Ketika Emak Blogger di Grebek Chef Ken dari Dapur SunCo

#GrebekDapurSunco merambah kota Surabaya. Tak dinyana, rumah yang digrebek adalah rekan seperjuangan di dunia maya, yaitu Bu Titi Alfa Khairia. Gara-gara kerempongan Bu Titi, saya dan Mbak Nining mendapat cipratan masuk ke dalam frame kamera tim Sunco! Dan status sosmed saya hari itu diupdate menjadi, “Hari ini sedang sibuk syuting” hehe..

Rencana silaturrahmi kami bertiga sudah disetting seminggu sebelumnya. Seperti biasa, kalau lagi senggang kami kerap membuat janji ketemu teman-teman. Hari Sabtu, 11 April 2015, pertemuan kami bertiga menjadi pertemuan yang spesial karena secara tak tiba-tiba, Chef Ken datang ke rumah Bu Titi bersama tim Grebek Dapur Sunco.

Sebelum berangkat ke rumah Bu Titi, saya scroll timeline dulu untuk lihat-lihat update kabar teraktual. Dari ribuan kicauan di timeline, salah satunya berasal dari @SunCo_ID yang sedang berada di kota Surabaya dengan program Grebek Dapurnya. Iseng-iseng saya RT dengan menambahkan kalimat “Dapur saya dong, Miin”, meskipun peluang untuk disetujui super mikro hehe..


Jam 9.15, saya tiba di rumah Bu Titi. Telat 15 menit dari waktu yang ditentukan. Biasaa jam karet hihi..

Suasana di rumah Bu Titi pagi itu sepi, diruang tamu ada seorang wanita yang duduk sambil asyik bergadget. Oh, lagi ada tamu, pikir saya. Usai melepas sandal, eeh ada Mbak Nining menyapa saya. Ya udahlah kami masuk barengan lalu ngobrol-ngobrol di ruang tamu bersama Bu Titi.

Ditengah obrolan, ada yang bertamu di rumah Bu Titi. Hayoo tebak siapa.. Dia adalah Chef Ken!
Iya, Chef Ken yang terkenal ituu..
Ken, sang juara Master Chef 2!!
Haish, orangnya tinggi, putih, bersih, kalem, dan ramaah banget..

FB_IMG_1428753304143
Bu Titi mengenalkan tamunya, yang ternyata Chef Ken, pada saya dan Mbak Nining

Di hadapan kami bertiga, Chef Ken mengatakan bahwa tujuannya datang adalah untuk Menggrebek Dapur Bu Titi sekaligus membuatkan hidangan makan siang untuk keluarga. Berhubung saat itu rumah Bu Titi sedang sepi, jadilah rejeki saya dan Mbak Nining yang kebagian menikmati santap siang olahan Chef Ken!
Huraayyy.. jarang-jarang bisa bergaya ala Chef Marinka. Mencicipi sambil mengkritik masakan buatan Chef Ken hehe..

2015-04-14_11-16-56
Chefnya sabar, diajak selfie mau aja gitu 😀

Chop Chop Chop… yuk lanjut lagi serunya di grebek Chef Ken!!

Puas ngobrol-ngobrol dengan Chef Ken, sebelum beranjak menggrebek dapur, kami minta welfie doong sama Chef Ken. Jarang-jarang lho bisa dekat dengan Chef Ken. Mumpung bertemu eksklusif, dipuas-puasin aja foto-fotoan sama Chef nya haha.. 2015-04-14_11-13-10

2015-04-14_11-16-05
Bu Titi dipakein apron sama Chef Ken ^^

Sebelum mulai memasak, Chef Ken menyiapkan dulu bahan-bahan beserta alat-alatnya. Chef Ken orangnya seru, apa-apa dikerjain sendiri. Saya, Mbak Nining, dan Bu Titi sama sekali gak direpoti. Saya mah apa atuh, cuma pinter masak air dowang 😀

2015-04-14_11-18-30
Bumbu dan bahan-bahan Steak Ikan Dori Saus Salsa

Hari itu Chef Ken akan memasak Steak Ikan Dori Saus Salsa untuk kami bertiga. Terus terang, selain garam, cabe, dan telur, saya nggak tau bumbu-bumbu apa yang disiapkan Chef Ken di meja. Ketika mengolahnya, pun, Chef ken kelihatannya asal aja nabur-nabur bumbu di atas potongan ikan. Jauuh.. jauhh sekali dengan yang selama ini saya lakukan di dapur. Harus susah payah nguleg brambang bawang sampai nangis-nangis. Herannya, hasil jadi masakan Chef Ken jauuh lebih enak dari masakan saya. Jangan-jangan tangannya Chef ini sudah di joba-jabu mantra sakti. Modal tobar-tabur rasanya bisa bintang kejora haha..

Dari sekian kegiatan, yang paling menyolok mata saya adalah adegan ketika Chef Ken melakukan uji Organoleptic, yaitu menyuapi Mbak Nining menggunakan sendok kecil berisi minyak goreng Sunco. Gimana Mbak Nining rasanya disuapi Chef Ken? Sedap, kaan? Kapan lagi bisa disuapi sama Chef terkenal.. anggap aja minum coklat anget hihi..

2015-04-14_11-15-00
Chef Ken sedang nggoreng Ikan Dori dengan minyak baik SunCo ^^

Kata Chef Ken uji Organoleptic bergungsi untuk menguji kandungan LDL pada minyak. Minyak yang bagus adalah yang berwarna bening dan memiliki karakter mengalir seperti air. Seperti yang dirasakan Mbak Nining, minyak Sunco tidak meninggalkan lengket di tenggorokan.

“Beningnya Sunco karena dibuat dari minyak kelapa sawit segar yang langsung di olah dalam 24 jam. Kemudian diolah melalui 3x penyaringan dan 2 x pemurnian sehingga hasil gorengan minyak Sunco mendapatkan gorengan yang renyah dan warnanya kuning merata serta tidak meninggalkan rasa gatal di tenggorokan” jelas Chef Ken di sela-sela memotong tomat untuk saus Salsa.

Selama mendampingi Chef meracik dan mengolah bahan-bahan, saya berusaha kepoin Chef Ken dengan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini saya pendam. Seperti di bawah ini:
“Chef, belajar masak dari siapa?”
“Pernah kursus/sekolah memasak sebelumnya?”
“Bagaimana rasanya berada di dapur Master Chef?”
“Apakah di Master Chef dikasih bantuan resep masakan?”
“Selama di Master Chef apakah ada kelas khusus untuk belajar plating?”
Dan pertanyaan yang paling saya pendam selama ini adalah kepenasaran saya tentang Chef kesohor yang keberadannya selalu anti mainstream, “Chef, Chef Juna itu jahat, ya?” hihi..

Di berondong dengan pertanyaan-pertanyaan itu, Chef Ken seolah menganggap biasa. Setiap pertanyaan saya dijawab dengan santai dan apa adanya. Mau tau jawabannya?

Chef Ken belajar masak dari Ibunya, karena Ken anak terakhir dan dia sering membantu Ibunya didapur. Sejak dulu Chef Ken belajar memasak secara otodidak. Karena hobi, Chef Ken tidak menemui kesulitan ketika berada di dalam dapur Master Chef. Resep di Master Chef diberikan hanya ketika ada tantangan masakan duplikasi. Dan di Master Chef, pelajaran plating diberikan kelas khusus.

