Jalan-jalan

Pengalaman Ikut Open Trip Ke Pulau Peucang Ujung Kulon 3D2N 475 Ribu

Berawal dari statusnya Mbak Tati Suherman yang ngeshare pengumuman Trip ke Pulau Peucang Ujung Kulon 3D2N 475 ribu, saya lalu nekat mengontak panitia. Sebut saja Mbak KOPER karena saya gak tau namanya hehe..

Cukup mengesalkan, pada hari saya membaca pengumuman itu, pada hari itu pula terakhir pendaftaran peserta. Sedangkan keberangkatan ke Ujung Kulon dijadwalkan seminggu kemudian. Tanpa pikir panjang saya segera menghubungi mbak Koper dan menanyakan ketersediaan seat. “Seat Masih ada sisa beberapa, Kak” jawab Mbak Koper.

Kegalauan saya makin menjadi karena baru 2 minggu lalu turun dari Jakarta, masak minggu depan harus berangkat Jakarta lagi. Tetapi kalau saya tak ambil kesempatan ini akan susah lagi bisa nyicipi Ujung Kulon dengan biaya yang super murah begini.

Sambil memastikan diri sendiri, saya browsing-browsing dulu lokasi tujuan. Kaget dong, rata-rata harga Open Trip Ujung Kulon biayanya mencapai 800 ribu Rupiah!

Dengan membayar 475 ribu peserta mendapat fasilitas:

– Bis dari Jakarta menuju desa Sumur, Pandeglang, Banten
– Kapal dari desa Sumur menuju pulau Peucang dan destinasi kepulauan lain
– Sudah termasuk penginapan

Kebutuhan lain selama trip per orang per makan dikenakan urunan Rp.15.000,- mengingat di Pulau Peucang tidak ada penjual makanan. Otomatis minum, obat-obatan, jajan,dan lain-lain harus disiapkan semua dari Jakarta.

Berikut catatan Pengalaman Ikut Open Trip Ke Pulau Peucang Ujung Kulon 3D2N 475 Ribu

Day 1

~ Jakarta menuju Desa Sumur

Ternyata jarak Jakarta ke desa Sumur sangat jauh. Sesuai ketentuan, para peserta trip berkumpul di RS Pusat Pertamina jam 21.00. Lebih dari itu ditinggal. Perjanjian yang cukup adil.

Perjalanan menuju desa Sumur ditempuh selama 8 jam. Berangkat jam 21.00, bis kami tiba di desa Sumur jam 5 pagi.

Calon Gadis di desa Sumur

Selama perjalanan itu bis hanya berhenti sekali ketika saya mengutarakan minta berhenti pipis. Karena malam, yang saya lihat di luar pemandangan gelap. Semakin lama yang tampak samar hanyalah bebukitan.

Mendekati desa Sumur, 20 kilometer terakhir bis mulai bergoyang-goyang hebat. Kontur jalannya sungguh membuat tidur saya tak nyenyak. Setelah susah payah akhirnya bis kami tiba di tujuan. Baru tau pas perjalanan pulang kondisi jalannya rusak super paraah..

Day 2

~ Desa Sumur menuju Pulau Peucang

Pulau Peucang adalah pintu masuk kawasan Ujung Kulon. Di sinilah para wisatawan pertama kali menyandarkan sauhnya untuk kemudian istirahat sebentar sekaligus Ishoma.

Berangkat dari desa Sumur jam 06.00 menuju Pulau Peucang. Diinfo bahwa perjalanan ke pulau Pucang memakan waktu 4 jam sehingga kami harus sarapan di atas kapal. Lumayan seru! Kapan lagi bisa makan rame-rame di atas kapal. Menunya sederhana, nasi bungkus dengan sambal goreng tempe sama mie. Sambil makan, kami menikmati laut biru dan puluhan Bagang (rumah untuk menangkap ikan milik para nelayan).

Pada perjalanan itu kami benar-benar menikmati perjalanan. Kalau ngantuk tidur. Mau ngapain lagi, wong sinyal gak ada sama sekali. Keseruan yang bisa kami lakukan satu-satunya adalah bercanda.

Sarapan pagi di atas kapal

Tiba di Pulau Peucang sekitar jam 10.30 dan kami langsung check in. 1 kamar berisi 10 orang dengan kamar mandi luar. Bisa juga sih upgrade ke kamar yang bagusan kamar mandi dalam dengan biaya sendiri.

Di Pulau Peucang ini lumayan takjub. Lihat Rusa, monyet, babi hutan berkeliaran ke sana ke mari. Mereka akur. Yang gak akur manusianya, lihat monyet lari, lihat babi hutan takut. Padahal mereka gak kenapa-napa. Cuma monyetnya aja keusilan sama makanan hehe..

Usai sholat Dhuhur dan makan siang acara selanjutnya snorkling di Ciapus.

~ Snorkling

Rata-rata pantai di kawasan Ujung Kulon pasirnya putih. Gradasi warna lautnya cakep dan airnya bersih. Tingkat keasinannya lumayan bikin tenggorokan pahit dan mata perih hehe.. tapi jangan ditanya kesegerannya, beneran sueger!

Usai snorkling kami balik pulau Peucang untuk mandi. Harusnya masih ada spot snorkling lain, tapi semua sepakat minta balik ke Pulau. Sesuai itinerary, jadwal snorkling kami 2 kali, dan baru sekali snorkling udah kelelahan huhu..

~ Karang Copong dan Padang Penggembalaan Cidaon

Karang Copong memiliki air laut yang bening. Untuk menuju pantainya, harusnya dilalui dengan trekking selama 2 jam. Lagi-lagi nggak kami lakukan. Kami hanya menikmati Karang Copong dengan jalur laut dan melihatnya dari kejauhan.

Karang Copong

Karang Copong adalah sebuah Karang berukuran besar dengan bagian tengahnya bolong.

Setelah melewati Karang Copong kapal bergegas menuju Padang Penggembalaan Cidaon untuk mengintip Banteng. Padangnya sangat luas, kami tidak diperkenankan dekat-dekat dengan Banteng, jadinya cuma lihat dari jauh.

Untuk menuju padang, kami harus berjalan sekitar 300 meter. Tidak terlalu jauh, sih, namun suasananya sudah mewakili hutan alami. Dalam hening tiba-tiba ada suara kresek-kresek. Tau-tau ada ranting bedebum jatuh. Bukan hantu yang ditakuti, tapi banteng yang kemudian datang nyruduk, lebih horooorrr..

Jam 18.00, usai melihat sunset, kami kembali ke pulau Peucang untuk acara bebas.

Pulau Peucang pada malam hari cukup semarak. Di mana-mana orang lalu lalang atau sekedar cengkerama di beranda kamar. Di sisi lain babi hutan berkeliaran dengan santainya.

Seakan menyetujui kebebasan ini, di dalam kamar HP kami sedang melakukan reuni dengan charger masing-masing. Maklum lah, listrik di Pulau Peucang hanya nyala antara jam 18.00 sampai jam 06.00 pagi.

Penginapan kami di Pulau Peucang

Day 3

~ Kanoeing di pulau Handeleum

Pagi-pagi jam 7 kami sudah mulai berjalan ke pulau Handeleum untuk melakukan canoeing di sungai Cigenter.

Sungai Cigenter menurut pemandu kami dikatakan sebagai miniatur sungai Amazon. Sungai dengan hutan bakau yang lebat. Di sini dikuasai oleh buaya muara dan ular piton. Dalam satu sampan ada petugas Kehutanan yang menemani. Petugasnya baik dan bersahabat.

~ Snorkling Pulau Badul

Andai tau ada spot snorkling sekeren Pulau Badul, kemarin saya gak mainan air haha.. Pulau Badul pemandangannya cakep. Pasirnya putih dan bersih.

Karena males dengan pakaian basah, saya gak ikutan nyemplung di pulau Badul. Padahal pengen banget! Banget!

Dan di sekitar Pulau Badul ini terdapat taman buatan yang ada patung Badaknya di bawah laut. Konon pemandangannya cakep.

~ Kembali ke Jakarta

Jam 14.00 kami tiba di desa Sumur. Usai mandi, sholat, dan makan siang kami kembali ke Jakarta. Tiba di RSPP jam 23.00

Total biaya Open Trip (share cost) ke Ujung Kulon dari Jakarta:

1. Biaya Open Trip Rp. 475.000
2. Sewa alat snorkling Rp. 50.000
3. Canoeing Rp. 50.000
4. Makan Rp. 63.000 (dengan rincian: makan pagi, makan siang (day 2), makan siang (day 3) @Rp. 15.000 = Rp. 45.000. Makan malam (day 2) dan makan pagi (day 3) digabung Rp. 18.000

Keseluruhan biaya adalah Rp. 638.000,-

Tips: Bawa air minum yang banyak! Saya kemarin bawa 2 botol @1500 ml + 1 botol 750 ml habis tak tersisa. Yang suka ngemil bawa jajanan sendiri, karena di sana gak ada penjual makanan.

Terima kasih Komunitas Backpacker (KOPER) atas kebersamaannya. Terima kasih juga mbak Koper (belakangan tau namanya mbak Jane hehe) dan Mas Koper (Kak Aljabar) yang sudah sabar sampai rela masak nasi goreng malam-malam buat sarapan pagi hehe..

Pengalaman Ikut Open Trip Ke Pulau Peucang Ujung Kulon 3D2N 475 Ribu ini saya tulis untuk menjawab pertanyaan teman-teman yang japri ke saya. Mengingat kondisi kawasan Ujung Kulon yang dilingkupi lautan, sebaiknya datang ke mari rame-rame supaya costnya dapat ditekan.

4 thoughts on “Pengalaman Ikut Open Trip Ke Pulau Peucang Ujung Kulon 3D2N 475 Ribu

  1. Wah! 475 ribu bisa ke Ujung Kulon!
    Kesempatan bener mbak. Kayanya aku pengen yang kaya begini-begini deh.

    Di kotaku ada orang semacan Mbak Koper gitu, tapi baru sebatas keliling kota pakai angkutan. Cuma bayar 35 atau 65 ribu.

    Kadang sih buka open trip ke luar negeri juga. Harganya macam-macam. Lihat pengalaman Mbak Yuni kok aku jadi pengen ya hahaha!

  2. Hahaha… Akhirnya keluar juga penjelasan itinerary ke Ujung Kulon.
    Lihat ini udah fix nahan dulu kesana karena Salfa masih balita. Atau kalau mau nekat saya titip ke mbah-nya (kalau tega dan diijinkan si bos, haha).

    Duh itu air lautnya bikin pengen nyemplung secara Surabaya panase subhanallah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *