Solusi praktis ketika ATM hilang

Susunan acara hari ini berantakan gara-gara mencari solusi ATM hilang yang tak tau kemana rimbanya. Dompet dan tas sudah dibongkar hingga lipatan saku terkecil pun tetap saja si ATM tak ada penampakan.

Sedari pagi sudah dandan cantik, walaupun ujung-ujungnya tetap aja pakai baby doll batik. Rencananya pagi-pagi ke pasar, sepulang dari pasar duduk manis didepan laptop. Begitu mau berangkat, melihat dompet baru merasa aneh. Di salah satu saku kartu kok si ATM gak kelihatan. Duh, paniknya bukan main…

Sebelum semua di obrak-abrik, saya diam dulu di sudut lemari. Sambil mikir kemana larinya si ATM. Perasaan kemarin baru pakai narik uang di minimarket, kok sekarang raib. Jangan-jangan ketinggalan di mesin ATM!

Sebelum semuanya jadi ruwet saya langsung ngeluarin motor dan nggeber menuju minimarket terakhir tempat mesin ATM saya pakai kemarin. Untuk sementara lupakan dulu urusan ke pasar. Padahal ada barang penting yang harus dibeli disana. Terutama beli sarung bantal. Maklum sarung bantal di rumah warnanya sudah puyeh dan harus segera diganti.

Sarung Bantal

“Mbhakh.. dhi..shi..nih.. ha..dhah ATeeM khe.. tingga..lhan, ghak?” ngos-ngosan tanya ke mbak kasir.
Mbak kasirnya mikir. Diam.
Tik tok tik tok..
Semoga adaaa..

“Bentar ya, Mbak” saya mengangguk dengan dada kembang kempis.

10 menit kemudian, setelah kasir dan rekannya saling bertanya satu sama lain,
“Maaf, Mbak. Nggak ada ATM ketinggalan disini..”

Dueer!! Hayooo.. kemana lagi larinya si ATM!!

“… Biasanya kalau transaksi sudah selesai, dan ATM tidak segera ditarik, ATMnya ditelan sama mesinnya, Mbak.” Mbak kasir menjelaskan.

Tanpa banyak tanya, setelah ngucapin terima kasih ke mbak kasir dan rekannya saya langsung berburu kantor Bank terdekat untuk laporan kehilangan.

Menyelesaikan solusi ATM hilang ini terpaksa saya lakukan. Padahal selama ini saya selalu mewanti-wanti berurusan dengan Bank langsung. Selain karena lama ngantrinya, saya juga malas menghapal tanda tangan. Soalnya tiap kali tanda tangan selalu diminta ngulang hihi..

Setelah ngantri lama di CS, giliran saya maju kedepan. Saya sudah menyusun jawaban kalau nanti ditanya apa alasan datang ke Bank. “ATM saya ditelan mesin” gitu aja biar gampang.

Petugas Bank (PB): “Bawa buku tabungan?”
Saya (SY): “Hilang, Mbak.”
PB: “Ada KTP asli?”
SY: ”Ada, Mbak. Tapi namanya gak sesuai sama KTP yang baru.”
PB: “Bawa KSK?”
SY: “Nggak, Mbak.”
PB: “Bawa Fotokopi KTP lama yang namanya sesuai rekening tabungan?”
SY: “Nggak ada, Mbak”
PB: “Buka rekeningnya dulu di mana?”
SY: “Di Kusuma Bangsa.”
PB: “Ya udah kesana aja!”
SY: Dziingg!!!. Ngomong, Kek, dari tadi. Sudah lama ngantri ini…

Masuk ke Bank tempat buka rekening tabungan yang hilang, antrian di CS nya puanjang. Nunggu nomer dipanggil sampai habis baca 1 majalah dan 1 koran. Hikmahnya saya gak usah beli koran hari ini 😀

Dan menyelesaikan solusi ATM hilang akhirnya terpecahkan. Nggak pakai lapor-lapor Polisi, semuanya langsung beres hanya bermodal KTP asli. Bahkan buku tabungan yang sedianya hilang, dapat ganti baru setelah membayar 10 rebu. Tapi ya, gitu, harus menyelesaikan ujian lisan dulu. Syaratnya kudu bisa jawab pertanyaan-pertanyaan CS. Dari mulai siapa nama Ibu Kandung, Nomer rekening berapa, Saldo terakhir berapa, Transaksi terakhir ngapain, Nominal transaksi terakhir berapa. Kalau semua soal itu bisa jawab, lulus deh dengan predikat cumlaude! Haha..

Jelajah Kuliner Bangkalan, dari Nasek Serpang hingga Bebek Sinjay

Tak banyak yang saya tau tentang pulau Madura, selain jembatan Suramadu. Walau jarak Surabaya dan Madura hanya terpisah jembatan sepanjang 5.438 meter, namun sulit bagi saya mengeksplorasi keunikan tetangga ‘seberang pulau’ ini. Alasannya sih sederhana, tidak hapal jalanan di Madura hehe..

YUNI9702edit

Bagi orang Surabaya, perjalanan melalui Jembatan Suramadu bukan kali pertama saya lakukan. Kekuatan angin laut yang berhembus kala berada diatas jembatan menjadi sensasi sendiri selama perjalanan.

Suatu kehormatan ketika seorang teman blogger asli Bangkalan Madura mengajak saya berkunjung ke rumahnya. Dalam obrolan melalui aplikasi massanger, Alam, berjanji mengajak saya mengenalkan kuliner khas dari kota Bangkalan. Sungguh ini undangan paling menyenangkan.

Senin, 1 Juni 2015, pagi-pagi saya berangkat ke Madura. Perjalanan darat yang menyeberangi lautan itu hanya membutuhkan sekitar 1 jam perjalanan. Tiba di rumah Alam di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, saya langsung di suguhi sebungkus Nasek Serpang.

Apa itu Nasek Serpang??

Nasek Serpang, atau Nasi Serpang, merupakan makanan khas dari Kabupaten Bangkalan. Nasek Serpang biasanya disajikan pada pagi hari di jam-jam waktu sarapan.
SAM_2072

Karena perut lapar soro, saya segera membuka tali karet pembungkus Nasek Serpang. Di dalam bungkusan itu terdapat nasi putih punel dengan aneka lauk didalamnya. Sekilas penampakan Nasek Serpang hampir mirip dengan nasi campur di Surabaya. Bedanya, dalam Nasek Serpang tidak ditemukan olahan berbahan baku sayuran. Yang ada hanya lauk dengan berbagai macam jenis.

Tanpa menunggu lama, Nasek Serpang itu segera saya obrak-abrik. Saya pensaran lauk apa saja yang ada disana. Begitu karet penahan bungkusan lepas, tampaklah sekepal nasi putih bersama lauk-pauk yang terdiri dari Brengkes Tongkol, Soun bumbu kecap, Sambal goreng kerang, Sepotong telur asin, udang bumbu rujak, serundeng, rempeyek teri dan kacang, serta kuah tahu + cecek bumbu santan. Woww benar-benar kuliner lokal yang unik.. khas masakan Indonesia dengan racikan bumbu rempah lengkap.

Ketika sedang menyantap Nasek Serpang, Alam menyuguhi saya minuman Kobbhu’.
SAM_2077

Kobbhu’ adalah sejenis minuman kesehatan dengan bahan utama kelapa muda. Kelapa muda ini dicampur dengan air rebusan gula merah dan sereh. Kobbhu’ disuguhkan dalam keadaan hangat. Lebih pas lagi bila diminum kala udara dingin atau sedang turun hujan.
SAM_2073

Puas menikmati Nasek Serpang dan Kobbhu’ saya diajak ke dapur tradisonal di rumahnya untuk menemani keluarganya memasak hidangan khas Bangkalan yang lain. Namanya Topa’ Ladhe. (Baca Topak Ladeh, huruf e nya mengatup dibaca seperti menyebut kata senyum.

Topa’ dalam bahasa Madura berarti Lontong. Bila digabungkang menjadi Lontong Ladhe. Makanan ini merupakan sajia khas warga Bangkalan saat Lebaran Idhul Fitri.

Bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk memasak Topak Ladhe adalag Bawang Merah, Bawang Putih, Ketumbar, Kunir, Kencur, Laos, Merica, Daun Bawang, Santan, dan Tepung Beras.
SAM_2080

SAM_2081

Dalam pengamatan saya, bumbu-bumbu Topak Ladhe di uleg halus lalu dicampurkan ke dalam tepung beras. Selanjutnya ditambahkan dengan santan kental dan diaduk diatas tungku dengan bahan bakarnya menggunakan kayu sampai menjadi kental seperti bubur.
SAM_2087

SAM_2089

SAM_2111

Cara menyajikan Topak Ladhe ini mudah sekali. Topak yang sudah dipotong-potong di tata diatas piring lalu disiram dengan kuah Ladhe. Selanjutnya ditaburi dengan bumbu kering yang dibuat dari bahan jagung dan sebutir cabe. Dan Topak Ladhe pun siap dihidangkan dengan krupuk puli sebagai pelengkap.
SAM_2129

SAM_2137

Setelah menikmati Topak Ladhe, Alam belum puas juga mengajak saya berburu kuliner. Kali ini Alam mengajak saya menyusuri Jalan Raya Ketengan 45. Yap, kemana lagi kalau bukan ke Bebek Sinjay.

SAM_2166

Menuju lokasi warung bebek yang namanya sudah dikenal luas itu, tidaklah sulit. Suasana lalu lintas di kota Bangkalan yang cenderung lengang begitu mudah kami jangkau. Betapa asiknya bila bisa jalan-jalan ke tempat lebih banyak lagi sambil mengeksplor kota Bangkalan. Berburu kuliner, berkunjung ke ikon wisata, dan lain sebagainya. Membayangkan serunya menyusuri kota Bangkalan bersama sahabat jadi ingin punya mobil sendiri supaya bisa total keliling kota.
YUNI7696edit

Saat sedang melamun saya teringat akan mobil Toyota Agya yang cocok untuk dipakai keliling kota. Bentuknya stylish sangat cocok untuk saya yang senang jalan-jalan. Tampilannya lincah memberikan kebebasan ketika mengendarainya. Apalagi sudah dilengkapi fitur audio canggih, berhenti menikmati sejuknya udara laut sembari mendengarkan musik menjadi hiburan tersendiri. Pulang bawa banyak oleh-oleh tak masalah karena bagasinya lumayan lega. Bentuknya yang ekspresif begitu luwes melaju dijalanan yang padat sekalipun.

Toyota AgyaIni mobil idaman banget.. sebagai mobil city car bensinnya didisain irit dan ramah lingkungan. Pilihan warnanya keren-keren yang mengesankan gaya hidup masa kini.

Tiba di warung bebek Sinjay, suasananya begitu ramai. Namun satu yang membuat saya penasaran, mengapa namanya Sinjay? Kayak India-indiaan gituu.. hehe
SAM_2141

Jawaban Alam sangat mengejutkan. Ternyata Sinjay berasal dari singkatan Sinar Jaya. Dan Sinar Jaya merupakan bengkel yang lokasinya pas didepan warung Bebek. Itulah mengapa sampai sekarang warung itu bernama bebek Sinjay. Lucu juga yah..

Iseng-iseng saya melihat ke depan warung, benaaar, disana ada sebuah bengkel…

Interior warung bebek itu sederhana saja. Ruangan lebar diisi tatanan meja panjang dengan kursi berhadap-hadapan.
SAM_2158

Usai mendapat tempat duduk strategis, saya segera masuk kedalam baris antrian. Karena kalau tidak, bisa memakan banyak waktu untuk antri saja. Padahal lidah ini sudah tak sabar segera mencicipi nasi bebek.
SAM_2168

Bebek Sinjay ini terkenal akan sambal pencit (mangga muda) nya. Terdiri dari pencit yang diiris panjang-panjang dengan campuran ulegan cabe. Daging bebeknya memiliki karakter empuk dengan taburan remah-remah gurih dan renyah serta lalapan timun dan kemangi.
SAM_2164

SAM_2152

Konsep warung bebek Sinjay ini adalah self service, dimana pembeli harus melakukan semuanya sendiri. Dari mulai pesan makanan, membayar dikasir, hingga mengambil piring nasi bebek. Butuh kesabaran untuk bisa menikmati bebek Sinjay karena semua urutannya harus dilalui dengan antrian.
YUNI7679edit

Lengkap sudah kulineran di bangkalan..
Lidah senang, perut kenyang, jadi malas pulang deh hehe..

Promo Kartu Kredit BCA – Terbaru Juni 2015

Promo kartu kredit BCA adalah salah satu kartu kredit yang memberikan promo terbanyak setiap bulannya. Hal ini tidak mengherankan karena pengguna kartu kredit BCA yang memang tidak sedikit dan bahkan bisa terbilang cukup banyak. Kebanyakan pengguna credit card kemungkinan besar memiliki kartu kredit dari Bank Central Asia yang mendominasi Indonesia ini.

Kartu Kredit BCA

Nah, Anda pengguna kartu kredit Bank BCA yang sudah lama ataupun yang baru atau yang baru saja ingin mengajukan permohonan, bisa melihat-lihat terlebih dahulu promonya. Oleh karena promo dari Bank BCA yang cukup banyak, mungkin hal ini bisa menjadi pertimbangan Anda pula untuk memiliki kartu kreditnya.

Promo Kartu Kredit BCA di Bulan Juni 2015
Promo yang diberikan oleh Bank BCA ada di beberapa kategori berikut:

1. Food and beverages.
2. Travel and Leisure.
3. Gadget and electronic.
4. Fashion and lifestyle.
5. Online promo.
6. Lainnya seperti dokter gigi, klinik kecantikan ataupun tiket bioskop dan lainnya.

Tidak hanya beberapa penawaran di bidang yang disebutkan di atas, BCA juga mempunyai beberapa penawaran spesial untuk kartu kredit tertentu dari BCA.

Beberapa program tersebut adalah:
1. BCA Card Singapore
BCA Card Singapore adalah BCA Card yang khusus bisa dipakai di Singapura untuk berbelanja. Dengan menggunakan kartu BCA khusus Singapura ini, Anda bisa mendapatkan beragam penawaran menarik di beragam outlet kerja sama BCA di Singapura.
2. Asia Dreams Bali
Asia Dreams Bali merupakan buku panduan lengkap yang disediakan secara istimewa bagi pengguna kartu kredit BCA Signature, Infinite, Platinum dan World. Anda bisa melihat beragam penawaran menarik khusus di Pulau Bali.
3. GlobePass
Pengguna credit card dari BCA juga otomatis bergabung dalam jaringan GlobePass. Anda bisa mendapatkan berbagai keuntungan dan diskon spesial yang ditawarkan oleh GlobePass.

Untuk bulan Juni 2015 ini sendiri terdapat beragam penawaran menarik yang dihadirkan oleh Bank BCA, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Starbucks Special Offers periode hingga Juni 2016, untuk free Upsize dan Free 1 Tall Beverages.
2. Magnum Cafe, periode hingga 15 Januari 2016. Diskon 15% setiap hari untuk minimal transaksi Rp 150.000.
3. Chipmunks Playland & Cafe periode hingga 14 Desember 2015, diskon 20% tiket masuk.
4. Samali Hotel & Resorts, periode hingga 31 Agustus 2015. Diskon hingga 20% untuk kamar, Diskon 15% untuk Food and Beverages dengan minimum transaksi Rp 200.000 dan Pay 1 for 2 Saturday BBQ.
5. Best Denki Electronic Store periode hingga 31 Januari 2016, Cicilan 0% BCA sampai dengan 12 bulan.
6. Central Department Store periode hingga 30 November 2016, Redeem Reward BCA.
7. Fontana Group periode hingga 31 Maret 2016, Diskon 10% All Items, kecuali items yang sudah didiskon di atas 50% atau special price.
8. Groupon Indonesia Diskon Hingga 90% dengan mengunjungi groupon.co.id/bca dan temukan beragam penawaran menarik dari Groupon Indonesia bagi nasabah BCA.
9. RS Grha Kedoya, periode hingga 30 September 2015 untuk diskon 10% untuk pemeriksaaan tertentu.
10. Ultimo Clinic, periode hingga 19 Agustus 2015, Free Voucher 1 Juta untuk Beauty and Dental Treatment.
11. Toko Buku Gramedia, periode berlaku hingga 31 Januari 2016. Diskon 10% untuk seluruh buku terbitan Kompas Buku Gramedia.

Ada lebih banyak lagi yang akan Anda temukan di berbagai outlet yang bekerja sama dengan pihak Bank BCA.

IndiHome Fiber, Inovasi cerdas untuk keluarga cerdas

Akhir-akhir ini saya merasa lebih percaya diri menggunakan internet d irumah. Mau ngapain aja selama modem di rumah keadaan ON saya manfaatin untuk segalanya. Mulai dari update blog sambil streaming-an radio, nonton video atau buka-buka youtube! Gak ada lagi perasaan berhemat-hemat agar kuota awet atau takut kejeblos tiba-tiba kuotanya limit. Malas pakai laptop, wifi-an dari smartphone, jadilah hehe..

Modeeem yang baik-baik ya kalau ngasih koneksi.. :D
Sahabat internetan di rumah

Diera teknologi dan informasi yang kian gencar ini sulit untuk tidak memanfaatkan internet. Apalagi segala sumber informasi di dunia ini (termasuk infotainment yang lagi ngehits :D) terkumpul semua di sana. Silaturrahmi dengan puluhan bahkan ratusan teman lama dan rekan baru juga membutuhkan koneksi internet. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah pemanfaatan internet sendiri untuk hal-hal yang lebih berguna terutama dalam rangka mencerdaskan pribadi keluarga. Lebih dari itu demi kelangsungan hidup dapur saya juga hihi..

IndiHome Surabaya

Sebagai penyandang label blogger, blog adalah harta berharga dalam kehidupan saya karena di sana adalah tempat saya mencari se-glangsing beras buat sebulan dan lima gram perhiasan emas bertahtakan batu akik haha..

Jadi internet buat saya dan keluarga sangatlah penting. Saking pentingnya, sebelum memutuskan memilih paket abonemen bulanan, saya dan Suami perlu melakukan riset terlebih dahulu termasuk menimbang bobot bibit dan bebetnya. Kayak mau milih jodoh aja inih 😀

Ada peluang bagus yang tak saya lewatkan ketika galau menimbang bobot bibit bebet koneksi internet. Gelisah galau merana saya langsung berubah jadi keyakinan setelah mengikuti Sharing Session with Indihome pada 25 Mei 2015 lalu. Tema Sharing Session yang diangkat adalah Manfaat Internet untuk Keluarga Cerdas.

Para Narasumber Sharing Session with IndiHome
Para Narasumber Sharing Session with IndiHome

Bertempat di Arjuna dan Welirang Function Room Hotel Santika Pendegiling Surabaya acara diskusi lumayan gayeng. Undangan yang sebagian besar terdiri dari blogger Surabaya sangat antusias mendengarkan paparan para narasumber dari Telkom Indonesia yang terdiri dari Ibu Ernawati, Manager Self Care & Digital Interections CSS Telkom Indonesia, Bapak Nyoman, Manager Home Service Regional 5, Bapak Ismono, Manager Home Service Witel Suramadu, dan Mas Tyo Afianto Eyro, CEO dan Public Relations PT Eyro Digital Teknologi.

Usai makan malam bersama, diskusi pertama dibuka oleh Ibu Ernawati selaku Manager Self Care & Digital Interections CSS Telkom Indonesia. Sebelum masuk ke sesi materi, Bu Erna sempat bertanya kepada hadirin siapa yang sudah pasang IndiHome di rumah?

Bu Erna
Bu Ernawati, Manager Self Care & Digital Interections CSS Telkom Indonesia

Tanpa ba bi bu saya segera angkat tangan. Sebagai pelanggan baru IndiHone yang sedang dalam masa percobaan (kayak karyawan baru aja hehe) saya merasa diskusi ini penting demi meyakinkan diri bahwa IndiHome yang sudah terpasang di rumah adalah koneksi terbaik yang saya miliki saat ini.

“Siapa yang tau apa keuntungan menggunakan IndiHome?” Tanya Bu Erna.
Lagi-lagi saya mengangkat tangan dan menjawab sesuai fasilitas apa saja yang saya dapat dirumah.

“Satu. Koneksi Internet, TV Kabel, dan Telpon gratis 1000 menit” jawab saya. Atas jawaban itu saya dihadiahi souvenir payung IndiHome. Alhamdulillah hehe..

Layanan Tripple Play IndiHome

Kehadiran IndiHome di tengah masyarakat merupakan 3 layanan dari Telkom yang digabung menjadi 1 yang kemudian disebut sebagai Layanan Triple Play.

Secara lengkap Bu Erna menjelaskan layanan Triple Play IndiHome meliputi:

1. Layanan Akses Internet kecepatan Tinggi menggunakan teknologi jaringan fiber optik dengan kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps.
2. Usee TV Cable layanan TV Interaktif dengan teknologi IPTV yang meliputi 99 channel TV
3. Layanan Telepon rumah gratis selama 1000 menit lokal dan interlokal.

IndiHome Surabaya

Layanan Triple Play IndiHome yang telah berjalan baik hingga saat ini berkat dukungan teknologi fiber yang sedang digalakkan oleh Telkom. Ada perbedaan siginifikan antara penggunaan teknologi fiber dengan tembaga (yang selama ini digunakan Telkom). Keunggulan yang didapatkan bila menggunakan Indihome Fiber adalah:

Lebih Cepat.
Dibandingkan tembaga yang hanya mampu memiliki kecepatan transfer maksimal sampai 5 Mbps saja, teknologi fiber justru memiliki kecepatan transfer data hingga 100 Mbps. Jauh banget, kan bedanya.. bisa 20 kali lipatnya lho!

Lebih Stabil.
Seringkali saat mengakses internet secara bersama-sama dalam satu koneksi kita menemukan ketidak seimbangan kecepatan antara perangkat satu dengan lainnya. Namun dengan teknologi fiber koneksi akan terasa lebih stabil saat dilakukan share koneksi secara bersamaan.

Lebih Handal.
Teknologi fiber dianggap lebih handal menghadapi segala cuaca seperti serangan petir dan gangguan elektromagnetik. Selain juga lebih aman untuk perangkat komputer.

Lebih Canggih
Untuk layanan fixed broadband, fiber optik adalah teknologi penghantar data tercanggih dan terbaru

Teknologi Fiber Optik untuk masyarakat Indonesia

Tahun ini Telkom Indonesia sedang gencar melayangkan layanan akses internet berkecepatan tinggi dengan teknologi jaringan fiber optik di seluruh Indonesia. Harapan kedepannya pada tahun 2020 semua pelanggan Telkom akan mendapat layanan serat optik di setiap rumah!

Sejak bulan Januari – Mei 2015 pelanggan IndiHome sudah mencapai 350 ribu sambungan. Ditargetkan akhir tahun 2015 mencapai 3 juta IndiHome. Hal ini sesuai dengan komitmen Telkom bahwa hadirnya layanan IndiHome dapat mengurangi kesenjangan sosial mengenai akses internet di masyarakat.

Telkom berinisiatif menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas jaringan internet dunia. Seperti yang sedang dilakukan saat ini Telkom bekerja sama dengan 13 negara membangun kabel laut yang mengubungkan Indonesia ke Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Gempur Kualitas Layanan dengan Teknologi 4K TV

Kabarnya Telkom akan menggempur IndiHome dengan Teknologi 4K TV. Teknologi 4K TV ini dapat meningkatkan kualitas layanan IndiHome melalui serat optiknya.

Keuntungan yang didapat Teknologi 4K TV, pelanggan dapat menikmati sajian channel dengan tingkat resolusi layar 4 kali lebih besar dari resolusi FullHD dan Ultra HD TV sekalipun. Teknologi 4K TV IndiHome mampu menampilkan resolusi layar 4096 x 2160 piksel. Itu artinya pelanggan IndiHome dapat menikmati gambar di layar TV secara jernih, tajam, dan detail.

Kelebihan lainnya pelanggan IndiHome dapat menikmati IPTV secara jernih melalui perangkat Televisi, Komputer PC, Tablet, dan smartphone di manapun berada.

Manfaat Internet untuk keluarga dan pentingnya memilih koneksi

Dari sini saja saya saya merasa sharing session Manfaat Internet untuk keluarga cerdas bersama Indihome ini semakin membuka cakrawala saya akan pentingnya memilih koneksi yang baik untuk keluarga.

Memahami seluk beluk koneksi internet itu penting agar budget bulanan yang dikeluarkan tidak sia-sia. Berdasar pengalaman yang sudah-sudah memilih koneksi asal-asalan dapat berakibat buruk dan berdampak pada ketidak-baikan keuangan seperti tagihan pulsa membengkak, badan lemas, kepala keringat dingin akibat sinyal hilang timbul tenggelam 😀

Telkom baik banget, pesen kecepatan 10Mbps dikasihnya 11Mbps hehe
Ini speed test Indihome di rumah saya. Telkom baik banget, pesen kecepatan 10Mbps dikasihnya 11Mbps hehe.. Yang begini ini yang jelas bobot bibit bebetnya 😀

Untuk memberantas itu semua setelah Layanan Triple Play, IndiHome juga akan melengkapi layanannya dengan Octuple Play, yakni Delapan Layanan yang dikemas dalam satu paket untuk melengkapi gaya hidup dan kebutuhan pelanggan. Bayangkan, 8 Layanan!! *tuing-tuing*

Betapa semakin kompleks saja kemanfaatan internet untuk keluarga di rumah. Satu koneksi, semua fasilitas terlengkapi!

Narsis teruuss mumpung banjir internet haha
Narsis teruuss mumpung kuotanya unlimited! haha

 

Tentang Layanan Octuple Play IndiHome

Setelah Layanan Triple Play, IndiHome akan melengkapi layanannya menjadi Octuple Play. Yakni benefit tambahan yang meliputi Wifi, Selular, Digital Music, Global Call, dan Home Automation.

1. Akses Internet Kecepatan Tinggi yang didukung jaringan fiber optik dengan kecepatan mentransfer data antara 10 Mbps hingga 100 Mbps
2. Gratis Telepon ke nomor telepon rumah selama 1000 menit baik itu lokal maupun interlokal. Jadi mau telepon dari Surabaya ke Sabang atau Surabaya ke Merauke gak masalah, semua dihitung gratis.
3. Usee TV Kabel suatu layanan TV Interaktif berteknologi IPTV dengan suguhan 99 channel. Channelnya lengkap mulai channel khusus program anak-anak, channel pengetahuan, Lifestyle, Musik, TV Series, Movies, Sport, Berita, dan TV Lokal. Usee TV ini juga dilengkapi fitur Parent Control dimana channel-channelnya dapat disetting sesuai kebutuhan keluarga, fitur TV On Demand, Live Video, Karaoke, serta aplikasi TV Massage Box, Games, hingga laporan cuaca. Acara yang sudah tayang pun bisa di reply ulang hingga 7 hari sebelumnya lho, di rewind, diPause juga bisa!

IndiHome Surabaya
4. Nirkabel Seluler Benefit khusus untuk pelanggan IndiHome yang berlangganan Halo Telkomsel. Benefit ini berupa telepon unlimited dari telepon rumah ke nomor Telkomsel dengan harga paket Rp. 68.000/bulan.
5. Akses Internet Wifi Secara Otomatis Benefit khusus bagi pelanggan IndiHome untuk bisa mengakses internet wifi dari seluruh Indonesia menggunakan jaringan @wifi.id dengan hanya membayar Rp. 10.000/bulan

Wifiid1
6. Layanan Digital Musik dan Free Anti Virus Trend Micro Layanan digital musik bebas streaming selama 12 bulan dengan pilihan musik yang ada di melon.co.id. Sedangkan anti virus Trend Micro diberikan kepada pelanggan IndiHome free selama 3 bulan
7. Indihome Global Call Benefit khusus bagi pelanggan IndiHome yang melakukan panggilan internasional melalui TelkomGlobalTG01017 dengan tarif menarik
8. Home Automation sebuah layanan inovatif Telkom untuk memudahkan pelanggan memantau kondisi rumah dengan IndiHome View.

IndiHomeView

Bagaimana layanan IndiHome? Keren, kaan.. Gak hanya keren, sejak menggunakan IndiHome saya bisa bebas mengedukasi saudara, teman dan tetangga akan perlunya internet untuk mengetahui teknologi informasi terbaru. Senangnya lagi hiburan di rumah jadi bertambah karena channel TVnya gak monoton itu-itu aja, tetapi ada banyak sekali pilihan. Hubungan komunikasi kepada orangtua yang tinggal berjauhan juga semakin erat karena sudah ada telepon rumah 🙂

Manfaat Internet dan Inovasi Digital

Di sesi selanjutnya Pak Nyoman, Manager Home Service Regional 5, membuka materinya tentang kebutuhan netter yang selalu membutuhkan koneksi internet. IndiHome fiber sangat layak dipilih karena banyaknya fitur yang diberikan oleh Telkom kepada pelanggannya. Untuk memfasilitasi para netter Telkom akan berusaha membangun jaringan fiber di seluruh Indonesia hingga pelosok.

Pak Nyoman
Pak Nyoman, Manager Home Service Regional 5

Pada akhir sesi, Mas Tyo Afianto, pemenang Startup Indigo 2015 membuka sharing bagaimana menjadikan konten sebagai penghasilan. Manfaat internet banyak sekali terutama mengenai teknologi digital. Salah satunya dengan menciptakan inovasi digital seperti startup. Startup dewasa ini banyak dimanfaatkan netter untuk mendapatkan penghasilan. Dan agar mendapatkan penghasilan maksimal diperlukan trik khusus yang harus dilakukan antara lain keuangan, manajemen, pemasaran, investor, dan skala pasar.

Mas Tyo Afianto
Mas Tyo Afianto

 

#Internet4Home, We Hear You

Sharing Session with IndiHome ditutup dengan games dan Tanya jawab. Sesuai tagline We Hear You, sesi tanya jawab berlangsung penuh semangat karena para undangan begitu antusias mengeluarkan uneg-unegnya.

Ada banyak pertanyaan yang diajukan hadirin, salah satunya dari Mbak Avy yang tempat tinggalnya di Deltasari Waru Sidoarjo. Mbak Avy sudah ingin sekali memang IndiHome di rumahnya namun kondisi di lapangan, daerah tempat tinggal Mbak Avy belum mendapat layanan fiber optik, tetapi masih menggunakan tembaga. Namun para narasumber cukup memahami kondisi itu dan akan berusaha sesegera membuka layanan fiber disana.

Foto Bersama dengan logo 3 jari Triple Play :D
Foto Bersama dengan logo 3 jari Triple Play 😀

Selesai sudah sharing session with IndiHome nya. Buat saya acaranya lumayan karena dengan mengikutinya pengetahuan saya akan teknologi internet semakin bertambah, terutama teknologi yang bekerja dibalik ketangguhan koneksi yang prima. Semoga target IndiHome tercapai diakhir tahun ini agar semua masyarakat Indonesia dapat menikmati kecepatan, kestabilan, kehandalan, dan kecanggihan teknologi fiber optik.

Movie Card IndiHome
IndiHome Movie Card, bonus dari Telkom sebagai pelanggan pasang baru. Isinya Rp. 150.000 dan kalau habis bisa diisi ulang 😉

 

Referensi:
Capture: www.indihome.co.id

 

Festival Jajanan Bango Surabaya 2015, Mengenal dan Melestarikan Kuliner Indonesia

Festival Jajanan Bango Surabaya yang berlangsung pada 31 Mei 2015 membuka kembali khasanah kekayaan kuliner Indonesia sebagai warisan yang patut dilestarikan. Aneka jajanan khas nusantara disajikan untuk dikenal serta dipopulerkan kepada masyarakat yang rindu akan olahan kampung halaman.

Cuaca sangat terik saat saya berkunjung di Festival Jajanan Bango 2015 yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi Surabaya ke 722 tahun di lapangan parkir Grand City Mall. Lalu lalang pengunjung begitu antusias memadati gapura berwarna Hijau yang menjadi pintu masuk Festival Jajanan Bango 2015 (FJB 2015). Sebelum benar-benar melewati gapura mereka tak menyia-nyiakan kesempatan berfoto dengan latar kecap Bango berukuran raksasa. Salah satunya saya. Boleh dong saya ikut narsis hehe…

Gapura masuk Festival Jajanan Bango di Grand City Surabaya
Gapura masuk Festival Jajanan Bango di Grand City Surabaya

Begitu susah menunggu gapura itu sepi karena bukan hanya saya, ada banyak sekali orang yang juga ingin bernarsis disana. Bentuknya unik dominasi warna hijau dengan aksen genting berwarna merah serta dua tugu kecap dikanan kiri membuat gapura itu jadi ikonik Festival kuliner nusantara yang tahun ini penyelenggaraannya genap satu dekade.

Setelah melewati gapura, rupanya saya masih belum bisa masuk ke dalam area Festival. Padatnya warga Surabaya dan sekitarnya yang ingin melihat gelaran akbar festival kuliner nusantara menguji kesabaran saya untuk bisa segera masuk ke dalam. Harus harus berhimpit dan berdesak-desakan dulu dengan pengunjung demi meloloskan diri dari pintu masuk 😀

Pengunjung FJB 2015 dibawah terik sinar matahari
Pengunjung FJB 2015 dibawah terik sinar matahari

Tidak rugi juga berdesak-desakan sebab setelah itu saya diajak mengikuti rangkaian touring sejarah kuliner Indonesia sekaligus mengenal masakan-masakan khas daerah di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Di Festival ini pula saya dapat mencicipi aneka jajanan dan belajar memasak bersama Chef berkualitas di stand Dapur Bango. Kehadiran Reog Ponorogo menambah daftar hiburan pengunjung yang siang itu sedang berkuliner sembari menikmati kesenian lokal. Bahkan spot-spot menarik seperti Kampung Bango beserta properti-properti uniknya juga jadi ajang rebutan pengunjung yang ingin berfoto!

Hari itu benar-benar istimewa. Tidak perlu terbang jauh-jauh keliling nusantara untuk sekedar mengenali dan menikmati makanan khas daerah di Indonesa. Terselenggaranya Festival Jajanan Bango 2015 sejenak memuaskan lidah pecinta kuliner yang ingin mencicipi keanekaragaman masakan dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia.

Pengunjung antri di
Pengunjung antri dideretan Kuliner Terbaik Indonesia Barat

Bermula dari tanaman kedelai hitam

Perjalanan saya dimulai dari ladang kedelai hitam Mallika. Kedelai hitam merupakan bahan baku bumbu olahan kecap sebagai penambah aroma masakan khas nusantara. Kelezatan kecap dipercaya memberikan cita rasa gurih alami di setiap masakan. Dari ladang kedelai hitam Mallika inilah tercipta kecap manis yang memiliki tekstur sangat kental berwarna khusus dengan kandungan nutrisi lebih karena melalui proses alamiah.

Kedelai Hitam Mallika di melalui proses fermentasi
Kedelai Hitam Mallika di melalui tahap fermentasi
Bahan baku pembuatan kecap
Bahan baku utama pembuatan kecap

Para pengunjung Festival Jajanan Bango 2015 sangat diuntungkan saat melewati area ini sebab mereka ditunjukkan proses pembuatan Kecap Bango secara langsung lengkap dengan bahan bakunya. Mulai dari kedelai hitam yang difermentasikan padat selama 2-4 hari lalu dilanjutkan dengan proses fermentasi cair selama 4-6 bulan. Hasil fermentasi ekstrak kedelai kemudian dicampur dengan gula kelapa lalu dimasak selama 2-3 jam sehingga menjadi kecap matang. Proses terakhir pembuatan kecap sebelum didistribusikan adalah melalui tahap pendinginan, penyaringan serta pengemasan.

Kecap dari Kedelai Hitam teksturnya kental dan warnanya lebih pekat
Kecap dari Kedelai Hitam teksturnya kental dan warnanya lebih pekat

Jelajah kuliner warisan nusantara

Puas melihat proses pembuatan kecap saya beralih menuju galeri Bango. Di galeri ini saya seperti diajak menjelajahi warisan nusantara dari segala penjuru daerah di Indonesia. Walaupun ditunjukkan dalam bentuk dummy setidaknya saya bisa mengenal 88 jenis kuliner nusantara. Satu persatu nama masakan dan asal daerah di jajar diatas mangkok dan piring dalam sebuah meja berundak sehingga pengunjung dapat melihat secara jelas dan detail. Selain hidangan dummy, juga dipamerkan 3 buku resep masakan dari zaman dahulu.

Puluhan jenis kuliner warisan nusantara dipamerkan di Festival Bango
Puluhan jenis kuliner warisan nusantara dipamerkan di Festival Bango
Acar Kupang kuliner khas dari Nusa Tenggara Timur
Acar Kupang kuliner khas dari Nusa Tenggara Timur
Rendang, kuliner Sumatera Barat
Rendang, kuliner Sumatera Barat
Colo-colo Hijau dari Maluku
Colo-colo Hijau dari Maluku
Sulawei
Rica Rodoh Sulawesi

Di Galeri Bango ini juga disediakan properti seperti caping Pak Tani, pikulan, tembikar yang khas akan nuansa pedesaan sehingga menjadi sudut menarik lokasi berfoto. Semakin dimanjakan lagi, pengunjung bahkan bisa mencetak fotonya langsung di booth foto yang telah disediakan.

Salah satu pengunjung yang saya wawancarai mengatakan senang datang ke Festival Bango karena banyak sajian makanan dari seluruh Indonesia.

Senang sekali, Mbak, acaranya rame dan banyak makanan-makanan khas seluruh Indonesia. Ada contoh makanan (yang dimaksud dummy) dan bisa cetak foto gratis” ujar Lina, pengunjung dari Sidoarjo.

Mbak.. Mbak.. beli Mie Aceh 10 bungkus, yaa "D
Mbak.. Mbak.. beli Mie Aceh 10 bungkus, yaa “D

Mengenal sejumlah warisan kuliner tak lengkap bila belum berkunjung di Dapur Bango. Di stand Dapur Bango pengunjung dapat melihat aksi Chef mengolah hidangan nusantara menggunakan bumbu-bumbu rempah khas Indonesia. Ya, rempah Indonesia menjadi bumbu kunci kuliner Indonesia sebab rata-rata masakan Indonesia kekuatan rasanya terdapat pada bumbu rempah. Dengan menggunakan bumbu rempah hasil masakan menjadi terasa otentik. Se-otentik resep orangtua dahulu.

Festival Jajanan Bango Surabaya 2015

Dalam aksi menjaga kelestarian warisan nusantara, Dapur Bango memamerkan segala jenis bumbu rempah yang biasanya digunakan untuk memasak masakan sehari-hari. Seperti rahasia yang telah terungkap bahwa kuliner nusantara identik dengan bumbu rempah yang kuat, maka di Dapur Bango ini semua bumbu-bumbu warisan itu di tampilkan semua. Dengan gaya ruangan ala dapur rumahan, stand Dapur Bango semakin menambah kangen akan indahnya keakraban sebuah keluarga.

Dapur Bango dan suasana dapur sederhana. Lihat ini jadi kangen kampung halaman :)
Dapur Bango dan suasana dapur sederhana. Lihat ini jadi kangen kampung halaman 🙂

Festival Jajanan Bango Surabaya

Festival Jajanan Bango 2015 merupakan visi dan misi Bango dalam menjaga kelestarian kuliner asli Indonesia. Sungguh, event yang istimewa buat saya sebagai Arek Suroboyo. Selain untuk mengenang kembali sejarah kota Surabaya, saya juga berkesempatan mengenal sejarah kuliner di seluruh Indonesia. Ibarat pepatah satu dayung dua pulau terlampaui..

Icip-icip Nasi Goreng Kambing
Icip-icip Nasi Goreng Kambing

Dalam Festival yang tahun ini mengambil tema Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara, pengunjung dapat menjelajah, mengenal, menjaga serta berpartisipasi melestarikan segala jenis kuliner terbaik dari wilayah Barat, Tengah hingga Timur. Dari pengamatan saya sekitar 40 jenis kuliner terhidang disana. Bahkan diantaranya terdapat nama-nama yang sudah populer di telinga kita. Sebut saja Tahu Tek Cak Kahar, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Lontong Balap Cak Gendut, dan lain sebagainya.

Kuliner Terbaik Indonesia Barat

Saat melintas jajaran stand Kuliner Terbaik Indonesia Barat saya menjumpai beberapa kuliner yang nama dan asalnya sudah tak asing lagi. Meskipun begitu para pecinta kuliner tetap antusias dan rela antri demi bisa menikmati kuliner favoritnya. Bahkan ada beberapa stand yang antrianya puanjaaang sekali. Seperti yang terlihat di stand Martabak Mesir. Sungguh sedari awal saya ingin sekali mencicipi Martabak Mesir ini. Namun karena terlalu panjang saya memilih mencoba Pempek Ny. Kamto saja. Sama-sama antrinya, sih, tapi gak sepanjang Martabak Mesir hehe..

Saya sempat bertanya kepada Bapak yang ikut dalam antrian Martabak Mesir. Pak Yitno, dari Surabaya, rela mengantre karena penasaran dengan rasa martabaknya.

“Penasaran ae Mbak sama Martabak Mesir. Kok antrinya panjang begini. Wes gak popo Mbak panas-panasan sing penting iso ngincipi martabak haha…” komentarnya dengan tawa sumringah.

Saat menikmati Pempek Ny. Kamto saya seperti berada 10 Ulu Palembang. Rasa dan aroma ikannya sangat kuat untuk lidah saya yang bukan orang asli Palembang. Ternyata ucapan teman saya benar bahwa Pempek adalah kuliner Indonesia yang wajib dicicipi. Paduan ikan, telor dengan siraman cuko asam menjadi sensasi sendiri saat menikmatinya.

Pempek Ny. Kamto
Pempek Ny. Kamto

Dari catatan reportase saya, di deretan kuliner jagoan Indonesia Barat sebagian besar menyajikan kuliner khas dari Pulau Sumatera. Diantaranya Pempek Ny. Kamto, Sate Padang Surya Gemilang, Mie Ayam Bangka Tahu Kok, Martabak Mesir Resto Sederhana, Nasi Rendang Sayur Kapau Uni Nur, Nasi Gulai Kikil Ampera Roda Baru.

Kuliner Terbaik Indonesia Tengah

Di deretan Kuliner Terbaik Indonesia Tengah nama kulinernya lebih banyak berasal dari wilayah Indonesia bagian tengah mulai dari Jawa, Kalimantan, dan Madura. Tak kalah dengan kuliner Indonesia Barat, Kuliner Indonesia Tengah juga dipadati pengunjung. Jangankan lalu lalang, untuk berjalan saja badan ini selalu bersenggolan dengan pengunjung yang lain.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Ngomong-ngomong masakan Jawa, sedianya saya pengen cicipi Ceker Lapindo nya Mbak Nik, namun lagi-lagi antrian mengular begitu panjang. Untuk menahan air liur tidak menetes saya pun memilih Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, yang masuk dalam ketegori Legenda Kuliner. Hmm.. rempahnya begitu kuat dan aroma kambingnya sangat terasa. Kebetulan saya belum makan siang jadi acara makan siang itu jadi pengalaman paling istimewa..

Bandeng Tanpa Duri Bu Ulfa dari Sidoarjo
Bandeng Tanpa Duri Bu Ulfa dari Sidoarjo

Beberapa stand Kuliner Terbaik Indonesia Tengah terdapat Ceker Lapindo Warung Mbak Nik, Gado-Gado Arjuno, Rujak Cingur Sedati Bu Nur, Bandeng Bakar Tanpa Duri Bu Ulfa, Rawon Pak Pangat, Bakso Urat Kikil Pak Kumis, dan lain-lain.

Kuliner Terbaik Indonesia Timur

Sebenarnya saat melewati deretan stand Kuliner Terbaik Indonesia Timur, saya mempunyai beberapa rencana kuliner apa saja yang ingin saya cicipi. Beberapa pilihan yang menggugah selera saya adalah Coto Makassar Depot Paraikatte, Nasi Ayam Betutu Depot Singaraja, Ikan Bakar Rica-Rica Depot Tamasha, Bebek Tinoransak Depot Manado Citraland, Nasi Kuning Avon Ambon, Nasi Bakar Like Tidar Khas Manado.

Membaca nama-nama kuliner di deretan ini selain ingin icip-icip saya juga penasaran bagaimana, sih, rasa jajanan dari daerah Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Saya lantas beracang-ancang untuk memesan Nasi Ayam Betutu Depot Singaraja. Penasaran banget akan nikmatnya Ayam Betutu ini. Daan mungkin belum rejeki kali yaa, saat saya memesan ternyata Ayam Betutunya sudah habis! Ya udah lah pasrah, cari makanan lain lagi..

Saya beralih ke stand Coto Makassar. Pikir saya cuaca panas begini kayaknya cocok makan Coto Makassar. Eh ndhilalah kok ya belum rejeki lagi.. Coto Makassarnya habis haha..

Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
Ayam Bakar Taliwang Bersaudara

Etapi tapi saya berhasil mencicipi Ayam Taliwangnya! Huhuyyy…! Ayam Taliwang ini adalah kuliner dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ayam Bakar Taliwang memiliki cita rasa pedas terbuat dari campuran bumbu rempah asli dan terasi. Semakin bertambah nikmat kala seporsi Ayam Bakar Taliwang dipadu dengan pelecing kangkung khas Lombok. Cuocoookk, udara panas makannya yang pedes-pedes haha.. membara, Broo!!

Sang Jagoan Kuliner Indonesia

Daan ternyata Ayam Taliwang adalah satu dari dua kuliner warisan nusantara yang mendapat apresiasi bagus di pagelaran World Street Food Congress 2015 di Singapura pada bulan April yang lalu. World Street Food Congress 2015 atau WSFC 2015 yaitu ajang pentas kuliner dunia yang diikuti oleh 12 negara di dunia. Selain Ayam Taliwang, kuliner lain yang juga mendapat sambutan baik adalah Kupat Tahu Gempol

Festival Jajanan Bango dan kolaborasi kesenian

Saat saya berkeliling sambil kulineran, mata dan telinga saya tak bisa untuk tidak melihat dan mendengarkan gending Reog Ponorogo. Suara serulingnya membuat kepala saya adem dan tiba-tiba bangga akan kekayaan seni yang dimiliki nusantara tercinta ini. Betapa negara ini sangat kaya akan segalanya. Kaya pulau, kaya bahasa, kaya sejarah, kaya kesenian, dan kaya warisan kuliner!

Kesenian Reog Ponorogo menghibur pengunjung FJB 2015
Kesenian Reog Ponorogo menghibur pengunjung FJB 2015
Kesenian Musik Keroncong di disesaki pengunjungi FJB 2015
Kesenian Musik Keroncong di disesaki pengunjungi FJB 2015

Festival Jajanan Bango Surabaya
Puas menjelajah kuliner saya pulang dengan hati puas. Ternyata selama ini saya belum mengenal secara dekat akan kekayaan nusantara sendiri. Terbukti setelah saya hadir di Festival Jajanan Bango wawasan dan pengetahuan saya akan warisan kuliner semakin terbuka lebar.

Semoga event Festival Jajanan Bango Surabaya dapat terus terselenggara agar semakin banyak lagi masyarakat yang mengenali masakan nusantaranya. Lebih dari itu agar saya dan masyarakat Indonesia bisa saling partisipasi menjaga kelestarian kuliner asli Indonesia.

Salam kuliner!

Mau acara diliput, beli koran 1000 exp!

Seperti yang sudah pernah saya share di wall FB dan grup Kumpulan Emak Blogger (KEB), bahwa bulan Mei ini kota Surabaya kejatahan tempat Arisan Ilmu.

Senang? Tentuu, kapan lagi bisa bertemu, silaturrahmi, dan kumpul-kumpul bersama teman-teman blogger. Masa iya harus nunggu halal bi halal dulu supaya bisa kumpul-kumpul. Obat kangen mahal harganya, Bune..

Usai berunding-runding manis, kami mendapat keputusan bahwa Arisan Ilmu diadakan di Taman Flora Surabaya alias Kebun Bibit Bratang. Alasan kami memilih Taman Flora sebagai lokasi arisan ilmu adalah tempatnya yang luas, suasananynya sejuk, pepohonannya rindang, juga dilengkapi area bermain anak. Saya yakin kami akan terlihat seperti mahasiswa muda genius yang sedang mendiskusikan hasil penelitian. Ide cemerlang!

Tung itung itung, Emak dan anak sama-sama untung. Sementara Bapak buntung dulu yaa kali ini dapat tugas jagain anak main hihi..

Jauh-jauh bulan rencana yang kami susun aman jaya. Bahkan kami sama sekali tak dipusingin soal tema dan pembicara. Emak-emak Surabaya gitu lho.. semua serba dibuat gampang!

Apa bingungnya? Tempat sudah, tema ada, pembicara bersedia, makanan udah bawa sendiri-sendiri, apa lagi?

Untuk materi bisalah di atur-atur. Rencananya materi nanti akan di fotocopy sebanyak peserta yang hadir. Maklumlah karena gak ada projector, jadi kita pakai sistem analog.

Tapiii.. begitu banner arisan ilmu itu di share di grup, apa yang sudah didiskusikan secara matang harus di set ulang lagi dari awal. Bayangan 15 orang duduk bergerombol dengan cantiknya di bawah pohon pinus, harus digusur ke lokasi yang lebih strategis. Yap, mau tak mau harus menggunakan pendopo sebab peserta yang daftar diluar ekspetasi kami. Yang sudah tercatat hingga hari ini hampir 3 kali lipat, Insya Allah akan bertambah lagi.

Tapi bukan soal itu yang mau saya tulis disiniiii!!
Pembukanya terlalu bertele-tele, sih ini! 😀

Ini soal tawaran publikasi media cetak ternama di Indonesia.

Pagi hari, sekonyong-konyong ada yang menghubungi saya ngajak ketemuan untuk membahas liputan arisan ilmu. Siapa mau nolak kalau acara sekeren Arisan Ilmu di liput oleh media massa yang oplahnya saya yakin lebih dari ratusan ribu ekslempar. Iseng saya browsing oplah koran itu sehari mencapai 500.000 ekslempar!

Tebakan saya orang yang nelpon pagi itu adalah jurnalis event, atau jurnalis lifestyle yang sedang membutuhkan berita. Karena saya orangnya baik yang nggak pernah buang duit di jalan, apa salahnya kalau ada jurnalis mau ngeliput? Itung-itung bantu jurnalis dapatin berita. Mau ngeliput ya sana liputen sak mblengermu! Mau foto-foto sampai njengking pun monggo.. sama-sama untungnya juga. Dia dapat berita, kami dapat publikasi. Adil, wes..

Rupanya tebakan saya salah. Bukan jurnalis event yang saya temui, tapi marketing event.

Jam 1 siang, sesuai kesepakatan, saya meluncur ke jalan Basuki Rahmad. Sebelum berangkat sengaja saya tidak makan dulu, supaya nanti bisa makan ayam goreng di sana. Nggak berharap di traktir sih, tapi kalau mau dibayarin juga saya gak nolak hehe..

Masuk ke dalam restoran saya bertemu 2 orang media, laki dan perempuan. Lalu dimulailah obrolan tentang arisan ilmu.

Apa adanya saya katakan bahwa Arisan Ilmu adalah acara komunitas. Acaranya nanti bla.. bla.. bla.. peserta yang datang sekian bla.. bla.. DAN tidak ada sponsor yang membantu.

TITIK.
Saya diam.
Orang media diam.

Saya tolah-toleh. Bingung. Kok 2 orang diam semua.

“Jadi gimana liputannya?” tanya saya.

“Hmmm.. jadi gini mbak, saya kira acara Arisan Ilmu ini adalah acara wah. Saya ada proposal (sambil nyodorin amplop raksasa berlogo nama media) silakan dibuka. Di proposal ini bila mbak mau acaranya diliput, syaratnya harus membeli koran J*** P** sebanyak 1000 ekslempar seharga @Rp. 3.000,-“

“…… nanti mbak akan mendapat publikasi di kolom galeri Activity. Selain itu koran yang telah diorder tidak boleh dijual diluar kegiatan” tambahnya.

Sekali lagi, yang bicara ini marketing event. Bukan jurnalis event.

Jangan-jangan waktu dia nelpon saya salah dengar. Perasaan sih nggak. Memang dia gak nyebutin jabatanya, jurnalis atau marketing. Di telpon bilangnya “… mau ngeliput acara..”.

Tapi tapi kembali lagi, dari awal mereka yang butuh liputan. Kalau ada yang butuh berita saya bisa terima, dan sifatnya untuk membantu. Toh, kolom yang ditawarkan adalah kolom ACTIFITY, satu kolom berisi foto dengan tulisan yang tak lebih panjang dari status FB. Jauuh.. jauh dari gambaran saya, yaitu tampil di halaman rubrik khusus wanita yang biasanya separuh hingga 1 halaman penuh.

Ini bukan soal bayar apa nggak, sungguh setelah ketemu marketing itu saya langsung membentuk opini bahwa apa-apa yang muncul di koran adalah berbayar! Tambah pengetahuan buat saya yang masih cupet tentang publikasi media.. lain kali kalau ngadain event dan ditawari publikasi harus tanya dulu, bayar apa gratis?

Tenaaangg urat sabar saya masih panjang, sepanjang kabel UTP yang bisa dipotong-potong sesuai kebutuhan tanpa meninggalkan keburukan signal internet, haha…

Usai ngobrol, dan merasa sudah tak ada lagi yang dibicarakan saya ijin pamit.
“Ini sudah, Mbak? Kalau sudah saya mau balik” Habisnya nungguin dari tadi, gak ada sinyal-sinyal obrolan bakal ditutup. Malah pembicaraannya melebar kemana-mana..

Masalahnya saat itu perut saya sedang lapaar dan haus maksimal. Kok kayaknya nggak enak banget kalau saya pamit pergi tapi malah pindah meja. Jadi daripada nggak enak sendiri, saya keluar aja dari restoran dan nyari tempat makan lain yang lebih menentramkan. Minimal menentramkan kondisi dompet 😀

Nikmatnya kuliner lokal rasa unik di LOKO Cafe Surabaya

LOKO Cafe Surabaya

LOKO Cafe di Stasiun Gubeng Surabaya menambah kazanah kuliner restoran di Jawa Timur dengan aneka sajian menu khas daerah lokal dengan paduan citra rasa unik dan murah.

Pengambilan lokasi di tempat menunggu kereta menjadi alternatif sendiri bagi PT Reska, anak perusahaan Perkereta Apian divisi restoran, untuk memanjakan lidah calon penumpangnya ketika berada di area stasiun.

Saya berkunjung di LOKO Cafe Stasiun Gubeng Surabaya beberapa waktu lalu, tak berapa lama setelah dibuka secara umum. Ditemani oleh Manager Cafe & Restaurant, Mas Decil Christianto, saya bersama para food blogger Surabaya merasakan nyamannya berada dalam cafe dengan pemandangan lalu lalang kereta api yang berhenti diatas rel sambil menunggu calon penumpangnya, dan setelah peluit nyaring berbunyi panjang berlalulah kereta meninggalkan stasiun. Pemandangan yang membuat jiwa ini kangen dengan suasana mudik lebaran.

Jam 13.00 tepat saya tiba di Stasiun Gubeng. Setengah kebingungan mencari lokasi LOKO Cafe berada. Semakin galau lagi manakala kontak Mas Decil tidak bisa tersambung sempurna hingga membuat nyali ini ciut kepada siapa tempat bertanya. Selepas meninggalkan motor di parkiran saya berjalan melewati koridor stasiun Gubeng yang siang itu tak begitu ramai, walau loket penjualan karcis tampak mengular lebih dari sepuluh orang.

Menurut informasi yang saya dapat LOKO Cafe berada di area dalam Stasiun Gubeng Baru Surabaya. Namun keraguan saya berkata, “mana mungkin bisa masuk ke dalam area stasiun, bukannya harus memiliki tiket kereta dulu untuk bisa masuk ke dalam sana?”. Ternyata keraguan saya tak terbukti, kenyataannya pintu masuk stasiun yang sebelumnya ditutup kini telah dibuka untuk umum. Pengunjung, baik calon penumpang maupun pengantar, diperbolehkan masuk secara bebas. Tak perlu punya tiket, dan tak usah beli karcis peron.
Kini nyali saya kembali normal karena tak ada lagi yang perlu di khawatirkan.

LOKO Cafe Surabaya di Stasiun Gubeng tampak dari luar
LOKO Cafe Surabaya di Stasiun Gubeng tampak dari luar

Cafe milik anak perusahaan PT KAI di Stasiun Gubeng yang saya temui ini tampilannya tidak seperti yang ada dibayangan saya. Yang ini lebih indah dibanding ekspetasi saya. Konsep interior cafe mengusung trend industrial modern klasik ala Eropa, Prancis, dan Inggris. Walau begitu menu yang disajikan 80% terdiri dari menu lokal Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Interior LOKO Cafe Surabaya. Terlihat ramai kala siang hari
Interior LOKO Cafe Surabaya. Terlihat ramai kala siang hari

Bila diluar sana banyak restoran menyajikan menu nasi goreng atau nasi rawon spesial, menu andalan di LOKO Cafe justru kombinasi keduanya, yaitu nasi goreng rawon. Aneh kan-aneh kan???

Nasi Goreng rawon di cafe ini memiliki kualitas rasa yang jauh lebih maknyus. Adalah nasi goreng yang berpadu dengan rasa kluwek. Sedap-sedap gimanaa gitu.. habis sepiring maunya nambah 😀

Nasi Goreng Rawon Loko Cafe Surabaya. Harga 25k
Nasi Goreng Rawon Loko Cafe Surabaya. Harga 25k

Selain nasi goreng rawon, makanan yang difavoritkan disini adalah bebek goreng sambal mangga atau dikenal dengan sebutan bebek mayor. Lainnya lagi ada Rawon Iga Monster dan nasi goreng Surabaya.

Rawon Iga Monster Loko Cafe Surabaya. Harga 43k
Rawon Iga Monster Loko Cafe Surabaya. Harga 43k
Barbeque Chicken Wings LOKO Cafe Surabaya. Harga 20k
Barbeque Chicken Wings LOKO Cafe Surabaya. Harga 20k
Bebek Mayor LOKO Cafe Surabaya. Harga 33k
Bebek Mayor LOKO Cafe Surabaya. Harga 33k

Selain maincourse, terdapat pula camilan berupa snacks, dessert, juga aneka minuman seperti coffe, yoghurt, Chocolate and Floats, Juice Squash, Milshake and Smoothies, dan Mojito.

Hunny Bunny Pancake LOKO Cafe Surabaya. Harga 12k
Hunny Bunny Pancake LOKO Cafe Surabaya. Harga 12k
Calamary Fritty LOKO Cafe Surabaya. Harga 20k
Calamary Fritty LOKO Cafe Surabaya. Harga 20k

Secara resmi LOKO Cafe Surabaya ini dibuka tanggal 14 April 2015. 2 cafe sebelumnya telah dibuka di Semarang pada bulan Februari 2015 yang berlokasi di Stasiun Poncol, dan bulan November 2014 buka di Stasiun Tugu Yogjakarta. Bahkan dibulan Mei ini kabarnya LOKO cafe juga akan menambah lagi satu gerai di kota Bandung, lokasi tepatnya di Jalan Bengawan Bandung.

Orange Mojito LOKO Cafe Surabaya. Harga 22k
Orange Mojito LOKO Cafe Surabaya. Harga 22k
Iced Moccacino LOKO Cafe Surabaya. Harga 17k
Iced Moccacino LOKO Cafe Surabaya. Harga 17k

Nah, bagi teman-teman yang ingin mencoba kuliner unik yang disajikan oleh LOKO cafe bisa langsung datang ke Stasiun Gubeng Surabaya. Meskipun tidak sedang bepergian, LOKO cafe juga terbuka kok untuk umum dengan jam operasionalnya juga lumayan panjang, yakni buka dari jam 06.00 hingga jam 22.00!

LOKO Cafe Surabaya