Pertanyaan terakhir, tentang Chef Juna. Dimata Chef Ken, Chef Juna orangnya pendiam. Boleh dibilang Chef Juna jarang sekali bicara. Namun menurut Chef Ken, Chef Juna sering ngobrol dengannya dan Chef Opik.

Terakhir tentang resep Steak Ikan Dori Saus Salsa yang disajikan hari itu merupakan resep asli karya Chef Ken sendiri. Untuk resepnya nanti saya buatkan dipostingan sendiri, yaa..

Sebelum Chef pamit undur diri, Chef Ken mengajak kami makan bersama-sama lalu memberikan bingkisan berupa minyak Sunco kepada kami semua. Hasiikkk dapat minyak SunCo haratiis 😀

Di akhir pertemuan, saat sesi syuting sudah selesai, kami semua ‘uplek’ didapur. Percaya nggak, Chef Ken membersihkan sendiri lho alat-alatnya, termasuk membantu kami menyimpankan bahan-bahan yang masih sisa. Saya dan Mbak Nining nyuci piring, Chef Ken yang membersihkan sisa bahan di mangkok. Ini adegan alami, bukan settingan.. Nih fotonya.. 😀

2015-04-14_11-13-30
Kompaaak :))

Akhirnya syuting Grebek Dapur Sunco Surabaya selesai sudah. Senang sekali bisa bertemu tim Sunco dan juga Chef Ken. Terima kasih Sunco, terima kasih Chef Ken.. jangan kapok ya ketemu kitaaa 🙂

Double Pancake BBQ Chicken Pancious bikin lidah bergoyang, perut kenyang maksimal

Double Pancake BBQ Chicken Pancious berhasil mematahkan ambisi saya bahwa makan kenyang tidak harus dengan nasi. Ada alternatif lain yang tak kalah lezat dibanding paduan nasi, sayur, dan lauk. Adalah setangkup Pancake yang dikolaborasi dengan ayam serta guyuran saus BBQ dan saus keju.

Aneh?
Banget! Saya pikir pancake hanya cocok untuk makanan dessert. Tapi di Pancious, pancake dan waffle bisa di sulap jadi maincourse!

Hasilnya?
Ahaa.. 1000% asli, Wenak!!

Menurut sumber bacaan saya, Pancake adalah kue dadar yang terbuat dari olahan terigu, telur, gula dan susu kemudian di goreng menggunakan wajan datar. Bahan-bahan dasar karbohidrat inilah yang diangkat Pancious untuk menu-menu restonya. Eits, jangan salah, meskipun sebutannya pancake, tapi habis makan perut rasanya kenyang maksimal lho!

Janjian ketemu teman di jam makan siang di Mall Ciputra World membuat kami memutuskan untuk meluncur ke 3rd Floor Unit 58, tempat Cafe Pancious berada. Suasana tempat makan yang santai dan tenang dengan dominasi warna merah terang membuat Pancious terlihat romantis dan menarik.

Pancious Pancake House Ciputra World Surabaya
Pancious Pancake House Ciputra World Surabaya

Pertama kali masuk ke dalam Pancious mata saya langsung jelalatan melihat interiornya. Grafik dinding yang stylis dikedua sisi, serta barisan fitur cermin berbentuk bulat semakin terlihat mewah. Dari segi penataan, atapnya memang sedikit ruwet dengan garis-garis merah yang memantul di kaca, dan justru disitulah keunikan asyiknya Ber’Pancious!

Ornamen kaca terlihat mewah
Ornamen kaca terlihat mewah

Begitupun dengan sofa-sofa merah, serta tatanan meja dan kursi berbahan kayu membuat kami seakan betah berlama-lama disana. Sama sekali tidak ada ketakutan duduk lama disana, karena jumlah meja dan kursi di Pancious sepertinya sudah di set untuk banyak tamu. Mau datang berdua, berbanyak, juga tak masalah karena di Pancious setingan meja sudah diatur sesuai jumlah tamu yang datang.

YUNI7414

Gurih-gurih sedap Savoury Fare Double Pancake BBQ Chicken Pancious

Alasan inti mengapa saya memilih Pancious adalah karena ingin menikmati sajian yang berbeda. Sekali-sekali dong lidah ‘Jowo’ ini diajak berselancar menikmati santapan ‘luar’ yang tidak melulu nasi hehe..

Setelah cap cip cup kembang kuncup ditambah dengan rekomendasi menu favorit dari mbak waitres akhirnya saya memilih Double Pancake BBQ Chicken Pancious. Kemaruk banget ya pakai milih menu yang double pancake. Mohon dimaklumi jatah karbohidrat saya banyak, teman, makanya saya mintanya yang double hihi.. Lagian harga single pancake dan double pancake selisih dikiit, palingan cuma sepuluh rebu.. *jurus irit beraksi* 😀

Eh iya, nggak harus pancake sih, pilihan lainnya bisa pakai waffle. Double pancake atau double waffle. Mau di mix pancake dan waffle juga boleh.

Berhubung perut saya saat itu sedang lapar maksimal jadi saya minta yang double pancake 😀

Double Pancake BBQ Chicken Pancious
Double Pancake BBQ Chicken Pancious

Saat Double Pancake BBQ Chicken pesanan saya disajikan, lidah seolah berteriak girang. Penampilan 2 Pancake yang ditumpuk jadi satu lalu diberi toping campuran potongan ayam dan bawang kemudian dilumuri saus BBQ, saus keju dan keju mozzarella membuat gemas ingin segera digigit. Piring putih itu bertambah cantik dengan garnish potongan tomat dan selada.

Gigitan pertama, saya utamakan untuk merasakan pancake nya. Ketebalan pancake sangat pas sekali, tidak terlalu tipis, dan tidak terlalu tebal. Bentuknya padat dengan ukuran yang lumayan lebar. Wes tah, makan siang saya hari itu ukurannya benar-benar jumbo haha..

Double Pancake BBQ Chicken Pancious
Double Pancake BBQ Chicken Pancious

Saat pancake bersentuhan dengan lidah, hmm.. benar-benar enak. Lembutnya benar-benar terasa. Rasa pancake-nya tidak terlalu kemanisan. Seperti inilah sebenarnya pancake yang saya cari-cari, rasa manisnya tidak terasa eneg.

Bagi yang nggak suka makan-makanan manis, di Pancious ini banyak sekali tersedia menu yang gurih-gurih. Meskipun dipadu dengan pancake atau waffle tetapi rasa gurihnya tetap bisa menyatu pas.

Ketika beralih mencicipi ayam dan lumuran sausnya, lidah semakin asyik bergoyang. Empuknya potongan ayam bercampur dengan saus keju terasa ‘keju’ banget. Tidak tahan dengan semua itu saya lantas mencoba bereksperimen dengan memadu padankan pancake dengan ayam serta saus BBQ-nya. Woww.. benar-benar paduan yang komplit! Ada manis, ada gurih, dan ada asin-asin kejunya. Hmm.. maknyus tenan, reekk..

Double Pancake BBQ Chicken Pancious
Double Pancake BBQ Chicken Pancious

Tentang Pancious Pancake House dan menu pilihan

Pancious Pancake House Surabaya bisa ditemui di Mall Ciputra World dan Tunjungan Plasa. Sebagai restoran yang menyajikan kuliner anti mainstream dilidah orang Jawa, Pancious Pancake House hadir dengan beragam menu. Ada yang manis, ada yang gurih. Ada yang mengenyangkan, ada pula menu sekedar buat camil-camil cantik. Tak hanya dari luar Indonesia, Pancious juga menyajikan menu-menu khas favorit lidah orang Indonesia, diantaranya: Nasi Goreng Kemangi, Udang Mayonaise, Nasi Bakar, Lidah Cabe Hijau, Sapi Lada Hitam

YUNI7420

Ada beberapa menu yang dihadirkan di Pancious Pancake House, yaitu:

1. Sweet Fare: Menu sweet fare sangat cocok untuk makanan dessert. Sesuai judul restonya, menu-menu sweet fare rata-rata disajikan dengan pancake, waffle, dan crepes. Customer bisa memilih toping yang sesuai dengan keinginan, seperti Coco Berry, Caramelized Banana, Apple Crumble, Mango, Green Tea, Bluberry Chese, Oreo Cheese, Coco Baileys, dan masih banyak lagi.

2. Savoury Fare: Savoury fare dikhususkan bagi mereka yang ingin menikmati sajian yang rasanya gurih. Pilihan menunya antara lain Sausage and Salami, Chicken and Mushroom, BBQ Chicken, Beef Bacon ad Egg, Beef and Blue Cheese

3. Appetizer and Salad: Chicken Tortilla Wraps, Crispy Chicken Fillet, Creamy Mushroom Sou, Nachos, Risotto, Potato Wedges

4. Steak: Aus Striploin, Grilled Salmon, Grilled Chicken, Dori Fish and Chips

5. Pasta: Creamy Marinara Salmon, Seafood Marinara, Chicken and Blue Cheese, Hot Tuna, Black Pepper Meatball, Duck and Mushroom

6. Lain-lain: Risotto, Gnocchi, Burger and Sandwich.

YUNI7428

Double Pancake BBQ Chicken Pancious yang saya nikmati hari itu berhasil memecahkan rekor sejarah kuliner saya. Menu favorit rekomendasi waitres berpindah kantong menjadi menu favorit saya. Sekarang saya jadi punya pilihan alternatif makanan pengganti nasi. Jadi kalau lagi bosan makan nasi, menu Pancious lah yang jadi rekomendasi 😀

Ayo, ngePancious, Reek..!

Saya dan Mbak Nurul dengan Double Pancake/Waffle Smooked Beefnya

pancious surabaya-Optimized

Guava Crystal dan kecintaan terhadap buah lokal

Keberuntungan besar dalam hidup saya adalah tinggal di perkampungan dengan banyak teman sepantaran di sebuah lingkungan yang sarat akan kearifan lokal. Rumah-rumah tetangga yang tak berpagar ditanami pohon buah-buahan yang setiap saat boleh kami unduh dengan sesuka hati. Salah satunya adalah Pohon Jambu kluthuk atau sekarang lebih populer dengan sebutan Guava Crystal.

Oh, tentu saja bebas diunduh, lha wong pemilik pohon buah-buahan itu adalah rumah teman sendiri, siapa yang boleh melarang? Toh buah yang diunduh juga untuk kepentingan bersama dan dinikmati rame-rame hehe

Buah Lokal Guava Crystal
Buah Guava Crystal dengan daging kulit yang tebal dan renyah. Bijinya kecil-kecil dan tidak begitu banyak

Kandungan nutrisi buah Guava Crystal

Sebagai buah lokal, Guava Crystal merupakan buah favorit saya. Rasanya asem, manis berpadu renyah kriuk-kriuk, membuat saya ketagihan memakan buah ini. Daging kulitnya yang tebal berpadu daging buah dalamnya yang manis membuat buah ini begitu melegenda dalam hidup saya. Yang membuat saya semakin jatuh cinta lagi adalah ternyata buah Guava Crystal memiliki manfaat lebih dari sekedar buah. Selain mengandung Vitamin C, E, dan A, buah ini juga bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyaki, seperti Diare, Batuk dan Darah tinggi.

Aahh.. kenapa baru taunya sekaraaangg… dulu aja waktu kecil saya dilarang makan buah ini oleh teman-teman, dibilang kalau kebanyakan makan jambu biji nanti berakibat usus buntu! Haha.. Usus buntu dengkulmu, orang buah enak begini jugaa..

Andai saya tau dari dulu bahwa kandungan buah ini banyak manfaatnya, saya bakalan menyuruh teman-teman makan buah ini. Kenyataannya, Alhamdulillah sampai sekarang saya tidak pernah (semoga jangan) mengalami yang namanya sakit usus buntu. Padahal dari info yang saya dapat, justru sering-sering makan Guava Crystal dapat membantu melindungi usus besar dan melindungi tubuh dari resiko racun penyebab kanker.

Buah Lokal Guava Crystal Sunpride
Buah Lokal Guava Crystal Sunpride

Penting diketahui, Guava Crystal ini kandungan protein dan seratnya lebih banyak dibandingkan Nanas. Untuk kandungan vitamin C nya, Guava Crystal memiliki 5 kali lebih banyak daripada Jeruk. Lebih baik lagi jika makannya bersama-sama dengan kulitnya karena diindikasi dapat membantu tubuh dari serangan infeksi. Sedangkan Vitamin A nya dapat menutrisi harian tubuh. Bahkan Ibu hamil pun boleh mengkonsumsi buah ini untuk membantu mencegah cacat saraf. Ingin punya kulit bagus? Buah ini juga bisa melindungi kulit dari sinar UV lho..

Dibawah ini adalah kandungan gizi yang terdapat pada buah Guava Crystal, yang diantaranya:

kandungan

Memory indah menikmati buah lokal Guava Crystal

Masih teringat bagaimana dulu saya dan teman-teman bersusah payah meraih buah Guava Crystal dari pohonnya. Tekstur kayu pohon yang halus dan kecil sangatlah sulit dipanjat. Begitupula ukuran tinggi pohon yang tidak begitu menjulang membuat kami seperti tanggung untuk memanjatnya. Kalau sedang beruntung kami tak usah capek-capek menggoyang galah, karena ada orang dewasa yang akan sukarela membantu kami memetiknya langsung dengan tangannya berbekal sebuah dingklik kayu. Tugas kami hanya diminta berdiri dibawah sambil membentangkan rok lebar-lebar untuk menerima lemparan buah dari atas. Sambil bersorak kegirangan kami berebutan menerima buah yang jatuh tepat diatas rok, kalaupun sial paling-paling buah itu jatuh ke tanah akibat kekurang becusan kami menerima lemparan.

Di saat-saat seperti ini terkadang saya merasa bahagia, betapa nikmatnya memakan buah-buahan masak pohon secara gratis. Tinggal dicuci bersih, digigit, dan.. hmm nikmatnya tiada taraa. Tak ada kandungan formalin, tak ada kandungan bahan pengawet, dan tak ada zat-zat berbahaya lain, semuanya murni karena asupan pupuk dan siraman air. Rasanya? Wow, manis dan asamnya alami! Begitu dikunyah rasa dagingnya muantap!

