jenis seperti itu, tapi nggak tau akhir-akhir ini terasa gatal banget di sela-sela jari kaki terutama habis mencuci piring. Padahal setelah membilas peralatan dapur, kaki dan tangan selalu saya bersihkan lalu dicuci pakai sabun mandi. Kok ya masih jamuran.

“Itu namanya kutu air” kata suami.

Saya juga menduganya kutu air, tampak warna kemerahan dengan kulit sedikit melepuh dan rasa gatal luar biasa. Rasa ini nikmat sekali digaruk, haha.. tapi efeknya, bikin luka makin lebar dan merembet ke sela jari sebelah. Daripada makin parah, saya kuat-kuatin nahan diri sambil diobati dengan krim antijamur.

Terkadang saya bingung kenapa saya yang nggak pernah pergi ke mana-mana bisa terkena kutu air. Jarang pakai sepatu, hampir tidak pernah kaos kaki, dan misalpun ke toilet umum nggak pernah sampai nyiram kaki, kecuali wudhu di masjid. Tapi kok bisa kutu air-aan?

Pernah sih main banjir-banjiran waktu hujan deras di rumah. Makin banjir gede, saya makin semangat jalan keliling kampung untuk mainan air, nah itu pulangnya langsung gatal kulit. Kalau ini sayanya aja yang suka nyari penyakit, hehe..

Begitu saya cari tau di internet, ternyata kutu air umumnya disebabkan oleh jamur dermatophytes yang juga menjadi penyebab kurap. Jamur dermatofit rajin berkembang biak di tempat yang memiliki suhu lembab seperti kamar mandi.

Oh ya pantes, soalnya saya kalau cuci piring pakai dingklik di bawah, mungkin terkontaminasi dari lantainya atau ember dan barang-barang sekitar. Saya pikir kutu air akibat air cucian bak yang kotor sehingga kumannya tertinggal di sela jari.

Cara mencegah penyakit kutu air

Cara Mencegah Kutu Air

Saya tidak pernah berpikir kalau kutu air efeknya membahayakan bahkan bisa menyebabkan peradangan. Memang lukanya kecil, tapi kalau dibiarkan bisa nular ke mana-mana. Soalnya saya pernah membiarkan kutu air dengan harapan bisa sembuh sendiri tanpa diobati yang terjadi justru muncul lepuhan baru di sela kulit yang lain.

Sejak itu saya kapok, setiap habis aktivitas kamar mandi atau tempat yang sekiranya membuat kaki jadi basah, sebelum keluar ruangan saya pastikan kaki dicuci dengan sabun.

Selain itu ada beberapa cara mencegah kutu air agar virusnya tidak bersarang lama di kulit:

Menjaga kebersihan kaki

Dalam keadaan apapun pastikan kaki bersih. Saya paling nggak bisa kalau kaki kotor, istilah orang jawa ngeres. Ketika jari kaki cenderung terasa licin buru-buru cuci pakai sabun. Pakai sabun, lho, jangan cuma disiram air aja

Menaburkan bedak di kaki

Nggak tau cara ini bener apa salah, biasanya ketika kaki terasa lembab, saya taburi dengan bedak talc biar garing dan enakan

Menjemur kaos kaki

Setelah melepas sepatu, jangan biasakan nyimpan kaos kaki di dalam alas kaki. Mending dijemur supaya kaos kaki nggak lembab yang mengakibatkan timbul jamur. Kadang-kadang kaos kaki yang ditaruh dalam sepatu bisa memicu bau, lho!

Rajin Ganti Kaos Kaki

Setelah melakukan aktivitas di luar rumah dengan durasi yang panjang, kaki akan terasa lembab. Begitu lepas sepatu kaki langsung gatal-gatal. Nah itu awal munculnya jamur. Jadi sebaiknya langsung ganti dengan kaos kaki yang baru

Mengobati Kutu Air

Kutu air bisa diobati kok, pengalaman saya pengobatan kutu air relatif mudah asal dilakukan secara rutin. Sambil pengobatan, lakukan juga pencegahan dengan cara menjaga kaki dalam keadaan kering.

Krim Antijamur CanestenSalah satu krim anti jamur yang ada di pasaran adalah Canesten. Krim antijamur ini mengandung clotrimazole 1% yang efektif mengatasi panu, kadas kurap, dan kutu air yang bekerja menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Tesktur krimnya terasa dingin ketika dioleskan pada luka kutu air dan pemakaiannya sendiri tergantung tingkat keparahan infeksi. Kalau saya menggunakan 1-2x sehari. Salep ini bisa juga dioleskan 2-3x sehari

Nah teman-teman, ketika mengalami penyakit kulit seperti panu, kadas kurap, dan kutu air segera lakukan tindakan. Minimal jaga kebersihan kulit dan jangan joinan barang pribadi macam handuk, kaos, jaket dengan siapapun supaya jamurnya tidak menulari yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.