Review

Jika Blogger menulis review politik

Saya suka heran kenapa ya tiap kali buka Facebook kok sering muncul foto Pak Menteri yang lagi nyapres. Gak hanya sekali lho tapi berkali-kali, bahkan sekali scroll munculnya bisa 2 sampai 3 kali. Isinya tau sendiri lah pasti ngajak supaya saya bergabung ke fanspage nya dia.

Begitupun di twitter masih juga menemukan foto Pak Menteri ini. Pokoknya setiap buka internet foto Bapak satu itu selalu muncul dimana-mana. Kenapa tagline nya gak diubah aja menjadi Dimana ada kamu, disitu ada saya 😀

Capres Indonesia. Gambar diambil dari Google
Capres Indonesia.
Gambar diambil dari Google

Fenomena seperti ini memang wajar sebab internet sudah menjadi media promosi yang paling ajib. Terlebih tahun ini kan tahun politik, tahun seorang calon berlomba-lomba mendapat suara sebanyak-banyaknya. Tak hanya berpromosi melalui media offline seperti menyebarkan banner, pamflet, kaos dan selebaran, mereka juga berpromosi melalui jejaring sosial media. Terutama Facebook dan Twitter.

Tak berhenti disitu para calon ini juga aktif melakukan promosi dengan menggunakan media blog. Isinya semacam menulis review. Konon bayaran yang ditawarkan kepada blogger nilainya lumayan tinggi. Dengar-dengar sih bayarannya mencapai.. ssttt.. 1,5juta! Glek! Siapa coba yang gak ngiler..

Huft! sungguh tantangan menulis yang membuat hati galau berkepanjangan hehe..

Tapi semua kembali lagi ke pribadi blogger itu sendiri. Mau nerima tawaran itu apa nggak. Terus terang nominal yang ditawarkan memang menggiurkan. Hanya dengan menulis 300-400 kata blogger sudah mendapat gaji sebanyak itu.

Menurut saya blogger Indonesia amat cerdas menanggapi hal-hal seperti ini. Dan saya pikir banyak blogger yang pintar dalam mengambil suatu keputusan apalagi menyangkut politik yang semakin memanas ini. Dan menurut saya sah-sah aja jika blogger menerima tawaran itu selama apa yang ditulis mengandung semangat kebangsaan. Tidak menyinggung pihak lain dan kalimat yang disampaikan tidak mengandung unsur-unsur yang memicu perselisihan antar partai, antar calon dan antar partisipan yang akhirnya berujung bentrok sehingga memicu pertengkaran publik, lebih-lebih mengganggu keamanan masyarakat. Intinya blogger harus pandai-pandai menyusun kalimat sesuai opini masing-masing.

Akan tetapi jika blogger menolak tawaran menulis itu juga gak masalah sebab blogger juga memiliki hak untuk menerima atau menolak tawaran menulis.

Nah, seandainya nih teman-teman mendapat tawaran menulis seperti yang saya ceritakan diatas kira-kira mau nerima gak, dan apa alasannya? Sekedar pengen tau aja sih hehe..

25 thoughts on “Jika Blogger menulis review politik

  1. Klao ada yang nawarin ke aku sih akan kuterima mbak. Menantang diri sendiri beropini secara obyektif dan cerdas adalah prestasi tersendiri. Malah bisa mengasah kemampuan menulis. Btw, inbox aku aja kalo ada. :v

  2. aku donk tau yg dimaksud pasti pak gita :p
    emang segitu bayarannya kalo aku gak mau sih kalo pak gita
    entah juga kalo nulis tentang pak JK, jokowi atau siapa yang lain gak dibayar juga mau aja selama emang tokohnya bagus dan gak pencitraan macam si G itu

  3. wah, alhamdulillah belum ada yang menawari saya bikin review politik. kalau pun ada keinginan, saya mau nulis bukan ajakan memilih. lebih kepada pandangan pribadi saja.
    blogger kampanye? gak salah kok, tapi kalau demi rupiah…
    gimana kalau dollar aja??

    lain waktu saya nulis profil calon yang saya dukung, deh.
    kemarin sudah sempat juga nge-post tentang yang masuk kategori calon pilihan saya. taoi gak pake di bayar siapa2.

    salam
    ephy
    catataneohydalamkata.blogspot.com

  4. wah ada yang sebanyak itu ya mbak? kemarin saya juga mendapat tawaran n rate yang saya berikan ngga sampe segitunya. saat mendapat tawaran mereview sang bapak, imagenya masih baik, belum ” dimana ada aku disitu ada dia” dan saat itu masih ngefans sama sepak terjang beliau, jadi apa salahnya utk ikutan. dalam menulis review pun saya menulis yang umum2 saja, spt quote Winnie the pooh yg beliau sukai, soalnya saya juga suka dg quote ini. intinya poin2 yg dapat memberikan manfaat utk pembaca. terus diakhir tulisan saya juga menuliskan kalo tulisan tsbt adalah sponsorship artikel. jadi pembaca tau kalo itu adalah iklan. jadi mereka punya Hal utk membaca or tidak. hasilnya? cuma sedikit yg berkomentar dan saya pun tidak mempublikasikan ke media sosial

  5. Yang jelas saya butuh uang. Nggak butuh-butuh amat dengan capres. Kalau duitnya terima di depan,n bisa untuk beli new te**** trus suruh review, jelas mau dong.

    Masalah nanti ada jeleknya di review. Ya ditulis saja.
    [Tipikal blogger oportunis dan mringis]… 😀

  6. enggak 😀 kalau yg saya tulis saya suka, kayak anies baswedan atau jokowi, jusuf kalla, ayo banget. tapi gita wiryawan? saya ga tau prestasi yg kudu ditulisnya apa aja hahahahahaha. males. kalo ga suka, susah buat ditulisnya juga. apa ini saya aja ya? hahaha

  7. Kalau aku sih terima Mbak Yuni. Banyak hal yang bisa ditulis tentang bapak itu. Yang positif tentunya. Soalnya sebagai pengusaha kecil aku banyak bersinggungan dengan Departemen beliau. Ayo siapa yang mau mencarikan saya job hehehe..

  8. Jika blogger mereview politik biasanya dia akan mengalami suatu yag bersebrangan dengan faktor idealisnya, cepat atau lambat dia akan menemukan suatu titik alam sadar kepada mental seorang blogger yang aslinya. He,, he,, he,,,

    Salam,

  9. huwahh.. blog geratisan mana mungkin bisa dapat job repiuw yang dibayar segitu mahal 😀 ..
    ehh tapi kalo ada, ya coba cari informasi dulu yang mau di review. Sebenernya kurang paham sama politik. malah gak paham sama sekali ahaha.
    Tapi kalo sekedar review mungkin bisa 😀 .

  10. Belum pernah ditawarin review *kasian deh gw* , Hehe

    Tapi kalo ada yang nawarin *dijamin langsung hujan bewarna*, saya pasti nolak. Pertama, karena ga ngerti politik. Kedua, karena ga suka dengan politik.

    Kalo boleh, review produk aje deh, haha *ngarep*

  11. kalo ada yang nawarin kayaknya aku ga bakalan nolak
    tapi ga akan aku angkat di blog yang sekarang
    bikin blog khusus biar ga ketauan matrenya, hehehe…

  12. kalau aku sih kayaknya lebih memilih diam, soalnya paling gak ngerti banget soal politik. dan males juga menerima kritik dari orang apalagi debat tentang politik. tapi bagi blogger yg mau ngereview, emang sih lumayan juga tuh.

  13. Setuju mbak, sebagai blogger boleh2 aja sih buat postingan di blog, tapi berupa informasi ttg sang calon sebenarnya. tidak ada tambahan2 kebohongan, lumayan income buat sang blogger 😀 hihiy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *