Cara jitu artikel tembus Page One Google

Cara jitu artikel tembus Page One Google gimana, sih? Ubek-ubek keyword? Atau membuat judul viral? Dua cara itu mungkin sering digunakan oleh pelaku media online, yaitu memantik pengunjung dengan memanfaatkan judul.

Banyak blogger merasa kesulitan membuat judul artikel untuk postingan blognya. Rata-rata untuk menyiasati kebingungan membuat judul, mereka menggunakan kalimat singkat, 1-2 kata saja. Yang penting nyambung sama isi tulisannya. Padahal judul blog sangat berpengaruh lho terhadap trafik kunjungan blog.

Nah sekarang saya akan membagi cara jitu artikel tembus Page One Google. Eh eh bukannya saya sudah pinter membuat judul, ya. Apalagi canggih optimasi blog dan segala macem, tapi saya juga masih belajar ngeblog sistem trial error. Apalah saya ini belajar nge-SEO aja masih ngejogrok trus. Istilahnya apa sih, maksudnya masih jalan ditempat gitulah 😀

Pada suatu ketika, eciyee.. tiba-tiba trafik diagram di dashboard saya menjulang diantara yang lainnya. Kirain ada apa-apa ya, soalnya tampilan garisnya jadi aneh. Gak imbang. Usut punya usut, telusur punya telusur saya menemukan ketidakberesan itu. Dari hasil investigasi, saya menemukan top serach kata kunci yang sama dengan judul artikel yang pernah saya publish. Sempat deg-degan kalau trafik itu adalah robot. Tapi syukurlah lonjakan trafik itu bukan boot, hasil ricek saya ternyata postingan saya berada dihalaman pertama Google.

Sebagai blogger yang suka nulis asal-asalan. Asal-asalan dalam artian tidak memanfaatkan SEO, saya lebih mementingkan konsistensi. Jadi walaupun tidak nembak kata kunci, atau trik rumit lainnya yang penting blog saya update.

Nah suatu ketika saya merasa harus posting tulisan. Pokoknya harus! Sayangnya ide tidak ada di kepala. Ngelamun sejenak sambil tangan saya main-mainin tuts keyboard multimedia. Meskipun tangan dan otak belum sepenuhnya konek, lama-lama kolaborasi jari dan otak saya nyambung. Yang jadi masalah adalah saat mau mindahkan draf ke dalam dashboard. Eng.. ing.. eng.. kasih judul apa nih? hehe

keyboard1

Pusing rumit ruwet mikir saya pakai saja judul memakai awalan: Tentang. Sudah kepentok banget, dan saya sudah males mikir yang berat-berat. Bagi saya kata Tentang ini sudah mewakili isi artikel saya. Baru-baru ini judul Tentang yang saya pakai adalah Tentang Shehrazat 1001 Malam.

Selama ngeblog saya beberapa kali menggunakan judul postingan yang menggunakan kata awalan Tentang: Tentang Shehrazat 1001 Malam, Tentang Lilyana Natsir, Tentang BBM dan 7 aplikasi android terbaik, Tentang Sinetron PPT jilid 7, dan Tentang voucher hotel.

Menurut saya judul menggunakan kata Tentang terdengar aman dan tematik. Judul ini beberapa kali tembus halaman pertama Google dan membantu menaikkan trafik blog saya. Kuncinya jika menggunakan judul tentang carilah bahasan yang sedang ngehits dan yang sedang dicari banyak orang. Insya Allah bisa tembus Google. Cara jitu artikel tembus Page One Google selain cara ini gunakan judul yang menarik seperti: Tips mencairkan uang dari paypal yang belum terverifikasi, Suka Begadang? Ini dia 3 wisata Khusus Malam Hari di Singapura, dan lain-lain. Selamat mencoba, semoga artikel ini membantu..

Tentang Shehrazat 1001 Malam

Saya tertarik nonton Drama Turki Shehrazat 1001 Malam gara-gara potongan adegannya di tayangin terus-terusan di TV. Dan yang paling membuat saya penasaran adalah air muka datar yang selalu ditampakkan oleh Bergüzar Korel, pemain Shehrazat, yang mirip sama artis Indonesia. Hayo tebak kayak siapa??

Jika diperhatikan secara seksama, wajah Bergüzar Korel mirip sekali sama Luna Maya. Rambut panjang, mata bulat, dan kalau senyum muanisss, apalagi pas berhadap-hadapan sama Halit Ergenç, si Tuan Onur.

Shehrazat

Di ceritakan, Shehrazat Eviliyaoglu adalah seorang Ibu beranak satu yang bernama Khaan Eviliyaoglu. Ayahnya, Ahmet Eviliyaoglu, meninggal dunia saat Khaan berumur setahun karena kecelakaan mobil. Sebagai single parent, Shehrazat bekerja di perusahaan Binyapi sebagai arsitek yang dipimpin oleh Tuan Onur, lelaki yang hingga di usia mapan tidak mempercayai cinta. 3 bulan bekerja, Shehrazat berhasil mendapat pekerjaan proyek di Dubai.

Sayangnya keberhasilan Shehrazat tidak diimbangi kebahagiaan di keluarganya. Khaan, anak satu-satunya didiagnosis penderita leukimia. Untuk membayar donor sumsung tulang belakang berikut biaya operasinya, Shehrazat harus mendapatkan uang sebanyak 150 ribu dollar.

Ditengah kebingungan itu Shehrazat mencari cara dengan mendatangi Tuan Burhan, Mertuanya yang kaya raya tapi tidak menganggap Khaan sebagai cucunya. Uang tidak didapat, tapi cacian yang diterima. Dalam keadaan terdesak, Shehrazat nekat meminjam uang perusahaan.

Saat menghadap Tuan Onur, Shehrazat dianggap karyawan tidak tau diri. Sebagai pegawai yang baru bekerja 3 bulan Shehrazat dianggap terlalu berani meminjam uang perusahaan terlalu banyak. Namun akhirnya Tuan Onur memberikan pinjaman asalkan Shehrazat mau bersamanya semalam. Tidak ada harapan lagi selain pilihan itu satu-satunya, Shehrazat menerima permintaan Bosnya.

Ketika nonton drama Shehrazat beberapa kali saya dibuat nangis. Muka galau yang ditunjukkan Shehrazat dan kekakuan sikap seorang Tuan Onur membuat perasaan saya seolah terlibat didalamnya. Alur ceritanya padat dan tidak bertele-tele, membuat kemasan drama ini menjadi kuat.

Terhitung hingga hari ini, drama Shehrazat baru memasuki episode 13. Tayangnya jam 21.30 setelah sinetron Cinta di Langit Taj Mahal.

Semakin berjalannya episode, jalan cerita drama ini semakin memukau. Kehadiran sahabat Tuan Onur, yaitu Tuan Karim, yang mendadak jatuh cinta dengan Shehrazat dan kemunculan Bennu Ataman, sahabat Shehrazat di Binyapi Company yang diam-diam menyukai Tuan Karim, seakan mempersulit keberadaan Shehrazat. Di lain pihak diam-diam Tuan Onur juga menaruh rasa cemburu bila Karim berdekatan dengan Shehrazat.

Apa jadinya bila 4 orang saling jatuh cinta, dan 2 diantaranya bertepuk sebelah tangan? Karim jatuh cinta dengan Shehrazat. Karim dicintai oleh Bennu Ataman. Sedangkan posisi Shehrazat sebagai sahabat Bennu, dan posisi Karim sebagai sahabat Onur.

Makin ke sini, drama ini sudah mulai menujukkan konflik yang berat. Meski begitu konflik-konflik itu bisa dinikmati dengan sangat sedap. Tak seperti drama-drama yang selama ini memenuhi layar kaca dimana pemain antagonis terlalu menampkaan kebencian kepada pemain protagonis.

Karakter pemain drama Shehrazat sangat cerdas. Sikap yang ditunjukkan pemain baik kepada pemain jahat sulit ditebak. Karena itulah drama Shehrazat menuai sukses besar ketika tayang di beberapa negara didunia. Sedangkan di Turki sendiri, drama ini begitu digandrungi dengan judul asli Binbir Gece

Hanya saja yang membuat saya agak heran adalah handphone yang digunakan oleh para pemain-pemainnya! Model HPnya bukan handphone touchscreen canggih seperti sekarang lagi marak.

Beberapa kali saya lihat ketika adegan menelepon, perangkat yang digunakan masih menggunakan model keypad yang layarnya sekitar 2 inch-an. Bahkan Bos-Bos Binyapi pun menggunakan telepon model candybar. Pokoknya Hpnya mash jadul, deh!

Makin diperjelas lagi ketika perusahaan Binyapi mengadakan pesta tahun baru. Ditengah-tengah pesta, ternyata ada angka yang menunjukkan tahun 2007! Waduh, ini drama lama bangeet.. setelah saya browsing memang drama ini di produksi antara tahun 2007-2009!

Salut sama drama ini. Walaupun film produksi lama, tapi suasana dan cerita yang diangkat bisa diterima oleh pecinta drama zaman sekarang. Saya suka saya suka!!

Cara asyik menikmati kopi

Kopi.. kopi.. dimana-mana banyak warung kopi. Kedai kopi, café menjual kopi, hingga teknik penyajian kopi dikupas tuntas oleh para penggemar kopi. Kopi sekarang bukan lagi sekedar bubuk hitam dicampur gula lalu disiram air panas. Tetapi teknik pengolahan kopi juga menjadi daya tarik utama. Jenis-jenis kopi juga makin beragam. Ada kopi Luwak, Kopi Bali, Kopi Aceh, dan kopi rasa nikmat yang diolah dengan tehnik khusus. Lalu bagaimana cara asyik menikmati kopi yang pas untuk gaya hidup modern?

Hingga saat ini sebetulnya saya juga masih meraba-raba bagaimana cara asyik menikmati kopi supaya bisa berlama-lama duduk di kedai kopi. Biar dibilang kekinian, konon kopi harus diminum sedikit-sedikit. Kalau perlu tiap angkat cangkir, aroma kopinya dihirup dulu sampai menusuk hidung sambil merem-merem.

Nyatanya, saya termasuk golongan orang yang tidak bisa menikmati kopi. Saya belum bisa meneguk kopi sececap-cecap. Kalau ingat saya sedang bersama teman-teman saya berusaha minum sedikit-sedikit. Tapi tetap saja, kopi saya yang habis lebih dulu hehe

Dulu, ketika masih kecil saya suka minta kopi punya Bapak. Bapak saya dulu kalau minum kopi tidak pernah minum langsung dari gelasnya, tetapi dengan cara dituang dulu ke lepek (piring kecil) barulah kemudian disruput sedikit-sedikit.

Masa berlalu, cara menikmati kopi juga berubah. Selama pengalaman melihat orang ngopi di cafe, jarang sekali saya lihat ada orang minum kopi pakai dituang dulu diatas lepek seperti yang Bapak saya lakukan. Dugaan saya mungkin cangkir lepek sekarang kecil-kecil. Bila semuanya dituang ke dalam lepek besar kemungkinan isi cangkir langsung habis 😀
kopi kemiren

Kalau mau ngopi menurut gaya saya, ada beberapa cara asyik menikmati kopi supaya kopi tetap terasa nikmat dan kegiatan ngopi bisa bertahan lama.

1.    Tunggu kopi sampai setengah dingin

Menunggu kopi dingin sama halnya dengan mengulur waktu. Sambil nunggu kopi dingin, kita bisa bebas ngobrol sama teman-teman. Supaya ada seninya, pura-pura aja sibuk ngaduk-ngaduk kopi. Walau perasaan segera mencicipi kopi sangat besar cobalah bertahan dulu tidak meminumnya. Sambil ngaduk, sambil bayangkanlah betapa kerennya duduk ngobrol di café sambil mutar-mutarin sendok didalam cangkir.

2.    Jangan minum terlalu buru-buru

Konon menikmati kopi yang enak adalah dengan menyeruputya sedikit-sedikit. Sambil nyuruput sambil merasakan sensasi aroma kopi. Trik supaya ngobrol di café bisa lama adalah minum kopi sambil santai, sambil ngobrol, sambil utak-atik hape, dan sambil ngapain kek.. baca buku juga bisa

3.    Sambil ngemil-ngemil cantik

Ngopi paling enak baiknya ditemani dengan camilan-camilan manis. Camilan apa aja. Mau sambil makan donat, makan kentang, atau makan gorengan. Camilannya gak usah banyak, secukupnya aja. Minimal penampilan meja kita kelihatan semarak oleh makanan.

4.    Baca buku atau Koran

Kalau sedang di café sendirian, siapkan buku atau Koran di dalam tas. Supaya keberadaanmu di dalam café tak terlihat seperti orang yang sedang ngegalau baca aja buku atau Koran. Dengan begitu penampilanmua akan tampak seperti orang borjuis hihi..

Begitulah ulasan saya tentang cara asyik menikmati kopi. Tips-tips diatas saya tulis berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Tapi kalau ada teman-teman yang mau menambahkan kebiasaan ngopi dengan cara berbeda ya monggo saja…

Kecanduan Drama Asia

Selalu penasaran banget tau kelanjutan cerita drama Asia judulnya Shehrazat 1001 Malam yang baru-baru ini tayang di TV.

Serial Drama Asia di TV sekarang makin banyaaak, dan bagus-bagus pula. Yang paling baru tayang dan berhasil menambat kebiasaan saya nungguin cerita bersambungnya adalah Shehrazat 1001 Malam yang tayang jam setengah 10 malam. Ih, serial ini menyentuh banget. Waktu nonton episode pertama aja sudah dibuat nangis sama drama ini.

Kayaknya drama Korea sudah punya saingan, nih 😛

Beda dengan drama Korea yang penggemarnya, wuuaaah.. jauh banget sama drama-drama Asia terbitan India dan Turki. Iyalah Drama Korea pemainnya mulus-muluus.. bandingkan dengan drama India dan Turki, uh, dududu brewok full alakazam! Wakaka.. tapi saya suka lihat yang brewok-brewok begitu haha.. *ups!*

Hayooo! ngeres ya pikirannya..! sapu dulu, gih! pakai alat cukur rambut elektrik! Wkwkw..

Tauk, gara-gara kecanduan nonton Jodha Akbar, saya jadi ketagihan nonton drama berseri lagi. Padahal setelah lama berhenti nonton Winter Sonata (jadul banget yak 😀 ) lalu sempat gak mau ketinggalan nonton Kim Takgu di King of Baking, saya sudah memutuskan pensiun dini. Eh, lha kok sekarang keblanjur lagi sama drama Asia hehe.. Lebih geli lagi ternyata drama-drama yang saya tonton kok ndilalah pemainnya rata-rata ber-rambut lebat! Isshh! 😀

Contohlah Rajat Tokas si Raja Jalal. Saya sempat pamerin Raja Jalal ke Bibi Titi Teliti di twitter. Maksud saya mau menunjukkan bahwa saya juga bisa seperti dia, kecanduan drama Asia, gitu..

Siapa tau dengan saya menunjukkan Raja Jalal ke si Bibi Titi Teliti kecintaannya pada Drama Korea bakal berpindah perasaan, sehingga saya punya teman seperjuangan. Eh bukannya dapat simpati, saya malah di tawur sama pecinta drama korea. Dan yang lebih mengagetkan ada yang nyeletuk kalau brewok Raja Jalal di samain sama sikat kamar mandi! Astaghfirullah.. ngakak nggak habis-habis baca balasan komen mereka..

Yah apalah saya ini, masih suka sayang lihat hape dibanting-banting kalau marah. Saya juga masih cemburu lihat cewek yang di peluk sama cowoknya di bawah derasnya hujan. Lagi, saya juga merasa terlalu cemen merasakan asinnya air mata yang dicampur dengan air hujan. Coba deh, apa asiknya malam-malam hujan-hujanan diluar pagar rumah si cewek?

Trus-trus belum perasaan sukarela nungguin janji yang molor karena salah satu diantaranya gak bisa datang tepat waktu karena tiba-tiba ada kendala. Kalau saya sih ogah nungguin 5 jam dibawah menara.. lalu lalu supaya makin drama dikasihlah sama Sutradara air hujan yang sangat deras. Endingnya, si cowok atau cewek datang sambil nyelimutin badannya yang kegigilan. Dan jujur aja sebenarnya juga hati ini merasa teriris kalau melihat adegan itu semua. Lebih dengki lagi kenapa coba Suami saya gak mau main hujan-hujanan kayak Kim Takgu! Kenapa?!!

Ehm, sebenarnya sih nulis panjang begini cuma mau bilang, ada yang tau gak dimana bisa nonton film-film serial Turki dan India. Link aja bisikin saya yaa. Atau kali aja ada yang sudah punya DVDnya. Errr.., pinjem dooongg wekeke..

Beberapa faktor sebelum melakukan jual beli rumah

Jual beli rumah adalah sesuatu hal yang biasa terjadi di masyarakat kita sama halnya seperti jual beli yang lainnya jual beli rumah dapat dilakukan oleh siapapun. Karena rawannya oknum yang bermain dalam bidang property, seperti ada beberapa pemberitaan mengenai adanya sertifikat kepemilikan satu rumah namun memiliki dua sertifikat di dua orang yang berbeda. Sehingga untuk melakukan jual beli rumah tidaklah sesimpel jual beli seperti jual beli barang lain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan jual beli rumah agar transaksi tersebut memiliki kekuatan hukum yang kuat sehingga kita menjadi tenang ketika melakukan transaksi tersebut.

Jual beli Rumah
Jual beli Rumah

Perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) adalah surat perjanjian yang dibuat oleh calon pembeli dan calon penjual yang dibuat sebelum ditandatanganinya Akta jual beli (AJB). Karena bangunan merupakan benda tidak bergerak yang pengalihannya (jual beli) harus dengan cara akta Notaris/PPAT dalam bentuk AJB. PPJB merupakan ikatan di awal untuk mengikat semua pihak agar sama-sama serius melakukan transaksi jual beli rumah, biasanya dalam rangka pemeriksaan ke kantor pertanahan diperlukan PPJB tersebut.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat PPJB, diantaranya :

1. Jelasnya uraian mengenai objek tanah dan bangunan, hal ini mencakup diantaranya : ukuran tanah dan bangunan, sertifikat dan pemegang haknya serta perizinan – perizianan yang melekat pada objek tanah serta bangunan tersebut.

2. Harga total keseluruhan dan harga tanah per meter serta cara pembayarannya. Pembayaran dapat dicicil sampai saat dilakukannya penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)

3. Syarat batal tertentu, seperti jika pembangunan rumahnya tidak selesai dalam selang waktu yang telah ditentukan, maka calon pembeli rumah berhak untuk membatalkan jual beli dan mendapatkan uang mukanya kembali. Namun sebaliknya jika pembangunan rumah telah selesai pada waktunya dan calon pembeli membatalkannya secara sepihak, maka uang muka dianggap hangus sehingga calon pembeli rumah kehilangan uang mukanya.

4. Penegasan mengenai pembayaran pajak yang menjadi kewajiban masing-masing pihak, serta biaya – biaya lainnya yang diperlukan, seperti biaya pengukuran tanah dan biaya PPAT / Notaris.

5. Apabila dirasa perlu untuk dimasukkan ke dalam klausul pernyataan dan jaminan dari calin penjual, yaitu berupa surat keterangan bahwa tanah dan bangunan tidak sedang berada dalam jaminan hutang pihak ketiga atau terlibat dalam sengketa hukum. Jika ternyata pernyataan dan jaminan penjual itu tidak sesuai, maka secara otomatis penjual akan membebaskan kepada calon pembeli dari segala tuntutan dari pihak lain manapun.

Demikian beberapa tips yang dapat dituangkan dalam tulisan ini, semoga dapat membantu Anda dalam melakukan jual beli rumah, semoga tulisan ini bermanfaat dan aplikatif

OOTD ala Emak Blogger

Sepulang dari Halal Bihalal Komunitas Emak-emak Blogger 8 Agustus kemarin saya dikirimi foto oleh Niar. Isinya gambar-gambar heboh yang kami lakukan selama acara berlangsung. Dari sekian image, ada satu yang menarik perhatian, yaitu pose saya berdiri ala OOTD sambil mencangklong tas.

OOTD Yuni

Whatss!!
OOTD???
Sejak kapan saya suka difoto Outfit of The Day!
Pakai pose bak model pula..
Ini benar-benar diluar skenario, lho.. dan lucunya kami para Emak-emak nurut aja maunya Niar. Iyalah dia kan PIC nya acara ini. Harus nurut sama Maketu nya. Kalau nggak siap-siap kena pecat. *wiih sadis!*
Ah kerjaan Niar memang suka bikin heboh suasana.. gara-gara Niar juga semua Emak-emak yang datang halal bihalal kena jebakan kudu pose OOTD! Bener-bener asem beneer nih Emak Wannabe satu ini..
Gapapalah oke juga kok pose saya *pose-pose sendiri, dipuji-puji sendiri* haha..

OOTD
Image by Niar

Yang menarik dari foto saya (foto saya! catet foto saya) adalah penampakan tas fashion cantik yang saya cangklong.

Coba deh perhatikan. Bagus kan tasnya?
*Bilang bagus ajalah biar gak kena protes hihi..*
Lagian saya juga jarang pergi bawa tas beginian. Paling-paling kalau nggak ransel ya tas cangklong sponsor. Catet, (((SPONSOR)))!!

Sebenarnya saya paling males pergi membawa tas. Bawaannya ribet dan berat. Kalau nggak sedang pergi jauh saya lebih suka memasukkan barang-barang pernik seperti uang, kartu, HP, ATM ke dalam kantong jaket atau celana. Kecuali bila sedang ingin bawa dompet barulah saya bawa dompet kecil yang cukup buat isi ATM sama duit kertas. HP tetap masuk kantong. Jeleknya kebiasaan ini adalah STNK dan KTP sering ketinggalan. Baru ingat pas mau masuk parkir Mall. Lha dalah, melipir deh ke parkiran umum yang gak butuh cek STNK 😀

Namun kebiasaan saya berubah setelah memiliki tas cangklong mini cantik yang saya pakai itu. Menurut saya tas itu berbeda dengan lainnya. Bentuknya kecil tapi muat diisi sembarang kalir. Bahkan Tab pun masuk ke dalamnya. HP, kartu, ATM, duit receh, semuanya masuk. Menjadikan penampilan saya ringkes, dan bawaan juga gak berat.

Aduh, kenapa gak kepikir begini dari dulu. Masak harus dapat gratisan dulu baru dipakai huahaha.. *ketauhan kalau gak beli*

Saya akui tas cangklong model begini terasa lebih praktis. Tali cangklongnya custom, bisa dipakai atau dilepas. Yang paling saya suka selain modelnya adalah tas seperti ini sifatnya punya banyak kantong. Semua barang pernik sudah ada tempatnya masing-masing. Bahan kainnya juga bagus, kuat, dan etnik banget. Sangat cocok dipakai oleh perempuan yang berkarakter seperti saya. *Maksudnya karakter males* 😀

Hayoo, siapa yang kalau pergi gak suka bawa tas, kita kopdar yuk! hihi..

Kopdar lebaran di rumah Blogger Senior

Sejak tinggal di Jombang intensitas kopdar dengan Pakde Cholik menjadi berkurang. Kalau dulu saat masih tinggal di Surabaya, Pakde sering sekali mengundang kami, para blogger-blogger muda, untuk kopdar sambil ngobrol-ngobrol cantik. Tapi sekarang, bisa sih bisa kopdar, tapi harus diperhitungkan dulu secara matang soal waktu yang tak bisa ditolerir. Sebetulnya jarak antara Surabaya Jombang jauhnya masih wajar, paling-paling makan perjalanan 2,5 jam. Namun yang jadi kendala besar adalah bertemunya kami-kami dengan formasi yang lengkap lah yang sulit di satukan. Gak bisa sekompak dulu. Ada yang kerja, ada yang diluar kota, dan banyak sekali ganjalan sehingga acara kopdar di Jombang belum bisa terlaksana.

Hari Minggu kemarin, saya, Mbak Eda, dan Niar bertekad mengunjungi rumah Pakde Cholik di Jombang. Apalagi kalau bukan untuk menjalin tali silaturrahmi sambil unjung-unjung lebaran. Rasanya lebaran belum afdhol kalau belum saliman dengan blogger senior seperti Pakde Cholik hehe..

Rencana bermula ketika saya dan Mbak Eda ngobrol-ngobrol via chatting. Waktu itu saya cerita kalau habis berkunjung ‘riyayan’ di rumah Mbak Avy, teman blogger dari Sidoarjo. Seperti sebelum-sebelumnya kalau lebaran, saya berusaha untuk mengunjungi teman-teman sesama blogger yang tinggal se kota. Dan ini saya lakukan dadakan tanpa woro-woro sana-sini karena memang niatnya mau riyayan (lebaran). Kalau woro-woro dan pakai janjian dulu takutnya malah gak jadi.

Cerita saya riyayan itu direspon oleh Mbak Eda yang bilang, “kok gak ajak-ajak”. Waduh, jadi gak enak sendiri saya. Padahal saya perginya benar-benar dadakan 😀

Lalu Mbak Eda nanya lagi, “Gak ke rumahnya Pakde? Aku lama gak ketemu Pakde”. Terus terang saya pengin banget kesana. Biasanya kalau lebaran setelah sowan di rumah Pakde, saya ke rumah Kang Yayat juga. Tapi ada sebab lain karena beliau-beliau sedang diluar kota jadinya saya cari alternatif lain lebaran di rumah teman lainnya dulu.

“Ke Pakde yuk Mbak!” ajak Mbak Eda. Wah seneng banget dong. Apalagi ada temannya. Sambil chatting kami berdua bahas rencana ke Jombang rame-rame dan berkunjung ke rumahnya Pakde. Kami juga ajak teman-teman yang lain, dan ternyata hanya Niar yang bersedia.

Minggu pagi jam 7 kami berangkat menuju Jombang. Kondisi lalu lintas tak seberapa padat menjadikan perjalanan kami lancar jaya tanpa hambatan. Alhamdulillah kami tiba di rumah Pakde pukul setengah sebelas. Kalau diitung-itung perjalanan kami agak lama. Estimasi jalan 2,5 jam molor jadi 3,5 jam. Itu karena kami saling tunggu-tungguan saat janjian ketemu.

Tiba di rumah Pakde kami disambut dengan hangat. Guyonan khas a la Pakde puas menutupi kekangenan kami. Meskipun kami dipertemukan sebagai teman blogger, tetapi Pakde sudah seperti orang tua kami yang nasehat-nasehatnya walaupun disampaikan secara guyon tapi selalu bermanfaat. Selain aktif ngeblog, saat ini Pakde masih disibukkan dengan terus mengerjakan proyek nulis buku: satu bulan satu buku. Terbukti selama tahun 2015 Pakde sudah menelurkan beberapa buku bermanfaat . Salah satu yang baru terbit adalah buku berjudul Yuk ibadah di Dumay.

Menikmati bakso di rumah Pakde. Foto: FB Pakde
Menikmati bakso di rumah Pakde.
Foto: FB Pakde

Selain saya Pakde juga mengundang rekan blogger yang lain. Salah satunya Mas Junaedi Jun, seorang blogger Jombang, yang juga sowan ke Pakde. Jadilah Minggu itu kami lebaran silaturrahmi. Senangnya bertemu teman-teman blogger sambil riyoyoan..

Ditengah-tengah silaturrahmi, Niar dan Ara (putrinya Mbak Eda) asik nyemplung di kolam renang. Sedangkan saya sama Mbak Eda sibuk dengan makan bakso dimeja makan hihi..

Pertemuan yang gayeng. Tak terasa tiba-tiba jam sudah menujukkan pukul 4 sore. Bakda sholat Ashar kami pun pamit undur diri. Matur nuwun Pakde, Budhe, Mas Junaedi Jun, atas sambutannya yang hangat dan luar biasa. Semoga dilain hari kita bisa kembali ketemu dan menjalin silaturrahmi.. 🙂

Go Top