Women Interest

Pilih Mana, Belanja Online saat Harbolnas atau saat Natal dan Tahun Baru?

Pada akhir tahun atau menjelang pergantian tahun, selalu saja ada hal-hal menarik yang kita temui. Diskon gede-gedean lah, cuci gudang lah, dan segala hal yang membuat lapar mata. Diantara semua itu yang paling menarik adalah kehadiran promo harbolnas (hari belanja online nasional) yang jatuh setiap tanggal 12 bulan 12 (tiap tahun), serta Promo Natal dan Tahun Baru yang digelar oleh hampir semua toko online di Indonesia.

harbolnas Continue reading “Pilih Mana, Belanja Online saat Harbolnas atau saat Natal dan Tahun Baru?”

Blogging

Tekad lari dan semangat melangsingkan tubuh

Ini tentang lari. Wall Facebook saya akhir-akhir ini banyak foto teman-teman yang berpartisipasi dalam ajang Run sekian kilometer. Dari yang 5K hingga 20K. Penyelenggaranya dari bermacam-macam brand, dan kalau diperhatikan sebulan bisa beberapa kali acara. Salah satu diantaranya seorang teman yang baru saya kenal.

Setahun lalu, saya janjian ketemu teman baru dari Jakarta. Perawakan teman saya ini tinggi, badannya bagus, dan terlihat segar. Beberapa lama ngobrol, terbukalah aib bahwa sebelum memiliki tubuh indah, badannya dulu gembrot. Astaga, saya sampai melongo tak percaya!

Demi meyakini ketidakpercayaan saya, teman ini sampai membuka foto-foto di kameranya yang tersimpan setahun lalu di galeri smartphone.

β€œIni kamu, Mbak?” tanya saya masih tak percaya.

sepatu lari

Siapa, toh, yang nggak mupeng lihat orang sukses melakukan diet? Dari yang sebelumnya bertubuh buesar, lalu berubah jadi langsing. Saya pun ngepoi trik bagaimana mendapatkan badan ideal seperti dirinya. Walau badan saya gak gembrot banget, pertumbuhan usia telah berhasil memicu body saya tumbuh kesamping. Sebel gak, sih!

Saya berhasil membujuknya! Rahasia tubuh indahnya terletak pada kebiasaannya berlari. Resep yang dia bagikan adalah, saat mulai memantapkan diri mengurangi berat badan, Ia berlari dengan jarak yang pendek-pendek. Hari pertama Ia berlari sepanjang 30 meter. Bagi saya, jarak 30 meter itu kecil, tapi bagi dia, lari 30 meter dengan badan yang besar membuatnya ngos-ngosan.

Hari kedua Ia tambahkan jaraknya menjadi 40 meter. Nambahnya sih sedikit, namun karena konsisten dilakukan, lama-lama jadi terbiasa. Olahraga lari itu Ia lakukan setiap hari selama 3 bulan, hingga kemudian Ia dapat berlari 1 K setiap hari. Hasilnya, pelan-pelan berat tubuhnya berkurang. Bayangkan, 3 bulan saja! Saat saya tanya pola makan, Ia tak membuat pola apa-apa. Makan, ya makan. Nggak ada menu diet-dietan. Hanya saja Ia memperbanyak porsi buah dan sayur.

Sejak pertemuan itu, saya hanya melihatnya via facebook. Foto-foto larinya sering menghiasi wall saya. Badannya? Singset, bok!

Lah saya? Makin bergelambir, huhuhu….!

Tau nggak, setelah mendengar kisah inspiratifnya, saya sudah menyusun tekad besar untuk mengikuti jejaknya. Jejak menjadi pelari kelas teri. Namun apalah, tekad hanyalah tekad. Prakteknya yang belum kesampaian. Padahal jaman sekolah dulu, saya selalu jadi orang pertama yang datang lebih dulu saat pemanasan pra pelajaran olahraga. Tambah gede soyo tambah loyo.. haha..

Satu lagi kisah inspirasi yang datang dari seorang blogger di Surabaya yang saat ini rajin ikut even lari. Namanya juga ambisi, teman blogger ini tak lepas dari investigasi saya. Saat duduk bersama, saya kejar terus dengan pertanyaan, gimana larinya? Capek nggak? Lari paling jauh berapa kilometer? Kalau finish dapat apa? Hingga pertanyaan alakazam, medalinya bisa dijual nggak? Hehe..

Yang paling alakazam lagi, dia cerita bahwa sepatunya dapat endorse. Harganya hampir sejutaan. Lalu, lalu, dia iming-imingi saya, β€œMakanya ikut lari supaya ditawari endorse sepatu. Kamu, kan, senang dapat barang endorsan!” minta di sulap abakadabra juga nih orang! πŸ˜€

Jujur saja, sejak mendengar lari bisa melangsingkan badan, saya terobsesi memiliki sepatu lari. Minimal punya sepatunya dulu, deh. Urusan lari melari itu belakangan. Yang penting sanggup menyerang kemalasan bangun pagi!

Sepatu lari

Dari pada olahraga lainnya, lari paling gampang dilakukan orang. Tapi kok ya, yang paling gampang begini, justru paling sulit dilakoni. Ah, mumpung tekad masih ada, saya harus mempertahankannya. Segala hal kan harus dimulai dari niat, kan ya, meskipun prakteknya nanti saja.

Mumpung sebentar lagi Harbolnas, saatnya hunting sepatu yang kasih diskon besar. Tekad masih kuat, semangat belanja biasanya meningkat. Kolabarorasi yang pas, deh!

Women Interest

Voucher Diskon Harbolnas

Woww, diskon Harbolnas tahun ini gila – gilaan sekali.. semua toko online menawarkan harga murah. Di tambah janji free voucher jutaan Rupiah hingga membuat mata saya terbelalak. Tentu saja, voucher itu tak sekedar voucher. So pasti ada minimum pembelanjaannyaa..

Harbolnas

Seminggu ini saya terima email isinya tentang promo Hari Belanja Onleeeenn, semua. Ada katalog, promo harga murah, iming – iming diskon, dan hanya sedikit yang memberikan tips agar tak kalap belanja. Walaupun isinya tips, tapi kalau yang memberikan wejangan dari website toko online, tetap saja ujung-ujungnya disuruh belanja jugaak hehe..

Tak sekali saja saya terima hadiah voucher dari berbagai toko online. Dari voucher senilai 50 ribu hingga ratusan ribu. Sampai sekarang voucher itu utuh, belum saya gunakan sama sekali. Habisnya bingung mau di pakai buat beli apa. Trik marketing toko online sekarang banyak jebakan betmen nyaaa.. kalau gak pinter – pinter baca S & K nya, takut kejebak.

Sekarang katakanlah Voucher 50 ribu berlaku untuk belanja minimum pembelian 100 ribu. Cengli lah ya kalau nilai segini. Nambahnya gak terlalu banyak. Saya mau pakai yang ini saja.. hehe

Ada juga voucher 100 ribu, berlaku untuk belanja minimum 300 ribu. Agak mendingan dikit. Beli sepatu masih lumayan diskonnya.

Voucher 150 ribu, berlaku untuk belanja minimum 750 ribu. Ini sudah mulai berat. Banyakan belanjanya ketimbang diskonnya hihi..

Adalagi Voucher 300 ribu berlaku untuk belanja minimum 2 juta Rupiah!… Hmm.. nilai vouchernya lumayaan, tapi kalau harus belanja 2 juta dulu, maaf – maaf, yaa.. mendingan buat beli beras dan bayar tagihan internet dulu di rumah haha..

Duit 2 juta kalau bisa di pakai buat beli HP sama kamera, diskonnya 300 ribu, itu bagusan. Tapi diskonnya harus benar – benar diskon. Dan barangnya benar – benar asli. Kalau diskonnya di naikin dulu, mendingan beli di counter aja deeh.. hihi.. apalagi sekarang banyak barang ASPAL. Jangankan beli di online, beli di counter aja kalau gak tanya sedetail – detailnya masih bisa kejebak, kok..

Yang perlu dicermati di Hari Belanja Online Nasional adalah pintar – pintar lah memanfaatkan momen, memanfaatkan voucher, dan memanfaatkan harga sebaik – baiknya. Cek dulu kebenaran harganya. Jangan sampai hanya karena terpedaya tulisan diskon 82% kita jadi kalap. Apa bener harga yang di coret itu itu harga asli. Kalau harga aslinya segitu, untung di kita, ya. Sekarang di balik, apakah toko online gak rugi kasih diskon segitu banyak…

Seiko

Seperti yang beberapa hari ini mondar – mandir di halaman web, gambar jam tangan berkeliaran di mana-mana. Modelnya bagus – bagus. Mereknya keren – keren. Dan diskonnya, ampuunn.. dari harga sejutaan, dikurang diskon jatuhnya dibawah seratus ribu aja, lho… Itu beneran gak sih barangnya?

Maksud saya, memang bener jam tangan, tapi mereknya asli, apa KW? Jangan sampai jam tangan merek biasa, jadi kayak merek mahal karena di pajang mentereng di toko online. Di tambah lagi harganya nan meleset jauh ke atas. Bukan apa – apa, siih.. di Mall – Mall banyak yang jual jam tangan harga 50 ribu –an. Dan penjual gak sesumbar merek. Ya, tau sendirilah, jam tangan harga 50 ribu kayak apa..

Tapi ada juga toko online yang promosi Jam Tangan Seiko 5 dengan memberlakukan kalimat iklan: Mulai Dari Harga sekian. Kata β€˜Mulai Dari’ bisa diasumsikan kalau harga jam tangan tersebut paling murah sekian rupiah. Iklan ini menurut saya elegan, dan pembeli pun tidak terjebak diskon.

Apapun promosinya, Harbolnas tahun ini memang benar-benar meriah.. Selamat berbelanja, ya, temaaan.. ^^