Ingin beli Sepeda? Ketahui dulu harga Jual Sepeda setiap Jenisnya!

Harga Jual Sepeda

Siapa yang ‘masih’ suka bersepeda? Yah, sengaja saya kasih kata ‘masih’ karena aktifitas sepeda masyarakat kita menurut saya udah gak seperti dulu. Sejak sepeda motor ‘turun tahta’ dari barang tersier menjadi menjadi barang premier, sepeda angin mulai dilupakan orang.

Saya salah satunya. Ngaku aja deh, saya termasuk orang yang kalau gak kepengen banget sepedaan baru ngeluarin sepeda. Pakai sepeda pun sekarang niatnya sengaja buat menggerakkan badan. Beda dengan dulu yang jarak jauh sekalipun membutuhkan sepeda untuk menjangkau lokasi. Jalan kaki lama dan capek, sedangkan angkutan umum gak setiap saat lewat. Pilihan satu-satunya ya pakai sepeda.

Pernyatannya sekarang, Saya naik sepeda supaya kurus! Hehe.. Konon bersepeda mampu membakar banyak kalori, katanya begitu. Oya, harga jual sepeda beragam lho, tergantung jenis dan spesifikasinya.

Apabila teman-teman ada rencana membeli sepeda, maka dipostingan ini saya akan membahas tentang jenis sepeda serta kisaran harga jual sepeda, simak, ya..

Sepeda Gunung (MTB)

Namanya aja sepeda gunung, cocoknya ya dipakai buat nggunung. Nggunung maksudnya buat dipakai ngontel di area yang medannya ekstrim. Nama lain Sepeda gunung adalah Mountain Bike yang disingkat menjadi MTB.

Jika ditilik dari sejarahnya, sepeda gunung pertama kali diperkenalkan ke khalayak umum pada tahun 1970 di area perbukitan di San Fransisco. Ciri-ciri sepeda gunung memang lebih cenderung mencolok dibanding dengan jenis sepeda lainnya dimana rangkanya terbuat dari pipa besar dan kuat dengan ukuran roda memiliki tapak cukup lebar. Sebab sepeda ini dikhususkan untuk menembus medan yang terjal dan berat. Selain itu sepeda MTB juga memiliki 3 gear di bagian depan dan 10 gear di bagian belakang. Di pasaran, sepeda ini dibanderol dengan harga mulai dari 3 jutaan.

Sepeda Balap

Image: Google

Sepeda balap, sesuai namanya fungsinya untuk balapan. Sebagai sepeda ‘lomba’ tentu sepeda ini memiliki kecepatan tinggi. Ciri-cirinya, terdapat pipa rangka lebih kecil dan diameter bannya cukup besar dengan peleg kecil. Tapak ban juga cukup halus karena memang didesain untuk melewati jalan raya. Ciri khas ban ukuran lebar itulah yang menonjolkan sepeda ini dapat berlari cepat. Sepeda balap di pasaran dibanderol mulai dari 3 jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Sepeda Hybrid

Istilah Sepeda Hybrid memang tak setenar sepeda yang lain, tapi percayalah di jalan raya banyak orang menggunakan sepeda jenis ini karena fungsi sepeda ini memang dibuat untuk aktifitas sehari-hari. Model sepeda hybrid memiliki bentuk rangka yang mirip dengan sepeda gunung, namun jika dilihat tapak bannya lebih memilki tekstur jika dibandingkan dengan sepeda gunung. Singkatnya, sepeda hybrid adalah perpaduan sepeda balap dan sepeda gunung, namun cocok dipakai di jalan aspal. Sepeda hybrid dipatok dengan harga sekitar 3 jutaan.

Sepeda BMX

Boleh dikata sepeda ini adalah sepeda legendaris yang gak mati digiles perkembangan jaman. Dari saya kecil hingga sekarang, Sepeda BMX tetap jadi pujaan. Ciri khas utama sepeda ini terletak pada bentuk stang yang melengkung, yang cocok dipakai untuk atraksi ekstrim. Sepeda ini difavoritkan oleh para kaum lelaki dan jangan heran kalau banyak beterbaran komunitas sepeda BMX di seluruh Indonesia. Untuk mendapatkan sepeda BMX, teman-teman kudu menyiapkan dana paling tidak 2 jutaan.

Sepeda Lipat

Image: Google

Meski bisa dibilang sebagai sepeda versi baru, namun sepeda lipat tak butuh waktu lama memikat hati para pecinta sepeda. Saya sendiri awalnya juga heran melihat sepeda bisa ditekuk-tekuk, kirain menggunakan trik sulap apaan, ternyata sepeda ini memang bisa dilipat.

Sepeda ini memiliki roda yang cenderung agak kecil dan berbadan ramping. Keunggulannya jelas bisa dilipat, namanya juga sepeda lipat. Dengan melipatnya, maka sepeda ini praktis bisa disimpan di area yang sempit. Sepeda ini dihargai mulai dari 2 jutaan dan ada juga yang mencapai puluhan juta.

Sepeda Fixie

Beberapa waktu lalu sepeda ini pernah populer di kalangan anak muda karena memiliki tampilan warna yang cerah dan bentuk yang minimalis. Sederhana tapi kelihatan mewah, lho.. Yang unik dari sepeda ini adalah tidak adanya kabel rem sehingga pengendara harus menggoes kebelakang jika ingin mengurangi kecepatan. Kayak terpedo gitulah.. Sepeda ini cukup murah karena banyak tersedia dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah.

Sepeda Onthel

Hohoho, anak kampung pasti tau deh sama sepeda ini. Saya suka pakai sepeda model gini karena tergolong tinggi dan gak gampang capek ngonthelnya. Bannya tergolong lebar, meskipun jalan dengan kecepatan santai tapi cepet nyampainya. Sepeda ini termasuk sepeda sejarah dimana untuk mendapatkan sepeda ini harganya agak mahal. Sesuailah karena sepeda onthel terbuat dari besi kokoh, modelnya unik, dan sadelnya dari bahan kulit asli. Mahalnya harga jual sepeda ini karena terbilang barang antik.

Sekarang, saatnya memilih! Dari sekian jenis sepeda, mana yang teman-teman sukai? Apapun musimnya, saya tetap cinta sama sepeda onthel! 😉

4 Tips Belanja Online Murah ala Yuni

4 Tips Belanja Online Murah ala Yuni

– Dulu saya pikir harga barang di toko online lebih mahal, lho, dari harga di toko biasa. Penampakan produk yang dipajang sedemikian rupa, di mata saya terlihat mewah sehingga mengesankan harganya pasti mahal. Apalagi dengan tampilan model segala.. pasti harganya gak murah.

Ternyata saya keliru, justru harga barang yang dijual di toko online bisa jadi lebih murah dari toko biasa. Fitur model yang memakai contoh produk dengan kualitas pencahayaan foto yang terang, membantu meyakinkan calon membeli agar tak salah pilih model dan warna.

Suatu saat saya ingin punya Mukena Bali. Udah sangat lama saya mengidamkannya. Kain katunnya dikenal adem yang nyaman dipakai sholat. Cocok bangetlah dipakai sholat tarawih bulan Ramadhan nanti. Iseng-iseng saya browsing di Tokopedia buat ngintip harganya. Ngintip harga dulu berapa kisarannya.. kan lumayan kalau ada yang jual lebih murah, hehe..

Asiknya belaja di toko online itu, kita bisa bebas milih-milih barang dan harga yang cocok tanpa takut disinisi SPG, hihi.. mau lihat segala macam barang sampai berjam-jam, pun, gak ada yang bisa protes.

Setelah klak klik-klak klik mouse, saya menjatuhkan pilihan pada sebuah Mukena Bali yang harganya hanya 80 ribu rupiah. Murah banget ini lho, saya pernah lihat ada yang jual Mukena Bali harga 125 ribu dengan ciri-ciri produknya sama. Gak pakai lama, saya putuskan beli mukena itu. Saya suka karena kainnya panjang dan motifnya cakep.

Sebelum menyelesaikan transaksi, saya teringat pesan teman kalau sekarang di Indonesia ada portal khusus yang menyediakan kode voucher buat dapatin harga miring. Wah, kebetulan banget, kan kalau belanja pakai voucher bisa bayar lebih murah.

Image: Google

Sekarang saya menyadari, belanja di toko online itu gampang dan terbukti lebih murah. Belanjanya gak repot, cukup duduk manis dan gak usah bayar parkir.

Yun, gimana sih caranya biar belanja online dapat diskon harga khusus? Ah, itu sih ada triknya. Mau tau? Simak 4 Tips Belanja Online Murah ala Yuni berikut ini:

Jangan ragu ngecek harga

Buat Yuni, ngecek harga adalah kegiatan paling menyenangkan. Cek sana – cek sini, cari harga termurah. Cara ini halal lho dilakukan. Jangan sungkan buka harga toko online satu dengan toko lainnya. Ibarat keliling di Mall, kita bebas masuk ke toko mana saja. Jangan malu, apalagi takut. Pembeli kan raja, hehe.. dari beberapa kali belanja online, sebelum memutuskan beli, saya sering ngecek harga toko sebelah. Hasilnya, saya menemukan beberapa barang yang modelnya sama persis dan harganya selisih lebih murah. Orang cuma modal jari doank.. 😀

Manfaatkan fitur Registrasi

Hohoho.. ini sering banget saya lakukan. Saya pernah dapat diskon 25 ribu dari Blanja.com dengan syarat minimal belanja 50 ribu. Untung banget ini, harga baju yang saya beli 75 ribu, saya cuma bayar 55 ribu sudah termasuk ongkos kirim.

Jangan lewatkan Momen Nasional

Hari Raya, Hari Besar, Hari Kemerdekaan, Momen Akhir Tahun, adalah saat-saat yang pas melakukan belanja online. Pada saat-saat ini, seluruh marketplace berlomba memberikan diskon besar-besaran. Yang paling dekat aja kemarin, Hari Valentine, saya beli kulot harga 65 ribu aja. Padahal harga aslinya 129.000!

Berburu Kode Voucher

Dari sekian tips diatas, point ini yang paling menarik. Sebelum bertransaksi di toko online, pastikan teman-teman mendapat kode voucher dari diskonaja.com agar mendapatkan promo menarik dan diskon istimewa. Misalkan temans ingin belanja di Blibli.com, temukan kode Voucher Blibli untuk mendapatkan promonya. Cara menggunakan Voucher Blibli cukup menyalin kodenya lalu dimasukkan pada saat menyelesaikan pembayaran di toko online tersebut. Mudah, kok..

Gimana, udah jelas belum tips yang saya kasih? Biar semakin paham, sekarang juga terapkan 4 Tips Belanja Online Murah ala Yuni biar kode vouchernya gak keburu hangus! 😀

Gaul Masa Kini

Dalam keadaan tertentu saya bisa keras dan tidak suka melihat orang yang berlaku tidak sopan, apalagi terhadap orangtua. Bukan saya merasa sudah jadi orang paling sopan di dunia lantas gampang memprotes ketidaksopanan orang lain, namun setidaknya etika menghadapi orangtua wajib hukumnya dijaga. Saya sendiri juga belum bisa sopan-sopan banget sama orang yang lebih tua, tapi juga gak kurang ajar banget sampai mempermainkan orang sepuh.

Kejadian kemarin benar-benar membuat saya sebal dan marah. Saat mengingatnya pun, rasanya nelongso dan pengen nangis. Ingat sama orang tua sendiri. Bagaimana jika itu terjadi pada Bapak saya.

Ceritanya kemarin saya ke Pasar Wonokromo nemui mbak Avy. Biasalah kalau lagi pengen ketemu, kami suka janjian ketemu. Ketemu aja, sudah selesai pulang sendiri-sendiri :D. Selesai belanja keperluan, mbak Avy ngajak hunting sarapan rujak cingur. Jenengan aneh banget, mbak, sarapan kok rujak.. 😀

Habis keliling, mbak Avy ngajak belok ke sebuah tempat makan. Lokasinya di lantai 1 DTC (Mall atasnya Pasar Wonokromo) dekat sama lift dan mesin ATM bersama. Saya gak lihat nama standnya, pokoknya posisinya di pojok, modelnya kayak foodcourt, tapi hanya seukuran 2 ruangan stand. Disitu terdapat beberapa gerobak dengan menu masing-masing. Ada Siomay, bakso, Nasi Rawon, Nasi Campur, Nasi Goreng, dan lain-lain.

Sejak pertama masuk, saya sudah merasa gak nyaman. Disana terdapat 5 orang pegawai wanita yang duduk santai sambil ngobrol satu sama lain di meja tamu. Saya memaklumi karena suasana sepi, tak ada pembeli yang lain. Namanya karyawan, apalagi yang dikerjakan kalau nggak nyantai sambil ngobrol.

Setelah mendapat meja, mbak Avy berinisiatif minta list menu. Setelah bingung menentukan pilihan, Mbak Avy memesan Lontong Cap Gomeh. Begitu giliran saya, saya kebingungan. Meskipun belum sarapan sejak pagi, saya kok sepertinya awang-awangen pesan. Setelah mikir lama, saya jatuhkan pesen es teh saja.

“Pesen kentang aja. Siomay ada, kok, mbak Yun” tawar mbak Avy
Setengah-setengah, akhirnya saya putuskan pesan Siomay.

Ditengah menikmati makanan sambil ngobrol, tiba-tiba ada seorang Bapak sepuh, saya kisar usianya 60 tahun. Mengenakan kaos dan celana bahan lalu pakai topi. Tampilannya bersahaja lah, rapi, khas Bapak saya dan bapak-bapak yang lain.

Karena duduknya bersebrangan dengan saya, saya mendengar Bapak itu pesan nasi rawon yang kuahnya dipisah. Saya gak tau awalnya karena lagi asik ngobrol sama mbak Avy. Ditengah obrolan, telinga sebelah saya mendengar ucapan salah satu pegawai disana, “Sana! Duduk dulu di sana!” Spontan saya mengalihkan pandangan ke meraka.

Baru juga meletakkan bagian bawah tubuhnya di kursi, 3 orang wanita menyodorkan bungkusan camilan kepada si Bapak.

“Gak beli ini, Pak?” kata pegawai 1.

“Jangan, yang ini aja..” pegawai 2 nimbrung

“Ini aja, Pak, enak..” pegawai 3 ikut-ikutan

Satu persatu mbak- mbak itu memaksa si Bapak memilih. Dari rautnya, saya tau Bapak itu kebingungan. Wajahnya tetap sabar meladeni kemauan 3 wanita itu. Saya melihat terus ke arah mereka. Telinga mendengar mbak Avy bicara, mata fokus ke depan. Alhamdulillah saya masih nyambung mbak Avy ngomong apa :D. Malah saya yang menghentikan pembicaraan, dan minta mbak Avy lihat pemandangan di depan, hehe..

Asli, saya ingin marah saat itu. Rasanya ingin maju dan menyelamatkan si Bapak dari serbuan para wanita. Dalam hati saya teriak, “wes, Paaak.. Ndang ngalio!” (Udah buruan pergi, Pak!)

5 orang pegawai: 3 merayu si Bapak, 1 menyiapkan pesenan si Bapak, 1 lagi duduk menjadi pengamat. Sesekali menertawakan teman-temannya.

Bapak diantara mereka yang terjebak oleh rayuan

Mungkin karena bingung atau entah karena apa, camilan yang disodorkan sama mbak-mbak itu diambil salah satu oleh si Bapak lalu dikasihkan lagi kepada mbaknya (disuruh bawa tapi Bapaknya yang bayar. Lha iya, orangtua masak disodori ‘makanan keras’).

Awalnya satu, dikasih ke pegawai 1. Lalu teman lainnya juga minta ke Bapak, sehingga jadi 2 snack yang masuk tagihan Bapak.

Begitu pesanan selesai, si mbak menyerahkan mangkok rawon dan piring nasi di hadapan Bapak.

“Ini, Pak..” sambil menyodorkan dengan kasar. Kalau gaya orang Jawa kayak bilang, “Nyoh!”, kayak gitu.

Mbak pelayan lantas mengambil mangkuk sambel di meja saya lalu diserahkan ke Bapak, “ini sambelnya!” Gayanya sama seperti yang pertama. Berkali-kali saya dibuat melongo dan nelongso. Sampai-sampai saya berani memandang mereka tanpa kedip dengan harapan mereka berhenti dan tidak melanjutkan perbuatannya kepada si Bapak. Namun tatapan saya dibalas dengan senyum seakan-akan gini, lho, gaul masa kini.

Selama Bapak itu makan, saya tak berhenti memandanginya. Memandang punggungnya (posisi duduk Bapak membelakangi saya, tapi agak serong sehingga saya bisa melihat separuh badannya ke depan), Mata dan kacamatanya, semuanya. Semakin saya perhatikan, semakin nelongso saya. Dalam hati saya bertanya, dimana anaknya, bagaimana mereka, dan berharap anak-anak itu melihat Bapaknya sekarang.

Ditengah menikmati hidangan, salah satu dari mereka mendekati dan bertanya, “Bapak pangsiunan (pensiunan)?”

Entahlah bagaimana Bapak kemudian menyodorkan KTP nya. Bagai anak kecil punya mainan baru, mbak-mbak itu nggruduk temannya yang pegang KTP si Bapak. Kepo melihat data pribadi Bapak.

“Ya Allah.. kalian jahat sekali!” lagi-lagi saya hanya bisa membatin. Andai si Bapak marah atas perlakuan mereka, saya berani maju membela Bapak. Sayangnya si Bapak gak merasa diperlakukan aneh oleh mereka. Atau sudah terbiasa dibegitukan. Kalau seandainya saya tiba-tiba maju dan marah ke para wanita, kemudian si Bapak komen, “siapa kamu kok ujug-ujug marah” Lak isin aku? Anak bukan, cucu apalagi.. malah sikap saya dianggap lebay baper karepe dewe 😀 (baper sendiri)

Saya ingat Bapak melontarkan pertanyaan, “Bosnya mana? Kok pada santai..” salah satu dari mereka jawab, “Bosnya nggak ada, belum datang”

Yang membuat saya makin gemas, dan pengen melempar kursi ke mereka, saat si Bapak ingin membayar makanannya. Saat mau berdiri, salah satu dari mereka berkata, “kasirnya masih ke toilet, tunggu sebentar!” nadanya mengejek dan keras.

Begitu kasir datang, temannya ngasih tau kalau Bapak mau bayar tagihan. Jawaban kasir begini, “Mau bayar, ya sini!” Lalu kasir memanggil Bapak dari tempatnya berdiri, “Pak sini, Pak..!” Dengan tangan melambai-lambai memanggil Bapak dengan senyum mengejek.

Bapak menuju kasir untuk membayar tagihan

Duh, orang-orang ini, ya.. apakah mereka juga memperlakukan orangtuanya begitu?

Begitu sampai di meja kasir, Bapak membayar tagihan, camilan 2 + nasi + minum. Lagi-lagi mbak-mbak itu mengejar, “Pak, gak sekalian kacangnya?”… “Pak, saya ambil makanan ini, ya, bayarin!”

Selama beberapa saat mereka terlibat obrolan. Saya kembali intens ngobrol sama Mbak Avy, yang tak lama kemudian memutuskan pergi dari situ. Baguslah, daripada lama-lama emosi sendiri. Sepintas masih terlihat Bapak ngobrol sama mereka sambil sesekali becanda. Dalam pengamatan saya, wajar bila orang tua ngobrol sambil becanda. Yang dibahas juga gak penting-penting amat, kayak, “udah nikah, belum?” menurut saya wajar orang tua tanya begitu ke anak muda, meskipun gak saling kenal dekat.

Kenapa saya bilang wajar, karena mereka lebih dulu memulai obrolan dan memicu godaan ke Bapak, meski sebenarnya si Bapak menurut saya salah terimo. Si Bapak digoda gak merasa digoda, dan menganggap godaan mereka sebagai simbol pertemanan. Sebaliknya, para wanita merasa Bapak telah menggoda mereka, maka dengan semaunya mereka minta-minta (maksa) sesuatu ke Bapak.

Saya maklumi karakter orang tua seperti itu karena orang sepuh butuh perhatian dan ingin selalu diajak ngomomg. Sekali ngomong, pasti panjang lebar kesana kemari. Sependek pemikiran saya, orang tua yang mendapat perlakuan ‘ramah’ akan membalas dengan ‘keramahan’. Sama seperti Bapak itu.

Saat saya sama mbak Avy menuju kasir, sebelum pergi mbak Avy ngguyoni gini, “Dosa, lho ya, nggoda orang tua”. Setelah mbak Avy, saya juga berkata, “Mbak, gak ilok. Orang tua” (mbak, gak pantes itu orang tua) dengan nada mengingatkan, yang kemudian selenting dijawab mbaknya. Kalau tidak salah begini, “Nang ndukur, Bapak iki sering nggowo panganan akeh, mbak” (di lantai atas, Bapak ini senang bagi-bagi makanan, mbak)

Terlepas si Bapak senang bagi-bagi makanan, bukan berarti Ia bisa digoda. Seperti yang saya bilang diatas, orang tua senang kalau diperhatikan. Salah satu wujudnya, ya dengan bagi-bagi makanan. Akrab sama orang tua bukan berarti boleh bersikap kurang ajar

Saya pernah perbuat kurang ajar, tapi tidak berani kalau dengan orang tua. Kurang ajar saya sama teman hanya kepada yang akrab saja (yang sudah paham karakter satu sama lain) dan yang seumuran. Akrab meskipun lebih tua, saya gak berani melanggar kesopanan, kecuali benar-benar diluar batas.

Kesopanan bukan dilihat dari akrab tidaknya pertemanan, tetapi kesopanan di Indonesia dianggap sebagai bagian dari budaya. Postingan ini tidak ada niat menggurui. Saya hanya menulis apa yang saya lihat dan saya rasakan kemudian saya beri tanggapan. Semua sikap yang terjadi di lingkungan sekitar boleh saja ditanggapi berbeda oleh orang lain. Semoga Tuhan mengampuni kekeliruan kita, Amiin.

Hadir dengan konsep baru, WTC eMall Surabaya dilengkapi Food and Community Corner

“Kopdar gak makan, yo kecut!” kata senior Blogger suatu ketika..

Kalau dengar ungkapan itu saya selalu tertawa. Ungkapan guyon, namun tak lebih sebagai kata-kata satir. Apa enaknya kumpul-kumpul sambil nahan lapar? Ya, kan?

Selama menjadi blogger, banyak sekali ajakan kopdar alias kumpul-kumpul dari kawan satu komunitas. Tak jarang mereka datang dari luar kota demi bisa bertatap muka.

Segala ajakan kopdar tentu selalu saya terima dengan senang hati, namun seringkali masalah muncul saat ada pertanyaan, DIMANA? Hahaha… bikin mumet deh sama urusan satu ini. Apalagi bila ngajak ketemuan di tengah kota Surabaya. Wuih, seakan saya ini Arek Suroboyo yang dolannya kurang adoh! Ditanya dimana, jawabnya sejam! Padahal bukan saya –nya yang gak hapal daerah Surabaya, tapi memang saya belum menemukan tempat asik dan nyaman yang cocok buat tempat ngumpul. Terutama di kawasan tengah kota Surabaya.

Cir khas Blogger kalau lagi ngumpul biasanya seperti ini:
– Butuh berpiring-piring dan bergelas-gelas es teh ukuran jumbo
– Suka tertawa lepas, maklum kebiasaan ngobrol di online, sekalinya ketemu muka langsung akrab kayak saudara 😀
– Ketemuan jam 12 siang, baru bubar jam 8 malam, keasyikan ngobrol.
– Butuh space luas untuk tempat foto-foto.
– Musholla yang memadai karena blogger kalau ngumpul sholatnya dari waktu Dhuhur hingga Isya’
– Trus apalagi, ya? Oya, koneksi internet sama colokan listrik! Dua fasilitas ini biasanya paling laris manis.
Biasalah, blogger paling senang kalau disuruh narsis. Sekali sesi foto, bisa selusin kamera yang ngantri. Trus saat itu juga upload di social media. Gak ada alasan upload nanti apalagi besok, keburu basi momennya!

Nah, dimana coba tempat ngumpul yang seenaknya sendiri seperti ini kawasan tengah kota Surabaya? Jangan bilang bingung di depan saya, karena saya sendiri juga muter kepala! Hehe..

WTC Surabaya kini hadir dengan area Baru, WTC eMall!


Baru bulan kemarin saya dapat info bahwa WTC Surabaya telah menjadi WTC eMall yang kehadirannya peduli pada komunitas.

Arek Suroboyo pasti nggak asing dengan WTC. Mall di jalan Pemuda, Surabaya, yang terkenal dengan pusat penjualan gadget terbesar. Butuh HP baru? Larinya pasti ke WTC.

Hayo, arek Suroboyo mana yang belum tau WTC? Berarti blusukanmu kurang kendel, haha.. (kurang nekat blusukannya)

WTC sekarang sudah hadir dengan area baru, lho. Udah kesana belum? Area WTC sekarang jadi makin luas, toko nya makin banyak, tempatnya makin lebar, fasilitasnya juga makin lengkap.

Kalau sebelumnya yang beroperasi hanya sampai lantai 3 dan 4, sekarang hingga lantai 6. Coba perhatikan dari luar bentuk bangunan WTC sekarang, disainnya keren, lho!

WTC eMall Surabaya kini dilengkapi Food Anda Community Corner . . . #wtcemall #wtc #wtcsurabaya #wtc_emall

Video kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Selain tambahan Food Galeria di lantai 6, juga lahan parkir yang luas hingga lima lantai yang siap menampung 500 mobil, total dengan lahan parkir lama bisa muat 1000 mobil. Tak hanya itu saja, beberapa kantor kas perbankan juga sudah buka disana. Saat saya kesana, saya sempat melihat kantor BNI. Kata Mas-Mas yang ada di lantai 4, BRI dan Mandiri juga segera membuka kantor disana.

Jangan tanya kalau toko handphone, area baru ini sudah dipenuhi toko-toko yang selalu menawarkan harga yang selalu kompetitif. Lah, kan, sejak dulu WTC memang terkenal pusat Handphone murah.. 😀

WTC eMall tempat nongkrong asyik buat komunitas

Tatanan meja dan kursi di Area indoor

Ngomong-ngomong komunitas, kota Surabaya adalah gudangnya community. Tak hanya komunitas Blogger saja, kebetulan saat ini saya mendapat amanah menjadi Makmin (panggilan untuk admin) Komunitas Emak-Emak Blogger, tapi saya juga sering mengikuti acara dari komunitas lain seperti Komunitas Buku, Komunitas Tangan di Atas, Save Street Child Surabaya, Kaskus, dan lain-lain.

Jika boleh jujur, sebagai admin sekaligus member beberapa komunitas, berkumpul untuk saling menelorkan ide sekaligus silaturrahmi adalah hal yang sangat menyenangkan. Sudah pasti kami membutuhkan lokasi yang nyaman dan strategis. Apalagi kategori Emak-emak seperti saya ini, yang maunya ngumpul di tempat yang gak jauh dari pusat kota supaya mudah jangkauannya.

Bersyukur sekarang ada WTC eMall tempat nongkrong asyik buat komunitas. Jadi saya gak bingung lagi cari tempat asyik buat kumpul bersama teman komunitas. Lokasinya available banget dengan fasilitas yang memadai. Maklumlah, urusan emak-emak emang susah ditolerir. Apalagi yang bawa anak, kasihan kalau lokasinya jauh. WTC eMall akses transportnya gampang, parkir motornya luas, banyak angkutan umum, banyak petugas keamanan yang rajin mantau sehingga pengunjung merasa aman.

Food Galeria, food court berkonsep Bhinneka Tungga Ika hadir di lantai 6

Bagi saya dan teman-teman, foodcourt adalah tempat makan paling enak di dunia. Lebay, ah, belum pernah keliling dunia ngaku-ngaku paling enak di dunia, haha.. maksud saya, makanan food court harganya terjangkau dan banyak macamnya. Alasan itulah yang membuat saya dan emak blogger Surabaya lebih memilih food court sebagai tempat berkumpul yang praktis.

Hanya saja, akhir-akhir ini konsep food court ragamnya makin membingungkan. Misalnya satu counter jualan jamur crispy yang rame pembeli, semua ikut-ikutan jual makanan berlabel serba ‘crispy’. Adalagi yang jualan Nasi Goreng jumbo, semua ikut-ikutan jual nasi goreng. Helloo.. apa kabar menu yang lain, kasihan mereka dicuekin..

Dan tadi siang saya dibuat terpana sama Food Galeria WTC e-Mall. Disana counternya sangat rapi. Menu yang dijual Indonesia banget. Kayak sudah di atur sedemikian rupa sehingga Bakso dan Soto dijadikan satu karena mengandung kuah, ada lagi Nasi Campur, Nasi Padang, Nasi Uduk, Nasi Bebek, Mie dan Bubur, Pempek dan Rujak. Perhatikan, menunya Bhinneka Tunggal Ika banget!

Betapa bahagianya teman-teman blogger seluruh nusantara yang datang ke Surabaya dan menemukan makanan khas daerahnya ada di Surabaya.

Selain makanan, dibagian sudut terdapat Drink Corner. Pengunjung bisa memilih aneka jenis minuman dengan harga terjangkau.

Di Food Galeria ini, pengunjung dimanjakan dengan set-set meja kursi berkonsep industrial. Ada yang dari besi, ada juga dari kayu. Ingin suasana privat, sendiri atau berdua dengan teman / pasangan, pilihannya banyak. Dan satu lagi, suasananya Instagram-able..!

Oya, konsep food court di sini, pengunjung diajak untuk hidup bersih dimana setelah menikmati makanan, pengunjung diharapkan membersihkan mejanya sendiri dan meletakkan piring bekas makan ke Tray Station yang telah disediakan. Self Service lah ya.. kalau lupa melakukan ini, di meja sudah tertempel stiker sebagai pengingat. Malas? Jangan dong, ah, katanya Surabaya dikenal sebagai kota bersih dan hijau, masak tinggal naruh piring kotor aja malas! 🙂

Untuk menuju ke Food Galeria, pengunjung tinggal naik eskalator langsung menuju ke lantai 6. Gampang, kok!

WTC eMall Ramah komunitas dengan area Community Corner

Nah, nah, nah.. ini yang saya suka, Community Corner! Duh, betapa bahagianya saya ada tempat ini. Jujur aja, bulan Januari lalu saya mengalami kebingungan yang teramat berat saat ingin mengadakan Arisan Ilmu. Arisan Ilmu adalah salah satu program Komunitas Emak-Emak Blogger yang ditujukan sebagai ajang silaturrahmi sekaligus berbagi ilmu sambil nongkrong-nongkrong cantik.

Sengaja pakai nama arisan soalnya kata ini teramat akrab di telinga wanita. Namun jangan pikir arisan kami adalah arisan duit, apalagi barang, sama sekali tidak. Arisan kami membahas tentang ilmu. Benar-benar belajar.

Sepertinya Arisan Ilmu bulan mendatang kami ingin adakan di Community Corner WTC eMall aja, deh. Alasannya, tempatnya tenang, areanya luas, meja kursinya Insya Allah available untuk 50-an orang, ramah anak-anak, jam buka nya lama, sampai malam. Semua kriteria acara community sudah diusung oleh WTC eMall.

Kesimpulan: WTC eMall berikan warna baru kepada komunitas

Siapa sangka jika kehadiran komunitas diterima secara baik oleh pengelola WTC eMall Surabaya sehingga mereka menyediakan sebagian space –nya untuk kepentingan komunitas. Sebagai anggota komunitas, saya tentu harus memanfaatkan peluang ini untuk menambah kazanah networking kepada banyak komunitas.

Menurut saya ada beberapa nilai tambah WTC eMall sebagai tempat nongkrong asyik buat komunitas, yaitu:

1. Lokasinya strategis

WTC eMall beralamat di jalan Pemuda no. 27-31, Surabaya. Jalan ini dikenal oleh masyarakat Surabaya sebagai kawasan yang mudah diakses. Terjangkau untuk seluruh angkutan umum, mulai kereta (dekat dengan Stasiun Gubeng), Bis Kota ( tak jauh dari perempatan jalan yang dilalui Bis kota menuju Terminal Purabaya), Lyn, dan Taksi. Ojek Online banyak di sini.

2. Tempatnya nyaman

Sebagai tempat nongkrong, WTC eMall memberikan kenyamanan kepada pengunjung, terutama tempat nongkrong yang luas. Tersedia banyak space, indoor, maupun outdoor.

3. Fasilitas memadai

Fasilitas yang dicari oleh member community biasanya kalau nggak colokan listrik, ya, Wifi. Jangan takut, karena WTC eMall telah menyediakan fasilitas itu. Fasilitas lain yang menunjang kenyamanan pengunjung adalah disediakan Musholla dan tempat wudhu pria dan wanita terpisah, Nursery Room, Toilet, dan Wastafel.

4. Bersih

Sepanjang penglihatan saya, area lantai 6 terlihat sangat bersih. Jangankan selembar tissue di lantai, sampah-sampah kecil aja lepas dari pengamatan. Di area tertentu terdapat tong sampah, begitu juga petugas kebersihan tampak cekatan.

5. Buka hingga jam 9 malam

Hohoho.. ternyata ya, WTC eMall benar-benar mendukung gaya hidup masyarakat Surabaya. Sesuailah dengan konsep yang diusung, yaitu bisnis, lifestyle, dan komunitas. Sekarang WTC eMall buka hingga malam, jam 9! Pulang kantor sambil nunggu macet bisa banget melipir kesini sambil menikmati sepiring Soto hangat!

Jadi Arek-arek, kapan kita kumpul-kumpul lagi sambil ng-rujak cingur bareng? 😀

Penikmat Seni yang gak bisa ‘Nyeni’

Tahun 2017 sudah masuk bulan ke 2, saya ngapain aja 2 bulan ini? Hmm, sepertinya belum ada kegiatan yang signifikan. Tiap hari masih berkutat dengan ngedraft, ngedraft, ngedraft.. hadiri event? Errr, masih sepi, euy! 😀

Karya seni keren dari ujung bolpen. Image: goaheadpeople(dot)com

Seingat saya 2 bulan ini belum ada undangan even. Saya malah berharap di Surabaya ada pameran seni. Gak ngarep dapat undangan khusus, minimal dapat infonya ajah. Soalnya saya suka dengan sesuatu yang mengandung seni, contohnya Pameran Instalasi Seni. Kalau lagi kangen ‘nyeni’ saya suka melipir ke Museum HoS. Di sana ada galeri seni dibagian belakang cafe. Berkali-kali saya lihat pameran ke sana, dan selalu betah lama soalnya banyak produk yang dipamerkan berbasis local brand

Tak seperti 2 bulan menjelang akhir tahun 2016 kemarin, even di Surabaya hampir tiap hari ada. Sampai bingung saya menyusun jadwalnya. Kayak saya ini jadi blogger even, tiap hari ngider… 😀

Dari sekian even di tahun 2016 yang pernah saya datangi, yang paling mengesankan buat saya adalah pameran pensil. Saya gak nyangka lho, bahwa sebiji pensil kalau dikumpulkan banyak bisa menghasilkan sesuatu yang berharga. Karena namanya pameran pensil, seluruh karyanya dirancang dari bahan pensil. Iya, pensil! Pensil buat nulis, itu!

The Look . Karya seni memang harus di lihat dan dinikmati, kan? 🙂

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Siapa sangka pensil yang diraut tajam bisa membuahkan karya seni yang luar biasa hingga membentuk benda 3 dimensi. Mulai dari Kapal Pinisi, Charly, hingga Mona Lisa. Saya lupa siapa yang mengidekan karya seni itu tetapi menurut saya idenya super duper keren. Ternyata, sesuatu yang sederhana bisa mengubah kreativitas seseorang.

Saya bukan orang seni, nggambar bebek aja kalau gak dimulai dari angka 2 dulu hasilnya bukan gambar bebek. Lha wong sudah diawali angka 2 aja badan bebeknya bengkak, haha..

Kayak gini, nih! 😀

Bebek dari angka 2
*astagaa, emoticonnya berkumis* 😀 😀

Bakat seni saya kacau pokoknya. Apapun seninya kalau yang berhubungan dengan buku gambar dan cat air, selalu gagal total.

Kesenangan terbesar di dunia adalah menikmati karya seni. Dan kesulitan paling mendalam di dunia adalah menciptakan karya seni ~ Yuniari Nukti ~

Begitulah saya, suka seni tapi gak bisa ‘nyeni’ 😀

Mungkin pengaruh kesenangan kali, ya..

Tapi kalau jahit menjahit, walaupun jahit tangan, saya suka. Suka bukan berarti hasilnya bagus, hehe.. kalau yang berhubungan dengan benang saya suka membuat kristik. SD kelas 6 dulu, saya sudah berhasil membuat kucing lengkap sama blocknya. Tinggal pasang pigora aja, bisa jadi pajangan rumah.

Seindah apapun sebuah karya, tak akan mengurangi esensi keindahannya meskipun terpotong oleh daun pintu

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Karena sudah berhasil, saya melanjutkan kegiatan itu hingga bisa menghasilkan gambar Masjid Kudus, Lafadz Bismillah, bunga, dan beberapa. Ada yang jadi pajangan, ada juga yang saya simpan aja. Sayangnya kegiatan menjahit kristik saya hentikan karena menurut Ibuk saya, hobi mengkristik membuat saya malas mengerjakan pekerjaan rumah, haha.. cucian baju dan piring banyak terbengkelai.. apalagi pelajaran SMP terlalu memforsir waktu dan pikiran. Sampai hari ini saya masih punya impian mengerjakan kristik, tapi kok takut gak bisa bagi waktu ngeblog, dilema..

Beberapa bulan lalu saya pernah melihat galeri seni di lobby sebuah hotel. Bentuknya bukan pajangan lukisan, tetapi paperbag yang cover luarnya digambar sedemikian rupa menggunakan teknik drawing, brainwash, painting, hingga kolase.
Saya sampai terkesima lihatnya. Gambarnya kreatif, ada yang dicoret ala mural, tulisan dengan kalimat satir, bahkan ajakan berbuat konsumtif. Dari sekian paperbag yang dipajang, tujuan pameran itu sebenarnya baik, yaitu mengingatkan orang untuk hati-hati membelanjakan uang.

IMG-20151212-WA0011

Jika bicara seni, teman-teman suka kesenian apa? Konon, menyukai belum tentu memiliki.. kayak saya, suka lukisan tapi gak bisa ngelukis, hehe..

Kena tipu online? Jadilah agen canggih!

Image: okezone(dot)com

Berita terbaru hari ini okezone.com mengabarkan pengungkapan kasus penyewaan mobil di Yogya dimana pelaku menggunakan identitas palsu untuk melakukan transaksi. Yah, meski era sudah mengadopsi identitas berbasis elektronik, tetapi tidak menjamin e-KTP bebas dari pemalsuan.

Kasus penipuan menggunakan identitas palsu bisa dipastikan hampir setiap hari terjadi, terutama kasus penipuan transaksi online. Saya mendengar sendiri, sumber kepolisian mengatakan tiap hari ada saja laporan kasus penipuan toko online. Artinya, di Indonesia ini, transaksi secara online belum sepenuhnya aman.

Yang jadi kendala sulitnya penipuan oline terungkap adalah ketertutupan Bank dalam melindungi data nasabah. Okelah, data nasabah memang mahal, tetapi bukankah dengan menyembunyikan data, Bank termasuk turut andil membantu penipu? Ah, itu sih pemikiran saya, ya.. dan nyatanya, bank teramat susah dimintai bantuan sekalipun korban menunjukkan surat bukti lapor Polisi dengan alasan kerahasiaan data.

Kendala kedua adalah banjirnya kartu perdana yang tidak dilengkapi data pengguna yang valid sehingga memicu pelaku penipuan memanfaatkan SIM card ‘habis buang’. Sedangkan provider hanya bisa memantau lokasi pelaku jika nomor yang digunakan masih aktif. Kalau udah mati, bhabhay lah sudah.. lolos dari pelacakan.

Kendala lainnya adalah niat Pak Polisi untuk mengungkap kasus penipuan online. Saya mengalami sendiri, saat melapor ke Polisi, laporan saya malah dianggap remeh. Diceramahi, ditakut-takuti pula bahwa pelaku sangat lihat dan susah di lacak. Katanya, bisa jadi penarikan ATM di Yogja, tapi pelaku sudah ada di Sulawesi. Kata-kata bisa jadi inilah yang membuat saya membentuk pola pikir bahwa masih ada Polisi yang tidak sepenuhnya niat membantu. Belum juga dikerjakan, mereka sudah membuat opini sendiri. Hal inilah yang membuat masyarakat malas melanjutkan laporannya. Semua itu tergantung pribadinya..

Bank, Provider, Polisi, menurut saya semacam cinta segitiga yang harus akur satu sama lain demi berhasilnya pengungkapan kejahatan. Sama halnya cinta segitiga antara pengungkapan kartu identitas, no rekening, dan nomor seluler yang digunakan pelaku saat melakukan modusnya.

Idealnya gini, tanpa identitas asli, Bank juga tidak bisa menerbitkan rekening baru, kan. Kecuali pihak Bank tidak bisa membedakan mana identitas asli dan mana identitas palsu. Meskipun alamat dan nomor ponsel tidak bisa dijadikan patokan, selama nama pelaku sama dengan nama yang tertera di rekening, hanya dengan memberikan nomor identitas dari Bank, menurut saya Polisi akan mudah mengungkap kejahatan. Minimal lokasi tinggal pelaku bisa didapat, meskipun pelakunya jadi buron.

“Saya pernah mengungkap penipuan, dari Surabaya lokasi pelaku terpantau di Sulawesi, begitu petugas sampai di Sulawesi no ponselnya mati. Sia-sia kita kesana, udah keluar biaya banyak” saya dengar sendiri ada Polisi mengatakan begitu. Saya hanya bisa katakan, untuk hal kebaikan tidak ada yang sia-sia, Pak. Toh, ya, bukan duit Bapak sendiri.. kalau hanya biaya yang dipersoalkan, wajar jika muncul pendapat bahwa urusan sama Polisi ribet dan mahal.

Olala, pikiran saya langsung terkonek dengan adegan di serial CSI. Praktisnya, jika pelaku di Sulawesi, kenapa Polisi di Surabaya gak minta bantuan ke rekannya yang di Sulawesi lebih dulu bergerak, minimal mencari dan menyanggong pelaku selama no ponsel aktif. Jika dirasa kuat bukti, baru datangkan Polisi dari Surabaya. Ini opini saya pribadi sebagai pecinta film CSI, lho ya. Buat apa menyuruh masyarakat lapor Polisi bila menderita kerugian sedangkan laporan itu hanya jadi berkas numpuk disana?

Apapun itu, sebagai masyarakat, kita wajib berhati-hati. Sekarang ini modus penipuan makin pintar. Sudah dihati-hati saja, masih ada yang kejebak.

Meski sudah ketipu jangan menyerah, lapor Polisi saja belum jamin pelaku langsung ketangkap karena yang diurusi tidak satu laporan saja. Mungkin disinilah saatnya kita bertindak sebagai agen CSI sendiri. Modalnya yakin dan sabar. Surat bukti lapor Polisi dapat membantu ‘agen’ jika sewaktu-waktu menemui kendala, misalnya mau nangkap basah pelaku di suatu tempat.

Semoga kita semua terhindar dari segala kejahatan, Amiin. Mungkin teman-teman ada pendapat lain, boleh kita sharing 🙂

Belanja Hoki Tak Berujung Imlek 2017, diguyur banjir promo!

Belanja Hoki Tak Berujung Imlek 2017, diguyur banjir promo! – Ceritanya, saya lagi pengen punya celana kulot. Celana longgar yang nyaman buat ‘pencilakan’ namun gak se-seksi celana jin. Bahan celana kulot rata-rata lentur dan adem, jadi enteng nyucinya. Hanya saja paradigma saya terhadap celana kulot masih melekat, bahwa kulot adalah celananya ibu-ibu.

Emang kamu bukan Ibu-Ibu, Yun?
Lho, saya kan masih Mbak-mbak! Haha..

Awalnya saya terkesima sama tetangga yang lewat pakai kulot. Modelnya lebar, jatuh sehingga ada kesan mewah. Dari situ saya latah pengen pakai kulot. Iya, saya orangnya pengenan! hehe.. Kebetulan momennya pas awal tahun, maunya mengubah penampilan. Kebetulan lagi, Belanja Hoki Tak Berujung Imlek 2017, lagi diguyur banjir promo. Siapa tau dapat harga murah. Yha, kan?

Aya dengan kulot nya, cantik, kan?

Sebenarnya, alasan pakai kulot semata upaya mengurangi pemakaian celana berbahan jin. Tepatnya sih males nyucinya. Nah, pas lihat tetangga pakai kulot bagus, hampir aja saya tanya belinya dimana. Untung ingat sama internet di rumah.

Situ Blogger, kan? Browsing, dong, ah! 😀
Yak, browsing adalah salah satu cara mendapatkan seribu tujuh barang impian dengan mudah bermodalkan sebelas jari! (10 jari ribet). Ternyata kulot buanyaaak modelnya. Bagus-bagus, lagi!

Trus jadi beli apa, Yun?
Beli atasan Tunik warna merah, wkwkwk…

Lha, kok?!
Kan udah dibilang saya pengenan. ‘hanya kepengen’! Haha..

Maafkan wahai teman-teman atas ketidakberdayaan saya terhadap birahi belanja. Sungguh, belanja online itu mengasyikkan, dan sesungguhnya wanita sejati adalah yang kekonsistenannya mudah terperdaya, haha..

Gara-garanya saat asyik browsing, kursor saya jatuh ke webnya Blanja.com. Saat itu saya langsung mendapat voucher 25 ribu dengan minimal pembelanjaan 50 ribu. Daripada gak dapat voucher, kan mendingan dapat voucher :D. Langsung saja kesempatan itu tak saya sia-siakan. Saya carilah barang yang harganya sekitar 50 ribu biar nambahnya gak kebanyakan, haha..

Niat awal mau dibelikan kulot, gak tau kenapa tiba-tiba jadi beli Tunik. Duh, saya lemah, Mas, lemaaahhh… dalam momen-momen tertentu terkadang jari lebih kejam daripada perasaan. *apaan, sih!* 😀

Inilah Tunik yang menarik perhatian saya..

Bagus, kaaannn.. harganya lumayan-laah, bila ditambah voucher 25 ribu, makin lumayan, muraaahhh..

Saat memproses transaksi, saya sempat mengalami kesulitan. Pas klik ‘Beli Sekarang’ tiba-tiba ada notif yang saya gak pahami. Untungnya Live Support membantu saya. Gak sampai 5 menit menunggu, pertanyaan saya langsung direspon oleh Customer Service bernama Fakhru Rozi. Persoalan saya ternyata sepele, saya belum milih warna tunik, wahaha..

Dan setelah chatting, ternyata rekamannya dikirim, lho, oleh Blanja.com via email. Saya gak tau kenapa, tetapi menurut saya bagus sebagai bukti jika suatu waktu ada masalah rekaman chatting ini berguna buat saya. Saya tunjukkan potongan percakapannya, ya:

Transaksi di Blanja.com mudah banget. Cuma klak klik-klak klik, langsung menuju ke pembayaran.

Pilihan pembayarannya banyak, hampir semua Bank sudah bekerja sama. Ada ATM Bersama juga. Bayar via t-Cash dan Finpay juga bisa.

Usai menyelesaikan pembayaran, selang satu jam saya dihubungi oleh penjual di Blanja.com karena warna yang saya pilih stoknya habis. Saya pesan kuning, ready nya warna merah. Ya udahlah, diapa-apain jodoh saya memang selalu warna merah. Kok ya pas, mau Imlek 2017, saya dapat baju warna merah. Jangan ada yang protes ya kalau ketemu saya pakai merah lagi, merah lagi… Awas kalau protes! eh, gak trima, haha

Saya terkesan atas konfirmasi ini karena pihak penjual memberikan alternatif barang lain dengan pilihan warna lebih banyak. Bahkan saat saya banyak tanya, penjual sangat responsif. Nggak kapoklah belanja lagi di Blanja.com.

Menjelang Imlek, Blanja.com sedang obral Promo Tahun Baru Imlek 2017 . Tadi saya sudah intip-intip di sana. Lagi-lagi kelemahan saya diuji. Saking banyaknya promo, saya sempatin catat satu persatu. Demi kebaikan semua, nih saya kasih kesimpulannya…

Diskon 8% untuk produk Gadget, Elektronik, dan Kamera.
Diskon 10% untuk produk Otomotif, Kids Baby, Sport & Food
Diskon 8% untuk produk Home & Living dan Healthy & Beauty
Diskon 8% untuk produk Fashion & Aksesoris
Semua Diskon Tanpa Minimum Pembelian, lho..

Masih ada lagi, Gebyar Flash Sale Imlek 2017 dengan potongan harga hingga 100 ribu Rupiah!

HARGA HOKI Dapatkan penawaran produk dengan harga menarik, diskonnya gede!
SERBA MERAH Tersedia produk merah untuk penampilan makin Hoki
DEKORASI HOKI Temukan dekorasi rumah dengan pilihan warna dam harga yang Hoki
Makanan Khas IMLEK Rasakan nikmatnya kue keranjang dan cicipin Manisan Buah Kering a la Imlek
Serba 50 Ribu Serbu produk-produk baru dengan harga serba limpul. psst, produk Fashionnya bagus-bagus!
Gadget Tahun Baru Ganti HP gak pakai mikir, cek dulu harga Hokinya di sini. Ada potongan hingga 1 juta Rupiah!
Ebay.blanja Jangan lewatkan belanja di eBay secara langsung dan temukan 500 juta produk di dunia
Seluruh penawaran HANYA berlaku pada periode 23 Januari 2017 – Selasa, 31 Januari 2017 aja!

Belanja pakai Kartu Kredit juga bertabur bonus! ANZ ngasih Cashback 8% atau potongan langsung 10% hingga 150 ribu, UOB potongan 5% hingga 500 ribu, OCBC NISP potongan 5% hingga 100 ribu, dan BRI memberikan potongan 100 ribu untuk belanja 2 juta Rupiah!

Kabar paling asik lagi adalah pengguna Telkomsel dapat menukarkan poinnya untuk dapatin diskon belanja. Caranya hanya dengan menukarkan 10 poin Telkomsel akan mendapat diskon 30%!

Kata siapa HarBolNas berakhir akses diskonan hangus, buktinya makin kesini makin banjir promo. Imlek 2017 ini bikin belanja Hoki Tak Berujung!

Dan ngomong-ngomong, setelah berburu promo selama seharian ini, investigasi saya mendapatkan hasil ada kulot bagus di Blanja.com. Pokoknya pencarian kulot belum berakhir! hahaha..

Mau dapat diskon belanja seperti saya? Daftar aja di Blanja.com. Mumpung lagi ada Promo Tahun Baru Imlek 2017!