Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada

Baru-baru ini grup WA saya bertambah satu lagi. Grup alumni SMPN 19 Surabaya. Entah keberuntungan atau semacam kecelakaan masuk ke grup ini 😀 , yang pasti saat saya memantapkan diri untuk mencemplungkan diri di grup, sang admin sudah meyakinkan saya, “yakin mau masuk? Sudah siap menerima resikonya?” karena saya yakin gak akan terjadi apa-apa, saya katakan siap, dan rela menerima resikonya.

Betapa terjerumusnya saya ternyata grup ini aktifnya kebangetan! Penghuninya hanya 95 orang dari total murid 300 orang ( angkatan saya terdiri dari 7 kelas, per kelas 48 anak), tapi ramainya ngalahin 500 orang. 😀 Masa, ya, sejam obrolannya 3000 chat! Bahkan saya pernah gak buka grup sehari, obrolannya sudah 10.000 chat! Gimana gak mampus bacanya.. ditinggal manjat keatas, yang bawah sudah panjang. Jangankan manjat, ditinggal kedip sekejap aja udah 50 chat haha..

Dari jumlah yang ada sekarang sudah ada beberapa yang left grup. Bukaan, bukaan karena baper atau sakit hati efek obrolan, tapi karena kapasitas HPnya gak kuat menerima begitu banyak percakapan. Meski saya jarang interaksi, teramat berat untuk saya keluar dari grup. Jujur aja kejarangan saya interkasi di grup alasannya hanya satu, takut gak bisa berhenti ngobrol! Kalau udah ikut nimbrung, dijamin sampai dini hari pun gak bakal rela ninggalin percakapan. Apa aja sih bahasannya di grup, segitu amat, Yun?

Sebetulnya bukan hanya alasan obrolannya saya tetap bertahan, saya senang di grup itu karena kami memiliki perbedaan. Jadi begini, grup itu diinisiasi oleh salah satu kelas yang isinya beragam agama. Di sekolah kami dulu murid yang beragama selain Islam dikumpulkan dalam satu kelas. Kelas lainnya semuanya muslim. Misalkan 7 kelas dari A – G, yang kelas A – F semua beragama Islam, kelas G isinya campur-campur. Kebetulan saat kelas 2, saya masuk di kelas G yang ‘Bhinneka Tunggal Ika’ itu. Ada Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Islamnya. Saat pelajaran agama, semua murid semburat keluar ruangan. Tinggal 11 orang aja yang agama Islam tinggal di dalam kelas.

Di masa yang serba ‘sok tau’ seperti sekarang, dimana urusan Rasisme jadi ajang perdebatan, grup SMP saya adem ayem saja. Kami ndak pernah bahas masalah yang lagi viral. Beda banget dengan grup saya yang lain dimana ketika saya pernah menyebut merek roti, obrolan berubah panas dan ujung-ujungnya debat.

Suatu hari ada teman yang tinggal di Amrik sono curhat tentang pemilu. Perbedaan waktu yang signifikan, membuat teman saya mengenyahkan rasa kantuk yang sudah lama ditahan. Di Indonesia siang, di sana, Ia sedang bertempur dengan bantal dan kasur. berita Donald Trump Amerika terbaru Sindonews membuat kami merasa turut menanggung apa yang tengah dirasakan kawan saya yang tinggal di Amrik.

Kadang saya heran, ribuan obrolan di grup apa aja gitu yang dibahas. ‘Geje’ juga nggak. Topik serius, nggak. Broadcast ala-ala berisi berita berwarna abu-abu juga jarang ada. Tapi ada aja bahasan yang memancing member untuk interaksi.

Di grup inilah saya belajar rasa Bhinneka Tunggal Ika yang dulu pernah jadi pegangan pelajaran PPKN, dan sekarang mulai goyang dirundung prahara. *duh kalimatnya* 😀

Di grup itu saya belajar hormat menghormati antara umat beragama yang dikandung oleh butir-butir Pancasila Sila ke satu butir ke 3, Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Saya percaya, meski social media kerap berbenturan dengan masalah SARA, saya yakin di luar sana masih ada kelompok-kelompok kecil yang memegang teguh kebersamaan dalam perbedaan. Ini Indonesia kawan, Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada. Silakan mencaci gambar mata uang baru, rekening saya akan selalu terbuka menerima limpahan rupiah bagi yang tidak senang memilikinya! Bhuahaha..

3rd Dilmah tea mixology, PT David Roy Indonesia adakan kompetisi Dilmah tea mixology Playoff 2016 di Surabaya

3rd Dilmah tea mixology

3rd Dilmah tea mixology, PT David Roy Indonesia adakan kompetisi Dilmah tea mixology Playoff 2016 di Surabaya – Dilmah tea kembali mengadakan even di Surabaya. Momennya pas seperti sebelumnya yakni di bulan-bulan akhir menjelang penutupan tahun. Yang menjadikan acara ini spesial adalah kehadiran juri dari Amsterdam, Robert Schinkel, dan Juara 1 2nd Dilmah Tea Mixology PlayOFF 2014, Ida Bagus Agung Bawarta.

Berbeda dengan tahun 2015 lalu, even yang diadakan oleh PT David Roy Indonesia adalah Dilmah Real High Tea Challenge dengan dewan juri Ibu Eliawaty Erly dari Dilmah tea Indonesia dan seorang Executive Chef Hotel Bumi Indonesia.

3rd Dilmah tea mixology

3rd Dilmah tea mixology diadakan di Kawi Lounge, hotel Sheraton Surabaya selama 2 hari berturut-turut, dimulai 21-22 November 2016. Selama kompetisi berlangsung, total peserta berjumlah 29 bartender dari Cafe dan Restaurant di seluruh Indonesia. Terdiri dari 15 bartender dari Surabaya, sisanya datang dari dari berbagai daerah, antara lain Bali, Yogjakarta, dan Jakarta.

Layaknya lomba, suasana Kawi Lounge riuh oleh suporter yang mendukung tim. Terutama di menit-menit akhir menjelang penghabisan 15 menit. Saya yang duduk diantara para peserta ikut bergejolak, meski tidak ikut mendukung siapa-siapa, siapapun pesertanya saya tak bisa menahan tidak bertepuk tangan. Apalagi saat MC mengingatkan waktu tinggal sekian menit lagi. Makin ramailah ruangan luas itu.

Tentang Dilmah tea mixology

Tea Mixology saat ini telah populer di Indonesia. Teknik pencampuran teh yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah untuk menjadikan teh sebagai minuman yang cocok dinikmati kapan saja.

3rd Dilmah tea mixology

Sedangkan Dilmah adalah merk teh dari Srilanka dan menjadi satu-satunya single origin tea di dunia. Dalam produksinya, Dilmah tidak mencampur teh dari dari negara manapun. Srilanka adalah negara penghasil teh dan Dilmah memproduksinya dengan cara tradisional alami, tidak menggunakan alat.

3rd Dilmah tea mixology

Dilmah Tea merupakan satu-satunya single origin tea dari Srilanka, proses produksi mulai dari pemetikan hingga tahap packing dilakukan secara lamiah. Agar mendapatkan rasa yang otentik, teh Dilmah di proses menggunakan cara tradisional, tidak menggunakan alat sama sekali.

3rd Dilmah tea mixology

Dilmah diperkenalkan oleh pemilik kebun teh bernama Merril J. Fernando yang akhirnya menjadi perusahaan keluarga. Dilmah selalu menekankan pentingnya proses produksi teh yang benar sehingga menghasilkan minuman lezat dan sehat. Kenikmatan rasa teh Dilmah menjadikannya sebagai merk suplier hotel, Cafe, dan Restauran di seluruh dunia. Suplier online di www.drishop.co.id

3rd Dilmah tea mixology

Setelah sukses menyelenggarakan even serupa berturut-turut, tahun 2016 Surabaya ketiban sampur dan Sheraton ditunjuk sebagai tuan rumah.

Inilah peserta 3rd Dilmah tea mixology Playoff 2016 di Surabaya

1. Socialite
2. Shangri-La Hotel Surabaya
3. Carnivor Steak & Grill
4. Sheraton Surabaya Hotel & Towers
5. Hotel Bumi Surabaya
6. Hotel Majapahit Surabaya
7. Eclectic Too Beer & Wine
8. ARTOTEL Dr Soetomo Surabaya
9. Centrume Brauhaus
10. The Alana Surabaya Hotel
11. Four Points Surabaya

12. De’Oak Resto, Cafe, Bakery
13. JW Marriott Hotel Surabaya
14. R.U.I Lounge And Bar
15. The Biliton
16. Hops Kitchen & Bar
17. Holiday Inn Resort Baruna Bali.
18. 1Le Meriden Bali Jimbaran.
19. The Laguna – A Luxury Collection Resort and Spa Nusa Dua Bali.
20. Black Canyon Coffe Bali.
21. Royal Ambarukmo Yogyakarta.
22. Hyatt Regency Yogyakarta.
23. Agenda Resto and Vibes Yogyakarta.
24. Hotel Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD.
25. Sofitel Luxury Hotel Bali Nusa Dua Beach.
26. Sheraton Jakarta Gandaria City Hotel.
27. Four Points By Sheraton Bali, Kuta.
28. Ayana Resort and Spa Bali.
29. Rimba Jimbaran Bali by Ayana.

Sesuai aturan, setiap peserta harus presentasi 3 menu, yaitu Mocktail, Cocktail, dan Traditional Tea dihadapan juri selama 15 menit. Meski diracik dengan menambah bahan-bahan lain, namun rasa teh harus tetap mendominasi. Inilah yang jadi tantangan para bartender untuk mengolah keotentikan teh.

Selama kompetisi berlangsung, bartender saling berlomba menunjukkan yang terbaik. Menu-menu yang disajikan selain enak, harus terlihat menarik. Dari penyajiannya, terlihat bahwa kualitas peserta sangat profesional.

Dan pemenangnya adalah…..

The 1st Winners Dilmah Tea Mixology 2016 GOLD MEDAL
Andi Yoga Wiratama – JW Marriot Surabaya.

The 2nd Winners Dilmah Tea Mixology 2016 GOLD MEDAL
I Wayan Juniantara – Sofitel Lux Hotel Bali.

The 3rd Winners Dilmah Tea Mixology 2016 GOLD MEDAL
Wisnu Suryadinata – Rimba Jimbaran Bali.

3rd Dilmah tea mixology, PT David Roy Indonesia adakan kompetisi Dilmah tea mixology Playoff 2016 di Surabaya, selamat untuk semua pemenang 🙂

Staycation menyenangkan di Surabaya

Staycation jadi kegiatan menyenangkan di Surabaya sekaligus melonggarkan pikiran sambil cengkerama santai bareng keluarga. Sementara waktu abaikan pekerjaan rumah yang mencolok mata, lupakan sejenak dateline yang numpuk. Saatnya leyeh-leyeh melepas rindu bersama buku, coklat panas, wifi dan kasur 😀

Siapa yang nolak diajak Staycation. Mumpung kesempatan ada, dan mumpung saya lagi lelah setelah ‘plesir’ 4 hari keliling Madura, langsung saja saya sambar ajakan itu! Lumayan, ada lokasi strategis untuk mengistirahatkan badan. Beneran, lho, selama staycation, saya hanya terus-terusan berada dibalik selimut. Bangun sebentar beloknya kalau nggak ke kamar mandi, ya, melongok ke jendela lihat pemandangan Surabaya dari ketinggian.

Staycation menyenangkan di Surabaya hari itu saya habiskan di ZEN Rooms Manyar Kertoarjo no. 44. Meskipun hotel yang ditinggali dalam kota, namun tak mengurangi nikmatnya staycation. Toh, selama staycation saya dan Mas Rinaldy tak sedang merencanakan acara di luar. Praktis, semalaman kami berdua di kamar. Dia nonton TV, saya kasak kusuk sendiri. Baca buku sambil menghabiskan bergelas coklat panas. Kadang-kadang ngintip sosmed, lihatin foto-foto cakep di Instagram.

Zen Rooms kami berada di Hotel Everbright. Hotel yang nyaman karena lokasinya jauh dari tengah kota. Kebetulan saya mendapat kamar 606 yang letaknya di lantai 6, makin sunyi aja suasananya. Artinya, saya makin bebas di kamar tanpa diganggu oleh suara dering klakson kendaraan.

Tiba di hotel jam 4 sore, saya langsung checkin. Saya gak nyangka bahwa kamar yang saya tempati, -kamar saya jenis Superior Room-, ruangannya bersih dan luas. Selain tempat tidur double bed, disana tampak TV LCD 42’ yang menyediakan puluhan channel, dan lemari. Ada juga mini bar yang tersimpan rapi lengkap dengan kettle –nya di atas rak meja panjang.

zen-rooms3

Begitu melihat kasur yang terhampar ‘indah’, jiwa saya melonjak ingin terbang keatasnya. Untung masih ingat ‘TOS’ -nya travel blogger, yaitu foto dulu sebelum semua jadi berantakan wahaha..

Agak terkejut saat saya masuk ke dalam kamar mandi. Tak seperti biasanya, disana terdapat Bath Amenities yang super lengkap. Selain bawaan wajib dari hotel, ada pula tambahan handuk mini berwarna merah serta hand sanitizer.

zen-rooms2

Keduanya berlabel ZEN Rooms. Cakep banget! Selain itu dilengkapi hardryer, shower dan Hot Water Bath. Fyuh, luluh hati saya, kaki pegal saya langsung sembuh setelah dipakai mandi pakai air panas.

Begitupula ketika saya membuka lemari untuk menyimpan baju, di dalamnya ada pouch merah yang ketika saya buka isinya bolpoin dan notes ZEN Rooms. Gimana gak senang kalau nginep di hotel trus dapat souvenir bermacam-macam kayak gini..

“Sebenarnya, kamu nginep di Zen Rooms apa di Hotel Everbright, sih?”

Hahaha, kemarin ada yang tanya begitu ke saya. Baiklah, saya jelaskan disini ya. Jawaban yang benar adalah saya nginep di Zen Rooms, lokasinya di Hotel Everbright. Gituuu….

Jadi gini, Zen Rooms bukanlah nama hotel. Zen Rooms merupakan layanan yang memberikan akses kepada siapa saja yang ingin menginap di hotel. Semacam Virtual Hotel Operator –lah! Zen Rooms ini berpartner dengan hotel budget berkualitas, salah satunya yang di Hotel Everbright yang saya tempati ini. Jaringan Zen Rooms tersebar di beberapa negara, seperti Singapore, Thailand, Filipina, Sri Lanka dan Brazil. Di Indonesia sendiri, Zen Rooms tersedia di kota-kota besar diantaranya Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Bali, Batam, dan Surabaya. Kabarnya Malang juga sudah ada.

zen-rooms5

Keuntungan menginap di Zen Rooms kita akan mendapatkan harga yang lebih murah daripada rate hotel yang asli. Kamar yang diberikan selalu bagus dan bersih. Info terbaru, Zen Rooms memiliki program Zen Rewards yaitu ZENROOMS loyalty program. Aturannya, jika kita melakukan pemesanan kamar sebanyak 6 kali/6 malam, akan mendapatkan free menginap selama 1 malam. Nah, bisa dipakai staycation lagi, tuh! Ahaayy..

zen-rooms1

Lalu gimana cara memesan Zen Rooms? Gampaang, langsung aja ke website nya, www.zenrooms.com!

Pengalaman staycation di Zen Rooms Manyar seru. Apalagi akses wifi nya kencang. Sayangnya penggunaan wifi nya terbatas. Dalam satu kamar, saya hanya mendapat 2 akses saja dimana tiap 1 akses berlaku untuk 1 gadget. Kalau gadgetnya 3? Satunya ya ngalah dulu gak dapat akses hehe..

Nah, kapan kalian mau Staycation di Surabaya? Kopdar, yuk! Eaa… 😀

Bursa Sajadah, pusat oleh-oleh Haji dan Umrah Terlengkap, adakan Bakti Sosial di 7 kota

Bursa Sajadah

Bursa Sajadah, pusat oleh-oleh Haji dan Umrah Terlengkap. Apa yang terpikir oleh kita saat mendengar ada kawan atau saudara pulang dari Haji atau Umrah? Selain do’a, rata-rata mereka ingin kecipratan oleh-oleh khas negara Arab tersebut. Persiapan oleh-oleh itulah yang kemudian menjadi tradisi yang terus berkembang di masyarakat. Secara adat, siapa saja yang pulang menunaikan ibadah dari tanah suci, harus menyediakan pernik-pernik seperti kurma, kacang arab, kismis, tasbih, dan yang paling utama adalah air zam-zam, yang dibagikan kepada saudara dan tetangga terdekat.

“Iyalah, oleh-oleh seperti ini, kan, hanya bisa dinikmati saat ada yang pulang dari Mekkah dan Madinah!”

Eh, ya ampun, jangan salah, lho. Gak semua orang yang pulang Haji dan Umrah bawa oleh-olehnya langsung dibawa dari sana. Coba pikir, berapa berat jatah bagasi per jamaah? Untuk baju dan perlengkapan ibadah saja kapasitasnya sudah habis. Kalaupun bisa bawa oleh-oleh dari sana, gak mungkin bisa bawa banyak apalagi sampai berkilo-kilo kurma dan kacang. Bawa air zam-zam seliter aja udah Alhamdulillah! Daripada buang duit banyak beli oleh-oleh disana, yang akhirnya ketahan di bandara karena kelebihan bagasi, mending aja beli di toko yang khusus menyediakan oleh-oleh haji dan umrah di Indonesia. Lebih praktis dan mudah, nggak mengganggu konsentrasi ibadah di tanah suci.

Bursa Sajadah

Salah satu toko oleh-oleh Haji dan Umrah terlengkap di Surabaya adalah Bursa Sajadah Arti Jaya yang beralamat di Jalan Karimun Jawa no. 2. Bursa Sajadah menyediakan berbagai macam oleh-oleh dan perlengkapan Haji dan Umrah.

Jumat kemarin, saya berkunjung ke Bursa Sajadah bersama beberapa teman blogger. Kunjungan saya kali ini untuk memenuhi undangan pelaksanakan bakti sosial ke Yayasan Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah yang diadakan oleh SKV Group. Bentuk kepedulian sosial ini merupakan aplikasi menikmati syukur yang diberikan kepada Bapak Syahir Karim Vasandani, pemilik Bursa Sajadah, yang hari itu tepat merayakan ulang tahun ke 67.

“Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengan memberikan santunan kepada mereka yang kurang mampu,” ungkap H. Syahir Karim Vasandani

Bursa Sajadah

Tepat jam 13.00, saya tiba di Bursa Sajadah. Sesuai rundown, kami diminta berkumpul di kantor Bursa Sajadah, lalu berangkat bersama-sama ke Yayasan Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah. Mulanya, acara akan dilaksanakan di jalan Mulyosari 398, namun ada perubahan lokasi sehingga tempat acara menjadi ke Pondok Pesantren Darul Hijrah di jalan Kejawen Putih Tambak 110. Tak masalah, karena lokasinya luas, bersih dan nyaman.

Bursa Sajadah
‘Mbak Yun’ bersama Salfa dan Mas Nurrohmatullah 😀

SKV Group Berbagi di 7 Kota

Setelah menunggu sekitar 30 menit, tepat jam 4 sore, kegiatan bakti sosial SKV Group Berbagi dimulai. Harusnya, sih, mulainya jam 3, namun sebagian besar santri masih menunaikan sholat Ashar berjamaah dan lanjut pembacaan tahlil secara hafalan. Wih, pokoknya adem dengarnya. Mereka anak-anak yang pintar dan patuh. Diusia muda mereka telah membanggakan agamanya.

Bursa Sajadah

Ustadzah Qonita, sebagai MC sore itu, langsung mengawali dengan sapaan salam. Secara serentak, para santri menjawab dengan semangat. Sebelum menapak pada acara inti, acara dibuka dengan pembacaan doa lalu dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh perwakilan Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah, Ustadz Abdan Syafullah, dan Wakil dari Bursa Sajadah Arti Jaya, Ibu Lia Yuliawati, selaku Kacab Bursa Sajadah Surabaya.

Bursa Sajadah

Ustadz Abdan menyampaikan terima kasih kepada Bursa Sajadah, telah berkunjung ke Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah sekaligus berdoa semoga panjang umur yang ditujukan kepada Bapak Syahir Karim Vasandani. Ustad muda ini juga berdoa agar usaha Bursa Sajadah sukses kedepannya.

Bursa Sajadah

Ibu Lia Yuliawati dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan ke sekian kali diadakan oleh SKV Group. Sebelumnya, bulan Ramadhan lalu, program SKV Berbagi memberikan bantuan kepada anak yatim dan Hafiz Quran. Harapan kedepan, SKV Berbagi dapat dilaksanakn secara rutin setiap minggu.

Bursa Sajadah

Pelaksanaan Bakti Sosial SKV Group hari itu dilaksanakan serentak di 7 kota. Antara lain:

• Jakarta, Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jalan Saharjo Bedeng / Swadaya III – Jakarta Selatan.
• Bogor, Panti Asuhan Yatim Piatu, Yayasan Pesantren, Al Atiqiyah, Jalan Malabar Ujung No. 64.
• Bekasi, Rumah Yatim Jalan Veteran No. 57.
• Surabaya, Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah, Jalan Mulyasari No. 398 Surabaya.
• Solo, Rumah Setia, Senyum Yatim Indonesia, Jalan Kencur No. 125 Laweyan Solo.
• Malang, Yayasan Al Ikhlas, Jalan Jati Selatan No. 50.
• Bandung, Panti Asuhan Anak Al Hilal Jalan Peta 156/95 dan Jalan Veteran.

Bursa Sajadah
Bursa Sajadah foto bersama anak-anak Yayasan Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah

Kegiatan SKV Berbagi kali ini, perwakilan kantor cabang Bursa Sajadah Surabaya memberikan bantuan berupa dana pembinaan, produk, merchandise dan berbagai barang keperluan lainnya untuk anak-anak Panti Asuhan.

Seperti disampaikan oleh CEO Bursa Sajadah Arti Jaya, Heera Syahir Karim Vasandani, Diharapkan, melalui program ini kami dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak yang kami santuni untuk membantu memenuhi kebutuhan keseharian mereka sekaligus menjalin silaturahmi dan mencipakan nilai kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar dimanapun kami berada. SKV Group ingin terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dengan menciptakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya

Rangkaian kegiatan Bakti Sosial di Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah Alhamdulillah berjalan lancar. Para hadirin diajak menyaksikan kepiawaian yang dimiliki para santri. Salah satunya Umar yang didaulat meneruskan bacaan AlQuran jus 29 – 30 secara hafalan. Bersama 2 temannya, mereka berlomba menjawab pertanyaan.

Bursa Sajadah
Umar dan temannya menerima hadiah juara hafalan Al-Quran dari Ustad Abdan dan Ibu Lia

Setelah hafalan AlQuran, acara dilanjutkan dengan tampilan Nasyid dan permainan Toya alias ruyung. Diakhir acara, ada lomba ceramah yang kemudian ditutup dengan doa.

Bursa Sajadah


Atraksi Toya

Bursa Sajadah
Alhamdulillah, saya dapat kesempatan menyerahkan hadiah juara ke 3 lomba pidato agama hehe

Bursa Sajadah dan inovasi memenuhi kebutuhan pasar

Heera meyakini, selama 18 tahun perjalanan, Bursa Sajadah telah mengalami perkembangan. Berdiri sejak tahun 1998, saat ini Bursa Sajadah telah memiliki 8 kantor cabang di 7 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Surabaya, Malang, dan Solo.

Sebagai generasi kedua penerus SKV Group yang telah aktif menekuni bidang ini selama 7 tahun menyampaikan keinginannya untuk memperluas pasar.

“Kami baru memiliki 8 cabang. Insya Allah ke depannya, kami juga akan membuka di sejumlah kota lain. Analisis pasar dan kebutuhan konsumen menjadi pertimbangan kami untuk berinovasi,”.

Seperti yang saya lihat di kantor Bursa Sajadah Surabaya, sambil menunggu teman-teman lain yang masih dalam perjalanan, saya menyempatkan melihat produk-produk yang ada di sana. Di lantai 1, produk paling mencolok adalah Sajadah. Bertumpuk-tumpuk sajadah dari berbagai jenis bahan seakan membuat lapar mata. Aneka Sajadah corak terbaru, sajadah roll untuk Masjid, hingga karpet tersedia lengkap disana.

Bursa Sajadah

Di bagian lain, terdapat makanan khas Arab seperti kurma, kismis, Kacang Arab, Kacang Almond, Pistachio, madu, hingga Air Zam-zam dan buah Tin. Seumur-umur saya baru melihat penampakan buah yang dijadikan nama surat dalam kitab suci Al-Quran.

Bursa Sajadah
Buah Tin

Khusus untuk oleh-oleh makanan khas arab, Bursa Sajadah menyediakan paket hemat lengkap yang dikemas dalam sebuah kotak. Satu kotak berisi kurma, kacang, dan air zam-zam. Praktis untuk dibagikan kepada sanak dan saudara.

Selain makanan, oleh-oleh lainnya adalah souvenir. Macam-macam, ada tasbih, gantungan kunci, souvenir Unta berupa tempelan kulkas dan pajangan meja.

Bursa Sajadah

Bursa Sajadah

Lantai 2, khusus menyediakan Perlengkapan Haji dan Umroh. Di sini terdapat aneka gamis, baju ihrom, sepatu bordir, segala jenis kaos kaki, cream pelembab, pashmina, dan perlengkapan kecil macam spray water yang digunakan untuk penyegar wajah.

Bursa Sajadah
Sudut Pashmina Bursa Sajadah

Bagi yang tidak sempat datang langsung ke Bursa Sajadah, saat ini pembelanjaan bisa juga dilakukan melalui online internet dan fasilitas mobile store. Caranya klik www.bursasajadah.com. Ada 7000 produk dari Bursa Sajadah yang siap memenuhi kebutuhan perlengkapan Haji dan Umrah sekaligus oleh-oleh. Jangan khawatir mahal, Bursa Sajadah memberikan diskon khusus bagi pelanggannya berupa membership.

bursa sajadah1

Bursa Sajadah2

Keunggulan produk Bursa Sajadah

Keberhasilan suatu inovasi tentunya harus diimbangi dengan kualitas produk. Saat wawancara bersama Bu Lia Yuliawati, beliau meyakinkan bahwa produk Bursa Sajadah sengaja didatangkan langsung dari Mekkah dan Madinah. Hal ini sengaja dilakukan untuk membantu konsumen yang beribadah Haji dan Umrah agar khusu’ menunaikan ibadahnya.

Bursa Sajadah

Keunggulan lain yang dimiliki oleh Bursa Sajadah adalah sajadah yang diproduksi sendiri di pabrik milik Bapak Syahir Karim Vasandani. Merek sajadah khas Bursa Sajadah bernama Velteksa. Sajadah yang dihasilkan SKV Group ini telah diekspor ke Malaysia.

Mbak Ida, salah satu staf Bursa Sajadah ketika saya wawancarai mengatakan, rata-rata pembeli datang untuk membeli sajadah dan perlengkapan haji dan umrah. Dibulan Ramadhan, kurma jadi produk paling laris yang dibeli pengunjung. Ketika saya tanya, kapan orang banyak membeli oleh-oleh?, Mbak yang mengenakan seragam dan jilbab warna hijau mengatakan, “Biasanya saat bulan Dulhijjah, Mbak. Bulan lainnya antara November – Desember- hingga Januari, bulan-bulan ini banyak orang berangkat umrah”

Bursa Sajadah
Bersama Mbak Ida

Sekarang bulan November, ya? Wah asiiikkk, niih…, Kurma, kacang, air zam-zam sudah disediakan Bursa Sajadah, pusat oleh-oleh Haji dan Umrah Terlengkap. Tinggal ngurus paspor aja, gampiiilll… oh, iya lupa! biaya untuk berangkat umrah-nya masih kurang… 😀

Bursa Sajadah Surabaya
Alamat Jl. Karimun Jawa no. 2 Surabaya
Telp. (031) 5031014
Buka: Jam 09.00–21.00

Info Pemesanan Online

BBM : BSAJADAH / 2BA9262A
Line : bursasajadah
Telp/SMS/WA : 081322141666
Email : admin@bursasajadah.com

Magical Music Night, Konser Orkestra spesial untuk Survivor Kanker

Magical Music Night, Spesial Konser untuk Survivor Kanker. Banyak cara untuk membantu sesama, salah satunya dengan menyelenggarakan konser musik yang sebagian keuntungannya akan disumbangkan untuk Rumah Singgah bagi keluarga penderita kanker agar mereka tetap survive menjalani kehidupan.

Magical Music Night

“Without Action you aren’t going” by Mahatma Gandhi

Ruangan Convex Hall lantai 3 Grand City Surabaya mendadak seperti langit bertabur bintang. Kabut tipis memenuhi seluruh ruangan yang diliputi kelambu gelap, persis sedang terjebak di dalam film StarWars.

Magical Music Night1

Kursi penonton belum sepenuhnya penuh, sementara di stage telah tertata alat musik orkestra yang siap ditempati masing-masing personil. Saya mengambil kursi di deretan paling kanan. Area ini masih melompong dan saya bebas milih barisan kursi paling depan; lebih tepatnya 4 terdepan karena 3 didepan telah ditandai kertas reservasi.

“Seperti di ruang angkasa” batin saya. Baru kali ini saya menonton konser orkestra secara live. Sebelumnya konser yang saya tonton sifatnya ‘misbar’ alias gerimis bubar. Itupun konser dangdut buiasaa.. jauh banget kelasnya sama yang ini. Yaiyalah, beda lapangan hehe..

Magical Music Night2

Tak berapa lama, kursi sudah hampir terisi penuh, satu persatu performer menempati kursinya masing-masing dan Robert Casteel, sang Guest Conductor, siap berdiri memandu. 20th Century Fox jadi alunan musik pertama yang dimainkan lalu berturut-turut musik Followed by Superman, lalu Flying Theme-nya E.T. Robert Casteel adalah conductor yang sering tampil di Eropa, Amerika, Australia dan Asia.

Magical Music Night12
Mas Glenn dan Gus Ipul

Glenn Bagus, Music Director former of Disney Orchestra USA juga tampil membawakan lagu Romance. Paduan Piano dan orkestranya keren!

Magical Music Night5

Lho, kok lagunya musik film semua?

Iya, karena tema konser Magical Music Night malam itu adalah Cinema In Concert Love, Hope, and Faith. Makanya semua lagu yang diangkat pada sesi pertama adalah soundtrack film box office semua. Serunya penonton diajak main tebak-tebakan, lagu apa dan soundtrack film apa.

Magical Music Night tahun ini adalah pagelaran kedua, setelah tahun sebelumnya Cancer Awareness Community sukses mengadakan even serupa. Elizabeth Meliana, ketua Yayasan Sadar Kanker dan founder Rumah Singgah Terpadu, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa konser musik ini sebagian keuntungannya akan di sumbangkan untuk Rumah Singgah khusus keluarga penderita kanker. Di Rumah Singgah ini mereka akan mendapat pekerjaan dan kehidupan yang layak.

Magical Music Night9
Elisabeth Meliana, Nicodemus, dan Samuel

Konser orkestra ini menampilkan 70 musisi pilihan di Indonesia yang didukung oleh beberapa nama antara lain Indah Kurnia (anggota DPR RI yang juga pemegang rekor MURI menyanyikan 714 lagu tanpa teks), Ivan Saba (Rapper Indonesia), Glorify the Lord Ensemble dari Bandung, dan Swara Narwastu dari Malang. Yang paling yahud adalah penampilan mantan vokalis Dewa, Once Mekel. Udah kelihatan bahwa konser ini konser luar biasa yang berkelas.

Magical Music Night7
Ibu Indah Kurnia

Magical Music Night6
Nicodemus

Ditengah sesi, MC Imelda Fransiska dan Kerie, bersama Elisabeth Meliana membuka lelang dihadapan 1800 penonton, yaitu sebuah pendant custom made Hongkong dari Adelle Jewellry. Pendant ini terbuat dari emas putih 18K terdiri dari 2 sisi, sisi satu bergambar tokoh dunia atau quotes tokoh, sedangkan sisi satunya bisa dipasang dengan foto pemiliknya. Pendant ini spesial dibuat untuk Cancer Awareness Community dan hanya berjumlah 10 per tokoh.

Magical Music Night8
Fransisca Imelda dan lelang pendant

Dipenghujung acara, Once Mekel membawa Dealova-nya. Lagu yang manis dengan aransemen musik yang cantik membuat seluruh hadirin terpukau. Ya terpukau pada lagunya, ya terpukau pada liriknya, ya terpukau pada suaranya, ya terpukau pada Oncenya.

Magical Music Night10
Mas Once dan Pak Robert

Magical Music Night11
Mas Once sendirian

Banyak kesan dan pelajaran yang didapat dari konser Magical Music Night, bahwa kesehatan adalah hal yang utama. Saat sehat jangan abaikan mereka, seperti pesan H. Syaifullah Yusuf, Wakil GUbernur Jatim, yang malam itu turut menikmati konser bahwa Hati yang gembira adalah obat.

Magical Music Night13

Uber Gathering Surabaya, tawarkan aplikasi transportasi nyaman dan murah

Uber Gathering Surabaya, tawarkan aplikasi transportasi nyaman dan murah. Transportasi umum yang aman, nyaman, dan murah adalah idaman semua orang. Tak terkecuali saya. Meskipun jarang-jarang naik kendaraan umum, tetap saja suatu hari nanti butuh angkutan umum yang mau mengantarkan saya ketika keadaan tak memungkinkan membawa kendaraan pribadi.

uber

Seperti pengalaman berangkat mudik lebaran kemarin. Karena tak ada yang mengantar ke stasiun, akhirnya kami menggunakan aplikasi untuk sewa kendaraan secara online, yaitu Uber. Praktis. Tinggal manfaatkan wifi rumah, tak lama kemudian sopir datang menjemput. Kisah ini menjadi pengalaman pertama kami menggunakan jasa Uber. Meskipun masih gragap-gragap pakainya haha…

Saat memesan Uber, aplikasi sudah menunjukkan estimasi biaya yang harus dibayar nanti, yaitu sekitar 26-30 ribu. Di perjalanan, saya juga menyiapkan uang pecahan 20 dan 10 ribuan agar nanti tak merepotkan driver. Di tengah jalan, sopir baik hati menawarkan, mau pakai GPS atau punya rute sendiri. Tapi saya milih menyerahkan sepenuhnya kepada driver. Lagi males mikir hihi..

Begitu tiba di depan Stasiun dan siap turun, saya mengalami kejadian yang tak saya duga. Biaya perjalanan kami muncul sebesar Rp. 3.000,-! Saya kaget dong, masa murah gitu! Padahal saya gak memakai kode promo apapun.

“Cek lagi, Pak, mungkin 30 ribu, bukan 3 ribu” kata saya

Supaya tidak saling kecewa, saya pastikan driver mengecek lebih teliti lagi. Saya minta HPnya di refresh.

Setelah di refresh, namun hasilnya sama, tagihan tetap keluar 3 ribu Rupiah. Karena waktu sudah mepet, saya kasihlah uang 10 ribu ke Pak Driver dan gak minta kembalian. Saya pikir bila kliru nantinya, rugi dia gak banyak-banyak 😀

Sambil jalan saya dan Mas Rinaldy masih bertanya-tanya. Kok bisa tagihannya murah.. jangan-jangan aplikasinya ada masalah atau driver kurang menghitung nol-nya.

Mas Gia Adhika menjelaskan Uber sebagai inovasi teknologi di dunia transportasi
Mas Gia Adhika menjelaskan Uber sebagai inovasi teknologi di dunia transportasi

Pengalaman Akun Terblokir

Setiba di Jakarta, kota mudik kami, entah mengapa aplikasi Uber itu tidak bisa dipakai order. Tiap mau pesan, si Uber minta kami membayar tagihan sebesar 24 ribu sekian. HP sudah dibooth ulang siapa tau aplikasinya nyantol, masih saja angka itu muncul. Namanya pengguna baru, saya bingung dong.. 😀

Disitu saya baru sadar, jangan-jangan tagihan kami yang kurang bayar hari itu. Baru kami ngerti kalau akun Uber kami diblokir! Lah?! pantes tiap mau pesen gak bisa-bisa!

Saya bilang Mas Rinaldy agar menghubungi Pak Sopir yang kemarin dan bayar sisa tagihannya agar blokirnya dibuka dan kami gak punya utang ke orang. Ternyata gak bisa, blokir itu dari sistem. Pelunasan tagihan harus dilakukan melaui kartu kredit. Walah… gak punya kartu krediiit…

Uneg-uneg itu akhirnya tersampaikan saat gathering Uber kemarin yang berlangsung di Caturra Espress Cafe, jalan Anjasmoro no. 32 Surabaya. Ternyata bila ada masalah dengan aplikasi Uber, konsumen bisa melaporkannya melalui aplikasi. Hal itu disampaikan oleh Mas Gia Adhika, Marketing Manager Uber Surabaya.

Menurut Mas Gia, keluhan yang diterima akan direspon sangat cepat oleh Customer Service, kurang lebih 1×24 jam. Ia juga tak menampik kejadian seperti itu bisa saja terjadi karena kendala sistem dan sinyal. Namun dengan menu bantuan, pelanggan dapat meminta CS membuka blokir.

Oh, gituu..
Sekarang saya tau cara mengatasinya..

uber

Layanan Uber

Saat ini Uber memiliki jaringan transportasi di banyak negara. Pada Agustus 2014 Uber masuk ke Indonesia dengan misi melengkapi transportasi umum yang sudah ada. Saat itu Uber hanya beroperasi di Jakarta saja. Baru pada Januari 2016, Uber hadir di Surabaya dan langsung diterima oleh masyarakat. Bahkan konon saat ini pengguna Uber Surabaya paling banyak di dunia.

Ide Uber berdiri untuk memenuhi kebutuhan pemesanan kendaraan melalui teknologi internet agar lebih cepat, mudah, dan murah. Beberapa layanan Uber adalah:

Uber Black merupakanan layanan dari Uber untuk penyediaan kendaraan berkelas alias mobil mewah. Tentu saja tarifnya lebih mahal dari tarif UberX

Uber Motor Layanan ini pasti sudah gak asing lagi. Cocok untuk kebutuhan saat sedang jalan sendiri atau diburu waktu

Uber Pool Layanan ini sistemnya seperti nebeng. 2 customer tidak saling kenal dan kebetulan jalannya searah bisa milih layanan ini. Bayarnya paruhan.

UberX Layanan ini yang sering kita gunakan sehari-hari. Tarifnya lebih terjangkau sesuai kebutuhan kantong. Mobil yang disediakan UberX seperti Xenia, Avanza, dll.

Uber

Hitungan Menit

Layanan Uber dinilai cepat. Masa tunggunya hanya hitungan menit. Bahkan ada fakta menarik, memanggil Uber lebih cepat ketimbang memanggil ambulans. Terlalu cepatnya masa tunggu Uber karena sistem berjalan otomatis dan memilih pengendara yang paling dekat dengan lokasi order.

Berikut ini adalah perkiraan waktu tiba pemesanan Uber di seluruh dunia dengan hitungan menit

Uber

Nyaman dan Pasti

Kenyamanan transportasi adalah hal utama. Saat pertama memesan Uber melalui aplikasi, pengguna bisa melihat estimasi biaya hingga tiba di tujuan. Begitupula jika pelanggan tidak tau arah perjalanan, armada Uber telah dilengkapi dengan GPS dan Peta. Dengan Peta ini, pelanggan Uber dapat sharing lokasi dengan orang lain estimasi waktu tiba dan posisi ketika di tengah perjalanan

Uber

Elegannya Caturra Espresso Cafe

Gathering Uber kemarin berjalan santai dan meriah. Hidangan Es Teh dan infused water nan segar menemani sore hari kota Surabaya yang sedikit hangat. Caturra Espresso Cafe yang terang dan tenang membuat betah para peserta yang terdiri dari Blogger dan Instagramer yang bernaung di dalamnya. Tempatnya Instagramable! separuh bangunannya dikelilingi oleh dinding kaca sehingga membuat tampilan Cafe ini berkesan mewah dan elegan. Cafe ini menyediakan lokasi indoor dan outdoor, pengunjung dapat memilih salah satunya. Caturra Espresso Cafe buka mulai jam 10.00 hingga 22.00. Review Cafe ini saya tulis di postingan lainnya yaahh… 🙂

Di sudut Caturra Espress Cafe
Di sudut Caturra Espress Cafe

Bu Risma sibuk ngatur Lalu Lintas, Kemana Polantasnya? Ini Jawaban Kasat PJR Polres Tanjung Perak, IPTU Sunarto!

Bu Risma sibuk ngatur Lalu Lintas, Kemana Polantasnya? Opini itu bertubi-tubi lewat Wall Facebook saya beberapa waktu lalu ketika sebuah video Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, diunggah. Di tayangan itu terlihat wanita nomor satu di Surabaya nampak bersemangat mengatur kepadatan di sudut jalan raya dan tak seorang pun petugas berseragam coklat membantu. Komentar netizen bertubi-tubi, tak sedikit juga yang mencemooh kinerja petugas, lalu apa tanggapan Kepolisian? Ini jawaban Kasat PJR Polres Tanjung Perak, IPTU Sunarto!

Disela obrolan, sempat menerima telpon dari Kasalantas Tanjung Perak terkait pengamanan wilayah Kenjeran menjelang UN Habitat
Disela obrolan, sempat menerima telpon dari Kasalantas Tanjung Perak terkait pengamanan wilayah Kenjeran menjelang UN Habitat

Beberapa hari ini kota Surabaya sedang bebenah. Bebenah melanjutkan pembangunan frontage road sisi barat jalan A Yani yang belum rampung sempurna serta beberes untuk menyambut tamu dari 193 negara yang berkunjung ke Surabaya dalam rangka Prepcom III UN Habitat. Kedatangan tamu ‘istimewa’ ini otomatis kian menyibukkan beberapa instansi, terutama dalam hal pengamanan. Salah satunya Kasat PJR Polres Tanjung Perak, IPTU Sunarto, SH, yang dini hari tadi sedang berpatroli Blue Silver di kawasan Jalan K.H. Mas Mansyur.

Duduk di salah satu bangku warung susu murni Pak Ali, IPTU Sunarto yang telah bertugas di Polres Tanjung Perak sejak tahun 1997 ini mengaku sedang giat patroli Blue Silver. “Biasanya Kapolres ikut patroli, Mbak”. Saya pun bertanya, apakah Kapolres sering turun ke jalan?, diakui Bapak yang pernah ditugaskan di Papua, “Pak Mattanete (panggilan Kapolres Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete) sering banget bergabung di giat Blue Silver. Pagi-pagi jam 6 sudah apel di kantor, dilanjutkan ke lapangan mem-biru-kan langit kawasan Tanjung Perak!”

Ngobrol disela tugas patroli
Ngobrol disela tugas patroli

Patroli Blue Silver? Apa itu?

Patroli Blue Silver merupakan ide Kapolri untuk mendukung program 100 hari kinerjanya dengan menurunkan anggota di titik-titik tertentu. Dukungan itu oleh Kapolres Tanjung Perak disambut baik dengan menamakan kegiatannya Patroli Blue Silver. Blue yag dimaksud adalah lampu rotator menyala berwarna biru yang terpasang di kap atas mobil patroli. Sedangkan Silver adalah nama lain Polres Tanjung Perak. Jadilah Blue Silver.

Patroli Blue Silver dilaksanakan setiap hari sebagai bentuk pelayanan Polres Tanjung Perak kepada masyarakat. Dengan patroli ini diharapkan memicu kedekatan antara Polisi dan masyarakat. Yaahh, boleh juga sih idenya..

Kapolres Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete saat memimpin apel Patroli Blue Silver. Image by Facebook Polisi Jatim
Kapolres Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete saat memimpin apel Patroli Blue Silver. Image by Facebook Polisi Jatim

Terkait dengan fenomeno Bu Risma yang rajin ke jalan dan mengatur lalu Lintas, IPTU Sunarto menyambut positif dan menganggap hal itu biasa saja. “Kalau saya menganggapnya biasa. Memang sudah kewajiban seorang walikota turun ke lapangan melihat langsung kondisi lalu lintas di kotanya”

“Jadi, saat itu Pak Polisi Lalu Lintasnya kemana, Pak?” Semoga pertanyaan saya dapat mewakili pertanyaan kalian ya teman-teman netizen 🙂

Patroli Blue Silver Polres Tanjung Perak

“Gini, Mbak. Pos Polisi rata-rata dijaga oleh 3 petugas Polisi. Mereka bertugas selama 12 jam setiap hari. Di kawasan tertentu, lalu lintasnya sangat padat. Contoh saja kawasan Margomulyo yang isinya truk-truk gede, container, dan segala macamnya. Belum lagi di daerah Manukan yang masih ada pengerjaan pelebaran jalan. Walaupun sudah diatur sampai glegek’en, tetap aja macet. Tanggung jawab ke 3 petugas pos Polisi harus mengurai kemacetan dengan menyebarkan diri dan mencari biang kemacetan. Sudah menyebar sekalipun, masih saja ada penumpukan. Saat-saat seperti itu kehadiran seseorang sangat ditunggu-tunggu. Jangankan walikota, masyarakat saja boleh turun ke jalan mengatur pengendara yang lain…”

“….. Di Surabaya tidak banyak sosok masyarakat yang mau meninggalkan kendaraannya ketika di tengah kemacetan untuk sejenak mengatur lalu lintas. Kondisi seperti itu jangan harus selalu menunggu Polisi datang. Kalau sama-sama nggak mau ngalah, sampai malam pun gak selesai-selesai macetnya! Cobalah yang punya pengetahuan lantas turun ke jalan dan mengatur kebuntuan secara sukarela. Banyak masyarakat rela hati turun ke jalan, tapi ujung-ujungnya minta recehan ke para pengendara…” beber Polisi kelahiran Ponorogo yang pernah mendapat pendidikan Brimob.

Urun jempol dulu dengan mobil Blue nya..
Urun jempol dulu dengan mobil Blue nya..

Penjelasannya luas banget lho ya, bacanya pelan-pelan aja sampai selesai, jangan fast reading supaya kalau muncul lagi video Mak’e arek-arek Suroboyo ngatur jalan raya udah tau jawabannya dan nggak asal tanya, Bu Risma sibuk ngatur Lalu Lintas, Kemana Polantasnya? Akan lebih merasuk ke sanubari jika sebelum berkomentar rasakan dulu nikmatnya turun ke jalan ngatur kemacetan hehe…