Keistimewaan dibalik bilangan 7

Angka 7 itu istimewa. Dalam keganjilannya, angka 7 memiliki banyak keistimewaan. Sesuatu yang memiliki bilangan 7, dan paling istimewa dalam hidup saya adalah Surat Al-Fatihah.

Surat Al Fatihah disebut-sebut Ummul Qur’an. Membaca terjemahan ayat demi ayatnya terasa sekali maknanya. Dari mulai menyebut NamaNya, MemujiNya, Dia Sang pemilik alam semesta, Dia tempat peminta pertolongan, dan Dia tempat mengadu segala doa.

Tapi, tapi, hemmm.. disini saya tidak sedang ingin membahas fadhilah Al Fatihah. Pembuka diatas hanyalah opini saya saja. Sama sekali tidak bermaksud menggurui, menghakimi, menjaksai apalagi mendokter’i. Rangkaian kata diatas tiba-tiba saja muncul di kepala saya, yang lalu diterima syaraf kemudian meluncur ke jari dan mendarat di tuts keyboard.

Buka bersama pesenan sponsor :D
Buka bersama pesenan sponsor 😀

Ide tulisan ini awalnya terbentuk dari dua rangkan huruf, 3 dan 4. Dan entah kenapa tiba-tiba saya menyambungkan angka keduanya sehingga menghasilkan bilangan 7. Dari sinilah kemudian saya membuka kesimpulan sendiri, ternyata benar, bahwa angka 7 itu angka ganjil yang istimewa. Setidaknya itu yang saya rasakan. Sekali lagi saya rasakan. Di ulang, Saya Rasakan! Bagi yang tidak merasa, jangan memaksa merasakan, karena bisa fatal akibatnya. 😀

Hari ini (eh ralat hari kemarin :D) saya merasakan benar keistimewaan yang hadir dalam hidup saya. Tak ada yang lebih membahagiakan dari pada di beri umur panjang. Hanya panjat syukur dan berdoa, Amiin Amiin Amiin. Ketambahan pula sponsor doa dari teman-teman serta saudara yang begitu menguatkan saya. Menguatkan bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini. Segala yang sia-sia itu ternyata hanya bisa dilakukan dengan berdoa, berusaha, serta berpikir positif.

Puji syukur, hari ini banyak yang mendoakan saya. Perhatian, ucapan, lantunan doa, sudah lebih dari cukup ketimbang keriaan pesta. Cukuplah lantunan doa-doa itu yang berpesta di hati saya sehingga seusainya mereka terbang beterbaran di atas langit dengan membawa sekeranjang doa untuk dipersembahkan kepada Allah, Sang Pemilik Hidup. Satu kata yang bisa diucapkan, Kabulkanlah Ya Allah..

Sungguh hari ini yang terjadi diluar rencana saya. Apalah arti bertambahnya usia jika saya belum bisa menggapai derajat khalifah sejati. Akan tetapi Allah memiliki rencana yang lebih indah dari yang saya bayangkan. Bertubi-tubi kebahagiaan itu mengguyur jiwa saya. Terima kasih teman-teman, semoga doa-doa baik yang kalian sampaikan dibalas seperti doa-doa yang telah kalian panjatkan.

—–000——

Wow sudah panjang aja tulisannya 😀

Padahal sih inti postingan ini mau bilang terima kasih kepada teman-teman atas ucapan selamat dan doa yang ditujukan ke saya. Hari ini kalian sangat luar biasa!!
Terima kasih juga kepada Tim Bedhug Asyiiik yang menyeponsori makan malam saya dan teman-teman. Terima kasih kepada Pemilik perusahaan elektronik terbesar yang mengirimi saya hadiah berupa Power Bank canggih. Terima kasih kepada Manager Perusahaan Telekomunikasi yang memberi saya apresiasi berupa smartphone keren atas ulasan acara yang saya posting di blog. Terima kasih kepada Member Emak Blogger Surabaya, Mak Nining, atas kado manisnya. Terima kasih untuk sahabat sekaligus Kakak, atas kado cantiknya. Dan semua pendukung acara saya yang tak disebutkan satu persatu disini.

Terakhir, saya ucapkan kepada pengunjung blog saya yang telah rela membaca postingan ini dari awal sampai akhir tanpa skip kata atau kalimat satupun! Meskipun penutupnya lebay, amit-amit deh saya emang begitu orangnya hihihi..

*Woooii.. sudah, woii.. ini bukan panggung Piala Citra!!!*

Isinya Power Bank
Isinya Power Bank

Ramadhan dan Tadarus

Ramadhan selalu membawa kenangan. Tiap bulan Ramadhan ada saja hal-hal yang tak luput dari ingatan. Indahnya kebersamaan dengan bulan Ramadhan seakan membawa sepercik berkah yang tak bisa digantikan dengan apapun.

Kenangan akan Ramadhan yang telah lalu tiba-tiba melintas dari ingatan saya ketika membaca komentar dari seorang narablog di status Facebook saya.

Ini komentarnya:

Screenshot_1

Komentar Pak Yunus ini seketika membuat hati saya campur aduk. Antara ingin tertawa, kangen, juga sedih.

Apa yang di tulis Pak Yunus diatas adalah pengalaman saat saya masih aktif di perkumpulan Remaja Musholla. Kami, remaja-remaja yang terlalu semangat menghidupkan bulan Ramadhan setiap hari berjibaku dengan segala kegiatan yang ada di Musholla.

Tradisi di kampung saya (mungkin juga dimana-mana) setiap bubaran sholat Tarawih selalu melanjutkan aktifitas dengan berkumpul di Musholla untuk tadarus Al-Quran. Sekian anak remaja berpakaian muslim rapi saling bergantian membaca ayat-ayat Al-Quran, sisanya menyimak apabila ada bacaan keliru.

Disaat capek membaca dan menyimak, beberapa diantara kami ngobrol di halaman Musholla sambil menikmati kue takjil yang disediakan warga untuk kami. Sungguh, itu semua kebersamaan yang sangat menyenangkan.

Yang paling saya ingat saat tadarus di Musholla adalah kami saling berebut mikrofon supaya dapat giliran membaca Al-Quran. Di Musholla kami, peraturan yang berlaku adalah siapa yang datang di Musholla lebih dulu, dialah yang pertama memegang mikrofon. Orang selanjutnya harus antri sambil menyimak halaman ayat dan surat.

Namanya juga anak remaja, membaca Al-Quran sambil memegang mikrofon adalah kebanggaan tersendiri. Memang sih, guru agama mengajarkan tidak boleh berbuat pamer, tapi coba bayangkan betapa bahagianya anak remaja ketika mendapati suaranya keluar dari mikrofon dan didengar warga seantero kampung. Kalau bacaannya lancar dan tajwidnya benar, biasanya akan mendapat pujian. Apalagi kalau lantunan bacaannya lembut dan pas panjang pendeknya. Semakin membuat orang pensaran.

Tapii, kami juga tidak bisa melarang teman yang bacaan Al-Qurannya plegak-pleguk sambil diulang-ulang. Contohnya seperti:

“Laa.. Laa  tak.. Laa  tak  huduhu..”
“Kulli.. kulli.. kulli…”

Lalu tiba-tiba ada yang iseng nyeletuk, “Kuli uyah, ta!”
Kalau sudah ada yang iseng begini ruangan Musholla seketika akan gempar dengan suara tawa yang berkepanjangan, dan tak di sadari suara kami riuh hingga ke kemana-mana. Saking ngakaknya, tak sadar kalau mikrofon itu dalam keadaan ON.
Kalau sudah begitu kami mendapat maki dari warga kampung hihi..

Pada dasarnya kegiatan tadarus yang kami lakukan bukan untuk ajang pamer. Tetapi benar-benar sebagai ajang belajar bersama. Sudah banyak bukti teman-teman yang awalnya tidak bisa membaca Al-Quran, tetapi setelah sering menyimak bacaan Al-Quran dia jadi pinter membaca. Bacaannya lumayan lah untuk seorang yang belajar ngaji secara otodidak.

Tips saya kalau ingin belajar membaca Al-Quran dengan benar, sering-seringlah duduk didekat orang yang membaca Al-Quran. Sambil menyimak bacaannya, sambil perhatikan baik-baik tajwid, tanda baca, dan kefasihan yang diucapkan. Kalau terbiasa, lama-lama, Insya Allah bisa membaca Al-Quran sendiri dengan benar. Meski belum lancar yang penting tajwid, tanda baca, dan kefasihannya benar. Tapi jangan sungkan juga berguru pada orang yang ngerti supaya belajarnya ada yang memperhatikan.

Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan bagi yang masih belajar membaca Al-Quran. Saya doakan semua teman-teman bisa membaca Al-Quran! Amiinnn… 🙂

Selamat Ulang Tahun, Luna

Tadi sore saya mendapat sebuah bingkisan ulang tahun . Bingkisan ini berisi jajanan khas anak-anak yang biasanya dibagikan kalau sedang ulang tahun. Ada susu, piatos, biscuit coklat, permen, dan sekotak donat.

