-
Konvoi Persebaya dan Bonek
Saat melintas di depan Stasiun Gubeng minggu siang kemarin, ada pemandangan tak biasa. Puluhan aparat dan ratusan bonek berkumpul dengan kostum hijau lengkap berikut atributnya. Akan ada konvoi Persebaya dan Bonek. Awalnya saya mengira ada razia, ternyata bukan. Mereka berkumpul untuk menunggu pemain Persebaya tiba dari Solo. Menurut kabar yang saya dapat, kesebelasan Persebaya menjuarai Divisi Utama setelah bertanding melawan Perseru Serui dengan kemenangan 2 – 0. Beruntung saat itu saya bawa kamera dan karena peristiwa seperti ini jarang terjadi saya banting setir menjadi reportase dadakan. Mulanya saya hanya ingin memotret jeep keren yang dipakai untuk arak-arakan tetapi begitu melihat antusisme para Bonek saya pun ikut-ikutan konvoi. Bukan ikut konvoi…
-
Halal bihalal blogger dan launcing buku
Jadi sedih dan kasian melihat blog ini gak diupdate-update. Berhubung saya masih sibuk ngejar tantangan #30HariNonStopNgeblog di Blogdetik maka agak terlantarlah blog ini. Maafkan yaa.. Seharusnya postingan ini sudah harus tayang seminggu yang lalu, berhubung karena gak sempat-sempat nulis jadilah molor sebegini lama. Nggak papa kan ya? Dari pada nggak sama sekali hehe.. Ini cerita tentang kopdar kemarin. Kopdar sekaligus merayakan miladnya Pakde sang Komandan Blogcamp, sekaligus halal bihalal, sekaligus juga launching buku *haiya banyak banget sekaligusnya*. Bertempat di Rumah Makan Bu Cokro, kawasan Jl. Dharmahusada, acara ini berlangsung cukup meriah. Tamu undangan yang datang dari penjuru Jawa Timur antusias menghadiri undangannya Pakde. Mulai dari Yogja, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo, dan…
-
Lebaranku, memanfaatkan moment dan silaturrahmi
Seperti tahun kemarin, Lebaran tahun ini saya dan Suami memutuskan tidak mudik lagi. Biasanya setiap lebaran saya mudik ke rumah orang tua Suami di Jakarta. Tapi tahun ini alasan tidak mudik saya masih sama seperti sebelum-sebelumnya yaitu mepetnya pengumuman libur. Dan lagi membeli tiket kereta mepet-mepet begini sulitnya minta ampun. Jadilah lebaran tahun ini kami habiskan di Surabaya sembari berkunjung di rumah Saudara dan nenek yang ada di Jombang. Diakhir-akhir bulan Ramadhan adalah waktu sibuknya umat Islam untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berbau lebaran. Pada saat sibuk itulah biasanya banyak ditemukan momen unik demi menyambut datangnya Hari Fitri. Karena lebaran tahun ini sangat spesial yaitu bersamaannya umat Islam merayakan Idhul…
-
Ketupat, tradisi Islam yang membudaya
Beberapa hari lalu saya bersama tetangga membuat ketupat. Kebiasaan kami, membuat ketupat dilakukan berbarengan, biasanya sepasaran atau lima hari setelah lebaran Idhul Fitri. Jadi tak heran bila setelah ketupat matang kami saling mengirimkan secara bergantian. Pagi-pagi tetangga saya sudah memulai membuat ketupat didepan rumah. Iseng-iseng membantu, saya pun diminta Ibu membuat untuk dipakai sendiri juga. Pemandangan ini membuat siapa saja yang lewat didepan kami mau tak mau berhenti. Ada yang sekedar melihat tapi ada juga yang ingin diajari membuat ketupat. Saat itulah tiba-tiba ada salah satu tetangga, sebut saja Bu A, berkata begini: “Ketupat itu bukan ajaran Islam. Di Arab gak ada orang bikin ketupat. Cuma di Jawa aja yang…
-
Error!
Kesalahan terbesar seorang blogger adalah kurang konsisten memposting tulisan. Itu memang benar. Dan saat inilah yang sedang saya alami. Terlalu lama tidak menulis membuat isi kepala saya buntu. Susah sekali mendapatkan ide tulisan. Rasanya mengawali kata itu terasa amat rumit. Tiap memulai menulis selalu saja error. Arah tulisan pun makin lama juga makin gak jelas. Karena masih error maka postingan inipun mengesankan keterpaksaan. Yah, apa boleh buat daripada saya gak menulis sama sekali dan blog ini melompong berlama-lama maka lebih baik saya isi saja dengan sesuatu yang juga terpaksa yang sekaligus memaksa otak saya untuk mau mendobrak pintu kebuntuan ini. Satu pelajaran yang saya petik adalah kesalahan terbesar menggampangkan menulis…
-
Mobile Internet, Trend baru pengaruh tumbuhkembang anak serta peran Ibu dalam mengatasinya
Trend Mobile Internet diibaratkan sebuah medan magnet yang dapat menggaet siapapun. Kekayaan aplikasi serta fiturnya membuat siapa saja saling tertarik mendekatkan diri kesana. Semuanya klop, bak pepatah jawa: tumbu ketemu tutup. Aneka informasi dan hobby bisa ditemukan hanya dengan ‘tarian jemari’. Beragam aplikasi, berpuluh social media serta konten-konten pembunuh senggang bak berkeliaran dimana-mana. Terasa semua itu lengkap digenggaman. Aktifitas online menggunakan smartphone kian hari kian marak. Kemudahan akses membuat pengguna yang biasa online dengan PC Komputer pelan-pelan mulai ditinggalkan. Saking mudahnya bila satu jam saja jauh dari gadget hidup terasa kurang. Chatting bersama teman yang berada nun jauh disana lebih mengasyikkan ketimbang berbicara dengan teman sebelah. Jadi bukan keheranan lagi…
-
Tentang Sinetron PPT jilid 7
Setiap bulan Ramadhan, Sinetron yang saya tunggu-tunggu adalah Sinetron Para Pencari Tuhan atau Sinetron PPT jilid 7. Sinetron ini bercerita mengenai kehidupan warga desa KINCIR yang memilki masalah keluarga yang berbeda antara satu dengan lainnya. Masalah yang dialami oleh mereka pun tergolong humanis, apa adanya seperti kehidupan yang dialami setiap insan dalam keseharian. Nggak terlalu berlebihan seperti sinteron pada umumnya. Jalan ceritanya pun juga sangat masuk akal. Kisah hidup bak roda berputar dituangkan habis-habisan dalam sinetron ini tanpa ada kesan menggurui. Seorang Ustad bisa disalahkan, seorang pembantu juga bisa dibenarkan. Dan baiknya, semua pemeran dalam sinetron itu gak ada yang jahat. Semuanya pernah jadi protagonis, tapi suatu saat bisa jadi…
-
Puasa, makan keres
Alhamdulillah tahun ini saya masih diberi Allah SWT umur panjang sehingga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya saya menjalani hari-hari puasa di kota Surabaya yang saat ini kondisi cuacanya suka meriang, kadang panas, kadang mendung, dan kadang-kadang tanpa ditebak tiba-tiba hujan. Setiap datang bulan Ramadhan, pengalaman yang tak bisa saya lupakan adalah makan buah keres (kersen) pada pagi hari dibulan puasa. Walaupun itu sudah berlangsung berpuluh tahun yang lalu tapi rasa bersalahnya masih terasa sampai sekarang. Ceritanya begini, dulu saat masih SD, saya dan teman-teman bersemangat merayakan euforia Ramadhan. Sehingga selesai sahur saya tidak kembali tidur tetapi menunggu sholat Shubuh dulu kemudian main bareng teman-teman. Entah jalan-jalan,…
-
Koleksi Sophie Kinsella
Sejak menemukan di sebuah rak obral Gramedia saya ketagihan mengoleksi buku karya Sophie Kinsella. Awalnya saya tak begitu suka dengan buku-buku terjemahan. Entah mungkin nerjemahinnya kurang pas atau apa kadang saya bingung sendiri membacanya. Siapa tokoh utamanya, konfliknya apa, apa yang sedang diobrolin, gak sampai di kepala saya. Sudah beberapa kali saya membaca buku-buku terjemahan, juga mencoba dengan beberapa penulis. Tapi tetap aja, saya nggak ngerti maksudnya. Suatu ketika saat ngobrak-abrik buku obralan di sebuah rak yang ditata mirip bak buku dengan aneka judul dan jenis buku bercampur aduk disana. Tangan saya memegang buku berwarna putih yang sampulnya sudah hilang entah kemana, dan tiba-tiba saya merasa ingin membelinya. Agak ragu-ragu,…
-
Penting, gak pentingnya ngabuburit
Ngabuburit, yuuuk…. Akhir-akhir ini istilah ngabuburit seakan umum dipakai umat muslim di mana saja. Tidak hanya orang Sunda saja, tapi di Surabaya juga menggunakan istilah ngabuburit untuk menunggu tiba datangnya berbuka puasa. Saya jadi ingat, dulu, sebelum mengenal istilah ini, duduk dimeja sambil ngelihat Ibu saya memasak adalah ngabuburit cara saya. Membaui aroma masakan yang nikmatnya tak terkira membuat saya enggan untuk beranjak jauh-jauh dari dapur. Apalagi kalau acara di TV bagus-bagus, aduuh susah sekali untuk meninggalkannya. Jangankan mandi, melaksanakan Sholat Ashar aja suka ditunda-tunda. Alasan apalagi kalau bukan takut ketinggalan acara. Tau-tau sudah adzan Maghrib aja hehe.. Ngobrol-ngobrol bersama teman saat sore hari menjelang berbuka juga waktu yang sangat…





























