DBLOGGER, Komunitas belajarku

Mbak Anny, Kak Julie, Melly, Kang MT..

Mereka adalah nama-nama yang saya kenal di awal memiliki blog. Nama-nama yang mempunyai persamaan platform dan telah mengajari banyak hal.

DBLOGGER Community nama komunitasnya. Komunitas yang awalnya dibentuk untuk menyatukan blogger berplatform blogdetik. Seiring waktu berjalan dblogger Community melebarkan sayapnya dan membaur dengan blogger yang tidak berplatform blogdetik. Suatu peningkatan yang patut diacungi jempol..

Banyak cerita dan kenangan selama bergabung menjadi anggota dblogger. Cerita dan kenangan manis yang teramat pahit untuk dilupakan. Di tahun 2010, tahun awal saya ngeblog, dblogger lah yang menjadi tempat belajar saya. Disana banyak diajarkan hal-hal dan diskusi menarik seputar dunia blogging. Ibarat murid, dblogger adalah sekolah ngeblog saya. Jika saya tidak mengerti suatu hal, anggota dblogger akan turun tangan mengatasi.

Ah, jadi ingat ketika saya tidak bisa memasang widget di sidebar blog. Dengan lugunya saya meminta tolong sekaligus memberikan username dan password blog kepada kang MT untuk dipasangkan. Meski kang MT sudah mem-warning agar setelahnya username dan password saya diganti supaya aman, nyatanya hingga sekarang blog saya aman-aman aja walaupun peringatan kang MT saya abaikan hehe

Kekompakan juga semakin terasa ketika saya menghadiri Pesta Blogger 2010. Sengaja saya datang dari Surabaya demi bisa bertemu dengan teman-teman. Ternyata kedatangan saya berbuah manis, meski belum pernah bertemu sebelumnya, kedatangan saya diterima dengan sangat baik dan ramah. Kejadian lucu yang saya ingat di acara itu adalah saya dan Mbak Anny keluar masuk mengunjungi stand sponsor demi mengejar goodie bag! Hasilnya saya mendapatkan banyak sekali pernak-pernik, mulai kaos, pin, stiker, bolpoin, dan macam-macam aksesoris.

Tak hanya itu saja setiap kali ada even, anggota dblogger Community selalu merajai. Lihat saja foto-foto dibawah ini:

Foto Ultah dblogger ke 2 di Gandaria City
Foto Ultah dblogger ke 2, 11 Januari 2011 di Gandaria City
DBlogger dan Dot S di even Pesta Blogger 2010
DBlogger dan Dot S di even Pesta Blogger 2010
dblogger di even Blogger Nusantara 2011, Sidoarjo
dblogger di even Blogger Nusantara 2011, Sidoarjo
Kompak di Blogger Nusantara 2011 Sidoarjo
Kompak di Blogger Nusantara 2011 Sidoarjo
dblogger ada di tengah-tengah peserta ASEAN Blogger 2013, Solo
dblogger ada di tengah-tengah peserta ASEAN Blogger 2013, Solo
dblogger di even Blogger Nusantara 2013, Jogyakarta
dblogger di even Blogger Nusantara 2013, Jogyakarta
Even ONOFF 2011 Epicentrum Jakarta
Even ONOFF 2011 Epicentrum Jakarta
lomba gobak sodor online dblogger surabaya
lomba gobak sodor online dblogger surabaya

Melihat foto-foto diatas siapa sih yang bisa melupakan keseruan dan kekompakan mereka. Pastinya makin cinta lah sama dblogger..

Oya, tanggal 11 Januari nanti dblogger merayakan hari jadinya yang ke 5 Tahun. Selamat ya buat dblogger semoga di usianya yang terus menanjak naik ini dblogger bisa terus aktif dan kompak.. 🙂

Buat yang ingin gabung menjadi anggota dblogger silakan follow akun twitternya @dbloggercomm

Jika Blogger menulis review politik

Saya suka heran kenapa ya tiap kali buka Facebook kok sering muncul foto Pak Menteri yang lagi nyapres. Gak hanya sekali lho tapi berkali-kali, bahkan sekali scroll munculnya bisa 2 sampai 3 kali. Isinya tau sendiri lah pasti ngajak supaya saya bergabung ke fanspage nya dia.

Begitupun di twitter masih juga menemukan foto Pak Menteri ini. Pokoknya setiap buka internet foto Bapak satu itu selalu muncul dimana-mana. Kenapa tagline nya gak diubah aja menjadi Dimana ada kamu, disitu ada saya 😀

Capres Indonesia. Gambar diambil dari Google
Capres Indonesia.
Gambar diambil dari Google

Fenomena seperti ini memang wajar sebab internet sudah menjadi media promosi yang paling ajib. Terlebih tahun ini kan tahun politik, tahun seorang calon berlomba-lomba mendapat suara sebanyak-banyaknya. Tak hanya berpromosi melalui media offline seperti menyebarkan banner, pamflet, kaos dan selebaran, mereka juga berpromosi melalui jejaring sosial media. Terutama Facebook dan Twitter.

Tak berhenti disitu para calon ini juga aktif melakukan promosi dengan menggunakan media blog. Isinya semacam menulis review. Konon bayaran yang ditawarkan kepada blogger nilainya lumayan tinggi. Dengar-dengar sih bayarannya mencapai.. ssttt.. 1,5juta! Glek! Siapa coba yang gak ngiler..

Huft! sungguh tantangan menulis yang membuat hati galau berkepanjangan hehe..

Tapi semua kembali lagi ke pribadi blogger itu sendiri. Mau nerima tawaran itu apa nggak. Terus terang nominal yang ditawarkan memang menggiurkan. Hanya dengan menulis 300-400 kata blogger sudah mendapat gaji sebanyak itu.

Menurut saya blogger Indonesia amat cerdas menanggapi hal-hal seperti ini. Dan saya pikir banyak blogger yang pintar dalam mengambil suatu keputusan apalagi menyangkut politik yang semakin memanas ini. Dan menurut saya sah-sah aja jika blogger menerima tawaran itu selama apa yang ditulis mengandung semangat kebangsaan. Tidak menyinggung pihak lain dan kalimat yang disampaikan tidak mengandung unsur-unsur yang memicu perselisihan antar partai, antar calon dan antar partisipan yang akhirnya berujung bentrok sehingga memicu pertengkaran publik, lebih-lebih mengganggu keamanan masyarakat. Intinya blogger harus pandai-pandai menyusun kalimat sesuai opini masing-masing.

Akan tetapi jika blogger menolak tawaran menulis itu juga gak masalah sebab blogger juga memiliki hak untuk menerima atau menolak tawaran menulis.

Nah, seandainya nih teman-teman mendapat tawaran menulis seperti yang saya ceritakan diatas kira-kira mau nerima gak, dan apa alasannya? Sekedar pengen tau aja sih hehe..

Resensi buku: Menciptakan Keajaiban Finansial

1239888_553473268052405_1516321634_n

Judul: Menciptakan Keajaiban Finansial
Penulis: Innuri Sulamono
Penerbit: Indah Setya Malang
Tahun Terbit: Cetakan 1, Maret 2013
ISBN: 978-602-17304-1-6
Jumlah halaman: 237 halaman
Ukuran Buku: 12 x 18 cm
Harga: Rp. 50.000

Persoalan finansial merupakan persoalan kompleks yang dialami semua umat di muka bumi ini. Bisa dibilang finansial ini sudah menjadi persoalan utama dalam menjalani kehidupan. Bak roda berputar kadang diatas kadang di bawah.

Sering ditemui sikap sawang sinawang. Menganggap orang lain selalu berada dalam kesuksesan dengan gelimangan harta benda. Tapi kita tidak tau bahwa sebenarnya di balik kesuksesan itu semua terdapat unsur-unsur yang menyelimuti kemewahan itu sendiri. Entah itu hasil usaha, rejeki atau bahkan ujian.

Seperti yang ditulis Innuri Sulasmono dalam buku Menciptakan Keajaiban Finansal ini. Secara sekilas judulnya seolah berisi tentang tips dan trik menyiasati persoalan finansial dengan bab-bab yang berat ala diktat sekolah. Tapi ternyata, di dalam buku itu Innuri malah menceritakan pengalaman pahit manis yang berhubungan dengan keuangan pribadinya beserta cara penyelesaiannya.

Sangat menghentak kalbu. Tidak seperti bahasan ala pakar ekonomi dengan teori-teori rumit, cara Innuri menyelesaikan masalah keuangan yang membelit keluarga dan usahanya sungguh diluar dugaan. Keyakinannya kepada Allah SWT menjadikan Innuri memasrahkan semuanya kepada Sang Pemilik Segalanya.

Dalam satu kisah, Innuri menceritakan saat terbelit hutang senilai ratusan juta rupiah. Di tambah gaji karyawan yang sudah nunggak dan harus segera dibayarkan. Bukan mencari pinjaman ke sana sini sebagai tambal sulam Innuri memilih memasrahkan semuanya kepada Sang Pencipta sambil kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terbebani persoalan yang sedang membelitnya. Memang susah apalagi itu soal hutang dan harus segera diselesaikan. Bagi yang keyakinannya kurang, pasrah saja tidak cukup. Tak jarang manusia lebih memilih jalan pintas dengan mencari lubang yang lebih besar untuk menututpi lubang-lubang kecil yang telah menggurita. Sebab menumbuhkan keyakinan dalam diri akan kebesaran Allah tak semudah ketika kita mengucapkan kata-kata. Namun Innuri melakukannya dengan cara lain. Bersama para karyawannya, Innuri mengajak mereka untuk berdoa bersama-sama agar persoalan-persoalan itu segera dimudahkan.

Ya Allah , aku sungguh tidak sanggup menyelesaikan hutangku, tapi Engkau bisa. Aku pasrahkan semua hutangku padaMu, terserah bagaimana Engkau menyelesaikannya, biarkan aku bersenang senang dengan banyak mensyukuri nikmatMu dan ijinkan aku berbuat kebaikan karenaMu.

Rangkaian doa yang menyejukkan. Pilihan katanya sangat sederhana namun mengandung kepasrahan yang amat dalam.

Di saat-saat sulit terkadang kita lupa bahwa ada Allah yang akan membantu kesulitan kita. Kadang kita juga lupa bahwa memasrahkan diri kepada Allah adalah langkah terbaik yang ditempuh dibanding menyelesaikan dengan kekuatan dan akal kita sendiri.

Ingatlah, bila kita merasa bahwa kita bisa menyelesaikan hutang-hutang kita (atau persoalan apa saja) dengan usaha kita, itu merupakan kesombongan yang halus sekali. Jadi kita harus mengakui kelemahan diri kita dihadapan Allah, lalu serahkan hutang/persoalan kita itu kepadaNya, biar Allah yang menangani dengan caraNya.

Yang paling penting disini adalah Ridho Allah. Sesulit apapun hidup kita jika kita pasrah dan Allah meridhoi maka kita pun akan ringan menjalaninya. Sebab Ridho Allah yang menjawab segala kesulitan kita.

Buku ini kaya kandungan hikmah. Terdiri dari 32 judul yang dibagi dalam 5 bab. Antara lain: Terlepas dari jerat hutang, Keajaiban finansial, Berbuat kebaikan, Kisah inspirasi dan Renungan. Kesemuanya dipaparkan oleh Innuri dengan rangkaian kalimat ringan tanpa kesan menggurui. Bahasanya mengalir saja dengan apa adanya seperti seseorang yang telah mengalami perjalanan sulit lalu kemudian berhasil sampai akhir. Dan Innuri menuliskan dengan detail apa-apa yang telah dilakukannya hingga berhasil menuju sampai Ia mendapatkan seperti apa yang diharapkan. Tak berhenti sampai disitu, Innuri juga menuliskan bagaimana cara membangkitkan kembali usaha yang sudah terpuruk demi mencari peluang-peluang yang bisa menghasilkan pemasukan.

Sangat menggugah. Buku ini wajib dibaca bagi siapa saja yang menginginkan kesejukan hati agar senantiasa dekat kepada Allah. Ada banyak pemikiran-pemikiran dari seorang Innuri yang mengilhami dan menginspirasi banyak orang agar selalu berpikir positif atas apa yang sedang dialami sehingga nantinya kita bisa mendapatkan kesimpulan sendiri atas pelajaran hidup yang barus saja dialami.

Prediksi Jitu: Menebak maaf

Ketika admin Warung Blogger melontarkan Prediksi Jitu sebagai kata kunci periode ke 2 dalam program PKK kepala saya langsung nyut-nyutan. Maksudnya apa ini.. Kalau cerita abg sih jelas ya karena berhubungan dengan kenakalan remaja. Sedangkan ini.. harus mikir berulang-ulang apa maksudnya.

Supaya penasaran saya tebayar lunas langsung saja saya lari ke halaman pencarian lalu mengetik keyword tersebut. Dan ternyata… kata kunci kali ini berhubungan dengan judi dan togel! Duh miris banget melihatnya karena didepan saya terpampang link-link yang memuat aneka kata kunci yang intinya mengandung 1 kata, JUDI!

Eh awas lo kalau suka main judi nanti bisa ditangkap Pak Polisi. Mendingan cari uang yang jelas supaya hasilnya juga jelas. Pak Ustad bilang judi itu dilarang agama, meskipun hasilnya banyak tapi tidak menjanjikan kemewahan. Mendingan kerja yang kasat mata, biar bisa puas nikmati hasilnya.

Kalau diperhatikan secara seksama mendapatkan angka prediksi jitu togel itu susah-susah gampang. Dibanding gampangnya, lebih banyak susahnya. Paling tidak dalam sekali duduk penjudi itu bisa menghabiskan berbatang-batang rokok. Iya kalau cuma rokok, kalau pakai minuman keras yang di oplos sama obat serangga gimana? Nyawa lah taruhannya.

Oya, omong-omong prediksi, nanti malam kira-kira Australia mau minta maaf sama Indonesia gak ya? Menurut berita di TV kemarin Pemerintah Indonesia menargetkan kalau hari ini adalah batas waktu yang diberikan kepada mereka supaya segera meminta maaf atas tindakan penyadapan yang dilakukan Australia kepada Indonesia. Geram juga dengarnya, enak aja dia bilang sembunyikan rahasia negara, bukalah rahasia negara lain. Maunya apa gitu lo, Mbok ya jangan gitu, kita kan tetanggaan. Jangan bikin orang Indonesia susah paham napa sih?

Tapi yang sudah terjadi ya sudah lah. Gak usah diperpanjang kali diperlebar lagi. Indonesia ini orangnya baik-baik, sabar dan pemaaf kok. Yang penting sekarang segeralah minta maaf dan untuk data rekaman yang sudah disadap kembalikan kepada yang punya. Kalau pun sudah sempat dicopy, tolong dihancurkan dengan segera agar tidak bocor ke negara-negara lainnya.

Semoga Prediksi Jitu saya ini benar bahwa Australia akan meminta maaf kepada Indonesia. Agar hubungan sedang memanas ini tidak makin meledak yang akhirnya menimbulkan rasa saling tidak percaya Indonesa kepada Australia.

Pengumuman GA Novel Lampau dan One More Chance

Alhamdulillah usai sudah acara bagi-bagi novel. Sekarang saatnya pengumuman pemenang..

Acara bagi-bagi novel ini merupakan bagian dari program Virtual Book Tour yang diselenggarakan oleh penerbit Gagas Media. Program Virtual Book Tour sendiri menyajikan novel-novel GagasDebut, yaitu novel karya pertama para penulis yang diterbitkan oleh Gagas Media.

Dalam acara ini Gagas Media menyajikan 14 novel yang di review oleh 14 blogger. Selain bisa membaca reviewnya, teman-teman juga bisa berkenalan langsung dan membaca proses kreatif dari penulisnya. Barangkali nanti teman-teman masih menemukan GA serupa, yakni bagi-bagi buku disana.

Virtual Book Tour sendiri sudah berjalan mulai tanggal 1 November – 17 November 2013.

Baiklah, sekarang saatnya saya mengumumkan pemenangnya.

Sesuai yang dijanjikan Gagas Media, 1 pemenang yang beruntung akan mendapatkan masing-masing 1 novel yang nantinya akan dikirimkan langsung oleh Gagas Media.

Langsung saja, pemenang novel Lampau adalah…

Selamat kepada Rizka @rizka2701

Dan pemenang novel One More Chance adalah…

Selamat kepada Mila @milajelly

Buat teman-teman yang belum beruntung jangan berkecil hati. Insya Allah kalau ada rejeki saya akan mengadakan bagi-bagi novel lagi yang hadiahnya lebih banyak dari sekarang.

Ucapan trima kasih saya yang tak terhingga kepada teman-teman yang telah meluangkan waktunya mengikuti kuis saya juga kepada Gagas Media yang telah berbaik hati menjadi sponsor GA kecil-kecilan ini.

Kepada para pemenang silakan mengirimkan nama dan alamat ke email yuniarinukti@yahoo.co.id dengan subyek Pemenang GagasDebut#(sebutkan judul novelnya). Nantinya hadiah akan dikirim langsung oleh Gagas Media.

 

Masuk Neraka Siapa Takut #Meninggalkan Sholat demi kuis

Waktu dibangku SD saya paling sulit kalau disuruh Sholat. Ada aja alasannya. Kalau tidak capek, ya males.

Setiap terdengar Adzan Maghrib, Bapak selalu menyuruh anak-anaknya segera ambil air wudhu lalu menunaikan Sholat di langgar dekat rumah.
Berangkat sih berangkat, tapi ya begitu dengan perasaan setengah-setengah. Apalagi kalau menjelang Isya’, malesnya makin paraah. Jam-jam segitu kan waktu saya main sama teman-teman. Kalau nggak lagi asyik main gobak sodor ya main petak umpet. Ada panggilan sholat, dianggap gampang, toh waktu Isya kan panjang. Bisa sampai menjelang Shubuh.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.al‘Ankabut(29):45)

Padahal dalil ini sudah pernah saya baca tapi setiap membacanya seolah hal biasa saja. Dan dalil ini pertamakali saya temui saat di bangku SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di bab Sholat. Kalau tidak salah Bab Sholat diterangkan di awal-awal Cawu (Catur Wulan) setelah bab Thoharoh (Bersuci) dimana keduanya bagi umat Islam merupakan bab penting sebagai pedoman menyempurnakan kewajiban ibadah.

Selain di sekolah, 2 bab ini juga diterangkan oleh Ustadz saya di TPA. Selama menjadi santri TPA tak henti-hentinya Ustad dan Ustadzah menjelaskan, menerangkan hingga mewajibkan semua santrinya menjalankan ibadah sholat 5 waktu.

Sebagai murid yang baik tentu saja saya harus mengikuti anjuran Guru sekolah, kalau tidak patuh nanti takut nilai saya jelek. Masalahnya Guru suka mengabsen murid, siapa saja yang pergi ke Masjid dan siapa saja yang tidak pergi. Kalau tidak pergi alasannya apa. Jika alasannya tepat, misalnya sedang datang bulan, Guru akan memaklumi.

Begitupun di TPA. Karena lokasinya didalam masjid, mau tak mau saya ikut sholat juga. Kalau tidak sholat mau alasan apa? Bilang haid juga tak mungkin, masak haid masuk masjid. Biasanya kalau haid Ustad/Ustadzah tidak mewajibkan santrinya masuk. Dan ini yang selalu saya tunggu-tunggu, bolos seminggu! Horee.. *penting! jangan tiru ini, kecuali kasusnya sama*:D

Kembali ke cerita rumah.

Demi menyuruh anak-anaknya Sholat, Bapak saya sampai harus marah-marah. Pokoknya setiap menjelang sholat Maghrib ada aja keributan di rumah. Paling sering ya disuruh matikan TV. Namanya juga anak-anak, kalau sudah asyik nonton kartun trus tiba-tiba disuruh matikan TV bawaannya pasti marah.

Biasanya Bapak saya akan menunggui anak-anaknya. Setelah semua ambil air wudhu, lalu semua berangkat ke langgar satu-satu, baru Bapak saya berangkat sambil tak lupa mengunci pintu.

Suatu ketika di TV sedang ada acara kuis Family 100 yang dipandu oleh Sonny Tulung. Acara kuis-kuisan seperti ini adalah acara yang paaling saya suka. Sayangnya, kuis ini ditayangkan tepat jam-jam orang Sholat Maghrib. Andai saya punya akses protes, akan saya protes yang punya TV agar acara itu ditayangkan usai Sholat Isya saja biar saya bisa nonton penuh.

Dari mana tau saya ada acara kuis?
Dari tetangga rumah. Kebetulan tetangga saya langganan nonton acara kuis itu. Setiap menonton volume TV nya dibesarkan dengan pintu sengaja dikuak lebar-lebar. Jadi ketika berangkat ke langgar mata saya selalu menoleh ke arah TVnya. Kalau sekedar noleh kurang puas, saya akan berhenti dan berdiri di ambang pintu sambil menunggu kata-kata Sonny Tulung: “Survei membuktikan!!”

Kalau sudah begitu saya sering lupa diri. Kalau belum terdengar iqomah, saya nggak akan beranjak dulu. Atau kalau sedang iklan baru saya lanjutkan berjalan ke langgar.

Pun setiap kali melihat saya berdiri di ambang pintu rumahnya sambil menggendong mukena, tetangga saya seolah menjadi orang paling baik sedunia. “Melbuo mrene lho, Yuuun” (Masuk kesini (rumah) lho Yuun..” coba siapa yang nggak ngiler dengan ajakan itu. Mendengar saja kuping saya terasa nyeesss saking ademnya. Gimana nggak adem, di saat jam segitu dilarang nonton TV sama Bapak, eh.. tetangga malah ngajakin nonton TV bareng.

Emang si tetangga gak sholat?
Peduli amat. Kalau perlu nggak usah sholat biar TVnya nyala terus 😀

Suatu hari ada segmen Kuis Family 100 Bintang-bintang. Acara Spesial Family 100 Bintang-bintang ini tayangnya Cuma hari Sabtu. Dan acara ini yang paling saya tunggu-tunggu. Kapan lagi bisa melihat artis tampil di kuis bersama saudara-saudaranya. Setidaknya saya bisa melihat kadar kecerdasan mereka.

Kebetulan yang menjadi peserta bintangnya dari keluarga Tobing. Keluarga ini sudah berminggu-minggu menjadi keluarga bertahan dan sebentar lagi akan berhak mengikuti babak Jackpot yang hadiahnya uang senilai 5 juta Rupiah.

Satu yang saya suka di keluarga ini yaitu kemunculan Lulu Tobing. Saya memang ngefans sama Lulu Tobing. Peranya sebagai Indah di sinetron Tersanjung sangat bagus.

Seperti biasa Adzan Maghrib tiba. Saya pun mengambil air wudhu sambil ogah-ogahan. Tak terbayang kecewanya saya karena harus melewatkan kehadiran Lulu Tobing di kuis. Sambil mendekap mukena saya melewati rumah tetangga saya.

“……. Kami hadir kembali di acara kuis Family 100 Bintang-bintang……” Suara Sonny Tulung yang berteriak penuh semangat terdengar di gendang telinga. Bak komando saya pun segera berbelok masuk ke dalam rumah tetangga itu.

“Kenapa belok? Nanti dimarahi Bapakmu, lho..”canda tetangga saya. “Ini lho Pak Yuni disini, dia lagi asyik nonton kuis” godanya lagi sambil seolah berbicara dengan seseorang di depan pintu. Otomatis saya kaget. Pas saya lihat keluar ternyata dia ngomong sendiri. sengaja buat menakut-nakuti saya.

“Bohong, ye.. nggak ada..” kata saya ikut mengintip keluar.

“udah nggak usah sholat. Sayang kalau ditinggal, ada Lulu Tobing, lho..” bujuk tetangga saya lagi.

Saya diam saja tak menanggapi. Toh belum kedengaran Iqomah dari langgar, sebagai tanda Sholat akan di mulai. Saya lanjut meneruskan nonton.

Sekarang saatnya Lulu Tobing maju kedepan untuk mendengarkan pertanyaan Sonny Tulung dan bersiap berebut menjawab dengan keluarga artis lawan. Saya pun asik mengikuti obrolan Sonny Tulung yang bertanya kepada Lulu tentang kegiatan apa yang sedang dilakukan sekarang. Saat sedang asyik menyimak itulah, terdengar Iqomah.

“Waduh, Qomat reek” keluh saya tanpa beranjak berdiri.
Melihat saya malas-malasan tetangga saya bilang “Udah, gak usah sholat..”

Kalimat yang saya dengar barusan membuat saya bimbang. Sholat nggak, sholat nggak.

“Kalau saya gak sholat nanti Bapak marah” jujur, waktu bilang itu ada perasaan bersalah juga. Tapi acara kuis ini juga bagus ditonton.
“Tenang aja, Bapakmu gak bakalan tau. Saya juga gak akan ngomong”. Diam sesaat.” Tapi bukan berarti saya nyuruh kamu gak sholat lho ya, dosa aku nanti” lanjutnya.

