Tentang Sinetron PPT jilid 7

Setiap bulan Ramadhan, Sinetron yang saya tunggu-tunggu adalah Sinetron Para Pencari Tuhan atau Sinetron PPT jilid 7. Sinetron ini bercerita mengenai kehidupan warga desa KINCIR yang memilki masalah keluarga yang berbeda antara satu dengan lainnya. Masalah yang dialami oleh mereka pun tergolong humanis, apa adanya seperti kehidupan yang dialami setiap insan dalam keseharian. Nggak terlalu berlebihan seperti sinteron pada umumnya. Jalan ceritanya pun juga sangat masuk akal. Kisah hidup bak roda berputar dituangkan habis-habisan dalam sinetron ini tanpa ada kesan menggurui. Seorang Ustad bisa disalahkan, seorang pembantu juga bisa dibenarkan. Dan baiknya, semua pemeran dalam sinetron itu gak ada yang jahat. Semuanya pernah jadi protagonis, tapi suatu saat bisa jadi antagonis.

Setiap pemeran memiliki musuh masing-masing. Seperti, Aya VS Kayla. Bang Jack VS Pak Wijoyo. Bu Jalal VS Loli. Udin VS Bang Asrul. Dan baru-baru ini Pak Idrus Madani (Pak RW) VS Pak Hakim (Bendahara RT dan Pak RT yang berambisi menggantikan Pak Idrus)

Dalam kehidupan sehari-hari mereka hidup rukun dan saling membutuhkan dengan yang lainnya. Bang Jack curhat ke Pak Ustad Feri. Udin curhatnya ke Asrul. Azam curhat ke Pak Jalal. Yang dicurhati pun tak selamanya benar. Kadang ada pihak ketiga yang menengahi menyelesaikan masalah, siapa lagi kalau bukan para istri-istri.

Secara keseluruhan sinetron ini memberi banyak sekali pelajaran yang dituangkan dalam cerita yang kemudian diterjemahkan sendiri oleh penonton . Saya pikir, penulis skenario PPT ini sangat pintar membuat alur. Padahal problem yang dimunculkan cukup banyak tetapi penulis pandai merangkai-rangkai cerita yang intinya ingin menyampaikan pesan berharga bagi pemirsanya. Istilah saya Wong pinter ning ora minteri (Orang pintar tapi tidak kepintaran)

Dalam mengatasi masalah mereka saling mengingatkan. Tak jarang demi mendapatkan pendapat yang benar mereka harus bertengkar dulu. Sebenarnya karakter pemain di sinetron ini cukup kompleks. Ada yang iri-an, ada yang cemburuan, ada yang ngeyelan, ada yang kepintaran, ada yang gak sabaran ditambah lagi kondisi masing-masing pemain, ada yang kaya tapi banyak juga yang hidupnya pas-pasan. Saya pikir Pak Ustad Feri itu keluarga mampu kalau dilihat dari perabotan dan kondisi rumahnya, nyatanya buat makan sehari-hari aja sering dikasih tetangga. Sebaliknya Pak Jalal yang awalnya kaya berbalik menjadi miskin papa, sampai dia harus tinggal di sebuah gubuk. Walaupun memiliki banyak tanah juga pembantu, tapi utangnya juga banyak.

Dan yang bikin mak jleb adalah peran trio Pak RW, Pak RT dan Bendahara. Ketiga orang ini selalu punya pikiran duit, proyek, untung. Dan satu lagi suka bikin malu. Asal berbau uang malu itu nomor sekian. Suap buat dapatin suara, menjual aset warga buat dijadikan Mall, atau.. batal belikan martabak karena kalah dalam pemilihan suara. Dan itu semua ditampakkan dalam adegan nyata. Gak pakai perasaan lagi. Coba kalau dalam kehidupan sehari-hari, martabaknya sih datang tapi ikhlasnya yang kabur duluan.

Kalau saya pemeran perempuan yang paling saya suka pastinya Aya. Orangnya cantik, modis, kalem, tapi kalau sudah cemburu dan marah, bikin semua lelaki emosi dalam batin. Kalau laki-laki sih saya suka sama karakter Bang Jack. Orangnya ceplas-ceplos, suka pura-pura, pinter nyari alasan, dan kocak.

Suka sekali lihat muka judesnya Aya :D Foto dari Google
Suka sekali lihat muka judesnya Aya 😀
Foto dari Google

Peran yang paling bikin gregetan itu Loli sama Udin. Pokoknya kalau orang 2 ini muncul, gak bisa nggak, sama seperti Bu Jalal bawaannya pengen marah aja sambil melototin mata.

Nah kalau ini sebel-sebel gregetan :D Foto punya Google juga
Nah kalau ini sebel-sebel gregetan 😀
Foto punya Google juga

Juga pasangan Pak Ustad Feri dan istrinya. Pasangan ini kelihatan harmonis tapi kalau sudah marah Bu Ustad suka bantingin panci.

Semua balutan dalam Sinetron PPT jilid 7 ini terasa sempurna dan asyik dinikmati. Cuma 1 yang bikin saya jengkel. Adalah sinekuisnya! Aduuh.. pengen aja protes sama SCTV, bisa nggak sih kalau sinekuis itu diilangin. Percuma aja tayang 1,5 jam tapi banyak iklan dan sinekuisnya. Paling-paling sinetronnya cuma tayang 40 menitan.  Dan lagi kurang mutu, gak ada benang merahnya. Kalau guyonannya segar sih gapapa, atau paling tidak ada inti ceritanya, gitu. Jangan cuma ngeliatin orang wira-wiri didepan kamera, dengerin orang ngobrol yang gak ada maksudnya. Anehnya, penonton yang di studio itu kok tahan ya, kalau saya mungkin sudah tidur sambil ngiler, kali..

Oke, postingan ini sekian dulu. Dari awal ngomongin Sinetron PPT jilid 7, sebenarnya cuma mau bilang sebaiknya  sinekuisnya diilangin. Sudah. Itu aja. 😀 *kabur jauh-jauh sebelum ditimpuk mantan mertuanya Udin*

Sebetulnya foto ini yang membuat saya punya ide nulis. Lihatlah, posenya mirip banget dengan fotonya Pak RT dan Kim waktu akan pemilihan ketua RW yang baru. Kang Yayat, pinjem fotonya ye..
Sebetulnya foto ini yang membuat saya punya ide nulis. Lihatlah, posenya mirip banget kan sama fotonya Pak RT dan Pak Hakim waktu akan pemilihan ketua RW yang baru.
Kang Yayat, pinjem fotonya ye.. 😀

 

Puasa, makan keres

Alhamdulillah tahun ini saya masih diberi Allah SWT umur panjang sehingga bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya saya menjalani hari-hari puasa di kota Surabaya yang saat ini kondisi cuacanya suka meriang, kadang panas, kadang mendung, dan kadang-kadang tanpa ditebak tiba-tiba hujan.

Setiap datang bulan Ramadhan, pengalaman yang tak bisa saya lupakan adalah makan buah keres (kersen) pada pagi hari dibulan puasa. Walaupun itu sudah berlangsung berpuluh tahun yang lalu tapi rasa bersalahnya masih terasa sampai sekarang.

Ceritanya begini, dulu saat masih SD, saya dan teman-teman bersemangat merayakan euforia Ramadhan. Sehingga selesai sahur saya tidak kembali tidur tetapi menunggu sholat Shubuh dulu kemudian main bareng teman-teman. Entah jalan-jalan, bersepeda atau duduk-duduk di atas pipa di bawah kebun keres milik Perusahaan Air Minum. Kebetulan rumah saya berada di belakang komplek Penjernihan, disana ada banyak pipa-pipa mulai berukuran kecil hingga raksasa. Diantara pipa-pipa itu tumbuh pepohonan keres yang buahnya merah merekah. Meskipun bukan bulan puasa, setiap pulang sekolah atau hari libur saya dan teman-teman senang bermain disitu.

Pagi itu adalah hari pertama puasa. Setelah jalan-jalan kami duduk-duduk di atas pipa sambil ngelihatin teman-teman laki-laki yang sibuk dengan bambu panjang yang diisi karbit dan air kemudian dikasih api. Bunyi “DEBUMMM!!” yang keras, menggelegar lagi menggema membuat saya dan teman-teman lain asyik memperhatikan. Sambil sesekali menutup telinga.

Kebetulan sekali Saya melihat anak-anak bermain mercon bumbung di daerah Kenjeran
Kebetulan sekali Saya menemukan anak-anak bermain mercon bumbung di daerah Kenjeran

Ditengah keasyikan itu kepala saya mendongak keatas sambil iseng mencari buah keres yang sudah ranum. Melihat buah keres ranum itu rasanya senangnya minta ampun. Biasanya memang begitu, kalau tidak puasa, buah keres yang sudah diincar harus sesegera mungkin diambil, sebelum keduluan yang lain.

Disaat yang lain sedang asyik, saya pun mencari alternative mengambil buah itu. Saya mencoba naik ke atas pipa dan sekali raih langsung dapat buah yang merah. Tiba-tiba saja, “hap!” buah itu saya kulum. Rasanya, hmm.. nikmatnya. Manis sekali.. setelah mengulum, begitu akan membuang kulitnya saya ingat kalau hari itu sedang berpuasa. Aduh, kalau ketahuan teman-teman gimana. Seketika saya langsung salah tingkah. Padahal teman-teman saya tidak sedang melihat saya. tapi perasaan saya mengatakan ada mata yang sedang melihat ke arah saya. Dada saya deg-degan keras, rasanya galau antara batal, nggak, batal, nggak, walaupun memang kenyataannya tidak sengaja.

Akhirnya, secara diam-diam saya ambil kulit itu pke tangan kemudian saya buang. Lalu saya kembali lagi bergabung bersama teman-teman. Setelah kejadian itu, selama disana saya diam saja. gak berani ngomong apa-apa. Saya anggap kejadian tadi adalah rahasia saya sendiri, dan hanya Allah saja yang tahu.

Entahlah, kenapa pengalaman makan keres itu hingga sekarang masih terbayang terus diingatan. Mungkinkah karena saya sudah menikmatinya ya? 😀

Penting, gak pentingnya ngabuburit

Ngabuburit, yuuuk….

Akhir-akhir ini istilah ngabuburit seakan umum dipakai umat muslim di mana saja. Tidak hanya orang Sunda saja, tapi di Surabaya juga menggunakan istilah ngabuburit untuk menunggu tiba datangnya berbuka puasa.

Saya jadi ingat, dulu, sebelum mengenal istilah ini, duduk dimeja sambil ngelihat Ibu saya memasak adalah ngabuburit cara saya. Membaui aroma masakan yang nikmatnya tak terkira membuat saya enggan untuk beranjak jauh-jauh dari dapur. Apalagi kalau acara di TV bagus-bagus, aduuh susah sekali untuk meninggalkannya. Jangankan mandi, melaksanakan Sholat Ashar aja suka ditunda-tunda. Alasan apalagi kalau bukan takut ketinggalan acara. Tau-tau sudah adzan Maghrib aja hehe..

Ngobrol-ngobrol bersama teman saat sore hari menjelang berbuka juga waktu yang sangat nikmat untuk dilakukan. Rasa lapar dan haus bisa lupa dengan sendirinya. Yah, namanya juga ngobrol. Jangankan dibulan puasa, waktu gak puasa aja, asyik banget kok..

Setelah diceramahi Pak Ustad disela-sela Sholat Tarawih, Saya jadi tau bahwa mencium aroma masakan saat puasa hukumnya adalah makruh, walaupun tidak membatalkan puasa. Jadi, kalau sudah mencium aroma masakan cepat-cepat saya menahan diri dan menahan kalimat untuk tidak bilang, “Hmm.. enaknyaaa”

Selain itu Pak Ustad juga bilang kalau menghabiskan waktu puasa dengan banyak-banyak menonton TV juga tidak bagus.  Alasannya sayang dengan puasanya, pahalanya bisa berkurang.

Sedangkan ngobrol dengan teman, boleh-boleh saja. Tapi yang ditakutkan adalah berghibah. Namanya manusia kalau sudah ngomongin sesuatu suka lupa diri. Awalnya ngobrolin tentang sahur kesiangan, lalu ngobrolin pengalaman puasa, trus ngobrolin sholat tarawih, tapi lama-lama pembicaraannya jadi berbelok kemana-mana. Misalnya ngomongin kegantengan Ustad yang ceramah tadi malam. Trus ngomongin artis korea yang nggantengnya mirip Pak Ustad. Lalu berlanjut ngomongin si ini begini..  si anu begitu.. dan ujung-ujungnya ngerasani atau ngomongin orang. Kalau Bang Rhoma bilang namanya ghibah. Nah, sayang kan sama puasanya, gak ada manfaatnya. Dan lagi-lagi, ngurangin pahala puasa.

Menurut Pak Ustad, kalau ngabuburit lebih baik digunakan dengan melakukan perbuatan positif. Misalnya, Setelah Sholat Ashar dilanjutkan dengan membaca Al Quran. Nggak usah banyak-banyak, cukup 1 atau 2 ayat saja lalu mentaddaburinya. Membaca artinya sekaligus memyelami maknanya.

Kalau susah melakukannya, nyetel radio aja. Disana ada banyak stasiun-stasiun yang memperdengarkan ceramah agama, biasanya mendekati sholat Maghrib ada kok ceramah-ceramah agama yang bermanfaat dari Kyai yang masih baru hingga yang sudah meninggal. Contohnya Kyai Zainuddin MZ. Masih ada, kan?

Yah kalaupun terpaksa harus nonton TV, carilah stasiun yang menampilkan acara yang bersifat rohani. Jangan sinetron melulu, lah.. kasihan nanti isi kepalanya, jadi kebanyakan masalah. Bukannya mengatasi masalah tapi nambah masalah.

Males ngapa-ngapain? Itu manusiawi kok. Emang kalau puasa itu bikin males buat ngerjakan sesuatu. Nah, kalau lagi malas ngapa-ngapain, online aja. Baca-baca artikel yang bermanfaat buat nambah-nambah ilmu pengetahuan tentang Islam. Kalau sudah dapat ilmunya, posting di blog. Selain buat nambah ilmu juga untuk berbagi pengetahuan kepada sesama. Impas, kan?

Lalu, penting gak sih ngabuburit itu?

Saya akan jawab, ngabuburit itu penting. Tapi dengan syarat harus dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Bukankah bulan Ramadhan ini Allah SWT sedang mengobral pahala, jadi kalau kita melakukan amalan ibadah, walaupun sedikit, maka pahala yang didapatkan akan dilipat gandakan olehNya.

Jadi, yuk, ngabuburit, yuuk…

Sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC

Minggu sore waktunya acara Master Chef Indonesia. Begitu saya nyalakan RCTI, yang muncul bukan para kontestan sedang sibuk menyelesaikan challenge dari para Chef. Tapi acara sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC. Agak kecewa, sih. Masak acara Master Chef gak ada. Tumben-tumbenan Master Chef gak tayang..

Saya coba ikuti acara sepak bola akhirnya. Tapi tiba-tiba saya merasa, ada yang di pertandingan ini. Dari gaya lari pemainnya kok gak seperti pertandingan biasanya. Dan yang membuat saya makin penasaran saat komentator menyebut nama Judika.

Hah? Kok Judika, sih? Emang Judika sudah ganti profesi ya?

Lalu secara sekilas pandang muncul mukanya Al. Lalu kedengar juga nama Jamil disebut-sebut. Hah, masak sih ada Saipul Jamil segala. Ya, bukannya apa-apa sih cuma takut aja kalau tiba-tiba sedang bertanding  dia  joget-joget ditengah lapangan sambil bawa bola dan nyayi-nyanyi dangdut.  Eh, untungnya bukan Jamil dia, tapi Ibnu Jamil. Leganya, padahal sudah hampir sewot aja.. 😀

Begitu melihat pemainnya itu para selebritis , saya makin tertarik mengikutinya. Acara Master Chef yang tadi saya tunggu-tunggu udah gak menarik lagi untuk ditunggu 😛

Nama Timnya juga unik. RCTI Red VS RCTI Blue.

Saya sebutin ya pemain-pemainnya yang tertangkap mata saya. Selain Judika, Al dan Ibnu Jamil. Ada Pebulu tangkis Nova Widianto dan Ricki Subagja, Augie,  Desta, Vincent, Kaka, Andra, Bima Sakti, Iko Uwais, dll.

Al yang cool. Gambar dari Google
Al yang cool. Gambar dari Google

Karena pemain-pemainnya bukan pemain sepak bola asli, jadi ya jalannya pertandingan agak konyol. Apalagi komentatornya si Ari Untung, yang pinter membawa suasana dengan kalimat-kalimat yang bikin orang mendengar tertawa gak henti-henti.

Selain komentator, pemain-pemainnya juga gokil-gokil. Seperti ketika si Desta yang buru-buru mengejar bola. Setelah bola kepegang, dia siap-siap menendang. Padahal posisinya sdh didepan gawang lawan. Tapi begitu ditendang dengan harapan besar bola masuk, eh ndilalah sepatunya copot. Sehingga membuat pemain lainnya tertawa gak selesai-selesai. Apalagi dia celingak-celinguk nyariin sepatunya yang gak jelas juntrungannya.

Ada lagi ketika si Ikmal dari tim merah, yang tatanan rambutnya berdiri njegrak seperti kipas gak berhasil menggolkan bola, kemudian Ikmal sibuk mengelus-ngelus rambutnya. Kayaknya dia lebih sayang tatanan rambutnya ketimbang bolanya..

Ada Augie juga yang bikin suasana heboh. Ketika dia berhasil menggolkan bola, seperti gaya bak pemain kondang dia berlari keliling lapangan sambil narik kaosnya keatas. Rupanya dia sengaja memakai kaos dalaman yang bertuliskan “Wenger need me”. Dan tertawalah semua penonton se stadion.

Hingga akhir babak pertama skor sementara 3-2 untuk kemenangan Tim RCTI Red. Setelah istirahat 15 menit, pertandingan dilanjutkan lagi.

Di babak kedua ini hawanya lumayan segar karena ada Ariel turun laga. Sayangnya kehadiran Ariel tak begitu disorot, mungkin karena Ariel jarang mendapat bola, kali. Cuma sedikit aja dia disorot, salah satunya  ketika dia tertawa-tawa. Pasalnya dia dianggap telah menendang pantat pemain lain, spontan saja hal itu membuat dia harus diteriaki penonton (Heran, kenapa gara-gara salah nendang aja dia diteriakin hehe..)

Ariel sedang mengejar bola. Gambar dari Google
Ariel sedang mengejar bola. Gambar dari Google

Yang sering kena sorot kamera ya Judika karena dia berkali-kali menjebol gawang. Juga si Al, pemain termuda yang juga menggolkan bola 2 kali.

Skor akhir di babak kedua dengan skor 5-4 dengan kemenangan Tim RCTI Red. Ketika acara bubaran berlangsung, Ari Untung ngomong begini: “Berakhirlah sudah pertandingan hari ini dengan kemenangan pada di Tim RCTI Blue. Saat ini mereka sedang menukarkan kostum (padahal nggak Cuma pura-pura aja, lagian kalau tukar beneran mereka gak mungkin mau deh, mana kaosnya basah keringat begitu). Saat Ariel di sorot, Arie Untung spontan bilang: “Untuk Ariel gak usah buka kaos, udah pernah lihat soalnya” hihi..

Menurut saya, acara sepak bola Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC  seperti ini wajib diadakan lagi. Bukan untuk mencari menang kalah, tapi upaya untuk menghibur masyarakat, menghibur pemain asli, dan menghibur pengurus yang menangani persebakbolaan di Indonesia supaya mendapatkan angin segar yang jauh dari gontok-gontokan, jauh dari kebencian, tapi semuanya terbalut dalam kesetiakawanan.

Ada satu kesempatan lucu ketika Desta (kalau gak salah) habis menggolkan gawang lawan, dia bukannya lari ke timnya untuk merayakan euforia, tetapi dia berlari dan menunggangi punggung penjaga gawang lawan sambil tertawa-tawa. Dan bukannya marah, tapi si kiper malah senyum-senyum. Kalau bermain SERSAN begini kan penontonnya senang, SERius tapi SANtai

Dari permainan ini juga menampakkan kebesaran hati pemain manakala Augie mendapatkan kartu kuning dari wasit. Bukan kemarahan yang ditampakkan, walau dalam hati kecewa tapi dengan gokilnya dia sujud-sujud didepannya wasit supaya dimaafkan. Wasit pun gak bisa menahan tertawanya. Kejadian itu malah dimanfaatkan pemain lain untuk beradegan antagonis layaknya bapak tiri.

Teman-teman ada yang nonton pertandingan sepak bola bertajuk Celebrity Charity Match dalam rangka menjamu Arsenal FC juga?

Hari Sabtu

“Sekarang hari apa, Bu?”

“Hari Rabu! Kenapa toh Pak, tiap hari nanya melulu?”

Aku tersenyum.

Di usia ke 63 ini tak ada kebahagiaan selain menunggu tiba nya hari Sabtu. Hari yang sejak remaja dulu pernah kunantikan. Hari yang membuat jiwaku bagai muda lagi. Hari yang membuat hidupku selalu bahagia akan setiap kedatangannya. Membayangkan tawanya, cerianya, keluguannya, tangisannya, teriakannya, dan semuanya. Cucu-cucuku, kakek merinduimu..

SIM C harga 400 ribu

Kejadian ini saya alami tahun 2008.

Gara-gara capek kucing-kucingan sama polantas yang sering operasi dadakan di tikungan jalan di Surabaya, akhirnya suami saya menyerah membuat SIM baru lagi. SIM lamanya yang keluaran Kabupaten Magetan tidak bisa diperpanjang lagi karena KTP yang sekarang sudah berganti menjadi KTP Jakarta. Jadilah kami mudik ke Jakarta sekaligus mengantar suami membuat SIM baru.

Berbekal pengetahuan sangat minim tentang tata cara pembuatan SIM, kami berdua berangkat ke tempat pembuatan SIM di bilangan Jakarta Barat. Maklum waktu saya membuat SIM melalui calo jadi tidak tau tahapan-tahapannya. Tau-tau datang melakukan sesi foto diri, besoknya SIM sudah jadi. 

Berangkat pagi-pagi dari rumah. Oleh mertua di pesan supaya kami ngurus melalui calo. Bayar lebih mahal gak papa asal SIMnya bisa selesai hari itu juga. Dari pada ngurus jalur sendiri, meskipun biayanya lebih murah tapi hasilnya gambling. Bisa lulus, bisa tidak, kan?

Turun dari angkutan umum, kami sudah di sambut oleh teriakan calo. Awalnya mereka nawari ojek masuk kedalam kantor pembuatan SIM yang jaraknya ratusan meter, tapi ujung-ujungnya mereka nawari jasa pembuatan SIM C dengan harga Rp. 550.000.

Saya kaget dong, mahal amat… secara saya bikin di Surabaya melalui calo tarifnya hanya Rp. 275.000. Dua kali lipat dari calo Surabaya.  Eh lupa ya, ini kan Jakarta..

Rembug punya rembug, kami memutuskan masuk dulu ke dalam ruangan untuk mencari info biaya pembuatan SIM baru. Berapa, sih, bayarnya bila tanpa calo?

Setelah dihitung-hitung mulai asuransi, tes ini, tes itu total yang harus kami bayarhanya  adalah Rp. 125.000. Jelas kami ngiler.  Jika menggunakan jasa calo, selisih bayarnya 4x lebih mahal!

Setelah diskusi alot, akhirnya kami memutuskan untuk ngurus SIM sendiri tanpa melalui calo. Belajar menjadi warga yang baik. Berusaha menuruti anjuran banner yang dipasang besar-besar di area loket pendaftaran. Kami mengikuti alur tahapan mengurus SIM yang tertera ditempelan kaca. Suami saya mengikuti prosedur secara baik dan benar. Harapannya supaya SIM jadi dan meyakini diri demi membuktikan kepada semua orang bahwa membuat SIM sendiri tanpa jasa calo sebenarnya bisa!

Mulailah suami mulai melakukan pendaftaran dan tes kesehatan, yang dengan mudah dinyatakan lulus. Selanjutnya kami dihaturkan membayar asuransi. Saya sudah seneng karena asurasinya sudah kami pegang. Tinggal selanjutnya menjalani tes tulis dan tes drive.

Sayang, tes tulisnya dinyatakan tidak lulus. Padahal Suami saya yakin sudah mengerjakan semua soal dengan baik dan benar. Tapi tidak lulus? Sedangkan dia tau dan melihat sendiri peserta ujian lain yang duduk di sebelahnya tidak mengerjakan tugasnya. Pura-pura mengerjakan, padahal tidak.

Dengan seribu kekecewaan kami pulang. SIM yang digadang-gadang bisa dibawa pulang gagal total.

Konon membuat SIM sendiri tanpa calo itu bisa asal mau riwa-riwi. Menurut bocoran petugas di sana dan gosip dari teman-teman, peserta yang tidak lulus tes harus ngulang lagi 14 hari kemudian. Kalau pengulangan tes selanjutnya masih tidak lulus juga, maka harus ngulang lagi dan lagi. Setelah pengulangan tes 5 kali, baru bisa dinyatakan lulus dengan selamat. Itu kata teman-teman saya. Mungkin ada teman-teman yang ingin mencoba? 😀

Setelah gagal membuat SIM secara ‘mandiri’, beberapa bulan kemudian kami ke Jakarta lagi dan urusannya masih tetep, untuk membuat SIM. Tapi kali ini kami tidak mau coba-coba. Mau tidak mau harus melalui calo, titik. *nyerah juga akhirnya*

Kabar gembiranya, ongkos jasa calo mengalami penurunan sangat tajam, kami diminta bayar 400 rebu saja. Walaupun masih terbilang mahal!  Senangnya, kami tidak ribet urus sana-urus sini. Bayar, tunggu beberapa menit, lalu foto. Olala, SIM akhirnya jadi dengan selamat, Horee…

Iseng saya tanya ke petugas, kenapa gak pakai tes, jawabannya karena rombongan. O, begituuuu ternyataaa.. 😀

 

Pengalaman pertama belanja online

Membeli barang di toko online pernah saya lakukan sekali. Waktu itu ada customer yang ingin membeli Monitor LCD merk Sa*sung layar 23 inch.

Bekerja di toko komputer, mencari spare part adalah tugas saya, karena toko di tempat saya bekerja tidak menyediakan barang. Akibatnya bila ada yang ingin membeli barang mereka harus memesan dulu melalui chatting atau telpon. Bagi yang sudah langganan mereka terbiasa dengan keadaan ini disamping mereka bisa menawar harga, barang yang saya kasih pun garansinya baru (garansi per tanggal pembelian) karena saya pesankan dulu melalui distributor.

Seperti biasa customer itu tanya-tanya dulu. Punya LCD Monitor Sa*sung 23’ nggak? Typenya apa? Harga berapa?

Mendapat pertanyaan yang bertubi-tubi itu seringnya saya jawab singkat dan padat: “Saya cek dulu ya”

Merekapun mahfum.

Segera saja saya menghubungi seluruh pemegang Monitor merk tersebut. Dari mulai kelas Distributor, Master Dealer hingga Dealer, semua saya hubungi untuk menanyakan ketersediaan barang dan harga yang paling murah.

Sayangnya dari kesemuanya itu mengatakan barang yang saya cari sedang kosong. Bahkan mereka juga mengatakan stock di Jakarta juga sedang kosong.

Kalau sudah begini langkah saya selanjutnya adalah menawari customer itu dengan stock barang yang sedang ready di Surabaya, misalnya ada ready  layar 22, ya itu saya tawarkan’.

Namun usaha tawar menawar itu gagal karena customer saya maunya yang 23’. Tak mau pasrah meninggalkan customer, sayapun berusaha mencari cara lain yaitu browsing di toko online.

Lucu sih sebetulnya. Saya jualan komputer tapi malah nyari ditoko online yang harganya diatas harga yang seharusnya saya dapatkan. Apalagi untuk dijual kembali. Bisa saja saya tawarkan ke customer dengan harga mahal tapi saya takut kalau customer itu gak jadi beli. Kalau sekedar gak jadi sih gak masalah, kalau toko saya di cap mahal? Tapi saya pikir, apa salahnya dicoba, namaya juga usaha?

Namun lagi-lagi usaha saya gagal karena di toko-toko online yang masuk jajaran halaman pertama google, rata-rata hasilnya tak memuaskan saya. Mulai link yang error, link yang diklik tak ditemukan, hingga link terbuka namun harga yang tertera jauh lebih mahal.

Ditengah kebuntuan, saya tanya ke teman-teman dan bos yang rajin buka internet, dimana toko komputer online yang menjual LCD 23’. Dari mereka biasanya saya dapat informasi serta memberi link alternative untuk saya kunjungi, karena mereka aktif di forum.

“Coba buka ent*r computer.com, disana barang-barangnya lengkap” kata Bos saya.

Mendengar namanya saya sedikit ragu, sebab selama ini toko online yang sering jadi perbincangan adalah toko itu-itu aja. Sedangkan nama toko ini baru sekali ini saya dengar. Dan lebih ragu lagi, pendengaran saya yang salah atau Bos yang salah nyebutin webnya karena saya tulis ent*rcomputer.com, yang muncul toko komputer luar negeri. Rupanya saya yang salah ketik, harusnya ent*rkomputer.com.

Begitu terbuka, halaman depannya berisi promo produk murah. Di bagian atasnya tertera alamat, no telpon dan YM. Selanjutnya ada kolom-kolom petunjuk jenis-jenis produk yang ingin kita cari.

Langsung saja saya klik bagian kolom LCD.

Daan.. betapa senangnya, dihalaman itu terpampang semua jenis, ukuran, type, dan merk LCD Monitor. Tampilannya berbaris persis pricelist sehingga memudahkan saya mencari barisan merk yang ingin saya beli.

Barisan harga itu tanpa gambar dengan spesifikasi seadanya. Harga yang tertera juga sangat murah. Saya yang setiap hari berpegang harga distributor aja masih kalah dibanding toko ini. entah kenapa harga-harga yang tertera rata-rata adalah harga dealer. Malah beberapa diantaranya dibawah standart harga dealer.

Bukan kesenangan, saya malah takut. Ini beneran toko online apa sekedar nampang harga doang. Malah-malah toko ini fiktif yang menawarkan harga murah kemudian berujung.. ah saya tidak mau berandai-andai. Namun ketakutan itu saya halau karena toko ini menyebutkan alamat. Jadi tidak mungkin kalau toko ini fiktif.

Lebih girang lagi, saat saya bertanya LCD 23’ melalui layanan chatting, si CS menyatakan barang ready.  Sayangnya layanan mereka sedikit lamban. Dari 6 CS yang tersedia, hanya 2-3 saja yang online. Setelah nge-BUZZ berkali-kali dan menunggu sekian jam (jam loh, bukan menit) baru salah satu dari mereka menjawab (Sengaja saya BUZZ semua CS yang online dengan harapan mana yang duluan balas dia yang saya orderi). Untungnya si CS tersebut enak diajak ngobrol. Bahkan dia menyarankan untuk packingan LCD dialas pakai kayu supaya aman. Ah, solusi yang jitu, saya aja gak kepikiran sampai kesana.

Akhirnya terjadilah transaksi. Seperti harapan saya barang sampai dalam waktu 2 hari.

Saya senang belanja online di sini karena selain barang-barang yang dijual sangat lengkap, harga yang ditawarkan termasuk murah. Namun yang jadi kendala adalah kurangnya layanan informasi.

Saya contohkan toko komputer di Surabaya yang rata-rata buka jam 9-10 pagi, maka jam segitu  YM mereka langsung nyala. Namun di ent*rkomputer ini hingga jam 10 lebih, layanan chatting belum ada yang nyala. Saya berpikir, apakah toko komputer ini belum buka? Atau sudah buka tapi YMnya belum dinyalakan?

Sayang kan kalau ada yang beli harus ketahan, namanya juga toko online pastinya YM adalah sarana termudah yang bisa diakses.

Seperti saya yang ada di Surabaya, gak mungkin kalau harus interlokal telpon kesana, walaupun saya butuh banget barangnya. Kalaupun ada No GSM tapi khusus untuk layanan SMS aja. Pun saya coba SMS juga gak dibalas-balas.

Walaupun hanya sekali bertransaksi saya jadi sering berkunjung kemari. Setiap membuka halaman web ini untuk mengecek harga,  seringkali saya mendapati YMnya CS hanya beberapa yang online. Mungkin saja si CS kebanjiran order sehingga harus jawab sana jawab sini. Kalau sudah begitu kenapa layanan CS lainnya tidak dibuka sehingga kami, para calon pembeli dapat segera bertransaksi.

Go Top