Penting, gak pentingnya ngabuburit

Ngabuburit, yuuuk….

Akhir-akhir ini istilah ngabuburit seakan umum dipakai umat muslim di mana saja. Tidak hanya orang Sunda saja, tapi di Surabaya juga menggunakan istilah ngabuburit untuk menunggu tiba datangnya berbuka puasa.

Saya jadi ingat, dulu, sebelum mengenal istilah ini, duduk dimeja sambil ngelihat Ibu saya memasak adalah ngabuburit cara saya. Membaui aroma masakan yang nikmatnya tak terkira membuat saya enggan untuk beranjak jauh-jauh dari dapur. Apalagi kalau acara di TV bagus-bagus, aduuh susah sekali untuk meninggalkannya. Jangankan mandi, melaksanakan Sholat Ashar aja suka ditunda-tunda. Alasan apalagi kalau bukan takut ketinggalan acara. Tau-tau sudah adzan Maghrib aja hehe..

Ngobrol-ngobrol bersama teman saat sore hari menjelang berbuka juga waktu yang sangat nikmat untuk dilakukan. Rasa lapar dan haus bisa lupa dengan sendirinya. Yah, namanya juga ngobrol. Jangankan dibulan puasa, waktu gak puasa aja, asyik banget kok..

Setelah diceramahi Pak Ustad disela-sela Sholat Tarawih, Saya jadi tau bahwa mencium aroma masakan saat puasa hukumnya adalah makruh, walaupun tidak membatalkan puasa. Jadi, kalau sudah mencium aroma masakan cepat-cepat saya menahan diri dan menahan kalimat untuk tidak bilang, “Hmm.. enaknyaaa”

Selain itu Pak Ustad juga bilang kalau menghabiskan waktu puasa dengan banyak-banyak menonton TV juga tidak bagus.  Alasannya sayang dengan puasanya, pahalanya bisa berkurang.

Sedangkan ngobrol dengan teman, boleh-boleh saja. Tapi yang ditakutkan adalah berghibah. Namanya manusia kalau sudah ngomongin sesuatu suka lupa diri. Awalnya ngobrolin tentang sahur kesiangan, lalu ngobrolin pengalaman puasa, trus ngobrolin sholat tarawih, tapi lama-lama pembicaraannya jadi berbelok kemana-mana. Misalnya ngomongin kegantengan Ustad yang ceramah tadi malam. Trus ngomongin artis korea yang nggantengnya mirip Pak Ustad. Lalu berlanjut ngomongin si ini begini..  si anu begitu.. dan ujung-ujungnya ngerasani atau ngomongin orang. Kalau Bang Rhoma bilang namanya ghibah. Nah, sayang kan sama puasanya, gak ada manfaatnya. Dan lagi-lagi, ngurangin pahala puasa.

Menurut Pak Ustad, kalau ngabuburit lebih baik digunakan dengan melakukan perbuatan positif. Misalnya, Setelah Sholat Ashar dilanjutkan dengan membaca Al Quran. Nggak usah banyak-banyak, cukup 1 atau 2 ayat saja lalu mentaddaburinya. Membaca artinya sekaligus memyelami maknanya.

Kalau susah melakukannya, nyetel radio aja. Disana ada banyak stasiun-stasiun yang memperdengarkan ceramah agama, biasanya mendekati sholat Maghrib ada kok ceramah-ceramah agama yang bermanfaat dari Kyai yang masih baru hingga yang sudah meninggal. Contohnya Kyai Zainuddin MZ. Masih ada, kan?

Yah kalaupun terpaksa harus nonton TV, carilah stasiun yang menampilkan acara yang bersifat rohani. Jangan sinetron melulu, lah.. kasihan nanti isi kepalanya, jadi kebanyakan masalah. Bukannya mengatasi masalah tapi nambah masalah.

Males ngapa-ngapain? Itu manusiawi kok. Emang kalau puasa itu bikin males buat ngerjakan sesuatu. Nah, kalau lagi malas ngapa-ngapain, online aja. Baca-baca artikel yang bermanfaat buat nambah-nambah ilmu pengetahuan tentang Islam. Kalau sudah dapat ilmunya, posting di blog. Selain buat nambah ilmu juga untuk berbagi pengetahuan kepada sesama. Impas, kan?

Lalu, penting gak sih ngabuburit itu?

Saya akan jawab, ngabuburit itu penting. Tapi dengan syarat harus dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Bukankah bulan Ramadhan ini Allah SWT sedang mengobral pahala, jadi kalau kita melakukan amalan ibadah, walaupun sedikit, maka pahala yang didapatkan akan dilipat gandakan olehNya.

Jadi, yuk, ngabuburit, yuuk…

Sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC

Minggu sore waktunya acara Master Chef Indonesia. Begitu saya nyalakan RCTI, yang muncul bukan para kontestan sedang sibuk menyelesaikan challenge dari para Chef. Tapi acara sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC. Agak kecewa, sih. Masak acara Master Chef gak ada. Tumben-tumbenan Master Chef gak tayang..

Saya coba ikuti acara sepak bola akhirnya. Tapi tiba-tiba saya merasa, ada yang di pertandingan ini. Dari gaya lari pemainnya kok gak seperti pertandingan biasanya. Dan yang membuat saya makin penasaran saat komentator menyebut nama Judika.

Hah? Kok Judika, sih? Emang Judika sudah ganti profesi ya?

Lalu secara sekilas pandang muncul mukanya Al. Lalu kedengar juga nama Jamil disebut-sebut. Hah, masak sih ada Saipul Jamil segala. Ya, bukannya apa-apa sih cuma takut aja kalau tiba-tiba sedang bertanding  dia  joget-joget ditengah lapangan sambil bawa bola dan nyayi-nyanyi dangdut.  Eh, untungnya bukan Jamil dia, tapi Ibnu Jamil. Leganya, padahal sudah hampir sewot aja.. 😀

Begitu melihat pemainnya itu para selebritis , saya makin tertarik mengikutinya. Acara Master Chef yang tadi saya tunggu-tunggu udah gak menarik lagi untuk ditunggu 😛

Nama Timnya juga unik. RCTI Red VS RCTI Blue.

Saya sebutin ya pemain-pemainnya yang tertangkap mata saya. Selain Judika, Al dan Ibnu Jamil. Ada Pebulu tangkis Nova Widianto dan Ricki Subagja, Augie,  Desta, Vincent, Kaka, Andra, Bima Sakti, Iko Uwais, dll.

Al yang cool. Gambar dari Google
Al yang cool. Gambar dari Google

Karena pemain-pemainnya bukan pemain sepak bola asli, jadi ya jalannya pertandingan agak konyol. Apalagi komentatornya si Ari Untung, yang pinter membawa suasana dengan kalimat-kalimat yang bikin orang mendengar tertawa gak henti-henti.

Selain komentator, pemain-pemainnya juga gokil-gokil. Seperti ketika si Desta yang buru-buru mengejar bola. Setelah bola kepegang, dia siap-siap menendang. Padahal posisinya sdh didepan gawang lawan. Tapi begitu ditendang dengan harapan besar bola masuk, eh ndilalah sepatunya copot. Sehingga membuat pemain lainnya tertawa gak selesai-selesai. Apalagi dia celingak-celinguk nyariin sepatunya yang gak jelas juntrungannya.

Ada lagi ketika si Ikmal dari tim merah, yang tatanan rambutnya berdiri njegrak seperti kipas gak berhasil menggolkan bola, kemudian Ikmal sibuk mengelus-ngelus rambutnya. Kayaknya dia lebih sayang tatanan rambutnya ketimbang bolanya..

Ada Augie juga yang bikin suasana heboh. Ketika dia berhasil menggolkan bola, seperti gaya bak pemain kondang dia berlari keliling lapangan sambil narik kaosnya keatas. Rupanya dia sengaja memakai kaos dalaman yang bertuliskan “Wenger need me”. Dan tertawalah semua penonton se stadion.

Hingga akhir babak pertama skor sementara 3-2 untuk kemenangan Tim RCTI Red. Setelah istirahat 15 menit, pertandingan dilanjutkan lagi.

Di babak kedua ini hawanya lumayan segar karena ada Ariel turun laga. Sayangnya kehadiran Ariel tak begitu disorot, mungkin karena Ariel jarang mendapat bola, kali. Cuma sedikit aja dia disorot, salah satunya  ketika dia tertawa-tawa. Pasalnya dia dianggap telah menendang pantat pemain lain, spontan saja hal itu membuat dia harus diteriaki penonton (Heran, kenapa gara-gara salah nendang aja dia diteriakin hehe..)

Ariel sedang mengejar bola. Gambar dari Google
Ariel sedang mengejar bola. Gambar dari Google

Yang sering kena sorot kamera ya Judika karena dia berkali-kali menjebol gawang. Juga si Al, pemain termuda yang juga menggolkan bola 2 kali.

