Juguran Blogger 2019, Cocote Kelabasen..

Lupa, kapan tepatnya tagline Juguran 2019 berubah sak karepe dewe begini. Semua mengalir begitu saja ketika hari menjelang malam. Sudah bagus-bagus disetel, Juguran Blogger: Banyak Wisata, Sedikit Bicara. Ndilalah, diubah ke mana-mana, sampai bawa-bawa cocot segala, haha..

Juguran Blogger 2019 merupakan kegiatan yang kesekian kali diadakan oleh Komunitas Blogger Banyumas. Tapi baru kali ini saya kelolosan ikut.

Entah karena kasihan, atau adminnya memang ingin ketemu saya sehingga setelah ditolak kepersetaan saya, tiba-tiba dihubungi lagi suruh beli tiket PP. Yaelah, Mas, drama amat, sik!

Acara yang didapuk selama 3 hari 2 malam sejatinya sesuai dengan jargonnya, namun suatu malam kami ngobrol kelamaan sehingga membuat cocote kelabasen. Saking seriusnya ngobrol, wedang ronde dan pohong gorengnya gak kesentuh. Betapa rajinnya blogger-blogger Indonesia ini..

Apa sih arti Cocote Kelabasen?

Nah, sampai hari ini sayapun browsing google belum nemu terjemahannya apa. Kata Mas Pradna semacam lambe turah gitulah alias pinter ghibah.

Cocot artinya lambe, mulut. Kelabasen artinya kebablasan. Kalau boso Suroboyonya Cangkemme Letrek. Masaampuun, kenapa makin parah begini yang dibahas. Ngapunten, nggih..

Acara Juguran Blogger 2019 kemarin berlangsung seru dan menyenangkan. Bahagia sekali karena banyak makannya. Tiap di mana, agendanya menghabiskan makanan. Lanjut becanda, jalan-jalan, dan foto-foto.

Bagi teman-teman yang tidak mengikuti Juguran Blogger 2019, saya akan membuat rangkumannya di postingan ini. Kalau perlu dicatat destinasinya, siapa tau suatu hari nanti ketiban rejeki datang ke Purwokerto. Ya, khaannn..

Juguran Blogger 2019 Cocote Kelabasen

Bagi saya, bagian ini yang paling epic. Apa sih yang paling seru dibahas blogger kalau bukan tentang dunia blogging. Monetizing? Alaah, itu lagi-itu lagi!

Ada yang paling fenomenal saat ini, lho. Adalah gimana caranya menanggulangi hoax dan menjadi blogger cerdas. Sebagai netizen kami perlu mendapat guyuran tentang literasi digital untuk mengubah Indonesia lebih baik.

Seperti yang saat ini sedang deras dikampanyekan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahwa ada 3 pedoman Literasi Digital, yaitu:

  • Kesadaran memanfaatkan hidup untuk kepentingan positif
  • Track record pribadi sebagai warga bangsa yang baik
  • Mampu mempengaruhi sekitar untuk kepentingan bangsa dan Negara.

Intinya, sudahi sajalah perbedaan di antara kita. Mari bersama-sama manfaatkan internet untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Khusus untuk para blogger, hayuk maksimalkan ngeblognya dengan konten yang menarik. Meskipun hobi, blog juga menjadi sarana berbagi informasi positif kepada warganet.

Agar blog kita semakin berfaedah, saatnya mengoptimalkan penggunaannya dengan fitur professional seperti pemakaian nama domain yang mudah diingat, dilengkapi dengan Secured Sockets Layer (SSL), juga penyimpanan melalui Cloud Web Hosting. Semua layanan tersebut dapat kita dapatkan di Qwords.com.

Makan nggak Makan asal Ngumpul

Bagian ini yang paling sulit saya tolak. Makanan di Purwokerto enak-enak. Sederhana tapi menuai alat pencernaan saya tak berhenti produksi.

Mendoan

Tiap kali mampir di suatu tempat, mendoan selalu jadi menu utama yang direbutkanan rekan blogger.
Mendoan panas dengan cabe ijo atau cocolan sambel kecap, sangat klop dengan udara Purwokerto yang semriwing.

Gyudaq BBQ

Makan malam mewah yang saya nikmati pada hari pertama tiba di Purwokerto. Gyudaq BBQ adalah resto Japan All You Can Eat di Purwokerto yang sedap dan nikmat. Dengan harga mulai dari Rp. 101.000, pengunjung dapat menikmati daging dan sayuran sekaligus memasaknya sendiri.

Terdapat aneka menu makanan Jepang seperti Yakitori, Tepanyaki, Sushi, Gyudon, Takoyaki, dan lain sebagainya.

Raja Soto Lama H. Suradi

Raja Soto Lama H. Suradi merupakan depot soto yang khas dengan resep keluarga sejak tahun 1970an.

Berbeda dengan soto di Jawa Timur, Raja Soto Lama menggunakan kuah kuning dari racikan rempah pilihan. Semangkuk soto terdiri dari potongan ketupat, cambah pendek, krupuk, potongan daging, yang diguyur kuah soto.

Menariknya, sambal soto yang digunakan adalah bumbu kacang yang tidak pedas. Kalau ingin sensasi pedas, tinggal ditaburi cabe bubuk.

Pilihan menunya Soto Daging Sapi, Soto Daging Ayam, Soto Babat & Iso, Soto Sekengkel Urat, dan Soto Campur (Sapi + Babat + Urat)

Dolan ke Sana ke Mari

Ketemu blogger jarang sekali bisa bebas dolan. Nah, pada Juguran Blogger 2019 kali ini, kami diajak Blogger Banyumas dolanan sekaligus mengenal suasana desa dan alam.

Wisata sejarah di Lorong Blothong

Suatu hari kami mengunjungi desa Kalibagor. Desa unik dengan keindahan lukisan muralnya di sepanjang jalan masuk desa.

Desa ini bukan desa biasa, di tengah perkampungan, terdapat lorong yang dibangun pada tahun 1839. Namanya Lorong Blothong.

Konon, dahulu lorong ini merupakan buangan limbah tebu dari pabrik gula yang berupa belerang dan kapur. Hingga setelah sekian lama, warga berinisiatif menggali, membuka dan memugar menjadi cagar budaya sekaligus tempat wisata.

Lorong Blothong memiliki ukuran panjang 80 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 150 meter.

Body Rafting di Baturraden Adventure Forest

Baturraden terletak di kaki gunung Slamet yang menyajikan pengalaman ekowisata dan petualangan rimba yang seru dan menyenangkan.

Juguran Blogger 2019 kemarin, saya bersama duapuluhan teman melakukan kegiatan yang menguji adrenalin, yaitu body rafting.

Kegiatan body rafting adalah menyusuri anak sungai diantara bebatuan besar mengikuti aliran yang deras sepanjang 500 meter.

Selain body rafting, Baturraden Adventure Forest juga memberikan paket outbond, paket camping, dan aktifitas alam lainnya seperti paintball – war games, water slide, archery, family camp, dan mt. Slamet adventure.

Main sawah-sawahan di Resto Ikan Dewa

Karena di kota susah melihat sawah, ditengah sesi makan siang di resto Ikan Dewa, kami juga main sawah-sawahan.
Selain tempat makan, resto ini juga jadi tempat pengembangan Ikan Dewa alias ikan Tombro. Kolamnya beragam, dari yang berusia harian hingga tahunan. Ukurannya pun dari yang imut-imut hingga amit-amit!

Rupanya teman-teman tidak tertarik foto-foto di spot cantik yang telah disediakan resto. Mereka lebih tertarik lihat sawah, menikmati sejukan angin sambil foto-foto.

Daripada diem bae, Ngopi sana ke Lo.lana Cafe

Lo.lana café memberikan sensasi ngopi di tengah kebun papaya. Lha gimana, letak cafenya berada jauuh masuk ke dalam kebun.


Segala kopi nusantara tersedia di sini. Antara lain, kopi Langgongsari, Arabika Kali Gua, Peaberry Temanggung, dan Gunung Slamet. Walau begitu, teman-teman dapat menikmati sensasi ngopi dengan teknik Turkhis, yakni teknik meramu kopi dengan cara memanaskan air dengan butiran pasir.

Ingin menikmati kopi Turkhis? Datang saja ke Jl. A.Riyanto gang Nusa Indah Kios no. 8 Sumampi, Purwokerto

Ohya, sampai lupa. Selama mengikuti acara Juguran, saya pakai kaos keren, lho. Kaos Ngapak yang nyaman di badan. Warnanya putih tapi tidak nerawang. Saking sukanya, tuh kaos saya pakai 3 hari berturut-turut dan gak bau sama sekali. Yang merasa kebauan, pura-pura aja gak bau ya, haha..

Dan yang masih belum hilang dari ingatan saya adalah kelihaian Yaris TRD dari Nasmoco Purwokerto yang setia mengantar saya, Kak Terry, Kanaz, dan Linda muterin Purwokerto dari Kalibagor ke Baturraden yang dikendarai oleh Mas Lutfan. Bilangnya sih jalam kalem, ternyata ngepot-ngepot. Jadi seru kan jalannya, nyampainya cepet. Pengen tidur jadi gak sempat ngantuk!

Masih banyak cerita lainnya yang sepertinya tidak bisa saya tulis dalam satu postingan sekaligus. Sudah kepanjangan, yang ngetik sudah ngos-ngosan. Ditunggu aja ya postingan Jugura Blogger 2019 selanjutnya.

7 thoughts on “Juguran Blogger 2019, Cocote Kelabasen..

  1. Duh beberapa kali ikut famtrip blogger kayaknya yg paling berkesan ya juguranBlogger , soalnya kalo udah pada ngumpul pasti ketawa terus dan selalu ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *