Jalan-jalan

5 Wisata Bersejarah Peninggalan Kesulatanan Cirebon yang menarik dikunjungi

5 Wisata Bersejarah Peninggalan Kesulatanan Cirebon yang menarik dikunjungi – Cirebon memiliki andil yang sangat besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Sunan Ampel yang dianggap sebagai sesepuh (Dewan Muballigh) para Wali Songo hingga membuat strategi Kesultanan Demak sebagai pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Yuniari Nukti

Di Surabaya sendiri, setiap bulan beterbaran tawaran tour Wali Songo. Destinasi intinya benar-benar berkunjung ke makam 9 wali, termasuk Sunan Gunung Jati. Dengan memasukkan Gunung Jati ke dalam itinerary, artinya durasi tour menjadi sangat panjang, 5-6 hari. Kalau teman-teman ingin berkunjung sendiri ke Cirebon manfaatkan saja jasa sewa mobil Cirebon.

Bukan tanpa alasan jika Sunan Gunung Jati wajib dimasukkan dalam daftar kunjungan wisata religi di Jawa Barat. Kenyataannya Cirebon memiliki banyak sekali wisata sejarah. Antara lain:

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan merupakan peninggalan dari Kesultanan Cirebon. Tiap sudut yang terkandung dalam Keraton ini memiliki detail sejarah. Itulah mengapa Keraton megah ini masih terus dirawat dengan baik.

Image: Detikcom

Tim ahli cagar budaya dan dewan pertimbangan pelestarian warisan budaya provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Yuwono Suwito menyebutkan bahwa beberapa arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon diadopsi oleh Keraton Yogyakarta, karena Keraton Cirebon usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan Keraton Yogyakarta. Keraton Kasepuhan juga dinilai lebih tua dari sejarah awal Kerajaan Mataram Islam.

Terdapat 2 komplek bangunan dalam Keraton Kasepuhan, yakni Dalem Agung Pakungwati yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana tahun 1430, dan komplek Keraton Pakungwati (Kasepuhan) didirikan tahun 1529 oleh Pangeran Pangeran Mas Zainul Arifin.

Selain Keraton, di sini juga terdapat museum Kasepuhan. Jam bukanya mulai jam buka 8.

Harga tiket masuk Keraton Rp. 15.000,-, sedangkan tiket masuk Museum Rp. 25.000,-
Alamat Keraton Kasepuhan berada di Jalan Kasepuhan No.43, Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

2. Makam Sunan Gunung Jati

Image: cirebon.biz

Seperti halnya makam Wali Songo, makam Sunan Gunung Jati juga tak pernah sepi dari peziarah. Sunan yang memiliki nama asli Syekh Syarif Hidayatullah wafat pada tahun 1568.

Makam Sunan Gunung Jati memiliki bangunan yang unik. Di sana melekat erat kombinasi budaya Jawa dan Tiongkok. Yang tampak jelas adalah keramik-keramik khas Tiongkok yang ditempelkan di dinding makam.

Kelekatan hubungan budaya itu tak lepas dari pengaruh istri Sunan Gunung Jati, Putri Ong Tien, yang berasal dari Tiongkok

Alamat Makam Sunan Gunung Jati di jalan Alun-alun Astana Gunung Jati No 53, Cirebon. Makam buka selama 24 jam.

Agar puas mengunjungi 5 Wisata Bersejarah Peninggalan Kesulatanan Cirebon, kalian bisa memanfaatkan rental mobil Cirebon.

3. Keraton Kanoman

Image: situsbudaya.id

Selain Keraton Kasepuhan, Kesultanan Cirebon juga memiliki Keraton Kanoman. Keraton Kanoman dibangun pada tahun 1678 oleh Sultan Anom I yang bernama asli Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya.

Meski Keraton Kanoman masuk dalam bangunan cagar budaya, namun Keraton ini masih ditinggali oleh keturunan kerajaan yakni Sultan Anom XII Pangeran Raja Muhammad Emiruddin beserta keluarganya.

Setiap tahun, Keraton Kanoman masih menyelenggarakan tradisi yang diajarkan oleh leluhur seperti Grebeg Syawal dan Ritual Panjang Jimat pada bulan Maulid.

Secara umum bangunan Keraton Kanoman memiliki aksen Jawa dengan bale-bale di sekitarnya. Namun jika dilihat lebih detail lagi, Keraton Kanoman juga mengadopsi bangunan khas Tiongkok yang dibuktikan dengan piring-piring porselen yang berada pada dinding bangunan.

Alamat Keraton Kanoman Jalan Winaon Kampung Kanoman No. 40, Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Jam kunjungan mulai jam 9 pagi.

4. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Image: 1001indonesia.net

Masjid Agung Sang Cipta Rasa disebut juga Masjid Agung Cirebon. Arsitektur ruang utama masjid memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon.

Bangunan Masjid Agung ini dirancang oleh Sunan Kalijaga pada tahun 1480. Jadi betapa tuanya masjid ini di Cirebon.
Tak seperti masjid lain di Jawa yang menggunakan atap limasan atau kubah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa tidak memiliki atap kemuncak.

Masjid Masjid Agung Sang Cipta Rasa hingga sekarang masih mempertahankan tradisi adzan pitu. Yaitu kebiasaan adzan yang dilakukan secara bersama-sama oleh 7 muadzin yang mengenakan baju serba putih.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa berada dalam komplek Keraton Kasepuhan dengan alamat Jalan Jagasatu, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon.

5. Taman Sari Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi juga salah satu peninggalan Kesultanan Cirebon yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan meditasi.

Bentuk Gua Sunyaragi yang mirip candi mengadopsi beberapa gaya arsitekstur bangunan yang dipadukan menjadi satu antara lain kombinasi Hindu, Cina, Timur Tengah dan Eropa.

Image: pergidulu.com

Taman Sari Gua Sunyaragi memiliki 12 bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Yaitu:

• Bangsal Jinem tempat Sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
• Gua Pengawal tempat berkumpulnya pengawal sultan.
• Kompleks Mande Kemasan (sebagian telah hancur).
• Gua Pandekemasang tempat pembuatan senjata.
• Gua Simanyang sebagai pos penjagaan.
• Gua Langse sebagai tempat santai.
• Gua Peteng tempat untuk menyepi.
• Gua Arga Jumud
• Gua Padang Ati sebagai lokasi bersemedi.
• Gua Kelanggengan tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
• Gua Lawa
• Gua Pawon sebagai dapur atau tempat penyimpanan makanan

Lokasi Taman Sari Gua Sunyaragi berada di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Cirebon.

Kota Cirebon merupakan kota di Jawa Barat yang berada di pesisir Pulau Jawa. Disebut sebagai kota Udang dan kota Wali, Cirebon menyimpan banyak sekali potensi wisata. Jika teman-teman ada rencana berkunjung ke Cirebon, nih, saya punya rekomendasi Sewa Mobil Murah Cirebon. Hubungi saja no. Telp. 08156407913 / 081298476511 atau WA 082120982211. Info lengkap kunjungi website www.sewamobilcirebon.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *