Parenting

Memilih Susu UHT yang aman dikonsumsi keluarga

“Ma, nggak ke Royal?”

“Ngapain ke Royal?”

“Beli susu, Ma..”

Hoo, beli susu aja, lho, kok ya ngajak ke Royal Plasa. Padahal di Minimarket dekat rumah banyak yang jual.

Anak sekarang ya permintaannya susah diprediksi. Beda dengan Mamanya yang bermain logika dan perhitungan matang.

Kamu tau nggak, Le, uang buat bayar parkir Mall, bisa dapat susu sekotak lagi di warung tetangga rumah!

Saya senang dalam usianya menjelang 10 tahun Galih masih suka minum susu. Di luar sana banyak lho Ibu-Ibu yang mengeluh anaknya menolak minum susu. Alasannya macam-macam, ada yang bilang rasanya gak enak, ada yang balik bertanya, minum susu buat apa?, ada juga yang mengaku malu karena susu adalah minuman anak balita!

Tetapi ada juga Ibu-Ibu yang memang sengaja menyetop persediaan susu di rumah ketika anggota keluarganya sudah tidak ada yang berusia balita.

“Buat apa beli susu mahal-mahal, di rumah anak-anak sudah pada besar!”

Mahal selalu jadi alasan utama. Mungkin lho ya, mungkin, para orang tua ini masih belum bisa move on dari bayang-bayang masa lalu yang menganggap harga susu mahal.

Makanya saat masih bayi, orangtua yang tidak mampu memberikan susu formula pada bayinya, mereka menyiasati dengan memberikan air tajin atau air gula. Kecuali Ibu yang ASI nya lancar jaya.

Pada akhirnya budaya minum susu di masyarakat menjadi abu-abu, bahkan lenyap seiring waktu berjalan.

Budaya Minum Susu di Masyarakat

Sekarang begini, keluarga di Indonesia diedukasi agar memanfaatkan kartu jaminan kesehatan ketika berobat. Yang terjadi justru mereka menggunakannya sebagai aji mumpung. Tidak menjaga asupan gizi, tetapi mengandalkan kartu sehat dengan dalih agar iuran bulanan tidak dibayar sia-sia. Disisi lain ada cara paling ampuh menjaga kesehatan diri dan keluarga, yaitu makan 4 sehat 5 sempurna. Konsumsi makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah serta ditambah susu.

Di lingkungan saya tinggal, hanya hitungan jari saja keluarga yang terbiasa minum susu. Menurut saya sosialisasi ajakan minum susu di masyarakat masih kurang.

Waktu saya SD dulu bu guru selalu mengingatkan minum susu setiap hari yang dicontohkan dengan bagi-bagi susu gratis. Di Posyandu, Ibu saya yang saat itu menjadi kader juga kerap mengajak keluarga konsumsi susu dengan memberikan brosur ajakan minum susu.

Tetapi pada masa sekarang entah siapa yang mulai, ada sebuah komitmen bahwa orang ‘besar’ tidak perlu lagi minum susu. Susu hanya diberikan untuk anak kecil. Kenyataannya komitmen abal-abal itu berhasil, lho, diterapkan!
Sebenarnya masyarakat kita pintar-pintar. Mereka sudah mengerti manfaat minum susu bagi kesehatan tubuh. Ketika ditanya manfaat minum susu, dijawab tegas “Supaya Badan Sehat”. Tetapi ketika dilanjutnya dengan pertanyaan, “Sudah Minum Susu Hari Ini?” Rata-rata dijawab dengan gelengan kepala.

Entah ada apa dengan masyarakat kita. Sadar akan manfaatnya, tetapi tidak dipraktekkan.

Antara SKM, Susu Bubuk dan UHT

“Saya tuh bingung harus membeli susu apa. Anak-anak nggak suka minum susu kental manis. Minum Susu bubuk anak-anak nggak cocok”

Kalau ini persoalan baru lagi. Tapi sudah bagus, masih ada yang kepikiran minum susu. Ketiga jenis susu, mau susu bubuk, susu kental manis, dan susu segar, semua sama baiknya. Tapi-tapi.. jangan kliru ya, susu kental manis tidak cocok diberikan kepada anak-anak, lho. SKM fungsinya sebagai penambah rasa pada makanan dan minuman. Jadi kalau membuat jus atau makan roti boleh menggunakan SKM.

Susu bubuk juga bagus, tapi jika anak tidak cocok minum susu bubuk bisa menyebabkan diare.

Susu paling aman dikonsumsi ya Susu UHT. Ketika pertama kali memberikan Galih susu UHT saya berikan dia yang ukuran kecil dulu untuk ngetes kekuatan pencernaannya.

Untuk urusan susu saya membebaskan anggota keluarga untuk memilih susu yang disukai. Untungnya kami kompak. Susu yang dipilih adalah susu kemasan cair. Alasannya sih kepraktisan aja, bisa dibawa kemana-mana.

UHT atau Ultra High Temperature merupakan proses pengolahan susu dengan memanaskannya hingga diatas suhu 135 derajat selama kurang lebih 1 sampai 3 detik untuk membunuh spora yang ada pada susu.

Salah satu Susu UHT yang ada di pasaran adalah Susu UHT Indomilk 1L. Dibuat dari susu sapi segar yang diproses dengan teknologi Ultra High Temperature yang dikemas dalam kemasan multi lapis yang kedap cahaya dan udara sehingga dapat bertahan lama.

Walaupun terbuat dari susu sapi segar yang bisa disimpan lama, susu UHT tidak mengandung bahan pengawet. Proses UHTnya pun tidak merusak kandungan nutrisi yang ada didalam susu.

Susu UHT dapat disimpan lama meskipun tidak dimasukkan kedalam kulkas. Lama rentang simpannya hingga 9 bulan dengan catatan kemasan masih tertutup rapat dan tidak ada rusak.

Menariknya, dibanding susu bubuk, harga susu UHT lebih terjangkau karena proses produksinya tidak melalui banyak tahapan. Bukankah lebih baik? Semakin sedikit tahapan produksi, semakin bagus kandungan susunya!

Memilih Susu UHT yang aman dikonsumsi kelurga

Semua jenis susu memang aman dikonsumsi, tetapi apakah gurihnya susu baik ditenggorokan? Bisa jadi gara-gara minum susu tenggorokan jadi terasa kering dan mudah haus!

Lha, apa hubungannya rasa gurih dan cepat haus?

Sebelum saya lanjutkan, mari kita lihat video social experiment berikut ini:

Udah dari sononya ya susu itu diset memiliki kandungan garam alami sehingga aman dikonsumsi oleh siapapun. Tetapi ada lho susu UHT yang ditambahkan garam untuk menambah citarasa gurih pada susu. Ini yang harus kita perhatikan!

Makanya sebelum memutuskan membeli susu UHT, cek dulu komposisi yang tertera di kemasan berikut Informasi Nilai Gizi nya.

Susu UHT Indomilk 1 L yang biasa kami konsumsi komposisinya meliputi Susu sapi segar, susu skim bubuk, dan penstabil nabati. Tidak ada tambahan garam sama sekali sehingga kenikmatan Gurihnya Indomilk tetap terjaga.

Seperti yang ada dalam tayangan video diatas, susu UHT yang mengandung tambahan garam membuat tenggorokan cepat kering dan mudah sekali haus.

Susu UHT Indomilk mengandung vitamin A, Vitamin B2, Vitamin D, Fosfor dan Kalsium. Fosfor berperan membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

Jadi, sudahkah minum susu hari ini?

20 thoughts on “Memilih Susu UHT yang aman dikonsumsi keluarga

  1. wah.. anak2 juga.. sekarang lebih suka yg uht, dan memang ayah bundanya sudah sangat jarang.. minum susu.. terimakasih diingatkan ya mba.. – smg bisa rutin .. konsumsi susunya.. 😇💜

  2. kebiasaan minum susu kita orang Indonesia memang masih rendah ya
    masih banyak dari kita yang mengira susu hanya untuk anak balita, jadi begitu sudah besar langsung merasa gengsi buat minum susu hihihi

    kalau saya sih tiap hari minum susu, tapi cuma susu kental manis itupun dicampur kopi
    jadi sebenarnya cuma kopi susu wahahaha

  3. Susu UHT bagus Insha Allah karena ke-3 anak-anak saya sudah konsumsinya sejak mereka berumur lebih dari 1 tahun. Tapi dimake sure saja jika membelinya dari minimarket, apakah rak tempat mendisplay susu tersebut terkena paparan sinar matahari dari luar yang menembus kaca minimarket atau ndak karena saya pernah punya pengalaman susunya rusak dan berbau ketika dibuka. Dan sudah saya informasikan ke karyawan mereka untuk pindahkan tempat display susunya.

    Lebih aman untuk ambil susu yg dari kulkas saja, jika ndak suka dinginnya bisa didiamkan dirumah diluar kulkas.

  4. UHT memang praktis kalau saya. Nggak perlu bawa peralatan banyak kalau keluar rumah. Untungnya juga lambung anak saya lumayan ga bermasalah diberi UHT jadi sampai sekarang ga ada keluhan.
    Kalau saya pribadi suka yang cokelat untuk merk Indomilk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *