Keluarga
Kategori ini berisi ulasan yang berkaitan dengan perempuan
-
Belanja baju lebaran
Menjelang lebaran seperti ini saya paling malas belanja di Mall. Apalagi bila sudah banyak yang terima uang THR. Bakal dipastikan kondisinya penuh sesak. Waktu kecil dulu saya pernah diajak Bapak beli baju lebaran di Pasar Turi. Saat itu kondisi pasar turi lama tidak ber-AC. Kondisi atap gedung yang terbuat dari seng, melengkapi ujian kami yang sedang menjalankan ibadah puasa. Panas dan gerah benar-benar tak tertahankan. Pada masa itu Pasar Turi adalah pusat belanja yang memiliki koleksi paling lengkap di Surabaya. Sehingga hari-hari mendekati lebaran banyak masyarakat yang berbondong-bondong datang ke Pasar Turi. Meski kondisi begitu payah, Alhamdulillah puasa saya tidak mokel. Walau tenggorokan kering dengan godaan yang begitu banyak di…
-
Manfaat buah kurma untuk kecantikan
Merasa aneh sendiri saat menghadiri hari jadi Herbs Spa seorang dokter menjelaskan manfaat buah kurma untuk kecantikan. Yang saya tau buah kurma hanya baik sebagai santapan menjelang buka puasa. Lah ini, bu dokter Nisfu Laili yang cantik, malah merekomendasikan buah manis dari Timur Tengah sebagai perawatan tubuh. Jika ditelisik memang banyak sekali buah-buahan disekitar kita yang bisa digunakan sebagai bahan-bahan untuk mempercantik kulit. Seperti misalnya, timun untuk mengurangi kerutan dan menghilangkan flek diwajah. Jeruk lemon dapat digunakan untuk menyegarkan kembali kulit yang kusam. Pepaya dapat berfungsi untuk memutihkan kulit. Dan masih banyak sekali kandungan buah-buahan di dunia ini yang memiliki khasiat untuk tujuan tertentu. Tak terkecuali buah kurma. Seperti yang…
-
Rahasia membuat nastar enak dan empuk bagi pemula
Selesai membuat nastar kemarin, ada beberapa teman yang tanya rahasia membuat nastar enak dan empuk. Terus terang urusan olah mengolah kue ini saya bukan ahlinya. Benar-benar pemula. Kalau benar bulat-bulat kue nanas yang saya buat rasanya enak dan empuk, itu hanya sebuah kebetulan. Dan Alhamdulillah yaa kalau banyak yang suka. Sebelum saya mendapatkan resep nastar yang benar-benar enak, nastar buatan saya biasa-biasa aja. Malah sering trial error. Dan tiap menemukan kesalahan pada hasil nastarnya, diusahakan dicari-cari bagian mana yang keliru. Yah, beginilah resiko otodidak. Enak gak enak, wes anggap aja enak. Buat-buat sendiri untuk dimakan sendiri. kalau enak ya dipuji sendiri dong.. kalau gak enak anggap aja nasib lagi apes…
-
Balada nastar
Mendekati lebaran saya suka bikin-bikin kue kering. Terutama kue nastar. Kue kering yang umumnya berbentuk bundar dengan isian selai nanas ini selalu jadi kue yang paling favorit orang serumah, terutama Mas Rinaldy. Wah, dia ini rajanya nastar! Meskipun nggak lagi lebaran, secara mendadak dia selalu minta dibuatin nastar. Hayoo siapa yang sudah bikin nastaaar, sudah mau lebaran lho ini.. Gara-gara nastar, blog ini terlupakan selama beberapa hari. Seperti ada keasyikan tersendiri saat duduk bersila sambil wiridan nastar 😀 Seandainya tidak kepo dengan resep-resep nastar yang beterbaran di internet, membuat nastar paling-paling hanya beberapa jam. Tepatnya, kira-kira 3-4 jam-an! lama juga yah hehe.. Selama membuat nastar, saya selalu berpedoman dengan resep…
-
Janjian ketemu
Dua hari ini ada beberapa teman sekolah SMK saya yang menghubungi via chatting. Tentu senang dong, akhirnya setelah sekian lama putus kontak ketemu lagi di dunia maya. Ngobrol sana-sini sambil bertanya perkembangan terkini soal pekerjaan dan rumah tangga, yang kemudian berakhir dengaaaan.. ngajak ketemuan. Oke, saya bersedia. Saya katakan, saya feel free. Mau ketemu kapan, jam berapa, Insya Allah saya bisa hadir. Apa susahnya buat pengangguran seperti saya. Selama gak ada bentrok janji sama acara, saya dipastikan akan hadir. *gaya pengangguran yang sok penting* hihihi.. Kalau saya sudah bilang bisa, gantian saya tanya ke mereka. Mau minta ketemu kapan? “Baiknya kapan, ya?” tanya mereka balik. “Mintanya kapan? Saya tadi sudah…
-
Menghidupkan malam
Kata Pak Ustad di ceramah sholat Tarawih tadi, salah satu amalan bagus yang dilakukan selama bulan Ramadhan adalah menghidupkan malam. Aktifitasnya boleh memperbanyak sholat sunnah atau membaca Al-Quran. Dari sebelum masuk bulan Ramadhan saya sudah berusaha menghidupkan malam. Bisa dibilang kehidupan saya terbalik seperti kehidupan orang pada umumnya. Bila sebelumnya saya tidur malam dan siang bangun, kali ini saya melakukan sebaliknya. Yaitu malam melek, pagi usai Shubuhan saya beranjak tidur. Persis istri males, bangun-bangun sudah bedhug dobol. Eh, nggak dobol-dobol banget lah, maksimal jam 9.30 saya sudah harus bangun hihi.. Jam 5 tidur, bangun 9.30. diitung-itung tidur saya selama 4,5 jam! Lalu ngapain aja saya melekan malam? Adalah yang dikerjakan.…
-
Apem dan Tradisi Megengan
Apem dan tradisi Megengan tidak dapat dipisahkan kala menjelang bulan Ramadhan. Di bulan yang penuh hikmah dan kemuliaan ini apem dikait-kaitkan sebagai ikon permintaan maaf terhadap sesama kaum muslim sebelum masuk pada bulan puasa. Dalam upaya menjemput bulan penuh berkah itu, warga di kampung saya saat ini beramai-ramai melaksanakan tradisi Megengan dimana salah satunya adalah membuat apem. Layaknya menyambut tamu spesial, tradisi Megengan ini dilakukan sebagai upaya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan bulan yang penuh kemuliaan ini. Membuat apem dan tradisi Megengan, selain upaya mengucap syukur juga untuk berkirim doa kepada orang tua, saudara, serta anggota keluarga lain yang telah meninggal dunia. Seperti…
-
Solusi praktis ketika ATM hilang
Susunan acara hari ini berantakan gara-gara mencari solusi ATM hilang yang tak tau kemana rimbanya. Dompet dan tas sudah dibongkar hingga lipatan saku terkecil pun tetap saja si ATM tak ada penampakan. Sedari pagi sudah dandan cantik, walaupun ujung-ujungnya tetap aja pakai baby doll batik. Rencananya pagi-pagi ke pasar, sepulang dari pasar duduk manis didepan laptop. Begitu mau berangkat, melihat dompet baru merasa aneh. Di salah satu saku kartu kok si ATM gak kelihatan. Duh, paniknya bukan main… Sebelum semua di obrak-abrik, saya diam dulu di sudut lemari. Sambil mikir kemana larinya si ATM. Perasaan kemarin baru pakai narik uang di minimarket, kok sekarang raib. Jangan-jangan ketinggalan di mesin ATM!…
-
Pusing belanja online? Shopious ajaa..
Merasa terpedaya itu ketika asyik nge-sosmed lalu terjebak masuk ke toko online tapi disana cuma dipameri model-model baju dowang tanpa ada label harganya. Dan kalau mau tau harganya harus berhubungan lewat jalur pribadi. Kecewa tauk!! Saya itu orangnya mudah terbawa arus. Kalau sudah terjerumus ke lembah sosialita bawaannya lupa waktu. Bahkan sampai komen sepanjang apapun bakal dilakoni kalau memang topiknya menarik. Begitu juga saat asyik Instragam-an. Seringkali saat asyik melihat-lihat foto teman dan mendapati jumlah komentar yang ratusan itu rasanya bahagia sekali. Baca-baca komentar sambil nyari-nyari informasi menarik. Semakin lengkap bila ada akun yang ngiklan-ngiklan produk dengan embel-embel promosi harga murah barang bagus. Tsaah seperti menemukan air segar di tengah…
-
Berteman Asyik dengan Armada dan Zaskia Gotix di Gebyar Asyiiik 2015
Kenyataannya saya memang suka nonton acara konser di TV secara live. Akan tetapi saya masih menganggap bahwa nonton konser di lapangan lebih seru dan heboh. Berdesak-desakan dengan penonton sambil bergoyang rame-rame, sensasinya lebih aduhai. Persis nyanyinya Shoimah: Ora ngerti lagune, Ora ngerti syaire, Seng penting aku joget waee Ra kenal penyanyine Ra Kenal penciptane Sing penting hore rame-rame 😀 😀 😀 Teringat waktu kecil dulu saya dan teman-teman merengek-rengek ke penjaga pintu masuk supaya dibiarkan nonton konser dangdut di Lapangan Bratang. Meski pada akhirnya panitia tetap melarang saya dengan alasan usia kami masih dibawah 18 tahun. “Paklik, aku lebokno po’o, Paklik.. yo Paklik, yoo..” sambil pasang muka melas dan menahan…


























