Doping gula aren, si pemanis sehat dan manfaatnya

Ini sebuah cerita lama yang pernah saya alami kurang lebih 15 tahun silam. Yaitu pengalaman ketika mendaki gunung Welirang.

Waktu pertama kali mendaki saya masih dibangku SMK. Ide mendaki ini muncul saat saya sering kumpul-kumpul di Musholla ketika bulan Ramadhan. Biasa.. kalau bulan Ramadhan kan sehabis sholat Tarawih saya tadarusan di Musholla. Tapi.. namanya anak remaja pamitnya aja yang tadarus selanjutnya ngobrol sama teman sana sini hihi..

Ketika ngobrol di Musholla itu tiba-tiba ada satu teman yang ngajakin naik gunung. Supaya mendapat banyak peserta, si teman itu sambil promosi kalau naik gunung itu mengasyikkan. Menikmati suasananya, hawanya, sejuknya, dinginnya dan cerita-cerita indah lainnya..

Singkat cerita rencana naik gunung itu dimatangkan sekaligus direncanakan pada H+3.

Akibat promosi terselubung itulah saya terpicu untuk ikut serta. Meskipun sempat ragu, tapi si teman (sebut saja Heru) sudah memprovokasi saya, dia bilang kalau saya pasti kuat naik gunung. “Kalau Yuni pasti kuat, dia kan aktif lari-lari”

Berbekal semangat itulah akhirnya saya berangkat. Total peserta yang ikut ada 10 orang, 3 diantaranya sudah berpengalaman mendaki, termasuk Mas Heru.

Sebagai orang yang belum pernah mendaki saya tak membawa bekal apa-apa, selain mie instan dan beras. Untuk bekal minum dijalan saya membawa botol air minum kemasan 1,5L.

Di Pos pertama, di Pet Bocor Mas Heru menyuruh kami memenuhi botol-botol kosong yang kami bawa dari rumah sebagai bekal diperjalanan. Katanya perjalanan menuju Pos ke 2 memerlukan waktu 3-4 jam dan selama perjalanan tidak akan ditemukan sumber air lagi. Begh!

Begitulah akhirnya perjalanan trekking dimulai. Pertamanya saya semangat berjalan. Sambil sok merasa kuat saya lari sana-lari sini. Tak dinyana belum satu jam berjalan saya sudah kelelahan. Sebentar-sebentar minum-sebentar-sebentar minum. Efek kebanyakan minum itu akhirnya membuat badan saya bukan makin semangat, tapi makin drop. Tenggorokan mudah kering, perut seperti mual, plus kepala jadi nggliyeng.
Merasa kasihan, Mas Heru membawakan botol minum saya. Kini bekal saya lebih ringan.

“Mas Heru, masih jauh ta?”
“Nggaakkk.. paling habis sebatang rokok ini lho..” kata Mas Heru sambil nunjukin rokok yang nyala merah. Mas Heru ini kalau ditanya berapa jauh jawabnya selalu sampai habis sebatang rokok ditangannya. Padahal saya tau kalau rokoknya habis Mas Heru pasti nyalakan batang rokok baru lagi.. lucunya saya kok ya percaya aja sama ucapannya.

Bukan hanya saya yang drop tapi ada beberapa teman cewek juga. Kondisi dia sama seperti saya, sebentar-sebentar minta berhenti dan minta minum.

“Mas Heru, berhenti sebentar. Haus Mas..” kata saya memelas.
“Yun-yun.. dari tadi kamu minum terus” Jawab Mas Heru jengkel. “Jangan banyak minum, nanti badan kamu berat. Kalau berat jadi susah jalannya”

Wajar aja kalau dia jengkel, lha wong saya tiap 10 meter minta berhenti. Minta minum. Akibatnya teman-teman lain yang ada didepan ikut-ikutan berhenti dan nungguin saya sama teman yang kelelahan.

Permintaan saya kali ini di turuti sama Mas Heru. Eh, ada tapinya… saya boleh minum tapi cuma satu tutup botol saja.

Bisa dibayangkan gimana sengsaranya saya ditengah rasa kehausan hanya dikasih minum sebanyak satu tutup botol! Iya tutup botolnya yang kecil itu! tega banget..!

Ditengah penderitaan itulah ada salah satu teman yang memberi saya secuil gula aren. Katanya biar saya kuat jalan. Awalnya itu saya kira permen, ternyata gula aren yang berwarna merah. Kalau saya sih nyebutnya gula merah. Gula merah aren. Gula aren merah asli warnanya memang coklat kemerahan.

Tak hanya saya yang dikasih gula aren, semua teman juga dibagi. Gula aren yang sebongkah itu oleh Mas Heru di cuil-cuil kemudian dibagi-bagi sama yang lainnya. Untuk mencuilnya Mas Heru menggunakan batu yang dipukulkan ke gula tersebut. Mudah saja, sekali pukul gula itu sudah jadi serpihan kecil-kecil. Memang begitulah ciri gula aren asli, kalau di pukul mudah sekali hancur. Beda kalau gula aren yang dicampuri pemanis buatan, gula aren yang nggak asli kalau dipukul keras banget. Trus kalau dikunyah rasanya ada pahit-pahitnya.

Sebagai pegangan perjalanan, saya lalu dikasih beberapa serpih agar kalau lemas saya tinggal ngunyah gula itu. iya, dikunyah saja seperti permen.

Ajaib memang, setelah ngunyah gula aren, tenggorokan saya jadi gak haus. Itu karena gula aren tidak mudah larut dalam tubuh sehingga walaupun habis dikunyah rasa manisnya tetap melekat. Dan efek manisnya itu membuat lidah saya tidak terasa hambar meskipun nafas ngos-ngosan dan keringat berjatuhan akibat udara dingin dan perjalanan berat. Dari sini saya mulai percaya kalau gula aren adalah pemanis sehat yang bagus untuk dikonsumsi sehari-hari seperti membuat bubur kacang hijau, kolak santan, jemblem (sejenis penganan dari singkong yang diparut didalamnya diisi gula aren lalu digoreng), bumbu rujak manis, cuka pempek dan bubur campur.

Bubur campur madura yang menggunakan gula aren
Bubur campur madura yang menggunakan gula aren
Jajan pasar campur, ada klanting, dan gethuk yang disiram gula aren cair
Jajan pasar campur, ada klanting, dan gethuk yang disiram gula aren cair

 

Bubur madura diatas gerobak .  Kata Buk penjual, gula cairnya dibuat dari gula aren sebab banyak balita makan bubur ini,
Bubur madura didalam gerobak .
Kata Buk penjual, gula cairnya dibuat dari gula aren sebab bubur ini banyak dikonsumsi balita jadi biar balita-balita itu sehat dan tidak batuk.

 

Cuko manis gula aren di warung Pempek Ny Farina
Cuko manis gula aren di warung Pempek Ny Farina

Ngomong-ngomong gula aren saya sering membuat kudapan yang lezat, nikmat dan sehat. Bahannya dari singkong yang dikukus. Saya milih singkong karena mengandung karbohidrat, sama seperti kandungan nasi. Harga sekilonya pun murah meriah.

Singkong rebus yang belum ada rasa
Singkong rebus yang belum ada rasa

Karena saya tidak bisa masak, singkong kukus itu saya modifikasi rasanya. Kalau tidak asin gurih, ya saya bikin rasa manis. Supaya tidak ribet singkong kukus itu tinggal saya tuangi gula aren cair.

Untuk membuat gula aren cair juga tidak susah, tinggal masukkan air dan beberapa biji gula aren padat kemudian dimasak sampai airnya mendidih dan gula aren menjadi kental.

Hasilnya jadi seperti ini:

Gula aren cair
Gula aren cair

Inilah penampakan singkong kukus manis sehat ala saya

Singkongnya kemeprul dipadu dengan lezatnya gula aren, menjadi makanan sederhana ini berkelas bintang lima :D
Singkongnya kemeprul dipadu dengan lezatnya gula aren, menjadi makanan sederhana ini berkelas bintang lima 😀

Ada yang menyebut gula aren ini dengan sebutan palm sugar. Menurut penelitian, palm sugar memiliki banyak khasiat untuk tubuh terutama mengembalikan metabolisme tubuh yang menurun, mengatasi masuk angin dan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Palm sugar aman dikonsumsi karena terbuat dari nira pohon aren yang diolah dengan cara tradisional sehingga menghasilkan gula yang berkualitas baik dan rasa manis yang tidak dimiliki oleh gula putih.

produk Arenga 4
Palm Sugar Organic  produk Arenga yang dikemas dalam beberapa macam.

Sejak mengunyah gula aren itu perjalanan pendakian saya jadi lancar. Mas Heru sudah tak lagi ngomel-ngomel dibelakang saya hehe..

Pendakian berikutnya saya jadi langganan diajak sama Mas Heru. Terhitung saya sudah berhasil menahklukkan gunung Welirang sebanyak 3 kali! 3 kali yang sampai puncak, lainnya ada yang hanya niat ngecamp aja..

Pokoknya kalau mau naik gunung doping saya bukan minuman berstamina, cukuplah gula aren saja. Tak hanya dibawa dalam bentuk bongkahan, gula aren ini juga saya  seduh dengan teh. Seduhan ini lalu saya masukkan dalam botol tahan panas lalu dipakai buat jaga-jaga kalau ditengah jalan ada yang kelelahan dan kedinginan.

227908_1021974163350_1789516_n
Kasihan teman yang baju biru itu 🙁
Saya sudah sumringah karena ngunyah gula aren terus hihi
226688_1021974523359_7169477_n
Pagi-pagi tetap semangat ^_^
225753_1021974403356_4104864_n
Kalau ini emang niat ngecamp 😀

Untuk memudahkan masyarakat menyajikan makanan yang menggunakan bahan penyedap gula aren, sekarang ini sudah hadir produk gula aren yang dikemas dalam beberapa macam, namanya Arenga Organic Palm Sugar. Macam-macam produknya antara lain: Palm Sugar gula semut, dan Liquid Palm sugar dengan pilihan rasa pandan, original, durian, nangka.

Kehadiran produk Arenga ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat akan pentingnya pemanis sehat. Tak hanya menonjolkan rasa saja, tetapi juga rasa lezat dan kandungan-kandungan lain yang bermanfaat bagi tubuh.

Arenga Organic Palm Sugar (Gula Semut Aren)
Arenga Organic Palm Sugar (Gula Semut Aren)
Arenga Organic Palm Sugar: Gula semut  Aren dan Gula Aren Cair
Arenga Organic Palm Sugar: Gula semut Aren dan Gula Aren Cair

33 thoughts on “Doping gula aren, si pemanis sehat dan manfaatnya

  1. wah suka naik gunung juga yah, saya lom pernah sampe atas, palingan camping saja di tengah2 nya 🙂

    saya suka makan gula merah soalnya manis 🙂 waktu kecil saya suka menggerus gula merah dengan pisau dan dimakan 🙂

    1. Dulu pas masih sering diajak teman-teman Mas, kalau sekarang sudah nggak lagi..
      Nggak tau kalau ada yang ngajakin 😀

    1. Madu juga Bagus Mas, cuma kalau buat naik gunung lebih gampang bawa gula aren. Tinggal diplastik trus di masukin saku 🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Yuni…

    Kalau di Malaysia, namanya gula merah atau gula apong. Saya tidak pernah makan begitu sahaja tetapi selalu memasukkan sedikit gula di dalam bubur atau rojak untuk menyatukan manisnya dengan makanan. Ternyata memang sehat dan cergas ya makan gula aren begitu sahaja kerana sudah diuji dengan pendakian gunung dalam kelelahan 15 tahun lalu.

    Mudahan Yuni bisa menang dalam lomba mbak Evi.
    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Di rumah Ibu saya juga menyebutnya gula merah Mbak Siti. Biasanya kalau Ibu sedang buat makanan yang ada gula arennya, saya suka nitili remah-remahannya 😀

  3. Tika juga pernah alami waktu ikut pendidikan dasar PMI yg mesti menaklukkan sbuah gunung yg tak begitu tinggi, dan sama pembina2 peserta di bekali gula merah.. Trus kalau demam ibuku suka kasi gula merah biar gak drop katanya 🙂

  4. ah elah
    jadi kangen ke gunung…
    gula aren emang keren kok
    sayang sekarang udah susah cari yang beneran organik
    perajin gula di kampung pun udah mulai pake obat obatan kimia

  5. Aku belum pernah naik gunung dan belum pernah doping gula aren… tp emang gula aren mak nyuss…
    BTW itu bubur campur Madura kok kayak jenang sumsum ya?
    Aku suka sekali jenang sumsum… tentu saja setelah diberi “juruh” gula aren hehehe

    1. Bubur putih itu bubur santan Mbak. Bawahnya ada bubur beras, bubur sagu, bubur mutiara lalu diatasnya disiram bubur santan. Lalu baru dikasih gula aren cair (juruh) 🙂

  6. Bismillah…

    Setuju mba… oya saya ingin sharing nih mba…punya info yang valid ga mengenai indeks glikemik gula aren?.. saya cari-cari belum dapat aja ya..

    terima kasih

  7. Perlu diketahui buat teman-teman semua;GULA AREN beda dengan GULA MERAH beda juga dngan GULA KELAPA. GULA AREN berasal dari sari pohon aren/ enau yang bijinya dipakai kolang kaling, serabutnya dipakai ijuk. GULA MERAH berasal dari tebu yang diolah secara tradisional, kalau yang diproses melalui moderen jadilah gula putih. Sedanhgkan GULA KELAPA berasal dari getah nira pohon kelapa, ini jiga lebih sehat dari gula merah dari tebu. Dari rasanya sudah berbeda; gula aren lebih sedap dan wangi, lalu disusul oleh gula kelapa, berikutnya baru gula merah tebu.

    Inget teman-teman jangan salah ya?!! Saya khawatir ada teman yang pingin ngasih gula aren keluarga yang diabetes malah dikasih gula merah biasa yang berasal dari tebu.

Leave a Reply