Asuransi Kesehatan Peredam Khawatir biaya Rumah Sakit Mahal

Apapun alasannya, Asuransi Kesehatan itu penting. Biaya Rumah Sakit sering sekali membuat keluarga khawatir. Seperti yang baru saja terjadi, disela rutinitas harian saya update blog, secara tak sengaja menangkap selintas satu SMS baru masuk. Sebagian kalimatnya terbaca, ‘Bayar Hutangnya Bu! Bla bla bla ..’

Makdeg! Kaget dong saya! Hari gini ada orang nagih hutang. Dengan bergegas saya buka SMS tersebut. Lebih karena penasaran. Sejak kapan saya punya hutang sama orang?

Ah, paling SMS nyasar, pikir saya.

Tapi makin saya gak peduli, makin saya ingin membaca SMS itu dan mencari tau isi pesannya secara lengkap. Siapa tahu ada nama yang berhutang dan pemberi hutang yang saya kenal dalam isi SMS tersebut.

‘Bayar Hutangnya Bu! Kasih tau teman ibu yang namanya Fulan Fulana ..’

Nah, kan, benar. Ternyata SMS nyasar. Saya jadi makin tersasar, karena nama perempuan yang berhutang tersebut tidak ada di daftar kontak HP saya. Haduh, onok-onok ae!

Tapi tunggu, kenapa nih mendadak satu tulisan saya dibuka dengan SMS hutang? Bukan apa-apa. Sekarang memang sedang ramai, netizen di negara +62 berkeluh tentang bom SMS serupa di atas. Yang berhutang siapa, yang makjegagik kaget siapa. Saya langsung mengedepankan pikiran positif. Mungkin yang berhutang tersebut sedang sangat kepepet. Mungkin juga sedang butuh biaya banyak untuk bayar perawatan rumah sakit.

Nah, bicara tentang rumah sakit, sudah tahu kan trik menekan biaya perawatan? Salah satunya ya dengan memiliki layanan asuransi.

Asuransi Kesehatan Redam Khawatir saat Sakit

Saya sepakat, bahwa siapa pun tidak ada yang berharap sampai sakit atau –amit-amit ketok meja, sampai kecelakaan parah. Namun, normalnya manusia, dalam setahun akan ada saat dimana tubuh meminta istirahat penuh. Syukur sekali jika istirahatnya cukup dengan piknik santai di pantai. Sayangnya, ada sebagian orang yang sampai harus dirawat lama karena penyakit yang diidapnya.

Manalagi jika sudah cukup sepuh. Atau seperti kisah teman saya. Dia memiliki riwayat alergi obat. Sekali waktu, batuk pilek yang umumnya mampir pas musim pancaroba (peralihan musim dingin ke kemarau, atau sebaliknya) memaksanya harus rawat inap. Dokter dibuat cukup pusing, karena alerginya bisa dipicu oleh obat-obatan umum yang disediakan rumah sakit. Endingnya, dokter meresepkan obat paten dan notabene berharga mahal. Saat seperti itu lah, teman saya merasa sangat bersyukur telah memiliki layanan asuransi kesehatan.

Saat mendaftar diawal dulu, masalah utamanya yang alergi obat sudah dilaporkan. Jadi, biaya besar untuk obat paten yang didapatnya, termasuk biaya yang di-cover.

Saya jadi turut merasa lega, meski hanya sebagai pendengar cerita saja. Satu sisi, disekian acara blogger yang pernah saya ikuti, pentingnya memiliki asuransi kesehatan ini memang sering diingatkan.

Yang Harus Disiapkan Untuk Memiliki Asuransi Kesehatan

Lantas, berkas atau dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bisa memiliki layanan asuransi? Yuk disimak.

Siapkan Data Personal

Sebelum membuat asuransi kesehatan, paling pertama dilakukan adalah menyiapkan data-data personal dan keluarga secara lengkap. Mulai dari e-KTP, Akta Lahir dan Kartu Keluarga. Data-data ini juga harus dijaga dengan baik, karena selain diwajibkan saat mendaftar, dalam proses klaim pun semua data ini harus ada. Baik data asli, juga berkas fotokopinya.

Data-data penting dan wajib ini kadang masih harus ditambah dengan data-data lainnya. Jenis datanya bisa berbeda-beda, tergantung agen atau lembaga asuransi kesehatan yang dipilih.

Cermati Jenis Asuransi

Agar tidak salah lagkah dikemudian hari, saat mendaftar asuransi, perhatikan dengan baik point-point dari jenis perlindungan yang akan diperoleh. Misal, jika mengambil langsung tiga jenis layanan, yaitu Asuransi Kesehatan, Asuransi Jiwa atau Jaminan Hari Tua, pasal-pasal perlindungannya bisa jadi tidak sama persis.

Akan lebih baik lagi, jika kita membuat catatan personal khusus, point-point utama dari masing-masing jenis perlindungan tersebut.

Cek layanan Asuransi Secara Berkala

Bukan gimana-gimana, untuk kebaikan bersama, cek secara berkala semua layanan asuransi yang kita miliki. Jika memang bisa akses online, jadikan link aksesnya tersimpan khusus.

Sekarang, saya, juga siapa pun kalian, semoga menjadi semakin yakin untuk segera memiliki layanan asuransi. Baik itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan, ataupun yang lainnya untuk melindungi harta tertentu (biasanya mobil, rumah atau barang berharga lainnya). Minimal, perlindungan dari layanan yang kita miliki, memberikan sedikit rasa tenang bagi keluarga.

Meski tentu tidak bisa menghindari untuk tidak sakit di masa depan, namun bayangan kita sudah memiliki dana cukup jika sampai terpaksa dirawat, sudah cukup menenangkan. Yang utama, ya ketenangan bagi diri kita pribadi serta keluarga terdekat. Semoga disepakati ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top