Joglo Abang bergoyang #BN2013

Blogger Om-Om bergoyang menikmati irama musik dangdut :D
Blogger Om-Om bergoyang menikmati irama musik dangdut 😀

1451467_1437673859778421_4111241_n

Ada macam-macam ekspresi blogger pada kopdar Blogger Nusantara 2013. Salah satunya ekspresi Blogger Om-om satu ini. Lihatlah betapa enjoynya Om NH ketika bergoyang, Aselolee icik-cicik ehem..

Ekspresi ini dijepret suami saya saat semua blogger naik ke panggung untuk berjoget bersama, namun entah mengapa Om NH lebih memilih joget dibawah panggung 😀

Proyek Monumental 2014: Optimalisasi Blog

Gak terasa sudah tanggal 5 Desember aja.. itu berarti gak sampai sebulan sudah ganti tahun dong ya.. Dan baru nyadar juga kalau lomba blog Proyek Monumental Tahun 2014 yang digelar Pakde Cholik di Blogcamp akan segera berakhir #huft, mulai mengerahkan aji-aji de power oh kefefet# 😀

Jika ditanya apa proyek saya di tahun 2014, dengan mantap akan saya katakan bahwa saya ingin mengoptimalisasi blog!

Kedengarannya cemen banget ya. Tapi begitulah memang harapan saya ditahun depan. Walau sebetulnya kalau dipikir-pikir lagi, sebagai seorang blogger yang sudah ngalor ngidul ngetan ngulon (baca: malang melintang) yang bulan Januari nanti menginjak tahun ke 4, mengoptimalkan blog adalah kewajiban yang harus dijalani sejak awal. Namun kenyataannya mengelola blog itu tak semudah sekedar ucapan. Terutama kegiatan posting dan blogwalking.

Ada banyak sekali halangan dan rintangan sehingga kegiatan ngeblog tidak bisa dilakukan secara optimal lebih-lebih alasan kesibukan yang tidak begitu jelas nama kesibukannya apa hehe.. padahal didalam banyak kesibukan tersimpan pula banyak waktu longgar, bener begitu nggak sih? Nggak apa nggak? Hayo ngakuu.. 😀

Meski bukan seutama posting, tapi blogwalking saya akhir-akhir ini mengalami kemerosotan yang amat tajam, bahkan mulai mendekati tingkat kemalasan akut. Apalagi kalau sudah mulai ngejar postingan kontes. Di awal-awal ngeblog dulu blogwalking amat gencar saya lakukan, klik sana klik sini, komen sana komen sini, ikut kontes sana, ikut kontes sini. Namun entahlah, kenapa akhir-akhir ini kerajinan saya sedikit berkurang (kurang rajin bukan berarti males, kan? 😀 )

Sengaja saya tidak mau muluk-muluk tentang proyek hidup saya setahun kedepan. Bukan karena takut gagal tetapi saya hanya menyeimbangkan kemampuan yang ada. Apalagi dengan titel saya sekarang yang Drs, alias Di rumah saja, membuat jiwa saya ingin membuktikan bahwa saya seharusnya bisa melakukan sesuatu yang terbaik. Dan sesuatu yang paling dekat dan mudah saya lakukan adalah ngeblog.

Akhir-akhir ini saya baru menyadari bahwa 4 tahun kemarin, kegiatan ngeblog saya hanya sekedar hura-hura. Walau toh, memang harusnya begitu, ngeblog sebagai kesenangan. Tetapi andai hura-hura itu dilakukan dengan lebih serius mungkin hasilnya akan berbeda. Setidaknya postingan yang saya tulis bukan dijadikan sebagai ajang menggugurkan kewajiban semata. Jujur dalam postingan-postingan lama itu ada banyak rahasia yang belum terungkap ke permukaan bahwa sebetulnya banyak sekali postingan saya yang GeJe, yang tidak jelas tujuannya, dan yang hanya saya jadikan sebagai posting penggugur agar tidak di cap sebagai blogger malas posting hehe..

Kesadaran itu baru saya rasakan saat melihat teman-teman blogger telah banyak meraih prestasi. Dari kegiatan ngeblog saja rata-rata mereka sudah mengantongi penghasilan sendiri. Wujud nyata penghasilan bisa berupa uang, barang, dan yang paling membuat mupeng adalah menerbitkan buku dari kumpulan tulisan di blog! Keren nggak itu.. kalau tulisan di blognya se tema sih gak masalah dibukukan, lha kalau blog saya yang kebanyakan geje, apa yang mau di bukukan?

Jika blog ditulis dengan lebih serius kemungkinan besar tulisan-tulisan itu akan berwujud menjadi semacam kumpulan cerita penuh makna yang suatu saat bisa saya manfaatkan, entah itu sebagai pembelajaran diri atau malah dijadikan buku yang syukur-syukur bisa nampang di toko buku besar.

Lalu apa yang saya lakukan untuk menggarap proyek optimalisas blog pada tahun 2014 mendatang?

1. Yang pertama saya lakukan adalah membenahi kategori blog terlebih dahulu misalnya, kategori Surabaya yang berisi hanya tentang perkembangan kota Surabaya. Kategori kontes, hanya berisi tulisan kontes. Kategori Kopdar, tulisan yang berisi kopdar saja (jujur saja selama ini kalau habis kopdar saya jarang bikin postingan. Sepertinya kemalasan itu akibat kebanyakan makan gurame balet :D), dan kategori lain yang lebih personal.

2. Saya akan berusaha untuk rajin membuat postingan. Kalau posting setiap hari agaknya susah ya, jadi saya ambil 2 hari sekali saja agar hari berikutnya bisa saya gunakan untuk blogwalking sambil mencari info kontes 😛

3. Saya akan membuat postingan yang bersifat serial. Misalnya saya menulis tentang pengalaman pribadi saat naik kereta api ekonomi Gaya Baru Malam sehingga tulisan saya nantinya berisi cerita dan pengalaman suka duka naik kereta ekonomi. Saya optimis bahwa tulisan yang bersifat serial lebih mudah dikumpulkan dan dijadikan buku.

4. Yang pasti saya ingin belajar mendalami karakter tulisan agar tulisan-tulisan yang terpublish mengandung jati diri pribadi saya. Karena sebagai blogger interaksi dengan teman hanya melalui tulisan aja.

5. Belajar dan mengumpulkan kosakata baru. Saya akui kosakata saya sangat kurang sekali sehingga agar tulisan saya lebih berbobot dan kaya bahasa maka saya harus terus banyak-banyak membaca.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sajikan. Semoga yang sedikit ini bisa saya kerjakan dengan sungguh-sungguh. Biarlah yang sedikit ini menjadi banyak dulu agar seiring berjalannya waktu yang banyak itu bisa terus terkumpul dan menjadi ladang karya. Amiin 🙂

Prediksi Jitu: Menebak maaf

Ketika admin Warung Blogger melontarkan Prediksi Jitu sebagai kata kunci periode ke 2 dalam program PKK kepala saya langsung nyut-nyutan. Maksudnya apa ini.. Kalau cerita abg sih jelas ya karena berhubungan dengan kenakalan remaja. Sedangkan ini.. harus mikir berulang-ulang apa maksudnya.

Supaya penasaran saya tebayar lunas langsung saja saya lari ke halaman pencarian lalu mengetik keyword tersebut. Dan ternyata… kata kunci kali ini berhubungan dengan judi dan togel! Duh miris banget melihatnya karena didepan saya terpampang link-link yang memuat aneka kata kunci yang intinya mengandung 1 kata, JUDI!

Eh awas lo kalau suka main judi nanti bisa ditangkap Pak Polisi. Mendingan cari uang yang jelas supaya hasilnya juga jelas. Pak Ustad bilang judi itu dilarang agama, meskipun hasilnya banyak tapi tidak menjanjikan kemewahan. Mendingan kerja yang kasat mata, biar bisa puas nikmati hasilnya.

Kalau diperhatikan secara seksama mendapatkan angka prediksi jitu togel itu susah-susah gampang. Dibanding gampangnya, lebih banyak susahnya. Paling tidak dalam sekali duduk penjudi itu bisa menghabiskan berbatang-batang rokok. Iya kalau cuma rokok, kalau pakai minuman keras yang di oplos sama obat serangga gimana? Nyawa lah taruhannya.

Oya, omong-omong prediksi, nanti malam kira-kira Australia mau minta maaf sama Indonesia gak ya? Menurut berita di TV kemarin Pemerintah Indonesia menargetkan kalau hari ini adalah batas waktu yang diberikan kepada mereka supaya segera meminta maaf atas tindakan penyadapan yang dilakukan Australia kepada Indonesia. Geram juga dengarnya, enak aja dia bilang sembunyikan rahasia negara, bukalah rahasia negara lain. Maunya apa gitu lo, Mbok ya jangan gitu, kita kan tetanggaan. Jangan bikin orang Indonesia susah paham napa sih?

Tapi yang sudah terjadi ya sudah lah. Gak usah diperpanjang kali diperlebar lagi. Indonesia ini orangnya baik-baik, sabar dan pemaaf kok. Yang penting sekarang segeralah minta maaf dan untuk data rekaman yang sudah disadap kembalikan kepada yang punya. Kalau pun sudah sempat dicopy, tolong dihancurkan dengan segera agar tidak bocor ke negara-negara lainnya.

Semoga Prediksi Jitu saya ini benar bahwa Australia akan meminta maaf kepada Indonesia. Agar hubungan sedang memanas ini tidak makin meledak yang akhirnya menimbulkan rasa saling tidak percaya Indonesa kepada Australia.

Sehari tanpa gadget: Biasa aja lagi..

Bila bicara gadget pikiran saya langsung melayang ke tahun 2003, tahun pertama saya punya HP. Ketika itu ragam HP masih monochrome. Belum warna seperti sekarang. Menu yang ditampilkan masih standart telp, SMS, dan permainan yang.. yah jauh bedalah kalau dibanding candy star. Walau candy star sendiri termasuk mainan gampangan. Tapi ngangeni looh 😀

Candy Star yang ngangeni  itu. Gambar dari sini
Candy Star yang ngangeni itu. Gambar dari sini

Masa berubah. HP berganti menjadi smartphone canggih yang bisa dipakai buat buka sembarang. Telpon, SMS, Ngegame, Chatting, Browsing, Download sepuasnya. Hampir mirip seperti fitur komputer.

Tapi bukan Yuni namanya kalau kemana-mana pegang HP. Walaupun sudah punya HP yang bisa dipakai online setiap saat tapi seorang Yuni masih belum secaggih smartphonenya.

Disaat teman-teman asyik BBM-an, saya malah gak mau pakai BB. Disaat teman-teman sibuk chatting pakai HP, saya malah buka laptop pasang modem. Daaan… disaat semua orang sudah ngetwit ribuan kali hingga memiliki follower ratusan bahkan ribuan, saya masih sedang belajar mendalami karakter si burung biru ini. Duh, alangkah ngenes hidupmu, nduukk..

Ngetwit cuma buat daptar GA :D
Ngetwit cuma buat daptar GA 😀  Difolo-difolo 😛

Jujur, akhir-akhir ini saya sering merasa galau sendiri melihat banyaknya sosial media yang saya ikuti. Ditambah banyaknya grup yang bermunculan sehingga membuat diri saya seolah semakin lama semakin ditimbuni kata-kata status. Saya jadi bingung menempatkan diri saya. Disisi lain saya ingin mencari tambahan ilmu dan berbagi bersama teman-teman grup, namun disisi lain saya juga harus mengupdate blog sembari Blogwalking. Jangankan buka twitter, buka facebook aja bisa 2-3 jam-an. Belum ngedraft postingan. Lalu BW. Trus kapan makannya? Kapan pacarannya?
Untung saya gak punya BB, coba ada mungkin saya sudah nungging-nungging saking pusingnya

Sebetulnya kalau dibilang penting, sosial media itu penting. Andai saya punya laptop yang layarnya super lebar, mungkin saya akan membuka semua aplikasi sosial media, dimana ditiap sosial media yang terbuka itu saya pasangi robot hasil kloningan otak saya sehingga mereka bisa memasang status dan komentar seperti mau saya.

Tetapi karena keterbatasan jari, otak dan waktu, maka lebih baik saya pasif aja. Memiliki gadget dipakai sekedarnya saja. kembali ke niat awal gadget sebagai alat komunikasi praktis. Yang penting saat butuh dihubungi saya ready.
Mending gitu kan dari pada semua akun sosmed di punyai tapi ketika dibutuhkan gak ada respon sama sekali.
Seandainya suatu hari nanti ada pencanangan Hari tanpa Gadget seperti yang di hayalkan Mbak Iyha, saya adalah orang pertama yang ngacung tinggi-tinggi.

Lalu apa yang saya lakukan jika sehari tanpa gadget?

1.Biasa saja. Emang sudah biasa gak ada gadget. Kalau gak ingat batere habis, saya biarkan aja dia dibawah bantal sebagai pengganti alarm
2. Baca buku. Ini paling penting. Secara saya hobi beli buku tapi kurang hobi baca buku. Setidaknya jika tidak ada gadget waktu luang saya lebih banyak saya habiskan untuk menyelesaikan buku-buku yang sudah lama dibeli dan hingga sekarang masih jadi pajangan.
3. Jalan-jalan. Ini yang paling saya suka. Secara di Surabaya banyak bermunculan hal-hal unik yang tak terduga. Beberapa kali saya keliling kota bersama suami, disaat itu pula lah tanpa sengaja saya ketemu sama Bu Walikota. Terkadang ditengah perjalanan saya mampir sebentar disuatu tempat untuk melihat pertunjukan reog ponorogo atau jaran kepang yang kami temui tanpa sengaja.
4. Main Monopoli dan ular tangga sama keponakan. Hoho… mainan ini favorit banget. Apalagi kalau yang main 3-4 orang. Bangkrut-bangkrut deh, habis uang dikenai pajak sana sini 😀
5. Ngumpulin koran sebanyak-banyaknya lalu mengkliping sesuatu yang menarik. Seperti cerpen, cerbung, dan cerita unik lainnya untuk dijadikan referensi penulisan. Satu lagi, resep dan foto masakan. Kayaknya ini penting banget buat pegangan hidup saya nanti jika sudah jadi orang 😛
6. Yang terakhir saya akan berdoa lama agar saya diberikan kecerdasan otak buat berpikir lebih melebihi kecerdasan otaknya smartphone hehe..

Masuk Neraka Siapa Takut #Meninggalkan Sholat demi kuis

Waktu dibangku SD saya paling sulit kalau disuruh Sholat. Ada aja alasannya. Kalau tidak capek, ya males.

Setiap terdengar Adzan Maghrib, Bapak selalu menyuruh anak-anaknya segera ambil air wudhu lalu menunaikan Sholat di langgar dekat rumah.
Berangkat sih berangkat, tapi ya begitu dengan perasaan setengah-setengah. Apalagi kalau menjelang Isya’, malesnya makin paraah. Jam-jam segitu kan waktu saya main sama teman-teman. Kalau nggak lagi asyik main gobak sodor ya main petak umpet. Ada panggilan sholat, dianggap gampang, toh waktu Isya kan panjang. Bisa sampai menjelang Shubuh.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.al‘Ankabut(29):45)

Padahal dalil ini sudah pernah saya baca tapi setiap membacanya seolah hal biasa saja. Dan dalil ini pertamakali saya temui saat di bangku SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di bab Sholat. Kalau tidak salah Bab Sholat diterangkan di awal-awal Cawu (Catur Wulan) setelah bab Thoharoh (Bersuci) dimana keduanya bagi umat Islam merupakan bab penting sebagai pedoman menyempurnakan kewajiban ibadah.

Selain di sekolah, 2 bab ini juga diterangkan oleh Ustadz saya di TPA. Selama menjadi santri TPA tak henti-hentinya Ustad dan Ustadzah menjelaskan, menerangkan hingga mewajibkan semua santrinya menjalankan ibadah sholat 5 waktu.

Sebagai murid yang baik tentu saja saya harus mengikuti anjuran Guru sekolah, kalau tidak patuh nanti takut nilai saya jelek. Masalahnya Guru suka mengabsen murid, siapa saja yang pergi ke Masjid dan siapa saja yang tidak pergi. Kalau tidak pergi alasannya apa. Jika alasannya tepat, misalnya sedang datang bulan, Guru akan memaklumi.

Begitupun di TPA. Karena lokasinya didalam masjid, mau tak mau saya ikut sholat juga. Kalau tidak sholat mau alasan apa? Bilang haid juga tak mungkin, masak haid masuk masjid. Biasanya kalau haid Ustad/Ustadzah tidak mewajibkan santrinya masuk. Dan ini yang selalu saya tunggu-tunggu, bolos seminggu! Horee.. *penting! jangan tiru ini, kecuali kasusnya sama*:D

Kembali ke cerita rumah.

Demi menyuruh anak-anaknya Sholat, Bapak saya sampai harus marah-marah. Pokoknya setiap menjelang sholat Maghrib ada aja keributan di rumah. Paling sering ya disuruh matikan TV. Namanya juga anak-anak, kalau sudah asyik nonton kartun trus tiba-tiba disuruh matikan TV bawaannya pasti marah.

Biasanya Bapak saya akan menunggui anak-anaknya. Setelah semua ambil air wudhu, lalu semua berangkat ke langgar satu-satu, baru Bapak saya berangkat sambil tak lupa mengunci pintu.

Suatu ketika di TV sedang ada acara kuis Family 100 yang dipandu oleh Sonny Tulung. Acara kuis-kuisan seperti ini adalah acara yang paaling saya suka. Sayangnya, kuis ini ditayangkan tepat jam-jam orang Sholat Maghrib. Andai saya punya akses protes, akan saya protes yang punya TV agar acara itu ditayangkan usai Sholat Isya saja biar saya bisa nonton penuh.

Dari mana tau saya ada acara kuis?
Dari tetangga rumah. Kebetulan tetangga saya langganan nonton acara kuis itu. Setiap menonton volume TV nya dibesarkan dengan pintu sengaja dikuak lebar-lebar. Jadi ketika berangkat ke langgar mata saya selalu menoleh ke arah TVnya. Kalau sekedar noleh kurang puas, saya akan berhenti dan berdiri di ambang pintu sambil menunggu kata-kata Sonny Tulung: “Survei membuktikan!!”

Kalau sudah begitu saya sering lupa diri. Kalau belum terdengar iqomah, saya nggak akan beranjak dulu. Atau kalau sedang iklan baru saya lanjutkan berjalan ke langgar.

Pun setiap kali melihat saya berdiri di ambang pintu rumahnya sambil menggendong mukena, tetangga saya seolah menjadi orang paling baik sedunia. “Melbuo mrene lho, Yuuun” (Masuk kesini (rumah) lho Yuun..” coba siapa yang nggak ngiler dengan ajakan itu. Mendengar saja kuping saya terasa nyeesss saking ademnya. Gimana nggak adem, di saat jam segitu dilarang nonton TV sama Bapak, eh.. tetangga malah ngajakin nonton TV bareng.

Emang si tetangga gak sholat?
Peduli amat. Kalau perlu nggak usah sholat biar TVnya nyala terus 😀

Suatu hari ada segmen Kuis Family 100 Bintang-bintang. Acara Spesial Family 100 Bintang-bintang ini tayangnya Cuma hari Sabtu. Dan acara ini yang paling saya tunggu-tunggu. Kapan lagi bisa melihat artis tampil di kuis bersama saudara-saudaranya. Setidaknya saya bisa melihat kadar kecerdasan mereka.

Kebetulan yang menjadi peserta bintangnya dari keluarga Tobing. Keluarga ini sudah berminggu-minggu menjadi keluarga bertahan dan sebentar lagi akan berhak mengikuti babak Jackpot yang hadiahnya uang senilai 5 juta Rupiah.

Satu yang saya suka di keluarga ini yaitu kemunculan Lulu Tobing. Saya memang ngefans sama Lulu Tobing. Peranya sebagai Indah di sinetron Tersanjung sangat bagus.

Seperti biasa Adzan Maghrib tiba. Saya pun mengambil air wudhu sambil ogah-ogahan. Tak terbayang kecewanya saya karena harus melewatkan kehadiran Lulu Tobing di kuis. Sambil mendekap mukena saya melewati rumah tetangga saya.

“……. Kami hadir kembali di acara kuis Family 100 Bintang-bintang……” Suara Sonny Tulung yang berteriak penuh semangat terdengar di gendang telinga. Bak komando saya pun segera berbelok masuk ke dalam rumah tetangga itu.

“Kenapa belok? Nanti dimarahi Bapakmu, lho..”canda tetangga saya. “Ini lho Pak Yuni disini, dia lagi asyik nonton kuis” godanya lagi sambil seolah berbicara dengan seseorang di depan pintu. Otomatis saya kaget. Pas saya lihat keluar ternyata dia ngomong sendiri. sengaja buat menakut-nakuti saya.

“Bohong, ye.. nggak ada..” kata saya ikut mengintip keluar.

“udah nggak usah sholat. Sayang kalau ditinggal, ada Lulu Tobing, lho..” bujuk tetangga saya lagi.

Saya diam saja tak menanggapi. Toh belum kedengaran Iqomah dari langgar, sebagai tanda Sholat akan di mulai. Saya lanjut meneruskan nonton.

Sekarang saatnya Lulu Tobing maju kedepan untuk mendengarkan pertanyaan Sonny Tulung dan bersiap berebut menjawab dengan keluarga artis lawan. Saya pun asik mengikuti obrolan Sonny Tulung yang bertanya kepada Lulu tentang kegiatan apa yang sedang dilakukan sekarang. Saat sedang asyik menyimak itulah, terdengar Iqomah.

“Waduh, Qomat reek” keluh saya tanpa beranjak berdiri.
Melihat saya malas-malasan tetangga saya bilang “Udah, gak usah sholat..”

Kalimat yang saya dengar barusan membuat saya bimbang. Sholat nggak, sholat nggak.

“Kalau saya gak sholat nanti Bapak marah” jujur, waktu bilang itu ada perasaan bersalah juga. Tapi acara kuis ini juga bagus ditonton.
“Tenang aja, Bapakmu gak bakalan tau. Saya juga gak akan ngomong”. Diam sesaat.” Tapi bukan berarti saya nyuruh kamu gak sholat lho ya, dosa aku nanti” lanjutnya.

Daan.. akhirnya saya memutuskan tidak sholat. Supaya berjalan mulus saya membuat skenario pulang paling akhir.

Begitu sampai rumah Ibu saya tanya dimana saya sholat? Whoa.. saya lupa kalau Ibu juga jamaah perempuan sehingga tau kalau anak perempuannya tidak ada di sampingnya.

Alhasil, semalam itu saya diceramahi sama Bapak dan nggak boleh keluar main sama teman-teman. Nasiiibb….

Si sahabat cuaca panas

Bulan-bulan terakhir ini cuaca kota Surabaya sangat panas. Begitu terik. Tak hanya di luar rumah, didalam rumah pun udaranya ‘sumuk’ sekali.

Hingga kipas angin yang gak siang, gak malam, bahkan pagi hari pun terus berputar. Namun tetap tak membantu menyegarkan udara di dalam ruangan. Untungnya kipas angin saya tahan banting. Ups, jangan ngerasani kipas angin nanti baling-balingnya ngambek. Malah bikin repot nanti.

“Di kipasi panas, nggak dikipasi badan basah oleh keringat”
Begitu keluh saya setiap usai matikan kipas beberapa menit yang lalu karena sebelumnya anginnya mengganggu badan saya yang makin lama anginnya makin tak nyaman. Hawanya seperti paduan antara gerah dan isis yang kemudian menghasilkan udara meriang.

Tips saya untuk menghilangkan segala kegerahan adalah dengan memainkan tombol kecepatan. Biarlah tombol itu berganti setiap 10 menit asal saya bisa menikmati kipas angin ini. Dari pada saya harus bolak-balik ke kamar mandi untuk mengguyur badan. Nanti malah jadi boros air.

Saya tidak tau kenapa di wilayah tempat tinggal belum juga turun hujan. Padahal di kawasan Dinoyo, yang lokasinya tak jauh dari rumah saya sudah sering turun hujan bahkan sampai jalanannya tergenang air! itu berarti hujannya lebat banget, kan ya? Yang buat saya heran kenapa tempat tinggal saya gak dikasih cipratan air hujan barang seember pun, toh ya jarak nya cuma dibatasi sungai kali Mas aja. Ini mendungnya pilih kasih sih!

“Kebanyakan dosa!”
Selalu begitu jawaban yang diberikan orang-orang ketika saya bertanya kenapa di rumah saya tidak hujan-hujan?

Emang ada gitu hubungan antara hujan dan dosa?
Dosa kan relatif ya. Kalaupun sering melakukan dosa, upaya jitunya ya meminta ampun. Bukannya minta hujan, kan?

Yah terserah deh apa alasannya yang penting semoga tingkat kegerahan ini bisa diturunkan secepatnya supaya kipas angin saya segera istirahat untuk sementara waktu. Karena kipas angin ini sudah mulai menunjukkan gejala tidak beres. Tombol kecepatan sudah gak mau fungsi. Ditambah lagi penutup baling-balingnya suka bunyi-bunyi. Sudah dicoba betulin eh, bunyinya makin keras. Dari pada mengganggu pendengaran akhirnya penutupnya di copot. Jadilah kipas angin saya gundul. Harus makin waspada nih kalau ada anak kecil. Siapa tau dia melihat baling-baling muter, lalu tangannya di masukin ke dalam kipas angin.

Sebagai jaga-jaga kalau suatu saat kipas angin itu marah lalu mogok, lalu saya coba browsing di toko online Lazada.co.id .

Kalau nggak dikasih tau itu kipas, pasti sudah saya pake masak air :D
Kalau nggak dikasih tau itu kipas, pasti sudah saya pake masak air 😀

Pas saya lihat di bagian peralatan rumah tangga saya melihat kipas angin yang bentuknya unik. Awalnya saya kira panci yang ada pegangannya. Eh ternyata kipas angin yang gak ada baling-balingnya. Konon kalau pakai kipas angin ini saya tak perlu mengatur sudut hembusaan! Ah, keren sekali..

Harus mulai nabung dari sekarang nih supaya bisa beli kipas angin cantik ini. Karena kalau kelamaan takut stock di Lazada Indonesia habis.

Diingatkan itu..

Diingatkan oleh sesama pengguna motor di jalan itu rasanya super sekali.

Kemarin sepulang dari Hi-tech Mall, sesampai di dekat lampu merah Jl. Ambengan saya mengurangi laju kendaraan karena kena lampu merah.

Saat motor sedang melaju pelan, didepan saya sudah ada satu mobil yang berhenti lebih dulu. Ketika sedang bersiap untuk berhenti, dari arah kiri saya ada 2 pemuda berboncengan melewati saya sambil teriak “Mbak, jagange!”

Mendengar teriakan itu saya spontan menoleh lalu buru-buru menaikkan jagang menggunakan kaki kiri. Sebagai ucapan rasa terima kasih karena telah diingatkan saya pun lantas membuka kaca helm dan memberi kode dengan jari kepada mereka.

Sayang kode yang saya berikan itu tak sampai mereka lihat karena tiba-tiba mereka sudah melesat jauh menerobos lampu merah. Untungnya kendaraan dari arah berlawanan belum ada yang lewat sehingga motor yang membawa dua pemuda itu dengan leluasanya menyebrang.

Perasaan saya antara senang sedih.

Senang karena di jalan masih ada orang yang peduli terhadap keselamatan pengendara lain. Dan sedih karena mereka tidak konsisten terhadap ucapannya sendiri. Mengingatkan orang lain supaya tidak celaka, eh mereka malah melakukan percobaan mencelakai diri.

Mereka ingin mengorbankan diri, atau sengaja berkorban demi saya?

Ah, jadi GeeR saya..

Dan untungnya mereka masih diberi keselamatan. Andai celaka saya mau bilag apa sama mereka. Mau bilang terima kasih dihadapan orang tergelatak sambil nangis-nangis? Itu sih sinetron bangeet. Atau bisa-bisa saya yang malah di tuduh mencelakai mereka. Orang celaka kok di kasih ucapan terima kasih.

Mau bilang maaf, lah memangnya saya salah apa, wong saya nggak ngapa-ngapain mereka.

Ada baiknya saya berdoa meminta ampunan buat mereka supaya dosa-dosa yang telah diperbuat tidak diulang lagi.

Iya kalau masih hidup. Lah, kalau meninggal?

Aduuh.. kok saya jadi berpikir jahat sih..

Mau gimana lagi kemungkinan seperti itu kan cuma 2 pilihannya. Kalau nggak hidup dengan menderita luka, ya menderita luka lantas meninggal. Aduh, ngerinya.

Apapun kemungkinan itu yang jelas saya mohon ampun saja deh. Yang penting saya sudah minta ampun dan memohonkan ampunan buat mereka. Harus bagaimana lagi wong sudah terlanjur terjadi.