3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi

2017-04-28_05-48-04

3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi – Saat belanja kadang-kadang kita terjebak lapar. Clingak clinguk di sekitar gak ada tempat makan yang bisa di jujug. Mau ngemil sosis kayaknya kurang nendang. Mau ngemil mie instan gak mungkin, ini supermarket bukan gunung. Mau makan di luar tanggung, belanja belum selesai, antrian di kasir sangat panjang. Masa ninggalin troli barang begitu aja?

Trus apa yang kita lakukan? Continue reading “3 Tempat Kuliner di Transmart Lenmarc yang wajib dikunjungi” »

Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho!

Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho! – Hari gini dimana ada yang mau bagi-bagi gratisan, kalaupun ada pasti rebutan.

Suatu pagi saya pergi belanja ke Transmart Lenmarc. Gak pagi-pagi banget sih, kalau gak salah antara jam 9 an. Sengaja milih pagi soalnya lokasi menuju Transmart Lenmarc ini siang dikit selalu padat. Mumpung masih segar sekalian putar-putar Surabaya barat. Continue reading “Pergi belanja tidak sempat sarapan, Transmart Lenmarc bagi-bagi snack GRATIS, lho!” »

Menelusuri jejak sejarah Perbankan di Surabaya dan mengenal fungsi LPS di Indonesia

Ketika melewati kawasan Jembatan Merah, Surabaya, ada gedung tua cantik yang selalu ingin saya foto, yaitu Gedung Bank MayBank. Gedung MayBank terletak di tikungan antara jalan Jembatan Merah dan Jalan Cendrawasih. Karena lokasinya di pojok, gedung ini terlihat sangat mencolok.

Melihat sekilas saja, bangunan bercat putih yang masih berdiri kokoh ini sudah terbaca bangunan lawas. Ciri utamanya terletak pada jendela-jendela mungil di keseluruhan bangunan serta jam dinding yang nempel di puncak bangunan. Continue reading “Menelusuri jejak sejarah Perbankan di Surabaya dan mengenal fungsi LPS di Indonesia” »

Buka-bukaan bahas buku Bajakan!

Selain Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang di Surabaya dikenal sebagai pusat penjualan buku-buku bekas. Segala buku yang bekas lumayan komplit disini, terutama buku pendamping sekolah. Setiap menjelang kenaikan kelas, kisaran bulan April – Juni, jubelan anak sekolah beserta orangtuanya mencari buku latihan soal ujian.

Untuk kesekian kali saya berkunjung ke jalan Semarang ngantar Galih yang minta dibelikan komik Naruto. Komik Naruto yang bekas kisaran harganya Rp. 3.000 sampai Rp. 4000. Tapi ya gitu, nomornya gak bisa urut. Kata yang jual, Naruto adalah komik paling laris dari sekian judul komik. Sebelum kenal Naruto, komik yang Ia sukai Doraemon. Dipikirannya, komik ya Doraemon, lainnya bukan komik. Sejak kenal Naruto, langsung pindah ke lain hati dan gak kenal Doraemon lagi 😀

Usai transaksi, saya tak segera beranjak karena saya tertarik pada setumpuk buku berwarna biru dengan kemasan plastik yang masih utuh. Judulnya Surat Kecil untuk Ayah dengan logo bukune.
Continue reading “Buka-bukaan bahas buku Bajakan!” »

Eceng Gondok, Gulma yang mendulang Rupiah

Pada satu sesi pelajaran Biologi, guru saya mengenalkan suatu tanaman yang dianggap sebagai perusak lingkungan yang diistilahkan sebagai gulma. Gulma lahir dari bangsa rerumputan dan biasa tumbuh di lahan yang mengandung air. Karena gulma dianggap sebagai tanaman penganggu, maka tumbuhan ini layak ‘dimusnahkan’. Salah satu tanaman yang dianggap gulma adalah eceng gondok.

Di kawasan perairan, tumbuhnya eceng gondok berupaya diperangi agar tak mengurangi nilai estetika kelautan. Namun siapa bahwa ada sebagian masyarakat yang justru memanfaatkan tumbuhan ini dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dan berhasil mendulang rupiah!

Desember 2016 lalu saya menghadiri pameran UKM Pahlawan Ekonomi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dalam Pameran itu saya melihat banyak produk unik yang memiliki nilai sentuh tinggi. Salah satunya adalah produk Sepatu dan Tas yang terbuat dari bahan eceng gondok.

Sepatu dari eceng gondok?
Continue reading “Eceng Gondok, Gulma yang mendulang Rupiah” »

Dari (Bukan) Mantan, Letakkan dia di tanganmu, jangan menyimpannya di hati

Hai, selamat bekerja kembali hari ini.. 🙂

Kemarin sama Pak Presiden sudah dikasih bonus libur sehari walaupun Surabaya gak ada acara coblosan. Kabar libur yang tak terduga, gak ada apa-apa disuruh libur. Senang sih, gak ikut Pemilu, ikut merasakan liburnya, haha..

Suasana di Surabaya kemarin saya lihat biasa saja. Jalanan tetap macet, tapi lebih banyak lancarnya. Gak tau bagaimana kondisi di Mall, mungkin saja rame.

Karena liburan spesial, liburnya juga ikut spesial. Nyaris tak ada aktifitas apa-apa selain main seharian bersama ponakan-ponakan tercinta. Ngajari mereka menggambar lewat paint, nemani mereka nonton youtube, lainnya saya habiskan dengan ngobrol seru bersama kakak ipar.

Cerita kami serba ngalor ngidul, dan yang sempat saya garis bawahi adalah curhatan Kakak Ipar yang kawasan rumahnya habis dilanda banjir saat beberapa waktu lalu Surabaya dapat rejeki hujan deras yang cukup lama.

Kisah banjir di sebagian wilayah kota Surabaya memang bukan hal yang baru karena di Surabaya masih banyak daerah yang berupa sawah dan tambak. Kebetulan rumah Kakak saya berada di lokasi yang mewah (alias mepet sawah) yang bertetanggaan dengan tambak. Gak heran kalau suatu waktu ada hujan deras dan lama lingkungan di sekitarnya banyak yang tergenang. Tapi ya gitu, gak lama kemudian surut.

Seperti hujan yang lalu-lalu, saat banjir, di depan rumahnya banyak ikan berlompatan. Ikan siapa lagi kalau bukan ikan dari tambak yang berlarian kesana kemari. Jelas saja, bukan banjirnya yang jadi fokus utama, warga sekitar lebih memilih mancing atau menjaring ikan ketimbang ngurusi rumah yang banjir.

Terpetik kisah ada seorang pengusaha tambak di sana. Tambak itu penuh dengan ikan lalu dimanfaatkan untuk usaha kolam pancing. Konon tambaknya sangat luas, dan ikannya terdiri dari Udang Windu, Gurami, Patin, dan lain-lain. Bila hujan, ikan-ikan suka berlarian keluar tambak dan masuk ke perumahan warga. Rejekinya warga, ikan-ikan yang sedang ‘main’ itu ditangkap lalu dimasak, bahkan dijual.

Saking terbiasa melihat ikannya ngluyur saat hujan, pemilik tambak tak mempermasalahkan hal itu. Dianggapnya biasa, namanya usaha pasti ada ruginya. Ibarat jualan buah, diantara buah yang bagus, pasti ada diantaranya yang busuk dan harus dibuang.

Meski tak semua orang mau menangkap ikan hasil luberan tambak, sebuah rejeki bagi warga bisa membeli udang windu sekilo harga 70 ribu. Salah satunya Kakak Ipar saya.

Namun hujan kemarin rupanya terlalu merugikan tambak hingga membuat pemiliknya stroke dan harus dilarikan ke rumah sakit, dirawat selama tiga hari yang akhirnya meninggal dunia. Innalillahi..

Siapa yang menduga jika kejadian yang biasanya dianggap biasa, kali ini terasa luar biasa. Kadang-kadang Asuransi Dana Pensiun Karyawan Terbaik diperlukan saat berada dalam posisi seperti ini. Ia dapat membantu kala ada kejadian tak terduga.

Cerita yang beredar, sebelum diterjang banjir, tambak itu diisi ikan sebanyak ton-an. Wajar sekali, sebagai tambak untuk usaha kolam pancing, jumlah ikan harus terus ditambah supaya animo pemancing meningkat. Sudah pasti modal yang keluar sangat banyak, bisa jadi ratusan juta rupiah. Atau malah M – M-an rupiah, mengingat harga ikan sekarang di pasaran sedang mahal. Nahasnya, baru beberapa hari diisi ikan, hujan deras melanda kawasan hingga membuat air di tambak amber dan ikannya berlarian kesana-kemari. Inilah yang membuat pemilik tambak mikir berat hingga jatuh sakit.

Mendengar kisah ini saya jadi miris..

Benar kata orang bijak, dalam keadaan seperti itu jangan pernah menyalahkan siapa-siapa. Mau salahkan siapa? Ikan? Tambak? Hujan? Air? Atau penangkap ikan? itu sangat tidak mungkin..

Saya jadi teringat dengan sebuah nasehat yang kurang lebih berkata seperti ini: “Kuasailah dunia dan pimpinlah dia. Letakkan dia ditanganmu tapi jangan pernah menyimpannya dihatimu”

Seperti keberadaan Mantan, letakkan saja namanya di tanganmu, tapi jangan ingat dia di hatimu, eaaa… 😀 😀

Saya menyadari, dan mungkin kita semua sadar bahwa mengikhlaskan adalah sesuatu yang berat. Tetapi, apapun keadaannya, dalam keadaan seperti ini obat yang paling mujarab adalah ikhlas. Meskipun dalam perjalanannya proses pengikhlasan hati seringkali menimbulkan pertarungan batin yang cukup berat.

Kisah hikmah bisa datang dari mana saja, termasuk obrolan ringan di atas yang membuat saya harus membuka mata kembali untuk belajar memaknai segala hal kehidupan.

Selamat bekerja kembali, teman 🙂

Cuaca tidak stabil, saatnya perhatikan kesehatan pendingin ruangan

Akhir-akhir ini cuaca di Surabaya sedang tidak stabil. Kadang mendung gelap, nggak lama kemudian berubah jadi cerah dan panasnya nyengat. Sebaliknya, kadang cuaca tampak cerah, setengah jam kemudian hujan deras. Berkali-kali saya kecele, jas hujan masih nempel di badan, eh, aspal jalan kering kerontang. Berasa jadi pasukan Gorgom turun ke jalan! wuakaka…

Begitupun kehidupan di dalam ruangan, susah ditebak maunya. Kipas angin nyala terus seharian, di nyalakan dingin, dimatiin keringetan. Malah seringnya di luar hujan, di dalam kipas anginan.

Saat masih ngantor dulu, saya yang paling cerewet urusan AC. Saya yang suka utak-atik naikin / nurunin suhu ruangan. Habisnya, ruangan disetel dibawah suhu 20 derajat, kok ya gerahnya seperti setelan 30 derajat. Masa iya, tinggal di ruangan AC, tangan masih kipas-kipas?

Image: sejasa(dot)com

Masalah timbul saat suhu AC tidak dingin lagi. Biasalah, namanya juga kantor, banyak orang keluar masuk ruangan. Entah lupa atau disengaja, keluar pintu gak ditutup lagi. Akibatnya suhu AC gak bisa nyebar, kondisi AC memprihatinkan. Pak Bos sudah berulang kali kasih peringatan, bahkan beliau sampai membuat kertas print-prinan yang ditempel di tembok. Kurang lebih seperti ini tulisannya:

• Jangan lupa tutup pintu yang rapat
• Nyalakan AC maksimal 5 jam, lebih dari itu matikan sementara waktu
• Setel suhu standar, antara 22-25 derajat
• Jangan lupa hubungi tukang AC
• AC Rusak, jangan nodong BOS!

Hihihi, Bos saya emang gitu orangnya, maklumlah masih muda. Kami aja manggil beliau dengan sebutan Mas. Jiwanya penuh petualangan, tiap hari di kantor main game mulu sambil teriak-teriak manggil-manggil Pakde Janc*k, haha..

Suatu hari AC di kantor ngadat. Semua merasa kegerahan, termasuk Mas Bos. Bisa ditebak, beliau misuh-misuh, dong, karena gak nyaman duduk lama di kantor. Ketika diminta manggil Service AC, suasana hening. Satu sama lain gak ada yang angkat telepon. Angkat aja sih bisa, nomor tukang service –nya yang gak tau.

Jadi, apa kabar poin no. 4?

Itulah masalahnya. Tiap mau nelpon tukang AC, semua pada amnesia. Teman yang janji mau nyarikan, hingga AC ngadat seperti ini gak ada wujudnya. Andai mencari informasi semudah sekarang, nyari tukang jasa apa aja tinggal googling internet. Apalagi udah ada Service Marketplace No. 1 di Indonesia, Sejasa.com

Sejasa dan Layanan informasi aneka Jasa

Sejasa.com merupakan website yang menyediakan layanan aneka jenis jasa. Disana terdapat penyedia jasa dari seluruh Indonesia. Mulai Jasa Service, Jasa Tukang, Interior Design, Jasa merawat taman, fotografer, dan lain sebagainya.
Untuk mendapatkan penyedia jasa yang sesuai dengan kriteria, pencari jasa tinggal klik jasa apa yang dicari. Supaya informasi yang didapatkan lebih spesifik, pencari jasa tinggal mengisi form kebutuhan jasa secara lengkap dan detail. Kalau perlu upload foto kondisi barang yang mau di service. Misalnya mau service AC, foto aja ACnya, lalu upload.

Pencari jasa juga harus mengisi data lengkap seperti nama, alamat, email, dan nomor telepon agar mudah dihubungi oleh penyedia jasa.

Data yang telah dikirim, akan ditindak lanjuti oleh seluruh penyedia Jasa. Jangan kaget jika kemudian datang email bertubi-tubi berisi penawaran harga.

Pilih Penyedia Jasa Rekomendasimu!

Ada saat kita ingin membandingkan harga dari jasa yang satu dengan jasa yang lain. Nah, inilah saatnya beraksi. Cari harga termurah dengan layanan yang memuaskan. Kalau masih gak yakin, pencari jasa bisa mencari ulasan review melalui sejasa. Biasanya dari review yang ditulis akan mendapatkan sedikit gambaran kinerja penyedia jasa yang mau dipilih.

***

Akhirnya tatapan tajam Mas Bos yang udah gak bisa dinegosiasi lagi, saya dan beberapa teman sikut-sikutan mencari info service AC. Memang harus diginiin dulu deh biar kami mau jalan. Kalau AC nggak ngadat gini, gak bakalan saya dan teman-teman peduli akan kesehatan AC, haha..

Oya, malam ini saya pakai jaket rangkap soalnya udara lagi dingin banget. Disamping saya, Mas Rinaldi asik nonton TV sambil kipas angin nyala kenceng. Jadi, sebenarnya badan siapa sih yang gak normal. Saya kedinginan, orang samping saya kepanasan! 🙁