Kereta ekonomi AC

Setelah menghabiskan beberapa hari di Surabaya dan telah kopdar bersama komandan Blogcamp beserta jajarannya, akhirnya Mas Mf Abdullah kembali ke kota Yogja.

Sebelumnya saat kopdar, Mas Mf Abdullah sempat bilang kalau tiket kereta Gaya Baru Malam Selatan mengalami penurunan harga namun dengan fasilitas tetap sama yaitu Full AC dan kamar mandi bersih serta wangi.

Mendengar kabar ini saya senang tapi juga ‘sedih’. Senang karena fasilitas perkereta apian kita sudah lebih baik, dan sedih karena saya harus meninggalkan cerita-cerita ‘indah’ seputar kereta api Gaya Baru Selatan ini.

Saya teringat bagaimana rasanya naik kereta kelas ekonomi yang sumpek dan berdesak-desakan. Ini di karenakan PT KAI masih memberlakukan aturan ‘siapa cepat siapa duduk’ dan tak membatasi jumlah penumpang dalam satu gerbong. Sehingga semua penumpang berebut agar bisa masuk ke dalam kereta.

Wajar jika kelas ekonomi ini jadi rebutan banyak orang, harga tiketnya saja seperti tak masuk di akal. Bayangkan, harga tiket untuk jurusan Surabaya – Jakarta hanya di kenai Rp. 33.500, sedangkan untuk Surabaya – Yogja kalau tidak salah Rp. 21.000, mohon koreksi kalau salah. Selisihnya bisa 10 kali lipat di banding kelas executive.

Saya sendiri salah satu penyuka kereta kelas ekonomi. Saya akui harga tiket murah menjadi alasan saya suka naik kereta ekonomi meskipun sebetulnya ada alasan lain. Terutama penasaran mengapa harganya bisa semurah itu. Di balik itu saya juga mendapat banyak cerita kehidupan dari orang-orang di sekitar saya.

Bila malam hari banyak sekali penumpang yang tidur di bawah kursi atau di tengah-tengah gerbong yang seharusnya sebagai jalan tetapi di gunakan sebagai tempat merebahkan diri. Belum lagi lalu lalang penjual kopi dan makanan yang tak mau kalah demi sebuah kesuksesan menjual segelas minuman panas.

Dan seiring perbaikan dan peningkatan pelayanan, PT KAI mulai berbenah diri. Fasilitas kereta mulai ada peningkatan meskipun tarifnya harus di naikkan.

Terakhir saya ke naik kereta ekonomi non AC (biasa) bulan Februari lalu untuk jurusan Surabaya – Jakarta yang harga tiketnya masih di Rp. 33.500 dan tercengang saat melihat wajah kereta yang bersih, ada AC nya, kamar mandi ada sabunnya dengan air kran yang mengalir deras tanpa mampet juga petugas yang hilir mudik mengecek kebersihan gerbong dan toilet. Ini benar-benar peningkatan luar biasa.

Saat balik, sengaja saya membeli tiket kereta ekonomi yang AC dengan harga Rp. 110.000. Penasaran, apa beda antara ekonomi biasa dan yang AC. Dan ternyata keduanya sama. Sama-sama semua penumpang duduk di kursi, sama-sama tak ada penjual, sama-sama tak ada pengamen. Semuanya tenang dan bersih.

Saya tidak kenapa harganya bisa di buat beda. Mungkin saja kereta yang saya tumpangi ketika berangkat adalah kereta uji coba yang kemudian di jadikan AC sehingga kedepannya tak ada lagi kereta ekonomi tanpa AC.

Semoga gambaran ini membuat perkereta apian kita menjadi lebih baik. Juga pelayanan-pelayanan yang di berikan tak menyulitkan para pengguna yang akhirnya membuat jengah orang untuk meninggalkan transportasi murah meriah dan aman.

Berikut ini status Mas Mf Abdullah di Facebook:

Rute Gaya Baru Malam Ekonomi AC
St. Gubeng -> St. Mojekerto -> St. Jombang -> St. Madiun -> St. Seragen -> St. Solo Jebres -> St. Lempuyangan Yogyakarta
Tiket: Rp. 55.000,-
Fasilitas : Full AC, Colokan Listrik + Kamar Mandi Dalam (hehehe Emangnya penginapan… wkwkwkw)

Mumpung murah siapa yang mau ke Yogja.. 😀

 

16 thoughts on “Kereta ekonomi AC

  1. semoga tiket murah ini bukan promo bulanan mbak, karena ada isu jika bulan oktober udah naik jadi harga normal sebelum september

    dulu saya juga pernah ke jakarta dengan gaya baru, hanya dengan modal 28 ribu udah sampek jakarta 😀

    Kayaknya nggak deh Mas, bulan Februari 2013 saya naik dari Surabaya ke Jakarta, ekonomi AC kena Rp. 110.000

  2. Kereta Api memang menurut pendapat saya … sedang gencar-gencarnya berbenah diri …
    baik dalam … maupun luar …
    baik stasiun – rel … maupun gerbong

    Salam saya Yuni

    Betul, Om. Karena kereta api paling di minati, murah dan gak banyak goncangan 😀

  3. saya belum penah naik kereta bisnis apalagi eksekutif,dulu waktu masih ngajar n kliah di malang kalo lagi bete langsung cabut ke surabaya naik kereta ekonomi cuma 7000 kalo nggak salah.pulangnya baru di sangoni temen buat naik bis eksekitif sby-malang hahahaha……tetep nodong temen

    Kalau naik kereta Surabaya – Malang justru agak susah Mbak. Belinya gak bisa langsung harus beli seminggu sebelumnya. Tapi untuk jarak jauh, masih bisa asal kuota belum penuh

    1. hmmm.. Saya malah bingung apa bedanya kelas AC eksekutif sama AC biasa.. Lah ini juga enggak ada bedanya saat pulang dari Bandung dulu.. Fasilitasnya sama dengan ekonomi, yaitu AC, gak ada asongan dan pengamen, dan aparat yang jaga. Enggak ada bonus gorengan atau apa kek, padahal mbayare mahal. Atau ungkin waktu tempuh yang lebih cepat sampai tujuan kali ya?

  4. Murah tenaaaan yakiin. Buat beli bensin saja gak bisa sampai Surabaya tuh, kalau dari Banjar. 😀

    Keknya PT. KAI memang lagi berusaha meningkatkan pelayanan lho, Mba. Di koran2 banyak dikabarkan seperti itu. ..

  5. Waktu SMP kereta api ekonomi Semarang-Senen merupakan langganan saya. Tapi waktu itu situasinya tak terlalu berdesakan seperti cerita Mbak Yuni di atas..Tapi syukur lah akhirnya KAI melakukan transformasi, KA akan jadi transportasi menyenangkan. Pengen deh naik kereta api ke Surabaya 🙂

  6. naik kereta api adalah salah satu impian terbesar sayaa,,,hiks malangnya diriku belum pernah naik kereta api :((

    *semoga kesampaian mau ke jogja awal thn depan 😀

Leave a Reply