Bisnis

Ingin Investasi, Nabung di Bank atau Reksa Dana?

Sudah beberapa hari ini di kepala saya menyelinap pertanyaan seputar investasi. Ya kali siapa tau pada suatu masa nanti tiba-tiba ada dana segar cair yang nilainya melimpah. Lalu datanglah email penawaran pembukaan reksadana yang bisa dimulai dari nominal Rp. 10.000,-. Wah menarik, nih!

Namanya juga manusia, kayaknya nilai uang Rp. 10.000,- itu ‘cemen’ banget, deh. Mau investasi kok nanggung. Mulai deh mikir gimana kalau jangan 10 ribu!

100 ribu?
500 ribu?
Sejuta?

Hmmm, kira-kira berapa ya hasilnya uang-uang ini 3-5 tahun kedepan?

Mikir uang banyak dikemudian hari itu menyenangkan sekali ternyata. Mimpi beli ini, mimpi bisa punya itu, tapi untuk mulainya rasanya kok berat. Tapi dalam hati kecil saya mengatakan butuh. “Harus dilakukan!”. Kalau nggak sekarang, mau kapan?

Saya teringat dengan 2, eh 3 rekening tabungan saya di rumah. 1 rekening saya manfaatkan untuk khusus tabungan. Sama sekali tidak diutak-atik. 1 rekening lagi buat transaksi arus keluar masuk. Dan 1 rekening lagi yang belum terlalu saya manfaatkan. Buka rekeningnya saat itu karena sponsor semata aja.

“Nabung di bank memang bagus, tapi hati-hati dengan biaya adminnya. Bisa-bisa saldomu habis dimakan biaya admin plus pajak”

Ah, iya. Seketika perut saya langsung seneb.

Trus saya teringat dengan tabungan emas. Gimana kalau tabungan di bank dirupakan dengan emas batangan aja?

“Nabung emas juga bagus. Tapi nilai emas kenaikannya tidak terlalu banyak, lho. Nilai inflasinya sekitar 5% saja. Nabung emas fungsinya buat mengikat inflasi saja”

Ah, iyaya. Teringat tetangga saya punya emas, 3 tahun kemudian dijual selisih per gramnya sekitar Rp. 50.000,- saja.

“Coba deh pelajari Reksa Dana”

Jujur, saya penasaran banget dengan reksa dana. Tapi untuk mulainya masih maju mundur. Selain nggak ngerti, dengar-dengar reksa dana juga ada resikonya.

Duh, kalau ingat resiko,lebih baik mundur teratur aja, yeee. Kembali lagi ke kebiasaan awal, nabung uang di bank atau dibelikan emas, haha…

Jadi yang cemen sebenarnya siapaaaa… sok iye kamu, Yun!

Berkenalan dengan Reksa Dana Manulife

Baru tau Manulife punya reksa dana. Taunya malah asuransi jiwa. Saya tuh sebenarnya pengin tau banyak seputar reksa dana. Nanya-nanya dulu gitu.. tetapiii saya males buanget kalau diprospek.

Jadi ingat waktu saya ke bank buat ngeprint buku tabungan. Melihat saldo saya, si CS langsung menggiring saya ke orang lain dan dijebak dengan tawaran produk keuangan mereka. Kalau dilihat saldo saya segitu-segitu aja, tapi karena nominalnya stagnan, semacam dimanfaatkan oleh mereka. Bener-bener terjebak, untung saya bisa melarikan diri huhuu…

Ketika saya berhadapan dengan seorang Manulife, saya mendapat gambaran bahwa, perjalanan menabung di bank, gambarannya tuh seperti ini:

1. Uang berkurang terus kepotong biaya admin
2. Nominal duit segitu-segitu aja, sementara harga-harga mulai naik
3. Nilai duit makin tinggi, sementara nominal di rekening nilainya ya segitu aja

Kalau dipikir ada benarnya juga, ya!

Sementara hidup terus berjalan, tidak tau di depan sana ada apa. Seperti misalnya:

1. Harga semakin mahal. Dulu beli bakso seribu dapat pentol 5, sekarang 10 ribu baru dapat pentol 5

2. Mulai banyak cafe beterbaran. Niatnya nyoba sekali, jadinya jajan berkali-kali. Alasan numpang wifi jadinya pemborosan duit.

3. Banyak gadget bagus, hanya alasan pengin jadinya beli gadget baru

4. Kebiasaan nabung pakai duit sisa. Padahal kalau mau kaya, nabung dulu baru sisanya buat belanja

Gambaranya tuh kayak gini:

Bagaimana kalau duitnya diinvestasikan?

Ada banyak jenis-jenis investasi. Nabung di bank seperti yang saya lakukan, atau menabung emas. Beli tanah, saham, dan lain-lain. Yang pasti apapun investasinya kita membutuhkan:

1. Uang
2. Pengetahuan
3. Waktu

Kenalan dengan Reksa Dana

Reksa Dana adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada program instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset (Manajer Investasi)

Keuntungan Reksa Dana antara lain:

• Fleksibel
Banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi

• Likuid
Bisa dicairkan kapan saja, tanpa jangka waktu

• Aman
Terdaftar dan diawasi OJK

• Bebas Pajak
Hasil investasi reksa dana tidak dipotong pajak

• Terjangkau
Mulai Rp. 10 ribu!

Ibaratnya reksa dana itu seperti orang makan rujak. Misal punya duit 10 ribu, kita bisa menikmati rujak dengan segala macam isinya. Ada buah-buahnya, ada bumbu, ada sayurnya, dan lain-lain. Sedangkan menabung, dengan uang 10 ribu yang dinikmati hanya satu jenis bahan saja.

Ketika seseorang berinvestasi ke reksa dana, maka dana kita akan dikelola oleh manajer investasi. Hasilnya bisa dinikmati pada suatu saat nanti.

Potensi hasil, fluktuasi dan jangka waktu investasi

1. Reksa Dana Pasar Uang
Seluruhnya instrumen pasar uang. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil. Jangka waktu investasi yang disarankan > 1 tahun

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap
Minimal 80% obligasi. Potensi hasil dan fluktuasi rendah. Jangka waktu investasi yang disarankan > 3 tahun

3. Reksa Dana Campuran
Porsi obligasi dan saham lebih imbang. Potensi hasil dan fluktuasi sedang. Jangka waktu investasi yang disarankan > 5 tahun

4. Reksa Dana Saham
Minimal 80% saham. Potensi hasil dan fluktuasi tinggi. Jangka waktu investasi yang disarankan > 10 tahun

Cara Investasi Reksa Dana

1. Pembelian (subscription)
Ketika memutuskan berinvestasi di reksa dana, dana yang diinvestasikan akan dibelikan ‘unit’ reksa dana

2. Investasi berkembang
Selanjutnya nilai investasi itu akan naik turun seiring dengan naik turunnya harga unit reksa dana

3. Pencairan (redemption)
Kapanpun, ketika dirasa nilai investasi telah berkembang cukup banyak, unit reksa dana dapat dicairkan selanjutnya bisa dinikmati hasilnya.

Unit suatu reksa dana dapat ‘ditukar’ dengan unit reksa dana lainnya, kapanpun kita mau

Reksa Dana di Manulife

Saat ini investasi reksa dana dapat dilakukan secara online. Manulife memiliki website untuk pembukaan reksa dana melalui www.klikmami.com

Asiknya Reksa Dana Manulife:

1. Edukasi : Seluruh interaksi dengan investor dan calon investor didasarkan pada edukasi

2. Hemat Biaya : Reksana Dana Manulife tidak membebankan biaya pembelian. 100% dana investor menjadi modal investasi, tidak dipotong!

3. Dapat dilakukan secara Online : Investor dapat melakukan (jual, beli, alihkan) dan memonitor pertumbuhan investasinyakapan saja, di mana saja secara online melalui klikMAMI.com

4. LANI : Layanan Investasi MAMI siap membantu setiap hari jam 08.00-22.00 WIB lewat telepon, e-mail, atau live chat

Ternyata investasi reksa dana tidak sengeri bayangan saya. Segala apapun di muka bumi ini pasti memiliki resiko dong, ya. Termasuk menabung di bank. Duit-duit saya, dipotong biaya admin saya juga yang merasakan resikonya. Untuk memutuskan reksa dana, hmm… bolehlah ya dipertimbangkan.

Jadi kalau menurut teman-teman, nih. Jika membaca curhatan saya di atas, baiknya saya tetap nabung di bank, koleksi emas, atau beli unit reksa dana? Bantu jawab dong, ya, ya, ya.. 😀

8 thoughts on “Ingin Investasi, Nabung di Bank atau Reksa Dana?

  1. Menurut saya, reksadana baik jika halal. Kenyataannya yang halal itu yang syariah (gampangnya utk orang awam), krn lagi2 label syariah itu menandakan investasi kita akan dipergunakan utk hal2 diluar yang diharamkan. Jadi setelah memilih reksadana, lihat kembali kehalalannya. Jika tidak halal, rasanya mau uangnya banyak juga terasa berat di hati dan pikiran mbak, hehee….

    Salam kenal mbak🤗

  2. wih, manulife punya produk reksa dana toh mbak.
    aku sempat main reksa dana, dulu setiap punya gaji lebih ditabung seratus duaratus, sekrng udah lumayan tp dibiarinin ngendap aja, belum main jual beli lg 😀
    abis baca artikelmu, jadi mau main reksa dana lagi nih hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *