Srikandi Ngedan yang bikin edan

Judul: Srikandi Ngedan
Penulis: Guskar Suryatmojo
Penerbit: Halaman Moeka Publishing (Jakarta, April 2014)
Tebal: 212 halaman
Harga: Rp 43.000

Cover-Srikandi-NgEdan-kecilBagi yang tidak hobi nonton wayang, menghapalkan nama tokoh dan karakter dalam dunia pewayangan adalah pekerjaan berat. Terutama dalam hal mengingat silsilah keluarga.

Makin rumit lagi jika sang tokoh menikah beberapa kali lalu memiliki anak yang kemudian saling berebut tahta dan kekuasaan. Dan bertambah pelik jalan ceritanya jika sang anak adalah keturunan dewa.

Sepertinya harus memberi jempol 4 deh buat para dalang yang paham seluk beluk pewayangan..

Untungnya masa sekolah sudah berlalu, jadi nggak usah repot-repot mikir siapa nama raja Hastinapura, siapa nama anak Kunti, Berawa jumlah saudara Kurawa, dan mengapa Arjuna hobi selingkuh hihi

Dalang yang pintar adalah dalang yang pandai membuat cerita seolah-olah kisahnya terjadi pada masa sekarang. Apa jadinya jika zaman dahulu BBM, Whatsapp, Facebook, twitter dan segala jenis socmed sudah ada. Bisa-bisa jumlah selingkuhan Arjuna menembus angka 12.000. Bak dollar yang sering melemahkan rupiah hehe..

Dan apa jadinya jika Kunti yang masih kelas 5 di SDN Yadawa Timur tiba-tiba kepo dengan mantra yang diberikan Resi Durwasa sehingga Ia mencoba menggunakannya dengan memanggil Dewa Surya.

“Haha.. akulah Batara Surya, dewa yang kamu panggil dengan mantramu tadi!”
“Oh.. aku hanya main-main dengan mantra sakti itu, kenapa bisa jadi begini, sih.. Ampun dewa, aku jangan diapa-apain ya?”
“Xixi.. salahmu dewe. Ini sudah garis nasibmu. Kamu harus punya anak dariku!

Nahlo.. kalau sudah begitu gimana, coba?
Sakarepmu, Nduk. Aku tidak bisa kembali ke khayangan sebelum menyentuhmu. Ini konsekuensi dari mantra sakti itu” (hal. 5-6)

Bagi yang suka nonton film Mahabharata dan melihat seorang anak lelaki yang baik hati dengan lambang matahari di jidatnya itulah Karna. Karna adalah buah ketrampilan Kunti dengan Dewa Surya. Anggap aja kecil-kecil punya karya haha.. Ini dong baru heboh, kisah anak kecil yang sukses bikin anak kecil haha. Sejarah lho yang bicara. Sejelek apapun sejarah tetap menjadi cerita dimasa depan.

Eh, jangan ngeres dulu, yang namanya dewa prosesnya gak seperti manusia. Dibutuhkan sekerlingan mata aja, Kunti langsung hamil. Sekerlingan lagi Kunti melahirkan.

Mungkin ada yang bertanya mengapa tiba-tiba saya ngomongin Wayang. Klo gak ada yang nanya gapapa sih, saya cuma ngetes dowang 😀

Ceritanya sejak abis baca buku Srikandi Ngedan karya Pak Guskar Suryatmojo, seorang blogger senior, saya merasa antusias dengan dunia pewayangan. Pas nonton film Mahabharata pun buku itu saya kempit terus demi memperdalam pemahaman ceritanya.

Buku Srikandi Ngedan ini bukan buku cerita wayang biasa. Saya malah gak merasa kalau sedang baca buku pewayangan. Mana ada cerita Keong Racun di pewayangan. Wong modal BBM-an aja Arjuna bisa dapatin istri 15, padahal jumlah itu belum termasuk selingkuhannya

“Lebay” batin Karna

“Arjuna didadaku.. Arjuna kebanggaanku. Ku yakin hari ini pasti menang…!!!” teriak gadis Hastinapura

Arjuna kok dilawan.. 😀

Beruntung saya beli buku Srikandi Ngedan ini. Awalnya saya mau belikan Bapak yang suka nonton wayang, eh ndilalah kok saya jadi ketagihan baca juga. Dalam buku yang terdiri dari 40 cerita dengan jumlah 212 halaman kesemuanya membuat saya selalu tersenyum ketika membaca. Tapi lebih banyak ngakaknya 😀

Buku ini memang bikin aneh saya kok. Sebelumnya gak suka sama wayang, eh sekarang jadi tergila-gila sama wayang.
Yang penasaran sama buku Srikandi Ngedan silakan berkunjung ke website Halaman Moeka, disana bisa baca-baca sinopsis dulu. Atau bisa juga hubungi penulisnya langsung via email ke kyaine2010@gmail.com

Dijamin baca buku ini gak bikin rugi kok.. 😀

Pemilu, Capres dan nasib dapur bangsa

Pesta Demokrasi tinggal hitungan hari lagi. Seolah dapur bangsa, rakyat dan calon pemimpin berlomba mempersiapkan olahan hidangan yang tak hanya menarik dipandang tapi juga nikmat disantap.

 Tak seperti Pemilu sebelumnya, tahun 2004 dan 2009, pada Pemilu kali ini terlihat banyak sekali calon-calon pemimpin baru yang berhasrat mendobrak kepemimpinan lama yang seperti dikutip acara Mata Najwa, bak rem ketemu rem, alias jalan ditempat. Entah benar entah salah dalam kenyataan sepertinya memang begitu. Lebih sayang lagi mengapa saya baru mengetahui dihampir masa jabatannya bahwa ternyata selama ini saya memiliki Wakil Presiden yang santun, sederhana, rendah hati dan pendiam. Andai sejak awal saya mengenal beliau pendiam ‘banget’ mungkin saya akan memaklumi dan berusaha tidak menertawakan ketika terlontar sindiran kalau keberadaan Wapres seperti antara ada dan tiada.

 Sedang untuk kegiatan kampanye sendiri, seperti yang banyak muncul dimedia online, cara-cara yang dilakukan para calon pemimpin terasa sekali perbedaannya. Walau tak disadari namun secara fisik begitu mencolok. Terutama pada gaya foto yang terpasang pada banner atau poster. Seperti poster pada foto-foto berikut ini yang saya ambil dari Google Image:

Poster Caleg Unik 03Lihat gambar ini kok jadi keingat film Warkop DKI, ya 😀

Poster Caleg Unik 05Caleg yang PHP-in diri sendiri

caleg suharto soeharto suharti pan bekasi dprdSuka-suka Ibu lah.. 😀

caleg pks partai keren sekali naruto nonot suhartono kediriHohoho.. Lebih keren animasinya..

caleg gitaris joko santoso pan banten gaul musisSaingannya Bang Rhoma, keknya 😀

 Dari gambaran diatas tampak sekali bahwa caleg saat ini lebih banyak mementingkan penampilan sebagai ikon diri untuk memudahkan masyarakat menghapal siapa dan nomor berapa yang harus di coblos. Deretan program urusan belakang, yang penting terpilih dulu.

 Adanya perbedaan fisik ini, diharapkan masyarakat bisa cerdas dalam memilih. Siapa-siapa calon yang hanya mementingkan penampilan fisik, dan siapa calon yang benar-benar menjadi wakil rakyat.

 Selain berkampanye dengan cara unik diatas, harapan mendapat banyak suara dari masyarakat juga bisa didapatkan dengan cara memanfaatkan blogger sebagai penyebar informasi di media sosial. Bisa dengan menceritakan profil caleg atau program yang akan dilakukan. Konon bayarannya lebih besar daripada job review produk. Sayangnya saya belum mendapat informasi pasti berapa fee yang diterima blogger atas tawaran tersebut. Namun sebagai blogger, saya yakin mereka dapat mengolah kalimat positif agar apa yang ditulisnya tidak terlalu menjual sehingga memicu militan tertentu berkomentar negatif. Disinilah letak kekuatan blogger sebagai media pemberi informasi harus diberlakukan. Uang boleh diterima tapi ruang, blogger yang punya.

 Begitupun dengan Calon Presiden nanti. Kita tau saat ini pencalonan Presiden tidak melulu seorang petinggi Partai. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Presiden yang dicalonkan biasanya seorang Pembina atau Ketua Umum. Ada banyak alasan mengapa sekarang partai tidak mencalonkan petingginya, salah satu alasannya adalah soal kepopuleran.

 Beragam cara mereka lakukan agar capres yang diusung bisa mengangkat citra partai seperti halnya konvensi, koalisi, hingga mengangkat kader yang ‘dianggap’ berhasil. Tapi, apapun itu, Presiden adalah pemimpin negara yang mengerti dan bisa menjawab persoalan yang dihadapi rakyat, agar selama 5 tahun nanti kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Soal konvensi, koalisi, dan apapun namanya yang penting seseorang yang berani mencalonkan diri menjadi Presiden adalah orang yang bijak memberi keputusan serta pintar mengolah kebutuhan dapur bangsa agar selalu tetap ngebul, sehingga hidangan yang disuguhkan bisa merata serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kerudung Hijaber ala Emak Blogger

“Mbak, aku sekarang kalau pakai jilbab niru-niru sampean. Praktis dan gampang” kata seorang teman.
“Haish! Apanya yang ditiru, wong jilbab-an ku dari dulu ya gini-gini aja” jawab saya mengejek diri sendiri.

Entahlah mengapa sang teman bisa meniru gaya hijab saya wong model jilbab saya gitu-gitu aja. Kerudung paris segiempat ditekuk separuh kemudian ditaruh diatas kepala dan dijepit pakai peniti.

Supaya agak modis dan tak mengganggu aktifitas seringnya salah satu sisinya saya sampirkan ke pundak. Kadang-kadang malah keduanya. Tergantung bajunya juga sih. Kalau bajunya longgar disampirkan keduanya, tapi kalau agak sempit saya usahakan tidak di sampirkan semuanya. Lebih-lebih atasan yang lingkaran lehernya terlalu lebar.

Trend jilbab saat ini kreasinya memang beragam. Apalagi melihat hijaber-hijaber yang menggunakan dua sampai tiga bahan kerudung yang dililit-lilit ke kepala. Ada yang dibentuk turban, ada juga yang diputar-putar gaya Turki dengan ciput sebagai alas kepala. Kalau melihat mereka kadang-kadang saya suka mencuri pandang sembari membayangkan bagaimana cara memakainya.

Contohnya di perhelatan Srikandi Blogger Minggu kemarin. Meskipun saya tidak melihat secara langsung gaya hijab mereka namun di foto-foto yang beterbaran di Facebook saya bisa melihat penampilan mereka sangat luar biasa. Ada yang kenal, ada yang belum kenal. Lebih konyol lagi ada yang sudah kenal tapi malah tidak terkenali. Saking apa coba? saking panglingnya! Seperti Idah Ceris, Amtina Latifah dan Mbak Unik Kaswarganti. 3 blogger ini benar- benar bikin otak saya linglung. Sudah males aja mikir itu siapa haha.. jalan pintasnya, tinggal lihat siapa yang pasang foto tersebut dan siapa yang ditag haha

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecantikan para Emak itu. Antara lain pakaian yang dikenakan, polesan make up, serta model jilbabnya. Ketiga faktor itu betul-betul bikin saya melek mata 😀

Selain model saya juga memperhatikan dengan seksama bahan kerudung apa yang mereka gunakan. Mulai dari tingkat kerumitan sampai dalaman kerudung yang dipakainya. Sebab utama saya tidak mau menggunakan model kerudung yang aneh-aneh adalah karena ribet pakainya kembali kalau selesai wudhu. Apalagi kalau sholatnya di Mall. Sudah sempit, rame lagi.

Untuk mendapatkan tutorial-tutorial berhijab seringkali saya browsing diinternet. Carinya yang gampang-gampang aja. Tapi kalau kerumitannya sudah melampaui tingkat tidak wajar, baru saya mencari-cari toko kerudung yang menjual kerudung modis tanpa penggunaan yang ribet. Di situs Zalora saya melihat ada banyak model kerudung yang praktis dan modis.

zoya-1494-611831-1-catalog

Kerudung yang praktis dan modis membuat saya bisa tampil cepat tapi rapi. Apalagi kalau perginya harus dadakan. Tinggal bedakan dan masukkan jilbab, beres. Salah satu merk jilbab yang praktis dan modis adalah ZOYA. Model-modelnya unik dan pas buat wanita tampil modis.

Ada macam-macam produk ZOYA. Antara lain Bandana Lycra, Bandana In Out, Jilbab Instan, Jilbab Instan Casual, Ciput Flavia dan lain sebagainya. Kalau tidak percaya cek aja langsung di situs Zalora

3 Kategori untuk Didno76

Selama wira-wiri di jagat perbloggeran baru tau kalau Kang Didno memiliki blog lain selain taktiktek.blogdetik.com. Setiap kali blogwalking Kang Didno selalu menggunakan alamat blog yang di blogdetik. Sehingga ketika saya mendapat mention dari Kang Didno yang berisi ajakan berpartisipasi Giveaway blog didno76.com saya jadi heran dan secara otomatis bergumam:

“Lho, Kang Didno punya blog baru?”

Setelah baca-baca ternyata blog didno76 bukanlah blog baru. Malahan pada 24 Maret nanti blog ini akan merayakan ulang tahun yang ke 5 tahun. Wow.. berarti selama ini saya ketinggalan informasi dong. Dan itu artinya blog ini hadir setahun lebih tua dari blog saya yang di blogdetik.

Ketika pertama kali mengunjungi blog didno76 saya langsung tertarik dengan tampilannya yang sederhana namun elegan.  Berwarna dasar putih dan sedikit sekali terdapat sentuhan warna membuat blog ini tampak nikmat dipandang. Judul headernya yang bertuliskan “Media Informasi dan Teknologi” sama sekali tak menampakkan bahwa ini adalah sebuah halaman blog. Saya pikir malah halaman website sebuah perusahaan elektronik sebab disana artikel-artikel yang disajikan melulu berisi informasi teknologi. Terlebih disamping kanannya terdapat banner toko online yang kebetulan saja dipenuhi gambar produk elektronik sehingga makin membuat komplit blog ber-niche IT ini.

Untitled1

Kalau saya perhatikan Kang Didno sengaja menggunakan blog ini sebagai blog pendulang ulang. Lihat saja widget advertisement yang dipasang ditambah dengan sub halaman pasang iklan yang menunjukkan kelebihan apa saja yang dimiliki blog ramah pandangan ini.

Dalam halaman itu tertulis bahwa pengunjung blog didno76 dalam sehari didatangi pengunjung sebanyak 5.000 – 18.000 yang terdiri dari ragam usia baik pria maupun wanita. Menurut saya wajar jika pengunjungnya bisa sebanyak itu sebab blog dengan niche IT memang sering dijadikan jujugan pengunjung yang ingin mengais informasi seputar gadget dan teknologi terbaru.

Kita tau saat ini masa teknologi sedang berjaya dimana banyak orang haus akan informasi teknologi dan kebanyakan mereka  berlomba mendapatkan informasi mengenai seluk beluk dunia IT baik hardware maupun software. Ditambah lagi tingginya jumlah netizen yang meningkat tajam membuat siapa saja ingin selalu mengupdate perkembangan dunia digital.

Seperti yang bisa kita lihat jika berkunjung ke blog didno76 artikel populernya tak jauh-jauh dari seputaran informasi gadget dan aplikasi sosial media. Dari 10 artikel terpopuler, 5 diantaranya mengenai perkembangan aplikasi sosial media, 3 diantaranya mengenai perkembangan smartphone, 1 artikel berisi fitur tersembunyi dari Google, dan 1 artikel lagi yang tidak ada hubungannya dengan internet yaitu artikel berjudul 10 pesawat tempur tercepat yang pernah dibuat.

10 Artikel Populer
10 Artikel Populer

Dari kesepuluh artikel populer tersebut bisa saya simpulkan bahwa dunia informasi digital sedang menjadi trend masyarakat. Dan setiap apapun yang berbau kecanggihan teknologi pasti langsung dilirik.

Kesimpulan saya juga makin teryakini dengan banyaknya jumlah pengikut yang bergabung di Fanspage Media Informasi dan Teknologi. Tak tanggung-tanggung sebanyak 2.341 orang telah menjadi bagian dalam Fanspage ini. Sedang sebanyak 640 orang telah menjadi member blog Media Informasi dan Teknologi. Itu artinya banyak orang yang membutuhkan informasi seputar teknologi.

Secara keseluruhan tampilan blog ini sudah sangat lengkap. Di bagian navigasi sudah terdapat 6 pilihan diantaranya; Home, Informasi, Teknologi, Prestasi, Pasang Iklan, dan Kontak Kami. Dari ke 6 navigasi tersebut ada 2 kategori yang sudah sesuai dengan niche IT yaitu Informasi dan Teknologi. Namun menurut saya 2 kategori itu rasanya tidak cukup menampung seluruh artikel yang sudah diposting. Pengkategoriannya masih terlalu umum dan itu membuat pengunjung susah untuk membaca artikel yang dibutuhkan.

Untitled2

Lalu Kategori apa lagi yang sebaiknya ditambah diblog Didno76?

Sebagai salah satu pengunjung blog Didno76 saya menyarankan agar kategorinya bisa ditambah beberapa. Penambahannya bisa 2 – 3 kategori agar blog ini semakin mantap sebagai media informasi dan teknologi. Antara lain seperti dibawah ini:

1.       Kategori Tutorial Teknologi

Dalam banyak kasus teknologi selain pengetahuan informasi, pengguna internet juga membutuhkan tutorial-tutorial khusus mengenai teknologi terbaru. Seperti misalnya artikel Cara Download Video Youtube ke Tablet Android yang sudah pernah diposting di blog didno76 dan sukses menjadikannya sebagai salah satu artikel terpopuler. Itu sudah menjadi salah satu contoh bahwa artikel seperti ini sedang banyak dibutuhkan orang.

Sebelumnya artikel ini dimasukkan dalam kelompok informasi namun alangkah baiknya jika tutorial dibuatkan kategoti sendiri agar pengunjung dapat dengan mudah mencari sesuatu yang dirasa butuh. Kategori ini juga bisa diisi tentang tutorial membuat/mempercantik weblog.

2.       Review produk elektronik

Review produk dewasa ini semakin dibutuhkan orang banyak. Tentunya selain spesifikasi lengkap pembaca blog juga membutuhkan alasan penting apa agar konsumen tertarik membeli produk yang diinginkannya. Dari informasi tersebut sedikit banyak calon konsumen tau kelebihan dan kekurangan produk yang akan dibeli tersebut sehingga mereka menjadi semakin yakin dan mantap untuk membeli.

3.        Tips dan Trik Teknologi

Kang Didno kan seorang guru. Agar tidak menghilangkan esensi seorang pendidik saran saya Kang Didno membuat Kategori Tips dan Trik Teknologi. Hal ini sebagai langkah pengawasan terhadap anak agar selalu berhati-hati memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet. Sudah banyak sekali kasus penyalahgunaan internet terhadap anak dan sebagai seorang pendidik disekolah tak ada salahnya jika Kang Didno juga menerapkannya di media blog.

Dalam kategori ini Kang Didno bisa mengisi artikel semacam tips seperti: Tips aman bersosial media, Bijak memilih tontonan untuk anak, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk trik-triknya Kang Didno bisa mengisinya dengan Sukses menaklukkan flappy bird atau bisa yang lainnya.

Jika 3 kategori ini ditambah navigasinya menjadi; Home, Informasi, Teknologi, Tutorial , Review, Tips dan Trik , Prestasi, Pasang Iklan, dan Kontak Kami

9 Kategori!

Agaknya terlalu banyak untuk sebuah navigasi, ya. Soalnya terlalu banyak navigasi juga tidak bagus untuk tampilan sebuah blog yang akhirnya membuat bingung pembaca. Usul lagi dari saya bagaimana jika Kategori Pasang Iklan dan Kontak Kami dijadikan satu saja. Dibagian kanan sidebar, Kang Didno kan sudah memasang badge Dukung di Facebook dan Follow My Twitter jadi navigasi Kontak Kami tentu saja bisa dihilangkan sehingga jumlah kategorinya menjadi 8.

Dukung Facebook dan Follow Twitter di bagian kanan sidebar. Saya sudah ambil bagian disana :D
Dukung Facebook dan Follow Twitter di bagian kanan sidebar. Saya sudah ambil bagian disana 😀
Dropdown Kontak Kami di bagian bawah header
Dropdown Kontak Kami di bagian bawah header

Kurang lebih tambahan kategori inilah yang bisa saya berikan sebagai masukan untuk blog Didno76 agar kedepannya blog ini lebih bermanfaat kepada banyak orang. Saya doakan sukses selalu untuk Kang Didno bersama Didno76 nya dan semoga ditahun-tahun mendatang ada ucapan selamat Ulang Tahun lagi yang ke 6, 7, 8 dan seterusnya, Amiin

Majalah Indonesia dan bundling bonus

Tema LBI 2014 pekan ini adalah tentang majalah Indonesia.

Hmm.. agak sulit mengingat-ingat majalah Indonesia apa aja yang pernah saya baca. Soalnya sejak dulu saya belum pernah langganan majalah. Kecuali pas pengin aja baru beli eceran.

Sejak dulu kesukaan saya selalu berubah-ubah. Tergantung moodnya. Jika sedang ingin membaca cerpen saya beli majalah Anita Cemerlang. Jika sedang ingin membaca seputar wanita, kecantikan dan mode saya beli Femina atau Kartini. Jika sedang mencari tau seputar komputer saya beli majalah Chip atau Info Komputer. Dan jika sedang kangen sama cerita anak ya saya beli majalah Bobo.

Alasan lainnya saya ingin membeli majalah adalah demi mengejar bonusnya.

Akhir-akhir ini setiap ke kios koran saya sering melihat majalah Indonesia dibundling produk tertentu. Bonusnya macam-macam, ada sample obat jerawat, goodie bag, tas, dompet, tas kosmetik dan lain-lain. Kadang-kadang malah bonusnya lebih mahal dari harga majalah itu sendiri.

Saya jadi ingat ketika mudik ke Jakarta beberapa tahun lalu. Pas belanja di Tip-top Supermarket saya menemukan kios yang menjual majalah dengan bonus novel. Agak lupa nama majalahnya, kalau tidak salah Kartini. Dan bonusnya novel Air Mata Kasih Taufiqurrahman Al-Azizy. Tanpa melihat artikel apa yang menarik di majalah itu saya langsung bawa pulang setelah bayar dua puluh ribu.

Sesampainya dirumah bukan majalah dulu yang saya baca tapi bonus novelnya. Maklum pada masa itu sedang ngetrendnya novel berbasis Islami, siapa lagi kalau bukan novelnya Habiburrahman el Shirazy, Ayat-ayat Cinta. Dan saya termasuk orang yang tergila-gila dengan novel itu.

Ini bonusnya. Gambar dari google
Ini bonusnya. Gambar dari google

Lain lagi ketika membeli sebuah majalah wanita, bonus yang dikasih buku kumpulan cerpen. Wih senengnya minta ampun.

Zaman dulu jarang-jarang ada majalah yang berani ngasih bonus keren dipaket pembeliannya. Paling-paling pin-up, minibook, poster, resep masakan, pola pakaian (yang sering ngasih bonus ini biasanya majalah Kartini, tapi yang versi jadul. Sekarang Kartini sudah jarang ngasih bonus ini). Entah mengapa baru-baru ini aja bonus majalahnya lumayan. Mungkin saja titipan sponsor atau bisa jadi supaya majalahnya laku keras. Sangat masuk akal kalau penjualan majalah tak selaku tabloid dan koran. Sebab harga majalah terlalu mahal dibanding tabloid. Walau begitu, sebenarnya saya suka membeli majalah ketimbang tabloid.

Kelebihan yang dimiliki sebuah majalah antara lain tampilannya lebih meyakinkan, penyimpanannya mudah, bagus buat dikoleksi dan yang paling penting tidak mudah sobek. Begitupula dengan isi majalahnya, lebih kompleks dan beragam. Wajar jika harga yang ditawarkan lebih mahal.

Nah, kalau teman-teman suka baca majalah Indonesia apa?

Bicara lantang, Sek ta lah!

Sek ta lah!” lantangnya yang kemudian diikuti saling pandang kita semua.
Di omongi wong tuwek, malah njawab sek ta lah!” kata Mbah Kungnya.

Sebetulnya kelantangan yang diucapkan Luna tidak begitu jelas namun entah kenapa semua yang ada disitu memahami bicaranya. Dan sekilas memang mengarah ke ucapan: Sek ta lah!

Sek ta lah merupakan bahasa slang Suroboyo. Kalau di Jawakan seperti menyebut: Mengko sek toh, jika diartikan ke bahasa Indonesia semacam ucapan “Sebentar! atau Ntar!” dengan pasang mimik ngeyel.

Kalau orang dewasa bicara: Ntar! dengan muka ngeyel itu biasa, paling-paling dicemberutin orang disebelahnya sambil membatin: “Dibilangin ngeyel!”. Tapi kalau yang mengucapkan anak-anak berusia 12 bulan, hasilnya sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, anak berusia 12 bulan, yang baru belajar bicara tiba-tiba ngeyel ketika dibilangi baik-baik. Ngeyelnya pakai bahasa Suroboyo lagi!
Jaman sekarang, walaupun tinggal di Jawa, jarang-jarang ada orangtua yang ngajari anaknya bicara bahasa Jawa. Seringnya bahasa Indonesia. Namun entah kenapa Luna diucapan pertamanya ngomong bahasa Suroboyo. Mungkin pengaruh Papa-Mama dan Kakak-kakaknya yang setiap hari ngobrol dengan Suroboyoan. Terlebih lingkungan sekitarnya yang sehari-hari berbahasa Suroboyo.

Luna adalah anak tetangga. Rumahnya persis didepan rumah saya. Usianya sekarang kurang lebih 18 bulan. Setiap pagi jam 6, dia selalu teriak-teriak minta main ke rumah. Disaat Kakak-kakaknya berangkat sekolah begitu juga Mamanya yang berangkat mengantar kakaknya yang duduk kelas 1 SD, Luna juga tak mau kalah minta keluar rumah. Kadang-kadang malah sengaja dikeluarkan untuk menghindari Mamanya yang pergi mengantar supaya tidak nangis.

Sejak bayi, Luna digendong buyutnya didepan rumah. Kalau ingin nggendong saya gendong dia lalu saya bawa ke dalam rumah. Karena kebiasaan, sampai sekarang setiap melihat pintu rumah saya terbuka maunya minta main. Kalau saya tidur, dibangunkan. Kalau saya duduk ngetik seperti ini, tangan saya ditarik diajakin main diluar.

Tentang mengapa tiba-tiba dia bicara sek ta lah! Ceritanya begini:
Waktu itu usianya 12 bulan. Sedang semangat-semangatnya Mama, Mbah dan Buyutnya mengajarinya berjalan. Setiap hari belajarnya diluar rumah sehingga setiap hari juga saya dan Ibu melihatnya.

Suatu sore Luna yang berjalannya masih tertatih-tatih berusaha turun dari lantai rumahnya menuju ke jalan. tinggi lantai sekitar 15-20 cm. Dibagian kiri lantai terdapat selokan sehingga siapa saja termasuk saya berusaha turut menjaga agar Luna tidak jatuh ke selokan ketika sewaktu-waktu dia lari ke luar rumah. Namanya juga anak-anak, sewaktu-waktu tanpa sepengetahuan orangtuanya bisa saja lari keluar.

Sore itu kebetulan Mamanya, Mbah Kungnya, saya, Bapak dan beberapa tetangga sedang berdiri diluar. Tiba-tiba dari dalam rumah Luna keluar dan tertatih-tatih berusaha turun ke jalan. Tanpa menghampiri kami semua hanya menonton sambil ngetes kelincahan Luna. Mbah Kungnya memberi aba-aba dari jauh.

“Awas… hati-hati.. tangannya pegangan dipintu…..”
Belum juga selesai bicara, Luna sudah bicara lantang: “Sek ta lah!

Satu kata: Heran. Speechless. Semuanya tak bisa berucap apa-apa selain terpingkal-pingkal. Sekalian saja, dengan gokil Mbah Kungnya menambahkan: “Di omongi wong tuwek, kok njawab sek ta lah!” (Dibilangi orang tua malah jawab sebentar)
Makin ngakaklah kami..

Selama bermain dengan saya Luna memang suka ngoceh. Ngocehnya asal-asalan. Kalau ingin sesuatu dia menangis atau teriak sambil nunjuk-nunjuk. Seringnya sih dia narik-narik tangan untuk menunjukkan sesuatu. Misalnya dia ingin minum, dia membawa saya ke rak gelas lalu menunjuk gelas dan galon. Tinggal saya memahami kemauannya, oh dia minta minum.

Sekarang, usia Luna bertambah. Kosakatanya juga bertambah. Kalau minta gendong, tangan dan kakinya merajuk ke badan saya sambil bilang: “Ndong.. ndong..”. Kalau sedang banyak orang duduk dibangku, sedangkan dia ingin duduk disitu, dia berteriak: “awa.. awa..” yang berarti awas, minggir. Dan paling bikin gemes lagi ketika saya naruh HP sembarangan. Oleh Luna HP itu dipegang lalu ditaruh ke telinga trus bilang: “Alo.. alo.. (diam sebentar) ngomong lagi “iya, Pak” dengan muka seolah-olah berbicara dengan seseorang.

Meski belum dikaruniai anak, kehadiran Luna menceriakan hari-hari saya. Malah banyak yang ngira Luna anak saya. Yang bikin hancur lagi, ada yang mengira saya baby sitternya! Ampuun deeh 😀

Pelajaran penting jika gendong anak orang, carilah yang kulitnya sewarna, biar gak dikira baby sitter! 😀

Ini nih foto Luna. Sehari-harinya bermain diluar ditemani mbah buyutnya dan tetangga sekitar

Sehari-harinya riang. Baru nangis ngejer kalau disuruh masuk ke dalam rumah :D
Sehari-harinya riang. Baru nangis ngejer kalau disuruh masuk ke dalam rumah 😀
Pinter memainkan lidah. Dilipat, ditekuk.
Pinter memainkan lidah. Dilipat, ditekuk.

Baik sama tetangga, pengajuan kredit di ACC

Tadi siang ketika duduk-duduk didepan rumah Ibu saya didatangi seorang laki-laki. Penampilan laki-laki itu biasa layaknya orang lewat. Berjaket, berambut gondrong ikal setengah kemerahan. Dengan sopan laki-laki itu bertanya kepada Ibu saya:

“Nuwun sewu, Bu. Ndherek tanglet (numpang tanya) rumah yang dipojokan gang yang berpagar hijau itu rumahnya Bu Fulan sendiri ya?”

Ibu saya yang sedang membersihkan daun pisang menoleh lantas berpikir sejenak. Mungkin heran kenapa tiba-tiba ada orang datang dan ujug-ujug menanyakan status rumah orang.
Masih berpikir Ibu saya bertanya balik, “rumah pojokan yang mana Mas?”

Kebetulan saat itu saya sedang nonton TV didalam. Dari kaca riben saya bisa memperhatikan penampilan orang asing itu dan mendengarkan pembicaraan secara seksama. Sama seperti Ibu, saya juga berpikir, rumah pojokan gang berpagar hijau itu yang sebelah mana..

Mendengar beberapa kali obrolan antara Ibu dan laki-laki itu tampaknya belum juga menemukan rumah mana yang dimaksud, dan Bu Fulan siapa yang dimaksud. Untuk membantu Ibu sekaligus memperjelas obrolan akhirnya saya ikutan nimbrung.

“Nik, rumah pojokan gang yang pagarnya hijau itu rumahnya siapa?” tanya Ibu begitu melihat saya keluar.

“Rumah Bu Felani (bukan nama sebenarnya) mungkin, Bu”
“Yang suaminya sudah meninggal” tanya si Mas menambahkan keterangan.
“Oh, iya rumahnya Bu Felani itu Bu..” kata Saya
“Emang rumahnya Bu Felani, pagarnya hijau?” tanya Ibu.
“Kalau tidak salah ingat, Iya..”

Agar makin jelas si Mas menunjukkan ke saya “Sini deh Mbak, saya tunjukkan rumahnya..”

Saya dan Laki-laki itu berjalan ke arah tengah gang untuk melihat posisi rumah yang dimaksud. Dan memang benar yang dimaksud laki-laki bernama Bu Fulan ya Bu Felani itu. Kebetulan jarak rumah saya dan rumah Bu Felani agak jauh tapi masih lingkup satu RT.

Sambil berjalan balik saya lantas menebak-nebak maksud kedatangan laki-laki ini. “Mas, surveyor, ya?” tanya saya.

“I.. Iya Mbak..” jawabnya gagap. Mungkin salah tingkah karena saya bisa menebak maksudnya. Padahal mestinya identitas surveyor tidak boleh diketahui orang lain, lebih-lebih tetangga yang akan ditanyai. “Mbak kok tau?” tanya Mas itu lagi.

“Ya.. sekedar tau” jawab saya sambil senyum misterius. “Surveyor Adir*?” tanya saya lagi.
Tampaknya pertanyaan yang kedua ini membuat Masnya lumayan kaget. Terlihat dari raut mukanya yang memerah. Senyumnya pun tampak kalau salah tingkah. “Emang Bu Felani mau kredit laptop, Mas?” lagi-lagi pertanyaan saya menghunjamnya.

“Iya Mbak..” mukanya makin memerah. “Kok Mbak tau semuanya?”
“Yah.. sekedar tau aja Mas..” jawaban yang saya kasih masih sama.

Sebetulnya saya sudah tau sejak awal kalau dia itu surveyor. Dari pertanyaan pertama yang ditanyakan ke Ibu tentang status rumah Bu Felani itu sudah cukup menjawab kalau dia itu sedang menyurvei calon pengaju kredit.

Dan kesempatan inilah yang akhirnya menjawab pertanyaan saya selama bekerja di toko komputer dulu yang juga melayani kredit melalui leasing. Bukan ingin menjelekkan prosedur suatu leasing namun yang menjadi keheranan saya adalah cara surveinya.

Cara survei leasing Adir* ini tidak dengan mendatangi rumah pengaju kredit akan tetapi mereka bertanya kepada tetangga sekitaran rumah. Tentang status rumah sang pengaju kredit, pekerjaannya apa, punya anak berapa, dan lain-lain dengan bahasa halus ala orang ngobrol sehingga lawan bicaranya tidak sadar bahwa si surveyor ini sedang mengorek keterangan tetangganya sendiri. Dan karena saya tau kalau dia surveyor, pertanyaan-pertanyaannya saya jawab tentang yang baik-baik mengenai Bu Felani dengan tegas. Itu saya lakukan supaya pengajuan Bu Felani disetujui. Dan untung begitulah adanya meski sebetulnya saya tidak kenal-kenal banget siapa Bu Felani. Andai satu kata saja saya melontarkan kalimat meragukan, bukan tidak mungkin Surveyor itu me-reject. Sebab saat bertanya surveyor tak hanya mencari jawaban, tetapi juga gelagat yang diberi pertanyaan.

Meski tidak pernah secara langsung terlibat dengan surveyor kredit elektronik tapi saya hanya mengaitkan pengalaman yang lalu-lalu. Seperti yang sudah-sudah, selama bekerjasama dengan leasing ada banyak kejadian tidak mengenakkan yang saya temui. Kejadian yang mestinya hubungan antara leasing dan customer, mau-tidak mau pihak toko turut terlibat juga. Salah satunya adalah customer yang telpon marah-marah karena pengajuan kreditnya tidak ada kabar sama sekali. Di ACC atau di reject. Sebagai pihak toko, saya pikir itu tugas leasing memberi info ke customer, ternyata tidak, kalau pengajuan customer reject, maka customer sama sekali tidak diberitau.

Sebagai penjual, tentunya saya juga ingin semua customer di ACC. Agar saya tau status-status customer, melalui sales leasing saya selalu minta hasil surveinya. Dari situlah saya dapat jawaban ACC/Rejectnya customer. Sebagai pelayanan maka tugas saya merangkap memberi info status kepada customer. Kasihan kalau mereka menunggu lama yang kemudian ternyata DITOLAK!

Yang jadi permasalahan adalah customer selalu marah-marah kalau saya kabari bahwa pengajuannya direject. “Lho kok bisa reject, lha wong saya belum disurvei kok direject!” begitu selalu. Jelas dan wajar jika customer marah, nyatanya memang mereka tidak pernah disurvei dan tau-tau pengajuannya ditolak. Siapa yang gak sakit hati? Kecewa pasti.

Jadi, buat teman-teman yang mau, atau akan mengambil kredit melalui leasing, seperti itulah gambaran kerja surveinya. Dan pelajaran moral yang bisa dipetik disini adalah berbaik-baiklah sama tetangga, siapa tau suatu saat nanti ada surveyor datang dan mengorek keterangan tentang kalian. Sst.. siapa tau yang survei ternyata calon mertua 😀

Go Top