Cerita Yuni

Berbagi untuk Sesama Bangkitkan Semangat Indonesia

Suatu siang yang terik, seorang sopir truk mampir ke warung langganan untuk istirahat makan siang. Belum juga memesan, sang pemilik warung sekonyong-konyong bertanya, “utangmu di warung saya berapa?”

Merasa tak enak, lelaki itu langsung menyebut nominal dan berjanji akan segera melunasinya. Tapi tidak sekarang karena saat itu penghasilannya belum mencukupi. Bahkan untuk dibawa ke rumah saja masih kurang.

Lalu si pemilik warung berkata, “Tidak usah dipikirkan, sekarang utangmu di saya sudah lunas. Kamu pun boleh makan dan minum sepuasnya hari ini gratis!”

Sang sopir tak percaya dengan apa yang disampaikan ibu warung. Masih setengah percaya, Ia memastikan kebenaran ucapannya. Ternyata hari itu ibu warung yang usianya lebih dari setengah abad sedang melakukan hal yang sama kepada pelanggan lainnya.

“Beneran Mbok? Utang saya lunas dan saya boleh makan gratis?”

“Iya. Saya doakan rejeki kalian lancar”

Bahagianya para pelanggan warung, sudah utangnya lunas, dapat makanan dan minuman gratis, dikasih bonus doa pula. Meski jualannya gratis, Ibu warung tetap melayani dengan ramah dan tersenyum.

Rupanya dibalik itu semua ada pemuda baik yang sedang berbagi rejeki. Sebelum memberikan sejumlah rupiah, pemuda itu bertanya kepada si Ibu warung: “Mbok, kalau si Mbok punya uang, apa yang akan si Mbok lakukan?”

“Saya mau melunasi utang pelanggan saya sekaligus ingin bagi-bagi makanan gratis kepada banyak orang” jawabnya.

“… Saya ini jualan di warung penghasilan pas-pasan, sering merugi karena uang dagangan tak pernah terkumpul utuh akibat diutang orang. Sebenarnya saya ingin berbuat baik dengan bagi-bagi rejeki..”

Pemuda itu bertanya lagi, berapa total utang  pelanggannya, dan berapa harga seluruh dagangannya kalau habis

“Total utang Rp. 700.000,-. Harga dagangannya Rp. 500.000.-”

Kemudian pemuda itu menyerahkan uang Rp. 1.500.000 kepada Ibu Warung untuk  meluluskan keinginannya.

“Mbok, ini saya kasih uang Satu Juta Lima Ratus. 700 ribu untuk melunasi utang pelanggan, 500 ribu untuk membeli dagangannya si Mbok, dan sisanya buat keperluan si Mbok”

Si Mbok senang hati, akhirnya Ia bisa berbuat baik dengan bagi-bagi rejeki. Sungguh fenomena yang aneh, meski kebutuhannya masih banyak tapi si Mbok justru memilih membagikan harta kepada orang yang membutuhkan.

Kisah manis ini saya dapatkan di social media dan menceritakan ulang di sini sebagai bahan inspirasi. Saya lupa siapa yang membagikannya, namun bagi saya kisah ini memiliki nilai moral yang baik dan layak dicontoh.

Di sini saya belajar bahwa berbagi tak harus menunggu kaya, jika bisa sekarang, maka segerakan. Jangan lihat nominal. Dan yang penting, jangan serakah harta.

Gerakan #SemangatIndonesia dari Rumah Zakat

Relevan dengan kondisi sekarang, pandemi Covid-19 membuat banyak orang mengalami kesulitan. Ada yang kehilangan usaha, diberhentikan dari pekerjaan, kesulitan mendapatkan orderan karena sepinya pembeli, dan lain-lain.

Yang paling berat dirasakan adalah masyarakat terdampak Covid-19. Mulai dari akses kesehatan, sosial, budaya, pangan, mengalami perjalanan yang berat. Seperti yang kita tau, beberapa waktu lalu banyak yang kesulitan mendapatkan tabung oksigen, vitamin dan suplemen.

Dan, tak terasa, sudah sejauh ini kita berjalan menempuh perjalanan yang entah sampai kapan ada ujungnya, karena pandemi Covid-19 masih juga belum nampak usai. Kita ibaratkan saja sebuah pperjalanan, lakukan terus langkahmu dan jangan noleh-noleh ke belakang agar nanti setelah tiba di tujuan, kita akan melihat betapa dahsyatnya perjalanan yang sudah ditempuh.

Siapa sangka ya dunia mendapat ujian wabah besar sehinga tidak saja menyulitkan rakyat Indonesia, tetapi juga seluruh belahan bumi. Akan tetapi bukan Indonesia kalau tidak memiliki rasa kemanusiaan tinggi, hikmahnya makin banyak orang-orang baik yang hadir membantu sesama.

Salah satu jalan kebaikan di Indonesia yang sudah dilakukan adalah gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona yang diluncurkan oleh Rumah Zakat.

Gerakan #SemangatIndonesia merupakan gerakan membangun optimisme masyarakat bahwa suatu hari nanti Indonesia pasti bisa bebas dari Corona. Sebuah inisiatif dan motivasi yang luar biasa menurut saya..

Crisis Centre Rumah Zakat Bangkitkan Semangat Indonesia

2 tahun rakyat Indonesia tidak mengadakan perayaan Dirgahayu Republik Indonesia. Artinya 2 kali sudah bangsa ini ulang tahun dalam senyap. Tapi nggak papa, itu semua dilakukan juga untuk mencapai kemerdekaan sehat dan terbebas dari virus Corona.

Untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, Rumah Zakat hadir dengan meluncurkan gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona yang ditandai dengan peresmian Crisis Centre Rumah Zakat yang kemanfaatannya untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat terdampak Covid-19

Acara peluncurannya dilakukan secara virtual melalui zoom online yang diawali dengan pembacaan Al Quran yang disampaikan oleh adik Ahmad Irhamul Faizin.

Dalam kesempatan itu, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi juga menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang mencapai angka positif 3.854.354 dengan jumlah kesembuhan 3.351.959 dan angka kematian 117.588.

Melalui gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona, Crisis Centre Rumah Zakat memberikan 5 layanan yaitu Ambulans Gratis, Pinjam Tabung Oksigen, Sembako Isoman, Telekonsultasi, dan Bantuan UMKM.

Selain itu, Rumah Zakat juga merilis program Santunan Yatim Dhuafa khusus bagi yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19 dengan memberikan paket bantuan keluarga, santunan, dan atau beasiswa.

Ada juga program Pemberdayaan dan Stimulus Ekonomi (UMKM) dengan menyediakan sembako keluarga, borong berbagi, dapur berdaya, dan bantuan modal.

Sampai saat ini ada 1.204 UMKM yang telah didampingi oleh Rumah Zakat serta sebanyak 2.243 UMKM penerima manfaat program Borong Berbagi yakni dengan memborong dagangannya kemudian dibagikan kepada yang membutuhkan.

Hingga saat ini Rumah Zakat bersama mitra telah membantu 967.248 penerima manfaat program respon Covid-19 di 250 kota/kabupaten di 27 provinsi dengan jumlah relawan sebanyak 3.948 orang.

Relawan berbagi Rumah Zakat

Diungkapkan Nur Efendi, Crisis Centre Rumah Zakat terselenggara berkat dukungan para donatur dan mitra kolaborasi. Sementara ini Crisis Centre Rumah Zakat baru melayani masyarakat terdampak pandemi di 10 kota, Ia berharap ke depannya dapat membuka lebih banyak kota.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan amanahnya kepada Rumah Zakat. Semoga apa yang dilakukan saat ini diberkahi Allah SWT dan menjadi ikhtiar dalam upaya agar Indonesia dapat segera terbebas dari Covid-19” kata Nur Efendi

Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi melalui gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona dapat melakukan donasi melalui Rumah Zakat dan jika ingin mengakses Crisis Centre Rumah Zakat dapat meng-klik tautan linktr.ee/CrisisCentreRZ

23 Comments

  • Retno Kusuma Wardani

    Masih banyak orang baik di sekitar kita ya, kisah mbok warung ini bisa menginspirasi kaum “mampu” untuk membantu orang lain. Mungkin bagi pemuda itu, uang 1500.000 bukanlah jumlah yang besar, tapi bagi si mbok mendapatkan uang segitu serasa mendapat durian runtuh…

  • Mechta

    Alhamdulillah masih banyak org2 baik yang tulus berbagi..begitupun yg memfasilitasi donasi via Rumah Zakat ini. Semoga penuh berkah untuk semuanya ya..

  • lendyagassi

    Suka sekali dengan gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona dari Rumah Zakat.
    Di saat pandemi, justru terbuka lebar kesempatan untuk saling bantu terhadap sesama.
    Semoga program dari Rumah Zakat ini bisa terus berjalan lancar.

  • Tuty Queen

    Terharu dengan kisah si pemuda tadi, Alhamdulillah kita yakin banyak banget orang baik mdi muka bumi yang berbuat baik dengan cara mereka masing-masing termasuk dengan menjadi donatur di lembaga non profit seperti Rumah Zakat.

  • Yuni

    Prihatin ya mbak melihat kondisi saat ini. Terlebih melihat banyak yang terdampak karena pandemi. Bersyukur ada yang mau berbagi seperti Rumah Zakat. Semoga amal baik mereka bisa melipatgandakan rezekinya…dan masyarakat yang terdampak pandemi bisa mendapatkan bantuan secara berkelanjutan….

  • Rahmah

    Rumah Zakat kemarin itu pernah ajak kerja sama juga soal produk Qurban
    Hanya saja tiba-tiba putus komunikasi begitu karena penawaran yang mungkin terlalu tinggi
    Sekarang RZ bisa makin meluas manfaatnya dengan semangat 76th Indonesia Merdeka

  • Novitania

    Masya Allah akutuh selalu tersentuh dengan cerita kebaikan seperti di atas. Btw acaranya seru ya mba. Ga nyangka gitu ternyata masih banyak orang baik di Indonesia salah satunya ya donatur rumah zakat

  • Nabilla - Bundabiya.com

    pandemi ini bikin kita jadi lebih mudah berbagi yaa mbaa.. semakin banyak lembaga2 yang mau jadi jembatan yang amanah untuk meringankan beban orang lain. semoga kita terus dapat kemudahan untuk berbagi ke sesama yaa baik secara materi maupun hal lain aamiin

  • Dian Farida Ismyama

    Gerakan semangat berbagi ini bagus banget sih misinya membagi kebahagiaan ke orang2 yang lagi susah. Salut sekarang ada crisis center nya. Aku jadi inget tentang ikoy2an nih kalau di dunia publik figur di medsos

  • Fenni Bungsu

    Banyak yang menginspirasi untuk kita dapat berbuat baik, apalagi membantu di tengah pandemi ini. Semangat gotong royong untuk sesama ini bisa yuk bareng-bareng dilakukan, karena feedback nya pasti ke diri kita juga nantinya

Leave a Reply

Your email address will not be published.