Saya tersenyum saat menerimanya. Meski awalnya kaget karena menerima bingkisan ulang tahun dari seorang anak yang hari ini genap berusia 3 tahun.

Bingkisan Ulang Tahun dari Luna
Bingkisan Ulang Tahun dari Luna

“Mbak Juuni.. Mbak Juuni..” panggil seorang anak yang tingginya setinggi badan saya ketika jongkok. Ia berdiri di depan pintu sambil susah payah melepas sandal berkarakter Barbie, film kartun kesukaannya.

“Mbak Juni.. aku ulla tau..” Maksudnya dia menyerahkan bingkisan sambil berkata, Mbak Yuni, aku ulang tahun. Ya ya ya jelas saya paham dengan ucapannya. Meski cadel, 3 tahun bermain bersamanya membuat saya paham apapun yang diucapkannya.

“Oh, Luna ulang tahun?” tanya saya mengajak bicara. Padahal sudah jelas ucapannya, tetapi masih saja saya goda dengan pertanyaan balik. Kebiasaan usil yang kerap saya lakukan saat berkomunikasi dengannya.

“Iya, aku ulla tau” jawabnya tersenyum.

Setelah menyerahkan bingkisannya, dia berbalik pulang kembali ke rumah. Sedangkan saya, saya bengong menimang-nimang bingkisan itu.

Pikiran saya melayang ke waktu beberapa tahun lalu saat Luna masih berusia 7 bulan. Saya masih ingat betul muka polosnya yang berdahi lebar serta muka bersih dan cerah. Di usia itu Luna masih kerap di gendong neneknya di depan rumah.

Menginjak terantanan (belajar berdiri) Luna pertama kali menginjak lantai rumah saya. Saat itu sore jam setengah 5. Wajahnya yang selalu ceria dan tersenyum ketika di kudang membuat saya dan seluruh keluarga merasa memiliki anggota baru. Yang paling saya ingat sore itu adalah kejadian dimana ketika Luna sedang berdiri sendiri tanpa pegang apa-apa. Di satu sisi saya dan Ibuk sedang berada didepannya memegang sesuatu untuk menarik perhatiannya. Namun disisi lain, neneknya sedang sibuk memegang krah baju bagian belakangnya.

Tak disangka, ketika luna maju satu langkah, sang nenek secara tiba-tiba menarik krahnya. Daan, tumbanglah Luna kebelakang. Nangis? Jelaas.. anak segitu yang tiba-tiba nggeblak ke lantai dengan posisi rebah. Saya, Ibuk, dan neneknya begitu panik..

Itulah awal saya memiliki sahabat kecil yang kini telah berusia 3 tahun.

Sahabat yang riang
Sahabat yang riang

Sejak menjadi sahabatnya, saya seperti memiliki teman kecil yang asyik diajak bicara. Walau kadang sikapnya menjengkelkan tapi saya sayang padanya. Seperti main ke rumah ketika saya sedang sibuk mengejar dateline tulisan, tiba-tiba tangannya menarik tangan saya untuk diajak main bersamanya.

Kejengkelan lainnya ketika saya mengeluarkan motor lalu spontan dia naik ke atas motor dan minta dibelikan es krim di minimarket. Disitu saya merasa susah menolaknya. Meskipun katakanlah sedang tergesa-gesa. Begitu sayangnya untuk tidak meluapkan amarah.

Yang sangat menjengkelkan lagi adalah ketika saya mencuci motor lalu dia tiba-tiba datang dari jarak 1 meter. Mulanya datang dan bertanya:
“Mbak Juni tapaii?” (Mbak Yuni ngapain?)

Saya jawab, “nyuci motor”

Selama beberapa saat dia hanya mengamati aktifitas saya melaburi buih-buih shampo ke body motor. Saat saya lengah dia maju sedikit demi sedikit mendekati ember air tak jauh dari saya. Pertama-tama mencelupkan jarinya. Saya langsung menahannya, “Luna sudah cantik jangan main air, lho ya. Nanti bajumu basah”

“Aku dak tapai-tapai lo Mbak Juni” (aku gak ngapa-ngapain lho Mbak Yuni)

Saya tersenyum mendengar jawabannya. Tapi apa yang terjadi kemudian, Luna mengacak-acak air di didalam ember hingga kecipakannya jatuh mengenai baju dan sekujur tubuhnya.

Melihat bajunya sudah basah semua, dan percuma kalau saya larang sehingga justru mengakibatkan tangisan super heboh, saya biarkan saja dia main air. Agar keonaran ini segera berlalu saya buru-buru menyelesaikan cucian dengan mengguyur semua air ember ke body motor. Dengan begini saya rasa semua akan aman terkendali. Pekerjaan saya cepat beres (meski gak bisa dibilang bersih, gara-gara nyuci asal-asalan), juga agar Luna tidak masuk angin karena basah kuyup. Sebagai penutup saya menggandeng Luna dan mengantarkan ke Mamanya agar segera digantikan baju baru.

16 Juni 2015, Selamat 3 Tahun Luna.. semoga menjadi anak yang solehah dan tetap menjadi sahabat yang menyenangkan

Cara melaporkan SPT Tahunan pajak pribadi

Cara melaporkan SPT Tahunan pajak pribadi sangat mudah sekali. Datang ke kantor pajak, ngisi data, selanjutnya tinggal nunggu nomor antrian dipanggil.

Pagi tadi saya datang ke KPP Pratama Wonocolo di jalan Jagir Surabaya. Sudah awal bulan lalu saya menerima surat pemberitahuan dari kantor pajak mengenai laporan SPT Tahunan, tetapi karena saya baru memiliki NPWP, dan belum tau cara melaporkan SPT Tahunan, perasaan ngeri-ngeri sedap sontak membayangi. Bagaimana kalau saya tidak bisa ngisi formulir SPT, bagaimana kalau petugas pajaknya sangar, dan bagaimana kalau-bagaimana kalau lainnya. Mendengar orang menyebut SPT aja perut saya langsung mules.

Di Car Free Day Sidoarjo 2 Minggu yang lalu, saya sempat mendatangi stand Pajak keliling yang buka di alun-alun Sidoarjo. Berada ditengah fasilitas umum, sepertinya wajah sangar petugas pajak nggak begitu terlihat. Apa karena mata saya sudah terpesona dengan gelas pajak yang dibagikan gratis bagi siapa saja yang mendatangi stand tersebut? haha.. ternyata setakut-takutnya saya, masih bisa ditoleransi dengan souvenir!
Beneran, gelas yang dibagi-bagi buat souvenir bagus banget. Selain gelas, petugas pajak itu juga bagi-bagi kalender mini. Padahal petugas itu hanya sosialisasi e-filing SPT Tahunan hehe..

Teringat bulan Maret segera berakhir, pagi-pagi saya lantas menuju ke Kantor Pajak untuk mencari cara melaporkan SPT Tahunan pajak pribadi. Dokumen yang saya bawa hanya NPWP dan KTP asli.

Di dalam kantor pajak suasananya sungguh ramai. Di beberapa tempat banyak orang sibuk dengan setumpuk berkas. Entah berkas apa. Diruangan lainnya, orang sedang antri seantri-antrinya! Saya yang.. yang kebingungan harus kemana dan mencari siapa dengan PDnya mengambil nomor antrian jurusan SPT Tahunan.

IMG_20150327_112545
Berkas SPT untuk wajib pajak pribadi dan berpenghasilan dibawah 60 juta pertahun

Dengan membawa nomor antrian saya lantas melihat-lihat aktifitas disana. Oh, rupanya sebelum antri, wajib pajak harus meminta formulir terlebih dahulu. Di salah satu meja tempat beberapa form bertumpuk, saya bertanya kepada petugas form yang mana yang harus saya isi. Oleh petugas saya diberi form warna ijo, yang cocok untuk wajib pajak pribadi atau karyawan yang penghasilannya dibawah 60 juta pertahun.

Saat melihat form itu mata saya jelalatan. Apa yang mau diisi? Jangankan ngisi, membaca soal saja saya nggak paham. Persis anak sekolah yang lagi ujian dan kebingungan mengisi jawaban. Rasa hati ini uwes broken, saya isi saja nama dan nomor NPWP. Lainnya? Saya Kosongi! Haha..

Form yang nggak jelas itu kemudian saya bawa ke tempat validasi NPWP lalu diberi stempel. Sampai disini apakah saya sudah jelas? Belum, sodara… saya masih bingung form ini mau diapain lagiii.. 😀

Mumet pala Barbie, kuping saya mendengar suara seseorang memberitau bahwa untuk ibu rumah tangga yang tidak bekerja, atau pegawai yang sudah resign dari kerjaan harus membuat surat pernyataan yang ditulis tangan lalu dibubuhi tanda tangan. Oh, I know. Itu sih gampang!
Tapi masalahnya, kemana saya harus mencari kertas kosong buat nulis pernyataan? Membawa bolpoin saja, bawa yang macet. Piye ki Yang Mulia Raja???

