Jalan-jalan

Giveaway #1 “Me and Jogja”: Menikmati malam di alun-alun

Menikmati malam di alun-alun Jogya
Menikmati malam di alun-alun Jogja

Jogja memang tak pernah mati, begitulah yang saya ucapkan manakala menikmati suasana Jogja di malam hari.

Sabtu malam itu, jam sebelas malam saya dan teman membelah jalanan kota Jogjakarta. Sengaja malam itu kami tidak berdiam diri dipenginapan mengingat malam itu adalah malam terakhir kami berada di kota Bakpia Pathok.

Malam itu kami sengaja mencari tempat untuk nongkrong sambil menjawab rasa penasaran saya terhadap nasi kucing. Sebetulnya kami juga penasaran dengan yang namanya kopi joss tetapi berhubung di tempat yang kami singgahi tidak ada menu itu akhirnya kami memilih untuk memesan teh panas, wedang ronde, nasi kucing, dan roti bakar.

Uniknya roti bakar yang disajikan tidak di bakar diatas wajan lebar seperti pada umumnya roti bakar yang dijual di Surabaya, tetapi roti itu memang benar-benar di bakar diatas arang sehingga terdapat keunikan rasa.

Sepanjang jalan dipinggir alun-alun yang menujuย  Kratonย  itu dipenuhiย  warung-warung tenda lengkap dengan gelaran tikar untuk lesehan pengunjung. Satu dua orang pengamen juga turut meramaikan suasana dengan genjrengan gitarnya di bawah sorotan lampu jalan yang berwarna kuning.

Teman, jangan sungkan untuk selalu datang ke Jogja, karena JOGJA tinggal ‘JUJUG SAJA’ย  ๐Ÿ™‚

26 thoughts on “Giveaway #1 “Me and Jogja”: Menikmati malam di alun-alun

    1. Kan masih merasa berjiwa muda, Niar, hobinya cangkruk’an ๐Ÿ˜›

      Itu pke tripod, Niar, biar semuanya kena jepret ๐Ÿ˜€

    1. Sepeda alkid itu yang ada lampunya trus bisa dinaiki orang 5 seperti becak itu, bukan, Mbak?
      Dan yang sekali sewa bisa muterin alun-alun itu?
      Wah klo itu naik dong Mbak, kita rame-rame naik, trus 2 orang yg duduk di bagian tengah mancal..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *