Pemilu, Capres dan nasib dapur bangsa

16 comments 1212 views

Pesta Demokrasi tinggal hitungan hari lagi. Seolah dapur bangsa, rakyat dan calon pemimpin berlomba mempersiapkan olahan hidangan yang tak hanya menarik dipandang tapi juga nikmat disantap.

 Tak seperti Pemilu sebelumnya, tahun 2004 dan 2009, pada Pemilu kali ini terlihat banyak sekali calon-calon pemimpin baru yang berhasrat mendobrak kepemimpinan lama yang seperti dikutip acara Mata Najwa, bak rem ketemu rem, alias jalan ditempat. Entah benar entah salah dalam kenyataan sepertinya memang begitu. Lebih sayang lagi mengapa saya baru mengetahui dihampir masa jabatannya bahwa ternyata selama ini saya memiliki Wakil Presiden yang santun, sederhana, rendah hati dan pendiam. Andai sejak awal saya mengenal beliau pendiam ‘banget’ mungkin saya akan memaklumi dan berusaha tidak menertawakan ketika terlontar sindiran kalau keberadaan Wapres seperti antara ada dan tiada.

 Sedang untuk kegiatan kampanye sendiri, seperti yang banyak muncul dimedia online, cara-cara yang dilakukan para calon pemimpin terasa sekali perbedaannya. Walau tak disadari namun secara fisik begitu mencolok. Terutama pada gaya foto yang terpasang pada banner atau poster. Seperti poster pada foto-foto berikut ini yang saya ambil dari Google Image:

Poster Caleg Unik 03Lihat gambar ini kok jadi keingat film Warkop DKI, ya 😀

Poster Caleg Unik 05Caleg yang PHP-in diri sendiri

caleg suharto soeharto suharti pan bekasi dprdSuka-suka Ibu lah.. 😀

caleg pks partai keren sekali naruto nonot suhartono kediriHohoho.. Lebih keren animasinya..

caleg gitaris joko santoso pan banten gaul musisSaingannya Bang Rhoma, keknya 😀

 Dari gambaran diatas tampak sekali bahwa caleg saat ini lebih banyak mementingkan penampilan sebagai ikon diri untuk memudahkan masyarakat menghapal siapa dan nomor berapa yang harus di coblos. Deretan program urusan belakang, yang penting terpilih dulu.

 Adanya perbedaan fisik ini, diharapkan masyarakat bisa cerdas dalam memilih. Siapa-siapa calon yang hanya mementingkan penampilan fisik, dan siapa calon yang benar-benar menjadi wakil rakyat.

 Selain berkampanye dengan cara unik diatas, harapan mendapat banyak suara dari masyarakat juga bisa didapatkan dengan cara memanfaatkan blogger sebagai penyebar informasi di media sosial. Bisa dengan menceritakan profil caleg atau program yang akan dilakukan. Konon bayarannya lebih besar daripada job review produk. Sayangnya saya belum mendapat informasi pasti berapa fee yang diterima blogger atas tawaran tersebut. Namun sebagai blogger, saya yakin mereka dapat mengolah kalimat positif agar apa yang ditulisnya tidak terlalu menjual sehingga memicu militan tertentu berkomentar negatif. Disinilah letak kekuatan blogger sebagai media pemberi informasi harus diberlakukan. Uang boleh diterima tapi ruang, blogger yang punya.

 Begitupun dengan Calon Presiden nanti. Kita tau saat ini pencalonan Presiden tidak melulu seorang petinggi Partai. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Presiden yang dicalonkan biasanya seorang Pembina atau Ketua Umum. Ada banyak alasan mengapa sekarang partai tidak mencalonkan petingginya, salah satu alasannya adalah soal kepopuleran.

 Beragam cara mereka lakukan agar capres yang diusung bisa mengangkat citra partai seperti halnya konvensi, koalisi, hingga mengangkat kader yang ‘dianggap’ berhasil. Tapi, apapun itu, Presiden adalah pemimpin negara yang mengerti dan bisa menjawab persoalan yang dihadapi rakyat, agar selama 5 tahun nanti kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Soal konvensi, koalisi, dan apapun namanya yang penting seseorang yang berani mencalonkan diri menjadi Presiden adalah orang yang bijak memberi keputusan serta pintar mengolah kebutuhan dapur bangsa agar selalu tetap ngebul, sehingga hidangan yang disuguhkan bisa merata serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

author
Author: 
loading...
  1. author

    Bibi Titi Teliti3 years ago

    Whoaaa…
    Mba Yuniiii…
    itu banner nya gak banget siiiih…
    malesin …hihihi…

    Iya lho, aku pun pernah ditawarin nulis profil tokoh politik…tapi males aaaah, sampe sejauh ini sih belum tertarik untuk nulis soal politik yaaah…
    Entahlah kalo nanti nanti…hihihi…

    Reply
  2. author

    f.nugroho3 years ago

    mbak yuni berminat nyaleg atau nyapres di 2019? Ntar yg kampanye blogger semua. 😀

    Reply
  3. author

    honeylizious3 years ago

    paling males tuh milih orang yang kampanyenya aja sudah ‘aneh’

    Reply
  4. author

    rie3 years ago

    He-eh Mbak, para caleg itu fokus nyebarin poto diri dimana-mana jadi kesannya lbh mirip kontes narsis ya Mbak.

    Apa program yg hendak di jalankan, nyaris gak ada

    Reply
  5. author

    MIZTIA.BLOGDETIK.COM3 years ago

    wah unik banget.. ada yang bergaya anime ahaha

    halo kak.. mampir lagi ya .. support.

    Reply
  6. author

    Joe Ismail3 years ago

    pada saat seperti ini semua berlomba lomba seakan memperhatikan orang kecil….

    Reply
  7. author

    PUNKJACK3 years ago

    pilih yang beda !!! tapi gak gila juga kali.

    Reply
  8. author

    rizalarz3 years ago

    Nah bener mbak, capres nggak harus orang partai.
    Seperti Bang Haji, yuk mbak dukung rame rame… Bang Haji for RI-1

    Reply
  9. author

    nunu3 years ago

    Saya belum tahu milih siapa mbak ;(

    Reply
  10. author

    Lidya3 years ago

    banyak banner aneh2 ya

    Reply
  11. author

    ternak kelinci hias3 years ago

    salah satu sumbangsih kita pada bangsa ini adalah dengan memilih pemimpin untuk bangsa ini. sobat sistem negara kita adalah demokrasi, so jika kita golput apa ini akan menjadi solusi buat bangsa…? saya yakin tidak. tidak ada orang yang sempurna memang, tapi setidaknya kita bisa memilih siapa yang punya komitmen untuk mensejahterakan bangsa dan negara ini.
    =========================
    jenis-jenis kelinci hias

    Reply
  12. author

    Didno3 years ago

    wah banyak macam cara caleg untuk mengkampanyekan dirinya ya.. tapi kasian kalo ga berhasil pasti pada streeees

    Reply
  13. author

    Yesaya Silalahi3 years ago

    Widih, itu calegnya kreatif deh. Pas buat dipilih, asal punya kompetensi aja dibidang politik

    Reply
  14. author

    Dini3 years ago

    waw, hahaha.. keren keren tuh poster, baliho, sama spanduknya. tapi tetep aja sih… tetep menuhi jalan, nyesekin jalan, sama menghalangi pemandangan.
    iya juga sih, kalau dilihat dari poster-poster itu kayaknya kok lebih mentingin penampilan. heran deh ah.
    semoga yang kepilih ntar lebih mentingin rakyatnya ah. 🙂

    Reply
  15. author

    cicajoli ngeLiga3 years ago

    Iya mbak wapres kita pemalu banget. Ada masalah dia malah ngilang. Enak banget jadi wapres periode ini.
    Poster nya lucu2 ya mbak, kalau di Pekanbaru gak ada yang begituan. Hehehe

    Reply
  16. author

    tempat kursus bahasa inggris3 years ago

    Sepertinya para capres sekarang ini harus belajar banyak sama ibu-ibu rumah tangga ya Mbak ? hehe

    bahasa inggris

    Reply

Leave a Reply