Menghadapi Teror SMS Tagihan Utang Orang Lain
Cerita Yuni,  Keuangan

Menghadapi Teror SMS Tagihan Utang Orang Lain

Menghadapi teror SMS tagihan utang orang lain memang meresahkan. Diabaikan saja pun, rasanya tetap mengganggu. Siang malam, pesan datang bertubi-tubi dengan kalimat kasar dan sangat tidak nyaman dibaca. Kalau sudah begini, enaknya diapain ya?

Blokir nomer!

Hmm, menurut saya bukan solusi bijak. Menurut saya, lho.. soalnya saya bukan orang yang suka memblokir akun, baik sosmed maupun nomer telepon orang. Kalau mau blokir biasanya pakai bilang-bilang dulu😁. Saya lebih senang menghadapi dan menyelesaikannya. Jika penyelesaiannya sudah benar-benar tidak bisa diajak kompromi, baru saya melakukan tindakan.

Begitupun saat memperlakukan teror SMS tagihan utang orang lain, jangan serta merta memblokir. Ada kalanya debt collector reseh terus-menerus mengirimini kita pesan menggunakan nomer lain. Blokir satu nomor, muncul lagi pesan nomor lain. Iya kalau pas hati kita sedang longgar, kalau mood pas lagi jelek kitanya yang rugi emosi. Ngamuk-ngamuk nggak jelas, kan? Haha..

Menghadapi Teror SMS Tagihan Utang Orang Lain

Beberapa waktu lalu saya ketiban sampur. Pada hari yang indah saya mendapat pesan teror tagihan utang orang lain atas nama Muhammad Solikin. Setelah menerima SMS, saya tidak hapus pesan itu. Saya baca pelan-pelan sambil mengingat siapa sosok dibalik nama Muhammad Solikin itu. Saudara tidak, teman tidak, kenalan bisa jadi.

Akan tetapi kemungkinan itu semakin menarik, sebab saya bukan orang yang biasa menyimpan kontak orang lain. Ah yaa, bisa jadi Solikin rajin menyimpan nomer telepon yang didapat di sosmed! Kolektor nomer HP tepatnya! Namanya juga kemungkinan..

Oya, jadi SMS tagihan utang orang lain itu bunyinya begini:

(CashAja) And4 Dilibatkan Sbg Penjamin Oleh Muhammad Solikin/081391209XXX infokan kebeliau untuk b4y4r 11 Tagihannya total R.p 11,2 Jta,sdh KABUR hidupnya dr pinjamn2 online. Sindikat Pelaku PENIPUAN dan PENGGELAPAN dibeberapa Pinjamn2. Info data2 dia contack 0878blablabla

Dari kalimatnya saya membayangkan samar-samar betapa mati gayanya Mas Debt selalu gagal menghubungi si Solikin. Sengaja saya tulis di sini plek, sesuai yang ada di SMS termasuk penggunaan kombinasi huruf dan angka serta tanda bacanya. Ditulis jelas tagihannya ada 11 dengan total 11 juta rupiah! Perusahaan macam apa bisa mencairkan pengajuan utang sampai 11 kali! Enak bener Kiinnn uripmuuuuu..

Masa bodoh, bukan utang saya juga!

Sebulan kemudian datang SMS lagi. Nagih, atas nama Solikin lagi. Kali ini perusahaannya bernama CASHGO

CASHGO – sampaikan ke PENIPU Muhammad Solikin 081391209XXX TELAH MEMBAWA KABUR D@NA PERUSAHAAN Rp. 12,644,547 AJARKAN ETIKA DALAM BERANGSURAN. ANDA AKAN TERUS KAMI HUBUNGI HINGGA DIBAYARKAN LUNAS ANGSURAN INI. JAGA NAMA BAIK ANDA SEKELUARGA. HARGA DIRI SEBATAS ANGSURAN RECEH!!!

APAAAAA? RECEH DIA BILANG?? Receh gundulmu! 12 juta dibilang receh? Ckck..

Membalas Pesan Dari Pinjaman Online

Usai membaca pesan ini, saya tergerak membalasnya. Kalimatnya unik, sih. Menurut saya perusahaan bersama para Debt Collectornya tidak konsisten menyelesaikan kasus. Masa dari utang piutang bisa berubah jadi penggelapan uang?

Font saya tak kalah balok, haha..

ANDA NEROR SAYA? PAKE BAWA ETIKA SEGALA! SAYA TIDAK KENAL DENGAN YANG BERSANGKUTAN, KENAPA ANDA NAGIHNYA KE SAYA? KALAU TIDAK BECUS NAGIH, JANGAN KERJA JADI DEBT COLLECTOR! KERJAAN RECEH GINI AJA HARUS NEROR ORANG!

Tapi saya tidak berharap dibalas. Biasalah, pesan broadcast-an gini jarang sekali dibalas, meski ada kemungkinan dibaca. Udah persis orang pacaran lagi berantem nggak sih, di Read doang, haha..

Eh, rupanya pesan balasan saya direspon lho. 2 hari kemudian ada SMS serupa dengan mencantumkan nomer WA. Dan hebatnya, nominal tagihannya membengkak jadi 16,2 juta rupiah! Gilaaa, dari 11 juta ke 16 juta, lho! Bunga pertahunnya berapaa.. Uang segitu dapat-lah motor Mio sebiji dibayar tunai. Asli!

Pada pesan yang terakhir mereka menyatakan bahwa jika tidak ada pelunasan, saya akan terus hubungi mereka, duh!

Sebagai orang bernukti, saya tidak ingin menyusahkan orang, biarpun Debt Collector. Jadi segera saya berinisiatif menghubunginya duluan. Kebeneran lagi butuh pelampiasan misuh, hihi.. Berbeda dengan SMS, chat di WA lebih leluasa ngomelnya.

Kenapa berani? Ya beranilah, wong bukan utang saya😂

Cara Menghadapi Debt Collector Pinjol

Dalam beberapa hal, saya membutuhkan kepo yang maksimal, diantaranya dari mana mereka mendapat data nomer HP saya sehingga dengan semena-menanya nagih utang orang lain kepada orang yang hubungannya tidak tepat. Salah sasaran.

Biasanya syarat utang ke pinjol seperti ini. Foto bersangkutan sambil pegang KTP asli

Seperti yang terjadi pada Muhammad Solikin. Tanpa basa-basi, tukang tagih itu langsung ngegas main teror orang. Sulit saya bayangkan seandainya seandainya yang menerima SMS adalah orangtua yang punya riwayat sakit jantung dan kebetulan memiliki anak bernama Muhammad Solikin? Apa nggak langsung kejet-kejet meninggal di tempat? *udah mirip skenario drama suara hati istri indosiar belum sih?*😁

Begitulah, saya akhirnya memulai obrolan melalui WA dengan lebih dulu mengenalkan diri baik-baik. Ya masa tiba-tiba saya nyelatu dan marah-marah? Hehe..

Rupanya Mas Debt diajak ngobrol baik-baik, jawabnya juga baik-baik lho. Dia membalas kenalan saya dan menyebut nama dirinya Alun Saputra. Setelah menyebut nama, Mas Alun  menawarkan diri untuk membantu saya. “Ada yang bisa saya bantu, Bu?”. Butuh tapi sayangnya jauh, kalau dekat saya mau minta tolong bantuin mbulet-mbuleti nastar 5 kilo. Sama ngoles-olesi kuning telurnya sekalian. Biar saya tinggal manggang aja😅.

Dalam kesempatan obrolan WA itu, saya jelaskan bahwa saya mendapat SMS teror tagihan utang orang lain yang sama sekali tidak saya kenal. Saya juga menanyakan di mana domisili yang bersangkutan? (Siapa tau keberadaan domisili membantu saya mengingat-ingat nama teman yang sudah lama tidak berhubungan)

Melalui Mas Alun saya mendapat foto yang bersangkutan (Solikin) sedang memegang KTP di rumahnya. Lama saya perhatikan foto tersebut. Dan benar-benar saya tidak tau dan tidak kenal.

Mas Alun juga mengirimi saya foto KTP asli dan Slip Gaji yang bahwa yang bersangkutan bekerja di PT Prima Sejati Sejahtera di Boyolali sebagai operator departemen Sewing. Jauh juga sih, antara Boyolali sama Surabaya.

Menghadapi Teror SMS Tagihan Utang Orang Lain
Slip Gaji. Agak bingung, kalau pinjaman online kenapa ada slip gaji fisik. Di ujung kiri atas ada bekas lubang folder map kabinet

Saya menyayangkan perusahaan pinjaman online yang sebelum mencairkan dana, mereka tidak melakukan survey tempat tinggal. Kata Mas Alun sih, “Kami dari pinjaman Online, Bu”

Ya masa pinjaman online, tidak melalui verifikasi data dulu? Seperti menghubungi HRD tempatnya bekerja, menghubungi saudara/kontak yang bisa dihubungi dalam kondisi darurat, atau apalah..

Saya tidak mengerti dengan utang piutang pinjol saat ini. Memang betul mereka memiliki kuasa minjami uang dengan syarat bunga besar dan pencairan mudah, tapi kalau tanpa survey, walaupun berkas lengkap, itu sih namanya bunuh diri! Sekelas leasing aja yang prosesnya surva-surve surva-surve masih mengalami kredit macet, lho. Ad*ra saja kalau yang kredit status rumahnya kontrak masih mikir-mikir untuk meng-ACC pengajuan kredit. Kalau perlu dimintai jaminan.

Saya setuju internet memudahkan segala proses pemberkasan, tapi saya tidak sepercaya itu mencairkan uang untuk seseorang yang tidak kenal hanya karena telah mengirimkan foto KTP asli dan foto yang mengajuan pinjaman sambil pegang KTP tanpa klarifikasi apapun. Bahkan slip gaji saja masih bisa dimanipulasi, juga KTP bisa dipalsu. Itu jika saya jadi Bos Pinjol, ya.

Sepinjol-pinjolnya, mestinya mereka tetap survey ke rumah untuk memastikan keabsahan status. Lha wong yang sudah melakukan survey saja surveyornya masih kerap ditipu. Banyak orang yang ngajukan kredit setahun, baru dibayar 2-3 bulan, kabur.

Kembali ke Mas Alun, saya menanyakan dari mana Ia mendapatkan nomer saya. Mas Alun kemudian memberikan potongan data yang nomer saya tercantum di sana. Menurutnya data itu tercatat sebagai elektronik Jatim 3345 dan nomer-nomer itu sering dihubungi oleh Solikin selama ini. Ngeri, sih. Tapi saya tidak percaya begitu saja sebab selama ini saya jarang (hampir tidak pernah) menerima telepon dari nomer provider, kecuali melalui fitur aplikasi chatting.

Menghadapi Teror SMS Tagihan Utang Orang Lain
Nomer-nomer di sini berawalan angka salah satu provider yang sama

Saya tidak tau data tersebut dari mana, hanya saja ketika saya mengatakan kepada Mas Alun begini, “Pak kalau saya punya data nomer telepon Telkomsel seIndonesia Raya kemudian iseng miscall beberapa nomer, apa itu langsung Anda percaya kalau nomer saya tercatat sebagai kenalannya (Solikin)?” *Sebab data nomer itu dari perusahaan provider yang sama semua*.

Dan Mas Alun pun menghilang. Pesan saya centang 2 biru tapi tidak dibalasnya lagi. Sampai hari ini Alhamdulillah saya tidak lagi mendapat teror SMS tagihan utang orang lain. Saya hanya berharap kepada Solikin Solikin di dunia ini yang memiliki utang yang tak dibayar bertanggung jawab menyelesaikannya.

Dan buat teman-teman, jangan gegabah menghadapi teror SMS tagihan utang orang lain. Kalau bisa diselesaikan, selesaikan saja sendiri. Boleh saja lapor Polisi, tapi jangan kaget kalau laporan kita hanya menjadi tumpukan berkas semata 😊

*Note: Featured Image by Google

28 Comments

  • Reyne Raea

    wakakakkakakaka, Mbak Yuni geto loohh qiqiqiqiqi.
    Tapi saya bersyukur hingga saat ini nggak pernah dan jangan pernah dapat sms teror kayak gitu.

    Kalaupun dapat, mungkin awalnya saya cuekin, terus kalau berkali-kali, ya saya balas kerjain aja.
    Tapi bener loh kata Mbak Yun itu, orang mah diblokir nomor satu, pakai nomer lain 😀

    Percuma blokir, mending dikerjain balik 😀

  • Helenamantra

    Sepinjol-pinjolnya, mestinya mereka tetap survey ke rumah untuk memastikan keabsahan status.

    Wahahah betooool mbak tapi gak yakin begini. nomerku udah dicatut 2x sama pinjol. Ga kenal orangnya eh malah jadi sasaran nagih utang dia. Salah satunya karena nomerku jadi narahubung suatu acara. Sediiiih…

    Trus yg slip gaji fisik itu mungkin foto dari Solikin yg diunggah sebagai syarat mengajukan kredit.

  • Uniek Kaswarganti

    Kok ikutan gemes ya mba baca metode nagihnya para debt collector ini. Aku juga pernah mengalami kayak gini. Ditelpon langsung sih, masih sopan nadanya enggak ngegas. Ternyata namaku digunakan oleh teman kantorku sebagai keluarga terdekat yang bisa dihubungi. Wasyeeem tenan.

  • iidYanie

    Pernah dapat pesan teror dari pinjol tapi lewat WA nyebelin banget emang marah2 gak jelas sama saya padahal gak pernah pinjam apa2 jadinya saya blokir deh nomornya

  • Mechta

    Yuun..asli aku ngekek baca pengalamanmu ini. Sabar2e sampai WAnan barang. Salut euy.. Lha nek aku ping tak.hapus tok (Karo misuh2 juga ding..hehe)
    Tapi ancen ngeselke tagihan ngene Iki. Kenal we ora kok dikatut-katutke. Asli nganyelke..

  • Inda Chakim

    Aku Alhamdulillah belum pernah mengalami dan jangan Sampek deh nauzubillah, salut donk daku mbak soal gimana caranya mbak mengatasi pinjol pinjol gitu. Makasih ya mbak sudah berbagi pengalaman.

  • lendyagasshi

    Widdiii~
    Kagum sama kak Yuni ((mataku berbinar-binar))
    Tipikal kak Yuni gini yang bagus yaa… Ada masalah, hadapi.
    Kalau aku kecantol kasus begini, langsung aku blok, dia ngubungin pake nomer lain, blok lagi.
    Gituu aja terus sampek elek.
    Serius.
    Aku jirihan, orangnya…kak. Meski aku tahu, aku gak salah.
    Tapi baca postingan kak Yuni, aku jadi belajar banyak hal…salah satunya, coba jernihkan masalah dahulu.

    Semoga gak kesandung masalah begini lagi, kak.
    Soalnya ngabisin energi.
    Liat bahasa sms nya aja rada gimanaaa gitu. Huruf campur angka.
    Debt collectornya lagi alai.

  • Herva yulyanti

    Setuju mba sepi jol-pi jolnya ya bow klarifikasi minimal bener telepon ke Hrd-nya krn aku sering banget dpt tlp dari bank nanyain bener ga karyawan x bekerja di kantor bla2 kalau cem gini mah ya nyusahin dewek ya mba makan aja deh ditipu sama Solikin kesel jg sama si.Solikin dih…

  • Dawiah

    Saya baca ini sambil dumba-dumba (bahasa Makassar = deg-degan) kebayang emosinya mbak Yuni naik turun gitu. Alhamdulillah saya belum pernah dapat sms kayak gitu, hii…jangan sampai.
    Tapi saya salut sama keberaniannya, ini patut dicontoh walau mengharap jangan ada kejadian seperti itu

  • Diyanika

    Endingnya bikin ngakak guling-guling, Mbak. Nyata.

    Duh, ngeri banget deh ya. Selama ini aku main blokir saja sih, Mbak, tapi untuk yang penipuan-penipuan dapat 100 juta itu tuh. Amit-amit dah dapat SMS kayak Mbak Yuni gini.

  • Husnul

    Kalau saya gak diblokir juga gak ditanggepin tapi Alhamdulillah gak pernah ada sms teror nagih utang orang. Saya paling anti sama riba riba club, baik yang samar atau yang jelas jelas JELAS (nah kan ikutan jebol capslock wakakakakak)

  • Idah Ceris

    Hyaaa ampuun, ini mesti lagi sela bangettt balasin SMS kayak gituu. Biasanya didiemin waee mbokaaan. Hahaha.

    Aku juga heran nih sama pinjol. Nawarin pinjamannya tuh emang kek maksa, gitu. “PINJAMLAAAH, BERAPAPUN. NGGA USAH MIKIRIN NYICILNYA. GAMPAAANG.”

    Tapi pas waktunya nyicil dan si peminjam itu ngga punya duit, didatenginlah ke rumahnya saban jaam.

    Di sini ada soalnyaaa. Pinjam online tapi nagihnya dateng ke rumah. 😀

  • Rizka Edmanda

    Aku sering banget nih dapat sms random dari pinjol gitu aku balas cuma 1 kata RIBA. Kalau dijadikan penjamin orang yg pinjol alhamdulillah belum pernah sih

  • Rahmah

    Saya pernah sekali mendapatkan SMS tagihan hutang orang lain. Bahkan yang bersangkutan saya kenal sebagai orang yang suka hidup parlente. Tapi setelah saya sampaikan bahwa dia ada hutang kudu dibayar, sejak saat itu ga ada SMS lagi dan hubungan kami pun renggang hahaha

  • Bundabiya.com

    aku baca ini keinget satpam yang kerja di sekolah ibuku. dia pernah juga dikejar2 ama pinjol yang sepertinya belum diawasi OJK, gara2nya temennya yang ngutang gitu dan belum dibayar2. kasian banget dah.. gak cuma teror SMS tapi ditelpon juga

  • Deinanda

    Mampir ke sini gara-gara dapet wa tagihan hutang orang atas nama Rizky Prasetya sebesar 1jt800. Katanya sih nomor saya terdaftar sbg kenalan ybs. Pdhl saya ga kenal. Pertama gak aku gubris wa itu. Besoknya wa lagi. Besoknya lagi wa nomer berbeda tapi atas nama hutangnya msh sama. Mau saya balas tapi takut kalo malah kita yang udh terlanjur bales dan ikut campur malah di suruh bayar, takut penipuan juga:(((

    Tolong ya Rizky Prasetya kalo benar anda utang, bayar dong woy!

  • Diary Novri

    Mashaa Allah . Salut lho Mba.. dirimu ngga auto emosi.. kebanyakan orang langsung emosi ngadepin gini. Kenal juga kaga.. ikutan dtagih..
    Bener yg paling bikin penasaran itu darimana nomer kita bisa dianggap sebagai org yg sering dihubungi

    Hmm pinjol oh pinjol..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *