Brengkesan Pindang Cue yang segar, lezat, dan sehatnya menggoda

Brengkesan pindang, orang Jawa pasti familiar dengan hidangan ini. Rasanya segar, lezat, dan aromanya khas menggoda. Jika ingin menikmati olahan ikan laut yang murah dan mudah, brengkes pindang alternatifnya.

Pindang bisa dibilang lauk favorit keluarga saya. Sejak dulu, jika ingin membuat hidangan super mudah, Ibuk saya selalu memanfaatkan pindang. Selain mudah didapat, mengolah pindang juga gampang. Salah satunya dimasak jadi brengkesan. Cukup dibumbui, lalu dikukus!

brengkesan pindang

Kenikmatan jadi orang Surabaya adalah mudah mendapatkan ikan segar. Tak perlu jauh-jauh hunting ke pasar ikan Pabean atau ke Pantai Kenjeran, di pasar tradisional dekat rumah pun, banyak ditemui penjual ikan. Maklumlah ya, secara geografis, Surabaya kan bertetanggaan dengan laut, jadi, ya, nggak sulit cari ikan segar. Seperti beberapa waktu lalu saat belanja di Pasar Krempyeng, saya membeli beberapa kranjang ikan pindang Cue.

Dari sumber Diskanlut.jatimprov.go.id tahun 2015, Kandungan gizi Ikan Cue per 100 gram adalah sebagai berikut:
Kalori 74
Protein (gr) 13
Lemak (gr) 2
Kolesterol (mg) 50
Zat besi (mg) 0,3

Pindang Cue merupakan satu diantara jenis ikan yang dipindang paling saya suka. Dagingnya empuk kenyal, durinya mudah dibersihkan, rasanya khas, dan ukurannya pas untuk satu porsi makan. Karena saya suka masakan manis asam pedas, pindang cue itu saya bumbu brengkes. Ini bahannya:

Resep Brengkesan Pindang Cue

• 10 ekor pindang cue ukuran sedang, cuci hingga bersih
• 3 buah tomat, potong-potong
• 7 buah blimbing wuluh, potong tipis-tipis
• 7 siung bawang merah
• 5 siung bawang putih
• 4 biji cabe merah besar
• 4 biji cabe rawit
• 4 butir kemiri
• 3 lembar daun jeruk
• 3 cm kunyit
• ½ sendok teh merica bubuk
• ½ sendok teh garam
• 1 sendok teh gula
• Daun pisang untuk membungkus
• Lidi, potong 8 cm untuk tusukan

Cara memasak

1. Haluskan tomat, bawang merah, bawang putih, cabe, kemiri, daun jeruk, dan kunyit. Bisa diuleg atau di blender
2. Masukkan potongan blimbing wuluh, aduk hingga tercampur.
3. Taburkan merica bubuk, garam, dan gula, lalu aduk hingga bumbu merata
4. Ambil satu lembar daun pisang, tuang satu sendok bumbu yang telah dihaluskan. Letakkan 2 ekor pindang, dan tuang lagi satu sendok bumbu hingga pindang tertutup bumbu
5. Bungkus dengan cara menggulung lalu kedua ujung daun disemat dengan potongan lidi
6. Kukus selama 30 menit
7. Sajikan Brengkesan pindang dengan nasi hangat

brengkesan pindang

Brengkesan pindang cue ini dapat bertahan selama 2-3 hari. Sebelum diolah jadi brengkes, pindang sendiri merupakan ikan segar yang sudah matang, apalagi bahan untuk bumbu pendukung dibuat dari sayuran segar. Meski disimpan sampai 3 hari, rasa bumbunya tetap meresap kuat. Agar medapatkan cita rasa yang unik, pindang dikreasikan menjadi bermacam olahan sehingga mendapatkan ragam menu yang enak dinikmati. Seperti brengkesan pindang, rasanya asam-asam segar dari tomat dan blimbing wuluh. Pedas cabenya nikmat dipadu dengan ikan pindang yang bernilai gizi. Aroma daun pisang jadi kenikmatan khas sebuah brengkesan.

Sebelum dipasarkan, pindang telah melalui proses penggaraman dan perebusan. Cara ini merupakan teknik pengawetan ikan segar dengan kadar garam rendah agar tidak mudah busuk sehingga dapat bertahan lama. Sebagai negara yang kaya akan hasil laut, cara pemindangan jadi satu teknik paling ampuh agar hasil ikan yang melimpah dapat dikonsumsi tanpa mengurangi kadar gizinya.

Pindang Tongkol
Macam-macam Pindang; Atas: Pindang Tongkol, bawah: Pindang Salem

Meski melalui teknik pengawetan, ikan pindang memiliki nilai gizi tinggi, lho, sebab dari ikan segar, proses penggaraman membantu menyimpan kadar protein tetap terjaga.

Ikan Cue kaya akan protein, menyimpan omega 3, dan asam lemak tak jenuh. Omega 3 baik untuk perkembangan otak dan mencegah resiko penyakit jantung serta dapat mencegah anemia

Bahan-bahan lain seperti blimbing wuluh, banyak mengandung karbohidrat, kalsium, vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Begitu juga tomat dan cabe yang banyak mengandung vitamin C. Vitamin C dapat melancarkan pencernaan, mengatasi darah tinggi, mengobati diabetes dan mencegah penyakit kanker.

Gerakan gemar makan ikan sejatinya telah diajarkan orangtua sejak usia balita. Jika masih ingat menu 4 sehat 5 sempurna, diantaranya adalah konsumsi ikan. Sebab ikan merupakan protein hewani yang sangat penting dibutuhkan untuk tubuh agar sehat sempurna.

Brengkesan Pindang . Yang suka ikan mana suaranya? ????

Video kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Bahkan, untuk mendukung budaya makan ikan di masyarakat, Pemerintah Jawa Timur telah melakukan upaya meningkatkan kebutuhan konsumsi ikan dengan target 30kg perkapita pertahun. Caranya dengan membudidayakan tambak dan kolam secara intensif dengan memberikan bibit yang baik. Waah, kesempatan kita banyak-banyak makan ikan, nih..

Watuwatu
Bulak, kawasan pesisir di Surabaya.

Sarihusada dengan taglinenya Nutrisi untuk Bangsa, saat ini giat mengajak masyarakat mengenalkan ragam kuliner nusantara plus memahami nilai gizi yang terkandung didalamnya dengan mengadakan Jelajah Gizi Minahasa. Minahasa dikenal sebagai daerah yang dikeliling lautan dan tentu saja kaya akan sumber daya laut. Sebagai orang Surabaya, saya tertantang mencari tau kekayaan laut apa saja yang ada disana, sebab Surabaya dan Sulawesi Utara sama-sama berdekatan dengan laut. Siapa tau dengan berperan menjadi bagian peserta Jelajah Gizi, saya bisa menemukan kuliner pindang juga disana, supaya kreasi olahan pindang saya beragam hehe..

Referensi:
Budaya makan ikan di Jawa Timur http://ekonomibisnis.suarasurabaya.net/news/2015/158495-Potensi-Besar,-Target-Konsumsi-Ikan-Jatim-Terus-Digenjot
Teknik pemindangan https://id.wikipedia.org/wiki/Pindang
Manfaat Blimbing Wuluh mitalom.com/14-khasiat-dan-manfaat-belimbing-wuluh/

Topak Ladeh, hidangan kaya rempah dari Bangkalan – Madura

Menikmati sajian kuliner khas pulau Madura seperti Sate Madura, Soto Madura, Bubur Madura adalah hal biasa. Bisa kita lihat sendiri bagaimana kalau malam hari, ada banyak sekali warung-warung tenda pinggir jalan yang menjual aneka jenis makanan ini. Bisa dipastikan jika sedang lapar berat dan ingin segera mendapatkan makanan, warung kuliner Madura jadi alternatif paling gampang. Selain mengenyangkan, kekuatan rasa dan khas bumbu rempah-rempah menjadi andalan sehingga kuliner Madura mudah di kenal di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Sekarang saya akan memamerkan kepada dunia satu lagi kuliner khas dari Bangkalan Madura yang merupakan hidangan khusus sajian Hari Raya Idhul Fitri. Namanya Topak Ladeh.

Mungkin ada yang baru dengar?
Hmm.. memang Topak Ladeh tidak sepopuler Sate, Soto, dan Bubur Madura. Tapi percayalah, rasanya sama nikmatnya dengan mereka 😀

SAM_2137

Topak Ladeh merupakan kuliner kombinasi lontong yang di guyur dengan kuah bubur santan dari racikan rempah komplit. Cara penyajiannya, lontong di potong-potong lalu di guyur kuah Ladeh dan diberi taburan bubuk jagung. Makannya diiringi dengan krupuk puli (krupuk nasi) dan cabe yang dihidangkan secara utuh sebagai pengganti sambal.

Topak dalam bahasa Madura artinya Lontong, dan Ladeh dibaca Laddeh (huruf ‘e’ dibaca seperti mengatakan ‘dekat’ dengan penekanan huruh ‘H’). Jadi Topak Ladeh adalah Lontong Ladeh atau Ketupat Ladeh.

Topak Ladeh biasanya dihidangkan pada hari ke 7 setelah Idhul Fitri. Sama seperti tradisi di Jawa saat Lebaran Ketupat, yakni membuat hidangan sajian sebagai ungkapan rasa syukur telah melaksanakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Membuat Topak Ladeh tidak mudah. Jika tidak biasa mengolah kekentalannya, tekstur Ladeh jadi tidak sempurna. Untuk Topak nya, masyarakat Madura selalu membuat sendiri dengan cara membungkus beras dengan daun pisang yang kemudian di kukus di atas tungku. Topak dari daun pisang aromanya lebih sedap, rasanya enak, kenyal, dan tidak gampang basi. Proses memasaknya pun kurang lebih sama seperti membuat lontong.

Di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, cara membuat Topak Ladeh menggunakan bumbu-bumbu seperti Bawang Merah, Bawang Putih, Kunyit, Lengkuas, Ketumbar, Merica, Kencur, Daun Bawang, dan Garam. Kesemua bumbu ini di uleg sampai halus.

SAM_2080

SAM_2081

Selanjutnya bumbu-bumbu halus tersebut di campur ke dalam tepung beras dan diaduk hingga rata. Kemudian santan kenal di tuangkan. Aduk-aduk santan dan tepung beras di atas tungku kayu hingga menjadi kental. Tentu proses ini akan membutuhkan waktu lama karena dari santan yang mulanya cair di panaskan hingga kental. Nah, saatnya Topak Ladeh disajikan.

SAM_2089

SAM_2102

Cara penyajian Topak Ladeh, potongan Topak dimasukkan di atas piring kemudian disiram dengan ladeh. Terakhir taburi Topak Ladeh dengan bubuk kering terbuat dari jagung sangrai yang di tumbuk halus. Terakhir tancapkan sebutir cabe dan krupuk puli.

SAM_2129

SAM_2136

Secara tampilan sajian Topak Ladeh teksturnya cenderung halus. Paduan lontong dengan ‘bubur’ ladeh ini akan membantu pencernaan tubuh kembali normal setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. Gizi dari makanan ini terdapat pada topak atau lontong yang memiliki kandungan kalori lebih rendah dibandingkan nasi. Bagi yang sedang melakukan diet, makanan ini sangat direkomendasikan. Agar tubuh tetap sehat disarankan menggunakan beras organik.

SAM_2111

Pada dasarnya gizi pada lontong sama dengan gizi pada nasi. Hanya saja karena lontong mengalami proses pemasakan lebih lama dibanding nasi, maka kandungan karbohidratnya menjadi lebih rendah. Begitu juga dengan kandungan energi, protein, serta lemak juga lebih rendah. Akan tetapi tepung beras pada ladeh memiliki kandungan energi, protein, karbohidrat, dan vitamin A. Sedangkan santan mengandung lemak jenuh yang tidak merugikan kesehatan karena santan mengandung sejumlah vitamin, yaitu vitamin C, Vitamin B6, dan Folat.

Topak Ladeh juga bisa membuat nafsu makan bertambah. Caranya makanlah Topak Ladeh dengan menggigit beberapa cabe. Rasa pedas cabe akan membantu meningkatkan nafsu makan bertambah.

Hayuuk, lebaran tahun depan makan Topak Ladeh rame-rame, yuuk.. ^^

Go Top