Belanja murah di Pasar Tradisional

Betapa beruntung saya tinggal di daerah yang masih ada Pasar Tradisionalnya. Dalam satu Kelurahan, sekurangnya ada 2 pasar Tradisional yang dekat dengan rumah saya. Pasar Krempyeng dan Pasar Krukah. 2 pasar yang lokasinya terbentang namun memiliki pelanggan setianya masing-masing.

Eh, masih ada satu pasar tradisional lagi, yaitu Pasar Mangga Dua – Wonokromo. Pasar ini hidupnya malam hari, lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah saya, hanya terpisah dengan Kali Brantas, kesana bisa ditempuh dengan sepeda onthel. Pasar Wonokromo merupakan pasar Induk, tempat kulakan pedagang sayur.

Semua Pasar diatas menyimpan sejarah tersendiri di kepala saya.

Pasar Tradisional
Pasar Tradisional

Sejak kecil Ibuk saya selalu mengajak saya belanja ke pasar tradisional, meskipun tetangga kanan kiri ada yang jual sayur, Ibuk saya lebih memilih belanja di pasar Krempyeng atau pasar Krukah. Dulu saya juga kerap diajak ke Pasar Wonokromo. Kalau ke pasar ini kami harus jalan jam setengah 3 pagi. Kesiangan dikit, harga bisa jadi lebih mahal.

Alasan memilih belanja Pasar Tradisional?

Karena harga sayur dan ikan di Pasar Krempyeng lebih murah. Bumbu-bumbu dapur dan segala macam, lengkap dan harganya jelas tak lebih mahal di Supermarket. Mau cari singkong, ketela, kacang kulit, ada. Pilihan sayurannya banyak. Ikannya pun bermacam-macam. Paling menyenangkan lagi, jajanan pasar nya komplit. Ada tiwul, klanthing, lopis, dawet grendul, dan sebagainya. Murah meriah, kenyang, dan pastinya, enaaak..
Pasar Tradisional juga menjual makanan ringan kiloan, seperti kedelai goreng, kacang kulit garing, jagung marning, makaroni pedas, dan lain-lain.

2016-01-26_05-01-06
Jajanan Pasar

Bebarapa waktu lalu saya malah sempat blusukan di Pasar Pabean di jalan Songoyudan Surabaya. Pasar Pabean ini adalah Pasar Tertua di Surabaya. Bagi pecinta fotografi, pasar ini kerap dijadikan sebagai lokasi hunting favorit. Meskipun dari luar terdapat banyak sampah, tapi asik juga lho blusukan ke sini.

Saya juga pernah blusukan ke Pasar Keputran. Pasar paling fenomenal di Surabaya yang tak habis kalau hanya diceritakan saja. Pasar Keputran adalah pasar paling ‘cuek’ ditengah majunya pembangunan kota. Sudah berapa kali pedagang pasar Keputran ditertibkan, tapi tetap saja mereka jualan di tengah jalan. Tiap sore hingga malam hari, lalu lintas di jalan Urip Sumoharjo padat oleh mobil pengangkut sayuran. Mereka santai saja memarkir di pinggir trotoar, hilir mudik menaik-turunkan dagangan.

Aktifitas di Pasar Tradisional
Aktifitas di Pasar Tradisional

Pokoknya saya suka blusukan ke Pasar!
Bau pedas gilingan cabe, mata panas efek rajangan bawang, bau anyir ikan-ikan laut, semua itu sangat nikmat dibanding harumnya pengharum ruangan di Supermarket!

Tapi sangat disayangkan, keberadaan pasar tradisional ini seperti tak mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Harusnya pasar tradisional diberikan pengayoman lebih. Yaaa, memang, sih, dibanding Supermarket modern, harga pajak yang tertera di karcis sangat murah. Pedagang hanya dikenakan retribusi Rp. 1.000,- per hari. Sangat jauuh, dibanding pajak Supermarket Modern. Tapi lihatlah, pedagang di pasar tradisional jelas-jelas membantu petani dan pemilik ladang. Barang di jual di Pasar Tradisional tak melulu bermerk. Bahkan sebagian besar produk lokal, alias No Merk!

Nah, teman-teman suka belanja dimana? Pasar Tradisional atau Pasar Modern?

Kalau saya sih suka belanja di pasar Tradisional. Bisa menghemat anggaran belanja bulanan. Harganya, pun, masih bisa di tawar, lagi!

