Tahun Baru
Cerita Yuni

Cerita Liburan Akhir Tahun 2020

Tahun 2020 telah berlalu, mari kita gandengan tangan menyambut 2021. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan umur panjang serta melimpahkan kebahagian dan kesejahteraan kepada seluruh umat di bumi ini, Amin.

Tak disangka, tahun 2020 dilalui dengan penuh perjuangan. Pada awal tahun, saya dan teman-teman masih sempat meluangkan waktu liburan ke Hua Hin, Thailand, hasil berburu tiket murah jauh-jauh hari. Namun setelahnya, siapa sangka virus Corona datang menyerang. Doa demi doa, harapan demi harapan, tak lelah dirapalkan agar pandemic segera berakhir. Hingga perjalanan angka cantik itu ditutup dengan manis tanpa perayaan gempita.

Cerita liburan akhir tahun 2020 saya cenderung biasa-biasa saja. Seperti tahun sebelumnya, saya tak pernah menyambut tahun baru secara berlebihan. Nggak jalan-jalan juga, tiduran manis aja di rumah. Males euy pergi-pergi, runyam macetnya.

Hua Hin

Last Breakfast 2020 di Soto Cak Har

Sarapan Soto di Cak Har saya anggap sebagai cerita liburan akhir tahun karena pagi-pagi mendadak diajak teman kulineran. Kebeneran sudah lama nggak Nyoto. Cak Har pula, yang koyanya doibral-obral, haha

31 Desember 2020 pagi warung Cak Har MER ramainya minta ampun. Apa karena suasana liburan, orang jadi malas masak. Menu pilihan saya tetep, Nasi Soto campur dengan es teh ukuran jumbo.

Namanya juga liburan kan, cukup lama saya menghabiskan waktu di sana. Datang jam 9 pagi, baliknya selesai Dhuhur. Sampai penghuni meja kanan kiri kami berganti-ganti orang. Untungnya ruangan AC Cak Har nggak dibatasi durasi, hehe..

Berburu Diskonan di GoMart

Semoga ini juga bagian dari liburan. Ketika sedang asik ngobrol sambil minum es teh jumbo yang nggak habis-habis, di HP saya ada notif masuk informasi dari GoMart yang memberikan diskon 30 ribu dengan pembelanjaan minimal 40 ribu yang berakhir dengan kesimpulan bahwa diskonan membuat orang yang tak ingin belanja jadi bernafsu mengeluarkan uang.

Sejujurnya saya bingung mau belanja apaan. Tapi sayang juga kalau voucher yang sudah diklaim dianggurin aja. Ya udah beliin Hansaplast Koyo buat Bapak Ibuk, biscuit Biskies favorit saya dan 2 bungkus kacang atom Garuda panggang.

Heran sih, beli segitu aja habisnya sudah 40 ribu lebih lho! Karena pakai voucher, nambahnya 24 ribu.

Kopdar sama teman-teman Detik Surabaya Community

Pulang dari Cak Har, grup DSC udah riuh ajakan kopdar mumpung Mas Gilang (Poleng) sedang di Surabaya.

Sejak Mas Poleng didaulat ke kantor Detik Jakarta, teman-teman Surabaya sudah jarang kumpul, kecuali ketemuan dadakan dengan Cak Wigi atau Mas Lufi di Sidoarjo. Personil yang lain sudah sibuk semua sih

Rencana awal di warkopnya Chandra jam 3 sore. Eh mundur jadi jam 5. Tapi agak gimana gitu ya soalnya 31 Desember ada himbauan semua tempat keramaian wajib tutup jam 8 malam. Lha kalau ketemu jam 5, rasanya kurang lama dong

“Ya udah kalau diobrak kita pindah tempat” lontaran solusi yang tidak solutif, nyatanya jam 8 malam sudah nggak ada warung cangkruk yang buka, haha..

Karena sesuatu hal, acara kopdar dipindah ke KFC A.Yani. Mengingat jamnya sangat tanggung, saya baru datang jam setengah 7 malam. Begitu ketemu teman-teman, saya mau pesan float supaya gayeng ngobrolnya. Kok ya sial, antrian KFC panjangnya minta ampun! Belinya banyak-banyak pula!

Sudah berdiri 10 menit, antrian di depan saya tak juga berubah. Saya mulai gelisah. Daripada waktu saya habis untuk antri, akhirnya saya mundur dan lebih memilih ngobrol dengan teman-teman.

Setiap ketemu Mas Poleng, kami selalu bercerita mengenai Jakarta yang tentu saja dibandingkan dengan Surabaya, hehe..

Oya, selama ngobrol Mas Poleng tak sedikit pun melepas maskernya. Selama di rumah pun, Ia bercerita hanya melepas masker saat mandi sama makan aja. Tidur pun menggunakan masker!

Hal itu memicu bahasan menarik diantara kami. Mas Poleng cerita kalau anak kantoran Jakarta benar-benar patuh dan ketat mengikuti protokol kesehatan. Bahkan ketika ada yang batuk atau bersin, satu sama lain sudah auto lari menjauh.

Lebih parah lagi, pandemik membuat anak kosan seperti Mas Poleng harus berpikir keras mencari warung makan yang buka pada malam hari. Keterbatasan jam operasional membuat penjual makanan turut mengurangi durasi jualannya.

Selama ngobrol tak jarang kami menimpali dengan bumbu sarkas seperti bagaimana keadaan di Surabaya yang cenderung loss dol.

Hanya saja, obrolan kami harus berhenti karena jam 8 tepat, pihak KFC sudah mulai mengusir kami. Saya sempat berhasil antri beli minuman float, tapi pesenan saya malah dibungkus rapat untuk dibawa pulang, haha..
Benar-benar memang disuruh pulang, nih!

Camilan malam tahun baru

Helm jadi wadah air hujan

Bagian ini sih yang mengacaukan bagian liburan saya. Gimana nggak lho, petugas parkir cuek aja helm saya nggak ditangkupin pas hujan deras. (ya emang itu bukan bagian dari SOP sih)

Jadi ceritanya, ketika ke KFC saya parkir motor di halte samping. Mengingat lokasi parkiran KFC A.Yani harus masuk ke area Graha Pena, mending saya parkir aja di samping biarpun nggak resmi.

Begitu keluar dari KFC, hal pertama yang saya lakukan ngecek helm saya. Dan, wah kacau, benda itu berada di gantungan tengah dan posisinya menengadah. Begitu saya balik, airnya jatuh berhamburan. Dalam hati saya menyalahkan tukang parkir wkwk.. habisnya sebel, deretan parkirnya nggak sampai 10 motor, mbok yao diminggirin. Daripada duduk aja sambil melamun.

Surabaya pada Malam Tahun Baru

Surabaya Akhir Tahun 2020

Anjuran Pemerintah tutup jam 8 lumayan manjur. Terbukti saat perjalanan dari KFC, jalanan Surabaya gelap dan agak lengang. Suasana gerimis menambah kekompakan hasrat warga untuk lebih baik pulang dan tidur.

Jam setengah 9 malam Royal Plasa sudah mulai digelapkan. Pasar Maling Wonokromo yang biasanya meluber sampai ke badan jalan, bersih tanpa ada satupun lapak yang buka. Di sekitaran Ngagel Rejo juga tak seperti biasanya. Untung masih ada 1-2 gerobak nasi goreng.

Menjelang malam pergantian tahun, lamat-lamat terdengar suara kembang api meskipun suaranya tak sekencang tahun-tahun sebelumnya. Saya? Sibuk main Shopee Candi dilanjutkan nge-netflix marathon Suspicious Partner sambil minum Lychee Float sama ngacang!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.