Buah Lokal VS Buah Impor

Seiring beranjak dewasa, saya jarang lagi menemukan pohon buah Guava Crystal. Pohon-pohon kenangan yang saya ceritakan ini telah dibabat habis oleh pemiliknya. Untuk mengobati rasa kangen akan buah ini, saya kerap membeli di supermarket. Meski harganya tergolong tidak murah, mau tak mau saya tetap membelinya. Namanya juga ngidam, kalau nggak dituruti nanti dibilang anaknya ngileran huahaha.. Sayangnya rasa buah Guava Crystal yang saya beli di supermarket kerap tidak sesuai harapan. Tampilan buahnya memang cantik dan memukau, akan tetapi rasanya terlampau hambar. Okelah, bila dibelah buahnya memang menarik, tetapi rasanya seperti (maaf) agak busuk. Mungkin karena dagingnya buahnya terlalu lembek sehingga rasanya agak gimanaa gitu. Padahal secara penampilan luar, warna buah ini sueegaar, lho… bayangan saya kalau tampilannya segar, saya bakal mendapatkan gigitan buah yang kress, eh lhadalah lha kok malah buahnya melempem 🙁

Kalau sudah begini saya langsung patah semangat. Sudah kadung beli banyak ternyata nggak sesuai harapan. Ujung-ujungnya buah itu saya blender lalu di jus. Padahal saya suka makan buah Guava Crystal ini dengan cara main gigit langsung atau dibelah pakai pisau. Sebab disitulah nikmatnya menikmati sebutir buah yang bernama Guava Crystal!

Jauh sebelum ada pasar modern, buah-buahan yang banyak tersedia dipasar tradisional adalah jenis buah-buahan lokal yang harganya sangaaaaat terjangkau. Bahkan Ibuk saya tiap pergi ke pasar, selalu membawa pulang 2 – 3 jenis buah, seperti Pisang Ambon, Jeruk Siam, Mangga, atau buah apapun yang sedang musim.

IMG_20150215_110805

Kalau sedang musim buah, dirumah kami seperti kecipratan pesta panen. Setiap hari ada saja penjual buah keranjangan yang keliling dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran. Pedagang ini mengaku membawa buah-buahan langsung dari petani yang dipasarkan langsung keliling kampung.

Seiring waktu berjalan, jenis buah-buahan dipasaran semakin beragam. Hadirnya buah impor menjadi pesaing buah lokal. Semakin pahit lagi nyatanya pasaran buah lokal tersaingi dengan buah impor. Apalagi dengan ‘embel-embel’ tampilan buahnya yang ‘cantik’, meskipun patokan harga yang cenderung mahal dan kandungan rasa serta gizi tak senikmat buah lokal.

Sunpride dan bukti eksistensi kecintaan terhadap buah lokal

Di tengah krisis kepercayaan terhadap buah impor, terlebih saya sudah mengalaminya sendiri, baru-baru ini saya mendapat informasi mengenai buah Guava Crystal Sunpride yang didistribusikan oleh PT Sewu Segar Nusantara, yakni sebuah perusahaan agrikultura yang memiliki komitmen menyediakan buah-buahan lokal segar dan berkualitas.

Untuk menunjukkan kualitasnya, PT Sewu Segar Nusantara telah melakukan uji coba ke badan legal dan hasilnya buah Guava Crystal Sunpride  telah mendapat pengakuan Bebas Residu Pestisida dan Tanpa Formalin

sertifikat guava
SAM_0363

Sebelum tau ada Guava Crystal Sunpride, saya sering mengkonsumsi pisang Cavendish Sunpride. Menurut saya rasa pisang Sunpride ini berbeda dari pisang yang selama ini saya makan. Pisang Sunpride rasanya lebih lembut dan maknyus. Mulanya saya mengira buah Sunpride adalah buah impor, karena tampilan luarnya bersih dan memiliki logo khusus. Yang membuat saya tak yakin adalah rasanya yang senikmat buah lokal. Usut punya usut rupanya Sunpride adalah distibutor buah lokal yang mendahulukan kualitas.

Pisang Lokal Cavendish Sunpride
Pisang Cavendish Sunpride

Ada banyak alasan mengapa saya begitu mencintai produk buah lokal:

1. Lebih segar, rasa buahnya lebih nikmat dengan kandungan gizi yang lebih terjaga

Hal ini dikarenakan buah lokal cenderung tepat petik panennya. Setelah dipetik buah-buah ini langsung didistribusi tanpa menunggu waktu pengiriman yang lama sehingga tidak akan mempengaruhi kandungan gizi yang terkandung didalamnya.

2. Lebih aman dikonsumsi karena bebas dari zat berbahaya, seperti bahan pengawet

Buah-buahan lokal lebih aman dikonsumsi karena tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Seperti yang kita ketahui, di pasaran banyak sekali ditemukan buah-buahan impor yang rasanya ‘sepo’ atau hambar. Meski tampilannya bagus, dan warnanya cerah namun rasa daging buahnya cenderung tak terasa nikmatnya. Tak dapat dipungkiri bahwa waktu pengiriman yang lama menjadikan buah-buah ini akan segera busuk jika tak diberi bahan kimia sehingga produsen harus melewati proses pengolahan lebih dulu dengan cara memberi bahan pengawet (disuntik) terhadap buah-buah tersebut.

3. Relatif lebih terjangkau

Harga buah-buahan lokal relaif lebih murah karena di petik dari perkebunan yang tak jauh dari lingkungan kita. Kalaupun ada proses pengiriman tak akan membutuhkan waktu lama dan juga mengirit biaya bahan bakar

4. Membantu meningkatkan taraf hidup petani buah

Ini sangat jelas, buah-buah lokal di tanam oleh petani lokal, dan kita tau bahwa iklim daerah lokal kita jauh lebih menguntungkan. Sayangnya keberadaan petani terasa tersingkir akibat banyaknya produk impor yang menyaingi produk lokal akibatnya petani sulit bersaing di pasar global. Padahal hasil tanam petani lokal tak kalah nikmat dibanding tanaman impor. Nah supaya produk lokal kita dikenal maka tak ada salahnya jika kita membantu para petani membeli buah-buahan lokal agar petani menjadi lebih bersemangat menanam buah berkualitas.

Mungkin ada yang bertanya bagaimana cara mendapatkan buah lokal yang berkualitas. Iyes, memang mendapatkan buah lokal berkualitas gampang-gampang susah. Tapi jangan juga terlalu dimasalahkan karena saat ini distributor buah lokal Sunpride telah hadir dengan menyediakan buah-buah lokal yang berkualitas. Buah lokal Sunpride bisa didapatkan di toko modern, swalayan, bahkan di pasar tradisional juga sudah ada. Sejak berdiri tahun 1995, PT Sewu Segar Nusantara, pemilik merek Sunpride telah memasarkan beberapa buah lokal, antara lain: Pisang, Nanas, Melon, Jambu biji, Pepaya, Kiwi, Apel, Pir, Jeruk, Anggur, dan Pomelo.
IMG_20150215_110302

Semakin yakin bahwa manajemen distributor Sunpride telah memaksimalkan usahanya dalam membranding sebuah produk buah lokal menjadi berkualitas interlokal. Hal ini semata-mata demi kemajuan petani lokal serta mengangkat kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah menjadi sebuah komoditas yang memiliki sejuta potensi.

Sunpride Fresh Everyday!

Kentang Balado Mbak Sri

Saya tidak lihai memasak!
Untuk menyiasati ketidakpintaran itu saya kerap menggoreng telur ceplok.
Mohon jangan tiru kebiasaan ini, kecuali terpaksa 😀

Untungnya, Suami saya tidak suka makan yang aneh-aneh. Tidak suka pedas, tidak suka masakan bersantan, pokoknya tidak suka yang aneh-aneh. Favoritnya nasi disiram kecap manis plus telur ceplok. Kalau tidak ada telur saya cukup menggoreng tahu sampai kering (sampai berbunyi kriuk) sama bikin sambal kecap. Nikmat? Banget!

Sengaja kecapnya saya kasih cabe sedikit. Kalau cuma kecap aja lidah saya yang kurang cocok. Rasanya gimana gitu..

Seperti kemarin, Ibuk saya membuat sayur lodeh tewel. Saya sih suka-suka aja makan sayur lodeh. Urusan lauk saya gak pernah milih-milih, kecuali lagi malas makan. Karena gak ada sayur lain saya inisiatif nyeplok telur.

Belum juga melangkah kedapur tiba-tiba ada Pak kurir datang..

Seperti biasa, Pak kurir langsung menuju rumah tanpa tanya sana-sini. Sudah hapal luar kepala kayaknya saking seringnya dapat kiriman.
Selesai tanda tangan saya buka langsung paketan barusan. Tertulisnya dari Denpasar. Tak salah lagi paketan itu datang dari kawan blogger yang sekarang tinggal di Bali. Namanya Mbak Sri Rahayu, pemilik blog istanabundavian.blogspot.co.id.
Isi paketannya adalah setoples Kentang Balado. Asiikk..

Karena penasaran, saya lantas membuka stoples itu.

Penampakan kentang balado Mbak Sri. Bentuk kentangnya kecil panjang
Penampakan kentang balado Mbak Sri. Bentuk kentangnya kecil panjang

Kentang dirajang kecil memanjang bercampur kacang. Rasa kentangnya manis-manis pedas dan juga renyah. Teksturnya kering dan lebih mirip camilan. Wow ini sih pas buat lauk makan.
Daripada dicemili satu-satu lama-lama habis sekalian saja saya ambilkan sepiring nasi.

Ngemil kentang balado sambil baca koran :D
Ngemil kentang balado sambil baca koran 😀

Eh memang kentang balado ini enaknya dipakai lauk atau buat camilan, lho.

Ibuk saya sering bikin-bikin lauk kering seperti ini. Tapi bahan yang dipakai tahu sama tempe. Kami menyebutnya kering tahu tempe. Kadang juga dicampuri kentang goreng tapi ngirisnya pipih lebar. Gak telaten kalau harus dirajang seperti kentang balado itu 😀
Enaknya makan lauk bumbu kering seperti ini bisa tahan sampai beberapa hari!

Saya pikir Mbak Sri cukup kreatif membuat ide seperti ini. Setidaknya dapat membantu saya atau Ibu-ibu lain yang tak memiliki banyak waktu berkutat didapur untuk tetap menyajikan makanan yang sehat untuk anggota keluarga. Bahkan dari kentang ini pulalah Mbak Sri berhasil membangun bisnis rumahan. Namanya Kentang Balado Mbak Sri yang disingkat menjadi MS.

Logo kentang balado Mbak Sri

Kentang Balado MS terdiri dari lauk kering dimana proses pembuatannya tidak menggunakan MSG dan bahan pengawet lain. Macam-macam varian Kentang Balado MS terdiri:
Kentang Tuna Balado
Kentang Teri Balado
Kentang Balado
Serundeng Ayam

Kentang Balado MS ini diakui Mbak Sri bisa tahan 2 minggu, kalau mau lebih lama bisa juga caranya dengan dioven.

Berkat kentang balado ini Suami saya jadi lahap makannya. Tak sampai sehari kentang balado ini kandas. Bukan apa-apa memang rasa baladonya enak banget. Apalagi ada semu-semu pedasnya. Rasa manisnya juga pas.

Kentang Balado buat lauk makan
Kentang Balado buat lauk makan

Satu toples kentang balado MS beratnya 120 gram.

Jika teman-teman ingin memesan kentang balado MS ini juga bisa lho. Mbak Sri biasa menjual secara online kok. Kalau teman-teman ingin tanya-tanya seputar kentang balado MS boleh ke FBnya Mbak Sri Rahayu atau menghubungi via WA di 082140816613

Tenang aja, harga bersahabat kok.. sesama blogger ini.. 😀

Makan rujak mangga tanda kehamilan?

Kenapa ya makan buah mangga dikaitkan sebagai tanda kehamilan?

Beberapa hari ini saya melihat orang jual mangga yang dikupas lalu dibelah seperti bunga. Bentuknya mekrok. Cantik. Buah mangga ini dijual 5000 rupiah sebiji. Hmm.. mahalan sih menurutku. Tapi karena buahnya mengkel dan rada manis tetap aja dibeli. Mau gimana, pengen, sih. Lagian kalau beli buah mangga ini sama yang jual suka dikasih bumbu gula sama serbuk garam dicampur cabe. Hmm.. bikin lidah trecep-trecep 😀

Tadi pagi sepulang dari pasar Ibuk membeli sekilo mangga. Rencananya mangga itu mau dibuat brengkes tongkol.
Tau kan brengkes?
Ada yang bilang brengkes itu pepes.
Mestinya untuk brengkes pakai blimbing wuluh. Karena gak ada blimbing wuluh Ibuk meggantinya dengan mangga.

Begitu saya lihat bentuknya, buah mangga itu seperti yang saya beli di orang lewat harga 5000-an tadi. Penasaran berapa sih harga mangga ini dipasar. Ibuk bilang sekilonya 5000 rupiah. Saya buka didalam plastik ada 4 biji buah. Wah lebih murah dong..

Eh, tapi nggak ada bumbu gula manis sama garam cabenya.. Ya udah akhirnya niat rujak’an dan bikin bumbu sendiri aja..

Membuat bumbu rujak manis itu lebih mudah. Bahan-bahannya lebih sedikit ketimbang bumbu racikan buat rujak petis. Kalau rujak petis, bumbu wajibnya petis. Sedangkan rujak manis, bumbu wajibnya pakai gula merah.

Umumnya bumbu rujak manis antara lain: Cabe, bawang putih yang sudah digoreng, garam, asam matang, kacang sambel yang sudah digoreng, sama gula manis/gula batok. Setelah diuleg ditambahkan air supaya jatuhnya encer.

Di Surabaya sendiri banyak ditemui penjual rujak manis. Disepanjang jalan Polisi Istimewa berderet-deret penjual rujak manis. Harga yang dipatok relatif, yang paling mahal dijual 10 ribu rupiah. Buahnya macam-macam, mulai dari timun, bengkuang, mangga, melon, jambu air, belimbing, apel, pepaya, nanas, semangka, dan tahu goreng.

Nah gara-gara ada mangga dirumah jadilah saya membuat rujak manis sendiri. Bumbu yang saya pakai seadanya saja. Yaitu:
Cabe rawit sesuai selera
Garam secukupnya
Asam manis, dikasih banyakan supaya asamnya kuat
Gula merah, kasih banyakan biar bumbunya banyak
Air secukupnya

Cara bikinnya:
Cabe, garam diulek samapi halus. Tambahkan asam, diuleg lagi. terakhir baru dikasih gula merah yang sudah diiris lembut biar mudah ngulegnya. Kasih air, uleg lagi biar rata. Jadi deh!

Selanjutnya tinggal potong-potong buah yang ada. Saya pakai buahnya mangga, timun sama bengkuang. Adanya cuma itu, sih.. 😀

Hasilnya seperti ini:

Rujak buah bikinan sendiri :D
Rujak buah bikinan sendiri 😀

Ngomong-ngomong, selain mangga, rujak manis ini juga termasuk jenis makanan sebagai tanda kehamilan lho.. jadi jangan kaget kalau sedang makan mangga lalu ada teman yang nyeletuk: “ngidam, ya?” haha

Stilrod Cafe, sensasi cafe ‘London’ di Surabaya dengan menu otentik British

Rasanya masyarakat Indonesia sudah mulai terbiasa menikmati hidangan Internasional. Tak melulu nasi saja, kentang, roti dan daging sudah menjadi bagian makanan favorit. Sebut saja burger, pizza, steak, salad. Biasanya makanan-makanan itu bersanding manis dengan kopi, teh, maupun juice.

Banyaknya cafe membuat anak muda dan executive muda terbiasa menghabiskan waktunya dengan menikmati hidangan luar negeri sambil nongkrong-nongkrong manis. Wifi-an, ngobrol bersama teman sembari mendengarkan instrumen musik adalah hal yang menyenangkan. Apalagi dilakukan sore hari setelah jam tutup kantor, hmm asyiknya..
Melepas lelah ditemani kopi itu sungguh nikmat!

Di Surabaya ini banyak sekali Cafe dan tempat nongkrong yang asyik. Cafe-cafe itu tak hanya menyuguhkan hidangan yang unik dan murah tetapi juga menawarkan konsep yang lain dari pada yang lain sehingga pengunjung merasa nyaman dan merasakan sensas yang berbeda.

Salah satu cafe yang menawarkan konsep suasana dan hidangan berbeda adalah Stilrod Cafe. Cafe ini berada di jalan Juwono no. 2 Surabaya, lokasinya tak jauh dari Taman Bungkul. Bagi yang sering melalui jalan raya Darmo, pasti tak asing dengan Cafe ini sebab konsep yang diusung Stilrod cafe adalah Authentic of London dimana suasana yang dihadirkan seperti venue cafe yang ada di London.

Jarang-jarang ada cafe ala Inggris dengan sajian otentik kuliner Inggris. Namun Stilrod cafe sebisa mungkin menghadirkan sajian seotentik aslinya.

We’ll Bring You England

Pertama menjejakkan kaki di Stilrod Cafe suasana exteriornya begitu nyaman. Dibalik pagar, dibagian teras sebelah kiri, terdapat sebuah cottage. Sedangkan disebelah kanan berupa taman yang menyejukkan dilengkapi air mancur. Selainnya tampak piccadilly Square alias bangku-bangku panjang dari kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga cocok dipakai nongkrong rame-rame.

Pemandangan ini sengaja dihadirkan di Stilrod Cafe untuk memberikan pelayanan lebih kepada pengunjung yang ingin mengadakan pesta BBQ bertema British Garden

Piccadilly Square @ Stilrod Cafe
Piccadilly Square @ Stilrod Cafe

Semakin ke dalam atmosfernya sudah beda lagi. Saya seolah berada di dua negara. Kalau tadi masih di Indonesia, dan sekarang saya dibawa ke London. Persis seperti konsep Stilrod Cafe yang berbunyi: We’ll Bring You England. Bagaimana tidak disekitar saya berdiri terdapat aneka icon London. Semakin menarik lagi saat melihat phone booth warna merah yang begitu ‘London punya’ berdiri megah diantara bangku kayu. Model pesawat telepon yang digunakanpun berjenis lawas. Saat saya mencoba mengangkat gagangnya, pesawat telepon ini ternyata masih fungsi.

Narsis di depan Phone Booth
Narsis di depan Phone Booth

Selain phone booth khas negara Inggris, ada juga mobil Ford Anglia milik Ron Weasley di film Harry Potter. Mobil ini tampak terawat baik dengan foto Harry Potter dan  Ron Weasley dibagian kaca depan. Pada dinding belakang yang mengarah ke jalan tampak bendera Britania Raya tergantung melebar sehingga tampak mencolok. Dibagian lain ruangan terdapat Clothing Store and merchandise dengan tema British.

Anglia Stilrod Cafe
Ford Anglia Stilrod Cafe

Tak ketinggalan pula disain interior room di Stilrod cafe ini juga mengusung tema Vintage Industrial. Secara spesifik disain bangunan Stilrod Cafe merupakan perpaduan gaya vintage dan art nouveau.

Di dalam ruangan terdapat dining room dan British Bar. Meski dipenuhi merchandise ala London namun kenyamanan pelanggan tetap diutamakan. Seperti yang saya rasakan, tempat duduk dining roomnya sangat cozy. Pelanggan bisa memilih antara duduk di sofa atau duduk di bangku kayu. Tata ruangnya begitu artistik dengan lampu penerangan menyorot lembut dan elegan.

Menurut Mbak Ovy Cahya, Manager Stilrod Cafe, sejarah berdirinya Stilrod cafe berawal dari kecintaan owner Stilrod terhadap icon London. Pada awalnya Stilrod adalah toko sepeda, namun seiring hobi sang owner terhadap sesuatu yang berbau England kemudian melebarkan sayap dengan membuka Cafe serta bloody store dengan menjual merchandise dengan tema British.

Mbak Ovy Cahya, Manager Stilrod Cafe memperkenalkan Barista dan Chef Stilrod Cafe
Mbak Ovy Cahya, Manager Stilrod Cafe memperkenalkan Barista dan Chef Stilrod Cafe

Suguhan menu otentik British ala Stilrod cafe

Tak hanya mengajak jalan-jalan ke London saja, Stilrod juga mengenalkan kuliner Inggris di Surabaya. Buat teman-teman yang ingin merasakan hidangan khas London tak perlu jauh-jauh terbang ke London karena Stilrod cafe telah menyediakan berbagai macam kuliner London dan beberapa menu dari Asia serta Italia.

Dari sekian menu yang ditawarkan di Stilrod Cafe, setidaknya terdapat sekitar 48 food menu serta 59 beverages menu. Untuk food menu range harga dibuka mulai 20 ribu – 100 ribu, sedangkan beverages menu range dibuka antara 15 ribu – 40 ribu.

Oke, Mates!
Sekarang saatnya cicipi menu otentik British ala Stilrod cafe!

Eh, jangan heran ya kalau saya menyapa kalian dengan sebutan, Mates. Di Stilrod Cafe ini pelanggan yang datang akan disapa ramah dengan sebutan, Mate. Mm.. kalau di Indonesia sih mirip-mirip seperti Halo, Gan!

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa Stilrod menyuguhkan hidangan otentik British, maka bahan-bahan yang digunakan pun menggunakan bahan-bahan impor. Salah satunya Daging. Dalam penyajiannya Stilrod menggunakan Australia beef. Penggunaan Australia beef ini dimaksudkan agar daging bisa masak sempurna dan rasa yang didapat menjadi lebih otentik.

Gurih dan renyah Pizza Stilrod British

Tak seperti pizza-pizza yang seperti kita lihat biasanya, pizza ala Stilrod ini sangat jauh berbeda. Penampilannya lebih tipis dari pizza-pizza umumnya. Pizza Stilrod British memiliki pinggiran renyah dan bentuknya lebih ke kotak.

Pizza Stilrod British
Pizza Stilrod British

Toping Pizza Stilrod British lebih kompleks karena topingnya menggunakan banyak bahan yaitu Tomato concase, smoked beef, grill chicken, sauté slice onion, mushroom , cheddar , dan mozzarella. Paduan bahan-bahan ini membuat rasa pizza Stilrod British menjadi lebih gurih dan segar. Ditambah lagi tepian pizza yang renyah membuat Pizza Stilrod British kesannya lebih unik dan tidak eneg.

Creamy Crunchy Scots Egg

Scots egg terbuat dari sebutir telur rebus dibagi dua yang digulung dengan smoked beef lalu dibalur dengan saus lembut dibagian atasnya. Bagian luar scots egg ini begitu crunchy dan saya suka dengan teksturnya. Renyah tapi tidak keras.

Scots Egg Stilrod Cafe
Scots Egg Stilrod Cafe

Begitupula dengan sausnya. Sausnya berwarna kekuningan dan teksturnya lembut yang jika dirasa-rasa layaknya paduan susu dan keju. Meski diletakkan diatas scots egg namun saus ini begitu tebal sehingga ketika dibelah maka sausnya akan menempel hingga suapan terakhir.

Sisi dalam Scots Egg

 

Bentuk scots egg ini menyerupai kue lumpur. Ukurannya sedang. Tidak terlalu kecil dan tidak besar banget. Pas lah untuk ukuran snack.

Scots egg ini merupakan menu baru di Stilrod Cafe. Walaupun begitu menu satu ini banyak dicari pelanggan. Tidak keliru jika saya juga menyukai scots egg ini.

Lezat dan nikmat Bangers and Mash

Bangers and Mash merupakan kuliner tradisional Inggris. Kuliner satu ini begitu difavoritkan oleh orang Inggris dan Irlandia. Konon mereka menyukai Bangers and Mash karena pengolahannya cepat dan mudah. Selain itu biaya pembuatannya relatif murah, porsi yang dihasilkan juga cukup besar.

Bangers and Mash terdiri dari tiga potong sosis dengan rasa yang berbeda-beda. Sosis ayam, sosis sapi dan veal atau daging sapi muda yang ditata sejajar diatas Mash potato yang diolah sehingga menghasilkan tekstur halus dengan rasa yang nikmat. Mash potato terbuat dari kentang rebus yang dilembutkan dan ditambahkan dengan susu. Diantara bangers and mash terdapat saus original recipe Stilrod Cafe. Saus berwarna kecoklatan membuat penampilan bangers and mash menjadi lebih menarik. Rasanya pun semakin lengkap dengan taburan lada hitam diatas hidangan ini. Sesuai dengan lidah orang Surabaya yang menyukai makanan pedas.

Bangers and Mash Stilrod Cafe
Bangers and Mash Stilrod Cafe

Agar rasa Bangers and Mash terasa otentik, cara mengolah sosisnya dengan cara di grill.

Oya, saran saya sebelum menikmati Bangers ad Mash kosongkan dulu perut anda. Jangan kaget jika melihat porsi yang cukup besar mampir dimeja dan anda terbelalak saat melihatnya sebab sosis yang digunakan Stilrod ukurannya lumayan jumbo..

Creme Brulee, dessert tradisonal Italia

Persis dugaan saya!
Sesaat setelah menghabiskan Bangers and Mash saya berharap bisa menikmati sesuatu yang manis-manis. Sebab dari ketiga menu mulai dari main course, Italian Cuisine, hingga snack rata-rata rasanya asin dan gurih . Makanya saya pengen sesuatu yang manis supaya mukaku juga terlihat lebih manis *eaaa…*

Daaannn… jreng-jreng.. datanglah si manis itu… yeayyy Creme Brulee…

Creme Brulee ala Stilrod Cafe
Creme Brulee ala Stilrod Cafe

Jika melihat Creme Brulee ala Stilrod Cafe entah mengapa saya teringat sama Chef Marinka-nya Master Cfeh. Chef Marinka kan paling jago bikin-bikin masakan Prancis dan Italia.

Ketika melihat cup mini berisi creme brulee rasanya gemas aja pengen cepat-cepat mencicipi. Apalagi ada sebiji ceri diatas creme brulee membuat penampilan creme brulee jadi sangat cantik.

Setelah puas menikmati penampilannya saya pun melakukan eksekusi. Begitu disendok creme brulee terasa ringan. Dilidah pun rasanya sangat lembut. Yang membuat saya semakin tak sabar menghabiskan creme brulee ini adalah manisnya pas. Tidak kemanisan. Jadi, walau perut sudah terasa penuh karena menghabiskan banyak makanan, creme brulee tidak membuat perut saya menjadi sesak. Creamnya susunya sangat kuat.

Ngomong-ngomong manis, Stilrod Cafe tidak menggunakan gula untuk minuman herbalnya. Tetapi menggunakan madu. Sehingga manis yang didapat lebih terasa alami.

Kiwi Juice ala Stilrod Cafe ini tidak menggunakan gula dan sirup tetapi menggunakan madu
Kiwi Juice ala Stilrod Cafe ini tidak menggunakan gula dan sirup tetapi menggunakan madu sehingga manis yang didapat jadilebih alami

Segarnya otentik kopi O’Coffe Frappe

Sebagai Cafe yang menyuguhkan hidangan western tentu saja Stilrod cafe juga menawarkan berbagai jenis minuman seperti kebiasaan masyarakat barat. Aneka jenis olahan kopi, premium english teh dan olahan dari buah-buahan segar dihadirkan oleh Stilrod Cafe.

Kopi di Stilrod cafe diolah macam-macam oleh Barista. Mulai dari yang single origins, espresso, hingga coffe frappe. Yang menarik single origins di seduh dengan menggunakan 2 metode berbeda yaitu french press dan menggunakan syphon

Single Origins with French Press
Single Origins with French Press
Single Origins with Syphon
Single Origins with Syphon

Dari sekian pilihan minuman saya tertarik dengan O’Coffe Frappe. O’Coffe Frappe ini menjadi satu diantara minuman yang masuk dalam list Barista’s Recomendation.

