Jalan-jalan

1,5 Juta Rupiah Keliling Lombok 4 Hari, dari Gili Trawangan sampai Tanjung Aan!

Cita-cita piknik ke Lombok tercetus ketika KMP Legundi melancarkan trip pertama kali dari Surabaya North Quay. Makin terasa mupengnya sore-sore saya ke main ke Surabaya North Quay, dihadapan saya ada KMP Legundi sedang bersandar untuk bersiap membawa penumpangnya berlayar ke Lombok.

Awal Januari 2018 musim liburan usai, saya ingin mewujudkan cita-cita piknik ke Lombok. Saya tidak terlalu memikirkan tabungan, saya pikir dengan harga tiket kapal yang semahal 5 porsi paket hemat Burger King tidak terlalu pening lah. Apalagi saya cek di mesin pencarian sewa penginapan ada yang 100 ribu-an untuk 2 orang. β€œAh, sejuta cukuupppp!”

Gara-gara kesalahan info di blog orang, rencana dari Surabaya dengan motor terpaksa batal. Di blog itu ditulis KMP Legundi berangkat dari Lombok ke Surabaya Rabu dan Sabtu. Cocok, nih, saya berangkat Selasa pulangnya hari Sabtu. Ternyata info dari petugas ASDP, jadwal kapal Lombok – Surabaya adalah Senin dan Kamis. Kelamaan saya kalau harus pulang Senin..

Bandingkan saja bawa motor berdua tarifnya Rp. 255.000,- sedangkan per orang dewasa tarifnya Rp. 117.000,-. Belum lagi ongkos sewa motor disana perhari 70 ribu. Ya sudahlah diputuskan menggunakan opsi kedua yaitu bawa diri saja, sampai Lombok sewa motor!

Tung itung itung itung, budget OKE lah! Urusan makan di depot yang murah aja, nginepnya yang murah juga.

Dari Surabaya tiket KMP Legundi sudah termasuk makan 2 kali di kapal. Meski begitu saya masih bawa makanan lain seperti roti tawar dan susu buat jaga-jaga lapar pas malam hari. Jajan dikapal paling beli Pop Mie 10 ribu.

Di kapal kebetulan saya dapat kenalan keluarga Lombok yang baru pulang liburan di Jawa. Dan kenalan itu membawa rejeki tak terduga diajak barengan naik Blue Bird seturunnya di pelabuhan Lembar. Lumayan hemat dan tak begitu musingin kepala. Secara di Pelabuhan Lembar susah nyari angkutan yang harganya wajar. Contoh aja kemarin dari Pelabuhan Lembar ke Mataram sewa mobil pribadi minta Rp. 150.000, sedangkan Blue Bird argo terakhir saya turun Rp. 72.000. Untungnya supir taksinya baik dan mau mengangkut kami ber 6 badannya besar-besar. Kami sharing cost saya urun 50 ribu. Jatuhnyaa masih lebih murah karena saya berdua.

Di Pelabuhan Lembar ada sih transportasi umum macam angkot gitu, tapi cuma sampai Terminal Mandalika aja. Tarif per orang menurut yang saya baca Rp. 15.000,- Menuju ke Mataram harus nyambung mobil lagi.

Sesampainya di Mataram saya dibantu lagi dicarikan penginapan murah. Dapatlah Hotel Pesaban yang pemiliknya adalah orangtua teman anaknya. Hm, bingung yah? Sama! haha.. Jadi tuh, keluarga dari Lombok itu punya anak. Temannya anak itu punya orang tua. Nah orangtua temannya itu yang punya hotel.. sebenernya gak penting juga sih saya jelentrehkan, haha.. Karena kenalan saya dikasih harga semalamnya Rp. 125.000,-. Iseng-iseng saya cek diweb normalnya Rp. 150.000,- semalam.

Untuk penginapan sebetulnya saya punya daftar hotel murah di Lombok, tapi saya baru sekali datang dan belum memahami kota Mataram. Takutnya malah kesulitas akses kemana-mananya. Lebih aman kalau saya ambil rekomendasi dari Ibu kenalan itu.

Baca Itinerary Lombok 4 Hari 3 Malam Murah Meriah ala Mama Minta Piknik

Sore itu tidak ada agenda apa-apa. Kami jalan kaki nyari makan lalu ngeMall ke Mataram Mall. Karena Mallnya sepi, kami pindah Mall lagi, tujuannya ke Lombok Epicentrum Mall. Naik Gocar aja bayar Rp. 9.000,- πŸ˜€

Esok paginya baru deh jalan-jalan ke Senggigi pakai motor sewaan. Karena hotel tidak menyediakan persewaan motor, saya dibantu sama pemilik hotel mencari sewaan. Tak sampai setengah jam motor sewaan itu datang dengan tarif sehari Rp. 70.000,- dan saya menyewa selama 2 hari.

Sepanjang perjalanan Senggigi nyaris tidak beli apapun kecuali bensin Rp. 20.000,- dan beli pentol di Gardu Pandang Makam Batu Layar Rp. 5000,-! Ya, habis gimana pemandangan pantainya bagus banget, sambil foto-foto duduk sebentar sambil makan pentol, haha..

Sampai di Pelabuhan Bangsal naik Ferry ke Gili Trawangan per orang Rp. 15.000,- sekaligus bayar parkir motor nginep semalam Rp. 15.000,-. Di Gili Trawangan kami langsung mencari penginapan. Agak bingung soalnya disini banyak yang nawarkan hotel. Harganya rata-rata diatas 200 ribu pula. Sambil jalan sesekali kami mengindahkan calo yang nawari hotel, kami jalan aja masuk ke perkampungan yang mana semakin kedalam suasana perkampungannya makin menawan.

Trik sukses kami menghindar dari calo adalah bilang mau mencari masjid dulu yang terdekat! Baru deh mereka nyerah.

Kelelehan gendong ransel kami duduk sebentar di Pos Kamling. Tak dinyana saat duduk sambil ngecek penginapan murah di google ada bule cewek lewat didepan kami naik sepeda ontel pakai bikini two piece! Saya sampai mlongo dan membuat pencarian hotel kami susah fokus.

Berjalanlah kami pada sebuah gang dan membaca plang Andi Homestay. Di layar HP saya, hotel ini menawarkan tarif semalam Rp. 93 ribu sekian. Sengaja kami tidak reservasi via online kabarnya penduduk Gili senangnya dibayar cash. Setelah tawar-tawaran diputuskan semalam kami harus bayar Rp. 100.000 dengan persyaratan tidak dapat sarapan. Gapapa sih beli sarapan nasi bungkus disana 10 ribuan dengan porsi yang cukup besar. Awalnya si empu Homestay buka harga Rp. 130.000!

Triknya, sebelum pesan on the spot, cek dulu harga di google. Kalau mereka buka harga lebih mahal, langsung tunjukkan HP ke mereka. Dijamin tidak bisa ngeyel, deh! Kalau masih ngeyel langsung bilang, “Ini kalau saya pesan via online, saya bayarnya transfer. Daripada transfer mending saya kasih cash sekarang” Skak Mat! Kemarin saya begitu, tawar-menawarnya agak alot.

Harga penginepan di Gili tarifnya memang murah, tapi beli minum disini harganya narik urat leher. Kecuali bir-bir-an, semua minuman botol dibanderol 10 ribu! Termasuk aqua, teh pucuk, Fresh Tea, dan lain-lain. Untungnya dikamar saya punya stok Cleo 1,5 Liter sisa bekal naik kapal. Tetep aja semalam di sana kami berdua habis 5 botol minuman. Dari 5 kali beli minum 2 kalinya dapat harga Rp. 8.000,-

Hematnya kami tidak sewa sepeda sama sekali. Kami keliling Gili dengan jalan kaki sampai gempor! Haha.. asiknya jalan kaki, kami bisa bebas foto-foto dan nyapa penduduk setempat. Sempat ditawari sama pegawai hotel sewa sepeda Rp. 40.000 sepuasnya tapi saya ndak ambil.

Besoknya kami kembali ke Pelabuhan Bangsal naik Ferry jam 9.30 tarifnya sama per orang Rp. 15.000,-. Rencana selanjutnya kami mau ke araha Kuta Mandalika dan maps baik hati memberikan rute yang lewat hutan Pusuk. Sambil lihat kera, Mas Rinaldi jajan pentol lagi Rp. 5.000.

Dari Pusuk sampai Kuta yang jaraknya kurang lebih 70 km pengeluaran kami hanya beli bensin Rp. 15.000 dan jajan roti sama susu di Alfamart.

Sampai ke Tanjung Aan bayar parkir Rp. 5.000 dan Kuta Mandalika tidak ada tarif parkir.
Oya, ngeluarin duit lagi di Desa Sade untuk fee guide yang dibayar seikhlasnya. Tentu saja sama beli sarung tenun buat oleh-oleh orangtua dan syal tenun buat saya, hehe..

Dari desa Sade cari penginapan lagi di Mataram tarifnya Rp. 120.000,-. Namanya Hotel Artha. Dapat hotel ini juga dari hasil browsing. Sama seperti hotel Pesaban, lokasinya tidak jauh juga dari Mataram Mall.

Senangnya di Lombok hampir tempat wisatanya itu GRATIS. Parkir pun resmi ada karcisnya. Mataram kotanya gak terlalu besar, kemana-mana naik ojek gak sampai mahal. Yang paling tinggi ongkosnya pas pulang ke Bandara Praya dari Mataram kena Rp. 110.000!

Jadi selama hidup di Lombok 4 Hari 3 Malam kesimpulan pengeluaran saya sebagai berikut:

Hari 1

Go Car dari rumah ke Pelabuhan Rp. 30.000
Tiket KMP Legundi Rp. 117.000,-
Beli Pop Mie Rp. 10.000,-
Taksi dari Pelabuhan ke Mataram Rp. 50.000,-
Sewa Hotel Pesaban Rp. 125.000,-
Makan Malam Nasi Balap di Cakranegara Rp. 25.000,-
Go Car ke Mall Epicentrum PP Rp. 20.000,-

Total Rp. 377.000

Hari 2

Sewa Motor 2 hari @70.000 = Rp. 140.000,-
Beli Bensin 2 hari Rp. 35.000,-
Beli pentol di Batu Layar Rp. 5.000,-
Makan siang di Pelabuhan Bangsal Rp. 20.000,-
Ferry ke Gili Trawangan PP Rp. 15.000,-
Parkir Motor di Pelabuhan Bangsal Rp. 15.000,-
Semalam di Gili Trawangan Andy Homestay Rp. 100.000,-
Beli Makan Malam Rp. 15.000,-
Beli Minum Rp. 50.000

Total Rp. 395.000,-

Hari 3

Sarapan pagi Rp. 10.000,-
Ferry dari Gili Trawangan ke Lombok Rp. 15.000,-
Jajan pentol diPusuk Rp. 5.000,-
Parkir Pantai Tanjung Aan Rp. 5.000,-
Sewa Guide desa Sade Rp. 20.000,-
Nginep di Artha Hotel Mataram Rp. 120.000,-
Makan Malam (enakan menunya) Ayam Taliwang Rp. 100.000

Total Rp. 275.000,-

Hari 4

Makan siang Gado-gado di Cakranegara Rp. 15.000,-
Go Car dari Mataram ke Bandara Praya Rp. 110.000,-
Lion Air Praya ke Juanda Rp. 377.000,-
Bis Bandara ke Bungurasih Rp. 25.000,-
Go Car Bungurasih ke rumah Rp. 24.000,-

Total Rp. 551.000

Total budget piknik di Lombok selama 4 Hari 3 Malam adalah Rp. 1.498.000,-

Hitungan ini karena saya pergi sama Suami, ya. Beda lagi hitungannya kalau pergi sama teman, tarif kamar dan sewa motor bisa urunan berdua.

Mau murah lagi? Bawa motor dari Surabaya! Berdua dengan motor Rp. 255.000,- dengan catatan PP naik kapal. Otomatis minimal piknik di Lombok harus selama 6 hari mengikuti jadwal kapal ke Surabaya, hehe..

Untuk makan rata-rata seporsinya harga 15.000, baik di Mataram maupun di Gili. Selainnya apa lagi, ya…? Hmmm, kalau ada pertanyaan tinggalin di komen aja ya hehe..

Semoga catatan budget piknik ke Lombok 4 Hari 3 Malam ini menginspirasi teman-teman datang ke Lombok.

21 thoughts on “1,5 Juta Rupiah Keliling Lombok 4 Hari, dari Gili Trawangan sampai Tanjung Aan!

  1. lihat yang bikini ini yg nggak isa disensor ya mba .., smg aja bisa ada kloter berikutnya ya.. – daftar paling awal aku mba .. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ€—πŸ€—πŸ’πŸŒ»πŸŒΊ

    1. Iya, saya sampai mlongo. Padahal di sana ada larangan pke bikini. Boleh pke tapi harus ditutup pakai kain. Untungnya warga Gili udah biasa. Coba lewatnya di Surabaya, heboh dunia persilatan haha..

  2. Waaawww murah banget itu mah. Aku pas ke Gili Trawangan juga berhasil beli air minum 1,5 liter seharga Rp 8.000 tapi belinya di warung yang masuk-masuk gang. Waktu itu sekalian sambil makan di warungnya.

  3. mau pake jurusnya Yuni nawar hotel … keren dah ha.. ha..
    bisa jadi panduan nih kalau ke Lombok, karena kami batal ke sana tahun lalu ..
    overbudget kalau ber4

  4. Wah bisa dicoba banget ini, dari dulu pengen bisa jalan-jalan ke lombok tapi naik motor dari malang. Kayaknya seru gitu bisa berhenti-berhenti sembarangan, tapi sekarang udah hamil, kayaknya rencananya kudu di pupuk dulu apalagi kalo udah ada dedeknya… Semoga kapan-kapan bisa direalisasi, note dulu artikelnya πŸ˜€

  5. Mupeeeeng, jadi pingin ke Lombok juga mba.. Hihi.. Itu seru amat ya nawar homestay-nya.. Skak mat banget mba.. haha πŸ˜€ Aku jadi tau kalo di sana ternyata lebih suka cash ya.. Tapi suka takut gak dapat penginapan mba kalo gak booking online..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *