Keluarga

Merawat Kesehatan Kulit Bayi Agar Terhindari Dari Ruam

Setelah beberapa bulan tidak keluar rumah, untuk kesekian kalinya saya bertemu Shanum, batita yang sedang lucu-lucunya belajar ngomong. Shanum adalah putrinya Mbak Rahmah teman blogger juga yang sama-sama tinggal di Surabaya.

Sama seperti anak kecil lainnya, pola tingkah Shanum menggemaskan. Meski saat bertemu kami sama-sama mengenakan masker tapi dia tidak takut atau merasa gimana-gimana. Malah dia berusaha ngajak main, ngajak bicara saya dan suami.

Pertemuan kami saat Shanum berusia 3 bulan. Melihat rambutnya yang melungker kecil-kecil, otomatis bibir saya memanggilnya Adek Kiwul (adik kriwul) yang kemudian katanya sekarang dijadikan sebagai panggilan keluarga.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit Bayi

Melihat tingkah anak-anak yang berlarian kadang membuat orang dewasa terhibur. Tapi repotnya ketika anak tiba-tiba ngompol sembarangan orang tua jadi repot membersihkannya dan ngepel lokasi bekas ompol. Supaya nggak repot, orangtua kerap memakaian pospak supaya kalau mereka pipis bisa sewaktu-waktu.

Pernah nggak orang tua memikirkan kenyamanan si kecil ketika mereka keseringan atau terlalu lama menggunakan pospak?

Bayangkan bagaimana risihnya kalau pospaknya penuh lalu si anak tidak nyaman. Belum lagi kalau timbul ruam dan menyebabkan iritasi. Bayi mana bisa curhat, paling-paling nangis atau mengelak ketika dipakaikan popok.

Jadi teman-teman yang sedang memiliki bayi sering-seringlah mengecek kulit area popok, adakah tampak beruntusan merah-merah? Kalau iya segera berikan perawatan dengan mengolesi krim perawatan kulit supaya kesehatan kulitnya terjaga. Punya kulit iritasi itu gak nyaman, rasanya perih.

Merawat Kesehatan Kulit Bayi Agar Terhindari Dari Ruam

Merawat Kesehatan Kulit Bayi Agar Terhindari Dari Ruam

Ada beberapa cara merawat kesehatan kulit bayi agar terhindari dari ruam, antara lain:

Pakai Popok hanya ketika keluar rumah

Jaman dulu orangtua ngajari penggunaan popok pakai kain, ketika di rumah kenapa tidak kita melakukan itu. Toh hanya di rumah, apalagi kalau usia bayi baru lahir yang hanya rebahan di kasur sambil diajak bicara, mendengarkan musik, dipuk-puk sambil pijat bayi. Mungkin hanya nambahi cucian kotor aja.

Ganti popok 4 jam sekali atau saat sudah penuh

Penggunaan popok disarankan ganti 4 jam sekali akan tetapi kalau sebelum 4 jam popoknya sudah penuh, segera ganti dengan popok baru. Ini demi kenyamanan mereka aja sih biar aktivitas mainnya nyaman tidak terganggu masalah pipisnya sendiri

Pastikan popok yang dipakai cocok

Ruam popok bisa juga lho terjadi karena bayi nggak cocok dengan pemakaian popok. Saat berniat mengganti merk popok sebaiknya sambil diamati ya, Bun

Gunakan popok ukuran setingkat lebih besar saat terjadi ruam

Salah satu penyebab ruam popok pada bayi adalah tidak ada udara di antara area popok. Ketika si bayi merasakan ruam, pakaikan popok yang ukurannya agak besaran untuk menjaga sirkulasi udara.

Gunakan Salep untuk menghindari ruam popok

Kulit bayi itu mudah iritasi, ketika terjadi ruam popok gunakan salep popok bayi untuk menghindari ruam seperti Bepanthen. Salep ini efektif menghilangkan ruam. Baca-baca ulasannya banyak yang positif.

Bepanthen Salep Popok Bayi untuk mengatasi Ruam Popok

Bepanthen merupakan produk untuk merawat kulit bayi yang dapat melembutkan kulit dan melindungi kulit bayi dari gesekan dengan popok. Mengandung Pro Vitamin B5 dan telah teruji klinis merawat kulit yang tertutup popok setiap hari. Salep ini juga dapat mengatasi puting lecet juga lho.

Salep Popok BayiCara pemakaiannya dioles aja ke bagian ruam 2x sehari, lakukan dengan teratur hingga ruamnya ilang. Untuk mengaplikasikan bisa dioleskan sebelum mengenakan popok. Misalnya habis mandi atau setelah kulit area popok dibersihkan. Selanjutnya baru dipakaiin popok.

Kalau kulit kena ruam rasanya nggak enak banget. Orang dewasa aja perih apalagi anak-anak. Inilah pentingnya menjaga dan merawat kesehatan kulit bayi agar terhindari dari ruam biar anaknya selalu aktif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.