O’Coffe Frappe
O’Coffe Frappe

Coffe diblend dengan toping whipped cream dan oreo menarik perhatian saya. Panasnya kota Surabaya disertai keinginan menyeruput kopi menjadikan O’Coffe Frappe pilihan satu-satunya.

Sembari menikmati hidangan sesekali saya menyeruput kopi blend segar. Yang unik dari O’Coffe Frappe adalah whipped creamnya juga bercitarasa kopi. Secara keseluruhan O’Coffe Frappe enak dan patut jadi minuman rekomendasi.

Cari tongkrongan seru dan asyik? Stilrod Cafe aja!

Untuk kalian anak muda atau executive muda sekarang nggak usah galau-galau lagi nyari cafe buat kongkow-kongkow. Apalagi sampai jauh-jauh ke daerah pinggiran. Cukup yang dekat aja di tengah kota. Mau kerja kelompok, diskusi buku, meeting dengan klien, sekedar santai-santai sambil ngenet atau dengarin musik rame-rame sama teman, semua bisa dilakukan di Stilrod Cafe. Jam operasionalnya buka dari jam 16.00 hingga jam 00.00.

Stilrod Cafe malam hari
Stilrod Cafe malam hari

Oya Mates, di Stilrod Cafe lagi ada program seru lho.. namanya 5DEALS!

Apa itu 5DEALS?
Oke baca baik-baik aturan mainnya dibawah ini:

Siapapun kamu bila datang ke Stilrod cafe dengan mengajak beberapa teman totalnya 5 orang maka kamu berhak mendapatkan makanan gratis! Apa aja makanannya? Simak baik-baik, ya…

Jika datang hari Senin dikasih free Pizza
Jika datang hari Rabu dikasih free Pancake
Jika datang hari Kamis dikasih free Fried Cheese
Jika datang hari Jumat dikasih free Sandwich

Tapi jangan lupa upload fotomu sekreatif mungkin, follow dan mention @stilrodcafe dengan hashtag #5deals untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemenang setiap minggunya.

Hari Sabtu ada pula program menarik yaitu Saturday Night Special, dimana pengunjung akan mendapat hiburan live music serta bagi-bagi doorprize!

Untuk mendapatkan beragam informasi menarik lainnya dari Stilrod cafe, boleh memfollow social media Stilrod Cafe:
Facebook: Stilrod Cafe
Twitter: @stilrodcafe
Instagram: stilrodcafe

Mates! Yuk rame-rame ke Stilrod Cafe dan rasakan sensasi otentik Britishnya..

Rujak Cingur untuk kawan dari Jepang

“Yun, disitu ada yang jual rujak cingur? Tolong nanti bawain 2 bungkus ya, sambalnya dipisah aja” pesan seorang kawan ketika saya berada di daerah jalan Rajawali.

Rucak Cingur? Duh dimana, ya, batin saya panik. Saat dihubungi posisi saya sedang dijalan, lokasinya pas dibelakang tembok penjara Kalisosok. Entah kenapa saya begitu penasaran dengan penjara legendaris ini, konon penjara ini sedang proses tawar-menawar antara pemilik dan Pemkot.

Ah, ini kan Surabaya, mana mungkin gak ada penjual rujak cingur di daerah sini. Yang pasti saya harus lebih teliti membaca satu persatu nama menu makanan yang tertulis di tenda di jajaran warung sekitaran Jembatan Merah Plasa. Dengan lapak berjajar sebegini banyak pasti ada salah satu yang menawarkan rujak cingur. Benar saja, setelah memacu motor mengikuti arus, mata saya tertambat di sebuah warung di jalan Kembang Jepun. Warungnya agak nyelempit kedalam dan hampir-hampir ketutupan tenda tetangganya. Warung itu menawarkan aneka jenis rujak. Ada rujak cingur, rujak tolet, rujak manis, dan menu pelengkap lainnya lontong balap serta kolok/kolek.

Mengapa saya berusaha keras mendapatkan makanan legendaris khas Surabaya ini, tak lain adalah karena sang penikmat rujak adalah orang spesial. Mungkin di tempat tinggalnya sana, beliau tidak menemukan penjual makanan yang berbumbu utama petis, kacang dan pisang batu.

Mbak Imelda, nama seorang teman yang lagi ‘ngidam’ rujak cingur itu. Sudah pada tau, kan, beliau itu siapa. Yup, beliau adalah seorang blogger yang berdomisili di Jepang. Kalau kita lihat di tiap postingannya, mbak Imelda selalu mengenalkan budaya Jepang kepada teman-teman Indonesianya. Walaupun sedang menulis tentang aktifitasnya dirumah mbak Imelda selalu menjelaskan segala sesuatu di Jepang yang belum diketahui teman-teman Indonesia. Misalnya, hari ini hari apa. Menurut mbak Imelda setiap hari orang Jepang selalu merayakan hari bersejarah. Jadi kalau setahun ada 365 hari, berarti orang Jepang merayakan hari penting sebanyak 365 kali, pula. Waahh kira-kira mereka hapal semuanya nggak ya..

Setelah mendapatkan 2 bungkus rujak cingur segera saya meluncur ke tempat yang telah disepakati. Yang jelas tempat ini tak asing bagi warga Surabaya termasuk saya. Saking terkenalnya sampai-sampai saya belum pernah masuk ke sana. Tempat itu adalah Hotel Majapahit! “Ah, semoga gak ada penampakan”. Lho apa hubungannya sama penampakan? Oh Eh Anu.. gak papa.. bukan apa-apa kok.. 😀

Jadi begitulah awal cerita saya bertemu dengan mbak Imelda. Pertemuan saya ini juga atas prakarsa Kang Yayat, sang kawan yang minta dibawain rujak cingur tadi. Mulanya kami janjian di Museum H.M. Sampoerna, sayangnya pertemuan tidak sampai terjadi, karena saya kesiangan datang. Hikmahnya saya diberi kesempatan menikmati suasana didalam Hotel Majapahit tempat menginapnya mbak Imelda. Asyiikk..
Eh tapi kapan-kapan aja ya saya pajang foto Hotel Majapahitnya, biar kesannya lebih spesial hihi.. sekarang saya kasih ini aja

Nggaya di taman Hotel Majapahit
Nggaya di taman Hotel Majapahit

Seperti yang saya duga mbak Imelda adalah sosok yang ceria. Lihat saja disetiap fotonya mbak Imelda selalu menyunggingkan senyum. Beliau ramah dan tak pelit ilmu.

Ada kejadian lucu ketika baru masuk kamar. Saat Kai akan meluncur di atas kasur mbak Imelda dengan cepat melarang. Dengan bahasa yang gak dipahami kuping saya, mbak Imelda menahan mereka agar jangan mendekati kasur. Ternyata mbak Imelda ingin mendokumentasikan dulu interior kamar! Haduuh.. ternyata dimana-mana blogger itu sama, ya! Haha..

Sorenya kami kopdar rame-rame. Yang pasti formasinya lebih lengkap dan meriah karena ada sesi selfie-selfienya gitu..

YUNI3764

*Maaf fotonya pelit, kerapian nyimpen sampai lupa naruh*