Ketika Blogger bertemu El

30 comments 1172 views

Di even Blogger Nusantara, ceritanya kami kebagian menginap di wisma 42 desa Tembi. Konon desa ini adalah desa wisata yang memiliki keindahan yang belum banyak diketahui orang. Di desa itu selain memiliki suasana pedesaan yang indah seperti sawah dan pepohonan bambu, disana juga terdapat cottage, rumah singgah yang bangunannya unik yang dibuat dari kayu dan ukiran dengan aneka perabotan ala desa yang terbuat dari anyaman. Di Tembi juga terdapat beberapa galeri seni lukis. Mungkin itulah mengapa Tembi dijadikan sebagai desa wisata.

Tiba di desa Tembi waktu sudah sangat larut. Kalau tidak salah sudah hampir jam 11-an. Rasa lelah dan penat setelah seharian mengikuti acara di Joglo Abang membuat kami semua ingin segera meluncur di pulau kapuk. Ditambah lagi perjalanan dari Joglo Abang menuju Tembi jaraknya lumayan jauh. Dan selama perjalanan itu saya tertidur pulas. Sama sekali nggak lihat jalan. Rasanya lama banget. Jaraknya sekitar Surabaya – Sidoarjo, mungkin.

Belum lagi ketika sampai digapura desa Tembi kami diharuskan registrasi dulu di meja panitia yang terletak di depan masjid yang jaraknya kurang lebih 200-300 meter dari gapura. Sudah mata ngantuk, lelah, payah, dan capek. Mana pula harus gendong-gendong ransel segala. Ransel yang berat karena ada laptop, adaptor, dan pakaian ganti selama 3 hari.

Setelah registrasi saya dinyatakan menginap di wisma no 42. Telisik punya telisik, letak wisma ini tak seberapa jauh dari gapura yang tadi kami lewati. Sudah jalan ke pojok lalu harus balik lagi ke depan. Ini kenapa persis setrikaan, sih.. 😀

Walaupun ke wismanya diantar sama salah satu panitia, tetap aja saya harus gendong ransel. Beberapa teman yang lain juga ada yang narik-narik tas trolli yang menimbulkan suara berisik ‘glodak-glodak’ melalui jalanan batako. Karena saking capeknya kali, sampai suara trolli mereka seperti tidak bersemangat.

Masuk ke dalam wisma kami langsung sibuk mencari tempat yang paling nyaman untuk dipakai beristirahat. Wisma yang kami tempati ini merupakan rumah penduduk yang kamar-kamarnya disewakan buat penginapan sementara para tamu. Mulai kamar tidur pemiliknya, hingga ruang keluarga sampai ruang tamu, semuanya diberi alas tikar dan bantal. Satu kasur bisa dipakai buat sendiri atau berdua. Seperti yang saya tempat misalnya, di dalam kamar itu terdapat 2 kasur. 1 kasur sempit, 1 lagi kasur lebar. Saya memilih kasur lebar, dan berbagi bersama Mbak Indah Juli. Sedangkan yang kasur sempit di tempati Mbak Erry sendiri. Di kamar sebelah ada Melly, Mbak Mechta, Mbak Esti dan entah siapa lagi. Pokoknya di wisma 42 itu ada Mbak Lies Surya, Mbak Fitri Rosdiani, dan masih ada blogger lain lagi.

Begitu masuk kamar, kami langsung antri di kamar mandi. Ada yang mandi, ada juga yang wudhu. Setelah semuanya bersih, dan bersiap untuk leyeh-leyeh di kamar, tiba-tiba kami lihat Mbak Lies membawa semangkuk mie kuah panas. kayaknya nikmat malam-malam dingin begini makan yang panas-panas.

Dan batallah niat leyeh-leyeh itu, gantinya kami ramai-ramai memesan indomie kepada Bapak tuan rumah. Sambil menunggu pesanan datang, kami berkumpul di salah satu ruang di dalam rumah itu ditemani teh panas yang sudah disediakan.

Beberapa saat menunggu, datanglah mie pesanan kami. Wajah-wajah yang sebelumnya terlihat payah kini sudah kembali riang. Begitu mie pesanan itu datang saya langsung bergairah. Bukan.. bukan gairah karena melihat semangkuk mie panas. Malah, ketika mangkuk mie itu diterima Mbak Erry dari samping kiri, saya sama sekali tak melihat mangkuknya atau mienya. Tapi saya melihat muka innocent sang pengantar indomie itu..

“El.. el..!” seketika saya berteriak sambil nunjuk-nunjuk si pengantar yang sudah menghilang dibalik tembok untuk mengambil mangkuk lainnya. Teriakan saya pelan aja walau sebetulnya begitu antusias. Andai itu bukan rumah orang barangkali saya sudah langsung teriak-teriak histeris. Hanya saja saya cuma.. hmm.. cuma menjaga harkat dan martabat saya sebagai seorang perempuan *cuih*

Melihat saya teriak-teriak begitu Mbak Erry, Mbak Mechta dan Mbak Esti bingung lihat saya. Dipikirnya mungkin saya kerasukan setan dan menggumam: “ini anak kenapa, sudah malam buta teriak-teriak nyebut nama anak Ahmad Dhani”

“Eh, beneran tadi mukanya seperi El. Ganteng banget!” saya berkata kepada Emak-emak yang ada disitu.
“Yang mana?”
“Yang ngantar Indomie tadi itu.. ntar ya kalau dia datang lagi”
“Masak sih..” para Emak sudah mulai kepo.

Gak tau kenapa waktu melihat cowok itu otak saya langsung nyebut nama El. Untung saja waktu itu gak nyebut nama Bapaknya 😀

Hiya, yang ditunggu akhirnya datang juga.. Mas El dengan 2 mangkuk indomie di tangan sedang menyerahkan kepada Mbak Erry. Dan bukannya segera diterima mangkuknya, mereka malah sibuk melihat mukanya Mas El. Kali ini disaksikan oleh Melly dan Mbak Lies.

Adegan selanjutnya adalah heboh ngomongin tentang kegantengan Mas El. Mereka, para emak-emak, histeris membabibuta.

“Itu sih.. Mas El sebelum naik ring tinju” jerit Mbak Esti
“Eh, mukanya seperti si Beiber dong..”
“Iya.. iya.. lihatin model sisirannya, miring gitu, ala ABG bangeet..”
“Ih, gilak bibirnya, merah cui…”
“Poto yuk poto..”

Saat Mas El nganterin mangkuk untuk ketiga kalinya, kami semua, penghuni wisma 42 sudah bergerombol menunggu kedatangannya. Apalagi kalau bukan untuk menyaksikan kebenaran akan gosip Mas El yang tingkat kegantengannya di atas rata-rata paras orang Jawa.

“Hmm.. Mas El. Maaf ya aku recokin sebentar. Boleh minta fotonya, nggak?” Tanya Melly dengan gaya lembutnya merayu Mas El.
“Boleeeeh..” sahut Mas El kalem sambil duduk disamping Mbak Erry yang kemudian disambut grrr ala Emak-emak.

“Ih, yang minta foto kan Melly, tapi kok duduknya milih dekat Mbak Erry, sih..”

Ternyata, prosedur minta foto sama orang ganteng di Yogja itu tidak rumit. Buktinya sekali ngomong langsung dikasih hihi.. Catat ya, itu tadi pelajaran moral paling penting kalau lagi datang ke Yogja 😀

Daaan.. rame-ramelah kami foto sama Mas El..

“Mas El, asmani pun sinten?” tanya Mbak Esti dengan gaya lembeng persis Ibu-ibu sedang mencari menantu buat anaknya.

“Denada.. ” jawabnya. Iihh… suaranya empuk bangeeet. Andai engkau rainbow cake, mungkin sudah kukunyah dengan sepenuh hatiku..

Habis sudah pesanan indomie diantarkan oleh Mas El. Tapi kami masih ingin ketemu Mas El lagi.

Caranya gimana yaa.. harus cari alasan lagi nih supaya Mas El hadir lagi diantara kami.

“Oh ya pinjem garpu!” satu suara pelan yang terdengar diantara kami lantas diamini bersama-sama

“Mas El, boleh pinjem garpu, gak?” manggilnya tetep Mas El.

Hanya dijawab senyuman oleh Mas El dan dia langsung beranjak dari kami. Ganti kami yang terkikik-kikik menahan tawa.

Beberapa saat kemudian..

“Ini Mbak garpunya..” terdengar suara ngebass

Mendengar sesuatu yang tak biasa kami semua langsung mendongak. Lho, kok ganti Bapaknya yang muncul. Lah Mas El nya kemana..

Usut punya usut ternyata Mas El sedang bercengkerama diluar. Entah malu telah di goda sama Emak-emak atau bagaimana sehingga dia nyuruh Bapaknya yang kasih garpu.

Ah.. malam ini begitu indahnya. Segala capek dan lelah hilang seketika setelah ketemu sang pujaan baru, Mas El Denada.

Yang paling nggak bisa habis tertawa lagi adalah ulah Mbak Lies Hadi yang mau berangkat tidur sempat pamitan dulu sama Mas El. Dengan gaya khasnya kami semua tertawa terpingkal-pingkal.

Selamat tidur Mas El, mimpikan aku dalam tidurmu… *uhuiii*:D

Yang penasaran dengan mukanya Mas El, ini lho dia

Mas El diantara para Emak Foto dapat dari ngubek-ubek FBnya Melly :D

Mas El diantara para Emak
Foto dapat dari ngubek-ubek FBnya Melly 😀

author
Author: 
loading...
  1. author

    nh183 years ago

    Geleng-geleng kepala ..
    sepiceles …
    ini udah dua bulan yang lalu buuu …
    hadeeehhh …

    (om-om cemburu)

    Salam sayu Yuni

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Sengaja postingannya diulur buat amunisi Om wkwk..

      Reply
  2. author

    Nunu El Fasa3 years ago

    Membaca reportase dan pengalaman para blogger nusantara emang seru ya mbak, meskipun sudah expired tetep tak terlupakan hehehehe

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Haha.. iya Mbak emang sengaja saya buat expired. Padahal nulisnya sudah lama, tapi baru dipost sekarang.

      Reply
  3. author

    Susierna3 years ago

    Hahahahahaha…… Pak Dhani juga pengen foto bareng emak2 ….. mana fotonya???

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Pak Dhani lagi sbuk menjura Mbak, eh menjuri 😀

      Reply
  4. author

    Esti Sulistyawan3 years ago

    Jiahahaha emang aq ya yang bilang ‘sebelum naik ring tinju’? *terhipnotis
    Btw yang tanya nama si el itu,mbak lies mbak 😀

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Sepertinya Iya Mbak hehe..
      Oh iya-iya yang tanya itu Mbak Lies ya, lupa-lupa ingat saya.. habisnya sama-sama medok bahasa Jawa alus, sih 😀

      Reply
  5. author

    Miz Tia3 years ago

    wow.

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      widiw

      Reply
  6. author

    Lieshadie3 years ago

    wekekekekekekek….asli semangat muda numbuh lagi nih…hihihihi…dasar ya emak2 kenes !

    Mellyyyyy…..kamu di mana ? sini lho merapat !

    Biiiiiii…….!!! ih pada kmana sihhhh !!!!

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Wakaka.. Suka banget sama semangatnya Mbak Lieshadie ini..

      Reply
  7. author

    indah nuria savitri3 years ago

    ketahuan yaaa…emak2 lepas kandang langsung tebar pesona huhahahahahaha….ini namanya berkah maak :D…cheers…

    Reply
    • author
      Author

      yuniarinukti3 years ago

      Bhuahaha.. ini peringatan ya buat ibu-ibu yang punya anak ganteng, jangan pernah melepas si bujang sendirian dirimba emak-emak :))

      Reply
  8. author

    Lidya3 years ago

    hahaha emak-emak nemu yang kinclong histeris juga ya mbak

    Reply
  9. author

    Hanna HM Zwan3 years ago

    hahahahaha,,kok kayak iqbal CJR ya hiyyyaaa 😀

    Reply
  10. author

    Mechta3 years ago

    ahaay…masih muncul lagi nama inii… *dan Om NH pun cemburu lageee… 😀

    Reply
  11. author

    nurita putranti3 years ago

    huehehe..asli guanteeng si Mas El 😀

    Reply
  12. author

    Imam Sujaswanto3 years ago

    Ya Ampun kalau ketemu orang manis dikit Emak-Emak bisa langsung kepo ya. Hiks. Belum lagi kalau sudah ketemu, walau muka saya sudah kecampur tembakau kota Jember. Hahaa. Mimpikan aku dalam tidurmu ya Mak. Hahahahaaaaa.

    Reply
  13. author

    asta043 years ago

    hihiiii, mas El…asyik bener ya, gegara indomie…jadi pingin indomie…tapi dibikinin .

    Reply
  14. author

    cputriarty3 years ago

    hahaha aya aya ae mak…ini belom El yang genuine aje heboh buangeet, gimana yang aslinya sono..wkkks

    Reply
  15. author

    sari widiarti3 years ago

    haduuuh du du duuuuh.. sebelas duabelas ama El Ahmad dhani 😀

    Reply
  16. author

    Said Rahman | @bangsaid3 years ago

    Oh… kemaren ikut BN juga ya mba?
    Aku ga nginep di Tembi. Cuman pagi2 ngelewatin doank trus, lurus ke Pantai Depok 😀

    Reply
  17. author

    julie3 years ago

    iya imut banget itu ya pantusan dikerubutin emak2 hahhahaha *pukpukEl*

    Reply
  18. author

    Melly3 years ago

    huahahahah..asli ngakak lg baca postingan ini 😀
    kayak baru kemarin ya mbak ngegodain mas El :))

    tp curang nih, masa poto aku sama mas El ga dipajang :)))

    Reply
  19. author

    Bibi titi Teliti3 years ago

    Duh, jadi teringat masa masa indah waktu di Jogja dulu yaaaah…

    Seru sekali kita inih segerombolan emak emak yang demen nya main keroyokan..bhuahaha…

    Reply
  20. author

    cheila3 years ago

    aaaaaaahhh aq ketinggal….coba aku ikutan kesana….pastii wes tak sikat mas el denada….wakakakaka

    Reply
  21. author

    catatan kecilku3 years ago

    wkwkwk… emak2 ini dimana aja pasti heboh banget.
    Nyesel bener aku gak bisa ikutan BN 2013 yang lalu.
    BTW, saking terkesannya cerita udah lama usai masih hafal di luar kepala “jalan ceritanya” hehehe

    Reply
  22. author

    Anto Agung Pratama3 years ago

    haha,, ini mah mirip tegar kalo udah gede :v

    Reply

Leave a Reply