Naik KA Lokal Arjonegoro Sidoarjo – Wonokromo Rp. 4 Ribu, Murahnya..

Pengalaman naik Commuter Line Arjonegoro

Rumah saya dekat dengan stasiun Wonokromo tetapi jarang sekali memanfaatkan Commuter Line. Saya bahkan gak hapal nama-nama dan rute KA lokal, mungkin karena malas beli tiketnya yang harus melalui aplikai KAI Access. Harus beli beberapa hari sebelum perjalanan pula. Nggak praktis..

Bisa dibilang stasiun Wonokromo merupakan stasiun strategis karena semua kereta lokal berhenti di sini. Kereta antar kota juga berhenti terutama kelas ekonomi, tapi entahlah saya lebih suka naik angkutan umum seperti Wira-Wiri atau Bus Suroboyo.

Anggapan ribet terpatahkan kemarin. Saat unjung-unjung ke rumah Bu Tatit di Sidoarjo saya disarankan pulang naik kereta api. Jam 5 sore Bu Tatit iseng buka aplikai KAI Access dan melihat jadwal KA lokal ke Wonokromo. Ternyata ada jadwal untuk keberangkatan jam 17.35 dengan status tempat duduk berdiri. Waktu tinggal setengah jam dan Bu Tatit nekat memesankan tiket untuk saya dan suami.

“Awakmu kan durung pernah numpak sepur lokalan, saiki wayahe nyubo” kata Bu Tatit

Tawaran Bu Tatit saya iyain, apa salahnya ngejar pengalaman? Harga tiketnya murah, biar kalau ke Sidoarjo lagi naiknya Commuter Line..

Pengalaman Naik Kereta Commuter Line Arjonegoro

Bu Tatit The Best-lah.. sudah memesankan tiket masih juga bertanggung jawab mengantarkan saya ke stasiun. Di jalan agak gupuh karena waktunya sudah mepet. Tinggal 20 menit, lalu lintas Sidoarjo khususnya jalan Surabaya – Malang lumayan padat.

Tiba di stasiun 17.20, dan dari jauh kereta Arjonegoro sudah ongkang-ongkang di atas rel nungguin saya, hehe. Saya dan suami segera masuk stasiun dan check in. Terima kasih Bu Tatiiit, terima kasih Maas Afif, sudah mengantar kami. Maafkan sudah menjadi tamu yang merepotkan, huhu..

Meskipun kereta lokal, urusan check in sama seperti KA jarak jauh. Menunjukkan bukti pemesanan tiket beserta identitas. Baru kali ini saya masuk stasiun Sidoarjo. Di luar tampak luas, parkirannya lebar, tapi area tunggunya agak sempitan. Ada AlfaExpressnya.

Sebelum naik saya sempatkan beli air mineral dulu lalu bergegas menuju rangkaian gerbong yang berada di jalur 3 (atau 4 ya, lupa saya gak ngitung)

Saat mau naik, orang-orang fokus pada satu pintu gerbong. Dari pada antri, saya melipir ke gerbong sebelahnya. Ternyata banyak kursi kosong euy! Saya ambil posisi yang kursinya kosong 2 bersebelahan.

“Gapapa kita duduk dulu, nanti kalau ada pemiliknya kita berdiri” kata saya ke suami.

Nyatanya sampai saya turun di Wonokromo pemilik kursi gak ada yang datang. Belakangan saya tau bahwa settingan kursi Commuter Line dibikin bebas tempat duduk alias dijual tanpa nomor kursi. Gampangnya, siapa cepat dia dapat!

Review Gerbong KA Arjonegoro

Saya tidak begitu perhatian dengan jumlah gerbong KA Arjonegoro, sepertinya rangkaiannya pendek saja, tidak mengular seperti KRD jarak jauh. Warna gerbongnya hijau sama seperti warna kursinya. Penataan kursinya berhadapan 2-2 khas KA ekonomi, bukan yang lurus seperti kursi KRL.

Kursinya bisa dibilang keren, ada sandaran kepalanya dan nggak jejeg seperti kursi kereta ekonomi Gaya Baru Malam Selatan jaman dulu yang menyiksa.

Gerbongnya bersih, luas, space di antara kursi ada colokan listriknya. Ada pegangan tangan bagi penumpang berdiri. ACnya dingin. Di bagian atas terdapat bagasi kabin.

Kebetulan saya duduk di gerbong 1 dan menjadi rangkaian paling depan. Selain bagasi atas, bagian ujung gerbong terdapat rak besar berdiri yang bisa digunakan penumpang untuk menyimpan koper dan bawaan lainnya.

Kereta ini lumayan tenang, selama perjalanan sama sekali tak mendengar suara speaker yang biasanya memberitahukan lokasi pemberhentian. Bagi yang biasa ke Sidoarjo pasti dengan mudah nebak lokasi yang dilalui kereta ini, tapi yang jarang atau belum pernah ke Sidoarjo harus pasang mata sekaligus mengira-ngira agar stasiun tujuannya tak terlewat.

Perjalanan dari Sidoarjo menuju Wonokromo waktu tempuhnya tak sampai 30 menit karena tepat jam 18.00 saya masih sempat sholat Maghrib di Musholla stasiun.

Alasan Harus Naik Kereta Api Lokal Arjonegoro

Saat membaca nama Arjonegoro saya memastikan 2 kali agar tak salah baca Bojonegoro. Cari informasi baru tau bahwa nama ini gabungan antara Sidoarjo dan Bojonegoro dan sekaligus meleburkan kereta Komuter Sulam (Surabaya Lamongan)

Awalnya saya pikir kereta ini berakhir di stasiun Bojonegoro, tetapi ada penumpang yang bilang berakhirnya di Babat. Jadi bingung saya..

Makin bingung lagi baca papan informasi di stasiun rutenya ada yang Lamongan, ada yang Bojonegoro. Tarifnya ada yang Rp. 5 ribu ada juga yang Rp. 6 ribu. Dari laman keretaapikita.com dapatlah informasi bahwa Kereta Arjonegoro ada beberapa relasi dengan rute dan jadwal keberangkatan sebagai berikut:

Surabaya Pasar Turi – Babat KA 451

  • Surabaya Pasar Turi: 18.37
  • Tandes: 18.45
  • Kandangan: 18.53
  • Benowo: 19.03
  • Cerme: 19.13
  • Duduk Sampeyan: 19.26
  • Lamongan: 19.40
  • Pucuk: 19.59
  • Babat: 20.14

Babat – Surabaya Pasar Turi KA 444

  • Babat: 04.25
  • Pucuk: 04.39
  • Lamongan: 04.57
  • Duduk: 05.11
  • Cerme: 05.23
  • Benowo: 05.32
  • Kandangan: 05.42
  • Tandes: 05.49
  • Surabaya Ps. Turi: 05.59

Babat – Surabaya Pasar Turi KA 452

  • Babat: 20.30
  • Pucuk:20.44
  • Lamongan: 21.03
  • Duduk: 21.18
  • Cerme: 21.31
  • Benowo: 21.53
  • Kandangan: 22.18
  • Tandes: 22.26
  • Surabaya Ps. Turi: 22.36

Sidoarjo – Bojonegoro KA 446/447

  • Sidoarjo: 07.20
  • Gedangan: 07.31
  • Waru: 07.40
  • Wonokromo: 07.57
  • Surabaya Gubeng: 08.24
  • Surabaya Ps. Turi: 08.44
  • Tandes: 08.58
  • Kandangan: 09.06
  • Benowo: 09.30
  • Cerme: 09.40
  • Duduk: 09.53
  • Lamongan: 10.07
  • Pucuk: 10.25
  • Babat: 10.39
  • Bowerno: 10.51
  • Sumberrejo: 11.05
  • Kapas: 11.16
  • Bojonegoro: 11.27

Bojonegoro – Sidoarjo KA 448/449

  • Bojonegoro: 12.10
  • Kapas: 12.19
  • Sumberrejo: 12.31
  • Bowerno: 12.46
  • Babat: 12.59
  • Pucuk: 13.14
  • Lamongan: 13.33
  • Duduk: 13.47
  • Cerme: 13.59
  • Benowo: 14.08
  • Kandangan: 14.17
  • Tandes: 14.24
  • Surabaya Ps. Turi: 14.34
  • Surabaya Gubeng: 15.19
  • Wonokromo: 15.29
  • Waru: 15.43
  • Gedangan: 15.57
  • Sidoarjo: 16.09

Surabaya Pasar Turi – Sidoarjo KA 445

  • Surabaya Ps. Turi: 06.04
  • Surabaya Gubeng: 06.18
  • Wonokromo: 06.27
  • Waru: 06.36
  • Gedangan: 06.48
  • Sidoarjo: 07.02

Sidoarjo – Pasar Turi KA 450

  • Sidoarjo: 17.35
  • Gedangan: 17.45
  • Waru: 17.53
  • Wonokromo: 18.05
  • Surabaya Gubeng: 18.15
  • Surabaya Ps. Turi: 18.32

Tarif kereta Arjonegoro murah banget!:
Sidoarjo – Surabaya Pasarturi Rp 4.000
Surabaya Pasarturi – Bojonegoro Rp 6.000
Sidoarjo – Bojonegoro Rp 10.000
Surabaya Pasarturi – Babat Rp 5.000
Surabaya Gubeng – Bojonegoro Rp 10.000
Surabaya Gubeng – Babat Rp 5.000

Kereta Api Arjonegoro jadi alternatif transportasi murah dengan jarak yang lumayan jauh. Lebih hemat dan praktis untuk tujuan dari Bojonegoro ke Sidoarjo tanpa harus gonta-ganti kendaraan. Dari pada naik motor, yuk nyepur!

You Might Also Like

Leave a Reply