Hamil tanpa Ngidam, wajarkah? Yuk cari tau seputar Ngidam!

Konon wanita yang sedang hamil segala keinginannya harus dituruti. Kalau nggak turuti bisa mengakibatkan anak jadi suka ngiler!

Lha kalau selama hamil gak ngidam, apakah kehamilannya bermasalah?

Sejak dulu ngidamnya wanita hamil selalu membawa kontroversi. Yang katanya ngidam merepotkan suami sehingga segala yang diucap istri kudu dituruti. Bahkan ada yang bilang ngidam adalah pekerjaan istri yang dibuat-buat supaya dapat perhatian suami.

Haeee.. ngidam itu beneran ada, lho. Walaupun sedang hamil trus gak merasakan ngidam juga bukan berarti kehamilannya bermasalah. Continue reading “Hamil tanpa Ngidam, wajarkah? Yuk cari tau seputar Ngidam!” »

Prenagen Pregnancy Educational Journey (PPEJ) 2017 dan Hallobumil persembahkan Terbaik untuk yang Teristimewa kepada Ibu Hamil

“Mbak, makasih ya sudah jenguk di Rumah Sakit. The Power of Friendship, sekarang aku sudah baikan”

Sebuah pesan saya terima dari seorang teman beberapa hari lalu via aplikasi chatting.

Hampir satu bulan lalu saya menjenguk teman yang mengalami preeclampsia di kota Malang. Saat diijinkan bertemu dengannya di ruang ICU, kami hanya bisa beratatapan mata lama. Saya sulit mengungkapkan perasaan karena melihat kondisinya, teman saya juga sulit berkata-kata karena ada alat yang membuat dirinya kesulitan membuka bibir. Sungguh, tidak menyangka bahwa efek penyakit yang terjadi karena tekanan darah naik saat hamil bisa begini mengerikan. Continue reading “Prenagen Pregnancy Educational Journey (PPEJ) 2017 dan Hallobumil persembahkan Terbaik untuk yang Teristimewa kepada Ibu Hamil” »

Edukasi Tanggap Alergi Anak di CFD Darmo

Car Free Day Darmo sekarang makin semarak, banyak aktifitas menarik yang diikuti secara gratis. Mulai senam Zumba sepanjang jalan hingga bersepeda santai. Yang paling menarik saya ikuti adalah edukasi alergi anak.

Seperti biasanya, suasana Car Free Day hari Minggu, 23 Juli 2017, seperti pasar senggol. Menuju parkiran motor saja harus melalui lapisan drama dengan para pelapak dadakan. Tapi saya senang, sambil jalan mata jelalatan cari-cari baju dan makanan murah. Hehe.. Continue reading “Edukasi Tanggap Alergi Anak di CFD Darmo” »

Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini, Pentingkah?

Saya suka terpana melihat anak balita bisa ngomong bahasa inggris layaknya tiap hari Ia hidup di Amerika. Saya perhatikan, Bapak Ibuknya orang Jawa tulen, bukan keturunan indo, tapi anaknya bisa cas cis cus inggris. Di lain kesempatan Ibuknya ngomong bahasa Jawa, Ia pun bisa mengerti ucapan Ibunya. Kok bisa ya dia memahami beberapa bahasa? tiap hari makanannya apa begitu itu.. Continue reading “Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini, Pentingkah?” »

Main Air di Taman Balai Kota Surabaya

2017-03-15_12-14-13

Main air di Taman Balai Kota Surabaya menjadi aktifitas menyenangkan bagi warga kota untuk memanjakan anak-anak kala libur sekolah. Gak usah mengeluarkan biaya mahal, cukup bayar parkir seribu rupiah saja untuk motor, dan tiga ribu rupiah untuk mobil.

Saat ini Orang tua di Surabaya tak lagi dipusingin destinasi wisata untuk menyenangkan anak-anak, karena sekarang ada tempat asik di jantung kota Surabaya. Adalah spot air mancur yang terdapat di jalur pedestrian gedung Balai Kota. Spot ini terletak di luar area Taman Surya, sehingga pengendara yang melalui jalan Walikota Mustajab pasti akan melihatnya.

Saya beberapa kali lewat kawasan ini selalu terpesona melihat air mancur yang muncrat dari sela-sela lantai. Pesona muncratan airnya biasa saja, tapi tingkah laku anak-anak ini yang menggemaskan. Tiap kali muncratan air tumpah keatas, mereka sudah siap menangkapnya dengan gembira. Sambil berlarian, kadang sambil gegulingan di lantai.
Continue reading “Main Air di Taman Balai Kota Surabaya” »

Mengenal Alergi Pada Anak dengan Melakukan Tes Alergi

Alergi adalah gangguan kesehatan yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada anak-anak. Sudahkah Anda mengenal alergi? Anda akan memerlukan bekal tersebut untuk melindungi anak Anda dari gejala-gejalanya, yang sebagian bisa berakibat fatal bagi anak. Alergi ini sendiri terjadi karena reaksi dari sistem imunitas tubuh ketika ada zat asing yang masuk ke dalam tubuh, baik karena tertelan, dihirup, atau ketika disuntik.

Kebanyakan pemicu dari alergi ini sendiri sebenarnya tidaklah berasal dari zat yang berbahaya bagi manusia. Setidaknya, normalnya zat ini tidak berbahaya. Namun reaksi dari sistem imunitas tubuh bisa berbeda-beda, dan alergi adalah salah satu dari efek sampingnya. Alergi sendiri bisa terjadi karena apa saja. Makanan dan minuman, bulu binatang, serbuk sari bunga, dan bahkan cuaca bisa menjadi penyebabnya. Anda sebagai orang tua haruslah waspada.

Ketika Anda melihat anak Anda mengalami bersin-bersin, kulit memerah dan gatal-gatal, sakit perut dan diare, maupun mengalami gangguan pernapasan setelah melakukan kontak dengan suatu zat, segeralah Anda pergi ke dokter. Dokter akan membantu Anda mengenali lebih jauh alergi tersebut dengan cara ini:

1. Tes di kulit

Tes ini dilakukan dengan meneteskan cairan berisi allergen pada kulit dan ditusukkan pelan-pelan via jarum sehingga reaksi bisa terlihat. Jika ternyata kulit memerah dan gatal dalam kurun waktu 10-15 menit, maka kemungkinan anak Anda alergi.

2. Tes tempel

Tes ini juga dilakukan di kulit. Hanya saja bukan dengan suntikan tapi dengan menempelkan allergen pada tempat tertentu di kulit selama 2 hari, dan reaksinya akan dipantau.

3. Tes darah

Tes ini akan mengukur kadar lgE di dalam darah, dan biasanya sangat efektif dalam menentukan apa jenis alergi yang dimiliki.

Sumber foto: www.alergianak.com

Dengan menggunakan tes tersebut, Anda akan mengetahui solusi alergi anak yang tepat dialami anak lebih baik lagi, dan mencegah terjadinya salah pemberian obat atau penanganan. Jadi ketika anak Anda mengalami alergi susu sapi misalnya, dan bukan alergi kedelai, Anda bisa dengan tenang memberikan Susu SGM Soya padanya untuk menggantikan nutrisi yang tak bisa diterima anak karena alergi nya tersebut.

Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada

Baru-baru ini grup WA saya bertambah satu lagi. Grup alumni SMPN 19 Surabaya. Entah keberuntungan atau semacam kecelakaan masuk ke grup ini 😀 , yang pasti saat saya memantapkan diri untuk mencemplungkan diri di grup, sang admin sudah meyakinkan saya, “yakin mau masuk? Sudah siap menerima resikonya?” karena saya yakin gak akan terjadi apa-apa, saya katakan siap, dan rela menerima resikonya.

Betapa terjerumusnya saya ternyata grup ini aktifnya kebangetan! Penghuninya hanya 95 orang dari total murid 300 orang ( angkatan saya terdiri dari 7 kelas, per kelas 48 anak), tapi ramainya ngalahin 500 orang. 😀 Masa, ya, sejam obrolannya 3000 chat! Bahkan saya pernah gak buka grup sehari, obrolannya sudah 10.000 chat! Gimana gak mampus bacanya.. ditinggal manjat keatas, yang bawah sudah panjang. Jangankan manjat, ditinggal kedip sekejap aja udah 50 chat haha..

Dari jumlah yang ada sekarang sudah ada beberapa yang left grup. Bukaan, bukaan karena baper atau sakit hati efek obrolan, tapi karena kapasitas HPnya gak kuat menerima begitu banyak percakapan. Meski saya jarang interaksi, teramat berat untuk saya keluar dari grup. Jujur aja kejarangan saya interkasi di grup alasannya hanya satu, takut gak bisa berhenti ngobrol! Kalau udah ikut nimbrung, dijamin sampai dini hari pun gak bakal rela ninggalin percakapan. Apa aja sih bahasannya di grup, segitu amat, Yun?

Sebetulnya bukan hanya alasan obrolannya saya tetap bertahan, saya senang di grup itu karena kami memiliki perbedaan. Jadi begini, grup itu diinisiasi oleh salah satu kelas yang isinya beragam agama. Di sekolah kami dulu murid yang beragama selain Islam dikumpulkan dalam satu kelas. Kelas lainnya semuanya muslim. Misalkan 7 kelas dari A – G, yang kelas A – F semua beragama Islam, kelas G isinya campur-campur. Kebetulan saat kelas 2, saya masuk di kelas G yang ‘Bhinneka Tunggal Ika’ itu. Ada Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Islamnya. Saat pelajaran agama, semua murid semburat keluar ruangan. Tinggal 11 orang aja yang agama Islam tinggal di dalam kelas.

Di masa yang serba ‘sok tau’ seperti sekarang, dimana urusan Rasisme jadi ajang perdebatan, grup SMP saya adem ayem saja. Kami ndak pernah bahas masalah yang lagi viral. Beda banget dengan grup saya yang lain dimana ketika saya pernah menyebut merek roti, obrolan berubah panas dan ujung-ujungnya debat.

Suatu hari ada teman yang tinggal di Amrik sono curhat tentang pemilu. Perbedaan waktu yang signifikan, membuat teman saya mengenyahkan rasa kantuk yang sudah lama ditahan. Di Indonesia siang, di sana, Ia sedang bertempur dengan bantal dan kasur. berita Donald Trump Amerika terbaru Sindonews membuat kami merasa turut menanggung apa yang tengah dirasakan kawan saya yang tinggal di Amrik.

Kadang saya heran, ribuan obrolan di grup apa aja gitu yang dibahas. ‘Geje’ juga nggak. Topik serius, nggak. Broadcast ala-ala berisi berita berwarna abu-abu juga jarang ada. Tapi ada aja bahasan yang memancing member untuk interaksi.

Di grup inilah saya belajar rasa Bhinneka Tunggal Ika yang dulu pernah jadi pegangan pelajaran PPKN, dan sekarang mulai goyang dirundung prahara. *duh kalimatnya* 😀

Di grup itu saya belajar hormat menghormati antara umat beragama yang dikandung oleh butir-butir Pancasila Sila ke satu butir ke 3, Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Saya percaya, meski social media kerap berbenturan dengan masalah SARA, saya yakin di luar sana masih ada kelompok-kelompok kecil yang memegang teguh kebersamaan dalam perbedaan. Ini Indonesia kawan, Bhinneka Tunggal Ika itu masih ada. Silakan mencaci gambar mata uang baru, rekening saya akan selalu terbuka menerima limpahan rupiah bagi yang tidak senang memilikinya! Bhuahaha..