Jalan-jalan

Pengalaman di kawal Polisi

Ini cerita pengalaman di kawal Polisi.

Suatu saat saya terjebak di tengah kemacetan lalu lintas. Ketika sibuk menyelamatkan diri dari kepungan kendaraan, sekonyong-konyong dari arah belakang terdengar raungan sirine Polisi dengan kencangnya. Saya noleh belakang, rupanya sedang ada rombongan konvoi. “Dih, ini lagi! Udah tau macet, malah minta jalan. Ngerti antri, nggak, sih!” Rutuk saya jengkel.

Pengendara mana yang tidak sebal melihat ketimpangan seperti ini. Apalagi saat saya tau ternyata rombongan yang lewat adalah iring-iringan penganten! Andaikan yang lewat itu ambulan orang sakit atau mobil jenazah, mungkin masih bisa di maklumi. Tapi ini.. gak penting bangeet *pke tanda kutip*. Hmm.. maksud saya penganten, kan, bukan persoalan penting. Kenapa harus pakai pengawalan Polisi, dan juga minta jalan.

**

Pada Desember tahun 2013, saya menjadi salah satu peserta perayaan pesta sahabat di Jakarta. Penyelenggaranya perusahaan otomotif terkemuka. Saya tidak tau ada berapa iring-iringan mobil saat itu. Yang pasti saya sedang duduk manis di dalam bus bersama para sahabat blogger dan jurnalis dari seluruh nusantara.

Malam itu bus melewati jalan di depan Istana Negara yang macetnya gak ketulungan. Meski sudah memakai pengawalan ketat, tapi sangat sulit membelah lautan kendaraan. Bahkan saya dan teman-teman sempat bikin ledekan.

“Eh, kita kayak orang penting aja, ya, naik bis dikawal Polisi. Padahal kita nih siapa. Cuma Boolooggoorrr… *blogger di plesetin jadi bologgor*”

Dalam hati saya menduga-duga, berusaha berkaca pada diri sendiri. Mungkin ada diantara para pengendara yang marah dan sebal melihat konvoi kami. Meski begitu, timbul perasaan senang dan bangga pada diri sendiri akan pengawalan ini. Kapan lagi bisa jalan dengan pengawalan Polisi. Untuk sejenak saya melupakan kesebalan saya terhadap pengawalan rombongan penganten hihi.

**

Hari ini saya sedang mengikuti perjalanan dinas Kapolda Jatim di Situbondo dan Jember. Perjalanan dinas ini diikuti banyak staf Kapolda sehingga harus menggunakan beberapa mobil dan berjalan beriringan.

Apakah iring-iringan kendaraan menggunakan pengawalan Polisi?
Iya.

Namun dalam hati saya masih bertanya-tanya, mengapa harus menggunakan pengawalan Polisi?

Di dalam bus, sebelah saya duduk ada AKBP Sigit. Supaya pertanyaan saya terjawab dan hati menjadi plong, maka saya utarakan mengenai fungsi pengawalan Polisi dan sebab akibatnya.

Dijelaskan, bahwa meminta pengawalan Polisi sifatnya HARUS, selama di butuhkan. Pengawalan Polisi fungsinya untuk mempercepat perjalanan. Jadi bukan menghambat lalu lintas.

Salah satu tugas Polisi selain menjadi pengayom, adalah melayani masyarakat. Dan bentuk pelayanan terhadap masyarakat adalah memberikan pengawalan lalu lintas. Bila ada sekelompok masyarakat, komunitas, perkumpulan, atau apapun yang menggunakan jalan raya secara beriringan (konvoi) seyogyanya meminta pengawalan Polisi. Hal ini dilakukan agar perjalanan konvoi tidak ada halangan. Apa jadinya bila seandaianya ada 4 rombongan bis jalan beriringan lalu tiba-tiba ada pengendara yang nyerobot di tengah-tengah konvoi. Selain bis urutan belakang tertinggal, juga dapat menimbulkan pengendara lain celaka. Itulah fungsinya pengawalan.

Kalau cuma 1 mobil aja yang minta pengawalan?
Tidak boleh! Apapun jenis kendaraannya, sekeren apapun aksesoris emblem motor dan mobil yang dipakai, tidak boleh minta pengawalan. Ngapain Polisi ngawal satu mobil? Hihi..

Kalau pengawalan komunitas MOGE, bagaimana?
Nah, ini saya juga sangat sebal hihi..

Iring-iringan MOGE memang kadang-kadang meresahkan. Padahal iring-iringan MOGE tak lebih dari sekedar hobi semata. Tapi kenapa harus minta pengawalan Polisi?

Seperti yang kita tau, MOGE tidak di disain untuk jalanan di Indonesia. Memiliki kecepatan tinggi, MOGE harus dikasih prioritas. Sebagai masyarakat yang baik, ngalah dikit gapapa, lah ya.. untuk menghormati hobi orang lain. Habis gimana, namanya juga hobi.. gak mungkin kan kita melarang kesenangan orang lain. Oleh karena itu, biar iring-iringan segera berlalu, dan lalu lintas segera kembali normal, maka harus minta pengawalan Polisi. Semakin cepat konvoi MOGE lewat, semakin mudah pengaturan arusnya.

Justru kalau nggak pakai pengawalan, ditakutkan banyak kendaraan celaka. Pengendara MOGE ini kencang-kencang. Beriringan pula! Kalau gak ada yang ngawal dan ngatur bagaimana kondisi jalan raya?

Begitulah, sebenarnya pengawalan Polisi di lakukan untuk kepentingan bersama. Bukan buat sok-sokan dan berlaku seenaknya di jalanan.

Minta pengawalan Polisi bayar, nggak?
Secara prosedur tidak bayar. Alias Gratis!
Tapiii.. ada tapinyaa.. hehe.. yang namanya menggunakan jasa orang, tentunya telah menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Masa iya gak ada balas terima kasihnya. Yo know laah yaa.. 😀

Jadi intinya, siapapun boleh meminta pengawalan Polisi. Anak-anak TK yang rekreasi pun boleh minta pengawalan Polisi. Tinggal hubungi saja Polsek terdekat..

Teman-teman ada pertanyaan seputar Pengawalan Polisi? Sharing, yuk.. ^^

7 thoughts on “Pengalaman di kawal Polisi

  1. Aku belum pernah ngalamin naik bus atau kendaraan yang dikawal polisi (seingatku). Dan iya bener kita suka sebel liat iring-iringan yang harus dikasih prioritas. Tapi setelah nyimak penjelasan AKBP Sigit yang dirimu certain, akhirnya aku ngerti hehehe

  2. wah pengalaman saya waktu mudik juga sama mbak,, saya naik motor, trus di ngawi ada patwal ngawal rombongan banyak mobil dari orang pertamina tujuan bojonegoro. Saya mbuntut di belakang alhamdulillah perjalanan lebih cepat setengah jam dari biasanya 😀

  3. tapi kenapa ya kenyataan tidak seindah teori hihihi, masih banyak dijumpai iring2an yang belakangnya cuman 1 mobil kece semacam camry itu #kodekeras euy 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *