Jalan-jalan

Naik Motor dari Surabaya ke Bromo via Tumpang Malang

Untuk kedua kalinya saya naik motor dari Surabaya ke Bromo via Tumpang Malang. Menurut saya jalur ini yang paling cantik dari sekian jalur motor dari Surabaya ke Bromo yang pernah saya lewati. Kontur jalannya mulus, medannya cenderung landai, aman, dan yang pasti pemandangannya indah.

Saya pernah nulis pengalaman naik motor dari Surabaya ke Bromo via Tumpang tahun 2013 di postingan berjudul Mendadak Bromo

Rekomendasi saya pilihlah jalur ini saat pulangnya. Saat pulang! Dijamin deh, sampai rumah bahagianya gak ilang-ilang! Saya pun menggunakan jalur ini pas pulang.

Perjalanan dari bukit Teletubbies

Kenapa saya tidak rekomen untuk berangkatnya? Kalau berangkatnya pagi atau siang, sih, nggak apa-apa. Teman-teman bisa menikmati hamparan hijau bukit Teletubbies dari ketinggian. Tapi kalau malam hari, duh sayang sekali keindahannya nggak tampak di mata. Semuanya gelap.

Untuk berangkat saya rekomendasi jalur Pasuruan via Nongkojajar saja, deh! Selain aman, jalur ini lebih terang karena dekat dengan rumah penduduk.

View Bukit Teletubbies diambil dari ketinggian

Tuhan menciptakan Bromo sungguh Maha Adil. Adil bagi yang pikniknya modal dengkul seperti saya yang berangkat dengan niat, plus duit yang besarnya cukup buat dipakai beli bensin, tiket masuk, sama jajan bakso hehe..

Keadilan itu ditampakkan dari rute yang telah disediakan. Jika ingin menikmati keindahan bukit Teletubbies lewatnya jalur Tumpang Malang. Rutenya Tumpang – Ngadas – Jemplang – Bukit Teletubbies – Pasir Berbisik – Bromo – Pananjakan.

Mau lihat keindahan Ranu Pani lewatlah jalur Lumajang. Saya belum pernah lewat sini. Aksesnya dari Senduro – Ranu Pani – Jemplang – Bukit Teletubbies – Pasir Berbisik – Bromo – Pananjakan

Jalur yang populer adalah via Probolinggo. Yakni melalui Tongas – Cemorolawang – Pasir Berbisik. Menurut saya meski populer namun sulit untuk saya. Soalnya ketemunya pas di tengah. Mau ke Bromo sama Pananjakan harus belok ke kanan. Mau ke Bukit Teletubbies beloknya ke kiri. Kalau mau didatangi semua spotnya jatuhnya kayak orang galau terombang-ambing ke sana ke mari hehe..

Kalau teman-teman naik motor ke Bromo ambil PAKET KOMPLIT PAKAI SUNRISE, yang paling dekat rutenya adalah lewat Pasuruan via Nongkojajar atau Pasrepan.

Dua jalur ini nantinya ketemu di pertigaan Dingklik yang memisahkan antara jalan ke Pananjakan dan lautan pasir Bromo. Bila melalui jalur ini sebaiknya berangkat malam dari Surabaya supaya dapat sunrise. Alurnya Pertigaan Dingklik – Pananjakan – Laut Pasir – Bromo – Pasir Berbisik – Bukit Teletubbies.

Di pertigaan Dingklik ggak usah takut salah milih jalan karena jodoh sudah diatur Tuhan hehe.. Seandainya milih jalan ke kiri yang mengarah ke Pananjakan, pulangnya tetap bisa lanjut ke lautan pasir Bromo.

Pertigaan Dingklik

Nggak mau ke Pananjakan akibat datang kesiangan, ya udah langsung aja ambil jalan ke kanan turun ke lautan pasirnya. Dan di sini teman-teman tetap bisa ambil foto Gunung Batok dari ketinggian.

Pemandangan gunung Batok dari pertigaan Dingklik. Jam 5 lebih cahayanya sudah terlihat keras

Biar paketannya makin komplit usai buang kringet di puncak kawah Bromo, lanjutkan saja motoran ke spot pasir berbisik, terus lagi ke bukit Teletubbies. Jarak antara spot satu dengan lainnya sekitar 0,5 km saja.

Jalan menurun diambil dari pertigaan Jemplang

Nah, kan, sekarang posisinya sudah di bukit Teletubbies, tinggal teruskan saja naik ke Watu Gede. Lanjut naik lagi ke Pos Jemplang sejauh 1km. Percaya deh di sini viewnya aduhai.. lihat bawah berasa kayak permadani raksasa!

Dari Pos Jemplang tinggal ngikuti jalan sampailah di desa Ngadas – Tumpang – Malang. Di jalur ini teman-teman dapat melihat lembah berwarna hijau yang menyatu dengan kebun sayur berpetak-petak.

Makin ke bawah lagi terdapat beberapa destinasi wisata seperti Air Terjun Bidadari sama Air Terjun Pelangi yang saya sendiri belum pernah melihatnya langsung. Udah ngantuk, sih, lihat aspal aja udah kayak sofa.

Penunjuk jalan di Pertigaan Jemplang
Pos masuk ke area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Jalan dari Watu Gede menuju pertigaan Jemplang
Kebun Apel di hampir setiap rumah warga desa Gubuk Klakah

Naik Motor dari Surabaya ke Bromo via Tumpang Malang sekarang nyaman, aspalnya mulus, banyak spot buat istirahat.

22 thoughts on “Naik Motor dari Surabaya ke Bromo via Tumpang Malang

    1. Pke jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, Buk. Walaupun siang di sini hawanya dingin. Kalau nggak kuat naik sampai puncak kawah bisa naik kuda. Tapi banyak kok di sini yang ke Bromo gak sampai ke kawah

    1. Suhu dari HP ku 21 derajat pas jam 5 pagi di pertigaan Dingklik. Insya Allah aman untuk bayi. Di lautan pasir gak begitu dingin

      Kalau kesana naik motor karena bawa bayi, saranku Ibu sama bayi nya naik ojek motor biar suami yang nyetir sendiri ke bawah. Kasihan kalau tiba-tiba tanjakan motornya gak kuat malah jadi merepotkan semua

  1. Baca tulisan mba Yun, jadi pengen segera meluncur ke Bromo. Mumpung suami dinas di Pasuruan. Aduh, viewnya menakjubkan. Sambil membayangkan rutenya, aku ngerti Nongkojajar, selanjutnya blank. Mainnya sampai disitu aja.

  2. Nongkojajar ke Bromo jalannya satu arah aja , Mbak. Saya jalan juga ngikuti aspal, tau-tau sampe Warungdowo lalu gerbang Pos masuk Bromo. Gak pke maps sama sekali hehe..

    Duh, senangnya yang di Nongkojajar hawanya adeem. Ke Bromo tinggal sekitar 20 kiloan aja 😁

  3. Berkali-kali ke Bromo dan belum pernah sekalipun naik motor hahaha. Berkali-kali diajakin naik motor sampai diiming-imingi dibonceng pulang pergi aku juga enggak mau. Jombang-Suroboyo motoran aja ogah haha.

    Bromo memang nggak ada matinya, nggak akan pernah bosan ke Bromo.

  4. Wah Mbak Yuni ngerti semua rutenya, saya mah tinggal nyampek aja gak tahu jalan hehe
    Paling suka pemandangan di Bukit Teletubies. Tebing yang memanjang berharna hijau menyegarkan, keren banget Mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *