SIM C harga 400 ribu

Kejadian ini saya alami tahun 2008.

Gara-gara capek kucing-kucingan terus sama polantas yang sering ngadakan operasi mendadak di tikungan jalan di Surabaya akhirnya Suamiku menyerah ingin membuat SIM baru lagi. SIM lamanya yang keluaran Kabupaten Magetan tidak bisa diperpanjang lagi karena KTP yang sekarang sudah berganti menjadi KTP Jakarta. Jadilah kami mudik ke Jakarta sekaligus mengantar Suami membuat SIM baru.

Berbekal pengetahuan yang minim mengenai tatacara pembuatan SIM kami berdua berangkat ke tempat pembuatan SIM di bilangan Jakarta Barat. Maklum waktu aku bikin SIM dulu melalui calo jadi asal tau jadi hihi..

Berangkat pagi-pagi dari rumah. Oleh mertua di pesan supaya ngurusnya lewat calo. Bayar lebih mahal gak papa asal SIMnya jadi. Dari pada ngurus sendiri, meskipun biayanya lebih murah tapi hasilnya gambling. Bisa lulus, bisa tidak, kan?

Turun dari angkutan umum, kami sudah di sambut oleh teriakan calo. Awalnya mereka nawari ojek masuk kedalam kantor pembuatan SIM yang jaraknya ratusan meter, tapi ujung-ujungnya mereka nawari jasa pembuatan SIM C dengan harga Rp. 550.000.

Hah?! Kami kaget dong, mahal amat… secara saya bikin di Surabaya cuma Rp. 275.000 dowang!  Eh lupa ya, ini kan Jakarta..

Rembug punya rembug, kami memutuskan masuk dulu kedalam buat nyari info biaya sebenarnya bila tanpa melalui calo. Setelah dihitung-hitung mulai asuransi, tes ini, tes itu totalnya kena Rp. 125.000. Jelas kami ngiler.. selisihnya aja sudah berapa, 4x lebih mahal, bo!

Setelah diskusi alot, akhirnya kami memutuskan untuk ngurus SIM tanpa melalui calo. Belajar menjadi warga yang baik dan menuruti anjuran banner untuk tidak menggunakan jasa calo yang dipasang besar-besar di area loket pendaftaran. Berusaha mengikuti alur yang tertera ditempelan kaca, Suami  mengikuti prosedur secara baik dan benar, harapannya supaya SIM jadi dan sok yakin diri demi membuktikan kepada semua orang bahwa bikin SIM tanpa jasa calo pun bisa!

Dari mulai pendaftaran dan tes kesehatan, dinyatakan lulus. Lalu kami diminta bayar asuransi. Saya sudah seneng aja karena asurasinya sudah kepegang. Tinggal menjalani tes tulis dan tes drive. Sayang, tes tulisnya dinyatakan tidak lulus. Padahal Suami saya yakin bisa mengerjakan semuanya dengan benar. Kenapa tidak lulus? Sedangkan dia tau dan melihat sendiri peserta disebelahnya tidak mengerjakan tugasnya. Pura-pura mengerjakan, padahal nggak.

Dengan seribu kekecewaan kami pulang. SIM yang digadang-gadang bisa dibawa gagal total.

Konon bikin SIM tanpa calo itu bisa asal mau riwa-riwi.. menurut bocoran petugas dan gosip teman-teman, peserta yang tidak lulus tes harus ngulang lagi 14 hari kemudian. Kalau pengulangan tes itu tidak lulus lagi harus ngulang lagi sampai 5 kali. Insya Allah lulus dengan selamat. Itu kata teman-teman saya. Ada yang mau nyoba? 😀

Setelah gagal ‘mandiri’, beberapa bulan kemudian kami ke Jakarta lagi dan urusannya masih tetep, untuk bikin SIM. Tapi kali ini sudah gak mau coba-coba, harus pakai calo, titik. *nyerah juga akhirnya*. Kabar gembiranya, ongkos jasa calo mengalami penurunan sangat tajam, kami diminta bayar 400rebu saja. *idih, masih mahal, Pak!* 😀  Sudah begitu gak pakai ribet, tinggal nunggu foto saja, SIM pun jadi dengan selamat, Horee…

Iseng saya tanya ke petugas, kenapa gak pke tes, jawabannya karena rombongan, hiyaaa.. 😀

34 thoughts on “SIM C harga 400 ribu

    1. Saya setuju sama mas Adam. Pengalaman sy di tangerang klu tanpa calo biaya sesuai dg biaya resmi koq, asal jgn mau dikibulin ma calo. Kmrn anak sy buat sim a dan c, tes tulis lgs lulus lgs tes prkatek. praktek motor gagal di suruh ngulang mgg dpn, gak mslh wong emang salah. Praktek mbl alhamdulillah mulus jadi lah hr itu jg dia bisa bawa sim A.
      Pengalaman Anak pertama thn lalu jg begitu, tes tulis lgs lulus praktek motor gagal d ulang mgg berikut nya alhamdulillah lancar. Klu salah d suruh ngulang wajar tho mas sekalian mendidik anak biar tau mana yg salah n bener.
      Semoga semua jd lebih baik……

  1. th 2005 saya pernah membuat SIM baru, SIM pertama hilang. Sesuai prosedur tarifnya 75.000,-. Saya ikutan tes tulis bersama sekitar 40 orang. Tesnya masih manual. Ndilalah sekelas tak ada yang lulus. Saya jadi ragu, yang bodoh kami sekelas apa yang bikin soal atau yang ngoreksi ngawur. Nekat, nanya sama mas polisi (karena usianya seumuran ta panggil mas). Mas, benar ga ngoreksinya? Selidik punya selidik, saya minta jawaban saya dan saya cocokan dengan kunci jawaban yang berupa plastik transparan. Benar, salahnya sedikit, polisi itu yang ngawur ngoreksinya, biar tak lulus. Ya sudah, terjadilah perdebatan. Intinya, kalau caranya seperti ini. Mending saya ga pakai SIM, uang saya minta kembali!!! Terus berdebat, akhirnya polisi itu menyuruh saya menemui pimpinannya (ini yg saya harapkan). Ketemu atasannya, apa katanya: Mas pada cari makannya saja, sudah ikutan tes praktek saja? (Maksudnya apa “podo cari makannya”). Dugaan saya, memang yang tes waktu itu hampir semuanya tak diluluskan biar lari ke calo, yang notabene calo-calo itu kebanyakan orang dalam sendiri. Akhirnya saya ikuta tes praktek. Ndilalah lancar semua, secara medan praktek lebih mudah dibanding sirkut cross di dekat rumah he he he …. Jadi dapat SIM-nya cuma 75.000,- mbak + tes kesehatan, parkir, map, foto kopi dan makan siang di kantin samsat. Total sekitar 100.000,- rupiah he he he

  2. Haiyaaa…jawabannya nggak nyambung banget ya, Yuuuun…
    Tapi itulah negara kita, di satu daerah sama daerah lainnya aja harga dan tata cara pembuatan SIM nggak sama 🙁

    Kebayang deh, kalo harus bolak-balik ke kantor polisi karena kita mau menuruti saran banner. Bisa perlu berapa lama tinggal di Jakarta?

    Apapun, selamat yaaaa buat turunnya harga SIM C itu…

  3. Deket-deket ini lagi mao buat SIM, survey harga via om google.. Eh, nongol blog mbak yuniari. hehe.

    Artikelnya bagus mbak, saya juga setuju kalo bikin SIM mending di kantor polisi walau birokrasinya ribet (maklum) daripada via calo yg memberikan jasa servis yg gak masuk akal..

  4. CALO JUGA KALEE YG BIKIN ITU TULISAN. NYATA NYA SAYA GAMPANG2 AJA, GAK PAKE CALO DAN GAK PAKE PERANTARA. DG BIAYAMURAH PULA. ENTE SENDIRI KALI CALO NYA YEE… NGAKU AJE DAH,,,!!!

  5. Tarif ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010
    Selama ini kita di suguhkan oleh para calo amatir di lingkungan pembuatan sim motor dan mobil dengan menjadi dan memberikan angin surga akan lebih cepat dan pasti di lolos, namun apakah kalian tahu bahwa biaya pembuatan sim tidak mencapai 400.000 – Jutaan loh, dan ternyata hanya sebesar Rp. 100.000 berikut adalah data yang kami terima dari kepolisian website.

    Tarif ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia

    Berikut tarif resminya:

    Penerbitan SIM A
    Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000
    Penerbitan SIM B
    Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000
    Penerbitan SIM B II
    Baru Per Penerbitan Rp 120.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 80.000
    Penerbitan SIM C
    Baru Per Penerbitan Rp 100.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 75.000
    Penerbitan SIM D (khusus penyandang cacat)
    Baru Per Penerbitan Rp 50.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 30.000
    Pembuatan SIM Internasional
    Baru Per Penerbitan Rp 250.000
    Perpanjangan Per Penerbitan Rp 225.000
    Pelayanan ujian keterampilan mengemudi melalui simulator
    Per Ujian Rp 50.000
    Penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
    Kendaraan bermotor roda 2, roda 3, atau angkutan umum Per Penerbitan Rp 50.000
    Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih Per Penerbitan Rp 75.000
    Penerbitan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK)
    Per penerbitan/kendaraan Rp 25.000
    Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)
    Kendaraan bermotor roda 2 atau roda 3 per Pasang Rp 30.000
    Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih Per Pasang Rp 50.000
    Penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

    Baru Per Penerbitan Rp 80.000
    Ganti Kepemilikan Per Penerbitan Rp 80.000
    Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih
    Baru Per Penerbitan Rp 100.000
    Ganti Kepemilikan Per Penerbitan Rp 100.000
    Penerbitan Surat Mutasi Kendaraan ke luar daerah
    Per Penerbitan Rp 75.000

    Jadi kalau di total jika kita bikin Sim motor C hanya untuk biaya Pendaftaran sebesar Rp. 100.000 Berarti asuransi segala ga di hitung ya?? selama ini pake calo bisa sampe 400.000 sampe 600.000 bisa tajir yang jadi calo haha.

    Mari kita berenti menyogok dan membuang sistem korupsi dari warga nya sendiri dan jika ingin lolos dari hasil test cobalah untuk mempelajari terlebih dahulu test ujian yang akan di berikan kepolisian, Namun akan lebih baik pula jika polisi memberikan materi terlebih dahulu kepada calon peserta pembuat SIM agar pembuat SIM tidak kebingungan dalam menjawab soal materi.

    Tarif ini berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010.
    gimana ? masih mau di bohongin calo kepolosian. ?
    mari berfikir utk indonesia yg lebih baik. jng biarkn org macam ini tumbuh subur di birokrasi.

    1. Saya rasa n semua org pun merasakan klo tarif yg disampaikn itu cm teoritis aja. Sangat susah sekali utk bs lulus tes mngemudi.bahkan polisinya sendiri nyoba ga bs..Jd intinya mustahil tnpa calo. N kita g puny pilihan..

    2. Saya kena 350 ribu di Rengat, Riau.

      Pertama kami diwajibkan untuk memiliki sertifikat mengemudi dari sekolah mengemudi. Sertikat ini disebutkan di sana sebagai salah satu syarat untuk mengambil formulir pengisian pembuatan SIM.

      Pergi ke tempat yang ditunjuk oleh petugas. Menunggu kurang dari satu menit petugas di tempat tersebut mengisi sertifikat, sertifikat ini jadi setelah itu membayar 200 ribu.

      Kembali ke kantor polisi.

      Setelah ujian dan dinyatakan gagal dikatakan oleh petugas untuk kembali 1 minggu lagi ya. Setelah itu petugasnya mengatakan coba kesana ketemu(sambil menunjuk ruangan dan menyebutkan nama pak polisi tertentu) untuk dibantu.

      Akhirnya di ruangan tersebut 150 ribu untuk polisi.

      Setelah menjelajah di internet dinyatakan oleh pejabat polisi bahwa sertifikat itu tidak wajib, sertifikat tersebut tujuannya agar kita nantinya tidak gagal dalam ujian makanya diberi pelatihan dan pengetahuan dari sekolah mengemudi.

