Parenting

Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini, Pentingkah?

Saya suka terpana melihat anak balita bisa ngomong bahasa inggris layaknya tiap hari Ia hidup di Amerika. Saya perhatikan, Bapak Ibuknya orang Jawa tulen, bukan keturunan indo, tapi anaknya bisa cas cis cus inggris. Di lain kesempatan Ibuknya ngomong bahasa Jawa, Ia pun bisa mengerti ucapan Ibunya. Kok bisa ya dia memahami beberapa bahasa? tiap hari makanannya apa begitu itu.. Continue reading “Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini, Pentingkah?” »

Jalan-jalan · Parenting · Wajah Surabaya

Main Air di Taman Balai Kota Surabaya

2017-03-15_12-14-13

Main air di Taman Balai Kota Surabaya menjadi aktifitas menyenangkan bagi warga kota untuk memanjakan anak-anak kala libur sekolah. Gak usah mengeluarkan biaya mahal, cukup bayar parkir seribu rupiah saja untuk motor, dan tiga ribu rupiah untuk mobil.

Saat ini Orang tua di Surabaya tak lagi dipusingin destinasi wisata untuk menyenangkan anak-anak, karena sekarang ada tempat asik di jantung kota Surabaya. Adalah spot air mancur yang terdapat di jalur pedestrian gedung Balai Kota. Spot ini terletak di luar area Taman Surya, sehingga pengendara yang melalui jalan Walikota Mustajab pasti akan melihatnya.

Saya beberapa kali lewat kawasan ini selalu terpesona melihat air mancur yang muncrat dari sela-sela lantai. Pesona muncratan airnya biasa saja, tapi tingkah laku anak-anak ini yang menggemaskan. Tiap kali muncratan air tumpah keatas, mereka sudah siap menangkapnya dengan gembira. Sambil berlarian, kadang sambil gegulingan di lantai.
Continue reading “Main Air di Taman Balai Kota Surabaya” »

Parenting

Mengenal Alergi Pada Anak dengan Melakukan Tes Alergi

Alergi adalah gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada anak-anak. Sudahkah Anda mengenal alergi? Anda akan memerlukan bekal tersebut untuk melindungi anak Anda dari gejala-gejalanya, yang sebagian bisa berakibat fatal bagi anak. Alergi ini sendiri terjadi karena reaksi dari sistem imunitas tubuh ketika ada zat asing yang masuk ke dalam tubuh, baik karena tertelan, dihirup, atau ketika disuntik.

Kebanyakan pemicu dari alergi ini sendiri sebenarnya tidaklah berasal dari zat yang berbahaya bagi manusia. Setidaknya, normalnya zat ini tidak berbahaya. Namun reaksi dari sistem imunitas tubuh bisa berbeda-beda, dan alergi adalah salah satu dari efek sampingnya. Alergi sendiri bisa terjadi karena apa saja. Makanan dan minuman, bulu binatang, serbuk sari bunga, dan bahkan cuaca bisa menjadi penyebabnya. Anda sebagai orang tua haruslah waspada.

Ketika Anda melihat anak Anda mengalami bersin-bersin, kulit memerah dan gatal-gatal, sakit perut dan diare, maupun mengalami gangguan pernapasan setelah melakukan kontak dengan suatu zat, segeralah Anda pergi ke dokter. Dokter akan membantu Anda mengenali lebih jauh alergi tersebut dengan cara ini:

1. Tes di kulit

Tes ini dilakukan dengan meneteskan cairan berisi allergen pada kulit dan ditusukkan pelan-pelan via jarum sehingga reaksi bisa terlihat. Jika ternyata kulit memerah dan gatal dalam kurun waktu 10-15 menit, maka kemungkinan anak Anda alergi.

2. Tes tempel

Tes ini juga dilakukan di kulit. Hanya saja bukan dengan suntikan tapi dengan menempelkan allergen pada tempat tertentu di kulit selama 2 hari, dan reaksinya akan dipantau.

3. Tes darah

Tes ini akan mengukur kadar lgE di dalam darah, dan biasanya sangat efektif dalam menentukan apa jenis alergi yang dimiliki.

Sumber foto: www.alergianak.com

Dengan menggunakan tes tersebut, Anda akan mengetahui solusi alergi anak yang tepat dialami anak lebih baik lagi, dan mencegah terjadinya salah pemberian obat atau penanganan. Jadi ketika anak Anda mengalami alergi susu sapi misalnya, dan bukan alergi kedelai, Anda bisa dengan tenang memberikan Susu SGM Soya padanya untuk menggantikan nutrisi yang tak bisa diterima anak karena alergi nya tersebut.

Parenting · Wajah Surabaya

Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada

Baru-baru ini grup WA saya bertambah satu lagi. Grup alumni SMPN 19 Surabaya. Entah keberuntungan atau semacam kecelakaan masuk ke grup ini 😀 , yang pasti saat saya memantapkan diri untuk mencemplungkan diri di grup, sang admin sudah meyakinkan saya, “yakin mau masuk? Sudah siap menerima resikonya?” karena saya yakin gak akan terjadi apa-apa, saya katakan siap, dan rela menerima resikonya.

Betapa terjerumusnya saya ternyata grup ini aktifnya kebangetan! Penghuninya hanya 95 orang dari total murid 300 orang ( angkatan saya terdiri dari 7 kelas, per kelas 48 anak), tapi ramainya ngalahin 500 orang. 😀 Masa, ya, sejam obrolannya 3000 chat! Bahkan saya pernah gak buka grup sehari, obrolannya sudah 10.000 chat! Gimana gak mampus bacanya.. ditinggal manjat keatas, yang bawah sudah panjang. Jangankan manjat, ditinggal kedip sekejap aja udah 50 chat haha..

Dari jumlah yang ada sekarang sudah ada beberapa yang left grup. Bukaan, bukaan karena baper atau sakit hati efek obrolan, tapi karena kapasitas HPnya gak kuat menerima begitu banyak percakapan. Meski saya jarang interaksi, teramat berat untuk saya keluar dari grup. Jujur aja kejarangan saya interkasi di grup alasannya hanya satu, takut gak bisa berhenti ngobrol! Kalau udah ikut nimbrung, dijamin sampai dini hari pun gak bakal rela ninggalin percakapan. Apa aja sih bahasannya di grup, segitu amat, Yun?

Sebetulnya bukan hanya alasan obrolannya saya tetap bertahan, saya senang di grup itu karena kami memiliki perbedaan. Jadi begini, grup itu diinisiasi oleh salah satu kelas yang isinya beragam agama. Di sekolah kami dulu murid yang beragama selain Islam dikumpulkan dalam satu kelas. Kelas lainnya semuanya muslim. Misalkan 7 kelas dari A – G, yang kelas A – F semua beragama Islam, kelas G isinya campur-campur. Kebetulan saat kelas 2, saya masuk di kelas G yang ‘Bhinneka Tunggal Ika’ itu. Ada Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Islamnya. Saat pelajaran agama, semua murid semburat keluar ruangan. Tinggal 11 orang aja yang agama Islam tinggal di dalam kelas.

Di masa yang serba ‘sok tau’ seperti sekarang, dimana urusan Rasisme jadi ajang perdebatan, grup SMP saya adem ayem saja. Kami ndak pernah bahas masalah yang lagi viral. Beda banget dengan grup saya yang lain dimana ketika saya pernah menyebut merek roti, obrolan berubah panas dan ujung-ujungnya debat.

Suatu hari ada teman yang tinggal di Amrik sono curhat tentang pemilu. Perbedaan waktu yang signifikan, membuat teman saya mengenyahkan rasa kantuk yang sudah lama ditahan. Di Indonesia siang, di sana, Ia sedang bertempur dengan bantal dan kasur. berita Donald Trump Amerika terbaru Sindonews membuat kami merasa turut menanggung apa yang tengah dirasakan kawan saya yang tinggal di Amrik.

Kadang saya heran, ribuan obrolan di grup apa aja gitu yang dibahas. ‘Geje’ juga nggak. Topik serius, nggak. Broadcast ala-ala berisi berita berwarna abu-abu juga jarang ada. Tapi ada aja bahasan yang memancing member untuk interaksi.

Di grup inilah saya belajar rasa Bhinneka Tunggal Ika yang dulu pernah jadi pegangan pelajaran PPKN, dan sekarang mulai goyang dirundung prahara. *duh kalimatnya* 😀

Di grup itu saya belajar hormat menghormati antara umat beragama yang dikandung oleh butir-butir Pancasila Sila ke satu butir ke 3, Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Saya percaya, meski social media kerap berbenturan dengan masalah SARA, saya yakin di luar sana masih ada kelompok-kelompok kecil yang memegang teguh kebersamaan dalam perbedaan. Ini Indonesia kawan, Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada. Silakan mencaci gambar mata uang baru, rekening saya akan selalu terbuka menerima limpahan rupiah bagi yang tidak senang memilikinya! Bhuahaha..

Parenting

Mengatasi dengan Benar Alergi Susu Pada Anak

Alergi adalah salah satu masalah kesehatan yang disebabkan karena sistem imun tubuh yang salah mengenali sesuatu yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh sebagai suatu ancaman. Terdapat berbagai macam alergen seperti susu sapi. Alergi susu sapi biasanya terjadi pada anak-anak. Hal tersebut dikarenakan, sistem pencernaan anak yang belum sempurna sehingga tidak dapat menyerap protein susu sapi dengan sempurna.

alergi-susu-anak

Jika anak Anda mengalami alergi susu sapi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menghentikan pemberian susu formula dari susu sapi serta makanan yang terbuat dari olahan susu sapi. Jika anak Anda masih mengkonsumsi ASI, penghentian semua makanan yang terbuat dari susu sapi akan mencegah alergi yang menyatu dengan ASI dan tidak akan membahayakan anak.

Anak yang mengalami alergi terhadap susu sapi cenderung kekurangan kalsium dan vitamin D. Untuk mengatasi hal tersebut, berikan anak sumber kalsium serta vitamin D, misalnya telur, kedelai, salmon, tuna, sarden. Anda juga dapat mengajak anak bermain saat pagi hari sehingga anak dapat terpapar UV-B namun jangan terlalu lama. Cukup 3 kali dalam seminggu dengan waktu sekitar 10-15 menit untuk membuat anak mendapatkan cukup vitamin D.

Selain dengan memberikan makanan selain olahan susu sapi seperti yogurt, Anda juga dapat melakukan cek alergi anak atau memberikan susu formula pengganti. Saat memberikan susu pengganti untuk anak, perhatikan apakah anak mengalami alergi terhadap soya/kedelai atau tidak. Jika iya, berikan susu dengan proses hidrolisis sehingga protein susu terpecah hingga menjadi partikel yang kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Namun, jika tidak mengalami masalah atau tidak alergi soya, susu soya dapat menjadi pilihan yang tepat dan terjangkau. SGM Ekplor Soya adalah susu dari soya dengan formula Isolat Protein Kedelai sehingga dapat mengganti sumber protein yang biasanya diperoleh dari susu formula dari susu sapi. Susu tersebut dapat diberikan untuk anak dengan alergi susu sapi serta anak yang menderita galaktosemia. Jadi, pilih SGM Eksplor Soya yang dilengkapi dengan presinutri+ untuk membantu tumbuh kembang anak lebih maksimal sehingga anak tetap dapat mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya!

Parenting

Mengikhlaskan hutang yang tak dibayar

Mengikhlaskan Hutang yang tak dibayar? Beraaat, sangat berat! Seberat bayar hutang, dan seberat menagih hutang. Persoalan hutang memang rumit, antara yang berhutang dan berpiutang, sama-sama dalam posisi yang sulit. Ditagih, molor, gak ditagih, amnesia.

Tema Collaborative Writing KEB kali ini ditulis oleh Mak Haeriah Syamsuddin yang melemparkan ide berupa Bayarlah Hutangmu sebelum ditagih. Wadaww, kalau kayak gini ikhlas-ikhlas aja ngutangi, hihi …

Kunci sukses nagih hutang

Betul yang ditulis Mak Haeriah, orang berutang itu antara dua pilihan; sedang butuh atau karena kebiasaan. Melihat orang yang sedang ditimpa kesulitan kayaknya kasihaan bangeet. Akan tetapi melihat orang yang kebiasaan berhutang, sedangkan dirinya mampu beli cash, rasanya juga gregetan, apalagi ditagih bayarnya susah, pakai marah-marah pula.