Apartemen Alternatif Tempat Tinggal Modern

Tinggal di rumah yang ada pelataran luas adalah idola semua orang. Banyak pot – pot tanaman, ada parkir kendaraan, bisa bercengkerama bersama tetangga kanan kiri. Dan bisa bebas memelihara binatang kesayangan. Yang jadi masalah sekarang adalah sulitnya mendapatkan lahan yang luas untuk rumah tinggal. Apalagi harga tanah sekarang per meter persegi –nya sangat tinggi.

Kendala dalam membeli rumah saat ini, yang pasti adalah butuh budget besar. Harga bahan bangunan naik, ongkos tukang bangunan tinggi, sehingga masyarakat lebih suka tinggal di rumah berjenis apartemen.

Kemajuan jaman seperti sekarang mau nggak mau harus menyesuaikan kebutuhan. Terutama harus pintar menyiasati tipe dan kriteria rumah hunian. Rumah hunian di zaman modern seperti ini lebih menawarkan kepada jenis apartemen, dimana apartemen bisa dijadikan alternatif tempat tinggal.

Apartemen lebih dipilih karena saat ini semua menuntut serba mudah dan praktis. Apalagi masyarakat yang tinggal di kota besar, yang selalu menemui kendala lalu lintas padat. Tempat pekerjaan yang jauh dari kota sangat memboroskan energi, waktu, tenaga dan budget bahan bakar. Ujung – ujungnya, apartemen –lah yang mewakili kebutuhan tersebut.

Apartemen – apartemen yang saat ini berdiri berada di lingkungan dengan fasilitas lengkap. Ada pusat perbelanjaan, taman dan pusat keramaian, pusat kebugaran tubuh, dan gedung – gedung perkantoran. Meski berada jauh di kawasan pinggiran, tetapi kemudahan akses yang di nikmati penghuni terbilang efektif. Tak perlu jauh – jauh ke tengah kota untuk pergi belanja dan nonton bioskop.

Apartemen menjadi alternatif tempat tinggal modern sebab memiliki bangunan eksklusif dan fasilitas lengkap ketimbang rumah biasa. Apartemen siap memanjakan penghuninya. Apartemen dijadikan tempat tinggal alternatif lantaran harga yang cukup tinggi namun tanpa sertifikat hak milik.

Memiliki sebuah apartemen di pusat kota tentunya akan memberikan banyak keuntungan pada penghuninya. Mereka akan menjadi lebih mudah, murah, dan cepat untuk menuju mana saja tujuan mereka. Apartemen biasanya juga dibangun dekat dengan terminal, staisun, dan bandara sehingga bisa menunjang transportasi para penghuninya. Cocok sekali jika kita yang kini lebih banyak sibuk tinggal di kota yang sudah modern, untuk memilih tinggal di sebuah apartemen saja. Ketimbang harus merelakan waktu berharga untuk macet – macetan di jalan hanya karena rumah kita berjarak cukup jauh dari pusat perkantoran?

Apartemen kini dijual Murah Di Jakarta

Jakarta masih jadi kota idola. Se- macetnya Jakarta, se- kumuhnya Jakarta, se- banjirnya Jakarta tetap akan menjadi kota idaman.

Banyak yang berkata bahwa hidup di Jakarta mahal. Hidup di Jakarta keras. Kenyataannya bejibun orang yang rela banting tulang di Jakarta, walaupun harus rela menetap di lahan sepetak.

Lihat saja berita di televisi bila momen mudik lebaran. Lebaran belum usai, pun, Pemerintah sudah mewanti-wanti warganya agar datang tak membawa tambahan jiwa. Apa boleh buat, gemerlap Jakarta memang selalu meyihir pandangan orang. Tanpa menggendam bahu saja, orang sudah langsung kepincut wangi aroma asap knalpot Jakarta. Pendeknya, Jakarta adalah kota penuh bayangan manis.

2016-01-18_12-05-45

Meledaknya jumlah penduduk Jakarta berakibat pada tingkat daya jual kebutuhan bahan pokok makanan di masyarakat menjadi tinggi. Apa-apa serba mahal. Akan tetapi bila kita jeli mengamati, sebetulnya tidak semua barang – barang di Jakarta mahal. Apartemen, misalnya..

Untuk hidup damai dan sentausa di Jakarta, banyak alternatif tempat tinggal yang bisa dipilih. Tidak mewah, tapi cukupan untuk hidup menetap sementara maupun dipakai selamanya. Mau pakai sistem kontrak atau beli putus, tak masalah selama mereka mampu membayarnya. Seperti yang terjadi pada harga jual apartemen di beberapa wilayah di Jakarta yang justru terkesan murah bila dibandingkan dengan jenis apartemen serupa di daerah lain. Apartemen yang dijual dengan harga murah di kota Jakarta tentunya merupakan apartemen yang akan paling dicari oleh masyarakat, khususnya masyarakat menengah kebawah.

Ya, tak ada pilihan lain lagi selain apartemen. Kondisi lahan di Jakarta yang kian hari kian menyempit, apartemen pilihan tepat sebagai tempat tinggal. Minimal Pemerintah Daerah bisa meminimalisasi penggunaan lahan.

Saat ini sangat mudah mencari apartemen murah di Jakarta. Tentu saja, apartemen yag murah tersebut biasanya mengambil lokasi yang jauh dari pusat keramaian. Yah, mungkin saja ada masyarakat yang memandang bahwa letak apartemen yang jauh ini tidak menguntungkan penghuni dan jauh dari kata strategis.

Namun kondisi ini akan menjadi peluang tersendiri bagi pelaku bisnis property, khususnya apartemen di kota Jakarta agar siapa saja memiliki kesempatan tinggal di Jakarta dan menikmati suasana tinggal di apartemen. Apartemen layak lah kalau dipakai sebagai tempat tingga.

Untuk memiliki apartemen yang dijual dengan harga murah di kota Jakarta bisa dengan cara membeli cash ataupun dengan cara kredit. Sistem kredit lebih mudah di jangkau karena cara sistem pembayaran dengan dicicil.

Membeli apartemen yang dijual dengan harga murah di Jakarta ini tentu jangan terlalu mengharapkan akan mendapatkan fasilitas seperti yang bias didapatkan di apartemen yang mahal di pusat kota. Fasilitas berupa kolam renang ataupun AC yang dingin tentunya tidak akan ada di apartemen yang harganya murah.
Apartemen yang dijual murah di kota Jakarta memang ditujukan bagi masyarakat yang berpenghasilan minimal.

Hadirnya apartemen murah ini di Jakarta, seakan menjadi solusi bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Mungkin suatu saat pembangunan apartemen dapat dikembangkan di kota – kota lainnya di Indonesia supaya masyarakat menengah kebawah bisa memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan bagaimana rasanya tinggal di sebuah apartemen, seperti halnya kota Bandung yang juga mulai melakukan banyak pembangunan apartemen.

Menyiasati Lampu Mati

Bagaimana sih menyiasati lampu mati?

Akhir-akhir ini listrik PLN sering mati. Tak tanggung-tanggung matinya di atas jam 10 malam! Paling sebal kalau mati dini hari, di waktu orang sedang nyenyak tidur.

Ada yang suka tidur gelap-gelapan?
Saya tidak!
Itulah masalahnya..

Dibilang Phobia gelap, saya tidak mengidap penyakit itu. Tapi apa, yaa.. saya paling tidak bisa kalau tiba-tiba berada di kegelapan. Apakah keadaan itu bisa disebut Phobia?

Tidak ada lampu, tidak ada cahaya sama sekali, buat saya sama dengan penyiksaan. Saya bisa berada di tempat gelap, di gua, di sebuah kamar, di gudang, asalkan tidak secara tiba-tiba. Saya akan siap jika dikasih tau lebih dulu. Jangan asik-asik tidur, pas bangun tiba-tiba hitam semua. Sopo gak kaget, Rek?!

Dan saya salut dengan kesantaian Ibu saya, yang kalau lampu mati malam-malam, segera bangun lalu mencari lilin dan menaruhnya di beberapa tempat.

Kalau saya, jangankan bangun, lihat keadaan sekitar berwarna hitam, hal pertama yang saya lakukan adalah teriaak!! Persis anak kecil..

Bukan soal takut dan tidak takut, tapi terperangkap di kegelapan dengan tiba-tiba itu rasanya udara berhenti mengalir. Hidung jadi sulit bernafas. Sumpeekk lah pokoknya.. Kecuali, ada sinar dikiit walau dari butir-butir tasbih atau sorotan lampu apapun! Itu akan membantu meski ada cahaya yang hanya seberkas. Terasa lebih menenangkan.

Untuk menjaga lampu mati yang tiba-tiba, maka saya sedia senter di sebelah bantal. Kalau nggak senter, ya HP. Buat surivival jika mati lampu, saya tinggal tekan tombol ON/OFF.

Tapi sekarang, kendala listrik mati sudah bisa saya atasi. Saya tidak lagi menyimpan senter atau HP di dekat bantal. Mau tau rahasianyaa?

Adalah dengan menggunakan Power Bank dan Lampu Baca USB ! Kedua alat ini sangat membantu saya. Kalau tiba-tiba gelap saya gak bingung lagi grabah-grabah cari lilin dan korek api hihi..

lampu USB

Ide jenius ini saya dapatkan ketika arisan PKK RT. Ada salah satu Ibu membawa power bank dan lampu USB. Saya heran, ngapain arisan bawa-bawa lampu segala. Setelah dijelaskan ternyata kedua alat ini bisa menyiasati lampu mati. Tinggal colok USBnya, nyala deh lampunya..

Ah, kenapa tidak terpikir dari duluu, siih..

Coba deh ya.. Kalau lampu mati nyari korek kayak nyari jodoh. Lilin udah di tangan, koreknya yang raib entah kemana.
Mau nyalain lampu oblek, minyak tanah mahal. Susah pula cari penjual minyak tanah. Jaman udah maju, teknologi semua ada, manfaatin ajaa. Iyo, toh? 😀

Dan gara-gara Ibu ini suasana arisan seketika berubah seperti pasar Krempyeng. Ada lapak dadakan dan diam-diam pabrik power bank dan Lampu USB di untungkan dengan promosi gratis si Ibu ini hehe.. andai Ibu ini blogger mungkin sudah kayak ngerjakan job review, deh..

Sambil menerangkan fungsinya satu persatu, Ibu ini juga sambil menyalakan lampu LEDnya. Tentu saja dengan mencolok ke power bank yang dibawanya. Bagi yang biasa memegang power bank mungkin hal ini adalah biasa. Tapi bagi Ibu-Ibu lain yang tidak terbiasa dengan gadget atau terobosan teknologi, penemuan ini sungguh luar biasa.

Ditengah keasyikan lihat demo lampu, ada yang bilang gini, “Asik, ya bisa dipakai buat nyari tikus mati..”

Hahaha… cerdas!!

Obrolan 1000 rumah murah

Papan Wisata Bukit Mas yang terdapat didepan kompleks
Papan Wisata Bukit Mas yang terdapat didepan kompleks

Obrolan tentang program 1000 rumah murah sangat menarik.

Ada satu pembicaraan menarik antara saya dan mas Hakim saat ngobrol asik di ruang tamu rumah pasangan setelah bulan sebelas ini. Sambil dlosoran diatas karpet dan menikmati nyamannya tinggal di pedesaan, Mas Hakim bercerita mengenai tawaran rumah murah yang datang kepadanya.

Kabarnya, Pak Presiden sedang mencanangkan program 1000 rumah murah dikisaran harga 100 juta rupiah. Yang berhak atas rumah ini adalah keluarga yang belum pernah memiliki rumah sendiri. Dan Mas Hakim dianggap sebagai salah satu calon pembeli yang strategis.

Mendengar ceritanya Mas Hakim saya beringsut, lalu duduk dan nyimak pembicaraan yang menarik ini. “Ish, muraah ituu.. di Surabaya mana ada rumah harga 100 juta..?”

Antusiasme saya makin tak terkendali saat Mas Hakim mengungkapkan rumah murah itu tersedia di seluruh pulau Jawa. Termasuk Jawa Timur. Masalahnya, sebagai orang Jawa Timur, saya belum sekalipun mendengar informasi tentang rumah murah ini. Terutama di kota Surabaya. Sedangkan di Jember, program rumah murah ini masih menanti peminatnya.

Gara-gara obrolan rumah murah itu, tak lama balik ke Surabaya saya langsung gerilya mencari informasi harga rumah dan tanah di Surabaya. Agak sulit mencari informasi harga rumah kalau gak ada even Pameran Properti.

2016-01-05_01-56-42

Demi mencari informasi rumah yang sesuai budget saya sampai keliling ke daerah pinggiran. Dan ternyata disana memang banyak dijual tanah yang sudah di kavling-kavling dengan pilihan ukuran bermacam-macam. Sayangnya harga tidak dicantumkan. Untuk mengetahui harganya saya harus menghubungi nomor contact personnya.

Uh, repooot…

Ada satu rekomendasi tanah kavling yang diberikan oleh seseorang. Dibilang harganya sangat murah. Untuk mengetahui detail lengkap, saya diminta langsung menemui pemiliknya. Karena tak dibekali alamat jelas, pencarian kami berbuah zonk! Orang yang kami cari tak ketemu 🙁

2016-01-05_01-57-04

Kami pun pulang dengan tangan hampa. Susah juga ya ternyata cari rumah yang sesuai budget.. apalagi saya tidak punya koneksi sales properti.

Sesampainya di rumah saya kepikir untuk browsing saja di internet. Jaman udah canggih ini, masak gak ada satu pun informasi rumah atau tanah di jual. Apalagi sekarang sudah banyak Start up.. Kemudian jemari saya menjatuhkan diri pada sebuah website Lifull.id

lifull1

Lifull.id merupakan website properti yang menyediakan informasi JUAL dan
SEWA terlengkap. Situs ini menawarkan produk properti seperti rumah, tanah, apartemen, gudang, ruko, kost-an, pabrik yang akurat, mudah dan efisien. Kalau mau cari PROPERTI BARU , Lifull.id juga menyediakan informasi perumahan baru dengan menawarkan fasilitas yang sesuai keinginan kita.

Jangkauan properti Lifull.id luas, mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Untuk mencari properti di sebuah daerah tinggal ngeklik provinsi dan kota yang diinginkan. Cari Tipe Properti, dan harga sesuai budget. Dalam bisnisnya, saat ini Lifull.id telah hadir di 44 negara di dunia.

Misalnya, nih, saya mencari rumah.

Informasi rumah yang diberikan Lifull.id komplit. Selain harga dan lokasi tentu saja, juga ada ulasan kondisi rumah tersebut. Seperti luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, jumlah kamar mandi, fasilitas yang disediakan, karakteristik bangunan, serta pelengkapan rumah bila ada.

lifull2

Jangan bingung mencari agen properti, Lifull.id menyediakan nama-nama agen properti berikut arsip propertinya, lho.

lifull3

Setelah ubek-ubek website lifull.id saya menemukan beberapa rumah yang sesuai budget. Habis ini saya mau coba hubungi, ah, siapa tau jadi rejeki hihi..

Ada alasan mengapa harus mencari properti di situs Lifull.id. Yaitu:
1. Dapat mencari properti berdasarkan kriteria populer di Indonesia.
2. Mencari properti dari Landmark terdekat
3. mencari properti berdasarkan peta
4. Pencarian properti berdasarkan lokasi sekolah atau Universitas

lifull4

Galau mau beli rumah? Browsing deh di Lifull.id ajaaa.. 😀

Ketemu Mantan di Warung Kopi

Perjalanan pulang dari Benowo kemarin saya sisipan jalan dengan mantan rekan kerja. Saya sebut mantan karena saya dan dia dulunya memang ada bekas hubungan. Hubungan rekan kerjaa, bukan hubungan lainnyaaa 😀

Mungkin sudah di gariskan kami bertemu dengan cara yang unik. Seandainya tidak ada tragedi kepo harga tanah kavling saya tidak akan bertemu dengan Heri, nama teman saya.

Saat melaju di dekat Balongsari saya membaca iklan tanah kavling di seberang kanan jalan. Serta merta saya minta Mas Rinaldy putar balik untuk membaca ulang iklan yang sempat terlewat tadi. Sudah putar balik, ndilalah, banner iklannya tidak nampak. Kami coba lanjutkan perjalanan dengan kecepatan motor 40 km/jam, masih berharap dapat menemukan iklan tadi. Meski mata sudah waspada, eh, iklannya tetap tidak ketemu. Tak terasa tiba – tiba saja kami sudah sampai di depan Pasar Benowo lagi. Aaah, perjalanan yang sia – sia.. 😀

Mengulang perjalan kedua menuju arah Surabaya motor saya di salip oleh motor lain. Kali ini saya merasa mengenal pengendara tersebut. Helm dan warna motor mirip ‘mantan’ saya. Walaupun kami sudah pisah sejak tahun 2011, tapi ikatan batin saya masih kuat!

Bahas mantan kudu menggunakan perasaan, setuju? Haha..

“Itu Heri, deh! Helm sama Motor punya si Heri! Kejar.. kejar.. kejaaarrr…..”

Ibarat Bonek di kejar sama Valentino Rossi, kami berjibaku melewati pengendara lainnya. Hati saya sempat berdesir saat papasan dengan Truk Tronton. Namun, demi mantan apapun akan saya lakukan! 😀

Begitu tiba di samping Heri, saya lihat dulu mukanya. Salah orang, kan, lucu hihi..

“Hai!!” saya teriak di depan muka Heri saat melihat di depan saya benar – benar Heri. Heri pun membalas teriakan saya, “Woiii!”

Sapaan gak mesra banget, yah haha..

“Dari mana, “Sampean?”
“Dari Benowo..”
“Asih, mana?” Asih adalah istri Heri. Asih dulu mantan saya juga. Banyak banget ya mantan saya hihi..
“Beda urusan, saiki uripe dewe – dewe!” “ (beda urusan, sekarang hidupnya masing – masing)

Hah? Maksudnya apa niih..

Okee, reuni, sih reuni. Gak mungkin juga menjadikan jalanan padat menjadi seolah rumah sendiri. “Ngopi, sek yooo” teriak saya yang diartikan, Cangkruk, yuk!

Kopi

Di sebuah warung kopi, seperti biasa saya pesen es teh. Heri tetap dengan kebiasaan lamanya, kopi hitam gula sedikit.

Penampilan Heri masih sama seperti dulu. Kacamata coklat, helm KYT, Tas Ransel, dan motor bebek biru. Ucapannya juga masih dengan gayanya yang suka njeplak. Bedanya ada tumbuh rambut putih di kepala.

Setelah saya usut, ternyata kalimat “beda urusan, saiki uripe dewe – dewe!” maksudnya adalah Heri sedang kerja, Istrinya di rumah menjaga anak – anak sehingga urusan mereka masing – masing. Owalaahh.. bahasamu membuat hatiku penasaran…

Kami ngobrol lama di warung kopi tepi jalan. Menceritakan pekerjaan, menceritakan sesama mantan, dan tentu saja menceritakan mantan bos kami yang ganteng, yang pesonanya selalu menyihir tiap kali fotonya melewati wall Facebook. Ehem.

Dari Heri saya mendapat cerita bahwa mantan perusahaan kami sudah bubar. Sekarang, Heri dan teman – teman sekantor dulu, menjalankan pekerjaan masing – masing. Bidangnya masih sama, namun dikelola sendiri.

Hampir sejam kami ngobrol di warung kopi. Kami menghabiskan 2 es teh (yang ternyata di kasih gelas ukuran jumbo), segelas kopi, sebungkus telur puyuh, dan sebutir tahu. Tagihannya cuma Rp. 11.500,-. Lebih heran lagi ternyata harga segelas es teh jumbo dihargai Rp. 2.500,-! Woww!!

Kemudian kami keluar dari warung bersama – sama. Saat berada di jalan raya, saya baru inget kalau tadi, pas di Warung Kopi, saya dan Heri belum foto – fotoaaan… Aaahhh, lupaaa… Terbawa oleh prinsip teman kopdar Surabaya kalau cangkruk tidak boleh pegang HP. Jadi kebiasaan kalau lagi cangkruk, HP tidak pernah keluar dari saku akibatnya lupa foto – fotoan deeh.. Gapapa lah yang penting obrolan kami bermakna, Ciyeehh..

Jam Tangan Diskon 89%

Siapa yang membuat ide jual jam tangan diskon 89%? Gak kurang gede lagi diskonnya. Salut deh, teknik marketingnya jitu! Entah merek asli, entah aspal, promosinya berhasil mendongkrak adrenalin pecinta belanja. Yang penting judulnya jam tangan..

Sejak pre launching Hari Belanja Online Nasional, aneka jam tangan beterbaran di mana –mana. Setiap buka web apa aja iklannya jam tangan. Di beranda Facebook, yang muncul jam tangan lagi. Blogwalking iklannya masih jam tangan juga.

Ceritanya saya kepincut beli jam tangan di toko online. Iyaa.. pas promo Harbolnas kemarin, ituu..

Jam Tangan

Berapa harganya?
Setelah diskon 89% harganya tinggal 100 ribu sekian. Tauk deh, berapa harga normal sebelum diskonnya. Males ngitung! Hihi..

Tiap detik, tiap menit direcoki gambar jam tangan. Semua itu bikin saya terpesona dan ingin sekali membelinya. Pengen tau aja gimana rasanya pakai jam tangan diskon gede. Dari harga normal sejuta sekian di coret jadi seratus sekian, lho! Gak salah tuh, diskonnya? Penasaran juga bagus, nggak, barangnya? Apa bener, diskonnya segitu?

Secara nalar, mana ada toko berani jual barang jutaan, lalu di obral jadi ratusan. Istilahnya, anak nggepuk mbok – mbokan’e (anak mukul emaknya). Gak mungkin juga, kan, toko online jual rugi, walau katakanlah demi memanjakan konsumen dalam rangka Hari Belanja Online Nasional.

Sejak membuat akun di sebuah toko online bulan Mei 2015 lalu, saya dihadiahi voucher diskon 50 ribu untuk belanja di toko online. Voucher itu berlaku hingga Desember 2015 dengan ketentuan belanja minimal 100 ribu. Meski voucher itu saya terima sejak bulan Mei, tapi saya selalu ingat masa berlakunya. Agar tidak bocor, kode vouchernya selalu saya simpan di email. Hingga kemudian pertahanan saya bocor saat di tengah – tengah musim Hari Belanja yang kemudian diperpanjang hingga entah sampai kapan berakhir. Semoga tidak diperpanjang terus seperti Sinetron Tukang Bubur Naik Haji 😀

Agak bingung, belanja 100 ribu dapat apa?
Banyak sih barang – barang harga seratus ribu. Tapi gak ada yang sreg pilihannya. Beli baju pun takut gak cocok sama kualitas kainnya. Mau beli sepatu, kok kayaknya lebih meyakinkan beli di offline. Bisa di coba sak mblengere..

Akhirnya, pilihan itu saya jatuhkan ke salah satu jam tangan yang sekarang lagi aktif promosi di mana – mana. Adalah jam tangan analog merek Geneva Roman Watch dengan strap kulit sintetis. Alasan milih jam tangan itu ya karena milih aja. Suka, nggak. Suka banget juga, nggak hehe.. Yaah, pokoknya jam tangan deh. Niat beli cuma buat habisin voucher doang kok hihi..

Lihat model jam tangan di web sih kayaknya bagus. Angka – angkanya pakai huruf romawi. Warnanya coklat mengkilap, senada sama warna strapnya. Lihat tampilannya meyakinkan kalau Geneva adalah jam tangan asli. Emang, jam tangan palsu kayak apaaa haha…

Tadi siang jam tangan itu mendarat dengan mulus di rumah. Di bungkus pakai dos dan jam tangannya di masukkan ke dalam kotak melamin. Pokoknya baguslah tampilan luarnya. Dilihat secara sekilas jam tangan itu memang terlihat cantik. Ada semburan silau berwarna coklat.

Saya buka pelan – pelan kemasannya, dan memang indah. Tapi saya kok gak yakin kalau jam tangan itu jam tangan mahal. Pegangannya enteng dan strapnya terasa kasar. Semakin gak yakin lagi melihat jahitan strap kulit yang jauh dari kata halus. Begitupula dengan fungsi tombolnya. Di bagian kanan ada 3 tombol tapi yang berfungsi hanya bagian tengah aja. Selainnya cuma penghias agar terlihat seperti jam tangan asli. Ya emang jam tangan asliii.. masih nggak percaya jugaa 😀

Iya, iyaa, jam tangan itu bentuknya memang asli. Tapi keaslian kualitas dan mereknya itu yang di ragukan. Model jam tangan beginian sih di Mall banyaak. Harganya murah meriah. 40 ribu juga dapat. Gak usah dinaikin jadi jutaan dulu kemudian di jual murah. Kalau mau beli jam tangan bagus yang harganya asli mending beli Korea Mini Watch (Jam Tangan Korea Mini) yang modelnya lucu – lucu dan unik. Meksipun mahalan dikit tapi harganya benar – benar nyata.

Gitu aja, sih, curhat saya tentang jam tangan diskon 89%.