      Kenyataannya tidak ada pelatihan sama sekali hanya membayar dan pada akhirnya sertifikat tersebut diambil oleh polisi.

    3. Setuju mas. Pengalaman sy di tangerang klu tanpa calo biaya sesuai dg biaya resmi koq, asal jgn mau dikibulin ma calo. Kmrn anak sy buat sim a dan c, tes tulis lgs lulus lgs tes prkatek. praktek motor gagal di suruh ngulang mgg dpn, gak mslh wong emang salah. Praktek mbl alhamdulillah mulus jadi lah hr itu jg dia bisa bawa sim A.
      Pengalaman Anak pertama thn lalu jg begitu, tes tulis lgs lulus praktek motor gagal d ulang mgg berikut nya alhamdulillah lancar. Klu salah d suruh ngulang wajar tho mas sekalian mendidik anak biar tau mana yg salah n bener.
      Semoga semua jd lebih baik……

  6. intinya kalau demikian.. Polisi tetep bandit! Jahat emang.. Saya juga ngalami.. Kapan ni pak Jokowi mulai memberantas dibagian ini..

  7. Aku mau bikin SIM besok..kasi pencerahan apa yg harus di siapin? apa?? foto copy apa deh? hahah apa yg mesti di bawa ke sana selaen DUIT??

  8. Tahun 2005 saya buat SIM dg Calo Rp 250.000 dan perpanjangan tahun 2010 tanpa calo cuma Rp 90.000 (75.000 ADM dan Rp 15.000 Tes KEsehatan ) kalo ga salah. Sekarang KTP sudah berubah berarti kudu buat baru lg yah. Hemmm

  9. Tgl 23 oktober 2013, Sy punya pengalaman ttg hal yg menggambarkan bagaimana atuan tinggal lah aturan, yg hanya dipajang sbagai formalitas pelengkap institusi saja. Sya mutasi sepeda motor di samsat jakarta barat, udh jelas kan sesuai pp no 50 2010 itu biaya cuma 75000 tpi kenyataan dilapangan kita harus bayar nyampe p325 000 pluasiaya admin 5000, dan smua itu tanpa kuitansi, sangat iris melihatanya, mhon paa pihak berwenang bisa segera mananganinya supaya citra petugas polisi bisa kembali baik dimata masyatakat. Terima kasih

    1. emang citra-nya pernah baik mas? seumur hidup kayaknya belum pernah dengar kalimat indah itu… kalo nggak percaya tanya Susno Duaji atau petugas perut buncit yang mundar mandir di lokasi.

  10. Halah harga sim asli mah cmn formalitas doang….ujungnya yaa masuk sistem birokrasi polisi.percuma th sampah ngerjain soal teori sekalipun kita nyontek buka buku,ujung2nya apa?paling cmn dikoreksi ASAL sama polisi supaya kita ngulang lgy berkali kali dan lagy dan pada akirnya nyerah menggunakan jasa calo.Calo dan polisi itu udah kongkalokong.kita doakan saja oknum2 yang berbuat seperti itu yg meresahkan masyarakat,bikin cape org mondar mandir dikerjain buat bikin sim,suatu saat mendapatkan ganjarannya!

  11. gan, ane dah prnah bkin SIM di Satpas Daan Mogot, ngulang 3x dan akhirnya dapet. klo mo lewat blajar di internet ad 500 soal dan jawaban ny, search aj d Mbah google.

  12. ya…gk heran kalo polisinya bilang sm2 cr makan, sayapun dulu pernah ngalami masalah sama n saya lapor ke Bapak Polisi jwbannya ya itu jg

  13. Hhhh… daftar harga resmi itu cuma basa-basi doang, kenyataannya tetep dipaksa pake calo, trus calonya yg kaya deh.

    Klo gw sih pake calo aja deh biar cepet n ga dikerjain, tapi ga pake ikhlas… tetep gw sumpahin calo n oknum2 polisi yg terlibat percalo-an itu jatuh miskin celaka n sengsara, dan ga ada yg nolong, kecuali bayar mahal…. *amiiinnn

  14. Pengalaman sy, bikin sim itu akal akalan polisi sja, saya ikut tes tertulis sampai 5 kali baru lulus, itupun setelah sy ngomong sama polisi pengawas tes bahwa yg didepan sy ga ngisi apa apa, kalo dia lulus sy akan lapor ke medi , dan sy pun diluluskan, waktu tes praktek juga tidak ada satupun yg lolos, jaraknya sempit sekali dan ada anggota abri yg tdk ikut test,lalu sy ini ga ada yg lulus pak dan itu anggota abri ga ikut tes lho, lalu polisi tsb bilang ke sy dan ada satu org lagi yg ngikut yg sdh ikut tes tertulis 10 kali mkalo nama kami ga dipanggil dusurh diam saja,tp nanti langsung keloket utk foto dan ternyata kami memang diluluskan juga, mungkin terpaksa kali ya

  15. emang di negara kita masih banyak oknum, dikit2 uang. bikin sim bikin paspor, bahkan bikin akta kelahiran jg banyak bgt calo yg dari dalam. pahadal kalo di luar negri (pengalaman di singapura) kartu embarkasiku hilang pas mau pulang suruh lapor ke bagian imigrasi lgsg dikasih tanpa bayar ke petugas. coba kejadian dit4 qt, malah kesempatan minta uang ke bule.

  16. sim c itu perlu mengapa..kalau tdk ada sim kalo dijalan ada kecelakaan entah yg BENAR ORG LAIN SALAH bukan anda krena tak punya sim c secara HUKUM ANDA LEMAH TETAP SALAH ..ORG BIJAK PASTI BUAT SIM C JIKA PUNYA MOTOR..SIM A JIKA PYA MOBIL…GITU AJA sharingnya

  17. Subhanalloh ternyata begitu hina,apa yg di alami emba skarang saya mengalami tapi skarang sudah tidak ada calo di tkp,smua terordinir oleh mitra yg di sebut birojasa,karna kpk slalu pantau tapi yg pantau juga mandul,,,kita hanya berdo,a semoga anak cucu kita kelak bila mereka menjadi pelaksana negara menjadi pelaksana yg lebih bermartabat agar nergi ini memiliki martabat,bukan martabak.benar apa yg di tulis bloger sebaiknya kalau buat baru sebaiknya pakai birojasa.

  18. Emang yah menciptakan kebenaran itu selalu tidak mudah. Kadang kita ingin mengikuti prosedur yg benar tapi kalo lingkungannya tidak mendukung ya mau ga mau kita bisa terjerumus jg akhirnya. Miris bgt

  19. buat yang punya banyak waktu libur, boleh xx ikut test.
    nah kalau yang buat anak kantoran 😛 , bisa modar kalao cuti mele karena harus ngulang!!!
    jadi , ikutin aja lah.
    pinter pinter nyari calo #tips bijak

  20. apa motif polisi buat rute serumit itu? toh, di jalan raya tdk pernah ada rute seperti itu. apa kita diajari zigzag di jalan? apa kita pernah muter2 sbnyak 4x begitu dlm satu waktu? bukankah, yg utama adalah tertib di jalan! apa jika kaki nyentuh tanah, berarti tdk bs brsepeda motor? tolong Bpk Kapolri, prosedur ujian praktek sim c dievaluasi.

  21. Hehe Kita hidup di negara bikin sim aja susah dan repot, kalau ketilang makin repot. Tapi anehnya sudah bertahun-tahun memang kalau bikin sim kok selalu susah ya. Pemerintah gak tahu apa gak mau tahu ya. untung saya dulu lewat sekolah, pihak sekolah yang ngadain, jadinya bisa lebih mudah gak pake tes2, langsung foto jadi deeh,..

  22. salam kenal, semuanya serba repot yah birokrasinya. Pada minta banget disogok

    Kalau suamiku selalu tekankan, jangan sampai nyogok, apapun kondisinya. Termasuk buat SIM, katanya mending gak lulus lalu coba lagi, coba terus.

Leave a Reply