Saya pernah berhubungan dengan urusan hutang piutang saat kerja dulu. Kerjaan spesifik saya sebenarnya jualan, bukan ngurusi keuangan, tapi seringnya ketiban sampur ngerangkap debt collector. Pindah tempat kerja 3 kali, semuanya begitu. Mungkin muka judes saya cocok jadi tukang tagih, wakaka …

Suatu ketika, bagian keuangan kesulitan menagih toko A. Tagihan yang harusnya 3 hari, molor jadi 3 minggu. Apalagi toko A membuat ketentuan tagihan hari Selasa dan Kamis. Tiga kali Selasa, dan tiga kali Kamis, masih saja belum lunas. Sampai nota tagihannya lecek, karena kelamaan nangkring di folder tagihan. Karena nyerah, bagian keuangan minta tolong saya nagihin. Dalam hati saya juga penasaran, sesangar apa sih bos toko A sampai gak berhasil nagih.

Hari Selasa, pun, tiba. Jam 3 sore (waktu yang tepat untuk nagih), saya menuju toko A. Sebelum saya ngomong nagih, saya perhatikan dulu suasana toko A, apakah ada customer, atau Bosnya sedang nganggur. Kalau ada customer saya diam dulu, menunggu. Meskipun satu jam nunggu, kalau gak ditanya keperluannya apa, saya tetep diam. Saat ditanya, saya baru jawab, “Mau nagih, Pak”.

Tak jarang saya dijanjikan datang jam 4. Datang jam 4, dijanjikan lagi datang jam 5. Saking hapalnya karakter Bos toko A, tiap nagih saya datang jam setengah 6. Biasanya jam-jam segini, para Bos dan bagian keuangan sedang sibuk-sibuknya ngitung hasil jualan hari itu.

Begitu datang, Bosnya berkata, “Ya gini kalau nagih, sopan. Jangan kayak temanmu, nagih utang teriak-teriak didepan customer”. Akhirnya saya tau, mengapa teman saya selalu gagal nagih di toko A. Sering saya datang keesokan hari karena Bos toko A minta perpanjangan sehari. Hikmahnya, tiap nagih saya diprioritaskan, gak harus nagih Selasa dan Kamis aja, sekiranya tagihan jatuh tempo, saya datang, tagihan itu dibayar hehe …

Kunci sukses nagih hutang dengan cara sopan dan sebisa mungkin pandai mencuri hati orang berhutang. Orang Jawa bilangnya, pinter ngepek ati. Misalnya dengan basa-basi, ngajak ngobrol, bertanya kabar, pokoknya mengakrabkan diri, deh. Tapi, cara kedua gak selamanya berhasil, apalagi yang berhutang saudara sendiri. Seringnya justru mengikhlaskan hutang dengan catatan kapok ngutangi lagi!

Baca juga: Cerdas Merencanakan Keuangan Sejak Dini untuk Masa Depan Lebih Baik

Banyak yang bilang, lebih baik tidak ngutangi saudara dari pada merusak hubungan persaudaraan. Iya, memang betul. Kadangkala justru saudara lebih tega dari hubungan teman. Pas butuh aja terlihat kasihan, begitu jatuh tempo, njeketeeek diam seribu bahasa, boro-boro menyapa, menampakkan diri aja, nggak, hahaha …

Beberapa kali pengalaman memberi hutang ke saudara dan teman, saya selalu berpikir jeleknya dulu, bagaimana kalau gak dibayar?

Bukan mau suudzon, tapi perlu juga jaga-jaga hal jeleknya. Segala sesuatu kan harus dihitung baik buruknya, dan ketika suatu saat hal jelek menimpa, kita sudah siap dengan resikonya, termasuk mengikhlaskan hutang yang tak dibayar. Kalau dari awal gak siap mengikhlaskan hutang, lebih baik jangan dihutangi, dari pada jadi aib dikemudian hari dan perasaan gak ikhlasnya dibawa sampai ke ujung dunia, hayo?

“Barang siapa mati dan memiliki tanggungan utang dinar ataupun dirham, maka ia akan dilunasi dengan pahala kebaikannya. Karena di akhirat tiada lagi manfaat dinar ataupun dirham.” (HR. Ibnu Majah dari shahabat Ibnu Umar radhiallahu anhuma dan Syaikh Al Albani mengomentari hadits ini dalam Shahihut Targhib no. 1803, “Hasan shahih.”)

