-
Sehari tanpa gadget: Biasa aja lagi..
Bila bicara gadget pikiran saya langsung melayang ke tahun 2003, tahun pertama saya punya HP. Ketika itu ragam HP masih monochrome. Belum warna seperti sekarang. Menu yang ditampilkan masih standart telp, SMS, dan permainan yang.. yah jauh bedalah kalau dibanding candy star. Walau candy star sendiri termasuk mainan gampangan. Tapi ngangeni looh đ Masa berubah. HP berganti menjadi smartphone canggih yang bisa dipakai buat buka sembarang. Telpon, SMS, Ngegame, Chatting, Browsing, Download sepuasnya. Hampir mirip seperti fitur komputer. Tapi bukan Yuni namanya kalau kemana-mana pegang HP. Walaupun sudah punya HP yang bisa dipakai online setiap saat tapi seorang Yuni masih belum secaggih smartphonenya. Disaat teman-teman asyik BBM-an, saya malah gak…
-
Pengumuman GA Novel Lampau dan One More Chance
Alhamdulillah usai sudah acara bagi-bagi novel. Sekarang saatnya pengumuman pemenang.. Acara bagi-bagi novel ini merupakan bagian dari program Virtual Book Tour yang diselenggarakan oleh penerbit Gagas Media. Program Virtual Book Tour sendiri menyajikan novel-novel GagasDebut, yaitu novel karya pertama para penulis yang diterbitkan oleh Gagas Media. Dalam acara ini Gagas Media menyajikan 14 novel yang di review oleh 14 blogger. Selain bisa membaca reviewnya, teman-teman juga bisa berkenalan langsung dan membaca proses kreatif dari penulisnya. Barangkali nanti teman-teman masih menemukan GA serupa, yakni bagi-bagi buku disana. Virtual Book Tour sendiri sudah berjalan mulai tanggal 1 November â 17 November 2013. Baiklah, sekarang saatnya saya mengumumkan pemenangnya. Sesuai yang dijanjikan Gagas…
-
Masuk Neraka Siapa Takut #Meninggalkan Sholat demi kuis
Waktu dibangku SD saya paling sulit kalau disuruh Sholat. Ada aja alasannya. Kalau tidak capek, ya males. Setiap terdengar Adzan Maghrib, Bapak selalu menyuruh anak-anaknya segera ambil air wudhu lalu menunaikan Sholat di langgar dekat rumah. Berangkat sih berangkat, tapi ya begitu dengan perasaan setengah-setengah. Apalagi kalau menjelang Isyaâ, malesnya makin paraah. Jam-jam segitu kan waktu saya main sama teman-teman. Kalau nggak lagi asyik main gobak sodor ya main petak umpet. Ada panggilan sholat, dianggap gampang, toh waktu Isya kan panjang. Bisa sampai menjelang Shubuh. âBacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qurâan) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya…
-
Si sahabat cuaca panas
Bulan-bulan terakhir ini cuaca kota Surabaya sangat panas. Begitu terik. Tak hanya di luar rumah, didalam rumah pun udaranya âsumukâ sekali. Hingga kipas angin yang gak siang, gak malam, bahkan pagi hari pun terus berputar. Namun tetap tak membantu menyegarkan udara di dalam ruangan. Untungnya kipas angin saya tahan banting. Ups, jangan ngerasani kipas angin nanti baling-balingnya ngambek. Malah bikin repot nanti. âDi kipasi panas, nggak dikipasi badan basah oleh keringatâ Begitu keluh saya setiap usai matikan kipas beberapa menit yang lalu karena sebelumnya anginnya mengganggu badan saya yang makin lama anginnya makin tak nyaman. Hawanya seperti paduan antara gerah dan isis yang kemudian menghasilkan udara meriang. Tips saya untuk…
-
Giveaway Buku One More Chance
Saatnya bagi-bagi buku lagi… Sepertinya kurang afdhol ya kalau habis review buku tapi gak bagi-bagi buku. Naah supaya teman-teman juga bisa mendapatkan kisah lengkap dengan membaca sendiri bukunya maka saatnya saya bagi-bagi buku One More Chancenya Mbak Ninna Rosmina.. Syaratnya apa? Syaratnya mudah. Teman-teman cuma diminta komentar aja di kolom komentar. Boleh di share di twitter atau di FB. Karena kemarin ada teman yang ngeluh gak bisa ikutan karena gak punya twitter maka sekarang semua syarat saya bebaskan. Asiik khaaan? Jadi GA ini bisa diikuti semua orang. Baik yang gak punya blog, gak punya akun FB, gak punya Twitter. Tapi yang paling penting harus punya alamat rumah. Kalau gak punya…
-
[GagasDebut] Wawancara bersama novelis Ninna Rosmina
Nah, kemarin saya sudah memposting review Novel One More Chance karya Ninna Rosmina. Supaya bedah buku Novel One More Chance ini lengkap sekarang saya akan mempersembahkan wawancara saya bersama Mbak Ninna Rosmina. Berikut obrolan saya bersama Mbak Nina: Assalamu Alaikum. Apa kabar Mbak Ninna? Sekarang sedang sibuk apa nih? Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Alhamdulillah baik. Sekarang alhamdulillah masih sibuk menulis kok Novel One More Chance (OMC) ini kan debut novel Mbak yang pertama, dari mana ide yang Mbak dapatkan? Sebelumnya Novel OMC memang novel debut saya di GagasMedia. Tapi bukan novel pertama saya. Sebelumnya saya pernah menulis di Bukune dengan judul Cinta Yang Lain. Ide menulis novel ini awalnya dari membaca…
-
[GagasDebut] Review Novel: One More Chance
Cintaku tak bisa habis untuknya. Naif, tapi itulah cinta yang kurasa. Tak sepadan dengan waktu yang selalu tepat waktu. Tapi tahukah kamu dimana letak ironisnya situasi ini, ketika menyadari cintaku ternyata berbanding terbalik dengan perjalanan waktu. Pintaku ini nyaris mustahil. Tapi, jika memang bisa, sudikah waktu berhenti sejenak untuk mengabulkan ingnku, agar bersamanya lebih lama lagi? Karena bersama dia selamanya pun sebenarnya tidaklah cukup… Ada yang bilang kalau mereview blog tidak boleh mengatakan jelek atau bagus. Akan tetapi sah-sah saja kan jika saya memberikan kritikan sebagai ungkapan ketidakpuasan saya walau sebetulnya bukan ingin berkata nyinyir terhadap penulisnya. Seperti kebiasaan saya setiap akan membeli buku, saya terlebih dulu melihat covernya dan…
-
Giveaway Novel Lampau
Setelah kemarin saya mengupas novel Lampau karya Sandi Firly dan mewawancarai langsung penulisnya kini saatnya bagi-bagi novel Lampau. Akan ada 1 eksemplar buku lampau dari Gagas Media yang diberikan kepada 1 teman beruntung. Syaratnya gak susah kok, simak berikut ini: Follow twitter @Gagasmedia. Kalau mau memfollow twitter saya juga boleh di @yuninukti (ini gak wajib, difollow Alhamdulillah, gak difollow naudzubillah hehe) Baca review novel lampau di sini dan wawancaranya di sini Jawab pertanyaan ini: Apa yang teman-teman pikirkan saat membaca kata lampau Jawaban ditulis di kolom komentar ini dengan format: Nama: Akun twitter: Jawaban: Dari semua jawaban yang masuk akan dipilih yang paling unik dan menarik untuk mendapatkan 1 novel…
-
[GagasDebut] Wawancara bersama Sandi Firly, penulis Novel Lampau
Setelah kemarin saya mengupas novel Lampau, karya Sandy Firli, kini saya berkesempatan mewawancarai sang penulis. Buat saya kesempatan ini sangat berharga mengingat sebelumnya saya belum pernah mewawancarai seseorang untuk dijadikan sebagai postingan. Supaya lebih akrab saya panggil Sandi Firly dengan sebutan Abang. Kenapa harus Abang, karena itu permintaan Bang Sandy sendiri. Dan sepertinya panggilan Bang lebih enak didengar ketimbang saya memanggilnya Om. Bang Sandy bilang panggilan Om tidak mengesankan seorang penulis tetapi lebih kepada âOm-omâ berkepala agak botak, perut buncit dan mungkin nakal. Tentu saja gambaran ini berlaku buat Om dengan tanda kutip yang ada dalam fiksi. Bukan Om beneran ya.. đ Oke, saya mulai saja wawancaranya: Apa kabar, Bang…
-
[Gagas Debut] Review Novel: Lampau
Aku mengingatmu, gadis berkepang dua. Di jalan menyusuri masa kecil. Senyum manis, cinta pertamaku. Mengingatmu adalah perjalanan panjang kembali ke buku-buku bergaris masa sekolah dasar, pensil warna, dan mimpi-mimpi beralur manis. Gadis berkepang dua dengan senyum semenarik krayon warna, kau juga mengingatkaku pada takdir. Takdir yang lekat akan gemerincing denting gelang hiyang perunggu dalam iringan tetabuhan gendang, dan senandung mantra-mantra yang dengan sendirinya dapatkubaca. Hingga bayangmu kutinggalkan dalam frame tua. Aku menemui gadis lain berwajah teduh. Gadis yang tak mengingatkanku pada takdir yang menunggu. Gadis yang membuatku tahu bahwa hidup bukan sekadar menjalani takdir yang kita tahu. Namun gadis berkepang dua, jalanku memutar, entah mengapa seolah ujungnya ingin menemukanmu. Senandung…
























