Bisnis · Kuliner · Wajah Surabaya · Women Interest

3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi

2017-04-28_05-48-04

3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi – Saat belanja kadang-kadang kita terjebak lapar. Clingak clinguk di sekitar gak ada tempat makan yang bisa di jujug. Mau ngemil sosis kayaknya kurang nendang. Mau ngemil mie instan gak mungkin, ini supermarket bukan gunung. Mau makan di luar tanggung, belanja belum selesai, antrian di kasir sangat panjang. Masa ninggalin troli barang begitu aja?

Trus apa yang kita lakukan? Continue reading “3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi” »

Beauty · Review · Wajah Surabaya · Woman Property

Hayyu Syar’i Skin Clinic Surabaya, Klinik Kecantikan Kulit Syar’i Pertama di Indonesia

Hayyu1

Hayyu Syar’i Skin Clinic Surabaya, Klinik Kecantikan Kulit Syar’i Pertama di Indonesia“Assalamu A’laikum”

Sapaan ramah 2 muslimah menyapa saya ramah begitu membuka pintu kaca.

Saya yang terbiasa slonong geboy tertegun, lalu menjawab salam tersebut dengan setengah malu. Hih, kebiasaan! Selalu lupa memberi salam kalau masuk ruangan. Continue reading “Hayyu Syar’i Skin Clinic Surabaya, Klinik Kecantikan Kulit Syar’i Pertama di Indonesia” »

Jalan-jalan · Wajah Surabaya · Women Interest

One Stop Shopping Transmart Lenmarc, Destinasi Belanja dan Hiburan Keluarga

One Stop Shopping Transmart Lenmarc, destinasi belanja dan hiburan keluarga. Emang Transmart Lenmarc Surabaya itu ngangeni. Baru aja seminggu lalu dari sana, sekarang pengen kesana lagi. Masih penasaran denan produk fashionnya. Apalagi pas saya kesana banyak baju diskonan yang dikerubuti oleh pengunjung.

Seperti yang saya tulis disini, konsep supermarket Transmart Lenmarc Surabaya mengadopsi One Stop Shopping dimana segala kebutuhan rumah tersedia lengkap dalam satu tempat. Pengunjung serasa diistimewakan karena segala macam produk sudah tersedia. Tinggal tunjuk saja, bayarnya nanti di kasir 😀

Seperti apa sih One Stop Shopping Transmart Lenmarc? Continue reading “One Stop Shopping Transmart Lenmarc, Destinasi Belanja dan Hiburan Keluarga” »

Jalan-jalan · Parenting · Wajah Surabaya

Main Air di Taman Balai Kota Surabaya

2017-03-15_12-14-13

Main air di Taman Balai Kota Surabaya menjadi aktifitas menyenangkan bagi warga kota untuk memanjakan anak-anak kala libur sekolah. Gak usah mengeluarkan biaya mahal, cukup bayar parkir seribu rupiah saja untuk motor, dan tiga ribu rupiah untuk mobil.

Saat ini Orang tua di Surabaya tak lagi dipusingin destinasi wisata untuk menyenangkan anak-anak, karena sekarang ada tempat asik di jantung kota Surabaya. Adalah spot air mancur yang terdapat di jalur pedestrian gedung Balai Kota. Spot ini terletak di luar area Taman Surya, sehingga pengendara yang melalui jalan Walikota Mustajab pasti akan melihatnya.

Saya beberapa kali lewat kawasan ini selalu terpesona melihat air mancur yang muncrat dari sela-sela lantai. Pesona muncratan airnya biasa saja, tapi tingkah laku anak-anak ini yang menggemaskan. Tiap kali muncratan air tumpah keatas, mereka sudah siap menangkapnya dengan gembira. Sambil berlarian, kadang sambil gegulingan di lantai.
Continue reading “Main Air di Taman Balai Kota Surabaya” »

Kuliner · Wajah Surabaya

7 Makanan khas Surabaya yang bikin ketagihan. Habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”

Tugu Pahlawan Surabaya

Hai temaaan, saya pengin tau dong siapa yang belum pernah ke Surabaya? Nggaak, nggak mau ngapa-ngapain, cuma nanya aja, haha.. sekalian berharap kapan kalian akan ke Surabaya sambil kita kopdar-kopdar cantik! 🙂

Buat teman yang udah pernah ke Surabaya, gimana komentar makanan khas Surabaya, enak?

“Apa, Surabaya panas?”

Dih, ditanya makanan, jawabnya cuaca!

Iya, cuaca Surabaya memang suam-suam kuku. Lumayan, buat pengganti Spa, hehe.. Besok-besok setelah turun pesawat atau kereta atau bis, buruan sewa mobil di Surabaya lalu meluncurlah ke pantai Kenjeran menikmati hembusan angin laut yang suejuk! Suejuk! Meskipun papan informasi cuaca di perempatan jalan raya hampir tiap hari menampilkan angka diatas 30 derajat, tapi cuaca disini bikin lumer sanubari. Cobain, deh! 😀

Transportasi di Surabaya gampang, kok. Jalanan Surabaya kan gak banyak belokan, pilihannya cuma 2, kanan sama kiri.. iyalah, masa belok keatas, haha..
Continue reading “7 Makanan khas Surabaya yang bikin ketagihan. Habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”” »

Bisnis · Wajah Surabaya

Anugerah Pahlawan Ekonomi 2016 untuk UKM Surabaya Jawara

Pahlawan Ekonomi, Perempuan Surabaya
Pejuang ekonomi, Keluarga Sentosa
Pahlawan Ekonomi, Keluarga Surabaya
Ayo bangkit bersama, Pasti menaaang..

Jingle Pahlawan Ekonomi Surabaya 2016 diputar berulang-ulang hari Sabtu lalu tanggal 3 Desember 2016 di Halaman Balai kota Surabaya. Lagu beralunan rancak bertema semangat pejuang ekonomi, mengiringi para perempuan peserta lomba Gerak dan Lagu yang diikuti oleh wakil Kecamatan se-kota Surabaya.

Continue reading “Anugerah Pahlawan Ekonomi 2016 untuk UKM Surabaya Jawara” »

Parenting · Wajah Surabaya

Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada

Baru-baru ini grup WA saya bertambah satu lagi. Grup alumni SMPN 19 Surabaya. Entah keberuntungan atau semacam kecelakaan masuk ke grup ini 😀 , yang pasti saat saya memantapkan diri untuk mencemplungkan diri di grup, sang admin sudah meyakinkan saya, “yakin mau masuk? Sudah siap menerima resikonya?” karena saya yakin gak akan terjadi apa-apa, saya katakan siap, dan rela menerima resikonya.

Betapa terjerumusnya saya ternyata grup ini aktifnya kebangetan! Penghuninya hanya 95 orang dari total murid 300 orang ( angkatan saya terdiri dari 7 kelas, per kelas 48 anak), tapi ramainya ngalahin 500 orang. 😀 Masa, ya, sejam obrolannya 3000 chat! Bahkan saya pernah gak buka grup sehari, obrolannya sudah 10.000 chat! Gimana gak mampus bacanya.. ditinggal manjat keatas, yang bawah sudah panjang. Jangankan manjat, ditinggal kedip sekejap aja udah 50 chat haha..

Dari jumlah yang ada sekarang sudah ada beberapa yang left grup. Bukaan, bukaan karena baper atau sakit hati efek obrolan, tapi karena kapasitas HPnya gak kuat menerima begitu banyak percakapan. Meski saya jarang interaksi, teramat berat untuk saya keluar dari grup. Jujur aja kejarangan saya interkasi di grup alasannya hanya satu, takut gak bisa berhenti ngobrol! Kalau udah ikut nimbrung, dijamin sampai dini hari pun gak bakal rela ninggalin percakapan. Apa aja sih bahasannya di grup, segitu amat, Yun?

Sebetulnya bukan hanya alasan obrolannya saya tetap bertahan, saya senang di grup itu karena kami memiliki perbedaan. Jadi begini, grup itu diinisiasi oleh salah satu kelas yang isinya beragam agama. Di sekolah kami dulu murid yang beragama selain Islam dikumpulkan dalam satu kelas. Kelas lainnya semuanya muslim. Misalkan 7 kelas dari A – G, yang kelas A – F semua beragama Islam, kelas G isinya campur-campur. Kebetulan saat kelas 2, saya masuk di kelas G yang ‘Bhinneka Tunggal Ika’ itu. Ada Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Islamnya. Saat pelajaran agama, semua murid semburat keluar ruangan. Tinggal 11 orang aja yang agama Islam tinggal di dalam kelas.

Di masa yang serba ‘sok tau’ seperti sekarang, dimana urusan Rasisme jadi ajang perdebatan, grup SMP saya adem ayem saja. Kami ndak pernah bahas masalah yang lagi viral. Beda banget dengan grup saya yang lain dimana ketika saya pernah menyebut merek roti, obrolan berubah panas dan ujung-ujungnya debat.

Suatu hari ada teman yang tinggal di Amrik sono curhat tentang pemilu. Perbedaan waktu yang signifikan, membuat teman saya mengenyahkan rasa kantuk yang sudah lama ditahan. Di Indonesia siang, di sana, Ia sedang bertempur dengan bantal dan kasur. berita Donald Trump Amerika terbaru Sindonews membuat kami merasa turut menanggung apa yang tengah dirasakan kawan saya yang tinggal di Amrik.

Kadang saya heran, ribuan obrolan di grup apa aja gitu yang dibahas. ‘Geje’ juga nggak. Topik serius, nggak. Broadcast ala-ala berisi berita berwarna abu-abu juga jarang ada. Tapi ada aja bahasan yang memancing member untuk interaksi.

Di grup inilah saya belajar rasa Bhinneka Tunggal Ika yang dulu pernah jadi pegangan pelajaran PPKN, dan sekarang mulai goyang dirundung prahara. *duh kalimatnya* 😀

Di grup itu saya belajar hormat menghormati antara umat beragama yang dikandung oleh butir-butir Pancasila Sila ke satu butir ke 3, Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Saya percaya, meski social media kerap berbenturan dengan masalah SARA, saya yakin di luar sana masih ada kelompok-kelompok kecil yang memegang teguh kebersamaan dalam perbedaan. Ini Indonesia kawan, Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada. Silakan mencaci gambar mata uang baru, rekening saya akan selalu terbuka menerima limpahan rupiah bagi yang tidak senang memilikinya! Bhuahaha..