Bisnis · Wajah Surabaya

Tingkatkan layanan jasa keuangan, MNC Financial Services Resmikan Integrated Financial Services di Surabaya

Jumat, 28 April 2017 saya menghadiri peresmian Integrated Financial Services oleh MNC Financial Services di Gedung Bursa Efek Indonesia Surabaya di jalan Taman Ade Suryani Nasution No. 21. Tau nggak lokasinya dimana? Tepat di depan Monumen Bambu Runcing! Continue reading “Tingkatkan layanan jasa keuangan, MNC Financial Services Resmikan Integrated Financial Services di Surabaya”

Bisnis · Kuliner · Wajah Surabaya · Women Interest

3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi

2017-04-28_05-48-04

3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi – Saat belanja kadang-kadang kita terjebak lapar. Clingak clinguk di sekitar gak ada tempat makan yang bisa di jujug. Mau ngemil sosis kayaknya kurang nendang. Mau ngemil mie instan gak mungkin, ini supermarket bukan gunung. Mau makan di luar tanggung, belanja belum selesai, antrian di kasir sangat panjang. Masa ninggalin troli barang begitu aja?

Trus apa yang kita lakukan? Continue reading “3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi”

Bisnis · Blogging · Jalan-jalan

Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho!

Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho! – Hari gini dimana ada yang mau bagi-bagi gratisan, kalaupun ada pasti rebutan.

Suatu pagi saya pergi belanja ke Transmart Lenmarc. Gak pagi-pagi banget sih, kalau gak salah antara jam 9 an. Sengaja milih pagi soalnya lokasi menuju Transmart Lenmarc ini siang dikit selalu padat. Mumpung masih segar sekalian putar-putar Surabaya barat. Continue reading “Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho!”

Bisnis · Blogging · Jalan-jalan

Menelusuri jejak sejarah Perbankan di Surabaya dan mengenal fungsi LPS di Indonesia

Ketika melewati kawasan Jembatan Merah, Surabaya, ada gedung tua cantik yang selalu ingin saya foto, yaitu Gedung Bank MayBank. Gedung MayBank terletak di tikungan antara jalan Jembatan Merah dan Jalan Cendrawasih. Karena lokasinya di pojok, gedung ini terlihat sangat mencolok.

Melihat sekilas saja, bangunan bercat putih yang masih berdiri kokoh ini sudah terbaca bangunan lawas. Ciri utamanya terletak pada jendela-jendela mungil di keseluruhan bangunan serta jam dinding yang nempel di puncak bangunan. Continue reading “Menelusuri jejak sejarah Perbankan di Surabaya dan mengenal fungsi LPS di Indonesia”

Bisnis · Blogging

Buka-bukaan bahas buku Bajakan!

Selain Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang di Surabaya dikenal sebagai pusat penjualan buku-buku bekas. Segala buku yang bekas lumayan komplit disini, terutama buku pendamping sekolah. Setiap menjelang kenaikan kelas, kisaran bulan April – Juni, jubelan anak sekolah beserta orangtuanya mencari buku latihan soal ujian.

Untuk kesekian kali saya berkunjung ke jalan Semarang ngantar Galih yang minta dibelikan komik Naruto. Komik Naruto yang bekas kisaran harganya Rp. 3.000 sampai Rp. 4000. Tapi ya gitu, nomornya gak bisa urut. Kata yang jual, Naruto adalah komik paling laris dari sekian judul komik. Sebelum kenal Naruto, komik yang Ia sukai Doraemon. Dipikirannya, komik ya Doraemon, lainnya bukan komik. Sejak kenal Naruto, langsung pindah ke lain hati dan gak kenal Doraemon lagi 😀

Usai transaksi, saya tak segera beranjak karena saya tertarik pada setumpuk buku berwarna biru dengan kemasan plastik yang masih utuh. Judulnya Surat Kecil untuk Ayah dengan logo bukune.
Continue reading “Buka-bukaan bahas buku Bajakan!”

Bisnis · Women Interest

Eceng Gondok, Gulma yang mendulang Rupiah

Pada satu sesi pelajaran Biologi, guru saya mengenalkan suatu tanaman yang dianggap sebagai perusak lingkungan yang diistilahkan sebagai gulma. Gulma lahir dari bangsa rerumputan dan biasa tumbuh di lahan yang mengandung air. Karena gulma dianggap sebagai tanaman penganggu, maka tumbuhan ini layak ‘dimusnahkan’. Salah satu tanaman yang dianggap gulma adalah eceng gondok.

Di kawasan perairan, tumbuhnya eceng gondok berupaya diperangi agar tak mengurangi nilai estetika kelautan. Namun siapa bahwa ada sebagian masyarakat yang justru memanfaatkan tumbuhan ini dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dan berhasil mendulang rupiah!

Desember 2016 lalu saya menghadiri pameran UKM Pahlawan Ekonomi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dalam Pameran itu saya melihat banyak produk unik yang memiliki nilai sentuh tinggi. Salah satunya adalah produk Sepatu dan Tas yang terbuat dari bahan eceng gondok.

Sepatu dari eceng gondok?
Continue reading “Eceng Gondok, Gulma yang mendulang Rupiah”

Bisnis

Dari (Bukan) Mantan, Letakkan dia di tanganmu, jangan menyimpannya di hati

Hai, selamat bekerja kembali hari ini.. 🙂

Kemarin sama Pak Presiden sudah dikasih bonus libur sehari walaupun Surabaya gak ada acara coblosan. Kabar libur yang tak terduga, gak ada apa-apa disuruh libur. Senang sih, gak ikut Pemilu, ikut merasakan liburnya, haha..

Suasana di Surabaya kemarin saya lihat biasa saja. Jalanan tetap macet, tapi lebih banyak lancarnya. Gak tau bagaimana kondisi di Mall, mungkin saja rame.

Karena liburan spesial, liburnya juga ikut spesial. Nyaris tak ada aktifitas apa-apa selain main seharian bersama ponakan-ponakan tercinta. Ngajari mereka menggambar lewat paint, nemani mereka nonton youtube, lainnya saya habiskan dengan ngobrol seru bersama kakak ipar.

Cerita kami serba ngalor ngidul, dan yang sempat saya garis bawahi adalah curhatan Kakak Ipar yang kawasan rumahnya habis dilanda banjir saat beberapa waktu lalu Surabaya dapat rejeki hujan deras yang cukup lama.

Kisah banjir di sebagian wilayah kota Surabaya memang bukan hal yang baru karena di Surabaya masih banyak daerah yang berupa sawah dan tambak. Kebetulan rumah Kakak saya berada di lokasi yang mewah (alias mepet sawah) yang bertetanggaan dengan tambak. Gak heran kalau suatu waktu ada hujan deras dan lama lingkungan di sekitarnya banyak yang tergenang. Tapi ya gitu, gak lama kemudian surut.

Seperti hujan yang lalu-lalu, saat banjir, di depan rumahnya banyak ikan berlompatan. Ikan siapa lagi kalau bukan ikan dari tambak yang berlarian kesana kemari. Jelas saja, bukan banjirnya yang jadi fokus utama, warga sekitar lebih memilih mancing atau menjaring ikan ketimbang ngurusi rumah yang banjir.

Terpetik kisah ada seorang pengusaha tambak di sana. Tambak itu penuh dengan ikan lalu dimanfaatkan untuk usaha kolam pancing. Konon tambaknya sangat luas, dan ikannya terdiri dari Udang Windu, Gurami, Patin, dan lain-lain. Bila hujan, ikan-ikan suka berlarian keluar tambak dan masuk ke perumahan warga. Rejekinya warga, ikan-ikan yang sedang ‘main’ itu ditangkap lalu dimasak, bahkan dijual.

Saking terbiasa melihat ikannya ngluyur saat hujan, pemilik tambak tak mempermasalahkan hal itu. Dianggapnya biasa, namanya usaha pasti ada ruginya. Ibarat jualan buah, diantara buah yang bagus, pasti ada diantaranya yang busuk dan harus dibuang.

Meski tak semua orang mau menangkap ikan hasil luberan tambak, sebuah rejeki bagi warga bisa membeli udang windu sekilo harga 70 ribu. Salah satunya Kakak Ipar saya.

Namun hujan kemarin rupanya terlalu merugikan tambak hingga membuat pemiliknya stroke dan harus dilarikan ke rumah sakit, dirawat selama tiga hari yang akhirnya meninggal dunia. Innalillahi..

Siapa yang menduga jika kejadian yang biasanya dianggap biasa, kali ini terasa luar biasa. Kadang-kadang Asuransi Dana Pensiun Karyawan Terbaik diperlukan saat berada dalam posisi seperti ini. Ia dapat membantu kala ada kejadian tak terduga.

Cerita yang beredar, sebelum diterjang banjir, tambak itu diisi ikan sebanyak ton-an. Wajar sekali, sebagai tambak untuk usaha kolam pancing, jumlah ikan harus terus ditambah supaya animo pemancing meningkat. Sudah pasti modal yang keluar sangat banyak, bisa jadi ratusan juta rupiah. Atau malah M – M-an rupiah, mengingat harga ikan sekarang di pasaran sedang mahal. Nahasnya, baru beberapa hari diisi ikan, hujan deras melanda kawasan hingga membuat air di tambak amber dan ikannya berlarian kesana-kemari. Inilah yang membuat pemilik tambak mikir berat hingga jatuh sakit.

Mendengar kisah ini saya jadi miris..

Benar kata orang bijak, dalam keadaan seperti itu jangan pernah menyalahkan siapa-siapa. Mau salahkan siapa? Ikan? Tambak? Hujan? Air? Atau penangkap ikan? itu sangat tidak mungkin..

Saya jadi teringat dengan sebuah nasehat yang kurang lebih berkata seperti ini: “Kuasailah dunia dan pimpinlah dia. Letakkan dia ditanganmu tapi jangan pernah menyimpannya dihatimu”

Seperti keberadaan Mantan, letakkan saja namanya di tanganmu, tapi jangan ingat dia di hatimu, eaaa… 😀 😀

Saya menyadari, dan mungkin kita semua sadar bahwa mengikhlaskan adalah sesuatu yang berat. Tetapi, apapun keadaannya, dalam keadaan seperti ini obat yang paling mujarab adalah ikhlas. Meskipun dalam perjalanannya proses pengikhlasan hati seringkali menimbulkan pertarungan batin yang cukup berat.

Kisah hikmah bisa datang dari mana saja, termasuk obrolan ringan di atas yang membuat saya harus membuka mata kembali untuk belajar memaknai segala hal kehidupan.

Selamat bekerja kembali, teman 🙂