Memberi hutang orang lain sama dengan mengikhlaskan harta kita untuk diserahkan kepada orang lain. Katakan dengan baik-baik jika memang tidak mau memberi hutang, meskipun terkadang resikonya menyakitkan, dibilang kita pelit, gak mau bantu orang lain, gak toleransi, dan lain-lain dan lain-lain. Sebab, uang yang dihutangkan jangan diharap kembali tepat waktu. Karena uang hutang, bukan uang tabungan yang sewaktu-waktu bisa ditarik. Emak-emak, Bapak-bapak, menghutangi orang bukan sebuah kewajiban, lho. Sebaiknya, kalau memang tidak dihutangi jangan maksa orang memberi hutang.

Begitupun jika tak sanggup bayar hutang, lebih baik sampaikan jujur dengan meminta penangguhan pembayaran. Berkata jujur lebih baik daripada menghilangkan diri diantara rerimbunan ketakutan.

“Barang siapa yang mau memberi tangguhan kepada orang yang sedang kesulitan atau bahkan membebaskannya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan ‘Arsy-Nya di hari tiada naungan selain naungan-Nya.” (HR. At Tirmidzi)

Supaya gak sakit hati, saat memberikan hutang kepada orang lain, ikhlaskan hutang itu jika suatu hari nanti tak dibayar.

Parenting

Pengaruh gangguan pencernaan terhadap tumbuh kembang otak si kecil

Pengaruh gangguan pencernaan terhadap tumbuh kembang otak si kecil penting diketahui para orang tua, terutama saat usia si kecil dalam masa periode emas. Sebab di masa ini, perkembangan otak si kecil sedang berfungsi maksimal sehingga mereka membutuhkan asupan nutrisi yang tepat. Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan seluruh organ penting dan sistem tubuh si kecil hampir semuanya telah selesai terbentuk, termasuk perkembangan otak dan sistem saluran cernanya.

Saya pernah punya pengalaman menegangkan dengan si kecil ketika kondisi pencernaan mereka tidak baik. Rasanya seperti bencana. Acara yang harusnya senang-senang malah jadi makan hati. Anak rewel dan saya tidak paham dengan kemauannya. Bawaannya gelisah. Segala upaya telah saya tempuh, mulai dari rayuan hingga menyerahkan Smartphone agar mereka anteng bermain youtube. Eh, tetap saja belum berhasil. Hingga kemudian saya memahami Ia mengeluhkan perutnya sakit. Dan saya baru mengetahui ternyata kegelisahannya akibat mengalami konstipasi.

Titha dan segala keingintahuannya ^^

Pengaruh gangguan pencernaan terhadap tumbuh kembang otak si kecil. Memahami kondisi pencernaan si kecil tidak mudah lho, Bun. Orang tua dituntut mengerti luar dalam apa yang sedang dirasakan oleh anak-anak. Menunjukkan wajah-wajah ceria bukan berarti si kecil sedang bahagia, siapa tau saja mereka sedang memendam perasaan gelisah menahan gejolak sesuatu di perut. Sebaliknya, anak-anak kesulitan menyampaikan kondisi yang dirasakan kepada orang tuanya.

Bunda pernah lihat si kecil gumoh? Nah, gumoh termasuk salah satu dari 5 gangguan yang berhubungan dengan kondisi sistem pencernaan si kecil. Selain gumoh, gangguan pencernaan lainnya adalah perut kembung, muntah, sering buang gas, dan pup tidak lancar.

Macam gangguan pencernaan
Macam gangguan pencernaan

Gumoh

Dalam kondisi normal sering kita lihat si kecil tiba-tiba mengeluarkan muntah dari mulutnya. Saking seringnya, kadang orang tua menganggap gumoh si kecil adalah hal biasa. Padahal bila si kecil sering gumoh, orang tua harus mewaspadai dan segera mencari tau penyebab si kecil gumoh.

Ada beberapa penyebab gumoh pada bayi, yaitu: si kecil terlalu aktif bergerak, porsi makan yang diberikan Ibu terlalu banyak, juga karena si kecil jarang bersendawa. Jika hal-hal diatas sudah diminimalisir tapi gumoh masih berkelanjutan, sebaiknya orang tua melakukan konsultasi dengan dokter.

Perut Kembung

Perut kembung adalah kondisi dimana perut bayi memiliki kandungan udara berlebih. Kondisi ini dipicu oleh beberapa hal; si kecil belum kentut, perjalanan makanan ke usus terganggu, atau si kecil kekurangan nutrisi.

Untuk mengatasi perut kembung caranya dengan mengoleskan minyak di perut bayi, memandikan dengan air hangat, menggendong bayi sambil penggungnya di tepuk-tepuk.

Muntah

Muntah adalah hal yang normal jika terjadi hanya sekali. Begitupun muntah pada bayi yang disebut gumoh juga hal yang tak perlu dirisaukan orang tua. Hanya saja jika si kecil mengalami muntah terus menerus maka orang tua perlu waspada terhadap kesehatan si kecil. Penyebab bayi muntah yang tidak normal bisa terjadi beberapa sebab, misalnya keracunan makanan atau radang usus. Perhatikan gelagat si kecil, bila wajahnya terlihat kesakitan sebaiknya bawa segera ke dokter.

Sering Buang Gas

Bayi yang sering buang gas ternyata tidak baik juga untuk perkembangan mereka. Jika si kecil sering buang gas, artinya produksi gas di tubuh si kecil sedang berlebih. Sebetulnya bayi yang sering buang gas bukan merupakan masalah berat, tapi orang tua juga perlu mencari tau mengapa bayi sering mengeluarkan gas.

Cara meredam buang gas pada bayi dengan cara menepuk punggung beberapa kali agar gas segera keluar, mengolesi minyak telon di perutnya, orang tua lebih teliti dalam memberikan makanan pendamping ASI.

Pup tidak lancar alias Konstipasi

Konstipasi pada si kecil perlu diwaspadai. Pup yang tidak lancar seringkali memicu sakit pada bayi karena tekstur pup nya cenderung keras dan si kecil kesulitan mengeluarkannya. Untuk menghindari konstipasi, orang tua wajib memperhatikan pola buang air besar pada anak, yakni memperhatikan frekuensi buang air besar, memperhatikan warna BAB, dan sering ngecek tekstur pup si kecil.

anak

Penyebab gangguan sistem pencernaan pada si kecil

Hal-hal yang berhubungan dengan sistem pencernaan pada si kecil pada dasarnya di sebabkan oleh saluran pencernaan si kecil yang masih dalam tahap berkembang sehingga masih peka menerima segala makanan pengganti ASI. Dalam kondisi normal, sistem pencernaan anak mampu menyerap semua nutrisi makanan yang diasupnya.

Di awal tahun kehidupan, enzim yang membantu mencerna protein dan latosa di tubuh si kecil belum bekerja sempurna sehingga menyebabkan protein susu dan latosa yang dibutuhkan tidak terserap sempurna. Sisa-sisa makanan yang tidak terserap tersebut masuk ke dalam usus besar dan menjadi rumah bermacam-macam bakteri hidup yang berakibat terjadinya pembusukan. Pembusukan inilah yang menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan pada si kecil dan timbullah gangguan pencernaan seperti perut kembung, sering buang angin, BAB tidak lancer dan rewel tanpa sebab yang jelas.

Gangguan pencernaan terhadap tumbuh kembang otak si kecil

Gejala pencernaan pada si kecil kerap terjadi pada malam hari, saat dimana seharusnya mereka mendapatkan kenyamanan selama tidur. Akibat gangguan pencernaan, terganggu pula pola tidurnya. Padahal saat tidur adalah saat paling baik bagi si kecil untuk membentuk tumbuh kembang secara optimal termasuk perkembangan otaknya.

Agar gangguan yang dialami si kecil tidak merembet ke mana-mana maka dibutuhkan formula yang mudah dicerna yang mengandung protein halus dan sesuai untuk perut peka mereka.

Saat ini telah hadir Enfagrow A+ Gentle Care, susu pertumbuhan si kecil usia 1-3 tahun yang memiliki protein halus yang mudah dicerna untuk perutnya yang peka. Dengan teknologi PHP yang diproduksi di Belanda, Enfagrow A+ diperkaya dengan nutrisi penting seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12.

Enfagrow

Nah, untuk mengetahui kondisi kesehatan pencernaan si kecil beserta gejala yang mereka alami, kunjungi Wikipoop

Pengaruh pencernaan terhadap tumbuh kembang otak si kecil berkaitan erat dengan proses kreatifitas mereka. Agar tumbuh kembang otak si kecil berjalan sempurna, berikan mereka nutrisi tepat dan seimbang. Apabila Ibu ingin mengetahui info lebih dalam seputar gangguan pencernaan si kecil, kunjungi Digestion Center