Untungnya di meja formulir disediakan HVS kosong. Selameeet-selamet.. bolpoin gimana? Pinjem dunk, walaupun harus gantian sama orang hehe..

Yes, lengkap! Saatnya masuk kedalam ruangan untuk menunggu dipanggil. Melihat nomor antrian, tercetak D 294.

“Nomor antrian D 115 menuju ke loket 11” suara CS mendayu.

Anjriitt!!! Opooo??? Nomor 115? Byuh, suweee meeennn…

Ya udahlah berdiri aja sambil nunggu ada kursi kosong.

IMG_20150327_095624

Sambil nunggu, perasaan saya harap-harap cemas. Apakah form saya bakal diterima. Masalahnya form itu saya isi dengan angka 0 (nol) semua. itu pun hasil nyontek punya orang. Waktu ngisi tadi saya melirik orang disebelah saya hihi..

Setelah menunggu sejam 15 menit, saya maju dengan membawa form dan surat pernyataan. Tangan kiri saya menggenggam KTP dan NPWP siapa tau diminta oleh petugas.

TT SPT1
Tanda Terima SPT Tahunan

Alhamdulillah Cara melaporkan SPT Tahunan pajak pribadi akhirnya selesai tanpa kendala. Form saya dinyatakan sah dan diberi surat tanda terima. Ealah.. ternyata begitu aja, toh, melaporkan SPT Tahunan. Kirain bakal ditanyain, berapa bayaran job review-mu? Hihi.. Rahasia, Paklikk!

Jangan menolak pemberian orang

“Jangan menolak pemberian orang!”

Pesan itu kembali saya dengar hari ini. Rasanya sudah lama sekali saya tidak mendengar pesan-pesan yang mengandung ilmu seperti ini. Dan begitu mendengar sepintas barusan, seperti ada yang mengingatkan kembali bahwa tidak baik menolak pemberian orang, sekecil apapun nilainya.

Cerita bermula ketika Ibuk saya dikasih asem cempalok oleh tetangga. Tau kan asem cempalok? Itu lho asem mentah yang ada kulitnya dan sering dipakai bumbu sayur asem. Saya dengar-dengar, di pasaran saat ini harga asem cempalok sedang mahal-mahalnya. Padahal tukang sayuran membeli asem cempalok ini hanya sebagai imbuh-imbuhan bumbu kalau ada orang beli paketan sayur asem. Karena fungsinya sebagai imbuh-imbuhan, jelas, harga asem yang sebegitu mahal membuat tukang sayuran ogah-ogahan menyediakan asem cempalok. Sebagai pengganti rasa asem biasanya tukang sayuran menggantinya dengan blimbing wuluh atau tomat.

Setelah kepergian tetangga, Ibuk saya lantas membuka plastik pembungkus asem cempalok tersebut dan melihat kondisi asem tersebut. Tanpa bermaksud mengejek, Ibuk saya bicara sendiri, yang disitu ada saya, otomatis saya mendengar ucapan Ibuk. “Asem kayak begini ini nggak bisa dipakai buat sayur. Percuma dibuat sayur, rasa asemnya nggak keluar”

Penasaran, saya pun mendekat dan memegang asem cempalok tersebut. “kempes-kempes gini ya, Buk” kata saya.

“Lha iyo, asem kayak gini ini nggak bisa dipakai campuran bumbu sayuran. Percuma, nggak ada rasa asemnya”

Sambil memegang asem satu demi satu saya lantas komentar, “Kalau nggak bisa dipakai sayur, pas dikasih tadi kenapa diterima aja, Buk?” protes saya. “Bilang aja ke dia, asem jelek-jelek begini nggak bisa disayur!”

“Hush!Yang namanya rejeki nggak boleh ditolak. Jangan menolak pemberian orang! Diterima aja biar yang ngasih senang. Kalau nggak bisa dipakai tinggal bungkus rapat, lalu buang ke sampah. Gampang”

Astaga! Kenapa saya jadi tukang protes begini. Kenapa saya tidak bisa menahan gejolak untuk tidak menjelekkan orang lain. Dalam hati saya membenarkan ucapan Ibuk. Memang ada benarnya ucapan Ibuk. Yang namanya rejeki nggak boleh di tolak. Sejelek apapun pemberian, jangan sampai kita menolak. Bayangkan sendiri bagaimana sakitnya kalau kita memberi sesuatu ke orang lalu orang itu menolak tanpa alasan yang jelas. Masih mending tanpa alasan jelas, lha kalau dikasih alasan tapi kata-katanya menyakitkan yang memberi, misalnya: “maaf saya nggak bisa nerima, barangmu ini jelek” Duh, betapa semakin menusuk-nusuk lagi, kaan.

Pelajaran jangan menolak pemberian orang sudah sepantasnya diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan merasa beranggapan dikasih barang jelek dan murahan itu artinya kita akan disepelekan orang lain. Mungkin saja orang itu mau memberi kita sesuatu, tapi karena keterbatasannya sehingga dia tidak mengira orang lain bakal kecewa atas pemberiannya. Semoga Jumat barokah ini memberi kita banyak berkah, Amin. Selamat hari Jumat, kawaan 🙂

Sweet Tooth, Treat Tooth! with Femina and Systema Nano

Sejak dulu saya suka baca majalah Femina, terutama rubrik gado-gado. Tapii.. dari sekian tahun baca Femina, baru kemarin saya merasa bahagia karena Femina hadir di Surabaya. Eh, tapi bukan dalam bentuk majalah, tetapi acara Talk Show. Yaeyy..

Acara bertajuk Calling All Desert Lovers! Sweet Tooth, Treat Tooth! Digagas oleh majalah Femina bekerja sama dengan Systema Nano. Pembicara yang dihadirkan ada drg. Taufan Bramantoro seorang dokter gigi dan Emilia E. Achmadi MS. RDA, Nutritionist.

Tak hanya itu saja ada juga Chef Ken Kurniawan Masterchef Indonesia yang demo dessert dengan bahan coklat! Hmm..

systema surabaya-Optimized

Jam 9 kurang saya sudah tiba di Hotel JW. Marriot, tempat acara diselenggarakan. Jadwal acaranya sendiri sih sebenarnya jam 9 tetapi sengaja saya datang lebih pagi supaya dapat jatah coklat dari DAPUR COKLAT hihi.. soalnya jumlah coklatnya terbatas, hanya untuk 50 pendaftar pertama aja. Dari pada gak kebagian nomor mendingan datang awal, kan. Gak rugi waktu juga kok, biasanya diacara-acara lainnya suka datang paling awal. *horang rajin* 😀

Usai registrasi saya dikasih Name tag, kupon Dapur Coklat, dan paket Systema Nano yang isinya perlengkapan membersihkan gigi. Ada pasta gigi, sikat gigi dan obat kumur. Selanjutnya saya digiring dan diminta menikmati coklat yang tersedia dimeja. Coklat-coklat itu boleh dimakan sepuasnya! Nahlo.. siapa mau nolak?

Paket Systema

Tetapiii… ada syaratnya!
Habis makan coklat harus kekamar mandi untuk gosok gigi menggunakan paket yang dibagikan tadi. Setelah itu foto dulu dibooth lalu diikutkan kontes #SweetSmile di twitter. Horee, bakal ada peluang dapat hadiah, nih 😀

Woww coklatnya buanyaaak. Bentuknya pun macam-macam. Ada yang amit-amit sampai imut-imut! Saya ngambil 3 potong brownis coklat dong plus nyoba sebiji pralines. Gak berani banyak takut gak habis. Setelah itu gosok gigi dan foto-foto di booth.

Coklat Femina by Dapur Coklat
Coklat Femina by Dapur Coklat

Ngobrol manis tentang sesuatu yang manis

Acara kemarin digawangi oleh Mas Arif Tirtosudiro dari UFM Jakarta. Saya kira Arif Suditomo penyiar berita itu, eh ternyata bukan hehe.. tapi seru kok, Mas Arif bawain acaranya asik.
“Siapa yang tadi sudah mencoba pasta gigi Systema Nano?”
Tanya Mas Arif ketika membuka acara.

Karena saya merasa sudah coba, saya lantas ngacung tinggi-tinggi. Kirain Cuma ngacung dowang, ternyata dihampiri sama Mas Arifnya.

“Mbak Yuni sudah mencoba produk Systema yang apa?” *asik euy namaku disebut sama Mas Arif*
“Pasta Gigi sama sikatnya, Mas”
“Bagaimana rasa pasta gigi Systema, Mbak Yuni?” *hore, disebut lagi*

Karena pertanyaannya mendadak dan saya gak siap mengatur kalimat, saya jawab aja apa adanya “Rasa pastanya sepet tapi tidak terlalu sepet. Terus ketika pertama nempel digigi, pastanya tidak membuat gigi saya ngilu”

Tau ah kok langsung keluar kata ‘sepet’ padahal maksudnya rasa mint nya tidak bikin lidah pahit. Suka gitu kan kalau habis gosok gigi lidah rasanya pahit. Nah punya Systema ini rasa pahit nggak terlalu, teksturnya juga lembut.

“Oke, terima kasih Mbak Yuni”

Pas Mas Arifnya pergi datanglah sebuah kotak ada tulisan Dapur Coklat. “ini pasti coklat. Horee!

Yak, itu tadi cerita hadiah pertama yang saya dapat.
Untuk hadiah kedua saya dapat buku dari drg. Taufan Bramantoro karena berhasil jawab pertanyaan. Sedang yang ketiga kalinya dapat hadiah doorprize! Alhamdulillah hehe..

Disesi selanjutnya ada Chef Ken Kurniawan Master Chef yang demo membuat dessert. Dessert yang resepnya dari Chef Ken ini bernama Chocolate Green Tea Mochi. Waktu untuk membuat dessert ini gak lama, lho. Hanya setengah jam! Sayangnya saya gak kebagian icip mochinya karena terbatas. Ya sudahlah yang penting sudah punya koleksi foto seframe sama Chefnya hehe..

Me and Chef Ken Masterchef Indonesia ^^
Me and Chef Ken Masterchef Indonesia ^^

Dari Chef Ken berlanjut talkshow bersama Bu Emilia E. Achmadi MS. RDA, Nutritionist yang menjelaskan mengenai makanan manis.

Manis memang identik dalam kehidupan kita sehari-hari. Apalagi tipikal orang Indonesia suka dengan sesuatu yang manis. Padahal kalau kebanyakan gula bisa bikin diabetes. Ih ngeri..

Lho kenapa takut diabetes sekarang kan sudah ada gula pengganti?
Benar, tetapi menurut Bu Emilia, gula rendah kalori dibuat dari bahan-bahan sintetis. Gula sintetis memang dapat rasa manisnya, justru kalorinya yang gak dapat. Daan gula pengganti lebih berbahaya daripada gula asli. Catet! Sedangkan 50% energi kita didapatkan dari gula.

Dalam talkshownya, Bu Emilia sempat memberikan tips berapa banyak gula yang boleh dikonsusmsi supaya aman untuk kesehatan tubuh. Yaitu:
Untuk perempuan 24 gram gula perhari, sedangkan untuk laki-laki 36 gram gula perhari.
Jika diukur dengan rumus kira-kira, 24 grams setara dengan 4 kali gula sachetan.
Sudah tau, kan?
Nah mulai sekarang harus cerdas memakai gula. Gula tidak perlu ditakuti, tapi diatur!

Bedah kesehatan gigi

Sweet Tooth, Treat Tooth with Femina and Systema
Sweet Tooth, Treat Tooth with Femina and Systema

Banyak makan manis selain mengakibatkan diabetes juga bisa mengakibatkan kerusakan gigi.
Ah, makin pusing lagi ini.. haha

Seperti yang disampaikan oleh drg. Taufan Bramantoro, intinya konsep makanan dan gigi seperti piring dan makanan. Selesai digunakan harus rajin-rajin dibersihkan.
Bukan sering-sering lho ya, tapi rajin-rajin.
Sering-sering dengan rajin-rajin itu beda.

Gigi kalau rajin-rajin dibersihkan bisa jadi sehat, tapi kalau sering-sering dibersihkan justru malah gak bagus. Misalnya habis makan langsung gosok gigi, yang terjadi adalah aliran darah digusi jadi terhambat dan air liur tidak bisa mengorganisir keasaman mulut.

Lalu bagaimana cara merawat gigi yang baik?
Dengan 3S!

S1: Sikat gigi 2 kali sehari: pagi dan malam. Saat yang bagus adalah setelah sarapan pagi dan sebelum tidur.

S2: Sabar dan menikmati proses menyikat gigi. Wajarnya menyikat gigi selama 1-2 menit. Dan jangan terlalu keras menyikat agar tidak merusak lapisan gigi.

S3: Suka minum air putih setelah makan makanan manis dan lengket. Air putih dapat membilas sisa-sisa makanan yang menempel disela-sela gigi.
Dan jangan salah penggunaan mouthwash tidak bisa menggantikan fungsi sikat gigi lho ya.. mouthwash sifatnya melengkapi keefektifan sikat gigi!

Systema Nano menembus sampai kelubang nano

Systema Nano merupakan produk kebersihan gigi yang terdiri dari pasta, gigi, sikat gigi dan mouthwash. Kelebihan produk Systema adalah satu-satunya produk yang mampu menyebarkan nano kalsium lebih cepat sehingga menjaga kebersihan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Systema Solution

Saat ini Systema Nano juga menyediakan website Systema-Solution yang salah satunya bertujuan membantu siapa saja yang mengalami gangguan gigi. Dengan website ini kita bisa lho melakukan konsultasi langsung dengan dokter gigi berpengalaman. Catat ya waktunya! Setiap hari Jumat jam 13.00-15.00!

Jangan sampai ketinggalan ya, gunakan waktu konsultasi dengan sebaik-baiknya supaya gigi kita selalu sehat, karena didalam gigi yang sehat terdapat senyum yang sempurna.

No more worries to go to the dentists
No more worries to eat sweet food

Member baru

Kami menyebutnya member baru!

O, saya tidak sedang membuka kursus atau kelas khusus, tapi ini tentang penyebutan saya dan suami untuk seorang anak tetangga yang hobi datang kerumah.

Mengapa saya sebut member baru, karena anak-anak tetangga ini datangnya silih berganti. Kalau sudah menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya di rumah saya, si anak ini akan datang dengan sendirinya. Entah itu makanan ataupun mainan. Masa-masa ‘member’ ini main kerumah juga relatif. Kadang ada yang sampai usianya 3 tahun, tapi ada juga yang sampai sekolah SD masih suka datang. Walaupun saya tidak secara khusus mengundangnya datang.

Usia member baru ini juga tidak ada patokan khusus. Seringnya sih berawal dari kebiasaan orangtua yang mengajak mereka jalan-jalan pagi dengan menggunakan stroller bayi atau sepeda roda 3.

Kisah member baru ini bermula dari kebiasaan Ibuk saya yang sejak dulu suka menggendong anak kecil. Selain cucu sendiri, anak kecil yang kerap Ibuk gendong adalah anak tetangga. Mungkin karena gemas melihat kelucuannya sehingga Ibuk saya menggendongnya lalu dibawa pulang ke rumah.

Melihat kebiasaan Ibuk yang suka gendong anak orang ini memancing saya untuk tidak bisa menolak keberadaannya. Sudah otomatis saya pasti ketiban sampur, entah itu ikut-ikutan menggendong atau mengajak mereka main.

Ada seorang anak berusia belasan bulan, hampir 2 tahun. Namanya Rangga. Jika diitung, Rangga adalah member kesekian dalam lingkaran anak-anak yang suka datang kerumah. Yang unik dari seorang Rangga adalah mukanya yang selalu tertawa. Nggak pernah sedikitpun terlihat sedih. Pokoknya setiap Rangga lari kerumah bawaannya ceria terus. Mulanya Rangga main kerumah atas kesuksesan Ibuk membujuk dia. Dengan embel-embel astor dan biskuit, Rangga dengan sendirinya berlari mendekat. Lambat laun kebiasaan itu membuat dia terbiasa. Saya dan Ibuk pun makin senang melihat Rangga terbiasa datang kerumah. Apalagi dengan gaya cerianya.

Terakhir-terakhir ini Rangga semakin intens main kerumah. Jadwalnya pagi dan sore. Walaupun saya dan Ibuk sudah sedang tidak siap biskuit tetapi Rangga dengan sendirinya datang kerumah.

“On.. On.. eda oton, On. Eda oton”
Artinya: Om.. om.. sepeda motor, Om. Sepeda motor.

Mas Rinaldy pun menjawab: “Oiya sepeda motor..”… “Rangga mau nonton sepeda motor?”
“Au, On. Au..” (mau, Om. Mau)

Kalau sudah begini artinya Suami harus membuka browser lalu mengetik keyword sepeda motor di halaman google image. Setelah muncul gambar-gambar sepeda motor, Rangga akan berteriak-teriak senang sambil bertepuk tangan.

Tak melulu sepeda motor, Mas Rinaldy juga mengenalkan gambar kereta api, bus, pesawat, helikopter, mobil pemadam, dan aneka hewan satwa seperti kucing, gajah, jerapah, kuda, dan lain sebagainya. Dan gara-gara gambar inipulalah Rangga selalu menolak diajak pulang. Dan biarlah Ibunya garuk-garuk kepala sendiri melihat anaknya susah diajak pulang 😀

Pernahkah Emak-emak punya pengalaman seperti Rangga, yang kalau main susah disuruh pulang? Cerita dong-cerita dong.. 😀