Daan.. akhirnya saya memutuskan tidak sholat. Supaya berjalan mulus saya membuat skenario pulang paling akhir.

Begitu sampai rumah Ibu saya tanya dimana saya sholat? Whoa.. saya lupa kalau Ibu juga jamaah perempuan sehingga tau kalau anak perempuannya tidak ada di sampingnya.

Alhasil, semalam itu saya diceramahi sama Bapak dan nggak boleh keluar main sama teman-teman. Nasiiibb….

Si sahabat cuaca panas

Bulan-bulan terakhir ini cuaca kota Surabaya sangat panas. Begitu terik. Tak hanya di luar rumah, didalam rumah pun udaranya ‘sumuk’ sekali.

Hingga kipas angin yang gak siang, gak malam, bahkan pagi hari pun terus berputar. Namun tetap tak membantu menyegarkan udara di dalam ruangan. Untungnya kipas angin saya tahan banting. Ups, jangan ngerasani kipas angin nanti baling-balingnya ngambek. Malah bikin repot nanti.

“Di kipasi panas, nggak dikipasi badan basah oleh keringat”
Begitu keluh saya setiap usai matikan kipas beberapa menit yang lalu karena sebelumnya anginnya mengganggu badan saya yang makin lama anginnya makin tak nyaman. Hawanya seperti paduan antara gerah dan isis yang kemudian menghasilkan udara meriang.

Tips saya untuk menghilangkan segala kegerahan adalah dengan memainkan tombol kecepatan. Biarlah tombol itu berganti setiap 10 menit asal saya bisa menikmati kipas angin ini. Dari pada saya harus bolak-balik ke kamar mandi untuk mengguyur badan. Nanti malah jadi boros air.

Saya tidak tau kenapa di wilayah tempat tinggal belum juga turun hujan. Padahal di kawasan Dinoyo, yang lokasinya tak jauh dari rumah saya sudah sering turun hujan bahkan sampai jalanannya tergenang air! itu berarti hujannya lebat banget, kan ya? Yang buat saya heran kenapa tempat tinggal saya gak dikasih cipratan air hujan barang seember pun, toh ya jarak nya cuma dibatasi sungai kali Mas aja. Ini mendungnya pilih kasih sih!

“Kebanyakan dosa!”
Selalu begitu jawaban yang diberikan orang-orang ketika saya bertanya kenapa di rumah saya tidak hujan-hujan?

Emang ada gitu hubungan antara hujan dan dosa?
Dosa kan relatif ya. Kalaupun sering melakukan dosa, upaya jitunya ya meminta ampun. Bukannya minta hujan, kan?

Yah terserah deh apa alasannya yang penting semoga tingkat kegerahan ini bisa diturunkan secepatnya supaya kipas angin saya segera istirahat untuk sementara waktu. Karena kipas angin ini sudah mulai menunjukkan gejala tidak beres. Tombol kecepatan sudah gak mau fungsi. Ditambah lagi penutup baling-balingnya suka bunyi-bunyi. Sudah dicoba betulin eh, bunyinya makin keras. Dari pada mengganggu pendengaran akhirnya penutupnya di copot. Jadilah kipas angin saya gundul. Harus makin waspada nih kalau ada anak kecil. Siapa tau dia melihat baling-baling muter, lalu tangannya di masukin ke dalam kipas angin.

Sebagai jaga-jaga kalau suatu saat kipas angin itu marah lalu mogok, lalu saya coba browsing di toko online Lazada.co.id .

Kalau nggak dikasih tau itu kipas, pasti sudah saya pake masak air :D
Kalau nggak dikasih tau itu kipas, pasti sudah saya pake masak air 😀

Pas saya lihat di bagian peralatan rumah tangga saya melihat kipas angin yang bentuknya unik. Awalnya saya kira panci yang ada pegangannya. Eh ternyata kipas angin yang gak ada baling-balingnya. Konon kalau pakai kipas angin ini saya tak perlu mengatur sudut hembusaan! Ah, keren sekali..

Harus mulai nabung dari sekarang nih supaya bisa beli kipas angin cantik ini. Karena kalau kelamaan takut stock di Lazada Indonesia habis.