Skor akhir di babak kedua dengan skor 5-4 dengan kemenangan Tim RCTI Red. Ketika acara bubaran berlangsung, Ari Untung ngomong begini: “Berakhirlah sudah pertandingan hari ini dengan kemenangan pada di Tim RCTI Blue. Saat ini mereka sedang menukarkan kostum (padahal nggak Cuma pura-pura aja, lagian kalau tukar beneran mereka gak mungkin mau deh, mana kaosnya basah keringat begitu). Saat Ariel di sorot, Arie Untung spontan bilang: “Untuk Ariel gak usah buka kaos, udah pernah lihat soalnya” hihi..

Menurut saya, acara sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC  seperti ini wajib diadakan lagi. Bukan untuk mencari menang kalah, tapi upaya untuk menghibur masyarakat, menghibur pemain asli, dan menghibur pengurus yang menangani persebakbolaan di Indonesia supaya mendapatkan angin segar yang jauh dari gontok-gontokan, jauh dari kebencian, tapi semuanya terbalut dalam kesetiakawanan.

Ada satu kesempatan lucu ketika Desta (kalau gak salah) habis menggolkan gawang lawan, dia bukannya lari ke timnya untuk merayakan euforia, tetapi dia berlari dan menunggangi punggung penjaga gawang lawan sambil tertawa-tawa. Dan bukannya marah, tapi si kiper malah senyum-senyum. Kalau bermain SERSAN begini kan penontonnya senang, SERius tapi SANtai

Dari permainan ini juga menampakkan kebesaran hati pemain manakala Augie mendapatkan kartu kuning dari wasit. Bukan kemarahan yang ditampakkan, walau dalam hati kecewa tapi dengan gokilnya dia sujud-sujud didepannya wasit supaya dimaafkan. Wasit pun gak bisa menahan tertawanya. Kejadian itu malah dimanfaatkan pemain lain untuk beradegan antagonis layaknya bapak tiri.

Teman-teman ada yang nonton pertandingan sepak bola bertajuk Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC juga?

Hari Sabtu

“Sekarang hari apa, Bu?”

“Hari Rabu! Kenapa toh Pak, tiap hari nanya melulu?”

Aku tersenyum.

Di usia ke 63 ini tak ada kebahagiaan selain menunggu tiba nya hari Sabtu. Hari yang sejak remaja dulu pernah kunantikan. Hari yang membuat jiwaku bagai muda lagi. Hari yang membuat hidupku selalu bahagia akan setiap kedatangannya. Membayangkan tawanya, cerianya, keluguannya, tangisannya, teriakannya, dan semuanya. Cucu-cucuku, kakek merinduimu..

SIM C harga 400 ribu

Kejadian ini saya alami tahun 2008.

Gara-gara capek kucing-kucingan sama polantas yang sering operasi dadakan di tikungan jalan di Surabaya, akhirnya suami saya menyerah membuat SIM baru lagi. SIM lamanya yang keluaran Kabupaten Magetan tidak bisa diperpanjang lagi karena KTP yang sekarang sudah berganti menjadi KTP Jakarta. Jadilah kami mudik ke Jakarta sekaligus mengantar suami membuat SIM baru.

Berbekal pengetahuan sangat minim tentang tata cara pembuatan SIM, kami berdua berangkat ke tempat pembuatan SIM di bilangan Jakarta Barat. Maklum waktu saya membuat SIM melalui calo jadi tidak tau tahapan-tahapannya. Tau-tau datang melakukan sesi foto diri, besoknya SIM sudah jadi. 

Berangkat pagi-pagi dari rumah. Oleh mertua di pesan supaya kami ngurus melalui calo. Bayar lebih mahal gak papa asal SIMnya bisa selesai hari itu juga. Dari pada ngurus jalur sendiri, meskipun biayanya lebih murah tapi hasilnya gambling. Bisa lulus, bisa tidak, kan?

Turun dari angkutan umum, kami sudah di sambut oleh teriakan calo. Awalnya mereka nawari ojek masuk kedalam kantor pembuatan SIM yang jaraknya ratusan meter, tapi ujung-ujungnya mereka nawari jasa pembuatan SIM C dengan harga Rp. 550.000.

Saya kaget dong, mahal amat… secara saya bikin di Surabaya melalui calo tarifnya hanya Rp. 275.000. Dua kali lipat dari calo Surabaya.  Eh lupa ya, ini kan Jakarta..

Rembug punya rembug, kami memutuskan masuk dulu ke dalam ruangan untuk mencari info biaya pembuatan SIM baru. Berapa, sih, bayarnya bila tanpa calo?

Setelah dihitung-hitung mulai asuransi, tes ini, tes itu total yang harus kami bayarhanya  adalah Rp. 125.000. Jelas kami ngiler.  Jika menggunakan jasa calo, selisih bayarnya 4x lebih mahal!

Setelah diskusi alot, akhirnya kami memutuskan untuk ngurus SIM sendiri tanpa melalui calo. Belajar menjadi warga yang baik. Berusaha menuruti anjuran banner yang dipasang besar-besar di area loket pendaftaran. Kami mengikuti alur tahapan mengurus SIM yang tertera ditempelan kaca. Suami saya mengikuti prosedur secara baik dan benar. Harapannya supaya SIM jadi dan meyakini diri demi membuktikan kepada semua orang bahwa membuat SIM sendiri tanpa jasa calo sebenarnya bisa!

Mulailah suami mulai melakukan pendaftaran dan tes kesehatan, yang dengan mudah dinyatakan lulus. Selanjutnya kami dihaturkan membayar asuransi. Saya sudah seneng karena asurasinya sudah kami pegang. Tinggal selanjutnya menjalani tes tulis dan tes drive.

Sayang, tes tulisnya dinyatakan tidak lulus. Padahal Suami saya yakin sudah mengerjakan semua soal dengan baik dan benar. Tapi tidak lulus? Sedangkan dia tau dan melihat sendiri peserta ujian lain yang duduk di sebelahnya tidak mengerjakan tugasnya. Pura-pura mengerjakan, padahal tidak.

Dengan seribu kekecewaan kami pulang. SIM yang digadang-gadang bisa dibawa pulang gagal total.

Konon membuat SIM sendiri tanpa calo itu bisa asal mau riwa-riwi. Menurut bocoran petugas di sana dan gosip dari teman-teman, peserta yang tidak lulus tes harus ngulang lagi 14 hari kemudian. Kalau pengulangan tes selanjutnya masih tidak lulus juga, maka harus ngulang lagi dan lagi. Setelah pengulangan tes 5 kali, baru bisa dinyatakan lulus dengan selamat. Itu kata teman-teman saya. Mungkin ada teman-teman yang ingin mencoba? 😀

Setelah gagal membuat SIM secara ‘mandiri’, beberapa bulan kemudian kami ke Jakarta lagi dan urusannya masih tetep, untuk membuat SIM. Tapi kali ini kami tidak mau coba-coba. Mau tidak mau harus melalui calo, titik. *nyerah juga akhirnya*

Kabar gembiranya, ongkos jasa calo mengalami penurunan sangat tajam, kami diminta bayar 400 rebu saja. Walaupun masih terbilang mahal!  Senangnya, kami tidak ribet urus sana-urus sini. Bayar, tunggu beberapa menit, lalu foto. Olala, SIM akhirnya jadi dengan selamat, Horee…

Iseng saya tanya ke petugas, kenapa gak pakai tes, jawabannya karena rombongan. O, begituuuu ternyataaa.. 😀

 

Pengalaman pertama belanja online

Membeli barang di toko online pernah saya lakukan sekali. Waktu itu ada customer yang ingin membeli Monitor LCD merk Sa*sung layar 23 inch.

Bekerja di toko komputer, mencari spare part adalah tugas saya, karena toko di tempat saya bekerja tidak menyediakan barang. Akibatnya bila ada yang ingin membeli barang mereka harus memesan dulu melalui chatting atau telpon. Bagi yang sudah langganan mereka terbiasa dengan keadaan ini disamping mereka bisa menawar harga, barang yang saya kasih pun garansinya baru (garansi per tanggal pembelian) karena saya pesankan dulu melalui distributor.

Seperti biasa customer itu tanya-tanya dulu. Punya LCD Monitor Sa*sung 23’ nggak? Typenya apa? Harga berapa?

Mendapat pertanyaan yang bertubi-tubi itu seringnya saya jawab singkat dan padat: “Saya cek dulu ya”

Merekapun mahfum.

Segera saja saya menghubungi seluruh pemegang Monitor merk tersebut. Dari mulai kelas Distributor, Master Dealer hingga Dealer, semua saya hubungi untuk menanyakan ketersediaan barang dan harga yang paling murah.

Sayangnya dari kesemuanya itu mengatakan barang yang saya cari sedang kosong. Bahkan mereka juga mengatakan stock di Jakarta juga sedang kosong.

Kalau sudah begini langkah saya selanjutnya adalah menawari customer itu dengan stock barang yang sedang ready di Surabaya, misalnya ada ready  layar 22, ya itu saya tawarkan’.

Namun usaha tawar menawar itu gagal karena customer saya maunya yang 23’. Tak mau pasrah meninggalkan customer, sayapun berusaha mencari cara lain yaitu browsing di toko online.

Lucu sih sebetulnya. Saya jualan komputer tapi malah nyari ditoko online yang harganya diatas harga yang seharusnya saya dapatkan. Apalagi untuk dijual kembali. Bisa saja saya tawarkan ke customer dengan harga mahal tapi saya takut kalau customer itu gak jadi beli. Kalau sekedar gak jadi sih gak masalah, kalau toko saya di cap mahal? Tapi saya pikir, apa salahnya dicoba, namaya juga usaha?

Namun lagi-lagi usaha saya gagal karena di toko-toko online yang masuk jajaran halaman pertama google, rata-rata hasilnya tak memuaskan saya. Mulai link yang error, link yang diklik tak ditemukan, hingga link terbuka namun harga yang tertera jauh lebih mahal.

Ditengah kebuntuan, saya tanya ke teman-teman dan bos yang rajin buka internet, dimana toko komputer online yang menjual LCD 23’. Dari mereka biasanya saya dapat informasi serta memberi link alternative untuk saya kunjungi, karena mereka aktif di forum.

“Coba buka ent*r computer.com, disana barang-barangnya lengkap” kata Bos saya.

Mendengar namanya saya sedikit ragu, sebab selama ini toko online yang sering jadi perbincangan adalah toko itu-itu aja. Sedangkan nama toko ini baru sekali ini saya dengar. Dan lebih ragu lagi, pendengaran saya yang salah atau Bos yang salah nyebutin webnya karena saya tulis ent*rcomputer.com, yang muncul toko komputer luar negeri. Rupanya saya yang salah ketik, harusnya ent*rkomputer.com.

Begitu terbuka, halaman depannya berisi promo produk murah. Di bagian atasnya tertera alamat, no telpon dan YM. Selanjutnya ada kolom-kolom petunjuk jenis-jenis produk yang ingin kita cari.

Langsung saja saya klik bagian kolom LCD.

Daan.. betapa senangnya, dihalaman itu terpampang semua jenis, ukuran, type, dan merk LCD Monitor. Tampilannya berbaris persis pricelist sehingga memudahkan saya mencari barisan merk yang ingin saya beli.

Barisan harga itu tanpa gambar dengan spesifikasi seadanya. Harga yang tertera juga sangat murah. Saya yang setiap hari berpegang harga distributor aja masih kalah dibanding toko ini. entah kenapa harga-harga yang tertera rata-rata adalah harga dealer. Malah beberapa diantaranya dibawah standart harga dealer.

Bukan kesenangan, saya malah takut. Ini beneran toko online apa sekedar nampang harga doang. Malah-malah toko ini fiktif yang menawarkan harga murah kemudian berujung.. ah saya tidak mau berandai-andai. Namun ketakutan itu saya halau karena toko ini menyebutkan alamat. Jadi tidak mungkin kalau toko ini fiktif.

Lebih girang lagi, saat saya bertanya LCD 23’ melalui layanan chatting, si CS menyatakan barang ready.  Sayangnya layanan mereka sedikit lamban. Dari 6 CS yang tersedia, hanya 2-3 saja yang online. Setelah nge-BUZZ berkali-kali dan menunggu sekian jam (jam loh, bukan menit) baru salah satu dari mereka menjawab (Sengaja saya BUZZ semua CS yang online dengan harapan mana yang duluan balas dia yang saya orderi). Untungnya si CS tersebut enak diajak ngobrol. Bahkan dia menyarankan untuk packingan LCD dialas pakai kayu supaya aman. Ah, solusi yang jitu, saya aja gak kepikiran sampai kesana.

Akhirnya terjadilah transaksi. Seperti harapan saya barang sampai dalam waktu 2 hari.

Saya senang belanja online di sini karena selain barang-barang yang dijual sangat lengkap, harga yang ditawarkan termasuk murah. Namun yang jadi kendala adalah kurangnya layanan informasi.

Saya contohkan toko komputer di Surabaya yang rata-rata buka jam 9-10 pagi, maka jam segitu  YM mereka langsung nyala. Namun di ent*rkomputer ini hingga jam 10 lebih, layanan chatting belum ada yang nyala. Saya berpikir, apakah toko komputer ini belum buka? Atau sudah buka tapi YMnya belum dinyalakan?

Sayang kan kalau ada yang beli harus ketahan, namanya juga toko online pastinya YM adalah sarana termudah yang bisa diakses.

Seperti saya yang ada di Surabaya, gak mungkin kalau harus interlokal telpon kesana, walaupun saya butuh banget barangnya. Kalaupun ada No GSM tapi khusus untuk layanan SMS aja. Pun saya coba SMS juga gak dibalas-balas.

Walaupun hanya sekali bertransaksi saya jadi sering berkunjung kemari. Setiap membuka halaman web ini untuk mengecek harga,  seringkali saya mendapati YMnya CS hanya beberapa yang online. Mungkin saja si CS kebanjiran order sehingga harus jawab sana jawab sini. Kalau sudah begitu kenapa layanan CS lainnya tidak dibuka sehingga kami, para calon pembeli dapat segera bertransaksi.

Jangan rusak hubungan ini

Menjadi karyawan yang sudah bekerja sekian tahun serta setiap hari bertemu teman-teman yang sama membuat hubungan saya dengan karyawan lainnya ibarat dulur ketemu gedhe alias akrab dengan sendirinya.  Kesamaan nasib dan pengalaman membuat dinding tinggi yang awalnya terpisah secara pelan-pelan menyatu menjadikan hubungan erat bak kakak dan adik.

Sebut saja namanya Bulan. Usia yang terpaut 2 tahun, membuat saya memanggilnya Mbak Bulan, walaupun kalau secara hitungan kertas saya yang lebih lama bekerja dibanding dia. Kepintarannya berbicara dan mengerti keinginan satu sama lain membuat saya suka bila berdekatan dengannya. Tak hanya saat bekerja, diluar jam kantor pun kami sering bertemu dan berlama-lama ngobrol melalui telepon. Seringnya sih Mbak Bulan dulu yang menelpon saya untuk curhat masalah cowok, menurutnya saya bisa membaca kemauan cowok karena dianggapnya saya sudah menikah, sedangkan dia belum.

Hingga suatu hari, tepatnya sebelum libur lebaran, saya ijin tidak masuk karena membuat kue lebaran untuk dibawa mudik ke rumah mertua. Supaya tidak jadi masalah, saya ijinnya tidak terus terang beralasan bikin kue, namun alasan lain yang lebih masuk akal. Yang tau saya bolos bikin kue hanya Mbak Bulan saja, teman-teman lain tidak tau.

Esoknya ketika saya masuk, suasana kantor berubah drastis. Entah kenapa teman-teman semua pada gak ngajak ngomong saya termasuk Mbak Bulan. Gak mau berprasangka buruk saya pun menganggap biasa aja, seperti tak terjadi apa-apa. Tapi makin saya buat biasa makin lama mereka ini makin menjengkelkan. Ditanya baik-baik jawabannya singkat, kayak saya ini musuh dalam selimut. Akhirnya saya memilih diam dan aktifitas seperti biasanya.

Saat Bos datang kekakuan kami bukannya mencair, tapi makin menjadi. Saya jadi bingung, ada apa sebenarnya..

Lalu saya dipanggil Bos keruangannya. Saat ini pun saya tak menganggap hal itu aneh karena bos sering memanggil saya mengajak ngobrol dan diskusi panjang lebar. Begitu saya duduk dihadapannya, Bos langsung berkata: “Bulan ini kamu terakhir kerja disini”

Seperti badai besar menghantam karang saya kaget. Saya jawab: “Masalahnya apa, Pak?”

Setelah diam beberapa saat, bos berkata: “Kemarin kamu nggak masuk bikin kue, ya?” sambil tatapan menyelidik. Jelas saya kaget, padahal kemarin saya ijin gak masuk dengan alasan ada urusan keluarga, kenapa sekarang dia tau saya gak masuk karena bikin kue.

“Kalau iya, kenapa Pak?” tantang saya balik. “Bikin kue kan termasuk urusan keluarga”. Si Bos diam. Lalu dia bilang akibat saya gak masuk sehari tokonya merugi. Saya jawab begini: “Pak ditoko ini yang bagian jualan bukan hanya saya, lagian besok sudah lebaran, lihat aja toko-toko sebelah sudah pada tutup. Tapi Bapak aja yang bertahan buka. Kalau memang kemarin saya dilarang bolos, kenapa Bapak gak balas SMS ijin saya? Karena bapak gak balas saya anggap ijin saya disetujui, seperti ijin yang  kemarin-kemarin mana ada Bapak balas SMS ijin saya, toh Bapak gak semarah ini..”

Debat kusir kami berlanjut. Bahkan si Bos menuduh yang nggak-nggak. Katanya saya suka ngasih harga modal ke kompetiter, dia juga menyalahkan saya karena sering berhubungan dengan teman-teman mantan karyawannya, dan tuduhan-tuduhan lain yang justru makin terdengar gak masuk akal.

Kali ini saya gak mau balas, saya pikir buat apa berdebat dengan orang macam ini. Saya dengarkan apa aja dia ngomong. Yang kemudian saya tutup dengan pertanyaan: “Itu semua kata siapa?” Dia diam gak bisa ngomong. “Kalau benar tuduhan itu saya lakukan, saya do’akan semoga toko ini sukses”

Akhirnya saya terima kekalahan itu walaupun dalam hati saya merasa menang. Saya pulang tanpa pamit ke teman-teman, setelah sebelumnya mendengarkan istrinya bos nangis-nangis minta maaf dan meminta saya membuktikan bahwa saya tidak salah. Dari lubuk hati saya sebenarnya ingin mengorek pelakunya, tapi buat apa, toh kalau saya sudah menyerahkan pelakunya, tak akan membuat saya bisa kembali lagi bekerja disini.

Esok dan esoknya lagi tak ada teman-teman yang menghubungi saya, termasuk Mbak Bulan. Begitupun dengan saya, karena sudah sakit hati saya juga nggak mau menghubungi Mbak Bulan. Walaupun sebenarnya ingin sekali konfirmasi, namun bagi saya hubungan kami cukup sekian.

Suatu hari saya mendapat kabar kalau Ibunya Mbak Bulan meninggal dunia. Entah kenapa tiba-tiba saya ingin menemuinya meskipun dalam hati masih ada perasaan marah dan tak terima. Setelah diskusi dengan suami dan berusaha membuang jauh-jauh ego dan emosi, berdua kami kerumahnya yang ternyata sudah pindah alamat.

Pertama kali bertemu dengan rasa canggung kami berpelukan. Rupanya setelah sekian lama tak bertemu membuat kami masing-masing kangen. Ada perasaan menyesal walau tak terungkap. Dan rasa itu.. rasa kasih sayang kakak terhadap adik yang tetap dia simpan, mengacak-ngacak kepala, memaki-maki, menghina penampilan (yang memang saya akui dia lebih matching). Sambil pelukan kami sama-sama meminta maaf kesalahan lalu.

Hingga kini hubungan kami masih baik. Kami masih sering chatting, berkirim kabar, atau salah satu datang kerumah. Yang lebih membahagiakan beberapa bulan lalu Mbak Bulan telah melangsungkan pernikahannya. Selamat ya Mbak semoga hubungan kalian bahagia dan langgeng, Amiin.. 🙂


4 Halaman saja..

Tidak terasa hari ini sudah tanggal 1 bulan Sya’ban, itu artinya sebulan lagi umat muslim seluruh penjuru dunia akan menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Di bulan Sya’ban yang penuh barokah ini, umat muslim disunnahkan untuk memperbanyak amalan, salah satunya adalah malam Nisfu Sya’ban yaitu malam pada pertengahan di bulan Sya’ban.

Buat saya pribadi bulan Sya’ban ini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut hadirnya bulan Ramadhan, karena dibulan Ramadhan nanti secara maraton selama sebulan penuh umat muslim digembleng untuk menambah, memperbanyak serta memfokuskan diri beribadah kepada Allah. Mulai dari puasa wajib, sholat sunnah Tarawih, hingga tadarus Al-Quran.

Beberapa hari lalu saya pernah membaca status di Facebook, entah status dari mana saya lupa. Intinya status ini mengenai target mengkhatamkan AlQuran selama sebulan, sehingga diharapkan setiap bulan umat muslim dapat khatam Al Quran sekali.

Susah? memang iya kalau secara teori. Apalagi bagi kaum muslimah yang setiap bulannya memiliki jatah libur. Namun saya apresiasif dan itu sangat menginspirasi saya untuk benar-benar niat ingin dapat mengkhatam Al Quran dalam waktu sebulan. Dan Alhamdulillah cara itu pelan-pelan telah saya laksanakan, hingga hari ini saya sudah sampai pada juzz 20. Pencapaian yang sangat luar biasa mengingat selama hidup saya belum pernah mengkhatamkan AlQuran dengan membacanya sendiri dari awal hingga akhir, dan bukan bergantian seperti saat khataman atau tadarusan.

Dari status ini di gambarkan secara gamblang. AlQuran terdiri dari kurang lebih 600 halaman. Sebulan ada 30 hari. Kalau dibagi hasilnya menjadi 20 halaman. Sholat wajib umat muslin dalam sehari adalah 5 kali. Jadi kalau setelah sholat wajib saya membiasakan diri membaca Al Quran, maka sekali sholat saya membaca 4 halaman saja. Seharusnya sih gak susah ya?

Tapi kembali lagi ke saya, kalau hitungan itu hanya di bayangkan saja tanpa langsung direalisasikan pastinya akan susah, ada aja alasannya. Seperti kalau kerja bagaimana? Kalau sedang berhalangan bagaimana? Dan kalau sedang-kalau sedang yang lainnya, yah namanya juga manusia banyak maunya. Tapi saya gak mau memikirkan itu, pokoknya saya harus coba dulu. Yang penting niat dan kemauan. Kalaupun sekali baca gak sampe 4 halaman, yang penting dalam sehari saya harus baca Al Quran.

Dan memang benar membaca Al Quran itu bikin candu. Kalau sedang tidak ada kerjaan 4 halaman saja terasa kurang. Untuk memantapkan hati disela-sela waktu senggang saya gunakan untuk membaca juga terjemahannya. Dari sinilah timbul keinginan saya memiliki Al Quran yang lengkap dengan terjemahannya serta bacaan tajwidnya, karena saya sering lupa 15 huruf Ikhfa yang mesti dibaca samar.

Sepengetahuan saya ada banyak jenis Al Quran yang memudahkan umat muslim untuk membacanya, sekalipun bagi yang masih kesulitan membaca. Di toko-toko buku, di toko kitab, bahkan di toko online ada banyak tersedia berbagai macam Al Quran yang lengkap dengan terjemahan dan tajwid.

Seperti produk dari Syaamil Quran. Produk Syaamil Quran ini sangat lengkap variannya, dan saya ingin sekali memilikinya. Teman-teman muslim bisa memilih jenis AlQuran mana yang cocok untuk digunakan sehari-hari. Ada AlQuran New Miracle 66 in 1 yang dilengkapi dengan aplikasi digital, Murottal dari beberapa Imam, E-book Tafsir Ibunu Katsir, Video dan audio bermanfaat, serta banyak panduan ibadah sebagai pegangan sehari-hari umat muslim. Ada AlQuran Arafah yang dilengkapi Ushul Fiqih. Ada AlQuran Tajwid, AlQuran Fadhilah, dan yang terbaru serta lebih modern adalah Miracle E-Pen the Guidance yakni AlQuran tajwid yang dilengkapi dengan aneka fitu yang memudahkan umat muslim mempelajari dan memahami Al Quran secara fleksibel dan mudah dibawa.

Salah satu produk dari Syaamil Quran
Salah satu produk dari Syaamil Quran

Bagi umat muslim sekalian yang di bulan Ramadhan mendatang ingin mengkhatamkan Al Quran sebagai amalan tambahan bisa mendapatkan Al Quran produk AlQuran Syaamil ini melalui media online di fanspage https://www.facebook.com/QuranCentrumStore. Via twitter juga ada silakan follow di @syaamil_quran

Kalau umat muslim ingin mendapatkan pesan-pesan moral sebagai penyemangat dalam membaca AlQuran dalam kehidupan sehari-hari, Anda  juga bisa bergabung di fanspagenya di http://www.facebook.com/SemangatQuran atau follow @semangatquran.

Semoga pada Ramadhan mendatang, kita semua bisa memantapkan hati melaksanakan ibadah selama sebulan penuh agar apa yang kita laksanakan dibulan Ramadhan mendatang lebih baik dari bulan sebelumnya demi mendapatkan berkah, rahmad serta ampunan dari Allah SWT. Amiin