Blogging

Menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca

Traveling akhir-akhir ini sedang membumi jadi konten sejuta umat. Salah satunya saya yang mulai senang mengumpulkan artikel-artikel bernada piknik. Bukan mau nyaingi travel blogger, sih, tapi saya merasa senang aja menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca.

Sejak mula membuat blog tahun 2009-2010 saya inginnya menceritakan segala hal tentang perjalanan. Terutama bagian yang tidak pernah dirasakan orang lain. Semacam sisi pribadi dalam sebuah perjalanan gitulah. Menurut saya bagian itu yang menjadikan cerita saya hidup. Apalagi jiwa saya memang penyuka tantangan. Inilah yang jadi modal utama saya menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca.

Tapi kenapa sekarang blognya jadi amburadul isinya? Haha, kalau itu salahkan pada tangan dan kepala saya yang tidak bisa menahan untuk tidak menulis hal-hal receh. Huhuuuuu

Demi mengabadikan tulisan perjalanan, sebenarnya saya sudah mengunggahnya di blog lain, yaitu Mama Minta Piknik, namun sayangnya ternyata susah bener ya ngelola 2 blog. Macam nggak bisa berlaku adil. Disatu sisi saya ingin blog utama ini tetap update, di sisi lain kepala saya penuh ide artikel yang cocoknya di post di blog Mama Minta Piknik. Masa blog utama harus saya abaikan? Sayaaaangggg..

Tetapii, akhir-akhir ini saya mulai bisa melihat kesukaan pembaca blog ini konten seperti apa yang disukai. Ya ampuuun, 8 tahun ngeblog baru ngerti kesukaan pembacanya. Astaga!

Jadi, demi ngejar kata kunci Menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca gapapalah ya saya ulang-ulang kalimat ini, huahaha.. saya petakan saja kecanduan orang-orang terhadap konsistensi tulisan saya di blog ini.

1. Cerita biasa yang tiba-tiba menarik

Sungguh saya bingung kenapa teman-teman mengatakan senang membaca tulisan saya yang buiasah banget tapi di mata mereka bisa sangat menarik. Padahal menurut saya tulisan itu termasuk curhat-curhat gak jelas.

Misalnya saya memposting tentang rebutan meja kosong di foodcourt atau drama hampir ketinggalan kereta api. Yah, saat kejadiannya memang seru, deg-degan, tapi gak nyangka ketika ditulis banyak yang suka.

Dan, sekarang saya mulai aneh, haruskah saya mencari drama hidup demi menyenangkan pembaca blog? Komentar suami, “kayaknya pawakan kamu memang harus dihantam drama, deh”. Waduh!

2. Wawancara khusus menggali narasumber

Poin kedua ini lebih kepada jiwa saya yang selalu dirundung penasaran. Tiap lihat sesuatu yang menurut saya aneh, unik, tanpa sadar tau-tau saya sudah menggiring narasumber dengan segala pertanyaan yang menggali sisi pribadinya.

Semakin keras usaha dia untuk tidak menjawab pertanyaan saya, semakin semangat pula saya kejar dia dengan pertanyaan yang ‘menjerumuskan’, haha..

Selain demi konten, wawancara langsung dengan pelaku adalah bentuk usaha saya mendapatkan pengetahuan. Kadang hanya demi wawancara saya harus membuang waktu percuma. Gimana, ya, katanya ilmu mahal harganya. Setuju?

3. Sengaja mencari ‘penyakit’

Mungkin ini jadi penyemangat saya melakukan perjalanan. Kalau bukan demi konten dan pengalaman, saya nggak akan nyari ‘penyakit’ naik kapal laut dari Surabaya ke Lombok 20 jam atau naik bus dari Surabaya ke Palembang 3 hari 2 malam. Wong harga tiket pesawat selisihnya 100-200 ribu. Itupun habis dipakai jajan di perjalanan. Sungguh keputusan yang aneh, haha

4. Tutorial dan Informatif

Tulisan perjalanan yang berisi tutorial perjalanan beserta infonya sangat banyak sekali di mesin pencarian. Tapi karena yang mencari juga banyak, tulisan-tulisan yang bersifat informatif ternyata juga cukup disukai pembaca. Ini juga jadi salah satu alasan saya menulis Tarif, Jadwal dan Loket Pembelian Tiket KMP Legundi di blog ini sebagai hasil perjalanan backpacker demi mendapatkan info yang valid dan pasti. Bukan hasil ‘katanya’.

5. Blog dengan hosting sendiri

Alasan yang terakhir memang tidak nyambung, tapi harus saya masukkan karena menyangkut kemaslahatan pembaca. Jangan sampai gara-gara menggunakan blog domain sendiri tapi halamannya tidak bisa diakses. Sakit, Cyiin!

Oleh karena itu sejak awal membangun blog, saya langsung ambil keputusan menyewa hosting terbaik dengan harga yang murah meriah. Alhamdulillah, sampai sekarang hosting saya aman, meski kadang-kadang aja server down. Tapi nggak lama sehat kembali.

niaga-hoster

Bagi yang ingin memiliki blog sehat wal afiat, sebaiknya mulailah beralih menggunakan hosting murah Indonesia. Blog adalah investasi, baru terasa manfaatnya setelah beberapa tahun kemudian.

Omong-omong, setelah ubek-ubek postingan awal di blog ini, hampir semuanya berisi postingan receh. Gak sadar, ternyata saya pernah menjadi blogger receh. Pun, postingan tentang Menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca ini sebenarnya sangat receh. Blogger receh mah bebaaas, ya. Semoga yang sedikit gak jelas ini memberikan manfaat luar biasa bagi pembaca, Terima kasi..

One thought on “Menulis konten perjalanan untuk blog yang menarik dan enak dibaca

  1. ini aku yang masih belajar banget mbak…
    menulis konten yang lebih bagus.
    iya sih klo soal yang mbak yun perjalanan jauh itu emang bkin aku penasaran mbak.. kuat banget.. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *